Anda di halaman 1dari 6

TINJAUAN PEREKONOMIAN KOTA BENGKULU TAHUN 2006 2010 Tina Wahyufitri

PENGANTAR Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota Bengkulu tahun 2007 2027, pariwisata menjadi sektor urutan pertama dalam prioritas pembangunan karena pemerintah ingin memajukan Kota Bengkulu melalui potensi alam yang dimiliki berupa pantai dan beberapa daerah wisata. Pertumbuhan sektor pariwisata dianggap akan mampu untuk mendorong pertumbuhan di sektor-sektor lain. Objek wisata di Kota Bengkulu dominan ada di kawasan pantai. Letak Kota Bengkulu yang berbatasan dengan Samudra Indonesia, memberikan wilayah ini pantai yang indah sekaligus pada masa lampau sebagai tempat dibangunnya bangunan pertahanan dan bangunan bersejarah seperti Benteng Malborough, Rumah Bung Karno, Tugu Thomas Parr dan kota tua Sentiong. Selain pantai, Kota Bengkulu juga memiliki budaya khas yang membedakan Kota Bengkulu dengan daerah lainnya seperti festival Tabot. Pencanangan Kota Bengkulu sebagai kota wisata diikuti dengan munculnya proyekproyek pembangunan yang dititikberatkan pada lokasi-lokasi pantai seperti pembangunan jogging track sepanjang pantai panjang, pembangunan hotel atlit di kawasan Tapak Padri dan pembuatan tanggul pemecah ombak yang juga berguna untuk tempat rekreasi masyarakat. Gencarnya pembangunan di sektor pariwisata seharusnya berdampak pada kinerja sektor jasa khususnya sektor hiburan dan rekreasi. Karena masalah pokok dalam pembangunan daerah adalah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan dengan menggunakan potensi sumber daya manusia, kelembagaan, dan sumber daya fisik secara lokal (daerah), maka untuk mengatasinya pemerintah menstimulasi penciptaan dan pengembangan usaha melalui tindakantindakan khusus yang akan mempengaruhi perusahaan-perusahaan untuk masuk ke daerah tersebut dan mempertahankan serta menumbuhkembangkan perusahaanperusahaan yang telah ada di daerahnya (Blakely, 1994). Di Indonesia penelitian untuk mengidentifikasi sektor ekonomi unggulan telah banyak dilakukan, namun penelitian tentang sektor unggulan pada sektor jasa khususnya, belum banyak dilakukan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1). Mengetahui sektor-sektor unggulan di Kota Bengkulu. (2)Mengetahui posisi sektor jasa dalam perekonomian Kota Bengkulu (3) Mengetahui komoditas unggulan pada sektor jasa Kota Bengkulu. Sedang manfaatnya yaitu untuk memberikan bahan masukan bagi pemerintah daerah Kota Bengkulu tentang komoditas unggulan sektor jasa untuk dijadikan pertimbangan prioritas dalam perumusan kebijakan dan penyusunan perencanaan pembangunan daerah. CARA PENELITIAN Penelitian ini membahas kinerja sektor perekonomian di Kota Bengkulu. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder pada tahun 2006 sebagai awal penelitian dan tahun 2010 sebagai akhir tahun penelitian. Rentang waktu tersebut diambil berdasarkan pertimbangan dalam waktu lima tahun telah tampak kinerja

*) Staf BPS Kota Bengkulu

pembangunan di Kota Bengkulu. Data tersebut diperoleh dari publikasi yang diterbitkan oleh BPS Tahun 2006 dan 2010. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya diteliti dan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik analisis tertentu untuk mengetahui kinerja perekonomian. Metode yang digunakan adalah : Analisis Shift Share Untuk menjawab tujuan yaitu mengetahui kinerja pada perekonomian di Kota Bengkulu dibandingkan dengan daerah yang lebih besar yaitu Propinsi Bengkulu, digunakan analisis Shift Share. Dalam penelitian ini, kriteria diperoleh dengan membandingkan kinerja sektor-sektor di Kota Bengkulu dengan sistem perekonomian tingkat Propinsi Bengkulu. Menurut Prasetyo Soepomo dalam Priadi (2005) bentuk umum persamaan dari analisis shift share dan komponen-komponennya adalah: Dij = Nij + Mij + Cij Keterangan : i = sektor ekonomi yang diteliti j = variabel wilayah yang diteliti yaitu Kota Bengkulu n = variabel wilayah Propinsi Bengkulu Dij = pertumbuhan sektor i di daerah j ( Kota Bengkulu) Nij = pertumbuhan Propinsi Bengkulu sektor i di daerah j ( Kota Bengkulu) Mij = pengaruh industri atau Industry Mix sektor i di daerah j ( Kota Bengkulu) Cij = keunggulan kompetitif sektor i di daerah j ( Kota Bengkulu) Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah PDRB yang dinotasikan sebagai (y), maka : Dij = y*ij yij Nij = yij . rn Mij = yij (rin r n) Cij = yij (ij r in) Keterangan: yij = PDRB sektor i di daerah j ( Kota Bengkulu) y*ij = PDRB sektor i di daerah j akhir tahun analisis (tahun 2010) rij = laju pertumbuhan sektor i di daerah j ( Kota Bengkulu) rin = laju pertumbuhan sektor i di daerah n (Propinsi Bengkulu) rn = rata-rata laju pertumbuhan PDRB di daerah n (Propinsi Bengkulu) rij = (y* ij yij) / yij rin = (y* in yin) / yin rn = (y* n yn) / yn Jadi nantinya didapat persamaan Shift Share untuk sektor i di wilayah j adalah : Dij = yij . rn + yij (rin-rn) + yij (rij-rin)

