Anda di halaman 1dari 1

DIAGNOSIS Diagnosis spondilitis ditentukan berdasarkan gejala klinik dan pemeriksaan rontgen.

Gejala yang mendukung diagnosis spondilitis tuberkulosis adalah nyeri yang meningkat pada malam hari makin lama makin berat terutama pada pergerakan. Anak kecil dapat berteriak saat tidur nyenyak malam hari. Keadaan ini terjadi karena otot erektor trunkus mengendur, sehingga terdapat pergerakan kecil antara vertebra yang sangat nyeri. Kemudian terbentuk gibus dan LED meningkat. Pada foto rontgen tampak penyempitan sela diskus dan gambaran abses paravertebral. Reaksi tuberkulin biasanya positif. Untuk melakukan pemeriksaan bakteriologis, dapat dilakukan pungsi abses atau dari debris yang didapat dari pembedahan. 1 Anamnesis Tahap awal untuk menegakkan diagnosa adalah dengan menggali anamnesis yang mencakup tempat kelahiran, riwayat penderita/keluarga dan lingkungannya terhadap TB, riwayat imunisasi, sejarah kontak dengan penderita TB dan penyakit-penyakit lain yang terutama dapat menurunkan daya tahan/immunitas tubuh. Riwayat penderita : Apakah berasal dari daerah endemis TB ? Apakah ada kontak dengan penderita TB ? Adakah riwayat atau sedang menderita TB Pulmonal atau ekstra pulmonal lain diluar tulang belakang? Riwayat Imunisasi; apakah pernah/tidak pernah dilakukan, atau pernah dilakukan tetapi tidak lengkap. Apakah sedang menderita penyakit lain yang menurunkan daya tahan tubuh seperti HIV, dll. Gejala dan tanda-tanda penyakit spondilitis TB : Perjalanan klinis spondilitis tuberkulosis biasanya perlahan-lahan walaupun telah dilaporkan kasus dengan onset yang akut. Gejala utama adalah nyeri tulang belakang. Nyeri biasanya bersifat kronis, dapat lokal maupun radikular. Selain nyeri, terdapat gejala sistemik berupa demam, malaise, keringat malam, peningkatan suhu tubuh pada sore hari dan penurunan berat badan. Tulang belakang terasa kaku dan nyeri pada pergerakan. Pada stadium penyembuhan, bila penyakit sudah sembuh penderita tidak nampak atau merasa sakit sama sekali. Tidak ada keringat malam dan panas sore hari lagi. Nyeri pada punggung dan spasme otot hilang. Tetapi deformitas yang terjadi pada stadium akut akan menetap. Gambaran klinis TB yang tidak biasa (unusual) sebagai penyebab nyeri punggung yang menetap harus diingat bila ingin menegakkan diagnosa secara dini sebelum gejala lainnya timbul. Jarang sekali gejala pertama yang timbul berupa gangguan neurologis.Sebagian besar disertai gejala umum infeksi tuberkulosis.