Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Katarak merupakan penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di dunia.

Di anatara beberapa jenis katarak, katarak senilis merupakan jenis katarak yang paling banyak ditemukan. Katarak senilis merupakan semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut, yaitu usia di atas 50 tahun. Pada tahun 2002, WHO memperkirakan katarak menjadi penyebab 17 juta (47,8%) kebutaan dari 37 juta kebutaan di seluruh dunia, dan ini diperkirakan akan meningkat menjadi 40 juta pada 2020. Katarak ditemukan pada sekitar 10% orang Amerika Serikat. Prevalensi ini meningkat sampai sekitar 50% untuk mereka yang berusia antara 65 dan 74 tahun serta sampai sekitar 70%untuk usia lebih dari 75 tahun. 2 Di Indonesia pada tahun 1991 didapatkan prevalensi kebutaan 1,2% dengan kebutaan karena katarak sebesar 0,67%. Pada tahun 1996 angka kebutaan meningkat 1,47%. Tahun 2005 dilaporkan bahwa daerah pedesaan di Indonesia memiliki prevalensi katarak tertinggi di daerah Asia tenggara. 1.2 Batasan Masalah Makalah ini membahas tentang definisi, epidemiologi, etiologi, patogenesis, klasifikasi, diagnosis, tatalaksana dan prognosis dari katarak senilis. 1.3. Tujuan penulisan Makalah ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara mendiagnosis dan menatalaksana pasien dengan katarak senilis. 1.4 . Metode penulisan Metode yang dipakai pada penulisan makalah ini adalah melalui tinjauan kepustakaan yang merujuk kepada berbagai literatur.

dimana penglihatan seperti tertutup air tejun akibat lensa yang keruh. yaitu usia di atas 50 tahun. Sesuai dengan bertambahnya usia. yang menghubungkannya dengan korpus siliaris. korteks dan nukleus. 35% protein.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Kapsul lensa adalah suatu membran semipermeabel yang dapat dilewati air dan elektrolit. Katarak senilis adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut.1 Definisi Katarak berasal dari bahasa Yunani katarrhakies. Kandungan kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan jaringan lain. Lensa terdiri dari kapsul.2 Anatomi dan Fisiologi Lensa Lensa adalah suatu struktur bikonveks. Dalam bahasa Indonesia disebut bular. Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa. Asam askorbat dan glutation terdapat dalam bentuk teroksidasi maupun tereduksi. serat-serat lamelar subepitel terus diproduksi sehingga lensa lama-kelamaan menjadi kurang elastic. dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di jaringan tubuh lainnya. Disebelah anterior lensa terdapat humos aquos dan disebelah posterior terdapat viterus. serat lamelar.3 2. Lensa terdiri dari 65% air. lapisan epitel. avaskular dan transparan. Lensa digantung oleh zonula. denaturasi protein lensa atau terjadi akibat kedua-duanya.1 . Lensa mendapatkan suplai nutrisi dari aqueous humor. Inggris cataract dan Latin cataracta yang berarti air terjun. Tebalnya sekitar 4 mm dan diameter 9 mm.

Epitel Lensa Tepat di belakang kapsul anterior lensa terdapat satu lapis sel-sel epitel. Kapsul ini mengandung isi lensa serta mempertahankan bentuk lensa pada saat akomodasi.Gambar 1. seperti sintesis DNA. Akomodasi terjadi akibat perubahan lensa oleh aksi badan silier terhadap . lalu serat baru akan terbentuk dan akan menekan serat-serat lama untuk berkumpul di bagian tengah lensa. Sel-sel epitel ini dapat melakukan aktivitas seperti yang dilakukan sel-sel lainnya. Serat-serat paling tua yang terbentuk merupakan lensa fetus yang diproduksi pada fase embrionik dan masih menetap hingga sekarang. Sel-sel epitel yang baru terbentuk akan menuju equator lalu berdiferensiasi menjadi serat lensa. Serat-serat yang baru akan membentuk korteks dari lensa. Anatomi Lensa a. c. b. Kapsul Kapsul lensa merupakan membran dasar yang elastis dan transparan tersusun dari kolagen tipe IV yang berasal dari sel-sel epitel lensa.2 Mekanisme yang dilakukan mata untuk merubah fokus dari benda jauh ke benda dekat disebut akomodasi. protein dan lipid. Nukleus dan Korteks Sel-sel berubah menjadi serat. RNA. Sel-sel tersebut juga dapat membentuk ATP untuk memenuhi kebutuhan energi lensa. Bagian paling tebal kapsul berada di bagian anterior dan posterior zona preequator dan bagian paling tipis berada di bagian tengah kutub posterior.

