Pengembangan E-Comic Edukasi Lingkungan
Pengembangan E-Comic Edukasi Lingkungan
ii
LEMBAR PERSETUJUAN
Diketahui Oleh:
Ketua Jurusan PPSD/PGSD
Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT karena berkat rahmat
Sahabat Kita Usaha Pelestarian Lingkungan Pada Siswa Kelas V SDN 060954
Terjun T.A 2020/2021” ini sebagai syarat untuk mencapai gelar Sarjana
Negeri Medan.
kelemahan, sehingga skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Hal ini
menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari
bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
Negeri Medan
Negeri Medan.
3. Ibu Nani Barorah Nst, S. Psi., M.A., Ph.D selaku Wakil Dekan I Bidang
4. Ibu Dr. Zuraida Lubis, [Link] selaku Wakil Dekan II Bidang Keuangan
i
5. Ibu Kamtini, [Link]., [Link] selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan
6. Bapak Dr. Irsan [Link]., [Link] selaku Ketua jurusan PPSD Fakultas Ilmu
7. Ibu Elvi Mailani, [Link]., [Link]. selaku Sekretaris Jurusan PPSD Fakultas
9. Bapak Drs. Demmu Karo-karo, [Link] selaku Dosen Penguji yang telah
10. Ibu Lala Jelita Ananda, [Link], [Link] selaku Dosen Penguji yang telah
11. Bapak Septian Prawijaya, [Link], [Link] selaku Dosen Penguji yang telah
12. Bapak Faisal, [Link].,[Link] selaku Dosen Validator Materi dan Bapak
Sugianto, [Link] yang telah memberikan ilmu, saran, dan masukan kepada
13. Ibu Masta Marselina Sembiring, [Link]., [Link] selaku Dosen Validator
Angket Media dan Bapak Drs. Robenhart Tamba, [Link] yang telah
ii
memberikan saran dan masukan kepada peneliti untuk mengembangkan
dibangku perkualiahan.
15. Terima kasih kepada Ibu Isnawati, [Link] selaku kepala SDN 060954 Terjun
pendidikan yang telah memberikan saran dan masukan pada media yang
Ayahanda dan Ibunda, terima kasih atas pengorbanan yang diberikan baik
dari segi untaian doa, moril, materi, dan kasih sayang tak terhingga
menyelesaikan skripsi.
17. Terima kasih kepada sahabat-sahabat peneliti Ayu Puspita Sari, Deliana
Hidayanti, Devi kartini Panjaitan, dan Ica Onika [Link] yang telah
iii
18. Terima kasih kepada Muhammad Riski Maizs selaku parthner yang selalu
skripsi ini.
kekurangan baik dari segi tata bahasa maupun isi penulisan, oleh karena itu
dengan segala kerendahan hati peneliti mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca. Semoga skripsi ini dpat bermanfaat dan diterima
oleh pembaca.
JIHAN AGUSTINA
NIM.1173311059
iv
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI v
DAFTAR GAMBAR vii
DAFTAR DIAGRAM ix
DAFTAR TABEL x
DAFTAR LAMPIRAN xii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Identifikasi Masalah..................................................................................5
1.3 Batasan Masalah........................................................................................5
1.4 Rumusan Masalah.....................................................................................6
1.5 Tujuan Penelitian.......................................................................................6
1.6 Manfaat Penelitian.....................................................................................7
BAB II KAJIAN TEORI 1
2.1 Kajian Teori....................................................................................................1
2.2.1 Pengertian Media Pembelajaran 1
2.2.2 Ciri-ciri Media Pembelajaran 9
2.2.3 Fungsi Media Pembelajaran 10
2.2.4 Manfaat Media Pembelajaran 12
2.2.5 Prinsip-prinsip Pemilihan Media Pembelajaran 13
2.2.6 Jenis – jenis Media Pembelajaran 14
2.2.7 Media E-Comic Edukasi 17
2.2.8 Kelebihan dan Kekurangan Media E-Comic Edukasi 24
2.2.9 Aplikasi Pembuatan E-Comic Edukasi 26
2.2 Penelitian Relevan........................................................................................27
2.3 Kerangka Pikir..............................................................................................29
BAB III METODE PENELITIAN 32
3.1 Jenis Penelitian.............................................................................................32
v
3.2 Desain Penelitian..........................................................................................33
3.2 Prosedur Penelitian.......................................................................................33
3.3 Sumber data dan Subjek Penelitian..............................................................39
3.5 Lokasi dan Waktu Penelitian........................................................................40
3.6 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data...................................................40
3.7 Teknik Analisis Data 47
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 51
4.1 Hasil Penelitian.............................................................................................51
4.2 Pembahasan..................................................................................................83
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 82
5.1 Kesimpulan...................................................................................................82
5.2 Saran.............................................................................................................82
DAFTAR PUSTAKA 91
LAMPIRAN 93
vi
DAFTAR GAMBAR
vii
Gambar 4. 17 Sesudah Revisi Petunjuk Penggunaan E-Comic.............................76
Gambar 4. 18 Sebelum Revisi Penulisan Episode 1..............................................77
viii
DAFTAR DIAGRAM
Diagram 4. 1 Perbandingan Hasil Validasi Ahli Materi Tahap I dan Tahap II.....68
ix
DAFTAR TABEL
x
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 15 DOKUMENTASI...........................................................................135
xi
BAB I
PENDAHULUAN
untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa. Pendidikan merupakan sarana
penting untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam menjamin sebuah
kemajuan suatu bangsa dan negara. Karena untuk menjadi bangsa yang maju itu pasti di
bangun dan di kembangkan oleh seseorang yang berpendidikan, cerdas, dan juga
terampil. Pendidikan akan membawa kemajuan bagi setiap individu atau seseorang
untuk menjadi manusia yang lebih baik. Pendidikan yang berkualitas salah satunya
didukung oleh pembelajaran secara formal yaitu sekolah. Sekolah merupakan tempat
terjadinya proses belajar mengajar dan tempat bagi peserta didik untuk menuntut ilmu.
Sebagai unsur yang penting dalam dunia pendidikan, media pembelajaran dapat
membantu guru dalam penyampaian materi pelajaran sehingga dengan mudah dipahami
oleh peserta didik serta dapat merangsang siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Oleh
sebab itu pengembangan media pembelajaran dilakukan agar media pembelajaran yang
digunakan oleh guru juga semakin efektif dan efisien digunakan dalam proses belajar
mengajar. Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu kunci utama guru
dalam mencapai tujuan pembelajaran di kelas yang berdampak pada pembelajaran yang
guru saat menjelaskan pembelajaran ada materi yang tidak harus memakai media.
Biasanya guru menggunakan metode ceramah atau langsung bercerita seperti cerita
1
2
dll.
060954 Terjun ada yang membuat media sendiri dan ada yang hanya memanfaatkan
falilitas media yang tersedia di sekolah. Media yang dibuat oleh guru seperti media
gambar-gambar yang di print lalu di tempelkan di kertas karton kemudian di hias agar
terlihat lebih menarik. Selain itu ada juga media dari kertas karton yang berbentuk 3D
seperti kubus-kubus, balok, segitiga dll. Sebagai tempat untuk media-media ini
biasanya guru membuat mading agar kelas lebih terlihat lebih rapi dan menarik. Dari
sini dapat diketahui bahwa media pembelajaran yang di gunakan di SDN 060954
sesuai dengan kebutuhan kelas, materi yang diajarkan, kondisi siswa, dan
lingkungannya.
terhadap materi siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan
makhluk hidup yang terdapat di tema 8 lingkungan sahabat kita subtema 3 usaha
pelestarian lingkungan masih rendah. Akibat dari rendahnya pemahaman peserta didik
ini membuat salah satu indikator yaitu menghasilkan skema siklus air belum tercapai.
Hal ini dapat di ketahui sekitar 70 % peserta didik yang hanya mengumpulkan tugas
sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh guru yaitu pukul 12.00 wib. Dan 30%
nya yang terlambat mengumpulkan tugas dari waktu yang telah ditetapkan yaitu 3 hari
Kondisi saat ini membuat guru untuk melakukan inovasi serta menyesuaikan diri
samping itu dengan adanya perkembangan teknologi yang pesat seperti sekarang ini,
media pembelajaran juga ikut merasakan dampak dari perkembangan teknologi masa
kini.
3
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada hari Senin tanggal 5 Oktober
2020 dengan Ibu Megawati, [Link]., guru mengatakan bahwa “ media pembelajaran yang
digunakan pada saat pembelajaran yakni media gambar-gambar yang diprint saja.
Namun media yang digunakan kurang efektif dalam menyampaikan materi siklus air
dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup yang
Karna biasanya menggunakan gambar-gambar yang ada pada buku atau gambar-
gambar saya print lalu ditempelkan di kertas karton”. Hal ini menunjukkan bahwa
media pembelajaran untuk pembelajaran tematik pernah dibuat oleh guru namun yang
permasalahan yang terjadi saat proses pembelajaran berlangsung yaitu bahwa : (1)
rendahnya pemahaman peserta didik ini membuat salah satu indikator yaitu
menghasilkan skema siklus air belum tercapai; (2) guru menggunakan media seadanya
belajar menjadi pembelajaran yang efektif, efisien, dan bermakna bagi orang yang
belajar. Hal tersebut akan mempermudah peserta didik dalam memahami pembelajaran
tematik karena pembelajaran tematik menggunakan media yang dapat didesain menjadi
sebuah pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga peserta didik tidak
cepat bosan dan dapat memotivasi serta memotivasi peserta didik untuk semangat
dalam belajar. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran tematik diperlukan media
pendukung yang bisa digunakan peserta didik secara mandiri dan mempunyai tampilan
dalam penelitian ini dikarenakan media E-Comic salah satu media pembelajaran yang
cukup menarik bagi peserta didik. Serta E-Comic sebagai suatu bentuk kartun yang
mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat
dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada para
pemahaman akan materi siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta
dilakukan oleh Elly Sukmanasa, dkk (2017) dengan judul “ Pengembangan Media
Pembelajaran Komik Digital Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Bagi Siswa
Kelas V Sekolah Dasar Di Kota Bogor” dengan hasil penelitian yang menunjukkan
bahwa media pembelajaran komik digital tidak hanya menampilkan alur cerita saja,
namun didalamnya dapat disisipkan game, animasi, film, atau aplikasi lainnya yang
mempermudah pembaca dalam mengikuti dan menikmati tiap cerita dan penyimpannya
dapat dilakukan secara online ataupun melalui gadget tertentu. Dan pembelajaran IPS
dapat dituangkan secara lebih menarik dalam ilustrasi gambar kartun dan menyeluruh
2. Rendahnya pemahaman peserta didik yang membuat salah satu indikator yaitu
tugas terlambat.
tematik.
ada. Mengingat keterbatasan yang ada pada peneliti, maka pengembangan media ini
dibatasi pada ruang lingkup yang mampu di jangkau oleh peneliti. Adapun yang
dibuat semenarik mungkin, sesuai dengan tema 8 Lingkungan Sahabat Kita Subtema 3
Usaha Pelestarian Lingkungan Pembelajaran 2 Pada Kelas V SDN 060954 Terjun T.A
2020/2021.
