Anda di halaman 1dari 5

EULERIAN

MATA KULIAH TEORI GRAPH

Dosen : Abdul Jalil, S.Si

Disusun Oleh Kelompok 4 : 1. Ike Fatmawati 2. Indrawati 3. Intan Kurniasih 4. M. Hamim A. S. 5. M. Nuril Khakim (085126) (085131) (085133) (085164) (085200) 6. Novi Dwi Yanti (085214)

7. Priska Waspaningdiyah (085232) 8. Rikka Aisyah T. W. 9. Ririn Komaria 10. Royul Aini (085244) (085246) (085250)

PROGRAM STUDI MATEMATIKA 2007 A

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA JOMBANG 2011

Graph Euler
Misalkan G sebuah graph. Sebuah jejak di graph G yang memuat semua sisi G disebut jejak Euler (Euler Trail). Jika G memuat jejak Euler tutup (sirkit), maka G disebut graph Euler. Jika G memuat jejak Euler buka, maka G disebut graph semi Euler. Contoh : 1) G graph Euler, karena G memuat jejak Euler tutup berikut

2) G graph semi Euler, sebab G memuat jejak Euler buka berikut

3) G bukan graph Euler dan bukan graph semi Euler

Teorema 9.1:
Misalkan G graph terhubung.G graph Euler setiap titik G berderajat genap.

Bukti :
Jika G graph Euler maka G memuat sirkit Euler. Misalkan S sirkit Euler di G yang berawal dan berakhir di titik v. Pandang sebuah titik sembarang di G, sebut saja titik x. Karena G terhubung maka titik x termuat di S. Jika x v, maka x adalah titik internal S. Dalam menelusuri S, setiap kali melewati titik x, digunakan dua sisi S yang terkait di x, yaitu satu sisi saat menuju x dan satu sisi lain saat meninggalkan | x. Jika dalam menelusuri| , sisi S titik x dilewati sebanyak k kali, maka banyaknya sisi S yang terkait di titik x adalah 2k; dan karena S memuat semua sisi G, maka banyaknya

sisi G yang terkait di titik x juga sama dengan 2k. Jadi derajat titik x di G adalah 2k ( genap ). Jika x = v, maka x titik awal sekaligus titik akhir dari S. Dalam menelusuri S, pada saat pertama kali meninggalkan titik x (titik x sebagai titik awal), digunakan satu sisi S; dan pada saat melewati titik x dan x sebagai titik internal S, digunakan 2 sisi S; dan akhirnya pada saat menuju titik x ( titik x sebagai titik akhir S), digunakan satu sisi S. Jika dalam menelusuri semua sisi S, titik x dilewati sebanyak k kali sebagai titik internal, maka banyaknya sisi S yang terkait di titik x adalah 1+2k+1. Jadi derajat titik x di graph G adalah 1+2k+1 = 2 (k+1), genap. Sebaliknya akan dibuktikan dengan induksi kuat pada banyaknya sisi G. Untuk | | , jelas G adalah graph dengan satu titik dan satu gelung di titik itu. Jadi G graph | Euler. Asumsi: Jika G graph terhubung dan derajat setiap titik G genap serta | , maka G graph Euler. Misalkan graph G terhubung dengan sisi. Karena derajat setiap titik G genap, maka . Sehingga G memuat sikel. Misalkan sikel tersebut . hapus semua sisi C dari G, diperoleh graf . Jelas setiap titik H berderajat genap dan sangat mungkin H tak terhubung. Misalkan adalah komponen-komponen graph H. Karena setiap komponen H memenuhi premis asumsi, maka setiap komponen H adalah graph Euler. Misalkan adalah sirkit Euler di . Sirkit Euler di G dapat dikontruksi sebagai berikut. Berawal dari sebuah titik di C, telusuri sisi-sisi C sampai ke suatu titik, katakan , yang termuat di sebuah komponen H, katakan : selanjutnya telusuri sirkit Euler di berawal dan berakhir di selanjutnya telusuri sisi-sisi C yang belum ditelusuri sampai ke sebuah titik, katakan , yang memuat disebuah komponen H yang lain, katakan selanjutnya telusuri sirkit Euler di berawal dan berakhir di , selanjutnya telusuri sis-sisi C yang belum ditelusuri sampai ke sebuah titik dikomponen H yang lain. Proses ini dilanjutkan tertelusuri sirkit Euler dikomponen H yang terakhir, setelah itu telusuri sisi-sisi C yang belum tertelusuri sampai akhirnya ke titik V. Jelas sirkit yang diperoleh memuat semua sisi G. Jadi G graph Euler. Dengan demikian teorema terbukti.

