Anda di halaman 1dari 13

Kebutuhan Nutrisi Pada Ibu Hamil: a) Protein: (Untuk pertumbuhan jaringan pada janin) dibutuhkan 75 gram setiap hari.

Seperti: daging, ikan, telur, susu, keju, kacang-kacangan, biji-bijian, tempe, tahu, oncom. b) Folat (Asam Folat) Folat merupakan vitamin B yang memegang peranan penting dalam perkembangan embrio. Folat juga

membantu mencegah neural tube defect, yaitu cacat pada otak dan tulang belakang. Kekurangan folat juga dapat meningkatkan kehamilan kurang umur

(prematur), bayi dengan berat badan lahir rendah (bayi berat lahir rendah/BBLR), dan pertumbuhan janin yang kurang. Sebenarnya, asam folat sangat diperlukan terutama sebelum kehamilan dan pada awal kehamilan. Namun, ibu hamil tetap harus melanjutkan konsumsi folat. 600 mg folat disarankan untuk ibu hamil. Folat dapat didapatkan dari suplementasi asam folat. Sayuran berwarna hijau (seperti bayam, asparagus), jus jeruk, buncis, kacang-kacangan dan roti gandum merupakan sumber alami yang mengandung folat.

c) Zat Besi Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein di sel darah merah yang berperan membawa oksigen ke jaringan tubuh. Selama

kehamilan, volume darah bertambah untuk menampung perubahan pada tubuh ibu dan pasokan darah bayi. Hal ini menyebabkan kebutuhan zat besi bertambah sekitar dua kali lipat. Jika kebutuhan zat besi tidak tercukupi, ibu hamil akan mudah lelah dan rentan infeksi. Risiko melahirkan bayi tidak cukup umur dan bayi dengan berat badan lahir rendah juga lebih tinggi. Kebutuhan zat besi bagi ibu hamil yaitu sekitar 27 mg sehari. Selain dari suplemen, zat besi bisa didapatkan secara alami dari daging merah, ikan, unggas, sereal sarapan yang telah difortifikasi zat besi, dan kacang-kacangan. d) Zat Seng (Zinc) Dari beberapa studi dilaporkan bahwa ibu hamil yang memiliki kadar zar seng rendah dalam makanannya berisiko melahirkan prematur dan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Sedangkan uji klinis suplementasi zat seng tidak didapatkan kejelasan mengenai keuntungan mengkonsumsi seng dalam jumlah yang lebih tinggi. Namun mengkonsumsi zat

seng dalam jumlah cukup bagi merupakan langkah antisipatif yang dapat dilakukan. Zat seng dapat ditemukan secara alami pada daging merah, gandum utuh, kacang-kacangan, polong-polongan, dan beberapa sereal sarapan yang telah difortifikasi. Pada umumnya, wanita tidak membutuhkan tambahan suplemen.

Namun anda dapat mengkonsumsi suplemen (sekitar 25 mg zat seng sehari) jika anda dalam kondisi yang kurang sehat. e) Kalsium Janin mengumpulkan kalsium dari ibunya sekitar 25 sampai 30 mg sehari. Paling banyak ketika trimester ketiga kehamilan. Ibu hamil dan bayi membutuhkan kalsium untuk menguatkan tulang dan gigi. Selain itu, kalsium juga digunakan untuk membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi. Kalsium juga diperlukan untuk mengantarkan sinyal saraf, kontraksi otot, dan sekresi hormon. Jika kebutuhan kalsium tidak tercukupi dari makanan, kalsium yang dibutuhkan bayi akan diambil dari tulang ibu. Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sekitar 1000 mg per hari. Sumber kalsium dari makanan diantaranya produk susu seperti susu,

keju, yogurt. Selain itu ikan teri juga merupakan sumber kalsium yang baik. f) Vitamin C Vitamin C yang dibutuhkan janin tergantung dari asupan makanan ibunya. Vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan dan dibutuhkan untuk membentuk kolagen dan

menghantarkan sinyal kimia di otak. Wanita hamil setiap harinya disarankan mengkonsumsi 85 mg vitamin C per hari. Anda dapat dengan mudah mendapatkan vitamin C dari makanan seperti tomat, jeruk, strawberry, jambu biji, dan brokoli. Makanan yang kaya vitamin C juga membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. g) Vitamin A Vitamin A memegang peranan penting dalam fungsi tubuh, termasuk fungsi penglihatan, imunitas, serta pertumbuhan dan perkembangan embrio. Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah. Vitamin A dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayuran berwarna hijau atau kuning, mentega, susu, kuning telur, dan lainnya.