6
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah yang telah diuraikan di atas,
lingkungan sahabat kita subtema usaha pelestarian lingkungan pada siswa kelas V SDN
E-Comic Edukasi tema lingkungan sahabat kita subtema usaha pelestarian lingkungan
sebagai berikut:
sahabat kita subtema usaha pelestarian lingkungan pada siswa kelas V SDN
2. Untuk dapat mengetahui praktikalitas guru dan peserta didik terhadap penggunaan
media E-Comic Edukasi tema lingkungan sahabat kita subtema usaha pelestarian
Adapun manfaat penelitian pengembangan ditinjau dari segi teoritis dan praktis adalah :
1. Manfaat Teoritis
dan meningkatkan proses pembelajaran bagi dunia pendidikan. Penelitian ini juga
dapat digunakan sebagai rujukan dan acuan sebagai bahan pertimbangan bagi
peneliti selanjutnya.
2. Manfaat Praktis
a) Bagi Peneliti
b) Bagi Guru
Penelitian ini dapat menjadi pedoman dan pengetahuan tambahan bagi guru
perkembangan teknologi.
c) Bagi Siswa
d) Bagi Sekolah
KAJIAN TEORI
keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi, dan rangsangan kegiatan belajar,
dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh positif terhadap peserta didik. Kata media
ialah wujud jamak dari kata medium. Medium bisa didefinisikan bagaikan perantara
ialah salah satu bagian komunikasi ialah sebagai pembawa pesan dari komunikator
dapat digunakan untuk mengirimkan pesan dari pengirim kepada penerima dengan
tujuan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian terhadap minat dan kemauan
peserta didik sedemikian rupa. Maka proses belajar berlangsung dalam rancangan
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sumber belajar ataupun sarana fisik yang
memiliki materi pembelajaran di lingkungan anak didik yang bisa merangsang anak
didik buat belajar”. Media pembelajaran pula bisa didefinisikan “sebagai alat dukung
berbentuk fisik ataupun nonfisik yang terencana dipakai sebagai perantara antara guru
serta anak didik dalam menguasai materi pembelajaran supaya lebih efisien dan efektif”
8
9
penulis simpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu atau sarana perantara
yang hendak di sampaikan. Semakin banyaknya media yang tercipta membuat guru
semakin mudah dan mendapatkan banyak pilihan dalam memilih dan menentukan
media pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran. Gerlach & Ely mengemukakan
bahwa ada 3 ciri-ciri media yang menggambarkan petunjuk kenapa media digunakan
serta apa- apa saja yang bisa dicoba oleh media yang bisa jadi guru tidak sanggup
subjek. Ciri fiksatif ini amat berarti untuk guru sebab insiden ataupun subjek
yang telah direkam ataupun disimpan dengan bentuk media yang ada serta bisa
ataupun apalagi berbulan- bulan bisa di sajikan pada peserta didik dalam
durasi yang lebih pendek pada peserta didik dalam durasi yang lebih pendek 5
kurang dari satu menit bisa diperlambat alhasil lebih gampang di mengerti
siswa dengan pengalaman yang relatif sama dengan cara yang sama, sehingga
terbatas pada satu kelas atau beberapa kelas di sekolah dalam suatu wilayah
tertentu, dan media seperti perekaman video, audio, dan disk komputer juga
dapat disebarkan ke segala arah setiap saat. Alhasil, media dapat digunakan di
Oleh karena itu peneliti dapat menjelaskan karakteristik media pembelajaran yang
dari sumber (guru) menuju penerima (peserta didik). Media mempunyai fungsi yang
amat berarti untuk membantu kelancaran proses pembelajaran serta efektifitas hasil
belajar. Fungsi dari media itu akan terasa bila diletakkan pada posisi yang tepat.
fungsi penting bila digunakan oleh individu, kelompok, atau khalayak luas, yakni (a)
memotivasi minat ataupun kegiatan, (b) menyediakan data, serta (c) memberi
membangkitkan minat dan mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran.
Media pendidikan dapat digunakan untuk fungsi penyampaian informasi dalam rangka
11
memberikan suatu intruksi, dimana informasi yang ada dalam media ini wajib
mengaitkan peserta didik baik dalam pikiran ataupun psikologis maupun bentuk
Tidak hanya itu Menurut Arsyad (2014, h. 10) mengemukakan “kalau media
pembelajaran mempunyai 4 fungsi yakni: fungsi minat, fungsi afektif, fungsi kognitif
serta fungsi kompensatoris”. Fungsi minat ialah inti, adalah menarik serta memusatkan
atensi peserta didik buat berkonsentrasi terhadap isi pembelajaran yang berhubungan
dengan arti yang diperlihatkan ataupun melampiri isi bacaan materi pelajaran. Fungsi
afektif media pendidikan dapat dilihat dari tingkat kepuasan siswa selama belajar.
Fungsi kognitif media pembelajaran nampak dari temuan- temuan riset yang
mengatakan bahwa ikon visual ataupun Gambar membantu mencapai tujuan untuk
menangkap informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Dari hasil penelitian
dapat dilihat fungsi kompensasi dari media pembelajaran kalau media visual yng
memberikan kondisi untuk menguasai teks yg membantu peserta didik yang lambat
menerima serta menguasai isi pelajaran disajikan dengan teks ataupun disajikan dengan
cara verbal
menyimpulkan bahwa fungsi dari media pembelajaran yaitu untuk memotivasi minat
para peserta didik dan memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami informasi
manfaat yang beraneka ragam dalam dunia pendidikan serta dalam proses
pembelajaran. Media pembelajaran memiliki berbagai manfaat bagi pendidik dan bagi
peserta didik. Beberapa manfaat media pembelajaran menurut Daryanto (2018, h. 54)
4. Memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri sesuai dengan bakat dan
dan dapat menyampaikan informasi pendidikan kepada siswa dengan sangat jelas.
Media pembelajaran juga dapat menitikberatkan pada kegiatan belajar siswa, karena
dengan media pembelajaran siswa dapat lebih tertarik pada proses pembelajaran, dan
Dari uraian dan pendapat beberapa ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa manfaat
sehingga berperan dengan cara efisien. Pemilihan media yang di berikan guru
didasarkan pada pertimbangan sebagai berikut: (a) Bersahabat dengan media (papan
tulis atau proyeksi transparan), (b) Merasa media yang dipilih dapat mendeskripsikan
media lebih baik dari dirinya sendiri, (c) Media yang dipilih dapat menarik minat dan
perhatian siswa serta mengarah pada penyajian yang lebih terstruktur dan sistematis.
media ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya sebagai berikut:
1). Terdapatnya kejelasan arti dan tujuan pemelihan media, 2). Adanya familiaritas
suatu media, 3) Ada beberapa media pembelajaran yang bisa dipilih, 4). Adanya
Setiap media pembelajaran yang dipilih dan digunakan oleh guru harus
mengikuti prinsip pemilihan media yang sesuai dengan materi pembelajaran dan tujuan
pembelajaran. Tidak hanya itu kompetensi yang hendak digapai juga harus disesuaikan
samping itu dalam prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran yang akan digunakan,
seorang guru wajib mencermati keinginan anak didik serta melihat situasi lingkungan
yang sesuai.
pembelajaran terus mengalami perkembangan dan tampil dalam berbagai jenis dan
format, dengan masing-masing ciri dan kemampuannya sendiri. Beberapa jenis media
menurut Rudi Susilana dalam Deashara Ayrien (2016, h. 13) yang sering digunakan
a) Media Grafis
Media cetak dan media grafis merupakan media yang sangat kerap
visual non proyeksi, dan salah satu kegunaannya adalah untuk curhat
c) Media cetak
dihasilkan melalui proses fotografi. Jenis media gambar ini adalah foto.
Kelemahan dari media gambar diam ini adalah biasanya ukurannya terbatas
kesalahan persepsi.
e) Media Audio
dimulai dengan audible speech, artinya suara orang bisa didengar secara
natural oleh telinga orang. Sebagai media pembelajaran suara atau suara
kepada siswa.
16
Menurut Sanjaya (2013, h. 57), media dapat dibagi menjadi beberapa bagian, antara
lain:
Beberapa jenis media pembelajaran yang dibahas diatas adalah media yang
sangat sering digunakan oleh pendidik dalam kegiatan belajar mengajar , tentunya
dengan adanya berbagai jenis media diatas dapat mempermudah kegiatan belajar
mengajar. Pengelompokkan media yang sudah ada pada saat ini dapat memperjelas
tujuan penggunaan, sehingga bisa dijadikan pedoman dalam memilih media yang sesuai
Di era sekarang, komik tidak hanya dibuat dalam bentuk buku saja, namun bisa
juga dibuat dalam format digital. Media E-comic adalah komik elektronik dalam bentuk
digital. Komik yang banyak dikenal di masyarakat adalah komik cetak. Seiring dengan
perkembangan era globalisasi, komik kini dapat disajikan secara digital dan digunakan
dengan lebih efektif. E-comic merupakan perantara yang dapat mendorong siswa untuk
membaca materi yang disajikan dalam bentuk gambar dengan teks pendek. Komik
terbentuk lewat sesuatu cara ataupun susunan gambar- gambar yang tertata dalam
sesuatu bingkai- bingkai sehingga bisa membuat sesuatu hubungan narasi dan urutan
yang nyata (konkrit). Di dalam sesuatu komik mempunyai beberapa figure (tokoh) yang
rangkaian gambar yang disusun sesuai dengan tujuan dan filosofi kreatifnya,
comic merupakan media literasi ataupun visual berbasis digital yang dapat menambah
kosakata, dapat meningkatkan minat baca peserta didik dan mampu menyajikan materi
lebih konkrit sehingga peserta didik lebih mudah menyerap materi pembelajaran”.
