KONTRIBUSI GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP KEBERHASILAN SLTP MUHAMMADIYAH DI KOTA

SURAKARTA

Risminawati

Jurusan PPKn FKIP Universitas Muhamrnadiyah Surakarta
JL. A. Yani Pabelan Kartasura Trornol Pas I Surakarta 57102 Telp. 0271-717417, Fax. 0271-715448

Abstract: This research aims at knowing: (I) headmasters democratic leadership toward school success, (2) teachers professional competence toward School Success, and (3) both headmasters democratic leadership and teachers professional competence toward School Success. The subjects of the research were 130 teachers taken from the total population of 197 Muhammadiyah junior high school in Surakarta.The samples. were taken by means of the proportional random sampling technique.All the data were collected by means of questioners and the collected data were analized using the multi linier regression analysis technique with the help of the SPSS 10. The result of the research shows that firstly there is a significant contribution of democratic headmasters leadership toward School Success. This can be seen from thefinding that to4. 963 is higher than the t table 1.655. Secondly, there is a significant contribution of Teachers Professional Competence toward School Success, and this can be seen from the finding that the to6. 006 is higher than the t table 1.655. Thirdly, there is a significant contribution of both democratic headmasters leadership and tea~hers professional competence toward school success, and this can be seen from the finding that thefo 48.675 is higher than the table f table 3.05. In addition. the contribution of variable democratic headmasters leadership to school success is II % and the contribution of teachers professional competence to school success is 32.4 %. This research comes to the conclusion that the democratic style of headmasters leadership and teacher professional competence give significant contribution toward school success. Thisfinding implies that the more democratic the style of the leadership of the headmaster of a school is and the better the professional competence of the teacher is, the more successful the school is.Therefore, this study suggests that in order to create a success in a school the headmaster of the school should improve their democratic leadership and the teacher a the school should improve their professional competence. Keywords: democratic leadership, teacher

s professional

competence, and school success.

Pendahuluan

Salah satu masalah yang sangat serius dalam bidang pendidikan di tanah air saat ini adalah rendahnya mutu pendidikan. Isu mutu pendidikan akan selalu menarik perhatian karena masa depan bangsa tergantung kepada kualitas pendidikan, terutama di saat memasuki era globalisasi,

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, berbagai usaha telah dilakukan pemerintah. Beberapa di antaranya adalah peningkatan pelatihan kependidikan, pengembangan dan perbaikan kurikulum, pengadaan sumber-sumber belaj ar, dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Meskipun upaya-upaya ini telah dilakukan, kenyataan di lapangan menunjukkan 139

khususnya SLTP Muhammadiyah di Surakarta. Uraian di atas menunjukkan betapa penting peranan kepala sekolah dalam menunjang keberhasilan sekolah. siswa dan tenaga administrasi.2. Beberapa karakteristik kepala sekolah yang profesionaI seperti dikernukakan di 'atas tampaknya belum sepenuhnya dimiliki oleh kepala sekolah pada umumnya. Wason dalam Eko Suprianto (2003:29) mengatakan bahwa karakteristik kepala sekolah akan mempengaruhi secara signifikan iklim sekolah. outputnya tidak akan optimal. Vol. Gaya kepemimpinan adalah cam yang dipergunakan pernimpin dalam mempengaruhi pengikutnya (Mulyasa. memperbaiki dan meningkatkan kinerja kepala sekolah berarti melakukan perbaikan terhadap mutu pendidikan di sekolah. diklat dan keterampi Ian profesional. Oleh karena itu. Tarnpaknya ada satu faktoryang selama ini belum mendapatkan perhatian yang setara dengan faktor-faktor lain. 2003:2). Kepala sekolah adalah posisi sentral dalam mengelola sekolah. Syafaruddin (2002:49) mempertegas bahwa upaya memperbaiki kualitas dalam suatu organisasi (sekolah) sangat ditentukan oleh mutu kepemimpinan dan manajemen yang efektif Dukungan dari bawah hanya akan muncul secara berkelanjutan jika pimpinan (kepala sekolah) benar-benar berkualitas. untuk itu dibutuhkan kemampuan manajerial yang handal sesuai dengan target yang harus dicapai. Kepala sekolah sebagai salah satu komponen sekolah memegang peran sentral dalam menghimpun..140 Varia Pendidikan. Selanjutnya dikemukakan bahwa sebesar apapun input sekolah ditambah atau diperbaiki. Gaya kepemimpinan kepala sekolah yang tepat akan memotivasi guru dalam meningkatkan semangat kerjanya. pengalaman dan pengetahuan profesional.menentukan kualitas sekolah.. apabila faktor kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan pengelola terdepan tidak memperoleh perhatian serius. kepala sekolahjuga dituntut mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif . Selain itu. Hasil penelitian Maskhemi (2001:61) menunjukkan bahwa ... Salah satu wujud manajemen pendidikan yang cukup penting tetapi masih kurang tersentuh dalam program pembangunan pendidikan adalah kepemimpinan kepala sekolah (Alhadza. yaitu manajemen pendidikan. 2002: 108). Beberapa penelitian yang dilakukan oleh Heineman dan Loxley (Supriyadi. Oleh karena itu.] 0) bahwa pentingnya peran kepemimipinan kepala sekolah: " . pengetahuan administrasi dan pengawasan kompetensi kepala sekolah (Wahjosumidjo. Kepala sekolah sebagai pemimpin perlu menggunakan gaya kepemimpinan untuk mempengaruhi bawahannya. Desember 2007 bahwa mutu pendidikan masihjauh dari harapan. memanifestasikan dan menggerakkan secara optimal seluruh potensi dan sumber daya yang terdapat di sekolah menuju tujuan yang ditetapkan . Kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya di harapkan memiliki karakter-karakter dan ciri-ciri khas yang mencakup: kepribadian. No. 1999: 347) pada 13 negara maju dan 14 negara berkembang menunjukkan hasil yang konsisten bahwa sepertiga dari varians mutu pendidikan di sekolah dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Aspinjuga menegaskan sebagaimana dikutip oleh Djamal (2002. yaitu guru. keahlian dasar. 19. in many countries the school leaders s role is seen as fundamental in enhanching school quality" Penegasan Aspin di atas menunjukkan bahwa kepala sekolah merupakan faktor penting dalam peningkatkc. Di samping mampu mengelola sekolah. 2002:82). Senada dengan hasil itu. 2002: 110). Wahjosumidjo menyebutkan bahwa studi keberhasilan kepala sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah. keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah (Wahjosumidjo. .i mutu pendidikan. Dengan berasumsi bahwa kepala sekolah adalah pemimpin sekolah maka secara kausalitas pengaruh kepemimpinanya akan mewarnai seluruh sistem pendidikan di sekolah. semakin berkualitas kepemimpinan kepala sekolah maka hal ini akan mempengaruhi kualitas guru-guru dan akhirnya .

