Anda di halaman 1dari 23

PROSES PEMBUATAN AIR INDUSTRI DI PT VAKSINDO - JAPFA

Sebagai Makalah Mata Kuliah Utilitas Tahun Ajaran 2011-2012

disusun oleh: Adhitya Permadi Muhammad Yus Rizki Muhammad Ilham 2009.71.045.0017 2009.71.045.0019 2011.71.045.001 6 JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS JAYABAYA JAKARTA 2011

Abstract
Water in our life is very important thing, because our body contain about 70% of water. Water for our consumption everyday should have been the best quality water. But in the fact, today for getting the best quality water is very difficult because of there is many water contamination from uncontrol industrial waste water. Generally, the industrial waste water contain dangerous pollutant for human like heavy metal, chemical reagent, organic waste, etc. To prevent the problem, the professional create new method for processing waste water into water suitable for consumption. Keyword: Water, Industrial Water

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Air banyak terdapat di alam dan dua pertiga dunia kita terdiri atas air. Meskipun demikian, air murni tidak pernah terdapat di alam dan yang relatif agak murni adalah air hujan. Air hujan mengandung gas-gas yang terlarut sewaktu ia jatuh dari langit. Air alam lainnya seperti air sungai, mengandung zat-zat terlarut yang jumlah dan macamnya tergantung dari pada keadaan. Di dalam pabrik vaksin, air dipakai untuk berbagai maksud, antaranya sebagai bahan baku, media pendingin, untuk nyediaan uap air yang dipergunakan untuk proses, menggerakkan turbin uap, dan lain-lain. Selain itu air dipergunakan juga sebagai air minum, air kebakaran, dan lain-lain. Untuk industri lain-lainnya, air dipakai untuk berbagai maksud tergantung dari keperluannya. Misalnya dalam industri semiconductor, air yang ultra murni banyak dipakai sebagai bahan pencuci, dan lainlain. Jadi kemurnian suatu jenis air tergantung dari pada keperluan pemakaiannya dan untuk maksud itulah maka air alam harus diolah sesuai dengan maksud pemakaiannya. Pengolahan ini dimaksudkan untuk menghilangkan berbagai sifat air yang tidak dikehendaki, diantaranya kesadahan yang disebabkan garam-garam kalsium dan magnesium, silika, dan sebagainya. Oleh karena itu perlu dilakukan pembahasan atau kajian tentang pembuatan air industri. 2. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai bahan kajian mahasiswa mengenai proses pembuatan air industri, meliputi metode dan penggunaannya serta sebagai metode pengumpulan data tentang proses pembuatan air industri di PT Vaksindo Japfa.

B. PEMBAHASAN 1. Air Air merupakan bagian terbesar dari permukaan bumi karena 70% dari permukaan bumi adalah air. Air menjadi salah satu sumber daya alam yang paling banyak dimanfaatkan oleh makhluk hidup di muka bumi untuk berbagai macam kebutuhan. Seperti manusia yang menggolongkan air menjadi beberapa jenis yaitu air tawar, air payau dan air asin (air laut). Ketiga jenis air tersebut memiliki peranan yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya seperti berikut. Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. (Wikipedia, 2011) 2. Air Industri Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat, setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan air. Jumlah penduduk dunia setiap hari bertambah, sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air meningkat. (Suriawiria,1996).

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapatdiminum apabila dimasak. Didalam Industri, air merupakan kebutuhan penting dalam proses produksi dan kegiatan lain dalam suatu industri. Untuk itu diperlukan penyediaan air bersih yang secara kualitas memenuhi standar yang berlaku dan secara kuantitas dan kontinuitas harus memenuhi kebutuhan industri sehingga proses produksi tersebut dapat berjalan dengan baik. Dengan adanya standar baku mutu untuk air bersih industri, setiap industri memiliki pengolahan air sendiri-sendiri sesuai dengan kebutuhan industri. Karena setiap proses industri maupun segala aktivitas membutuhkan air sebagai bahan baku utama atau bahan penolong.