18
sumber belajar yang yang akan menjadi menambah daya tarik dan motivasi peserta
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa media E-Comic edukassi merupakan
media visual berupa gambar berurutan yang dapat menyajikan materi pembelajaran
yang lebih menarik kepada pembaca, meningkatkan motivasi dan informasi (terkait
dengan pendidikan) dalam bentuk teks. sistem hiburan digital yang dapat diakses
menggunakan smartphone.
Komik merupakan salah satu media massa yang bermunculan dalam berbagai
jenis. Menurut Marcel Boneff dalam Adek Saputri (2016, h. 5) komik Indonesia ada
a. Komik Wayang
Komik Wayang merupakan salah satu adat istiadat kuno yang muncul dari
berbagai sumber Hindu setelah diolah dan diperkaya dengan faktor lokal,
dan Ramayana.
b. Komik Silat
Komik silat atau biasa disebut komik pencak adalah metode bela diri, seperti
halnya karate yang berasal dari Jepang atau kun tao dari Tiongkok. Banyak di
komik silat ini yang mengambil inspirasinya dari seni bela diri dan legenda
rakyat.
c. Komik Humor
yang ceria atau jenaka, dan untuk topik yang diangkat yang menggunakan
d. Komik Roman
Komik roman dalam bahasa indonesia kata romance itu sendiri jika digunakan
sendiri selalu berarti sebuah kisah cinta, sedangkan kata remaja digunakan
bahwa komik ini ditujukan untuk anak muda, salah satunya siapa sejarah
romantis.
e. Komik Didaktis
Dalam komik didaktik mengacu pada komik yang memuat materi tentang
ideologi, ajaran agama, cerita pertarungan tokoh, dan materi lainnya. Didaktik
komik ini memiliki 2 fungsi yaitu sebagai fungsi hiburan dan juga dapat
pendidikan.
Dilihat dari segi penampilan atau pengemasannya, menurut Azis Saha dalam
Deashara Ayrien (2016, h. 46-48) komik dibedakan menjadi beberapa, antara lain:
a. Kartun/karikatur (cartoon)
Kartun yang hanya berbentuk satu wujud saja, dengan berbagai gambar yang
digabung melalui tulisan berbantuk teks. Pada biasanya komik jenis ini berupa
maksudsehingga para pembaca dapat paham arti dari tujuan itu. Ilustrasi di
dalam sesuatu majalah kerap kali ditampilkan dengan gambar karikatur dari
seorang figure (tokoh) khusus yangmempunyai arti sebagai saran dan kritikan
dirangkai bagaikan suatu jalur narasi yang pendek. Namun isi ceritanya tidak
tertuju harus terselesaikan ada satu kali cetakan namun bisa pula terbuat dari
suatu narasi bersambung atau berseri. Komik potongan (comic strip) ini
biasanya disajikan dalam bentuk setiap hari ataupun mingguan pada suatu
majalah, surat kabar, tabloid maupun jurnal. Penyajian pada isi cerita
berbentuk lelucon (candaan) ataupun cerita yang tepat namun digemari oleh
pembaca. Ilustrasinya saja seperti komik kisah Panji Komik di dalam surat
kabar Kompas.
Sekumpulan gambar dan tulisan dari suatu kejadian yang dikemas ke dalam
wujud suatu buku. Buku komik ini biasanya dinamai komik pendek, biasanya
komik dengan panjang 20-30 halaman. Komik ini pula pada umunya
tentu saja itu diterbitkan setiap beberapa bulan ataupun tiap tahun senantiasa
membuat cerita putus-putus ataupun suatu serial yang setelah itu hendak
Tidak hanya media cetak seperti majalah, koran, tabloid dan buletin. Internet
pisah-pisah jadi bagian yang lebih kecil tertentu Gumelar (2011, h. 26-35). Adapun
a. Space
Komik membutuhkan ruang pada kertas, ruang kanvas, media digital, dan
b. Image
c. Teks
d. Point (Titik)
Tidak selalu harus berbentuk lingkaran, tetapi juga dapat digambarkan sebagai
kotak kecil, elips kecil, bintang kecil, dan bentuk berukuran kecil lainnya.
e. Line
Line atau garis adalah sejumlah titik atau kombinasi titik yang tumpang tindih
f. Shape
Shape adalah bentuk dalam dua dimensi, yaitu X dan Y maupun jauh dan
lebar.
22
g. Form
Bentuk (form) adalah suatu bentuk dalam 3 dimensi yaitu X, Y dan Z atau
h. Tone/ Value
Tone adalah tekanan menuju warna yang lebih dalam atau lebih jelas.
i. Colour
Colour adalah warna. Warna terbagi menjadi 3 kelompok utama, yaitu: 1) Warna
cahaya, warna cahaya yang sering disebut dengan warna aditif diperoleh dari 3 warna
utama cahaya yaitu merah, hijau dan biru atau RGB. 2) Warna transparan, Warna
transparan pada tinta cetak yang berasal dari warna utama adalah Cyam, Magenta,
j. Pattern
k. Tekstur
Tekstur dalam komik jelas lebih mendekati kertas, dan ada kertas yang kasar
dan halus sesuai kebutuhan. Namun ada juga tekstur yang sebenarnya
Dalam sebuah komik, setiap bunyi menjadi teks, tentunya setiap teks memiliki
komik dan menurut makna, serta makna yang sama menurut rutinitas dan
kestabilan.
m. Time
halaman awal narasi dan berakhir di halaman terakhir. Waktu dalam komik
Di Era Sekarang ini telah banyak peserta didik yang mengetahui komik. E-Comic
merupakan cerita bergambar dengan ilustrasi yang dapat menarik minat siswa untuk
membaca dan dapat diakses dengan menggunakan smartphone. Namun, tidak semua e-
khusus dalam cerita yang terdapat di komik. E-Comic dapat dengan mudah menarik
Penggunaan e-comic yang terdiri dari rangkaian gambar yang bervasiasi dengan
teks pendek dapat menarik minat pembaca anak-anak. Awalnya komik adalah membuat
tentang hal-hal lucu Gumelar (2011, h. 2). E-comic merupakan media grafis yang
menggambarkan karakter yang dikenal anak sehingga anak dapat dengan mudah
dengan metode mengajar yang tepat sehingga media e-comic akan dapat menjadi alat
pengajaran yang efektif. Guru harus bisa membimbing siswa untuk memilih komik
yang bernilai edukasi. Media E-Comic adalah komik elektronik yang di dalamnya
dianggap siswa sebagai materi memahami (hafalan) dan latihan soal apabila disajikan
dalam bentuk E-Comic yang berbentuk digital dengan karakter yang menarik dapat
Media E-Comic Edukasi ini memuat materi Usaha Pelestarian Lingkungan yang
merupakan salah satu materi pembelajaran IPA di SD kelas V pada tema 8 sub tema 3
pembelajaran 2 pada kurikulum 2013. Materi ini terdapat pada pembelajaran IPA,
[Link] & SBDP. Dengan KD 3.8 Menganalisis siklus air dan dampaknya
Dari materi ini peserta didik dituntut untuk memahami usaha pelestarian
lingkungan apa saja yang memengaruhi kualitas air serta kelangsungan makhluk hidup.
Tak hanya itu, peserta didik juga harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini membuktikan agar peserta didik mampu dan menguasai materi pembelajaran
potensi besar dan kelebihan sebagai media pembelajaran. Dengan adanya perpaduan
gambar, warna, tokoh serta dialog (teks cerita) yang bervariasi dapat menjadikan
pembelajaran lebih aktif & menarik serta tidak menimbulkan kebosanan saat
Lingkungan yang dipelajarinya, sementara karakter yang terdapat dalam tokoh komik
akan digunakan sebagai salah satu teladan untuk menyampaikan pesan atau nilai-nilai
E-Comic Edukasi dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh peserta didik kelas V
Edukasi diharapkan peserta didik dapat lebih tertarik untuk mempelajari pembelajaran
pada tema 8 Lingkungan Sahabat Kita Subtema 3 Usaha Pelestarian Lingkungan. Dari
25
pembelajaran tersebut peserta didik juga akan termotivasi dan memperoleh pengalaman
yang konkret sehingga pengetahuan dan karakter peserta didik akan semakin bertambah
tentang materi pembelajaran pada tema lingkungan sahabat kita subtema usaha
pelestarian lingkungan.