kekakuan yang terjadi di nukleus lensa secara klinis mengurangi daya akomodasi. hanya 50 operasi per satu juta penduduk.5 juta penduduk Amerika yang berusia 40 tahun ke atas. Setelah umur 30 tahun.2 Di Indonesia pada tahun 1991 didapatkan prevalensi kebutaan 1. Teori ”A free radical” Free radical terbentuk bila terjadi reaksi intermediate reaktif kuat.2 2. Diperkirakan 2. WHO memperkirakan katarak menjadi penyebab 17 juta (47. Saat otot silier berkontraksi. Ketika otot silier berkontraksi. 2. Teori mutasi spontan.5 juta operasi katarak dilakukan di Amerika Serikat pada 2004 atau lebih besar dari 8000 operasi katarak per satu juta penduduk. Saat otot silier relaksasi. Imunologis.47%. Free radical dengan molekul normal mengakibatkan degenerasi. Pada tahun 1996 angka kebutaan meningkat 1. serat zonular relaksasi mengakibatkan lensa menjadi lebih cembung. serat zonular menegang. Jaringan embrio manusia dapat membelah diri 50 kali → mati. kekuatan dioptri meningkat. atau 1 di antara 6 orang menderita penyakit ini. dengan bertambah usia akan bertambah cacat imunologik yang mengakibatkan kerusakan sel. Pada tahun 2002. Tahun 2005 dilaporkan bahwa daerah pedesaan di Indonesia memiliki prevalensi katarak tertinggi di daerah Asia tenggara.2% dengan kebutaan karena katarak sebesar 0. katarak merupakan penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di dunia. - - .serat-serat zonula. Katarak diderita oleh 20. ketebalan axial lensa meningkat. Sedangkan di negara berkembang. dan terjadi akomodasi.4.3 Epidemiologi Berdasarkan data WHO.67%. Etiologi dan Patofisiologi Penyebab terjadinya katarak senilis hingga saat ini belum diketahui secara pasti.8%) kebutaan dari 37 juta kebutaan di seluruh dunia. dan ini diperkirakan akan meningkat menjadi 40 juta pada 2020. Terdapat beberapa teori konsep penuaan menurut Ilyas (2005) sebagai berikut: - Teori putaran biologik (“A biologic clock”). lensa lebih pipih dan kekuatan dioptri menurun.

yaitu : katarak nuklear. Klasifikasi Katarak Senilis4 Berdasarkan letaknya dikenal ada 3 bentuk katarak senilis. sinar ultraviolet lama kelamaan merubah protein nukleus (histidin. sistein dan tirosin) lensa. Korteks tidak berwarna karena: Kadar asam askorbat tinggi dan menghalangi fotooksidasi. kortikal dan subkapsularis posterior. triptofan. Ahli biokimia mengatakan terjadi pengikatan bersilang asam nukleat dan molekul protein sehingga mengganggu fungsi.5. Perubahan lensa pada usia lanjut :3 1. Katarak Nuklear 2. 1. metionin.3 2. Serat lensa: - . Sinar tidak banyak mengubah protein pada serat muda.- Free radical dapat dinetrralisasi oleh antioksidan dan vitamin E Teori “A Cross-link”. Epitel → makin tipis - 3. sedang warna coklet protein lensa nukleus mengandung histidin dan triptofan dibanding normal. Kekeruhan lensa dengan nukleus yang mengeras akibat usia lanjut biasanya mulai terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. Kapsul Menebal dan kurang elastis (1/4 dibanding anak) Mulai presbiopia Bentuk lamel kapsul berkurang atau kabur Terlihat bahan granular Sel epitel (germinatif) pada ekuator bertambah besar dan berat Bengakak dan fakuolisasi mitokondria yang nyata Lebih iregular Pada korteks jelas kerusakan serat sel Brown sclerotic nucleus.