3. Proses Pembuatan Air Industri di PT VAKSINDO dan Distribusinya Dalam proses pembuatan obat/vaksin diperlukan air yang higienis, steril, dan murni untuk menjaga kualitas dari obat/vaksin tersebut. Maka dari itu, proses dan penetapan standar kualitas air dilakukan secara ketat dan serius. Dalam industri farmasi, purified water digunakan untuk : a. Sebagai pencuci alat proses Alat proses yang setelah dipakai harus dibersihkan dan disterilkan dari sisa-sisa produk. Setelah di cuci dengan menggunakan cairan pembersih dan dibilas dengan potable water, alat proses di bilas dengan purified water beberapa kali hingga bersih, dan kebersihan selalu di kontrol dengan melakukan uji konduktivitas dan pH pada air bilasan terakhir. Dengan kemurnian yang tinggi dan temperatur lebih dari 70o C di harapkan purified water dapat membersihkan dari sisa residu dan mikroba yang dapat mengurangi kualitas produk. b. Sebagai bahan baku pada produk Dalam pembuatan obat yang berbentuk liquid diperlukan air sebagai pelarut, sehingga kualitas purified water harus selalu dijaga. c. Sebagai air umpan ketel pada boiler Air umpan ketel harus memenuhi syarat memiliki sedikit zat-zat yang menyebabkan korosi, foaming dan kerak. Zat-zat yang menyebabkan korosi harus dihilangkan yang terdapat dalam air yaitu besi, carbonat , dan ammonia . Zat yang dapat menimbulkan foaming biasanya berasal dari minyak. Zat yang dapat menyebabkan kerak yaitu silica, magnesium, kalsium, dan garam-garam karbonat. Di PT. Vaksindo ada lima macam air hasil pengolahan yaitu air rumah tangga, air cooling Tower, air permutite (air demin), soft water, dan pure water. Air tersebut, masing-masing memiliki proses pengolahan dan fungsi yang berbeda juga. Ada pun proses dan distribusi dari air tersebut, diantaranya:

a.

Air Rumah Tangga Air rumah tangga adalah air yang digunakan untuk seluruh keperluan rumah tangga di PT Vaksindo, seperti pencucian, sanitasi, air minum hewan percobaan, bahan baku untuk pembuatan air demin, serta sebagai air pendingin pada cooling tower. Air rumah tangga berasal dari sumur. Prose pengolahan air rumah tangga dilakukan secara fisika, diantaranya: (1) Sand Filter Filter ini terdiri dari pasir silica. Dapat menyaring suspensi berukuran partikel 250-500 nm contonya pasir, endapan kasar yang tersuspensi. Sand Filter atau filtrasi pasir yang sering digunakan dan metode yang sangat kuat untuk menghilangkan padatan tersuspensi dari air. Media filtrasi terdiri dari beberapa lapisan pasir dengan variasi ukuran dan gravitasi spesifik. Filter pasir dapat diberikan dalam berbagai ukuran. Pompa air baku digunakan untuk menghasilkan tekanan operasi yang diperlukan dalam filter pasir tekanan. Air baku adalah melewati filter pasir pada tekanan 3,5 kg / cm2 untuk mengurangi padatan tersuspensi hadir dalam air baku. (2) Carbon Filter Filter ini terdiri dari carbon active. Dapat menyaring koloid yg berukuran 1-100 nm dan juga dapat menyerap minyak, bau, warna dan zat-zat organik lainnya. Memiliki kapasitas perubahan kation yaitu dapat menyerap sebagian kation seperti besi dan mangan. Metode penyaringan yang menggunakan sepotong karbon aktif untuk menghilangkan kontaminan dan kotoran, memanfaatkan adsorpsi kimia. Karbon ini umumnya diaktifkan dengan muatan positif dan dirancang untuk menarik kontaminan air bermuatan negatif. Karbon filter umumnya digunakan untuk pemurnian air, tetapi juga digunakan di udara purifiers. Filter karbon yang paling efektif menghilangkan senyawa klorin, sedimen, dan organik volatile (VOC) dari air. Karbon aktif tidak efektif menghilangkan mineral, garam, dan senyawa anorganik terlarut. Dalam satu gram karbon aktif, pada umumnya

