Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

TITRASI ASAM-BASA

Billy Ivanko / XI Science / 2

I.

TUJUAN PERCOBAAN
Mengetahui cara menetapkan kadar asam dan basa dalam suatu larutan. Mengetahui konsentrasi larutan HCl dengan larutan NaOH dengan metode titrasi asam-basa.

II. DASAR TEORI


Titrsi asam basa merupakan reaksi penetralan yang dapat digunakan untuk menentukan kadar (titer) larutan asam atau larutan basa. Titrasi asam basa disebut juga titrasi adisi alkalimetri. Kadar atau konsentrasi asam basa larutan dapat ditentukan dengan metode volumetri dengan teknik titrasi asam basa.

III. ALAT DAN BAHAN


o Statif o Buret o Labu Erlenmeyer o Beaker o Pipet volumetric (10 ml) o Larutan : - NaOH 0,1 M 50 ml - HCl 10 ml

IV. CARA KERJA


1. Masukkan 10ml larutan HCl ke dalam gelas Erlenmeyer dan tambahkan 3 tetes indicator PP. 2. Titrasi dengan larutan NaOH 0,1M melalui buret yang sudah disiapkan tetes demi tetes. 3. Titrasi dihentikan setelah tercapai titik ekuivalen, dimana larutan yang berada di dalam gelas Erlenmeyer berwarna merah muda. 4. Catat volume NaOH 0,1M yang digunakan (baca skala volume pada buret) 5. Ulangi percobaan ini sebanyak 3 kali

V.

HASIL PENGAMATAN
Volum larutan HCl yang digunakan Volum larutan NaOH yang digunakan

Titrasi ke-

1 2 3

10 ml 10 ml 10 ml

27,5 ml 27,3 ml 27,4 ml

VI. PEMBAHASAN
Titik ekuivalen adalah titik ketika asam dan basa tepat habis bereaksi dengan disertai perubahan warna indikatornya.

HCl + NaOH -> NaCl + H2O Volume rata-rata NaOH= (27,5+27,3+27,4) : 3= 27,4 ml Mol NaOH= 0,1 x 27,4= 2,74 mol

Konsentrasi HCl: M= 2,74 : 10= 0,274 M

VII. KESIMPULAN
Jadi konsentrasi HCl yang digunakan pada percobaan ini adalah 0,274 M

MHCl = 2,74 mol : (2,74+10) = 0,07 M


pH HCl sebelum : HCl H+ + Cl-

pH = - log(0,07) = 2 log 7

pH NaOH sebelum : NaOH Na+ + OH-

poH = - log(OH) = - log(0,1) =1 pH = 14 1 = 13

Gambar: