Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel

kelamin jantan dan betina). Reproduksi vegetatif bisa terjadi secara alami maupun buatan. Reproduksi vegetatif alami adalah reproduksi aseksual yang terjadi tanpa campur tangan pihak lain seperti manusia. Salah satu contoh reproduksi vegetatif alami ialah dengan organ target stolon. Stolon adalah perpanjangan tunas yang tumbuh horizontal sejajar dengan permukaan tanah (menjalar) yang merupakan organ perbanyakan vegetatif. Pada stolon terdapat ruas yang dapat mencapai 30 cm. Pada ruas terdapat tunas/pucuk aksilar yang dilindungi oleh bractea yang berkembang menjadi anakan-anakan stroberi. Anakan ini membentuk akar pada saat pucuk membentuk daun trifoliate (budiman dan saraswati, 2006). Anakan yang terbentuk dari stolon adalah anakan vegetatif yang karakter dan sifatnya akan sama dengan induknya (true to type) (kurnia, 2005). Stolon ialah jenis khusus dari batang tanaman tanaman yang digunakan untuk memperbanyak dirinya sendiri. Stolon mampu menghasilkan klon tanaman induk, sehingga memungkinkan tanaman untuk menjajah wilayah tanah dengan mudah. Salah satu contoh yang paling dibudidayakan dengan stolon adalah pada tanaman strawberry, tanaman yang menggunakan metode perbanyakan ini sangat efektif. Banyak rumput juga berkoloni di daerahnya dengan cara ini, seperti halnya beberapa tanaman air. Stolon biasanya merambat horizontal, dan mereka mungkin terletak di atas atau di bawah tanah, tergantung pada spesies tanaman yang terlibat. Dalam beberapa kasus, tumbuh tegak stolon dan kemudian membungkuk atau terkulai ke bawah untuk memungkinkan node untuk masuk ke dalam terhubung dengan tanah sehingga tanaman dapat bertunas dan menghasilkan keturunan yang persis dengan induknya. Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapat menjadi anakan tanaman. Contoh: pada rumput teki, rumput gajah, strawberry, rumput grinting cynodon dactylon, pegagan, dan eceng gondok (eichornia crassipes).

BAB II PEMBAHASAN

1. Strawberry Kingdom Divisio Class Ordo Familia Sub Familia Genus Species : Plantae : Magnoliophyta : Magnopsida : Rosales : Rosaceae : Rosoideae : Fragaria : Fragaria Daltoniana

Stroberi merupakan tanaman buah berupa herba yang ditemukan pertama kali dichili, amerika. Salah satu spesies tanaman stroberi, yaitu f. Vesca l. Lebih menyebar luas dibandingkan spesies lainnya. Jenis stroberi inipula yang pertama kali masuk ke indonesia. Susunan tubuh stroberi terdiri dari akar, batang, stolon, daun, bunga, buah, biji. Sifat morfologi tanaman stroberi adalah sebagai berikut : 1. Akar (Radis) Struktur akar tanaman stroberi terdiri atas pangkal akar (collum), batang akar (corpus),ujung akar (apex), bulu akar (pilus radicalis), serta tudung akar (colyptra). Tanaman stroberi berakar tunggang (radix primaria) terus tumbuh memanjang dan berukuran besar. Panjang akar bisa mencapai 100cm. Akar tanaman menyebar kesegala arah. Akar-akar primer tanaman dapat bertahan hingga 1 tahun lalu kering dan mati.