yaitu (1) kompetensi profesional. Kepala sekolah memiliki peluang untuk memotivasi guru dalam meningkatkan profesionalitasnya. sosia! ekonomi dan lingkungan Peran kepala sekolah merupakan salah satu faktor external yang mempengaruhi profesionalitas guru. (2) kompetensi sosial. Profesionalitas guru dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor external. dan kepemimpinan kepala sekolah kurang demokratis. (3) memiliki kernampuan yang terkait -dengan strategi pemberian urnpan balik dan penguatan. metode mengajaryang inovatif. (2) memiliki kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen seperti mengatasi konflik . Berdasarkan karaktersitik tersebut di atas. kurikulum. Anggapan tersebut tidak. Depdiknas (Sukmadinata. Kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan diantaranya: menguasai bahan pelajaran. Gaya kepernimpinan yang ideal dan dianggap paling baik terutama untuk kepentingan pendidikan adalah gaya kepernimpinan demokratis (Purwanto. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi bawahannya agar bekerja secara kooperatifuntuk mencapai tujuan bersama. 14l dikemukakan di atas belum sepenuhnya dimiliki oleh para guru khususnya guru-guru SLTP Muhammadiyah di Surakarta. penelitlan ini hanya mengkaji kompetensi profesional guru. mengelola kelas. antar siswa. Hasil penelitian Sugiarto dan Rukisman (2001: 108) menyatakan terdapat perbedaan perigaruh latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar terhadap profesionalisme guru. 2000:27-28) sekolah akan berhasil apabila memiliki guru efektif dengan ciriciri (1) rnemiliki kemampuan yang terkait dngan iklim kelas seperti kemampuan interpersonal khususnya rasa empati. 2002:52). Menurut Gary A Davis dan Margaret A. Thomas (Suyanto. Faktor external antara lain meliputi peran kepala sekolah. Faktor internal antara lain latar belakang pendidikan. seperti menerapkan media. kreatifitas mengajar guru rendah. siswa yang kooperatif. apresiasi dan ketulusan. Dengan tidak mengesampingkan kornpetensi yang lain. sepenuhnya benar. mengembangkan materi pelajaran yang sesuai dengan tuntutan jaman. Di samping kepala sekolah. 1999: 15). Kontribusi Gaya Kepemimpinan Demokratis terdapat perbedaan semangat kerja guru berdasarkan tipe kepemimpinan kepala sekolah. .. Guru merupakan pihak yang paling sering memperoleh sorotan sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap kualitas pendidikan. mengingat masih banyak komponen pendidikan yang berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. dan (3) kompetensi personal. Kompetensi profesional guru adalah kemampuan dan keahlian khusus seorang guru dalam bidang keguruan yang memungkinkan dia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya seeara maksimal (Usman. (4) memiliki kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri. banyak pihak menaruh harapan besar terhadap guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Namun demikian. pengalaman mengajar dan motivasi. temyata masih ada sekolah-sekolah yang yang belum efektif dalam menyelenggarakan pendidikan bagi peserta didik yang disebabkan oleh faktor-faktor internal antara lain kompetensi guru belum memadai. Dalam rangka merealisir harapan tersebut dibutuhkan guru yang profesional. Praktek pendidikan di lapangan menunjukkan bahwa korripetensi profesional guru seperti i. minat dan . guru merupakan komponen paling strategis dalam proses pendidikan. faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan sebuah sistim pendidikan adalah kualitas guru atau pengajar. 2001: 192) mendefinisikan guru profesional sebagai guru yang memiliki tiga kompetensi. Salah satu gaya kepemimpinan yang digunakan dalam dunia pendidikan adalah gaya kepemimipinan demokratis. Oleh karena itu.Risminawati. menggunakan media pembelajaran dan menyusun alat penilaian. Hasil pengamatan sementara di lapangan rnenunjukkan masih ada sebagian guru guru yang belum mempunyai kemampuan dan keahlian khusus secara optimal. bakat siswa yang beragam.

dimana skor 4 untukjawaban a.1. SLTP Muhammadiyah 8 Surakarta dan SLTP Muhamrnadiyah 10 Surakarta. Waktu penelitian dilaksanakan pada tahun pelajaran 2003/2004. karen a mengungkap fakta berdasarkan pengukuran gejala yang telah ada pada diri guru SLTP Muhammadiyah kota Surakarta. skor 2 untukjawaban Jarang (JR) dan skor 1 untuk jawaban Tidak Pernah (TP). Sering (SR). 1998: 127). yaitu: Sangat Setuju (SS). Teknik pengambilan sampeJ yang digunakan ini adalah proporsional random sampling. maksudnya angket yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih jawaban yang sudah tersedia. yaitu gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah. dan tidak dibuat perlakuan atau manipulasi terhadap variabel-variael penelitian. SLTPMuhammadiyah 7 Surakarta. SLTP Muhammadiyah 2 Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru SLTP Muhammadiyah kota Surakarta sebanyak 197 orang guru. Berdasarkan data yang dikumpulkan.142 Varia Pendidikan. Tipe yang dikembangkan dalam penyusunan angket gaya kepernimpinan kepala sekolah dan kompetensi profesional guru menggunakan rentangan skor 4 . Konstruksi duri skala LiJ< rt mengukur tingkat .2. penelitian ini dapat dikategorikanjenis penelitian korelasional.1 untuk penyataan positif.. Ragu-ragu (R). 4. kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. Adapun delapan sekolah tersebut meliputi SLTP Muhammadiyah 1 Surakarta.2. Vol. Modifikasi skala Likert dalam penelitian ini dijabarkan dalam empat klasifikasi pengukuran untuk setiap ubahan yang diteliti.3. wilayah (dalam penelitian seimbang dengan ini sekolah) secara subyek dalam bahwa secara teoritis ada konstribusi antara gaya banyaknya kepernimpinan demokratis kepala sekolah. Adapun penentuan jumlah sampel setiap sekolah dengan cara membandingkan jumlah guru setiap sekolah dengan jumlah populasi dikalikan denganjumlah seluruh sampel. maka penelitian ini termasuk jenis penelitian expost jacto. No. Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). 19. Tipe yang dikembangkan dalam penyusunan angket keberhasilan sekolah menggunakan rentangan skor 4. Untuk pernyataan negatif diberi bobot sebaliknya yaitu 1. SLTP Muhammadiyah ·4 Surakarta. Jarang (JR) dan tidak pernah (TP). Angket sebagai pengumpul data dalam penelitian ini dibangun dengan model skala likert yang telah dimodifikasikan.3 . Angket tersebut digunakan untuk mengumpulkan data tentang gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah. 2. SLTP Muhamrnadiyah 5 Surakarta. Empat klasifikasi tersebut meliputi Selalu (SL). kompetensi guru dan keberhasilan sekolah. Pada teknik ini pengambilan sarnpel dilaksanakan dengan menentukanjumlah subyek dari setiap strata atau masing-masingstrata atau wi layah (Suharsimi Arikunto. kesetujuan responden terhadap statemen dalam limaklasifikasi. Metode Penelitian in i dilaksanakan di SLTP Muhammadiyah kota Surakarta.3 . Setuju (S). penelitian ini ingin meneliti apakah hal itu terjadi di lapangan. Desember 2007 Bertitik tolak dari uraian yang mengatakan . 3. SampeJ dalam penelitian ini sebanyak 130 orang guru. Skala Likert merupakan skala yang berisi lima tingkatan jawaban mengenai kesetujuan responden terhadap statement atau pernyataan yang dikemukakan melalui opsijawaban yang disediakan. . yang terdiri dari delapan sekolah. Penelitian ini dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala saat penelitian ini dilakukan dan fokus permasalahannya mengungkap hubungan beberapa variabel. Skor 4 untukjawaban Selalu (SL) skor 3 untukjawaban Sering (SR). Berdasarkan rumusan permasalahan. Penelitian ini menggunakan angket tertutup. kompetensi profesional guru dan keberhasilan sekolah.