*) Staf BPS Kota Bengkulu

Nij = Merupakan perubahan tenaga kerja sektor i di wilayah Kota Bengkulu dalam memberikan kontribusi terhadap laju pertumbuhan Propinsi Bengkulu. Apabila bertanda positif (+) berarti pertumbuhan sektor i di wilayah j (Kota Bengkulu) memberikan kontribusi positif dalam PDRB Propinsi Bengkulu,demikian sebaliknya apabila mempunyai tanda negatif (-) maupun nol. Mij = Merupakan pengaruh industri atau Industry Mix sektor i di daerah j ( Kota Bengkulu) apabila Mij mempunyai tanda (+) berarti bahwa variabel yang dianalisis mempunyai tingkat pertumbuhan lebih cepat dari pertumbuhan keseluruhan, demikian sebaliknya apabila mempunyai tanda negatif (-) maupun nol. Cij = Merupakan keunggulan kompetitif sektor i di wilayah j (Kota Bengkulu) atau disebut sebagai differential shift atau regional shift. Apabila bertanda positif (+) berarti bahwa sektor i mempunyai kecepatan untuk tumbuh dibandingkan dengan sektor yang sama di tingkat propinsi, atau dapat dinyatakan pula bahwa share suatu wilayah atas PDRB propinsi pada sektor tertentu mengalami peningkatan. Apabila bertanda negatif berarti bahwa sektor i mempunyai kecenderungan menghambat pertumbuhan dibandingkan dengan sektor yang sama di tingkat nasional. Dij bertanda positif (+), dapat disimpulkan berarti sektor i mempunyai kecepatan untuk tumbuh dibandingkan dengan sektor yang sama di tingkat nasional, ataupun sebaliknya. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Shift Share Dari tabel didapat gambaran perubahan perekonomian Kota Bengkulu dari tahun 2006 sampai tahun 2010, dimana PDRB Kota Bengkulu mengalami pertumbuhan lebih dari Rp. 431 milyar rupiah. Dilihat dari nilai Nij tiap sektor yang positif, dapat disimpulkan bahwa semua sektor di Kota Bengkulu laju pertumbuhannya seiring dengan laju pertumbuhan Propinsi Bengkulu. Kondisi ini disebabkan oleh pengaruh positif efek pertumbuhan Propinsi Bengkulu (Nij) sebesar Rp. 440 milyar rupiah serta pengaruh dari efek bauran industri (Mij) sebesar Rp. 33 milyar rupiah.

*) Staf BPS Kota Bengkulu

TABEL 1. Perubahan Sektoral dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi di Kota Bengkulu (juta rupiah) Tahun 2006 - 2010
Pertumbuhan Sektor (1) Pertanian Pertambangan & penggalian Industri Listrik, Gas & Air Bersih Bangunan Perdagangan Pengangkutan & komunikasi Keuangan Jasa Total Absolut (2) 14.655,61 -859,83 16.982,96 5.699,29 17.999,36 134.899,72 64.484,31 35.318,89 142.015,49 431.195,80 Laju Pertumbuhan rij (3) 0,14 -0,08 0,22 0,41 0,28 0,22 0,22 0,22 0,40 rin (4) 0,20 0,50 0,31 0,53 0,32 0,24 0,24 0,33 0,35 Nij (5) 26.684,74 2.789,27 20.240,00 3.620,69 16.748,08 159.560,74 77.385,60 41.076,51 92.748,95 440.854,58 Industrial Mix Mij (6) -6.383,77 2.585,62 3.633,66 3.703,54 3.693,23 -12.035,09 -4.778,62 11.328,23 31.349,69 33.096,49 Cij (7) -5.645,36 -6.234,71 -6.890,69 -1.624,93 -2.441,96 -12.625,94 -8.122,67 -17.085,85 17.916,85 -42.755,27 Dij (8) 14.655,61 -859,83 16.982,96 5.699,29 17.999,36 134.899,72 64.484,31 35.318,89 142.015,49 431.195,80