E-Comic Edukasi ini juga berfungsi sebagai jembatan untuk menumbuhkan dan
menimbulkan minat baca sesuai dengan taraf berpikir peserta didik. Tak hanya itu,
visual dan ceritanya sangat kuat. Pada ekspresi yang dapat divisualisasikan membuat
pembaca untuk terlibat secara mandiri sehingga dapat membuat pembaca untuk terus
membacanya hingga selesai. Hal ini sangat menginspirasi E-comic yang isinya terdapat
materi-materi pembelajaran seperti materi siklus air, usaha pelestarian lingkungan yaitu
dengan menanam pohon yang erat kaitannya dengan kelangsungan proses siklus air
agar tetap terjaga dan dampaknya bagi peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk
hidup. selain itu, kelebihan E-comic sebagai media pembelajaran yaitu (1) kemampuan
menciptakan minat baca, (2) membimbing minat baca yang menari bagi peserta didik,
(3) dengan bimbingan guru berfungsi sebagai jembatan menumbuhkan minat baca, (4)
minat baca peserta didik pada bidang lain, (6) seluruh jalannya cerita e-comic menuju
Kecenderungan yang ada pada peserta didik saat ini tidak begitu untuk
menyukai buku-buku teks, apalagi yang tidak disertai gambar sama sekali dan ilustrasi
yang kurang menarik. Dengan adanya media E-comic ini yang dapat diakses dengan
sekolah, peserta didik dapat membacanya dimanapun mereka berada. Tentunya akan
membuat peserta didik lebih memahami materi pembelajaran siklus air dan dampaknya
bagi peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup yang terdapat pada tema 8
Adapun kekurangan dari media e-comic ini yaitu tidak bisa diakses tanpa
mempunyai kouta internet. Dan hanya bisa diakses bagi yang mempunyai alat
komunikasi seperti laptop, computer dan smartphone. Serta tidak semua orang bisa
belajar dengan gaya visual, karena setiap orang mempunyai gaya belajar masing-
masing.
adalah aplikasi Paint Tool SAI. Adapun Paint Tool SAI menurut Farah Savila, dkk
(2018, h. 38) merupakan suatu software yang dirancang untuk proses penggambaran
(drawing) berupa penebalan desain yang telah dibuat serta pewarnaan (colouring)
terkhusus untuk anak kelas V SD/MI. Paint Tool SAI juga dapat digunakan secara
Sedangkan aplikasi yang digunakan peneliti dam proses pembuatan naskah cerita
yang telah dibuat dalam bentuk Microsoft word yang dirubah menjadi balon kata
melalui aplikasi Corel Draw X7. Menurut Sella Atikah (2019, h. 39-40) bahwa Corel
Draw x7 adalah suatu program aplikasi grafis berbasis vektor yang memungkinkan
seseorang membuat sebuah karya seni, mulai dari yang simpel seperti logo sederhana
hingga ilustrasi teknis yang rumit atau kompleks dengan pemrosesan visual seperti E-
Comic. Corel Draw X7 dapat digunakan untuk menambahkan balon kata pada setiap
isi E-Comic Edukasi. Selain itu juga dapat membaca semua jenis font, sehingga akan
mempermudah untuk lebih mengeksplorasi desain dan tulisan yang dibuat serta Corel
Draw X7 sangat bagus dalam kolaborasi tes dan gambar. Popularitas dan penggunaan
Corel Draw X7 yang begitu luas membuat software lain yang sejenis, sedikit banyak
Pada kajian pustaka telah diuraikan mengenai hasil-hasil dari penelitian yang
didapat oleh penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan penelitian yang akan
Materi Bilangan Bulat Pada Peserta Didik Kelas III SD/MI” dari Program Studi
2014. Dengan hasil penelitian berdasarkan validasi desain yang telah dilakukan
bilangan bulat, maka dapat dikatakan bahwa media pembelajaran ini valid dan
perangkat pembelajaran yang dapat digunakan adalah 4-D models. Model ini
terdiri atas empat tahap, yakni define, design, develop, dan disseminate . Serta
pengggunaanya di jenjang kelas yang dipilih yaitu di kelas tinggi ( kelas V).
2. Hasil penelitian Hengkang Bara Saputro & Soeharto (2015) dalam penelitiannya
terhadap siswa yang membaca komik tersebut. Relevansi penelitian ini dengan
penelitian yaitu dengsn menggunakan model Borg and Gall dengan 10 tahapan
penelitian dan pengembangan. Dan juga perbedaan pada jenjang kelas yang
Dengan hasil penilaian ahli pakar terhadap media e-comic memperoleh kriteria
sangat layak dengan persentase penilaian ahli materi sebesar 93,75% dan ahli
(R&D). selain itu juga sama dengan menggunakan media pembelajaran berbasi
komik dengan jenjang kelas yang dipilih yaitu kelas V, serta Pengumpulan data
Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu kunci utama guru dalam
ada yang membuat media sendiri dan ada yang hanya memanfaatkan falilitas media
yang tersedia di sekolah. Selain itu juga ditemukan masalah mengenai pemahaman
peserta didik terhadap materi siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta
untuk pembelajaran tematik pernah dibuat oleh guru namun yang digunakan hanya
komik ini yang bertujuan untuk menciptakan variasi baru pada media pembelajaran
tematik dalam meningkatkan semangat belajar peserta didik. E-comic adalah salah
satu pilihan dalam pembuatan media pembelajaran yang cocok dalam materi
pembelajaran tematik dan sesuai dengan kondisi sekarang di era digital. Karena
mampu menyajikan materi yang lebih menarik, mudah, dan sederhana dalam proses
dimiliki oleh anak-anak sekolah dasar yang pada umumnya menyukai ilustrasi yang
berbentuk gambar yang menarik. Selain itu juga untuk anak-anak jenjang sekolah
Dengan adanya media E-Comic ini, materi yang akan berikan dapat disediakan
secara lebih konkret agar lebih mudah diterima dan dimengerti oleh peserta didik.
30
Penyajian media berupa ilustrasi gambar sangat sesuai dengan ketertarikan peserta
didik yang pada umumnya menyukai gambar-gambar yang menarik. Selain itu, komik
juga dapat memberikan pesan visual yang terdapat di dalam gambar, dan komik juga
mampu membagikan pesan verbal melalui percakan yang dilakukan oleh para tokoh
dalam cerita. Dengan adanya media berupa komik harapannya dapat menghasilkan
diharapkan dapat mempermudah peserta didik dalam menyerap materi yang diberikan
oleh pendidik, nilai afektif peserta didik juga akan terbentuk melalui keteladanan dari
tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita tersebut. Selain berfungsi sebagai media
pembelajaran komik juga dapat berfungsi sebagai hiburan peserta didik dalam belajar
sehingga peserta didik tidak mudah bosan dan jenuh dalam menyerap materi yang
telah diberikan, tujuan dari media komik juga agar dapat meningkatkan peserta didik
dalam membaca.
31
Diagram alur kerangka berfikir peneliti dalam membuat media yaitu sebagai berikut :
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian dan
suatu produk baru ataupun pembaruan kepada produk lama buat meningkatkan
terdiri dari 4 tahapan saling keterkaitan dan terstruktur secara sistematis & terperinci.
Artinya mulai dari tahapan pertama sampai akhir dalam penerapannya harus secara
sistematis dan tidak bisa diurutkan secara acak. Keempat tahap ini sangat sederhana
32
33
Dalam penelitian ini memakai desain penelitian yang diadaptasi dari model
Dorothy S. Semmel, & Melvyn. Pada model ini menggunakan 4 tahapan yaitu (1)
Model pengembangan yang digunakan ialah model 4D yang terdiri atas define
yaitu analisis awal–akhir (front – end analysis), analisis peserta didik (learner
analysis), analisis tugas (task analysis), analisis konsep (concept analysis) serta
a. Analisis awal-akhir
Analisis peserta didik yaitu telaah tentang karakteristik anak didik yang
perkembangan kognitif. Dari hasil analisis peserta didik ini akan diperoleh
pelestarian lingkungan.
c. Analisis Tugas
pokok/utama yang harus dikuasi dan dipahami peserta didik untuk menggapai
d. Analisis Konsep
dalam media e-comic edukasi yang hendak dikembangkan dan analisis ini
e. Tujuan pembelajaran
dikembangkan.
36
b. Pemilihan Media
relevan yang sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan peserta didik.
ditetapkan. Hal ini tentunya bermanfaat untuk membantu anak didik dalam
c. Pemilihan Format
dengan merancang isi pembelajaran, sumber belajar serta merancang isi media
E-Comic edukasi. Hal ini bertujuan unutk mempermudah dan membantu dalam
d. Rancangan Produk
Rancangan produk dapat diartikan yaitu suatu rancangan produk secara utuh
sehingga suatu produk media pembelajaran yang akan di uji cobakan yaitu
media E-Comic Edukasi yang terdapat pada Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita
3. Pengembangan (Development)
dan masukan dari validator serta informasi hasil percobaan uji coba. Adapun
pada tahap pengembangan ini dilaksanakan dengan 2 tahap ialah (1) validasi
ahli (expert appraisal) yang diikuti dengan revisi, (2) uji coba pengembangan
Tahap validasi ahli ini berfungsi untuk memvalidasi isi materi dalam media e-
comic edukasi sebelum dilakukan uji coba. Hasil dari validasi ini dipakai buat
perbaikan produk awal. Media E-Comic Edukasi akan di nilai oleh dosen ahli
materi, dosen ahli media dan praktisi pendidikan maka bisa diketahui apakah
Setelah para ahli menyatakan layak, maka media E-Comic Edukasi dapat
digunakan untuk uji coba selanjutnya. Uji coba produk perlu dilakukan untuk
4. Penyebaran (Disseminate)
Dunia saat ini menghadapi pandemi global yang disebabkan oleh penyebaran
covid-19, tentunya hal ini berdampak pada proses penyebaran yang dilakukan
peneliti. Tahap penyebaran ini dilakukan terbatas hanya di sekolah dasar SDN
060954 Terjun, yang diterima oleh guru dan siswa SDN 060954 Terjun.
sebagai berikut:
Analisis Konsep
Rancangan
Produk
Tujuan
Pembelajaran
1. Data Primer
Data primer ialah suatu data atau informasi yang didapat langsung dari objek
penelitian, wawancara dan angket yang disebarkan pada responden, diolah dalam
2. Data Sekunder
Data yang diperolah untuk melengkapi data primer yang mencakup sumber-
sumber bacaan seperti Jurnal ilmiah, e-book, karya ikmiha ataupun buku yang
berkaitan dengan media E-Comic Edukasi. Begitu juga tutorial atau cara pembuatan
E-Comic melalui laptop maupun dari smartphone. Tak hanya itu, diperoleh juga
yang sehubungan dengan masalah yang akan di teliti dalam penelitian ini.
Subjek dalam penelitian ini merupakan 1 kelas yakni kelas V-C SDN 060954
Terjun dengan jumlah keseluruhan siswa 28 orang yang terdiri atas 15 orang wanita
dan 13 orang laki-laki. Sebaliknya yang jadi objek penelitian merupakan E-Comic
Edukasi pada tema 8 lingkungan sahabat kita subtema usaha pelestarian lingkungan
pembelajaran 2.
40
Penelitian ini akan terealisasikan pada 1 kelas ialah kelas V-C SDN 060954
Terjun yang beralamat di Jl. Kapten Rahmat Buddin Kec. Medan Marelan Kel.
Terjun. Penelitian ini dilakukan di SDN 060954 Terjun yang akan dilaksanakan dari
penelitian adalah:
No Keterangan 2020/2021
Nov Des Jan Feb Mar April Mei Jun Jul
1 Penyusunan
Proposal
2 Bimbingan
Proposal
3 Seminar
Proposal
4 Pengumpulan
Data
5 Penyusunan
Hasil
Penelitian
6 Sidang Meja
Hijau
Tabel 3. 1 Pelaksanaan Waktu Penelitian
[Link] Observasi
berkomunikasi dengan orang, maka obsevasi tidak terbatas pada orang, tetapi
berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila
[Link] Wawancara
dan yang diwawancarai (guru) yang dilakukan secara langsung atau tatap
data tentang suatu aspek yang dinilai dan telah dirancang sebelumnya, serta
tanggapan guru terhadap media yang sudah yang digunakan selama proses
kepada guru kelas V-C SDN 060954 Terjun sebanyak 10 butir pertanyaan.
angket yang tertuju pada validisi ahli materi, validasi ahli media, guru kelas V,
dan respon siswa. Kuesioner atau angket sebagai lembar penilaian produk
pengumpulan data disusun dengan skala likert dengan skor 1,2,3,4 dan 5
[Link] Dokumentasi
yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain.
Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni yang dapat berupa
pengumpulan data sebagai suatu bagian yang berarti dalam penelitian. Instrumen
yang akan dipakai dalam penelitian ini berbentuk angket untuk ahli materi, angket
buat ahli media, serta praktisi pendidikan. Pengujian instrumen dilakukan dengan
menggunakna sistem validasi, yakni dengan membandingkan isi yang ada di dalam
terdapat di dalam suatu penelitian sebab instrumen penelitian itu mempunyai arti
sebagai alat ukur yang akan digunakan dalam teknik pengumpulan data. Berikut
dibawah ini di cantumkan kisi- kisi instrumen buat ahli materi sebagai berikut :
Tak hanya kisi-kisi instrumen untuk ahli materi saja, tetapi juga diperlukan
Selain kisi-kisi instrumen untuk ahli materi, hal penting lainnya yang harus di
validasi yaitu validasi ahli media. Berikut ini di paparkan kisi-kisi instrumen
Tak hanya kisi-kisi instrumen untuk ahli media saja, tetapi juga diperlukan
instrumen validasi medianya, adalah sebagai berikut :
praktisi pendidikan yaitu guru kelas V-C. Adapun dibawah ini dicantumkan kisi-
kisi instrument penilaian untuk guru kelas V-C yaitu sebagai berikut:
Selain instrumen untuk guru kelas V-C, juga dicantumkan lembar respon
siswa yang digunakan utnuk mengetahui pendapat siswa terhadap kepraktisan media
No Pernyataan
1. Media E-Comic Edukasi membuat siswa merasa bersemangat
untuk belajar.
2. Media E-Comic Edukasi menampilkan gambar, tokoh dan
teks cerita sehingga siswa dapat mengingat informasi yang
dipelajari.
3. Media E-Comic Edukasi ini dapat memberikan pemahaman
kepada siswa tentang proses siklus air.
4. Media E-Comic Edukasi memberikan pengetahuan kepada
siswa untuk menjaga lingkungan dengan menanam pohon.
5. Dengan adanya media ini siswa berani tampil untuk
menjelaskan makna gambar pada setiap episode E-Comic
Edukasi.
6. Dengan adanya media ini siswa dapat membuat skema siklus
air.
7. Dengan adanya media e-comic edukasi siswa dapat membuat
cerita bergambar sesuai dengan tema yang telah ditentukan.
8. Media E-Comic Edukasi ini merupakan cerita yang sulit
dipahami oleh siswa.
9. Media E-Comic Edukasi ini, mendorong siswa untuk saling
berdiskusi dengan teman-temannya.
10 Media E-Comic Edukasi ini memiliki kata-kata yang mudah
dipahami oleh siswa.
Tabel 3. 8 Instrumen Respon Siswa
47
Jawaban dari angket respon siswa akan menggunakan angket skala Guttman.
Skala Guttman yang digunakan terdiri dari dua kategori pilihan jawaban yaitu
Data yang diperoleh peneliti dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data
yang diperoleh dari hasil penelitian validasi ahli materi, ahli media dan guru kelas
Data kualitatif merupakan data berupa hasil wawancara, observasi, saran, serta
komentar dari ahli materi, ahli media dan guru kelas V SDN 060954 Terjun yang
diperoleh sebelum dan sesudah turun di lapangan untuk menerapkan uji coba
media yang dikembangkan. Data ini dianalisis oleh peneliti sebagai dasar untuk
Data kuantitatif merupakan data hasil penskoran yang didapatkan dari angket
yang telah dibagikan kepada ahli media, ahli materi, dan guru. Adapun jenis data
kuantitatif yang digunakan peneliti yaitu analisis angket validasi ahli materi dan
ahli media oleh dosen serta kepraktisan media oleh guru kelas V SDN 060954
Terjun.
Setelah data didapatkan maka jawaban angket dari validasi ahli materi, validasi
ahli media dan guru kemudian dianalisis menggunakan skala Likert dengan skor 1
sampai 5. Data Angket yang telah di isi oleh validator berikutnya akan rencana
sebagai berikut:
Skor Keterangan
5 SB (Sangat layak / sangat baik)
4 B ( Layak / baik )
3 C ( Cukup layak/ cukup baik)
2 KB ( Kurang layak / kurang baik )
1 SKB ( Sangat kurang layak/ sangat kurang baik)
Tabel 3. 11 Pedoman Pemberian Skor
Untuk menghitung rata-rata hasil validasi oleh ahli media, ahli materi dan
(2014, h.110) penentuan jarak interval (i) dapat diperoleh dengan rumus:
49
Keterangan:
Skor tertinggi ideal dalam skala 5 (Sangat setuju)
Skor terendah ideal dalam skala 1 (sangat tidak setuju)
sebagai berikut:
Keterangan :
100 % = Konstanta
Berdasarkan hasil analisis data yang didapatkan peneliti dari analisis data
angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media dan angket untuk praktisi
data kuantitatif untuk menguji media sudah dikembangkan. Jawaban angket dapat
diukur menggunakan skala guttman seperti angket validasi para ahli media, materi
dan praktisi pendidikan. Perhitungan presentase respon siswa dari data yang
Keterangan :
P = Persentase
100 % = Konstanta
51
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
menghasilkan produk media yang memaparkan materi Siklus Air dan dampaknya
bagi peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup yang terdapat pada tema
yang dikemas dalam bentuk media E-Comic edukasi. E-Comic edukasi dapat
pembelajaran E-Comic edukasi diharapkan peserta didik dapat lebih tertarik untuk
Usaha Pelestarian Lingkungan. Dari pembelajaran tersebut peserta didik juga akan
penelitian ini. Tahap pendefinisian dalam penelitian ini meliputi analisis awal–
akhir, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep dan tujuan
pembelajaran.
51
52
wali kelas V-C SDN 060954 Terjun Medan Marelan yaitu Ibu Megawati, [Link].
yang diterapkan pada tema 8 lingkungan sahabat kita subtema 3 usaha pelestarian
lingkungan pembelajaran 2.
kendala yaitu : Selama proses pembelajaran tematik berlangsung guru kelas V-C
Dasar Negeri 060954 Terjun membuat media sendiri seperti media gambar-gambar
yang di print lalu di tempelkan di kertas karton. Kemudian di hias dan setelah
dibuat oleh guru namun yang digunakan hanya seadanya melalui gambar-gambar
saja.
pembelajaran yang mampu menarik perhatian peserta didik untuk lebih aktif dalam
untuk memotivasi peserta didik agar berperan aktif dalam proses pembelajaran,
sehingga peserta didik dapat memahami segala informasi yang mengandung nilai
53
Analisis peserta didik digunakan peneliti untuk melihat sikap peserta didik
wawancara dengan guru kelas V-C menyatakan bahwa kendala yang sering
yang dapat menarik perhatian peserta didik dan melibatkan peserta didik secara
harus dikuasai dan dipahami peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar pada
pembelajaran 2.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari analilis tugas pada guru kelas V-C SDN
060954 Terjun Medan Marelan adalah sebagian anak mengumpulkan tugas dengan
terlambat. Akibat dari rendahnya pemahaman peserta didik ini membuat salah satu
indikator yaitu menghasilkan skema siklus air belum tercapai. Hal ini dapat di
ketahui sekitar 70 % peserta didik yang hanya mengumpulkan tugas sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan oleh guru yaitu pukul 12.00 wib. Dan 30% nya yang
terlambat mengumpulkan tugas dari waktu yang telah ditetapkan yaitu 3 hari
diperlukan media pembelajaran yang tepat yaitu melalui media E-Comic edukasi
Analisis konsep yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah
untuk menentukan isi materi yang akan disajikan dalam media E-Comic Edukasi
dalam bentuk peta konsep pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis konsep yang
dilakukan di kelas V–C SDN 060954 Terjun bahwa isi materi yang dipaparkan
mengurutkan peristiwa atau tindakan pada teks non fiksi, materi IPA tentang siklus
air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup dan
materi SBDP tentang membuat cerita bergambar. Kesemuanya ini di kemas dalam
kelas V-C SDN 060954 Terjun Medan Marelan, sudah ditentukan dan dibuat
peneliti dalam bentuk tabel sehingga bisa diketahui materi-materi yang hendak
ditampilkan pada media E-Comic edukasi tema 8 lingkungan sahabat kita subtema
yaitu: 1). Melalui kegiatan membaca dan berdiskusi, siswa dapat mengetahui
tindakan-tindakan pada teks non fiksi; 2). Melalui kegiatan tanya jawab dan
tindakan pada teks non fiks; 3). Melalui kegiatan berdiskusi siswa dapat
menguraikan siklus air dan dampkanya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan
55
makhluk hidup; 4). Melalui kegiatan membaca dan mengamati siswa dapat mebuat
skema siklus air; 5). Melalui kegiatan pengamatan dan siskusi siswa mampu
menjelaskan makna dari cerita bergambar; 6). Melalui kegiatan mengamati, siswa
karena pada KD 3.8 menguraikan urutan peristiwa atau tindakan yang terdapat pada
teks non fiksi dan pada KD 4.8 Menyajikan peristiwa atau tindakan dengan
memperhatikan latar cerita yang terdapat pada teks non fiksi. Belum tersedia media
pembelajaran untuk materi tersebut di SDN 060954 Terjun. Oleh karena itu, media
3.8 Menganalisis siklus air dan 3.8.1 Menguraikan siklus air dan
dampaknya pada peristiwa di bumi dampaknya pada peristiwa di bumi
serta kelangsungan makhluk hidup. serta kelangsungan makhluk hidup.