Di samping menggunakan metode angket sebagai metode pokok.30 59. dan data keberhasilan sekolah.4 (Sugiarto dkk. Cara membuat tabeI distribusi frekuensi gaya kepemimpinan dernokratis Kepala Sekolah sebagai berikut : Range "" 68 .19 46.54 8. skor 2 untukjawaban c dan skor 1 untukjawaban d.67 Minimum 40 Maximum 68 Demokratis Range 28 Tabel Z.70. Kontrlbusi Gaya Kepemimpinan Demokratis . juga menggunakan metode dokumentasi sebagai metode bantu.54 74.38 43.46 25. Distribusi Frekuensi Nilai Tengah 42.67 64.R_ J Tabel 1.48 .54 6.66. skor 3 untukjawaban b.37 -48.04 68. Data penelitian yang dipaparkan meliputi hasil perhitungan mean.37 44.92 16. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Mean 57. danjumlah guru-guru yang mengajar di SLTP Muhammadiyah Kota Surakarta.53 24. yaitu data gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah..3) log 130 = 6.61. data kompetensi profesional guru.15 34.11 Frekuensi Komulatif Positif Negatif 2 11 33 57 85 117 130 130 128 119 97 73 45 13 Frekuensi Relatif Frekuensi Relatif (%) 1.74 48.48 57.46 21.40 = 28 Menentukan banyaknya kelas (K) K = 1 + (10/3) log n = 1 + (3. Perhitungan mean dan median dari data gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dapat dilihat pada tabel 1 berikut. median dan modus.84 65.61 10 {%1 Positif 1.61 10 53.92 18.61 56. Ringkasan Hasil Perhitungan Mean.98 Median 58..22 66.93 55.59 130 100 .41 Gaya Kepemimpinan Frekuensi Mutlak 2 9 22 24 28 32 13 Demokratis Kepala Sekolah (Xl) Nitai Interval 40 -44.46 91.56 50.38 90. Metode dokumentasi digunakan untuk mernperoleh data tentang jumlah SLTP Muhammadiyah yang ada di kota Surakarta.00 100 Negatif 100 98.00 Standart Deviasi 6.85 61.Rismlnawati. 2001: 114) Menentukan I perkiraan interval kelas (I) = _.85 . Median. Hasil dan Pembahasan Deskripsi data memaparkan sebaran data dari masing-masing variabel.22 .7453.11-57. Di 143 samping itu juga disajikan distribusi frekuensi dan histogram dari masing-rnasing variabel.

Vol.67 M = 57. Adapun ratarata ideal (68 + 40) = 54.1 SD 51. maka skor yang berada di atas rata-rata sebanyak 97 orang guru. Desember 2007 I R 28 =-=-=437 K 64 ' . Skor gaya kepemimpinan dernokratis Kepala Sekolah jika IIIlGaya Kepemrl1'inan Derrokrasi Kepala Sekolah 42.85 .32 Gambar 2 Klasifikasi Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah . 43. Data distribusi frekuensi gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah disajikan pada grafik histogram pada Gambar 1.98 +1 SD SD = 6.2 SD 44.65 +13.22 sebanyak 32 orang guru. disajikan dalam kurva pada Gambar 2.84%).144 Varia Pendidikan.15% (731130 x 100% dibandingkan dengan rata-rata ideal.2.34 +2 SD 71. Pengelompokan data di atas.19 46. (Sugiarto dkk.34 .66.31 o +6. No.41 Gambar 1 Histogram Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah -13.67 . sedangkan yang berada dibawah rata-rata sebanyak 33 orang guru.67 64. 19. Dari penyebaran skor gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah di peroleh modus sebesar 32 yaitu skor diantara 61.64 .98) terdapat 73 orang guru yaitu sebanyak 56.84% (51130 x 100%.6.2 SD .15%).93 55. = 56.56 50. 2001: 114) Data gaya kepemimpinan dernokratis kepala sekolah dideskripsikan dalam bentuk distribusi frekuensi pada Tabel 2.67 64. sedangkan responden yang memperoleh skor di bawah ratarata sebanyak 57 orang guru yaitu sebesar 43.3 59.04 68.1 SD s/d . Perolehan skor gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah berdasarkan tabel di atas adalah dari 130 responden yang memperoleh skor di atas rata-rata (Mean = 57.. Selanjutnya data gaya kepemimpinan demokratis kepala seko lah dike1ompokkan dalam tiga katagori yaitu: a) Katagori tinggi : Mean + 1 SD sid + 2 SD b) Katagori sedang : Mean -1 SD sid + 1 SD c) Katagori rendah : Mean .