2. Batang (caulis)

Batang stroberi beruas-ruas pendek dan berbuku-buku. Batang tanaman banyak mengandung air, tertutupi oleh pelepah daun, sehingga seolah-olah tampak seperti rumpun tanpa batang. Buku-buku batang yang tertutup oleh sisi daun mempunyai kuncup (gemma). 3. Cabang merayap (stolon) Stolon adalah cabang kecil yang tumbuh mendatar atau menjalar di atas permukaan tanah. Penampilan stolon mirip dengan sulur. Tunas dan akar stolon membentuk generasi baru. 4. Daun (folium) Daun pada stroberi tersusun pada tangkai yang berukuran agak panjang. Tangkai daun tanaman berbentuk bulat serta seluruh permukaannya ditumbuhi bulu-bulu halus. Helai daun bersusun tiga, bagian tepi daun bergerigi, berwarna hijau, berstruktur tipis. Daun dapat bertahan hidup sampai 1-3 bulan dan kemudian akan kering lalu mati. 5. Bunga (flos) Tanaman stroberi berbunga sempurna (hermaprodite). Struktur bunga terdiri atas 5 kelopak bunga, 5 daun mahkota, 20-35 benang sari, dan ratusan putik. Bunga tersusun dari malai yang panjang, terletak pada ujung tanaman. Setiap malai bercabang, mempunyai 4 macam bunga, yaitu bunga primer, dua bunga sekunder, empat bunga tersier, serta delapan bunga kuartener. 6. Buah (fructus) Buah stroberi umumnya berbentuk kerucut hingga bulat. Buah yang nampak secara visual disebut buah semu, karena berasal dari dasar bunga yang berubah bentuk menjadi gumpalan daging buah. Buah muda berwarna hijau, namun setelah tua berubah warna menjadi merah.

7. Biji (semen)

Biji stoberi berukuran kecil pada setiap buah menghasilkan banyak. Pembibitan stroberi/strawberry bisa dilakukan dengan penyemaian biji dan sulur tanaman (stolon). Pembibitan dengan stolon terbukti lebih cepat, praktis dan lebih banyak menghasilkan bibit strawberry baru yang siap tanam. Maka dari itu para pemilik kebun strawberry lebih menyukai perbanyakan strawberry dengan teknik stolon daripada perbanyakan dari biji. Pembibitan stroberi secara stolon dimana pembibitan ini menggunakan akar sulur pertama dan kedua. Strawberry bisa diperbanyak dengan cara menggunakan stolon dengan ketentuan sebagai berikut: tanaman induk yang dipilih harus berumur 1-2 tahun, sehat dan produktif. Penyiapan bibit stolon adalah sebagai berikut: bibit stolon rumpun yang dipilih telah memiliki akar sulur pertama dan kedua. Kedua akar sulur ini dipotong. Bibit ditanam di dalam atau polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Setelah tingginya 10 cm dan berdaun rimbun, bibit siap dipindahkan ke kebun. Manfaat buah stoberi bisa digunakan sebagai obat jerawat alami, karena mengandung asam salisilat yang umumnya dikandung oleh sebagian besar obat jerawat. Selain itu buah stroberi juga berguna untuk memutihkan gigi dan menghilangkan bau mulut. Kandungan stroberi juga bermanfaat untuk menghaluskan kulit tubuh, karena mampu mengangkat sel-sel kulit mati. Buah ini juga memiliki konsentrasi tujuh zat anti oksidan yang lebih tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga stoberi merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh karena radikal bebas. Buah stroberi pun dapat mencegah penyakit kanker. 2. Eceng gondok Kingdom subkingdom Super divisi Divisi Kelas Sub kelas : plantae (tumbuhan) : tracheobionta (tumbuhan berpembuluh) : spermatophyta (menghasilkan biji) : magnoliophyta (tumbuhan berbunga) : liliopsida (berkeping satu / monokotil) : alismatidae

Ordo Famili Genus Spesies

: alismatales : butomaceae : eichornia : eichornia crassipes (mart.) Solms

Eceng gondok atau enceng gondok (Latin: Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya.