2,03

3,01

Sektor Jasa memberi kontribusi yang dominan yaitu sebesar Rp. 142 milyar rupiah atau sebesar 32,94 persen. Ini menunjukkan bahwa selama periode waktu lima tahun ke belakang, sektor jasa mengalami pertumbuhan absolut yang tinggi dan dominan di Kota Bengkulu. Sementara sektor yang mengalami pertumbuhan terendah yaitu sektor pertambangan dan penggalian yang bernilai negatif, yaitu mengalami penurunan sebesar Rp. 859 juta rupiah. Keunggulan kompetitif sektoral Kota Bengkulu ditunjukkan dari perbandingan kolom tiga dan empat dimana angka rij yang lebih besar daripada angka rin. Dari perbandingan tersebut, disimpulkan sektor jasa adalah sektor yang memiliki keunggulan kompetitif di Kota Bengkulu. Analisis Efek Pertumbuhan Propinsi Bengkulu terhadap Kota Bengkulu Pada tabel kolom 5 dapat dilihat pengaruh efek pertumbuhan Propinsi Bengkulu terhadap pertumbuhan absolut Kota Bengkulu. Besarnya pengaruh pertumbuhan ini lebih dari Rp. Rp. 440 milyar rupiah. Karena nilai total Nij lebih besar dari nilai total pertumbuhan absolut, menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Bengkulu masih dibawah tingkat pertumbuhan Propinsi Bengkulu. Sektor perdagangan Kota Bengkulu merupakan sektor dengan pertumbuhan PDRB tertinggi melebihi pertumbuhan sektoral PDRB di Propinsi Bengkulu. Analisis Efek Bauran Industri Efek bauran industri (Mij) menunjukkan sektor perekonomian di Kota Bengkulu yang tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan sektor perekonomian Propinsi Bengkulu. Secara umum efek bauran industri Kota Bengkulu terhadap Propinsi Bengkulu bernilai
*) Staf BPS Kota Bengkulu 4

positif sebesar Rp. 33 milyar rupiah, yang berarti distribusi industri atau sektoral di tingkat Propinsi Bengkulu menyebabkan naiknya nilai PDRB Kota Bengkulu sebesar Rp. 33 milyar rupiah. Meskipun secara umum distribusi sektor di Propinsi Bengkulu terhadap perekonomian Kota Bengkulu bernilai positif, ada tiga sektor yang distribusinya bernilai negatif yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan dan sektor pengangkutan & komunkasi. Ropingi (2003) menyebutkan angka positif dari distribusi suatu sektor menunjukkan bahwa jika terjadi perubahan kebijakan di salah satu sektor, maka sektor yang bernilai positif tersebut akan diuntungkan/mengalami kenaikan. Sebaliknya, jika sektor tersebut bernilai negatif maka jika terjadi perubahan kebijakan di salah satu sektor maka sektor tersebut mengalami penurunan/dirugikan.

Analisis Pengaruh Komponen Keunggulan Kompetitif Berdasarkan nilai komponen keunggulan komparatif perekonomian Kota Bengkulu, terlihat bahwa sektor jasa memiliki nilai Cij terbesar yaitu hampir mencapai 18 milyar rupiah yang berarti sektor jasa termasuk yang memiliki daya saing wilayah baik di Kota Bengkulu maupun pada sektor yang sama di Kabupaten lain dalam hal PDRB. Keunggulan komparatif sektor jasa selain bersumber dari potensi alam yang telah dimiliki Kota Bengkulu, juga merupakan hasil dukungan pemerintah terhadap pengembangan sektor jasa antara lain dengan membangun sarana prasarana penunjang pariwisata seperti hotel, pembuatan jogging track di sepanjang pantai panjang. Hal ini senada dengan yang ditulis oleh Tarigan (2005) bahwa faktor keadaan alam dan juga usaha manusia dapat mendukung suatu sektor menjadi sektor unggulan di suatu wilayah. Sektor perekonomian di Kota Bengkulu selain sektor jasa seluruhnya menunjukkan nilai keunggulan komparatif yang negatif, yang berarti daya saing wilayah keseluruh sektor tersebut masih kurang dibandingkan dengan kabupaten lain. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bagianbagian sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Nilai daya saing sektor jasa Kota Bengkulu yang tertinggi jika dibandingkan dengan daerah tingkat dua lainnya di Provinsi Bengkulu, menunjukkan pencanangan Kota Bengkulu sebagai kota wisata mendorong sektor unggulan Kota Bengkulu. 2. Pemerintah daerah hendaknya mulai memperhatikan sektor perekonomian yang lain, terutama sektor yang mengalami pertumbuhan negatif yaitu sektor pertambangan dan penggalian serta sektor pertanian dengan pertumbuhan terendah karena sudah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah untuk meningkatkan laju ekonomi di semua sektor.

*) Staf BPS Kota Bengkulu

DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik (BPS). Kota Bengkulu Dalam Angka 2007 - 2011. Kota Bengkulu Badan Pusat Statistik (BPS). Bengkulu Dalam Angka 2007 - 2011. Provinsi Bengkulu Ropingi, Listiarini, Diah. 2002. Penentuan Sektor Unggulan di Kabupaten Pati Berdasar Analisis LQ dan Shift Share jurnal JPP Vol 3 No 2. Priadi, Agung. 2005. Analisis Struktur Perekonomian Atas Dasar Tenaga Kerja Propinsi Jawa Timur. Skripsi. Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta. Tarigan, Robinson. 2005. Ekonomi Regional, teori dan aplikasi. Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta.

*) Staf BPS Kota Bengkulu