Anda di halaman 1dari 4

Makalah Fisiologi Hewan

METABOLISMEE LAMAK PADA AYAM

Oleh :

PEBRI HALOHO 4103141056 BIO DIK A 2010

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2012

BAB I PENDAHULUAN

Dewasa ini industri peternakan berkembang dengan pesat dan menimbulkan berbagai kelainan metabolis me lemak, termasuk didalamnya fatty liver dan akumulasi lemak yang berlebihan dibagian abdomen dan bagian tubuh ayam lainnya. Sebagai contoh fatty liver tidak hanya menurunkan produksi telur, menurunkan nilai komersial broiler sebagai bahan pangan, tetapi juga mengganggu efisiensi pertumbuhan dan metabolisme normal pada ternak yang menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Sisi utama dari sintesis lemak pada ayam adalah hati dan fungsi lain yang berkaitan dengan metabolismee, seperti esterfikasi asam lemak, penympanan lipid, sintesis lipoprotein dan keluarnya lipid ke aliran darah semuanya ada di hati. Oleh karena itu abnormalitas metabolisme lipid pada ayam secara umum terjadi pada hati misalnya fatty liverhemorrhagic syndrome (FLSH). Kelainan ini terjadi teutama pada ayam petelur serta menimbulkan mortalitas yang cukup tinggi karena terjadinya pembengkakan hati, akumulasi lemak berlebihan serta luka pada hati. FLSH ini dapat menurunkan produksi telur secara drastis. Penyebab utama FLSH ini diduga karena naiknya konsentasi estrogen darah, dimana sekresi estrogen yang berlebihan pada ayam petelur akan merangsang sintesis asam lemak di hati (Tanaka et al, 1986; Haghighi-Rad & Polin, 1981). Hsu et al (1987) menemukan bahwa ketika ayam petelur diberi pakan yang mengandung jagung sebagai sumber karbohidrat, konsentrasi estradiol dalam plasma lebih tinggi dengan sintesis asam lemak dan kadar lipid di hati lebih tinggi daripada yang diberi pakan mengandung barley. Namun konsentrasi estradiol dalam plasma dan sintesis asal lemak dan kadar lipid hati menurun pada ayam petelur yang diberi jagung.

BAB II PEMBAHASAN

Metabolisme dalam arti sederhana merupakan laju pembakaran kalori tubuh untuk bertahan hidup. Banyak peternak yang mengartikan energi adalah salah satu nutrisi dlam pakan ternak. Karena kata energi sering kali berdampingan dengan protein, lemak, serat, dan nutrient lainnya. Padahal energi itu sendiri bukan nutrisi, energi adalah kalor (panas) yang dihasilkan dari metabolism beberapa nutrient yaitu, karbohidrat, protein dan lemak. Lemak merupakan kelompok senyawa heterogen yang berkaitan dengan asam lemak, baik secara aktual maupun potensial. Sifat umum lemak yaitu relative tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut non polar seperti eter, kloroform, alcohol, dan benzene. Proses pencernaan, penyerapan, reproduksi, dan proses dalam sel dan segala macam proses dalam tubuh ungags yang sering disebut dengan proses metabolism tetap membutuhkan energi. Proses metabolism protein dan lemak juga akan meningkatkan panas tubuh ayam, pada saat yang sama ayam membutuhkan energi untuk menjaga keseimbangan suhu tubuhnya. Jagung menghasilkan panas bahang yang lebih tinggi dibandingkan minyak. Ini adalah salah satu penyebab beberapa ahli merekomendasikan mengganti sumber energi ke lemak pada saat cekaman panas. Pakan dibuat sedmikian rupa sehingga komposisi asam aminonya dapat memenuhi kebutuhan ayam. Namun demikian protein yang masuk ke dalam tubuh ayam harus dipecah menjadi asam-asam amino, sebelum diserap kembali oleh tubuh. Setelah itu asam-asam amino akan digunakan untuk pembentukan jaringan tubuh seperti daging, bulu, dan jaringan tubuh lainnya. Metabolism lemak lebih sedehana dibandingkan nutrient lainnya. Kelebihan lemak akan disimpan dalam tubuh damal bentuk lemak juga.