Katarak ini menyebabkan kesulitan membaca. yang menyebabkan opasiti sentral. Katarak Kortikal Katarak menyerang lapisan yang mengelilingi nukleus atau korteks. Nukleus cenderung menjadi gelap dan keras (sklerosis). kondisi ini hanya mempengaruhi fungsi visual secara minimal. Secara umum. silau. penglihatan merasa silau. topical. Keluhan yang biasa terjadi yaitu penglihatan jauh dan dekat terganggu. Bentuk ini merupakan bentuk yang paling banyak terjadi.Beberapa tingkat sklerosis nuclear dan kekuningan pada lensa adalah normal pada pasien dewasa yang telah melewati usia pertengahan. Bagaimanapun. terutama warna biru dan ungu. pandangan kabur pada kondisi cahaya terang. Katarak kortikal biasanya bilateral tetapi sering asimetris. Terdapat wedge-shape opacities/cortical spokes atau gambaran seperti ruji.. paparan radiasi ion. katarak subkapsular posterior adalah salah satu dari tipe utama katarak yang berhubungan dengan penuaan. Biasanya mulai timbul sekitar usia 40-60 tahun dan progresivitasnya lambat. Meskipun biasanya bilateral. namun biasanya asimetris. Biasanya mulai timbul sekitar usia 40-60 tahun dan progresivitasnya cepat. bahkan pandangan baca dapat menjadi lebih baik yang disebut juga sebagai second sight. Banyak pada penderita DM. Biasanya mulai timbul sekitar usia 60-70 tahun dan progresivitasnya lambat. . Pandangan jauh lebih dipengaruhi daripada pandangan dekat (pandangan baca). ini bisa juga terjadi sebagai akibat dari trauma. 3. sulit menyetir pada malam hari . berubah dari jernih menjadi kuning sampai coklat. Penghambuaran cahaya dan kekuningan yang parah disebut sebagai katarak nuklear. 2. dan alkholisme. Pada keadaan awal. penggunaan kortikosteroid jangka panjang (sistemik. Perubahan kekuningan dan kecoklatan yang progresif pada lensa menyebabkan diskriminasi warna yang buruk. Katarak Subkapsular Posterior atau Kupuliformis Bentuk ini terletak pada bagian belakang dari kapsul lensa. inflamasi. atau intraokuler). khususnya terhadap spectrum warna biru sehingga penderita mengalami kesulitan membedakan warna. Katarak subkapsularis posterior lebih sering pada kelompok usia lebih muda daripada katarak kortikal dan katarak nuklear.

matur dan hipermatur.Perbedaan stadium katarak senilis. Bentuk ini kadang-kadang menetap untuk waktu yang lama. Katarak Intumesen. Vakuol mulai terlihat di dalam korteks. Masuknya air ke dalam celah lensa mengakibatkan lensa menjadi bengkak dan besar yang akan mendorong iris sehingga bilik mata menjadi dangkal dibanding dengan keadaan .3 Kekeruhan Cairan lensa Iris Bilik mata Depan Sudut bilik Normal Mata Iris shadow Negatif Test Uveitis + Penyulit Glaukoma Glaukoma Positif Negatif Pseudopos Sempit Normal Terbuka Insipien Ringan Normal Normal Normal Imatur Sebagian Bertambah Terdorong Dangkal Matur Seluruh Normal Normal Normal Hipermatur Masif Berkurang Tremulans Dalam 1.3 2.Katarak senilis secara klinik dikenal dalam empat stadium yaitu insipien. Pada katarak intumesen terjadi kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa yang degeneratif menyerap air. Kekeruhan ini dapat menimbulkan polipia oleh karena indeks refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa. imatur. Pada katarak subkapsular posterior. celah terbentuk antara serat lensa dan korteks berisi jaringan degeneratif (benda Morgagni) pada katarak isnipien. intumesen.3 Tabel 2. kekeruhan mulai terlihat anterior subkapsular posterior. Katarak Insipien Pada katarak stadium insipien terjadi kekeruhan mulai dari tepi ekuator menuju korteks anterior dan posterior (katarak kortikal).