Teorema 9.2 :
Misalkan G graph terhubung. Graph G semi-Euler jika dan hanya jika G memuat tepat dua titik berderajat ganjil. Lebih jauh, jejak Euler di G berawal di sebuah titik berderajat ganjil dan berakhir di sebuah titik berderajat ganjil yang lainnya.

Bukti :
Jika G graph semi-Euler, maka G memuat jejak-Euler-buka. Misalkan J jejak-Eulerbuka di G yang berawal di titik u dan berakhir di titik v. Karena G terhubung maka J memuat semua titik G. Misalkan x V ( G ). Terdapat tiga kemungkinan yaitu x=u, x=v atau x u dan x v. Jika maka dalam menelusuri jejak J pertama-tama digunakan satu sisi J yang terkait di , kemudian setiap kali melewati dan sebagai titik internal J digunakan dua sisi J yang terkait di . Apabila dalam menelusuri J titik dilewati sebanyak k kali sebgai titik internal, maka banyaknya sisi J yang terkait di titik adalah . Dengan demikian derajat titik di G adalah (ganjil).

Jika , maka sebagai titik akhir jejak J. Dalam menelusuri jejak J, setiap kali melewati titik dan titik sebagai titik internal J, digunakan dua sisi J yang terkait di titik . Dan akhirnya digunakan satu sisi J yang terkait di saat menuju titik dan sebagai titik akhir. Jika dalam menelusuri J titik dilewati sebanyak r kali dan sebagai titik internal, maka banyaknya sisi J yang terkait di titik adalah . Dengan demikian derajat titik di G adalah (ganjil). Jika dan , maka adalah titik internal jejak J. Seperti sebelumnya jika dalam menelusuri semua sisi J titik dilewati sebanyak m kali, maka banyaknya sisi J yang terkait di titik adalah . Jadi derajat titik di graph G adalah (genap). Dengan demikian dapat disimpulkan graph G memiliki tepat dua titik berderajat ganjil yaitu titik awal dan titik akhir jejak J. Selanjutnya akan dibuktikan kebalikannya. Graph G terhubung dan memiliki tepat dua titik bererajat ganjil. Misalkan titik berderajat ganjil tersebut adalah titik dan titik . Bentuklah graph H dari G dengan cara menghubungkan titik dan titik dengan sebuah sisi { } dengan baru, sebut sisi Jadi dan Jelas graph H terhubung dan setiap titik H berderajat genap . Berdasarkan Teorema 9.1, graph tersebut adalah graph Euler. Misalkan S adalah sirkit Euler di H yang berawal dan berakhir di titik sedemikian { } merupakan jejak Euler buka di G hingga sisi merupakan sisi pertama di S. Maka yang berawal di titik dan berakhir di titik . Akibatnya, G graph semi-Euler. Dengan demikian bukti lengkap.

Algoritma Fleury
Alguritma Fleury digunakan untuk membuat sebuah jejak Euler pada sebuah graph. Berikut disajikan langkah-langkah sistematis dari alguritma tersebut. Langkah 1 : Pilihlah sebuah simpul sebagai simpul awal di graph G. Misalkan Langkah 2 : Laluilah sebuah sisi yang dapat ditelusuri. Langkah 3 : Setelah melewati sisi tepat satu kali, hapuslah sisi tersebut, hapus pula simpul yang berderajat nol yang muncul akibat penghapusan sisi tersebut. Kemudian lewatilah sisi lain yang masih tersedia. Langkah 4 : Stop jika tidak ada sisi lagi. Jika masih ada sisi yang dapat dilewati, kembalilah ke langkah 2. .

DAFTAR PUSTAKA

Budayasa, Ketut dan T.R. Nindyo. 1996. Pengantar Teori Graph. Surabaya : Kerjasama FPMIPA IKIP Surabaya Budayasa, I Ketut. 2007. Teori Graph dan Aplikasinya. Surabaya : Unesa University Press