:::::39 K 6.54%).54%).69%).50 Stand art Deviasi 6. Dad penyebaran skor kompetensi profesional guru diperoleh modus sebesar 26 yaitu skor di antara 58. Atas dasar klasifikasi data gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah di atas maka 145 dapat diketahui 61..4 Menentukan perkiraan interval kelas (I) ·1 = R =E.95 sid 53. katagori sedang berada di antara nilai 53.5 sid 74. .77%). disaj ikan dalam kurvapada Gambar 4. Kompetensi Profesional Guru Mean 60.31 sid 64.Risminawati. Median.::Mean + 1 SD sid + 2 SD b) Katagori sedang = Mean .64 sid 51 .32 sebanyak 27 orang guru (20.65 Median 60.54% tanggapan guru terhadap gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah berada pada katagori sedang.65) terdapat 80 orang guru yaitu sebanyak 61. Sedangkan .31 sebanyak 23 orang guru (17.65 sid 71.8 sid 67.1 SD sid 2 SD Pengelompokan data di atas.85 Minimum 47 Maximum 72 Range 25 Cara membuat tabel Distribusi frekuensi kompetensi profesional guru sebagai berikut: Range =72-47=25 Menentukan banyaknya kelas (K) K =1+(10/3)logn = 1 + (3. Perolehan skor kornpetensi profesional guru berdasarkan tabel di atas adalah dari 130 responden yang memperoleh skor di atas rata-rata (Mean = 60.4 . sedangkan responden yang memperoleh skor dibawah rata-rata sebanyak 50 orang guru yaitu sebesar 38.31 %).Gambar 3.8 sebanyak 25 orang guru (19.62. sedangkan yang berada pada katagori rendah dengan nilai.yang berada di bawah rata-rata sebanyak 50 orang guru. katagorl sedang berada di antara nilai 51.46% (50/130 x 100% = 38.5 sebanyak 81 orang guru (62. 46. Berdasarkan kurva di atas dap~t diketahui bahwa respond en yang termasuk katagori tinggi dengan nilai 64.. sedangkan yang berada pada katagori rendah dengan nllai 44..35 sebanyak 24 orang guru (18. Hal ini memberi petunjuk bahwa sebagian besar guru mempunyai tanggapan cukup baik terhadap gaya kepemimpinan demokratis yang dilakukan oleh kepala sekolah. Skor kompetensi profesional guru jika dibandingkan dengan rata-rata ideal.46%). dapat diketahui bahwa responden yang terrnasuk katagori tinggi dengan nilai 67. median kornpetensi profesional guru disajikan dalam Tabel3 berikut.7 . Adapun rata-rata ideal (72 + 47) = 59.23%).46%).5. Berdasarkan Gambar 4. Data kompetensi profesional guru dideskripsikan dalam bentuk frekuensi sebagai berikut.1 SD sid + 1 SD c) Katagori rendah = Mean . Data distribusi frekuensi kompetensi profesional guru disajikan pada grafik histogram . Selanjutnya data kornpetensi profesional guru dikelompokkan dalam tiga katagori yaitu : a) Katagori tinggi .6 sebanyak 26 orang guru. Tabel 3 Ringkasan Hasil Perhitungan Mean.3) log 130 =6.65 sebanyak 80 orang guru (61. Hasil perhitungan mean. Kontribusl Gaya Kepemimpinan Demokratls .54% (80/130 x 100%) = 61. maka skor yang berada di atas rata-rata sebanyak 80 orang guru.

58.85 . maka dapat diketahui 62.15 8.5 -70.54 100 Negatif 100 93.46 100 Positif 6.7 .38 91.45 72.2.61 20.95 52.3 MutIak 8 23 19 26 22 21 Positif 8 31 50 76 98 119 130 Negatif 130 122 99 80 54 32 Relatif (%2 6.5 +13.69 14. Distribusi Frekuensi Tentang Kompetensi Profesional Guru (X) Nilai Tengah 48.8 54. Histogram Kompetensi Profesional Guru -13.6 62.8 .146 Varia Pcndidikan.62 8.65 SD = 6.65 64.62.92 16.35 Gambar 3.15 61.54 41.9 50.95 52.54 24.50.7 ·2 SD 46.1 SD 53.7 58.54.85 +1 SD 67. Desember 2007 Tabe14.75 60.46 11 130 11 30~----------------------------~ El Kompetensi Profeslonal Guru 48.15 2.35 Gambar 4 Klasifikasi Kompetensi Profesional Guru Atas dasar klasifikasi data kompetensi profesional guru di atas.85 56.8 M= 60.95 .15 17.9 .38 .85 0 +6.4 70.45 72.46 75.35 Frekuensi Frekuensi Kornulatif Frekuensi Frekuensi Relatif t%) Nilai Interval 47 .38 38.50 68.00 16.66. No. 19.4 -74.:: 30 .46 58. Cara membuat tabel distribusi frekuensi keberhasilan sekolah sebagai berikut: Range = 68 .85 76.75 64.7 +2 SD 74.85 56. Vol.50 68.6 .5 66.3 1% guru memiliki kompetensi profesional cukup baik.6.

76 (%) 9. Keberhasilan Mean 53.:::Mean -!.31 100 100 90.4 = 4 68 ' Data keberhasilan sekolah dideskripsikan dalam bentuk distribusi frekuensi sebagai berikut. Median.02 49.42. Selanjutnya data keberhasilan sekolah dikelompokkan dalam tiga katagori yaitu : a) Katagori tinggi .00 Standart Deviasi 7.:::Mean .04 52.66. Perolehan skor keberhasilan sekolah berdasarkan tabel di atas adalah dari 130 responden yang memperoleh skor di atas rata-rata (Mean :=: 53.08 66.23 52. 147 Maximum 68 Menentukan banyaknya kelas (K) K "'1+(lO/3)logn .1 SD sid 1 SD c) Katagori rendah = Mean .36 .00 16..69 100 .46 7.74 68.68 42.31 %).42 Frekuensi Mutlak 12 15 35 29 18 11 10 130 Frekuensi Komulatif Positif Negatif 12 27 62 91 109 120 130 130 118 103 68 39 21 10 Frekuensi Relatif Frekuensi Relatif ~%2 Positif Negatif 9.40 61.04 sebanyak 35 orang guru.69% (62/130 x 100%. I ~:.36 .85 92.1 SD sid + 2 SD b) Katagori sedang .Risminawati.38 59.72 .08 .00 83.54 26.56 Minimum 38 Sekolah Range 30 i.52.77 47.06 63.61 Median 53.85 8.04 .::: 47.72 56.:::52.69%). Kontribusi Gaya Kepemimpinan Demokratls Tabel 5 Ringkasan Hasil Perhitungan Mean.56.::: [ 68+38J 5~.:::1 + (3.92 22.23 11.03 20.61) terdapat 68 orang guru yaitu sebanyak 52.61. sedangkan responden yang memperoleh skor di bawah ratarata sebanyak 62 orang guru yaitu sebesar 47.31 30. maka skor yang berada di atas rata-rata sebanyak 68 orang guru.15 7. Data distribusi frekuensi keberhasilan sekolah disajikan pada grafik histogram Gambar 4.70 54.68 .69 Nilai Interval 38 . sedangkan yang berada di bawah rata-rata sebanyak 62 orang guru.69 70.36 47.31 % (681130 x 100% .34 45.:.77 79.47. Dari penyebaran skor keberhasilan sekolah diperoleh modus sebesar 35 yaitu skor antara 47.4 Menentukan perkiraan interval kelas (I) Adapun rata-rata ideal .31 13.1 SD sid -2 SD Tabel 6 Distribusi Frekuensi Tentang Keberhasilan Sekolah (Y) Nitai Tengah 40.3) log 130 '" 6. Skor keberhasilan sekolah jka dibandingkan dengan rata-rata ideal.70. K 6.40 . 2Q.52.