3 5. Bilik mata depan akan berukuran kedalaman normal kembali. Masa lensa yang berdegenerasi kelur dari kapsul lensa sehingga lensa menjadi mengecil.3 3. sehingga terjadi glaukoma sekunder. Manifestasi Klinis Gejala katarak senilis biasanya berupa keluhan penurunan tajam penglihatan secara .normal. yang memberikan miopisasi.6. Katarak Imatur Pada katarak senilis stadium imatur sebagian lensa keruh atau katarak yang belum mengenai seluruh lapis lensa. Pencembungan lensa ini akan dapat memberikan penyulit glaukoma.3 4. Keadaan ini disebut sebagai katarak Morgagni.3 2. Pada pemeriksaan terlihat bilik mata dalam dan lipatan kapsul lensa. sehingga lensa kembali pada ukuran yang normal. maka korteks akan memperlihatkan bentuk sebagai sekantong susu disertai dengan nukleus yang terbenam di dalam korteks lensa karena lebih berat. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi korteks hingga lensa akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah. sehingga uji bayangan iris negatif. Pada pemeriksaan slitlamp terlihat vakuol pada lensa disertai peregangan jarak lamel serat lensa. Katarak Hipermatur Pada katarak stadium hipermatur terjadi proses degenerasi lanjut. dapat menjadi keras atau lembek dan mencair. tidak terdapat bayangan iris pada lensa yang keruh. Kadang-kadang pengkerutan berjalan terus sehingga hubungan dengan zonula Zinn menjadi kendor. Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat dan mengakibatkan mipopia lentikular. berwarna kuning dan kering. Katarak Matur Pada katarak senilis stadium matur kekeruhan telah mengenai seluruh masa lensa. Bila proses katarak berjalan lanjut disertai dengan kapsul yang tebal maka korteks yang berdegenerasi dan cair tidak dapat keluar. Pada katarak imatur akan dapat bertambah volume lensa akibat meningkatnya tekanan osmotik bahan lensa yang degeneratif. Akan terjadi kekeruhan seluruh lensa yang bila lama akan mengakibatkan kalsifikasi lensa. Pada keadaan lensa mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil. Bila katarak imatur atau intumesen tidak dikeluarkan maka cairan lensa akan keluar. Kekeruhan ini bisa terjadi akibat deposisi ion Ca yang menyeluruh.

iris. Gejala umum gangguan katarak meliputi:4. Penyakit seperti diabetes mellitus dapat menyebabkan perdarahan perioperatif. Peka terhadap sinar atau cahaya. Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu. Memerlukan pencahayaan yang baik untuk dapat membaca. Hal ini bermanfaat dalam pengelolaan pembedahan dan untuk memberikan prognosis pemulihan penglihatan pasien pasca operasi Stadium katarak senilis ditentukan berdasarkan ketajaman penglihatan pasien. seperti diabetes mellitus. 3. Dapat terjadi penglihatan ganda pada satu mata. Katarak insipien ditemukan pada pasien masih bisa membaca pada 20/20 .5 1. pupil.progresif (seperti rabun jauh memburuk secara progresif). dan MRI diperlukan jika dicurigai terdapat kelainan pada bagian posterior dan penglihatan yang kabur akibat katarak. 2. Pemeriksaan laboratorium diminta sebagai bagian dari proses screening pra operasi untu mendeteksi penyakit yang menyertai .7 2. Pasien yang visusnya kurang dari 20/200 dikatakan menderita katarak matur. Penglihatan seakan-akan melihat asap/kabut dan pupil mata tampak berwarna keputihan. Penglihatan tidak jelas. 2. Selanjutnya bisa dilakukan pemeriksaan shadow test untuk menentukan stadium pada penyakit katarak senilis. Diagnosis Diagnosis katarak senilis dibuat berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. dan COA dalam keadaan normal. 5. kornea. 4. Pada pemeriksaan slit lamp biasanya dijumpai keadaan palpebra.8. Pada lensa pasien katarak. didapatkan lensa keruh. Terapi Pembedahan yang dapat digunakan untuk mengangkat lensa: . Dengan demikian deteksi dini harus dilakukan sebelum operasi. hipertensi. Jika lebih dari 20/200. CT SCAN. kataraknya dikatakan imatur. Apabila katarak telah mencapai stadium matur lensa akan keruh secara menyeluruh sehingga pupil akan benar-benar tampak putih. akan tetapi kejernihan dari lensa dapat diperiksa dengan slit lamp. dan penyakit jantung. konjungtiva.7. Pemeriksaan pencitraan pada mata seperti USG. seperti terdapat kabut menghalangi objek.