Tumbuhan air - mengapung, tumbuh berumpun, tinggi 4 - 8 cm. Akar serabut. Batang tidak ada. Daun tunggal dan berbentuk oval, tersusun berjejal di atas akar (roset akar), warna hijau, panjang 7 25 cm, bentuk bulat telur (ovata), ujung meruncing (acuminatus), pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata (tidak bergerigi), permukaan (nitidus), menggelembung. majemuk, bentuk mengkilat tangkai Bunga bulir

(spica), panjang mahkota 2 - 3 cm, daun mahkota tidak berlekatan (polypetalus). Buah kotak sejati (capsula), beruang tiga, warna hijau, bentuk biji bulat - berwarna hitam. Eceng gondok pun bisa diperbanyak dengan perbanyakan generatif yaitu dengan biji dan perbanyakan vegetatif yaitu dengan stolon. Dimana tanaman eceng gondok yang sudah berusia dewasa telah mempunyai organ stolon bisa mengembangbiakan dirinya dengan stolon tersebut. eceng gondok biasa tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air atau sungai. Eceng gondok dianggap sebagai gulma di peraiaran, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. 3. Rumput teki Kingdom : plantae (tumbuhan)

subkingdom Super divisi Divisi Kelas Sub kelas Ordo Genus

: tracheobionta (tumbuhan berpembuluh) : spermatophyta (menghasilkan biji) : magnoliophyta (tumbuhan berbunga) : liliopsida (berkeping satu / monokotil) : commelinidae : cyperalesfamili: cyperaceae : cyperusspesies: cyperus rotundus l. Tanaman rumput teki memiliki bagian-bagian akar seperti batang akar, cabang akar, dan serabut akar. Sistem perakarannya adalah akar serabut. Rumput teki mempunyai cabang batang yang disebut stolon, yaitu cabang-cabang kecil panjang yang tumbuh merayap di

permukaan tanah, dari buku-bukunya ke atas keluar tunas baru dan ke bawah tumbuh akarakar. Dan apabila batang yang menjalar dai atas permukaan tanah, jika batang tersebut tertimbun tanah maka akan tumbuh tunas. Batangnya semu, merupakan kumpulan pelepah daun, batang asli berupa rimpang (rhizome), percabangan rhizome membentuk geragih (stolon), ujung stolon menjadi rumpun baru. Daunnya tunggal, berpelepah, bentuk garis, seperti daun rumput, jarang lanset atau elip, tepi rata tajam, hijau tua (atas) hijau muda (bawah), berjendul di semua permukaan, ujung meruncing pelan, lebar 2-6mm, helaian bawah coklat kemerahan. Bunga berupa susunan bulir majemuk rata tunggal, braktea involocrum 2-4 permanen, sepanjang atau lebih panjang dari perbungaan lebih dari 30cm. Benang sari 13,kepala sari 1mm. Berwarna coklat muda. Putik, bakal buah dan tangkai berlanjut gundul, kepala sari 2-3. Buah bertipe padi dan biji berbentuk elip, dengan 2-3 sisi. Pada umumnya rumput teki digunakan untuk bahan obat adalah bagian umbi yang telah dibersihkan dari serabut yang melekat. Umbi pun dapat dimanfaat sebagai minuman obat busung air, kencing batu. Air rebusan umbi umumnya digunakan sebagai pengatur haiddan keputihan.

4. Pegagan Kerajaan : plantae

Divisi : spermatophyta Kelas : dicotyledone Ordo : umbillales Familia : umbilliferae (apiaceae) Genus : centella Species : c. Asiatica & hydrocotyle asiatica

Pegagan (centella asiatica) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah asia tropik, tersebar di asia tenggara, termasuk indonesia, india, republik rakyat cina, jepang dan australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan. Pegagan (centella asiatica) merupakan tanaman yang dapat ditanam didataran rendah sampai dataran tinggi (1-2500 mdpl) dengan curah hujan 8-9 bulan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal suhu udara antara 20-25oc dan kelembabn 70-90% dan ph 6-7. Pegagan jugamemiliki beberapa nama dibeberapa daerah di indonesia seperti daun kaki kuda, daun aga,pegagan, rumput kaki kuda dan antaran gede. Selain diindonesia pegagan juga dikenal olehbeberapa beberapa nama asing seperti amerika (gotu kola), jerman (wassernabel) danmalaysia (pegagan ular). Pegagan merupakan tanaman terna atau herba menahun tanpa batang, tetapi rimpang pendek dan stolon-stolon lunak dan beruas yang merayap dengan panjang 10-80 cm. Pada tiap ruas/bonggol akan tumbuh akar berwarna putih dan daun dengan tangkai daun panjang, banyak bercabang yang membentuk tanaman baru. Dengan berkembang biak secara vegetatif alami seperti itu, ia cepat beranak-pinak. Jika keadaan tanahnya bagus, tiap ruas yang menyentuh tanah akan tumbuh menjadi tanaman baru. Selain itu pegagan juga dapat diperbanyak dengan pemisahan stolon dan biji. Daun pegagan berhelai tunggal, bertangkai panajang sekitar 5-15 cm, berbentuk ginjal, tepinya bergerigi atau beringgit diameter 1-7 cm tersusun dalam roset yang terdiri atas 2-10 helai daun dan kadang-kadang agak berambut. Bunga pegagan berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bunga bersama-sama keluar dari ketiak daun, dan tangkai bunga sekitar 5-50