memiliki luas permukaan seluas 500-1500 m2, sehingga sangat efektif dalam menangkap partikel-partikel yang sangat halus berukuran 0.010.0000001 mm. Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut. b. Air Cooling Tower Air ini berfungsi untuk mendinginkan air dari 46o C menjadi 32o C sehingga dapat digunakan lagi sebagai air pendingin pada cooler yang terdapat pada peralatan yang membutuhkan proses pendinginan. Sifat-sifat yang harus dipenuhi oleh air pendingin adalah: tidak korosif, tidak menimbulkan kerak, dan tidak mengandung mikroorganisme yang dapat menimbulkan lumut. Oleh karena itu, pada unit pengolahan air pendingin di injeksikan beberapa bahan kimia yaitu : Senyawa fosfat, untuk mencegah timbulnya kerak pada pipa exchanger. Senyawa klor, untuk membunuh bakteri dan mencegah tinbulnya lumut pada menara pendingin. Asam sulfat dan soda kaustik, untuk mengatur pH air pendingin. Dispersant, untuk mencegah penggumpalan dan mengendap kotoran kotoran yang terdapat pada air pendingin dan mencegah terjadi fouling pada pipa exchanger. Air pendingin harus mempunyai sifat-sifat yang tidak korosif, tidak menimbulkan kerak dan tidak mengandung mikroorganisme yang dapat menimbulkan lumut. Untuk mempertahankan kondisi air agar seperti yang diinginkan, maka ke dalam air pendingin diinjeksikan bahanbahan kimia sebagai berikut : 1. Klorin untuk membunuh mikroorganisme. 2. CaOPO4 untuk mencegah terjadinya penggumpalan. 3. Asam sulfat untuk mengatur keasaman. c. Air Demin (Air Permutite) Air Demin adalah air yang telah dihilangkan kandungan mineralnya, baik berupa anion ataupun kation. Air demin digunakan untuk pencucian alat-alat laboratorium dan bahan baku pembuatan pure water.

Air demin dibuat dari air rumah tangga yang dimasukkan kedalam Cation Exchanger air mineral yang mengandung ion dilewatkan ke dalam kolom resin kation untuk mengikat seluruh kation yang ada dalam air, selanjutnya dimasukkan ke dalam Anion Exchanger sehingga mineral yang terbawa tertahan pada kolom resin selanjutnya air keluar kemudian dingalirkan pada Mix Bed Exchanger yaitu suatu vesel yang berisi campuran resin penukar kation dan anion untuk mengikat kation dan anion yang mungkin masih tersisa. Aquademin yang dihasilkan disimpan dalam tangki penyimpanan Storage tank. Setiap periode tertentu resin yang dioperasikan menjadi jenuh sehingga untuk mengaktifkannya kembali harus dilakukan Regenerasi. Resin kation diaktifkan dengan HCl dan resin anion diaktifkan dengan NaOH. Untuk mengetahui karakteristik kerja resin penukar ion dilakukan pengukuran konduktivitas, TDS (Total Dissolve Solid), serta pH pada keluaran kolom resin penukar kation dan anion. Pada proses pembuatan air demin digunakan kation dan anion exchanger, ada pun fungsinya, yaitu (1) Cation Exchanger Berfungsi untuk mengikat kation-kation yang terkandung dalam air, antara lain: Ca2+ , Mg2+ ,Na+, K+, Fe2+, Mn2+ , dan Al3+ kemudian ditukarkan dengan ion hidrogen ( H+ ). (2) Anion Exchanger Berfungsi untuk mengikat anion - anion, antara lain : CO3 2-, SO42-, Cl-, NO3 -, dan SiO3 - kemudian ditukarkan dengan ion hidroksil (OH) d. Soft Water Soft Water adalah air yang dihilangkan kekerasannya, baik berupa kesadahan, anion, dan kationnya. soft water dibuat dari air sumur yang dimasukkan kedalam softener, yang didalamnya dilakukan pengolahan berupa penambahan softening reagent. Soft water digunakan sebagai air umpan untuk boiler untuk pembuatan plant steam, air umpan ketel harus memenuhi syarat memiliki sedikit zat-zat yang menyebabkan korosi, foaming dan kerak. Zat-zat yang

menyebabkan korosi harus dihilangkan yang terdapat dalam air yaitu besi, carbonat , dan ammonia . Zat yang dapat menimbulkan foaming biasanya berasal dari minyak. Zat yang dapat menyebabkan kerak yaitu silica, magnesium, kalsium, dan garam-garam karbonat. e. Pure Water Pure water adalah air yang digunakan untuk bahan baku produksi dan keperluan pengujian. Di PT Vaksindo pure water dibedakan menjadi 2 (dua) kualitas, yaitu aquades (poncini water) dan Water For Injection (WFI). Adapun proses dan distribusi air-air tersebut, diantaranya: (1) Aquades Aquades (Air Poncini) adalah air demin yang telah disulingkan, sehingga sebagian tingkat kemurniannya menjadi lebih tinggi. Di PT Vaksindo aquades digunakan untuk keperluan pengujian laboratorium quality control, baik untuk pelarutan ataupun pembilasan alat-alat laboratorium. (2) Water For Injection Water for injection adalah air demin yang dimasukkan kedalam mixbed (resin kation-anion exchanger) kemudian didestilasi dan disimpan dalam looping system pada suhu 80-100o C. water for injection adalah air dengan kemurnian sangat tinggi, sehingga air ini dapat digunakan untuk bahan baku produksi.

Autoclave

Plant Steam L

Fermentor Heater

Sterilisasi Steam in Place (SIP)

G
Pure Steam Generator (PSG)

Air baku

C E
Q

H
I

Air Cooling Air Rumah Tangga Gambar1. DiagramTower Alir Proses Pembuatan Air Industri
Air Demin

Hasil Distribusi Energi (Heater) Pure Water


Aquades (Poncini Water)

Distilate Water

Water For Injection

Keterangan : A, C, E, J, M = tangki penampungan B D F G H I K L N O P Q = Sand Filter = Karbon Filter = Kolom resin penukar kation = Kolom resin penukar anion = Tangki Penyimpanan = Mixbed = Water For Injection Machine = Softener = Boiler = Aquades (poncini water) machine = Looping system = Klorinasi

4. Standar Kualitas Air Industri Proses pembuatan air indstri di PT Vaksindo merupakan suatu rangkaian proses yang terpadu. Air industri yang diproduksi memiliki standar kualitas tertentu. Apabila terjadi penyimpangan antara kondisi aktual air dengan standar acuan, maka perlu dilakuakan treathment, baik berupa regenerasi, pembersihan atau maintenance. Standar mutu air yang digunakan untuk indikator perlu dilakukannya regenerasi di PT Vaksindo adalah konduktivitas dan Total Organic Carbon (TOC) air tersebut. Karena, diasumsikan konduktivitas dan TOC berasal dari pengotor didalam air. Bila konduktivitas tinggi, maka kandungan logam (Kation dan anion) didalam air relatif tinggi, dan bila TOC tinggi, diasumsikan bahwa kandungan zat organik terlarut didalam air tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan maintenance. Adapun standar mutu masing-masing air industri tersebut, diantaranya: Tabel 1. Standar Kualitas Air Industri di PT Vaksindo Jenis Air Industri Air rumah Tangga Air Cooling Tower Air Demin Soft Water Pure Water - Poncini Water - Water For Injection pH 5.0 8.0 6.5 8.5 6.5 8.0 6.0 8.0 6.0 8.0 6.5 8.0 Conductivity max. (S) 50.0 30.0 10.0 10.0 1.0 0.1 TOC max. (ppm) 1000 1000 500 500 50 10

C. PENUTUP 1. Kesimpulan Air proses atau biasa kita kenal sebagai process water memiliki fungsi yang berbeda satu sama lainnya, oleh karena itu karakter serta spesifikasi air yang diperlukan juga berbeda satu dengan yang lain, misalnya standar air untuk cooling tower tentu berbeda dengan standar air untuk boiler. Pada umumnya, Air umpan Setelah dilakukan treatment secara fisika yaitu pemisahan terhadap pengotor fisik seperti bau, warna, dan suspensi, air ditreatment secara kimia untuk menghilangkan kandungan ion didalamnya guna mendapatkan air deminerisasi atau purified water sesuai spesifikasi yang diinginkan. 2. Saran Standar kualitas air perlu diperhatikan agar diperoleh produk yang berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA Anonimous a. 2011. wikipedia.org/air. Diakses tanggal 15 September 2011, pukul 21.00 Anonimous b. 2011. id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_air. Diakses tanggal 15 September 2011, pukul 21.00 Hammer, Mark, J. 1977. Water and Waste-water Technology. Canada: John Wiley & Son, Inc. Spellman, Frank, R. 2003. Handbook of Water and Wastewater Treatment. United States of America: Lewis Publishers Suriawiria,1996.ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2011/07/.../pengolahan-air-industri/. Diakses tanggal 15 September 2011, pukul 21.00

Lampiran Gambar alat-alat utilitas di PT Vaksindo

Cooling Tower

Resin Anion and Cation Exchanger

Storage Tank

Water Treathment

Looping System Water For Injection

Mixbed Exchanger

Poncini Water (water destilator)

Autoclave