sebelumnya mata mengalami ablasi retina. yaitu - Penyembuhan luka yang lama Pengembalian penglihatan yang lama Astimagtisme Inkarserasi iris Inkarserasi vitreus8 2. ICCE (Intra Capsular Cataract Extraction): Ekstraksi ini dilakukan dengan mengeluarkan seluruh lensa bersama kapsul. untuk mencegah penyulit pada saat melakukan pembedahan katarak seperti prolaps badan kaca. Penyulit yang dapat timbul pada pembedahan ini yaitu dapat terjadinya katarak sekunder 3. ECCE (Extra Capsular Cataract Extraction) Tindakan pembedahan pada lensa katarak dimana dilakukan pengeluaran isi lensa dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior sehingga massa lensa dan korteks lensa dapat keluar melalui robekan tersebut. . pasca bedah ablasi. Pembedahan ini dilakukan pada pasien katarak muda.1. pasien dengan kelainan endotel.3 Teknik operasi ini sudah lama ditinggalkan karena banyaknya penyulit yang dapat timbul setelah operasi. Dapat dilakukan pada zonula Zinn telah rapuh atau berdegenerasi dan mudah diputus. mata dengan sitoid makular edema. implantasi lensa intra okular. mata dengan presdiposisi untuk terjadinya prolaps badan kaca. kemungkinan akan dilakukan bedah gloukoma. bersama-sama keratoplasti.

75 milimeter saja. tanpa jahitan. resiko infeksi kecil. Fakoemulsifikasi Fakoemulsifikasi merupakan bentuk ECCE terbaru. yang selanjutnya dihisap dengan alat. Dengan teknik ini seberapapun derajat ketipisan katarak operasi dapat dilakukan tanpa harus menunggu matang. Operasi dilakukan dengan bius lokal dan membutuhkan waktu antara 20-30 menit. Keuntungan dari teknik ini adalah luka irisan minimal.3. sehingga pasien lebih puas.8 – 2. dimana orang awam biasa menyebutnya laser katarak. Teknik operasi ini menggunakan gelombang ultrasonik dan hanya perlu membuat luka irisan sekitar 1. Kendalanya adalah biaya untuk operasi fako ini relatif mahal. Pasien tidak perlu rawat inap sesudah dilakukan operasi dan boleh beraktifitas seperti biasa9. penyembuhan lebih cepat. Dengan alat ini lensa dipecah dalam beberapa bagian. Kemudian diteruskan dengan pemasangan lensa tanam lipat (Foldable Intra Oculer Lens). .

Komplikasi Berikut ini adalah komplikasi besar intraoperatif yang ditemukan selama operasi katarak. Perdarahan koroid yang ekspulsif 6. Kamera okuli anterior datar atau dangkal karena luka robek 2.2. Iridodialisis Berikut ini merupakan komplikasi besar post operatif yang ditemukan segera selama operasi katarak. Tertahannya material lensa 7. Hambatan pupil .9. yaitu : 1. Edem kornea 4. Gangguan vitreous dan inkarserasi ke dalam luka 8. Terlepasnya koroid 3. Kamera okuli anterior dangkal atau datar 2. yaitu : 1. yang sering terlihat dalam beberapa hari atau minggu setelah operasi. Perdarahan atau efusi suprakoroid 5. Ruptur kapsul 3.