mm. Buah pegagan kecil bergantung, berbentuk lonjong/pipih panjang 2-2,5 mm, lebar lebih kurang 7 mm dan tinggi lebih kurang 3 mm, berlekuk 2 berwarna kuning kecoklatan dan berdinding agak tebal, baunya wangi dan rasanya pahit. Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit, gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah. Masyarakat jawa baratmengenal tanaman ini sebagai salah satu tanaman untuk lalapan.

5. Rumput grinting Kingdom : Plantae (tumbuhan)

Sunkingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh) Superdivisi Divisi Kelas Subkelas Ordo Famili Genus : Spermatophyta (menghasilkan biji) : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu) : Commelinidae : Poales : Poaceae (suku rumput-rumputan) : Cynodon

Species: Cynodon dactylon (L.) Pers.

Rumput grinting (Cynodon dactylon) merupakan tumbuhan yang diduga berasal dari utara dan timur Afrika, Asia, Australia, dan Eropa bagian selatan. Habitat Cynodon dactylon adalah tumbuhan yang paling bagus pada suhu diatas 24C. Jenis initoleran terhadap kekeringan. Tumbuh paling baik pada tanah berdrainase baik tetapi toleran terhadap banjir yang berkepanjangan.

Rumput grinting (Cynodon dactylon) adalah jenis rumput yang memiliki kemampuan agak berlebihan dalam hal bertahan hidup dibandingkan rumput jenis lain seperti rumput teki, rumput gajah, rumput manila, dan sebagainya. Bahkan rumput ini mampu bertahan hidup di lahan yang tandus dalam musim kemarau sekalipun pertumbuhan daunnya menjadi minim.

Cynodon dactylon dapat dideskripsikan memiliki terna bertahunan yang berstolon, merumput dengan rimpang bawah tanah menembus tanah sampai kedalam 1m atau lebih bahkan ada literatue yang menjelaskan sampai pada kedalaman 2m. Lamina melancip-memita, berlapis lilin putih ke abu-abuan tipis di permukaan bawah, gundul atau berambut pada permukaan atas. Pelepah daun panjang, halus, berambut atau gundul, ligula tampak jelas berupa cincin rambut-rambut putih. Bunga tegak, seperti tandan. Bijinya membulat telur, kuning sampai kemerahan.

Rumput grinting bermanfaat untuk perlindungan erosi, pada lahan miring yang berpotensi erosi. Di Indonesia rumput ini dibudidayakan dan dipersilangkan dengan family yang lain dipergunakan untuk lapangan golf dan penanaman rumput tanam.