4.8 Membuat karya tentang skema siklus 4.8.1 Menghasilkan skema siklus air
air berdasarkan informasi dari dan dampaknya bagi peristiwa di
berbagai sumber. bumi serta kelangsungan makhluk
hidup.
Tabel 4. 2 Muatan IPA
56
edukasi, karena pada KD 3.8 Menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa
di bumi serta kelangsungan makhluk hidup dan pada KD 4.8 Membuat karya
tentang skema siklus air berdasarkan informasi dari berbagai sumber. Belum
tersedianya media pembelajaran untuk materi tersebut di SDN 060954 Terjun. Oleh
karena itu media pembelajaran ini dapat memotivasi peserta didik untuk berperan
karena pada KD 3.1 memahami cerita bergambar dan membuat cerita bergambar.
Terjun. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan media pembelajaran ini untuk
c. Tokoh Cerita
d. Daftar Isi
a. Pembelajaran 2
a. Biografi Penulis
Pemilihan media yang akan dikembangkan peneliti dalam penelitian ini adalah
Media E-Comic Edukasi. Pemilihan media ini dilakukan agar dapat menyesuaikan
media yang digunakan relevan sesuai dengan karakteristik materi dan analisis
peserta didik. Hal ini tentunya bermanfaat untuk membantu peserta didik dalam
isi pembelajaran, pemilihan pendekatan yang ada pada RPP, sumber belajar, isi
media E-Comic Edukasi, membuat design sambul depan & belakang, dan
dipilih untuk media ini adalah A4, hanya saja media ini tidak dalam bentuk cetak
namun berupa Elektronik komik atau dalam bentuk digital. Jenis tulisan yang
digunakan adalah Komika, sedangkan ukuran tulisan yang digunakan empat belas
Sampul depan dan belakang didesain sedemikian rupa untuk dapat menarik
perhatian serta dilengkapi dengan gambar yang mendukung judul E-Comic. Pada
Isi E-Comic Edukasi dibuat full colour disertai dengan berbagai gambar yang
Comic Edukasi ini keseluruhan disesuaikan dengan standar penulisan Ejaan yang
dikarenakan bentuk tersebut termasuk bentuk yang umum dan mudah dalam
media tersebut.
dan Corel Draw. Adapun rancangan pembuatan media E-Comic Edukasi sebagai
berikut:
1) Pilihlah panel pada aplikasi Paint Tool SAI yang sesuai dengan kebutuhan
peneliti.
59
Komika dan ukuran font 48 pt. Sedangkan naskah cerita yang berkaitan
Edukasi yaitu: a). E-Comic Edukasi bisa dengan mudah diakses dengan
Dengan adanya perpaduan gambar, warna, tokoh, serta dialog (teks cerita)
dengan kelangsungan proses siklus air agar tetap terjaga; e). E-Comic
hidup.
4) Membuat gambar tokoh cerita yang ada dalam E-Comic Edukasi dengan
menggunakan aplikasi Paint Tool SAI. Tokoh cerita dalam E-Comic ini
terdiri dari 6 tokoh yaitu Ali dengan karakter (pintar dan cekatan), Riski
dengan karakter (suka kritik dan pintar), Toni dengan karakter (suka
garang tetapi lembut dan baik hati), Pak Jamal dengan karakter (bijaksana,
berwibawa tegas).
5) Menuliskan daftar isi. Adapun daftar isi dari E-Comic Edukasi yaitu
penggunaan E-Comic Edukasi yaitu a). Komik ini memiliki 1 tema dan 3
episode agar belajar menjaga siklus air; b). Bacalah hingga akhir setiap
cerita; c). Setelah selesai membaca, kerjakan refleksi yang ada di akhir
refleksi; e). Sebelum memulai pelajaran jangan lupa untuk selalu beroda.
sketsa kasar (awal) dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut ini:
menggunakan drawing pen agar saat di proses digital garis luar E-Comic
dapat tetap terlihat. Adapun pembuatan outline dapat dilihat pada gambar
yang sudah dibuat. Adapun proses colouring atau pewarnaan dapat dilihat
dalam bentuk balon kata. Adapun pembuatan balon kata dapat dilihat pada
divalidasi oleh ahli materi dan ahli media yang dinilai oleh dosen Fakultas Ilmu
Pendidikan Jurusan Pendidikan Pra Sekolah dan Sekolah Dasar Universitas Negeri
Medan.
63
Tahapan ini peneliti mulai menyusun media E-Comic Edukasi. Adapun bagian-
1) Bagian Pembuka
dengan menggunakan aplikasi Paint Tools SAI dalam proses pembuatan gambar
yang ada pada cover terlihat ketiga orang anak yang sedang melakukan kegiatan
mendukung akan kegiatan menanam pohon. Penulisan kata pada kalimat di judul “
Lingkungan Sahabat Kita Ayo Menjaga Siklus Air” menggunakan Font Komika
menggunakan font komika dengan ukuran font 14 pt, dan penulisan kalimat “
Untuk SD/MI Kelas V” juga menggunakan Font Komika dengan ukuran font 14
pt.
64
Pada bagian isi, materi yang ada pada gambar 4.6 menjelaskan tentang proses
siklus air yang menyebabkan air selalu ada di bumi ini. Isi materi misalnya “Pada
saat hujan turun, butiran air tersebut akan menuju pori-pori tanah dan air meresap
menjadi air tanah. Kemudian air yang ada di dalam tanah akan keluar menjadi
mata air, seperti sumur.” dibuat dalam bentuk balon kata dengan menggunakan
aplikasi Corel Draw X7 dengan Font Komika dan ukuran huruf 14 pt. Gambar-
3) Bagian Penutup
Pada bagian penutup, tampilan sampul belakang pada gambar 4.7 menjelaskan
manfaat dari penggunaan media E-Comic Edukasi bagi peserta didik Kelas V
Tahap validasi ahli ini dilakukan peneliti untuk memvalidasi isi materi dan
desain pada media E-Comic Edukasi. Validasi ahli dilakukan untuk mengetahui
dikembangkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan peneliti. Validasi media
pembelajaran E-Comic Edukasi ini dilakukan oleh satu dosen ahli materi dan satu
dosen ahli media. Hasilnya berupa masukkan dan saran yang dapat digunakan
peneliti sebagai dasar untuk melakukan analisis dan revisi terhadap media yang
telah dikembangkan.
dalam media E-Comic Edukasi yang dilakukan oleh ahli materi. Ahi materi dalam
validasi ini adalah Bapak Faisal, [Link]., [Link]., dosen di Prodi Pendidikan Guru
mendapatkan informasi, kritik, dan saran agar media E-Comic Edukasi yang
66
dikembangkan oleh peneliti menjadi produk yang berkualitas dan layak digunakan.
Tahap Pertama dilakukan penilaian validasi materi oleh Bapak Faisal, [Link].,
[Link]., yang dilaksanakan pada hari Senin, 7 Juni 2021. Adapun hasil instrumen
Total skor yang diperoleh dari penilaian yang dilakukan bersama ahli materi
Rumus :P=
Jika :P=
= 3.86
Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata nilai validasi ahli materi tahap1 di atas
memproleh skor 3.8 dengan kategori layak, dan memperoleh persentase kelayakan
dengan skor 77.3%. Dapat dilihat kembali pedoman pada Tabel 3.10 Klasifikasi
Hasil Penilaian, bahwa materi dinyatakan layak dan perlu di revisi kembali.
Adapun saran dari ahli materi yaitu konsistensi menggunakan istilah, jenis font
perbaiki dan sesuaikan dengan ejaan yang benar serta tanda baca banyak yang
67
harus diperbaiki. Berdasarkan saran yang diberikan oleh Bapak Faisal, [Link],
[Link]., maka media E-Comic Edukasi diperbaiki sesuai dengan saran ahli materi.
Selanjutnya validasi tahap kedua yang dilaksanakan pada hari Senin 14 Juni
2021. Berikut ini hasil instrumen validasi tahap kedua media E-Comic Edukasi ada
Total skor yang diperoleh dari penilaian yang dilakukan bersama ahli materi
Rumus :P=
Jika :P=
= 4.53
memperoleh skor sebanyak 4.53 dengan kategori sangat layak, dan memperoleh
persentase hasil kelayakan dengan skor 91%. Dapat dilihat kembali pedoman pada
Tabel 3.10 Klasifikasi Hasil Penilaian, bahwa materi dinyatakan sangat layak dan
tidak perlu di revisi kembali. Kedua hasil validasi materi dari Bapak Faisal,
jelasnya dapat dilihat diagram perbandingan validasi ahli materi tahap 1 dan validasi
Berdasarkan diagram 4.1 di atas menunjukkan bahwa hasil validasi ahli materi
tahap I memperoleh persentase 77% dan pada validasi ahli materi tahap II
memperoleh skor persentase 91%. Pada perbandingan hasil validasi ini, hasil
validasi tahap II menunjukkan peningkatan pada tahap sebelumnya sebesar 14%.