Perdarahan koroid yang lambat 11. Tekanan intraokuler yang meningkat (sering karena tertahannya viskoelastis) 13.10. Endoptalmitis akut 16. Endoptalmitis kronis 6. Sindrom uveitis-glaukoma-hifema (UGH) Berikut ini adalah komplikasi besar post operatif yang lambat. Terlepasnya retina 15. Hambatan korpus siliar 5. Uveitis kronis 5. Perdarahan suprakoroid 6. Perlekatan vitreokornea dan edem kornea yang persisten 10. Edem makular kistoid 14. Desentrasi dan dislokasi IOL 3. Sindrom Brown-Mc. Edem stroma dan epitel 7. Kesalahan penggunaan kekuatan IOL10 2. Jahitan yang menginduksi astigmatismus 2. terlihat dalam beberapa minggu atau bulan setelah operasi katarak : 1. Lean (edem kornea perifer dengan kornea sentral jernih sangat sering terlihat mengikuti ICCE) 9. Hifema 12. Prognosis .4. Hipotoni 8. Edem kornea dan keratopati bullous pseudopakia 4.

Penyebab utama morbiditas pasca operasi adalah CME (Cystoid Macular Edema) dan faktor utama yang mempengaruhi prognosis penglihatan adalah diabetes mellitus dan retinopati diabetes11 BAB III PENUTUP Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa. ECCE atau fakoemulsifikasi. Terapi pada katarak senilis adalah dengan pembedahan. kortikal dan subkapsularis posterior. Berdasarkan letaknya dikenal ada 3 bentuk katarak senilis. Secara klinis dikenal dalam empat stadium. yaitu insipien. matur dan hipermatur. intumesen. yaitu ICCE.Jika tidak ada penyakit mata lain yang menyertai sebelum operasi yang akan mempengaruhi penglihatan secara visual. ECCE tanpa komplikasi akan memberikan prognosis yang baik. Penglihatan seakan-akan melihat asap/kabut dan pupil mata tampak berwarna keputihan. yaitu usia di atas 50 tahun. denaturasi protein lensa atau terjadi akibat kedua-duanya. Apabila katarak telah mencapai stadium matur lensa akan keruh secara menyeluruh sehingga pupil akan benar-benar tampak putih. Gejala katarak senilis biasanya berupa keluhan penurunan tajam penglihatan secara progresif. seperti degenerasi makula atau atrofi saraf optik. .Katarak senilis adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut. imatur. yaitu : katarak nuklear.

2008-2009. 2.Jika tidak ada penyakit mata lain yang menyertai sebelum operasi yang akan mempengaruhi penglihatan secara visual. Cataract. dkk. “Surgery of Cataract” in Lens and Cataract Senile: Workup. San Fransisco: AAO 3. Lens and Cataract. 2005. 2000. seperti degenerasi makula atau atrofi saraf optik. 4. Ilyas. tanggal 21 April 2012 8. V. Jakarta: Widya Medika. BAB IV DAFTAR PUSTAKA 1. 2001. Sidarta. ECCE tanpa komplikasi akan memberikan prognosis yang baik.96-99.Lens and Cataract. The Foundation of The American Academy of Ophthalmology. Diakses dari http://emedicine. Section 11. Liesegang TJ. Vaughan. San Fransisco: AAO 5.D.com/article/1210914-workup#showall. USA. American Academy of Ophtalmology. L 7.V. 2008-2009. (2012). Deutsch TA. Oftalmologi Umum Edisi 14. Grand MG. Ilmu Penyakit Mata Edisi Ketiga. Ocampo. American Academy of Ophtalmology. . L 6. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.medscape.

Diakses dari Cataract Senile: Complication.9.google. Diakses dari https://sites. (2012). tanggal 21 April 2012 11.Ocampo. Diakses dari http://emedicine. tanggal 21 April 2012 10.D. (2012).com/site/orbitacec/tindakan- medis/oprasi/fakoemulsifikasi.D. http://emedicine.V.medscape.cec (2011). 12.com/article/1210914-followup#a2650. V. .V.Ocampo. tanggal 21 April 2012 Cataract Senile: Prognosis. Orbita. V.com/article/1210914-followup#a2649.medscape.