Keuntungan dan Kelemahan Perkembangbiakan dengan Stolon


Pembibitan dengan stolon terbukti lebih cepat, praktis dan lebih banyak menghasilkan bibit Stolon baru yang siap tanam. Maka dari itu para pemilik kebun Stolon lebih menyukai perbanyakan Stolon dengan teknik Stolon daripada perbanyakan dari biji. Salah satu kelemahan dari mengandalkan stolon untuk propagasi tanaman adalah bahwa karena tanaman klon dari tanaman asli, mereka semua rentan terhadap masalah yang sama. Jika tanaman induk rentan terhadap penyakit tertentu atau infeksi, misalnya, semua tanaman yang dihasilkan oleh stolon akan juga, yang berarti bahwa tanaman dapat dengan cepat habis. Untuk alasan ini, imerupakan ide yang baik untuk menanam beberapa tanaman tua yang berbeda, dan secara berkala memperkenalkan tanaman baru, untuk menjaga keragaman genetik tinggi dan mencegah hilangnya tanaman yang diinginkan atau tanaman hias. Atau dengan kata lain perbanyakan secara vegetatif ini adalah masalah potensi produktivitasnya dan daya tumbuh yang terus menerus menurun pada generasi berikutnya. Hal ini disebabkan tanaman hasil perbanyakan vegetative adalah bagian dari tanaman induk yang tumbuh memisah. Jadi, jika perbanyakan terus-menerus dilakukan, akan muncul tanaman baru yang sudah berumur tua. Karena itu, sebaiknya ada batasan perlakuan perbanyakan vegetatif yang dilakukan dari satu indukan (Kurnia, 2005).

KESIMPULAN Reproduksi vegetatif dapat dilakukan secara alami ataupun buatan. Salah satu reproduksi vegetatif alami adalah dengan organ target stolon. Dari contoh tanaman yang kelompok kami bahas ada beberapa tanaman yang penyebarannya selain dengan stolon dapat juga penyebaran dari biji. Tetapi Pembibitan dengan stolon terbukti lebih cepat, praktis dan lebih banyak menghasilkan bibit Stolon baru yang siap tanam. Salah satu kelemahan stolon adalah, pembibitan dengan stolon akan menghasilkan keturunan yang persis dengan induknya. Jika tanaman induk rentan terhadap penyakit tertentu atau infeksi, maka mereka semua rentan terhadap masalah yang sama.

DAFTAR PUSTAKA

Lanny, F-t-

2010.

http://books.google.co.id/books?

id=y_mECGhpAZ4C&pg=PA7&lpg=PA7&dq=klasifikasi+bromelia&source=bl&ots=0LPduC &sig=JUCvrqOQwf4RKrXgBCWc_itdrpY&hl=id&sa=X&ei=e2lbT_uGNo_IrQfTo9ikDA&ve d=0CB4Q6AEwAA#v=onepage&q=klasifikasi%20bromelia&f=false. Diakses 10 Maret 2012 Ratih, 2011. http://rathey91.wordpress.com/2011/09/30/. Diakses 10 Maret 2012 Anonim, 2010. http://kamusinfo.blogspot.com/2010/01/reproduksi-aseksual-vegetatif.html.

Diakses 10 Maret 2012 Anonim, 2010. http://heartgarden.com.au/plantmenu.asp?

sortwhere=drought&sorttype=hardiness. Diakses 10 Maret 2012 Plantmor,Grintingan Diunduh 11 maret 2012. http;//www.balittro.go.id/includes/pegagan.pdfwww.balittro.go.id/includes/pegagan.pdf. diunduh 11 Maret 2012. Ngadiman berbagi ilmu eceng gondok. Stefanus Osa Triyatna. Harian kompas, 15 Januari 2007. Backer G.A, and RCB. Bakhuizen, 1965, Flora of Java., Vol 2., P. Noordhoff Groningen. Anonim, 2008. http://mjumani.blogspot.com/2008/10/morfologi-tumbuhan.html. Diakses 10 Maret 2012 Plantmor,Grintingan (Cynodon dactylon).http;//www.plantmor.com/index.php?plant=438. (Cynodondactylon).http;//www.plantmor.com/index.php?plant=438.

Diunduh pada 11 Maret 2012. TUGAS 1

TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN III

REPRODUKSI VEGETATIF ALAMI (ORGAN TARGET STOLON)

Agroteknologi C Kelompok 3 Bobby Clinton S Muhammad Fahmy N. Garetha Damayanti Sintong Putra P. Hana aqmarina 150510100096 150510100106 150510100115 150510100116 150510100122

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN 2012