Q2 49. atau tidak menyimpang secara signifikan dari sebaran normal. Adapun uji asumsi yang perlu dipenuhi untuk analisis regresi adalah sebagai berikut.73 Gambar 5 Klasifikasi Keberhasilan Sekolah Berdasarkan kurva di atas dapat diketahui bahwa responden yang termasuk katagori tinggi dengan niIai 61.17 sid 68.17 +15. terlebih dahulu perlu dilakukan uji asurnsi agar diperoleh hasil analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.73 sebanyak 21 orang guru (16. Hal ini memberi petunjuk bahwa sebagian besar guru rnenilai sekolah-sekolah sudah berhasil cukup baik.70%).05 sid 61. katagori sedang berada di antara nilai 46.49 .70% tanggapan guru terhadap keberhasilan sekolah berada pada katagori sedang.148 Varia Pendidikan.12 .74 68. Atas dasar klasifikasi data keberhasilan sekolah di atas. Vol.15%). -15. Sebelurn dilaksanakan analisis regresi.2 SO 38.49 sid 46. sedangkan yang berada pada katagori rendah dengan nilai 38.baku.34 45.56 . yang perbitungannya menggunakan bantuan kornputer program SPSS 10. Uji norrnalitas dalarn penelitian ini menggunakan uji Lilliefors significane correction.70 54.56 o +7. Dalarn perie litian ini uj i norrnalitas dikenakan terhadap variabel terikat atau variabel tak bebas (Y) yaitu keberhasilan sekolah. Hal ini rnengandung arti bahwa sebaran data itu secara statistik memiliki dua sisi yang sarna besar. Desember 2007 iii Keberhasilan Sekolah 40.7. Uji Normalitas Normalitas sebaran data adalah sebaran data variabel yang mengikuti ciri-ciri sebaran .05 M = 53.12 +2 SO 68. 19.61 SD = 7.17 sebanyak 88 orang guru (67. Penerapan ini didasarkan pada pernyataan Sutrisno Hadi dan Kerlinger & Pedlazur (Sutrisno. No. 15%).42 Gambar 4 Histogram Keberhasilan Sekolah Pengelompokan data di atas disajikan dalam kurva sebagai berikut.1 SD 46.06 63.56 +lS0 61. Kriteria sebaran data memenuhi persyaratan norrnalitas rnenurut Singgih . 2000 : 86) bahwa norrnalitas sebaran data dikenakan terhadap variabel tak bebas.38 59.05 sebanyak 21 orang guru (16.2. rnaka dapat diketahui 67.

Hasil uji linieritas untuk masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat. Singgih Santoso (2001 :358) mengemukakan bahwa model regresi yang baik tidak ada kolinear atau adanya korelasi di antara variabel bebas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebaran data variabel keberhasilan sekolah memenuhi persyaratan norrnalitas.076 dan probabilitas 0. Ujf Linieritas Uji linieritas adalah satu prosedur yang digunakan untuk mengetahui status linier suatu distribusi data penelitian. Uji linieritas dalam penelitianini menggunakan bantuan komputer program SPSS 10.S.3 62> 0. 2000 : 88) Jika koefisien probabilitas untuk Deviation from Linier P> 0.095 dengan probabilitas 0. dipaparkan sebagai berikut. 1. Hasil uji nonnalitas variabel keberhasilan sekolah sebagaimana tertera pada lampiran 5. b2 = Koefisien regresi X2 . Uji Linieritas antara variabel Kompetensi Profesional Guru terhadap Keberhasilan Sekolah Hasil uji linieritas variabel kompetensi Profesional Guru (XI) diperoleh nilai statistik Uji Hipotesis Analisis regresi linier ganda digunakan . maka berdasarkan koefisien probabilitas Lilliefors tersebut menghasilkan P> 0. Hal ini disebabkan hakekat regresi yang signifikan menunjukkan adanya hubungan linier antara variabel bebas dengan variabel terikat.05 maka distribusi adalah normal (Simetris). Hubungan yang bersifat linier antara variabel bebas dengan variabel terikat merupakan persyaratan mutlak dalam penerapan analisis regresi. Dengan menggunakan komputasi SPSS 10 diperoleh hasil korelasi Pearson antara dua variabel bebas sebesar 0. Hal ini menunjukkan tidakterjadi multikolinearitas antara variabel Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah (Xl) dan Kompetensi Profesional Guru (X2). maka ini menunjukkan bahwa hubungan variabel Kornp etensi Guru (Xz) terhadap variabel Keberhasilan Sekolah (Y) adalah linier. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya inter korelasi antara variabel bebas. Gujarati dalam Mudrajat Kuncoro (2001: 114) berpendapat bila korelasi antara dua variabel bebas melebihi 0.064 > 0.05. Dalam penelitian ini uji linieritas digunakan untuk menguji linieritas hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah (X. Dengan demikian jika koefisien antar variabel bebas lebih kecil dari 0. 149 Santoso (2001 : 169) jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0.8 maka tidak terjadi multikolinearitas. Kriteria suatu hubungan yang bersifat linier menurut Coakes & Steed (Budi Sutrisno.untuk mengetahui kontribusi antara variabel bebas yaitu variabel Gaya Kepernimpinan Demokratis Kepala Sekolah dan Kompetensi Profesional Guru terhadap variabel terikat (Keberhasilan Sekolah) bentuk persamaannya adalah : Keterangan : Y Keberhasilan Sekolah a = Konstanta Xl = Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala = Sekolah X2 = Kompetensi Profesional Guru b. Kontrlbusi Gaya Kepemimpinan Demokratls c.Risminawati.3S0 < O.8 maka multikolinearitas menjadi masalah serius.05.) terhadap keberhasilan sekolah (Y) dan kompetensi profesional guru (X2) terhadap keberhasilan sekolah (Y).05. Hasil uji linieritas variabel gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah (Xl) terhadap variabel keberhasilan sekolah (Y) adalah linier. = Koefisien regresi X. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada output Oneway Anova lampiran 5.05. Dad uji nonnalitas untuk variabel terikat keberhasilan sekolah diperoleh angka statistik 0.

maka Y akan bertambah sebesar 0.150 Varia Pendidikan. 19.05 maka Ho ditolak yang berarti bahwa variabel gay a kepemirnpinan demokratis kepala sekolah dapat dipakai untukmernprediksi keberhasilan sekolah.000 < 0.050 + 0.:::: 4.67·5.:::: 3. . Berdasarkan persarnaan regresi di atas dinterpretasikan bahwa : a. dengan probabilitas 0. diperoleh \irung 4.:::: . rnaka Y akan bertambah sebesar 0.Keberhasilan Sekolah (Y). terhadap Ringkasan hasil analisis regresi gaya kepemimpinan demokrasi kepala sekolah dan kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah dapat dilihat pada Tabel 7.406 memberi makna jika ada penambahan satu satuan X. sebesar 0.963 dengan taraf signifikan 5% dengan N 130 diternukan t tabel 1. .655.050 rnenyatakan bahwa j ika sekolah mengabaikan gaya kepemirnpinan demokratis kepala sekolah dan kornpetensi profesional guru rnaka keberhasilan sekolah hanya rnencapai 1.050 1 b. No. c. diperoleh Frog sebesar 48. Dengan demikian t hiluns.05. b. Uji t yang berkaitan dengan kontribusi Korn- .963 > t tabel = 1.000 sehingga diperoleh persamaan regresi ganda Y= 1.478 Di samping hasil perhitungan di atas. Uj i t digunakan untuk mengetahui adakah kontribusi variabel Gaya Kepemimpinan Demokrasi Kepala Sekclah (X. Koefisien arah regresi X2 sebesar 0. Konstanta sebesar 1.4 78 satuan. 4.050 Std Error 5'.675 > FbI. Dari tabel tersebut di atas terlihat bahwa Fh· = 48.') dan Kornpetensi Profesional Guru (X2) secara partial rnempunyai kontribusi yang berarti (signifikan) terhadap . Koefisien arah regresi X. ditolak.478 X2.006 000 000 B 1.2.655. Vol.357 Beta t Sig 845 196 Setelah dihitung dengan menggunakan komputer program SPSS 10 diperoleh nilai : a .000 < 0. Kesirnpulan tersebut diperjelas oleh nilai signifikansi/probabilitas= 0.Jadigaya kepemimpinan demokratis Kepala Sekolah dan kompetensi profesional guru secara simultan merniliki arah yang positif dan signifikan terhadap keberhasilan sekolah.406 XI X 0. Desember 2007 Tabel6 Koefisien Arah Regresi XJ dan X2 Terhadap Y Variabel Constant Gaya kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah (Xi) Kompetensi profesional guru (X2) 408 47~ 082 080 358 433 .963 6.478 memberi makna jika ada penambahan satu satuan X.:::: 0. dan probabilitas itung tB e 0.406 satuan.050 satuan. ditolak atau ada kontribusi yang signifikan antara gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap keberhasilan sekolah.05 maka H.:::: . hal ini berarti secara bersama-sama terdapat kontribusi yang signifikan dati gaya kepe-mimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. maka H.406 0 b. Uji t yang berkaitan dengan kontribusi Gaya Kepernimp inan Demokratis Kepala Sekolah (XI) terhadap Keberhasilan Sekolah (Y). Uji F digunakan untuk mengetahui adakah kontribusi varia bel Gaya Kepernimpinan Demokrasi Kepala Sekolah (XI) dan Kornpetensi Profesional Guru (X2) secara simultan mernpunyai kontribusi yang berarti (signifikan) Keberhasilan Sekolah (Y).

q. Dari dua output hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa kedua variabel bebas dapat dimasukkan dalam perhitungan regresi dengan menggunakan metode Stepwise.992 i. Jadi Keberhasilan Sekolah dapat dije1askan oleh variabel Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dan variabe1 Kompetensi Profesional Guru secara simultan (bersarna-sama) sebesar 43. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan sebagai sebagai berikut: 1) ada konstribusi yang signifikan dari gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap keberhasilan sekolah. d itolak yang berarti bahwa variabel kompetensi profesional guru dapat dipakai untuk memprediksi keberhasilan sekolah. Kesimpulan tersebut diperjelas oleh nilai signifikansi/probabilitas = < 0. sedangkan selebihnya 56. X 2 Terhadap Y Rata-rata Kuadrat 1600. dengan taraf signifikan 5% dengan N 130 ditemukan ttabel 1. dan 3) ada konstribusi yang signifikan dari gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi .05 maka H.Kornpetensi ProfesionaI Guru ada1ah 0. Jadi Keberhasilan Sekolah dapat dipengaruhi oleh masing-masing variabel. Sumbangan Variabel Gaya Kepemirnpinan Demokrasi Kepala Sekolah (XI) dan Variabel Kompetensi Profesional Guru (X2) terhadap Variabel Keberhasilan Sekolah (Y) secara bersama-sama (simultan) Dari output Variabel Entered/Removed hasil anal isis komputer menunjukkan bahwa kedua variabel bebas dapat dimasukkan dalam perhitungan regresi dengan menggunakan metode Enter.655 rnaka Ho ditolak atau ada kontribusi yang signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. hasilnya adalah sebagai berikut : X2= 0.4%.4% (gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi profesional guru) XI = 11% (sells ih antara Xl' X2 dan X2) Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah (XI) dan Kompetensi Profesional Guru (X2) terhadap Variabel Keberhasilan Sekolah (Y) secara sendirisendiri (partial) Untuk mengetahui besarnya sumbangan Angka-angka terse but mernpunyai makna bahwa R Square dad Variabel Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dan . 2) ada konstribusi yang signifikan dad kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah.ooo maslng-masing variabel secara partial di analisis secara terpisah antara variabel Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dan Kompetensi Profesional Guru.655.434 = 43.4%.882 F 48. diperoleh ~itung 6.324 = 32.006. Kontribusi Gaya Kepemimpinan Demokratis Tabel 7 Ringkasan Sumber Variasi Regresi Residu Total Analisis Regresi Jumlah Kuadrat 3201.675 Sig 000 df 2 127 129 petensi Profesional Guru (X2) terhadap Keber- hasilan Sekolah (Y). Dari output Model Summary dapat dilihat angka R Square adalah 0.015 4175.434.006> t ta b e 1 ~ 1.4% (kompetensi profesional guru) XI' X2 = 0.4%.434 = 43. Sumbangan Variabel Variabel Gaya .Risminawati. atau 43. Dengan demikian t hitlung ~ 6.. 151 x. terdiri dari variabel Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dapat memberi surnbangan sebesar 11% dan Kompetensi Profesional Guru dapat mernberi sumbangan sebesar 32.978 7376.4%.6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.507 32.