Oleh sebab itu, validasi ahli materi sudah layak digunakan dalam pembelajaran.
dikembangkan yaitu media E-Comic Edukasi yang dilakukan oleh ahli media. Ahli
media dalam validasi ini adalah Bapak Sugianto, [Link] dosen di Prodi Pendidikan
Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Medan. Validasi dilakukan untuk
mendapatkan informasi, kritik, dan saran agar media yang dikembangkan oleh
peneliti menjadi produk yang berkualitas dan layak digunakan. Validasi ini
[Link]., yang dilaksanakan pada hari Senin, 7 Juni 2021. Adapun hasil instrumen
pertama dapat dilihat pada tabel 4.6 di bawah ini sebagai berikut:
69
Total skor yang diperoleh dari penilaian yang dilakukan bersama ahli media
Rumus :P=
Jika :P=
= 4.53
skor 4.53 dengan kategori sangat layak, dan pada persentase kelayakan
memperoleh skor 91%. Dapat dilihat kembali pedoman pada Tabel 3.10
Klasifikasi Hasil Penilaian bahwa media dinyatakan sangat layak dan tidak perlu
revisi sebab berada pada rentang skor ketercapaian 81%-100%. Selain itu validator
aspek desain media sudah oke dan menarik. Tentunya komentar validator dapat
Kemudian hasil validasi ahli materi dan ahli media dapat dilihat dalam bentuk
Media E-Comic Edukasi yang dikembangkan melalui validasi oleh ahli materi
dan ahli media, sebelum di uji coba kan. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli
materi dan ahli media terdapat beberapa bagian pada materi pembelajaran yang
harus diperbaiki. Revisi dilakukan mengacu pada saran, komentar, dan hasil
validasi ahli materi dan ahli media. Adapun revisi yang dilakukan adalah sebagai
berikut:
yang awalnya tidak ada dicantumkan untuk kelas V SD/MI, kata E-Comic
Comic Edukasi dapat dilihat pada gambar 4.8 di bawah ini sebagai berikut:
71
peneliti berdasarkan saran ahli materi dapat dilihat pada gambar 4.9 di bawah
kelebihan E-Comic Edukasi dapat dilihat pada gambar 4.10 di bawah ini
sebagai berikut:
72
kelebihan E-Comic Edukasi yang telah direvisi peneliti berdasarkan saran ahli
materi dapat dilihat pada gambar 4.11 di bawah ini sebagai berikut:
3) Berdasarkan saran dari ahli materi maka bagian tokoh cerita terlalu rapat
penjelasan sedikit karakter dari setiap tokoh cerita agar para pembaca
bagian tokoh ceritanya dapat dilihat pada gambar 4.12 di bawah ini
sebagai berikut:
diberikannya spasi antar tokoh cerita dan menuliskan watak atau karakter dari
setiap tokoh cerita. Adapun bagian tokoh cerita yang telah direvisi peneliti
berdasarkan saran ahli materi dapat dilihat pada gambar 4.13 di bawah ini
sebagai berikut:
74
4) Ahli materi memberikan saran bahwa pada bagian daftar isi ada beberapa
Adapun bagian daftar isi E-Comic Edukasi dapat dilihat pada gambar 4.14
Berdasarkan saran dari ahli materi maka pada bagian daftar isi kata E-comic
sudah di miringkan penulisannya. Adapun bagian daftar isi yang telah direvisi
peneliti berdasarkan saran ahli materi dapat dilihat pada gambar 4.15 di bawah
koma, tanda seru, tanda tanya sudah dicantumkan, dan sudah mencantumkan
revisi peneliti berdasarkan saran ahli materi dapat dilihat pada gambar 4.17
penulisan episode 1 dapat dilihat pada gambar 4.18 di bawah ini sebagai
berikut:
peneliti berdasarkan saran ahli materi dapat dilihat pada gambar 4.19 di bawah
7) Ahli materi memberikan saran bahwa pada bagian isi pembelajaran pada
halaman 1 yaitu dengan menambahkan tanda baca seperti titik dan koma
yang harus diperbaiki, penggunaan jenis font, dan membuat huruf kapital
menambahkan tanda baca seperti titik, koma, tanda seru, dan tanda pada akhir
kalimat, penggunaan font sudah diganti dengan jenis font komika, dan membuat
huruf kapital di awal kalimat. Adapun bagian isi pembelajaran halaman 1 yang
telah direvisi peneliti berdasarkan saran ahli materi dapat dilihat pada gambar
8) Ahli materi memberikan saran bahwa pada bagian sampul belakang tidak
belakang dapat dilihat pada gambar 4.22 di bawah ini sebagai berikut:
Berdasarkan saran ahli materi maka pada bagian sampul belakang kata E-Comic
peneliti berdasarkan saran ahli materi dapat dilihat pada gambar 4.22 di bawah
kelas V-C, dalam penelitian ini peneliti melakukan uji coba pada 15 Juni 2021 di
SDN 060954 Terjun. Hasil uji coba digunakan sebagai patokan untuk melihat
Penilaian hasil respon siswa dilakukan dengan menggunakan uji coba skala
besar yang mengarah kepada seluruh siswa kelas V-C yang berjumlah 28 siswa.
Hall ini dilakukan guna mengetahui kepraktisan media E-Comic Edukasi yang
telah dikembangkan oleh peneliti. Uji tersebut dilakukan pada hari selasa, 15 Juni
2021 melalui pengisian angket respon siswa yang sudah dibagikan secara langsung
81
kepada siswa dengan menerapkan skala Guttman yang terdiri dari dua kategori
pilihan jawaban yaitu Ya atau Tidak. Hasil penilaian respon siswa dapat
Berdasarkan hasil uji coba skala besar yang dilakukan di SDN 060954 Terjun
bahwa rata-rata persentase hasil dari penilaian angket respon siswa memperoleh
skor 85.36% dengan kategori sangat layak. Maka dari itu, media E-Comic Edukasi
Tanggapan praktisi pendidikan yang dilakukan oleh guru kelas V-C yang
mengajar di SDN 060954 Terjun, yaitu Ibu Megawati, [Link]. dilaksanakan pada
hari rabu, 16 juni 2021. Penilaian ini dilakukan untuk meningkatkan kesesuaian
media, desain dan isi media E-Comic Edukasi terhadap perkembangan siswa,
kualitas tampilan desain, dan pemaparan media sedua sesuai dalam mendukung
Comic Edukasi untuk praktisi pendidikan (guru kelas V-C) pada setiap aspek
dilakukan di SDN 060954 Terjun, pada aspek tampilan memperoleh skor rata-rata
dengan persentase 95,5%, pada aspek penyajian memperoleh skor rata-rata 4,60
dengan persentase 96,5%, pada aspek isi memperoleh skor rata-rata 4,50 dengan
persentase 95,5%, pada aspek bahasa memperoleh skor rata-rata 3,50 dengan
persentase 85,5% dan pada aspek penggunaan memperoleh skor rata-rata 4,50
Dunia saat ini menghadapi pandemi global yang disebabkan oleh penyebaran
covid-19, tentunya hal ini berdampak pada proses penyebaran yang dilakukan
peneliti. Tahap penyebaran ini dilakukan terbatas hanya di SDN 060954 Terjun
pada tanggal 17 juni 2021 yang diterima oleh guru dan siswa yang berjumlah 28
4.2 Pembahasan
media E-Comic Edukasi yang dikembangkan pada tema 8 lingkungan sahabat kita.
Tujuan penelitian ini adalah supaya peneliti dapat melihat bagaimana tanggapan
peserta didik dan kelayakan media. Media ini dibuat berdasarkan kompetensi dasar
dan indikator yang sesuai dengan kurikulum 2013. Gambar-gambar yang ada
model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D dari
(disseminate).
060954 Terjun Medan Marelan. Pada tahap ini peneliti melakukan analisis awal-
akhir yaitu dengan melakukan wawancara kepada guru kelas V-C. Data
berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas V-C bahwa media pembelajaran
yang digunakan pada saat pembelajaran yakni media gambar-gambar yang di print
saja. Namun media yang digunakan kurang efektif dalam menyampaikan materi
siklus air dan dampaknya bagi peritiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup
84
yang terdapat pada tema 8 lingkungan sahabat kita subtema 3 usaha pelestarian
Comic Edukasi. Langkah berikutnya adalah analisis peserta didik, hal ini
penelitian ini bertugas untuk menganalisa tugas-tugas yang harus dikuasai peserta
penentuan isi materi yang akan dikembangkan oleh peneliti. Setelah membuat
Tahap kedua dalam penelitian ini yaitu tahap perancangan. Tahap perancangan
dilakukan dengan pemilihan media. Pemilihan media ini bertujuan untuk dapat
rancangan isi pembelajaran, memilih pendekatan yang ada pada RPP, sumber
belajar, penggunaan jenis font, penetapan ukuran font dan isi dari media E-Comic
sudah disusun konsepnya pada tahapan design atau perancangan. Dimulai dengan
memilih panel yang akan dibuat dalam E-Comic Edukasi dengan menggunakan
aplikasi Paint Tool SAI. Bagian pembuka E-Comic merupakan cover E-Comic
disesuaikan dengan materi yang ada pada tema 8 lingkungan sahabat kita. Bagian
isi E-Comic terdiri dari 1 tema yaitu tema 8 lingkungan sahabat kita dengan 3
epsiode. Episode pertama menjelaskan materi siklus air yang menyebabkan air
selalu ada di bumi, episode kedua menjelaskan materi pelestarian lingkungan yaitu
dengan aksi menanam pohon, dan eposide ketiga menjelaskan materi dampak
siklus air bagi peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup. Penjelasan
setiap materi selalui disertai gambar dengan naskah cerita yang diperankan dengan
tokoh cerita seperti Ali, Riski, Toni, Ibu Ana, Kak Ara dan Pak Jamal. Setelah
selesai membuat media E-Comic Edukasi maka dilanjutkan pada tahap validasi
yaitu validasi ahli materi dan validasi ahli media. Kedua validasi ini dilaksanakan
untuk mendapatkan kritik, masukan dan saran terhadap media E-Comic Edukasi
dalam penggunaan istilah, dan jenis font yang digunakan dalam E-Comic Edukasi
dari validator. Dan melakukan penilaian kelayakan serta kevalidan media sehingga
Tahap terakhir yaitu penyebaran (disseminate) dalam tahap ini media yang
telah dinyatakan layak dan dipakai sebagai media pembelajaran untuk peserta
didik yang berjumlah 28 siswa dan guru kelas V-C. Peneliti menyebarkan media
E-Comic Edukasi pada hari Rabu 17 Juni 20121 di 1 sekolah saja yaitu di SDN
validasi, dilanjutkan dengan kegiatan validasi yang terdiri dari 2 orang validasi ahli
yaitu ahli media dan ahli materi. Berdasarkan hasil diskusi dan saran-saran dari
dosen ahli materi seperti, konsistensi menggunakan istilah, mengganti jenis font,
dan penggunaan tanda baca yang benar sesuai dengan EYD. Media pembelajaran
kemudian direvisi. Revisi yang dilakukan pada dosen ahli materi ada dua tahap
terutama yang berkaitan dengan isi materi dan bahasa media pembelajaran yang
yang telah dibuat dengan memasukan segala saran yang diberikan oleh validator
ahli materi atau memberikan pertimbangan dari hasil diskusi yang sudah
dilaksanakan perlu atau tidaknya untuk direvisi. Sedangkan pada validasi ahli
Hasil validasi pertama yang dinilai dosen ahli materi memperoleh skor rata-
rata 3,86 dengan persentase kelayakan 77,3%. Maka dari ini diperlukan revisi dan
melakukan validasi tahap kedua. Adapun hasil perhitungan rata-rata pada validasi
ahali materi tahap kedua memperoleh 4,53 dengan persentase kelayakan 91% yang
validasi yang dilakukan ahli media diperoleh pada aspek psikologis, desain, isi,
penyajian dan tampilan. Dan hasil validasi yang dinilai oleh dosen ahli media
hasil penilaian validasi yang telah di validasikan oleh dosen ahli bahwa media
pembelajaran yang dikembangkan sudah valid. Hal ini berarti media yang
dikembangkan sudah baik dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi
peserta didik.