Tips Buat Ibu Hamil Menjadi ibu hamil membawa banyak perubahan keseharian anda. Salah satu perubahan yang cukup besar adalah perubahan pola makan. Berikut beberapa tips mengenai pola makan bagi ibu hamil:

Konsumsilah makanan dengan jumlah lebih banyak dari piramida makanan bagian bawah. Kemudian tambahkan dengan sayuran dan protein, buah, produk susu, dan terakhir makanan berlemak. Dengan konsep paramida, makin ke bawah, makin besar kebutuhan yang harus dipenuhi setiap harinya.

Menu yang bervariasi pada makanan sangat penting. Hal ini membantu mendapatkan kebutuhan vitamin dan mineral dari makanan yang anda konsumsi. Variasi menu juga membantu mencegah kebosanan.

Bawalah selalu air putih. Minum air dalam jumlah cukup dapat membantu kehamilan sehat. Dengan cukup air, kulit ibu lebih sehat (lebih elastis), serta dapat mengurangi gejala kehamilan umum seperti sembelit, bengkak, dan sebagainya. Minum cukup 8 gelas air sehari. Minuman lain seperti soda, kopi tidak boleh dihitung sebagai perhitungan 8 gelas air.

Makanlah dalam jumlah sedikit jika anda memiliki masalah mual atau muntah atau pengurangan ruang di perut ketika

hamil. Mengkonsumsi makanan dalam jumlah kecil (namun sering) dapat membantu mengatur kadar gula darah yang membuat anda merasa nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selalu ingat bahwa penambahan berat badan saat kehamilan merupakan bagian penting dari kehamilan. Hindari diet ataupun pantang pada makanan tanpa berdiskusi dengan praktisi kesehatan anda. Makan baik selama kehamilan dapat memastikan pertambahan berat badan dan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil.

Vitamin maupun suplemen tidak dimaksudkan untuk mengganti asupan makanan anda selama kehamilan. Suplemen dan vitamin dimaksudkan untuk membantu mencukupi kebutuhan yang diperlukan ibu hamil. Anda bisa saja mengkonsumsi banyak vitamin, namun beberapa vitamin (seperti vitamin A) dalam jumlah besar dapat menyebabkan kecacatan. Pastikan anda memberitahukan suplemen vitamin kepada praktisi kesehatan. Yang perlu diingat adalah bahwa mengkonsumsi makanan selama kehamilan untuk dua orang (ibu dan si jabang bayi) bukan berarti jumlah makanan tidak terkontrol. Yang penting adalah kandungan makanan dalam jumlah yang cukup. Semoga kehamilan anda berjalan lancar.

Minuman dan Makanan untuk Ibu Hamil yang harus dihindari :

Rokok / Nikotine. Bila anda merokok, berhentilah merokok. Jauhi juga orang yang merokok. Nikotine dari rokok dan CO2 dari asap rokok akan ikut terserap oleh janin. Akibatnya bisa salah satu atau bbrp kejadian berikut : - Bayi lahir prepatur - bayi lahir dengan berat kurang - Bayi sangat peka terhadap SIDS (Sudden infant Death Syndrome) - Bayi akan menderita asthma dan gangguan pernafasan lainnya

Caffeine . Anda suka kopi? Kurangi atau jangan minum sama sekali. Kopi dapat mengakibatkan keguguran. Ingat juga caffeine gak hanya terdapat di dlm kopi tapi juga di dalam teh, cola dan bbrp softdrinks yang mengandung caffeine. Coklat juga mengadung caffeine tapi sangat rendah sehingga minum coklat

anget atau makan bbrp potong coklat boleh boleh aja.

Alkohol. Untuk orang indonesia kayaknya point alkohol gak gitu penting karena rata2 orang indonesia gak minum alkohot seperti wine / beer. Pengalaman saya yg tinggal di negara yang apa2 ada toast dengan wine / champagne, minum alkohol utk resepsi adalah kegiatan normal. Apalagi alkohol bukan sesuatu yg terlarang dalam keyakinan saya. 5 Kali hamil saya icip alkohol (wine / champagne) sekedar syarat saja dalam jamuan makan malam atau acara keluarga. Maksud saya tulis paragrah tentang alkohol ini utk ibu2 yang baru minum wine dan gak tau kalo hamil. Gak usah resah, seicip wine, dan sekali saja itu gak apa apa untuk janin, tapi setelah itu stop alkohol.

Drugs / obat2an. Ibu hamil gak boleh ngebo-at /ngedrugs, krn akan berakibat bayi prematur, cacat, masalah diemosinya maupun masalah dalam belajar di kemudian hari, sianak juga akan kecendrungan utk ngedrugs saat besar nanti. Selain itu untuk sakit, flu pilek dll, ibu hamil gak boleh sembarang minum obat. Boleh yang

paracetamol atau minta resep dari dokter.

Makanan tertentu. Selama hamil jangan makan makanan yg berpotensi kena listeriosis maupun toxoplasma karena akan berakibat bayi cacat atau keguguran. Makanan yg berpotensi listeriosis dan toxoplasmosis spt :

telur mentah maupun makanan yang mengandung telur mentah (seperti : tiramisu, mousse chocolate dan mousse lainnya, mayonaise, Caesar dressing.

daging setengah matang, ikan mentah (sushi) maupun ikan setengah matang, kerang mentah (oyster misalnya)

Keju yg gak dipasteurisasi (Brie, Camembert, blue cheese lainnya), susu non pasteurisasi.

Sayuran mentah. Nah kalo ini, di indonesia dilarang makan sayuran mentah, kalo aku di Prancis tiap hari makan salad, sayuran mentah dan itu malah dianjurkan krn di daun selada, brokoli, dll sayuran hijau itu banyak asam folat bagus utk ibu hamil. Kalo di Indonesia mungkin harus diperhatikan kebersihan sayuran mentah itu, harus dicuci dulu dengan air panas dulu kali ya ?

Makanan snack seperti hot dog, burger, musti dipanaskan lagi atau disteam lagi untuk mencegah toxo

Pemeriksaan Fisik pada ibu hamil


PEMERIKSAAN FISIK PADA IBU Langkah Pemeriksaan Fisik Pada Ibu A. Informed Consent Menyambut ibu dan yang mendampingi ibu Memperkenalkan diri Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan, maksud dan tujuannya Meminta persetujuan tindakan B. Persiapan alat, perlengkapan, dan pasien Susun alat secara ergonomis Cuci tangan pakai sabun, bilas di air mengalir, keringkan dengan handuk bersih Atur posisi pasien senyaman mungkin (saat pemeriksaan tanda vital sebaiknya duduk/jika memungkinkan, pemeriksaan head to toe berbaring pada tempat tidur yang rata) C. Langkah Kerja 1. Lakukan penilaian secara sistematis keadaan umum klien, status nutrisi, warna dan tekstur kulit dan pigmentasi 2. Pemeriksaan tanda-tanda vital Pernafasan : normal dewasa 16-20 x/menit Nadi : normal 60-90 x/menit

untuk

Mengukur suhu Mengukur tekanan darah

3. Lakukan pemeriksaan kepala dan wajah Lakukan inspeksi dan palpasi kepala dan kulit kepala melihat kesimetrisan, warna rambut, adakah

pembengkakan, kelembaban, lesi, edema Lakukan inspeksi wajah Lakukan pemeriksaan mata Lakukan inspeksi pada hidung Periksa mulut dan kerongkongan Lakukan inspeksi telinga

4. Periksa leher Periksa kelenjar thyroid : lihat besar dan bentuknya,

palpasi dengan jari, pasien diminta menelan, bila ada masa saat menelan : thyroid membesar Palpasi leher untuk merasakan adanya pembesaran

kelenjar limfe, tentukan ukuran, bentuk, mobilitas, dan konsistensi 5. Periksa dada Lihat dan palpasi payudara : bentuk, kesimetrisan,

benjolan bentuk putting

Inspeksi dan palpasi daerah ketiak : adanya

benjolan / pembesaran kelenjar getah bening 6. Periksa abdomen Inspeksi : bentuk abdomen, apakah membusung /

datar, striae, warna, ketebalan lemak Auskultasi perut di 4 kuadran, dengar peristaltik

usus. Normal : 5-35 kali Palpasi (bila ada yang sakit, lakukan bagian

tersebut di akhir pemeriksaan) Perkusi abdomen : massa padat atau cair akan

menimbulkan suara pekak 7. Lakukan pemeriksaan ekstremitas Inspeksi : ada edema (tekan daerah tibia / dorsalis

pedis bila ada cekungan di bekas tekanan : edema + ), varises, kesimetrisan, kelainan) Lakukan pengetukan dengan reflex hammer di

daerah tendon muskulus kuadriser femoris di bawah patella 8. Periksa punggung pasien Inspeksi apakah ada kelainan pada spina,

bagaimana bentuk bujur sangkar michelis 9. Lakukan pemeriksaan genetalia eksterna dan anus

Inspeksi vulva : adakah cairan pervaginaan ( secret ),

amati warna dan bau Palpasi adakah pembengkakan, benjolan mulai dari

klitoris, uretra, kelenjar skene, kelenjar bartholini Lakukan pemeriksaan anus bersamaan pemeriksaan

genetalia, lihat adakah kelainan, misalnya hemorrhoid ( pelebaran vena ) di anus dan perineum, lihat kebersihannya