Oleh karena itu kemampuan profesional guru perlu ditingkatkan dan dikembangkan dengan berbagai upaya guna meningkatkan keberhasilan sekolah. (6) gurumemiliki kemampuan dan kemauan untuk ikut rnemecahkan prob lem siswa.006 > ttabol 1. maka keberhasilan sekolahjuga akan rneningkat. meneiptakan hubungan yang harrnonis dan memperlakukan para guru sebagai rekan kerja. Kepala sekolah yang demokratis selalu melibatkan para guru dalam pengambilan keputusan. Hal berarti terdapat konstribusi yang signifikan antara gaya kepemirnpinan demokratis kepala sekolah terhadap keberhasilan sekolah. Hasil penelitian ini membuktikan dapat diterimanya hlpotesis kedua yang menyatakan bahwa ada konstribusi yang signifikan dad kornpetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. Dengan rnenerapkan gaya kepernimpinan demokratis. Vol. >t rebel = 1. Desember 2007 kesernpatan bagi siswa untuk ikut bertanggung jawab dan berpartisipasi dalarn setiap kegiatan sekolah.152 Varia Pendidikan. Temuan ini relevan dengan pendapat Yayat Hayati Djatrnika (2002: 54) yang rnemandang "gaya kepemimpinan demokratis paling ideal dilaksanakan dalam suatu organisasi". (4) . berarti gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah mem beri konstribu si secara signifikan terhadap keberhasilan sekolah. Dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah seperti dipaparkan di atas akan berpengaruh terhadap keberhasilan sekolah. kepala sekolah akan lebih efektif dalam mencapai tujuan sekolah. (5) sekolah dapat rnernanfaatkan hasil pekerjaan rurnah dari siswa dengan sebaikbaiknya.000 < 0. Penjelasan secara rinei dari setiap varia bel sebagai berikut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah mempunyai keberhasilan berpendapat keefektifan kemampuan reward. No. Bertolak dari pendapat di atas dapat diketahui bahwa salah satu faktor yang menentukan keefektivan sekolah ialah kepemimpinan sekolah yang demokratis. (3) peranan penting dalam mencapai sekolah. bahwa jika skor variabel gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi profesional guru ditingkatkan lagi. Kenyataan ini menunjukkan bahwa gaya kepern imp inan dernokratis kepala sekolah. Hal ini = berarti terdapat konstribusi yang signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. Berbagai profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. Di sarnping itu diperoleb n ilai signifikansi I probabilitas 0. Di samping itu juga senada dengan hasil penelitian Suyatno (2000) yang menyimpulkan adanya hubungan kualitas pendidik dengan kualitas lulusan SLTP d i Kabupaten Sukoharjo.05 maka Ho ditolak berarti kompetensi profesional guru mernberi konstribusi secara signifikan terhadap keberhasilan sekolah.000 < 0. (7) kepemimpinan sekolah yang demokratis. Berdasarkan hasil analisis uji t yang berkaitan dengan konstribusi kompetensi profesional guru (X2) terhadap keberhasilan sekolah (Y) diperoleh ~itunB = 6. Hal ini dapat dilihat dari distribusi frekuensi untuk setiap sebaran data variabel berada pada katagori cukup. Rutter (Djamal : 2002: 6) ada delapan faktor yang menentukan sekolah yaitu (1) keseimbangan intelektual siswa. Hasil temuan ini relevan dengan hasil penelitian Harjanto (1998) yang menyimpulkan bahwa ada hubungan positifyang signifikan antara hasil pendidikan yang dinyatakan dengan ijazah dengan kernarnpuan guru SMU Se kota Surakarta.655. Oleh karena itu dapat diprediksi. (2) adanya sistem iklim sekolah yang kondusif.2.005 maka Ho ditolak. Berdasarkan hasil analisis uji t yang berkaitan dengan konstribusi gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah (XI) terhadap keberhasilan sekolah (Y) diperoleh t"hitung = 4. kornpetensi profesional guru dan keberhasilan sekolah di SLTP Muhammadiyah Sekota Surakarta pada saat penelitian ini dilaksanakan berada pada katagori cukup. Berdasarkan hasil analisis yang telah dipaparkan di depan diketahui bahwa nilai ratarata ketiga variabel menunjukkan nilai yang relatif sama.655.963 . 19. Di samping itu diperoleh nilai signifikansi I probabilitas 0.

Kepemimpinan sekolah yang baik akan menciptakan kultur sekolah yang mendorong guru bekerja dengan penuh dedikasi dan siswa belajar tanpa paksaan".. 1999: 178) yang tnenemukan bahwa "diantara berbagai masukan (input) yang menentukan mutu pendidikan lebih dari sepertiga ditentukan oleh guru". Simpulan Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan sebagaimana telah dideskripsikan di muka. . hal ini mengandung makna Ho ditolak. menguasai bahan pengajaran. Ada konstribusi. Besarnya konstribusi kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah 32. yang diperoleh 1}.. 1999: 27) yang menyatakan bahwa "kualitas sekolah erat berkaitan dengan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah.000 < 0.4% rei evan dengan studi yang dilaksanakan Heyneman & Loxley (Supriadi. maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu: I. Gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah memberi sumbangan sebesar 11% dan kompetensi profesional guru sebesar 32A%. Konstribusi kornpetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah sebesar 32. Konstribusi gay a kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah sebesar 43.. yang rnenjadi inti kegiatan pendidikan. J adi lebih besar j ika dibandirigkan dengan konstribusi gaya kepernimpinan dernokratis kepalasekolah yang hanya memberi sumbangan sebesar 11%.0 1 dan terbukti sangat signifikan. di mana guru sebagai faktor yang paling rnenentukan terhadap meningkatnya mutu pendidikan.tung 4. Berdasarkan hasil temuan di atas menunjukkan bahwa guru memegang peranan penting guna tercapainya keberhasilan sekolah. 2003: 90) menyatakan guru adalah SDM yang diharapkan mampu menggerakkan dan rnendayagunakan faktor-faktor lainnya. menyusun program pembelajaran rnelaksanakan program pembelajaran dan menilai hasil dan proses pembelajaran.963 lebih besar dari ttabel ada taraf signifikan 5% sebesar 1. sedangkan selebihnya 56. Hasil penelitian ini relevan dengan pendapat Glasser (Zamroni.655.963> tla be1= 1. Kesirnpulan tersebut Iebih dipertegas dengan hasil signifikansi arah regresi sebesar Sig = 0. maka Ho ditolak. Berdasarkan hasil tersebut maka variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah mampu rnemprediksi keberhasilan sekolah.4%. Dengan dernikian Sig = 0.4%. hal ini mengandung makna ada konstribusi yang signifikan dad gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap keberhasilan sekolah.6 dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteJiti. pelatihan dan pembinaan teknis yang dilakukan secara berkesinambungan di sekolah dan di wadah-wadah pembinaan profesional misalnya Musyawarah (MGMP). Hasil temuan ini menunjukkan bahwa gaya kepernimpinan demokratis kepala sekclah dan kompetensi profesional guru memberi konstribusi terhadap keberhasilan sekolah. Kontribusi Gaya Kepemimpinan Demokratis.655.000. kemampuan profesional tersebut meliputi berbagai aspek antara lain kemampuan profesi kependidikan. p Dengan demikian t"hitung = 4. Guru merupakan ujung tombak pelaksanaan pendidikan karena gurulah yang secara langsung memimpin kegiatan pembelajaran di kelas. upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi profesional guru antara lain melalui pendidikan. Sejalan .Risminawati. Peningkatan Guru Mata Pelajaran dan pengembangan 153 dengan temuan di atas Tim Depdikbud (Danim. Hal ini dibuktikan dengan hasil uj it yang berkaitan dengan gaya kepernimpinan demokratis kepala sekolah (XI) terhadap keberhasilan sekolah (Y). Olehkarena itu guru dituntu~ memiliki kemampuan profesional yang memadai sebagai bekal untuk melaksanakan tugasnya. yang signifikan dari gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap keberhasi1an sekolah.