Media yang telah dinyatakan valid dan layak di uji cobakan ke lapangan
praktikalitas melihat sejauh mana guru dan siswa dapat menggunakan media
telah dikembangkan praktis atau tidak, dilakukan uji coba pada peserta didik kelas
Setelah media dinyatakan sangat layak dari para ahli, maka selanjutkan
dilakukan uji coba skala besar kepada siswa kelas V SDN 060954 Terjun.
Penilaian di uji coba skala besar dilakukan dengan melibatkan 28 siswa dari SDN
060954 Terjun.
respon siswa yaitu 85,36%. Perolehan ini termasuk dalam katerigori sangat layak.
Tangappan dari pesrta didik ini memiliki respon yang baik tentang media
yang dilakukan oleh praktisi pendidikan yaitu guru kelas V-C dSDN 060954
Terjun. Berdasarkan tabel 4.8 diperoleh aspek tampilan memperoleh skor rata-rata
dengan persentase 95,5%, pada aspek penyajian memperoleh skor rata-rata 4,60
dengan persentase 96,5%, pada aspek isi memperoleh skor rata-rata 4,50 dengan
persentase 95,5%, pada aspek bahasa memperoleh skor rata-rata 3,50 dengan
persentase 85,5% dan pada aspek penggunaan memperoleh skor rata-rata 4,50
aspek adalah 93,7% dengan kriteria sangat layak digunakan pada siswa kelas V
SDN 060954 Terjun Medan Marelan. Sesuai dengan tabel 4.8 produk media E-
88
Comic Edukasi dinyatakan dalam kategori sangat layak, hal tersebut diperkuat
dengan penilaian dari pendidik bahwa produk yang telah dikembangkan telah
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pengembangan dan uji coba media pembelajaran yang telah
validator ahli materi melalui 2 tahap yaitu pada tahap I memperoleh skor rata-
rata 3,86 dengan persentase kelayakan 77, 3% dengan kategori layak dan perlu
direvisi kembali. Pada validasi ahli materi tahap II memperoleh skor rata-rata
4,43 dengan persentase kelayakan 91% dan termasuk kedalam kategori sangat
layak sehingga tidak perlu melakukan revisi. Sedangkan validasi ahli media
dilakukan 1 tahap saja yaitu memperoleh skor 4,53 dengan persentase kelayakan
2. Respon peserta didik kelas V-C memperoleh rata-rata persentase hasil dari
penilaian angket respon siswa memperoleh skor 85.36% dengan kategori sangat
layak. Dan respon pendidik (guru kelas V-C) memperoleh skor rata-rata dari
keseluruhan aspek adalah 93,7% dengan kriteria sangat layak. Hasil ini
pembelajaran.
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian pengembangan dan uji coba media pembelajaran yang
89
1. Bagi Guru
Edukasi dapat digunakan sebagai belajar peserta didik dalam proses pembelajaran.
memahami materi siklus air dan dampaknya bagi peristiwa di bumi serta
3. Bagi Sekolah
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut lagi untuk memperoleh data, masukan,
saran yang lebih banyak lagi agar menggunakan Media Pembelajaran E-Comic
90
DAFTAR PUSTAKA
Atikah, Sella. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Lembar Kerja Peserta Didik (Lkpd)
Menggunakan Coreldraw X7 Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
(Ski) Materi Dakwah Nabi Muhammad Saw Kelas IV SD/MI. Skripsi. Lampung:
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Arikunto,S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Farah Savila, dkk. (2018). Pengembangan Komik Biografi Sir Issac Newton Sebagai
Media Pembelajaran Fisika Menggunakan Aplikasi Paint Tool SAI. Jurnal
Untirta, 4(2), 36-45.
Hengkang Bara Saputro & Soeharto. (2015). Pengembangan Media Komik Berbasis
Pendidikan Karakter Pada Pembelajaran Tematik-Integratif Kelas IV SD. Jurnal
Prima Edukasia. 3(1), 61-72.
Musfiqon. (2012). Pengembangan Media Belajar Dan Sumber Belajar. Malang: Prestasi
Pustakakarya.
Rendana, Fitri. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berupa Kartu Domino
Pada Materi Struktur Dan Fungsi Tumbuhan Kelas Iv SD/MI. Skripsi. Lampung:
Universitas Islam Negeri Raden Intan.
Sanjaya, W. (2013). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
92
Saputri, Adek. (2016). Efektivitas Penggunaan Media Komik Kartun Terhadap Hasil
Belajar Fisika Siswa Sma Negeri 2 Tambusai. Skripsi. Pasir Pengaraian:
Universitas Pasir Pengaraian
LAMPIRAN
berserta jawaban dari guru kelas V-C di SDN 060954 Terjun sebagai
berikut:
Guru Kelas
Megawati, [Link].
NIP.197801212014112003
95
A. Pengantar
Bapak/Ibu yang terhormat, dimohon kesediaannya untuk mengisi instrumen ini.
Instrumen ini dimaksudkan untuk memvalidasi angket ahli materi dengan judul
“Pengembangan Media E-Comic Edukasi Tema Lingkungan Sahabat Kita Subtema Usaha
Pelestarian Lingkungan Pada Siswa Kelas V SDN 060954 TERJUN T.A 2020/2021”. Untuk
itu dengan hormat peneliti mohon kesediaan Bapak/Ibu validator untuk mengisi instrumen
sesuai dengan produk yang dikembangkan. Atas semua informasi/data yang telah Bapak/Ibu
berikan, penulis ucapkan terimakasih.
B. Petunjuk
Dibawah ini terdapat sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan angket ahli
materi yang dikembangkan. Maka penulis berharap Bapak/Ibu Validator dapat untuk
memberikan skor pada setiap butir pernyataan dengan memberi ceklis (√) pada alternatif
jawaban yang tersedia, serta mengisi kolom saran jika ada masukan demi perbaikan dan
kesempurnaan hasil pengembangan produk berupa “Media E-Comic Edukasi”.
Contoh Pengisian
C. Penilaian
No. Pernyataan Skala Penelitian
1 2 3 4 5
Kejelasan
1. Kejelasan judul lembar angket √
2. Kejelasan butir pernyataan √
3. Kejelasan petunjuk pengisian angket √
Ketepatan Isi
4. Ketepatan pernyataan dengan jawaban yang √
Diharapkan
Relevansi
5. Pernyataan berkaitan dengan tujuan penelitian √
6. Pernyataan sesuai dengan aspek yang ingin √
Dicapai
Kevalidan Isi
7. Pernyataan mengungkapkan informasi yang √
benar
Tidak ada bias
8. Pernyataan berisi satu gagasan yang lengkap √
Ketepatan Bahasa
9. Penggunaan bahasa secara efektif dan efisien √
𝑁
P = x 100 %
50
55
= x 100 %
= 90,9
= 91
KeteKKeterangan:
SURAT KETERANGAN
VALIDASI
Pembelajaran :2
dianutnya.
bermain.
bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis dalam karya yang
perkembangannya.
130
3.8 Menguraikan urutan peristiwa atau 3.8.1 Mengetahui urutan peristiwa atau
tindakan yang terdapat pada teks non tindakan pada teks non fiksi
fiksi
Muatan : Ipa
3.8 Menganalisis siklus air dan dampaknya 3.8.1 Menguraikan siklus air dan
4.8 Membuat karya tentang skema siklus 4.8.1 Menghasilkan skema siklus air
air berdasarkan informasi dari berbagai dan dampaknya bagi peristiwa di bumi
Muatan : Sbdp
cerita
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
2. Melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi, siswa dapat membaca / menceritakan
3. Melalui kegiatan berdiskusi siswa dapat menguraikan siklus air dan dampaknya pada
4. Melalui kegiatan membaca dan mengamati siswa dapat membuat skema siklus air
5. Melalui kegiatan pengamatan dan diskusi siswa mampu menjelaskan makna dari cerita
bergambar.
6. Melalui kegiatan mengamati, siswa menentukan tema untuk membuat cerita bergambar
dengan baik.
D. MATERI PEMBELAJARAN
Pendekatan : Saintifik
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
siswa.
berikut :
diskusi di kelas.
secara bergantian
whattsapp grup.
Lingkungan
hari ini.
hari ini
2. Sumber : Buku guru tema 8 Lingkungan Sahabat Kita Buku Tematik Terpadu
Lampiran 15 DOKUMENTASI
135
Pada uji coba skala besar peneliti menjelaskan sedikit cara penggunaan
media E-Comic Edukasi
136
Siswa menjelaskan makna dari salah satu episode yang terdapat dalam
media E-Comic Edukasi
137