Desember 2007 Kompetensi profesional guru memberikan sumbangan lebih besar terhadap keberhasilan sekolah dibandingkan dengan gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah. Dengan dilaksanakan standardisasi kompetensi guru. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji F di mana Fh.05. Adapun selebihnya sebesar 56. Vol. Mengoptimalkan peran MGMP sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Kepala sekolah memberi kesempatan kepada guru untuk melanjutkan studi pada jenjang pendidikanyang lebih tinggi. 2.6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. kompetensi guru di jenjang SLTP.000. maka Ho 1 ditolak. pelatihan baik yang dilaksanakan cleh sekolah maupun Dinas Pendidikan. Ada konstribusi yang signifikan dari gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi profesional guru tehadap keberhasilan sekolah.655 . Kepala sekolah lebih meningkatkan gaya kepemimpinan demokratis. Ada konstribusi yang signifikan dari kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah.006 > ttabel . Dengan demikian ~itung::::: 6. No. maka Ho ditolak. Oleh karena itu guru dituntut memiliki kornpetensi profesional yang memadai untuk melaksanakan tugasnya.154 Varia Pendidikan. 2. Perlu ditindak lanjuti sistem standardisasi . dengan upaya lebih memberdayakan guru sehingga guru dapat mengembangkan potensi dan kreativitasnya secara optimal. Kesimpulan tersebut lebih dipertegas dengan hasil signifikansi arah regresi sebesar Sig = 0.655. Hal ini dibuktikan dengan hasil uj i t yang berkaitan dengan kompetensi profesional guru (X2) terhadap keberhasilan sekolah (Y).4%. hendaknya melanjutkan ke S2' 5. Berdasarkan hasil tersebut mengandung makna secara bersama-sama terdapat konstribusi yang signifikan dari gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kornpetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah.006 lebih besar dad s ignifikan 5% sebesar \. maka saran-saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: I.. hal ini mengandung makna Hoditoiak. Berdasarkan hasil perhitungan anal isis statistik diperoleh bobot sumbangan gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah sebesar 43. dengan tehnik penyampaian yang bervariatif. yang diperoleh 6.2.05. 19. Gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah memberikan sumbangan sebesar 11%. hal ini mengandung makna ada konstribusi yang signifikan dari kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. dapat memberikan informasi tentang peta .675 > Fcubel::::: 3. sedangkan kompetensi profesional guru sebesar 32. Dengan demikian Sig = 0. 4. Dengan demikian guru merupakan kunci pokok yang memegang peranan penting guna menunjang keberhasilan sekolah. dan probabilitas 0. 4.tung = 48. Bagi guru SLTP yang berpendidikan Sarjana Muda I DIll sebaiknya melanjutkan ke Sl' dan bagi guru yang sudah berpendidikan S. 3. Berdasarkan hasil terse but maka variabel kompetensi profesional guru mampu memprediksi keberhasilan sekolah. Guru Iebih meningkatkan kompetensi profesionalnya secara berke-sinambungan dengan lebih aktif mengikuti pendidikan.05 dan terbukti sangat s ignifikan. 3. Saran-saran Berdasarkan kesimpulan dan implikasi hasil penelitian di atas.tung ttabcl pada taraf 1.000 < 0.000 < 0.4%. Hal ini disebabkan guru secara langsung memimpin kegiatan pembelajaran di kelas..

Budi.. 2000. 1998. Kepemimpinan i Kepala Sekolah. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Periode Januari. User. peningkatan dan pengembangan karir guru. Mulyasa. "Peran Kepala Sekolah Dalam Upaya Peningkatan Kabupaten Purworejo". 1999.i . 2001. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek: Bandung: Rernaja Rosdakarya. "Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Perilaku Komunikasi antar pribadi terhadap Efektifitas Kependidikan di SLTP Sulawesi Tenggara". Nana Syaodih. 1999. :. Jakarta: Depdiknas. 2001. Yogyakarta: Pustaka PeJajar. Suyanto. Jakarta. Yogyakarta: UNJ Pasca Sarjana. Mutu Pendidikan SLTP N di Maskhemi. R~n:in~n"ati. Yogyakarta: UNJ Pasca Sarjana. Wahjosumidjo. Menjadi Guru Profesional. "Profesionalisme Guru ditinjau dari Latar Be1akang Pendidikan dan Pengalaman Mengajar Pada Guru SD se Kecamatan Andong Boyolali. "Tipe Kepemimpinan Kepala Seko1ah dan Semangat Kerja Guru SLTP Negeri Se Kabupaten Kabumen Dalam Kelaksanakan Tugas Jabatan Guru".. . 2000. Usman. Bandung: Remaja Rosdakarya. Statistik Non Parametric Untuk Penelitian. . Bandung: Remaja Rosdakarya. 155 kemampuan guru. Abdullah. Refleksi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia Memasuki Milenium III Yogyakarta: Adicipta. Daftar Pustaka Alhadza. 2003. 2002. Bandung: Remaja Rosdakarya. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Balitbang. 2002. Ngalim. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. Yogyakarta: Rineka Cipta. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Sukmadinata. Agenda Pembaharuan Sistem Pendidikan. Manajemen Berbasis Sekolah.tribusi Gaya Kepemimpinan Demokratis . Sudarman. 2003. Adapun hasil dari stanbagi bahan dardisasi tersebut diperuntukkan perumusan program pembinaan. 1999. Syafaruddin. Yogyakarta UNJ Pasca Sarjana. Purwanto. Ko". Bandung: Alfabeta. Dedi. Adminitrasi dan Supervise Pendidikan. Djamal. Reliabilitas dan Validitas. Suharsimi. Supriyadi. 2002. Jakarta: Raja Grafika. Damin. I. 2001. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial. Arikunto. Zamroni. Sugiyono. 2002. 2003. tahun ke-5 nomor 020. Sugiarto dan Ruskiman. Sutrisno. Jurnal Pendidikan. Partisipasi Masyarakat Dalam Bidang Pendidikan Pada Daerah Industri dan Pertanian di Kabupaten Boyolali. 2002.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful