Anda di halaman 1dari 57

-~~--------------.,.

----'

~~.

SINE MOTU, VITA·EST SINE LAETITIA
anatomia est ubicumque, anatomia non est nequaquan

PIDATO PENGUKUHAN
Diucapkan pada Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, 29 Maret 2007

Oleh: Amin Husni

Yang terhormat Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia RektorlKetua Senat Universitas Diponegoro Sekretaris Senat Universitas Diponegoro paraAnggota Senat dan Dewan Guru Besar para Anggota Dewan Penyantun para Guru Besar dari luar Universitas Diponegoro para Anggota Muspida Daerah Tingkat I Propinsi J awa Tengah para Pernbantu Rektor para Dekan, Direktur, dan Ketua Lernbaga di lingkungan Universitas Diponegoro para Pern bantu Dekan seluruh Civitas Academica Universitas Diponegoro para Tarnu Undangan para mahasiswa Assalarnu'alaikum warakhmatullah wabarakatuh. Perkenankan saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang . sedalam-dalamnya kepada seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri upacara pengukuhan saya sebagai Guru Besar di Universitas Diponegoro. Bermula dari semakin mencaimya batas-batas dari apa yang dikelompokkan sebagai bidang-bidang ilmu preklinik, paraklinik, dan klinik, sebagai akibat kemajuan lImu Kedokteran pada khususnya dan I1mu Kesehatan pada umumnya, di dalam pidato pengukuhan di hadapan sidang Rapat Senat Terbuka Universitas Diponegoro ini, akan saya kemukakan bahwa Anatomi yang selama ini saya tekuni, seiring dengan kemajuan ilmu telah "bergerak menerabas batas-batas' merambah dan merasuk ke berbagai bidang ilmu di bidang kedokteran maupun kesehatan. Menggunakan "gerak" atau "gerakan" sebagai pokok kajian dengan memusatkan pada persoalan gangguan gerak akibat gangguan saraf sebagai port d'entry,judul pidato ini adalah SINE MOTU, VITA EST SINELAETITIA tanpa gerak hidup tiada ceria
1

Walaupun FK Universitas

Bagian

Anatomi

Fakultas

Kedokteran

Universitas

Diponegoro secara fisik tidak bergerak, tetap terletak di sudut zona pendidikan Diponegoro-RS dr. Kariadi Semarang, namun sumbangan Sarjana Kedokteran dan keilmuan Anatomi khususnya kepada pendidikan sulit untuk disangkal. Bahkan di luar kegiatan pendidikan, yakni di bidang penelitian, Anatomi sebagai 'ilmu dasar' tetap menunjukkan keberadaannya, baik secara langsung atau tidak langsung di dalam bidang Kedokteran Klinis, Kedokteran Kornunitas, maupun Kedokteran Lingkungan. Yang saya kernukakan di dalam pidato ini kiranya tidak tertangkap sebagai bentuk apologia oknum surnber daya manusia yang berrnukirn di sudut zona pendidikan, melainkan satu ungkapan kesetiaan dan kebanggaan untuk tetap berhikmat mengabdi di dunia pendidikan dalam bidang Ilmu Anatomi. Perlu diketahui bahwa atas prakarsa inovatifProfesor Sigit Muryono, para penghikrnat pengabdi di Bagian Anatomi telah berkesempatan melengkapi diri dengan memiliki kompetensi di hidang kedokteran k1inik. Dad 12 staf edukatif yang ada di Bagian Anatomi Universitas Diponegoro, di samping brevet Pakar Anatomi Kedokteran (PAK) yang disandangnya, enam di antaranya memiliki brevet spesialisasi klinik (mencakup spesialisasi Bedah Umum, Bedah Saraf, Mata, Ilmu Penyakit Saraf, dan Radiologi, dua di antaranya menyandang ge1ar master di bidang Epidemiologi Klinik), satu orang Doktor Anatomi, dua orang Magister Kesehatan, dua orang dalam penyelesaian studi di Jepang untuk bidang bedah saraf dan vaskular. Keterpaduan penguasaan Anatomi dengan bidang ilmu yang lain, khususnya klinik, telah memperkuat wawasan dan kemampuan staf edukatif di dalam pembelajaran anatomi untuk kepentingan mahasiswa kedokteran khususnya rnaupun peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis I yang diampu oleh masing-masing staftersebut. Apalagi dengan dikembangkannya Kurikulum Berbasis Kompetensi yang akan diberlakukan pad a pendidikan dokter umum, penguasaan kompetensi silang antara ilmu dasar dengan ilmu terapan klinik oleh staf pengajar sangat komplementatif dan berrnakna dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

Dokter Umum, maupun Dokter Spesialis I dan Program Magister Biomedik

2

Perludiketahui bahwa staf edukatif Bagian Anatomi yang juga memiliki kompetensi di bidang spesialisasi klinik, mereka seeara aktif terlibat di dalam proses belajar mengajar di Program Pendidikan Sarjana Kedokteran, Pendidikan Profesi, dan Program Pendidikan Dokter Spesialis I, sebagianjuga . aktif pada pendidikan pasea sarjana biomedik. Bagai 'ilmu garam', Anatomi "tidak nampak", namun sesungguhnya memberi rasa yang sangat bermakna dan berada tak terpisahkan di dalam berbagai cabang ilmu- ilmu yang lain, khususnya di bidang kedokteran klinik Oleh karena itu melengkapijudul

SINE MOTU, VITA EST SINE LAETITIA
sebagaimana telah dikemukakan, uraian di dalam pidato ini yang terbingkai oleh kajian tentang gerak terangkum menjadi kalimat:

anatomia est ubicumque, anatomia non est nequaquan
anatomi tidak kemana-rnana, anatomi ada di mana-mana

PENDAHULUAN
Gerak fenomena universal kompleksitas

Hadirin yang terhormat, perkenankan saya terlebih dahulu menyampaikan uraian umum tentang gerak atau gerakan Gerak merupakan suatu fenomena yang universal. Tidak saja ditampilkan oleh makhluk hidup dari tingkat yang paling sederhana bersel satu hingga homo erectus, tetapi gerak juga terjadi dan ditemukan pacta atau di dalam benda-benda "mati" seperti yang ditemukan berupa gerakan elektron, neutron, dan proton di dalam satu atom suatu unsur, bahkan elemen jagad raya pun bergerak. Seorang individu yang sehat dalam kehidupan sehari-harinya tidak akan terbebas dari kegiatan fisik yang akan menampilkan gerak tubuh. Bergerak bagi individu yang sehat oleh kebanyakan orang dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Padahal gerak yang terjadi, sebe-narnya merupakan proses yang tidak sederhaoa, melibatkan banyak sistem tubuh, berbagai proses baik proseselektrofisiologis maupun biokimiawi, dan secara langsung ataupun tak langsung memberi pengaruh terhadap dan dipengaruhi oleh kondisi tubuh seeara keseluruhan, bahkan bukan tidak mungkin mem-

3

Kecukupan gerak kebugaran jasmani

sine motu vita est sine laettna

pengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan seseorang. Banyak ahli sependapat bahwa bila untuk zat gizi, mineral, vitamin, dan cairan tubuh memerlukan dipenuhinya kebutuhan minimal (minimal requirement), maka demikian pula halnya dengan gerak. Tubuh memerlukan dipenuhinya kebutuhan minimal gerak, yang apabila tidak terpenuhi akan memberikan darnpak negatif terhadap tubuh, yakni menurunnya kebugaran atau kesamaptaan jasmani. Kekurangan gerak juga dapat menimbulkan keadaan lain yang merugikan tubuh, misal dimudahkannya terjadi osteoporosis (kekeroposan tulang). "Ianpa gerak, hidup tiada ceria'

sine motu, vita est sine laetitia
kalirnat di atas kiranya dapat dijadikan salah satu moto untuk menjalani kehidupan keseharian, Gerak tubuh gerak "tersembunyi" pra kehidupan Gerak pad a dan di dalam tubuh manusia mencakup gerak yang nyata nampak, seperti berjalan, duduk, berolahraga, menari dan sebagainya; tetapi juga mencakup gerak yang "tersembunyi" seperti degup jantung, gerak usus, mengalimya darah di dalam pembuluh, hingga transpor neurotransmiter di dalam sitoskeleton akson sel saraf sarnpai mencapai celah sinaps, dan seterusnya. Bahkan sebelum individu seorang anak manusia terlahir, gerak telah merupakan keniscayaan agar terbentuknya satu individu tersebut, bennula dengan gerak sperma yang hams secara aktif mencari dan menemukan ovum sehingga dapat terjadi proses pembuahan sebagai "langkah" pertama terjadinya cakal bakal terlahirnya satu individu bam. Sedangkan ovum sendiri "bergerak" setelah dilepaskannya dari ovarium (ovulasi) untuk kemudian tertangkap fimbriae tuba uterina selanjutnya "menyusuri" lumen tuba hingga

4

ada sebagian ahli tafsir menafsirkan min 'alaq sebagai 'proses yang ditancapkan'.jaringan tubuh. Perkembangan fungsi motorik sangat menarik untuk diperhatikan karen a perubahannya terlihat jelas Perkembangan motorik sejak dalam kandungan 5 . sebagai hasil proses pematangan. telah dimulai sejak kehidupan individu di dalam kandungan Perkembangan Motorik Sejaklntrauterin 2-9 Perkembangan anak adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam strnktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan. Hadirin.("Dia telah menciptakan manusia min 'alaq")I . Min 'alaqditerjemahkan 'dad segumpaJ darah'. Perkembangan ini telah berlangsung sejak kehidupan janin di dalam kandungan. pada kenyataannya gerak memang telah dijumpaijauh sebelum seorang anak manusia dilahirkan GERAK PRAKELAHIRAN A1in'alaqproses "ditancapkan" Proses terbentuknya satu individu (manusia) barn secarajasmaniah di dalam Al Qur'an diperikan di dalam surah 96: 2: -kholaqolinsaana min 'alaq. sehingga dapat dideteksi adanya gerak janin intrauterin. terjadi proses "menancap" -nya sperma pad a ovum (fertilisasi) kemudian disusul "menancap"-nya bakal janin ke dinding rahim (nidasi). dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masingmasing dapat memenuhi fungsinya. Dalam hal ini menyangkut adanya proses diferensiasi dari selsel tubuh.terjadi atau tidak terjadi pembuahan (fertilisasi). organ-organ. diperlukan "menancap"-nya organon genitalia masculina ke dalam organon genitaliafemina. Dari ilmu kedokteran telah diketahui bahwa untuk terbentuknya satu individu baru. Dan sebelum itu. Untuk menancap atau tertancap pasti ada gerak Gerak atau gerakan yang selanjutnya akan dikenal sebagai fenomena motorik pada manusia khususnya dan makhluk hidup pada umumnya.

Refleks merupakan mekanisme yang penting di dalam perkembangan fungsi motor dalam kaitannya dengan gerak. sampai menjadi manusia dewasa yang sempurna. Gerakan yang bersifat umum dan tidak teratur menjadi gerakan yang spesifik dan bertujuan. Sedangkan perkembangan motor halus pada akhirnya akan menghasilkan gerak tangkas. jenis kelamin dan sosiokultural dapat mempengaruhi perkembangan motorik. didasari oleh mekanisrne refleks. berkaitan dengan perkembangan anak di dalam kehidupan intrauterin dikenal apa yang disebut refleks prim itif 6 . bertujuan. Perkembangan motor kasar dimulai sejak munculnya refleks primitifyang bersifat sebagai perlindungan bagi bayi. Perkembangan motorik dibedakan menjadi perkembangan motor kasar dan motor halus. berlangsung secara berkesinambungan dari satu tahap ke tahap berikutnya. Secara sederhana dapatlah dikatakan bahwa perkembangan motor kasar adalah perkembangan gerak yang belum bertujuan. Keterampilan sederhana tercapai sebelum keterampilan yang lebih kompleks dikuasai. ras.Refleks sebagai basis perkembangan motorik dan proses ini dimulai sejak bayi baru lahir yang tidak dapat berbuat apa-apa. dan berguna untuk melakukan pekerjaan. Perkembangan fungsi motorik adalah perkembangan mengontrol gerakan-gerakan tubuh melalui proses yang terkoordinasi antara sistem saraf pusat. Perkembangan motorik tersebut merupakan proses yang telah terprogram secara genetik. merupakan bagian dari proses perkembangan anak (child development). terjadi di bawah kehendak. Faktor lingkungan. Hadirin yang terhorrnat. saraf perifer dan otot yang dimulai dengan gerakangerakan kasar yang kemudian dilanjutkan dengan koordinasi halus yang melibatkan kelompok otot-otot halus yang keduanya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Refleks primitif pada dasarnya terdapat pad a pertumbuhan yang normal dan refleks-refleks ini melatarbelakangi perkembangan motorik anak seperti berguling. menghilang pada tahun pertama kehidupan yang diikuti dengan munculnya refleks postural. Gerak yang terjadi bersifat cepat.II 1 mi' • Refleks primitif I yang ada selama kehidupan intrauterin. muncul ketika refleks primitif II menghilang. diganti oleh refleks postural yang terdiri dari 7 .seperti . menjadi semakin . berdiri dll. difus. re flek s.nyata penampakkannya dalam enam bulan pertama kehidupan. refleks primitif spinal dan batang otak berkurang secara bertahap seiring dengan berkembangnya pola-pola yang lebih tinggi dan reaksi keseimbangan yang terbentuk kemudian. tidak produktif dan umum. Bila kontrol inhibisi (penghambatan) dari pusat yang lebih tinggi mengalami kerusakan atau keterlambatan. • Refleks primitif III. maka pola primitif akan tetap mendominasi aktivitas sensori-motor. • Refleks primitif II yang muncul pad a akhir masa pertumbuhan intrauterin dan tetap ada pada waktu lahir. Pada perkembangan normal. Muncul dan menghilang selama perkembangan janin dalam kandungan.Refleks Primitif Refleks primitif merupakan pola-pola gerakan otomatis kompleks dengan mediator pada batang otak dan medula spinalis. duduk. di b awa h ini' 7-10. Merupakan refleks primitif yang penting karena refleks tersebut muncul dan menghilang selama enam bulan pertama kehidupan. tidak didapatkan sesudah bayi IOOir. berkembang selama kehidupan dalam kandungan dan nampak pada bayi-bayi baru lahir. Terdapat tiga kelompok refleks primitif (0) berdasarkan usia munculnya refleks dan menghilangnya . merangkak. Secara umum dapat dikatakan bahwa refleks primitif akan menghilang ketika mencapai umur sekitar 6 bulan.

sebenarnya merupakan kombinasi dan perpaduan keselarasan gerak dari berbagai ruas-ruas tubuh. dan akhirnya berkembang menjadi gerak yang bertujuan. Yunani.raga dan kesenian misal 8 . kinesis: gerakan. itmu atau studi) Kajian kinesiologi dengan objek kajian ilmu (ontologi) berupa gerak tubuh melahirkan hal-hal karya budaya dalam berbagai bidang kehidupan seperti bidang olah.Refleks primitif sebagai tera perkembangan anak refleks righting yang mulai muncul pada umur pada umur 3 . logos: perkataan. dengan sebutan kinesiologi (kinesio. Sebagian besar refleks primitif neonatus akan terintegrasi dan tidak dapat dibangkitkan lagi pada akhir tahun pertama. gerak tubuh yang dapat ditangkap dengan mata. serta refleks proteksi dan keseimbangan pada umur 6 . lengan bawah. GERAKPASCA LAHIR Kinesiologi Pada satu individu anak manusia setelah dilahirkan. Hadirin. tangan dan buku-bukujari. kine-. merupakan kombinasi dan perpaduan gerak ruas lengan atas. Lengan seorang gadis yang bergerak memetik bunga. Pengetahuan tentang refleks primitif melandasi pengetahuan perkembangan fungsi sensori-motor anak. perkembangan gerak individu yang telah dimulai sejak sebelum kelalriran akan melanjut dan semakin sempuma pada seorang bayi setelah dilahirkan. dan dapat digunakan sebagai tera atau tolok ukur ada tidaknya keterlambatan perkembangan.18 bulan. Munculnya refleks 'yang lebih sempurna dan berkembangnya kemampuan lokomosi selalu ditandai dengan menghilangnya refleks yang lebih primitif. Dikenal kemudian ilmu yang mempelajari gerak tubuh khususnya manusia.9 bulan. Menetapnya refleks primitif menunjukkan adanya gangguan perkembangan susunan saraf pusat. logy.

yang secara aktif berkontraksi hingga menimbulkan gerak (dimaksudkan dengan otot dalam hal ini adalah otot skeletal atau sering disebut juga otot soma (tubuh) yakni jenis otot lurik/otot seran lintang yang mempunyai perlekatan pada tulang! rangka). locus. Kesatuan otot dengan tulang/rangka merupakan satuan dan dipandang sebagai suatu sistem dinamakan sistem muskuloskeletal. dan tangan . perut. dan panggul • anggota tubuh (ekstremitas): . tungkai bawah. .atas : terdiri atas ruas lengan atas. dada. sedangkan dari kajian alat gerak pas if berkembang menjadi bidang iImu osteologi yang mempelajari tulang dan rangka.bawah. leher. 9 Sistem m uskuloskeletal sistem lokomosi . Ruas-ruas tubuh dalam kajian lokomosi terdiri atas • batang tubuh: yang terdiri atasruas kepala. yang dapat diabadikan berupa artefak budaya sebagai hasil gerak tubuh juga.bawah : terdiri atas ruas tungkai atas. dan • alat gerak pasif yakni tulang dan rangka (skelet) yang seeara pasif digerakkan oleh adanya kontraksi otot yang melekat padanya. Di dalam kajian lokomosi satu satuan muskuloskeletal dapat dipandang sebagai satu satuan membentuk ruas-ruas tubuh. yakni dalam bentuk seni rupa(seni lukis/pahat/patung). temp at movere. lengan . limn Gerak. Kajian terhadap alat gerak aktif melahirkan bidang ilmu miologi yang mempelajari otot (muskulus) dan alat bantunya. dan khaki. bergerak). Latin. alat gerak pasif dan alat gerak aktif Di dalam kinesiologi. sering kali disebut juga sebagai sistem lokomosi (locomotion.seni tari. dikenal adanya alat gerak yang dibedakan menjadi: • alat gerak aktifyakni otot dan alat bantu-nya.

tulang/rangka. dan sistema neuromusculare dalam satuan sistem lokomosi 12 . Hubungan antarruas tubuh itu dibentuk oleh hubungan antartulang sebagai basis ruas tubuh dan dinamakan sendi. dan atau sendi akan menimbulkan gangguan gerak. Distrojia musculorum progresiva adalah penyakit otot yang menimbuIkan gangguan gerak. KAJIAN NEUROMUSKULOSKELETAL Satuan muskuloskeletal sebagai pengampu 10 . rangka. dan atau sendi. atau secara bersamaan. radaog kronis sendi juga akan menimbulkan gangguan gerak. menyangkut kerusakan pada otot soma. Artinya keadaan patologis atau penyakit yang mengenai otot soma. Patah tulang (fraktur) akibat trauma atau terjadi spontan karena kerapuhan tentu akan menimbulkan gangguan gerak. menjadi satu kesatuan sistem neuromuskulo-skeletal. Hadirin. sendi Gangguan gerak dapat terjadi sebagai akibat kerusakan satuan muskuloskeletal atau sistern lokomosi tersebut. otot. contoh lain penyakit otot adalah yang disebut miastenia gravis. dapat menirnbulkan gangguan gerak.Terdapat hubungan antarruas tubuh. kerusakan dari masing-masing bangunan penyusun sistem muskuloskeletal. yang akan menimbulkan fenomena gerak atau fen omena motorik. sistema museulare. GANGGUAN GERAK MUSKULOSKELETAL Gangguan gerak Muskuloskeletal. Berkern bang kemudian ilmu tentang sendi yang disebut artrologi (Yunani. arthro. Sistem muskuloskeletal berfungsi oleh adanya dukungan perao sistem saraf. tulang! rangka. arthron. sendi -logy) Kinesiologi meramu secara komplementaris rangkaian kajian sistema skeletale termasuk pengetahuan tentang sendi (arthrology).

miologi. dan adanya peran sistem lain misal sistem pendarahan (vaskularisasi). Sebab di dalam mewujudkan fungsinya. • Sensibell sensoris. kiranya dapat dimengerti bila terjadi gangguan saraf maka dapat timbul gangguan gerak. Gangguan gerak secara tidak langsung dapat juga diakibatkan oleh gangguan ketiga komponen fungsional yang lain. Kajian neuromuskuler mengungkapkan salah satu komponen fungsional (sistem) saraf yakni komponen fungsi motorik yang sangat berperan dalam pengampuan gerak. terbentuk kemudian kajian neuro-muskuloskeletal. dipersingkat dengan istilah kajian neuromuskuler. ke empat komponen fungsional itu akan saling "berhubungan" secara langsung maupun tidak langsung. • Luhur. • Otonom. tidak dapat menampilkan gerak apabila tidak didukung oIeh kerja sistem tubuh yang lain. 11 . yakni komponen fungsi: • Motorik. dengan adanya peran sistem saraf untuk tim bulnya fenomena gerak atau fen omena motorik. misal gangguan komponen fungsi sensibel. terutama oleh adanya pensarafan (inervasi) dari sistem saraf. maka dapatlah dimengerti bahwa bila terjadi gangguan sistem saraf akan timbul gangguan gerak. Selengkapnya terdapat empat komponen fungsional (sistem) saraf. Hadirin yang terhonnat. dan artrologi. Bahkan gangguan komponen fungsi motorik akan menimbulkan gangguan gerak secara spesifik. Dengan adanya peran komponen fungsi motorik. fungsi motorik gerak yang dapat dikaji tiap elemennya masing-rnasing sebagai bidang osteologi. Karena adanya peran sistem saraf terhadap satuan muskuloskeletal.Kesatuan neurom uskulos- keletal.

stroke. Penderita penyakit Parkinson menampilkan adanya gangguan gerak antara lain berupa gemetaran (tremor). khususnya bagian dari susunan saraf pusat sebagai manifestasi gangguan fungsi motorik. sering kali rnasyarakat awam mengenalnya sebagai lumpuh separub badan.GAl'lGGUANGERAK BERLATARBELAKANGGANGGUANSARAF Gangguan gerak gangguan saraf. berupa berkurang atau menghilangnya kemampuan menggerakkan bagian atau ruas tubuh. dan • gangguan gerak yang bersifat positif Gangguan gerak hipokinetis. bicara lirib dan monoton. manifestasi gangguan gerak berlatar belakang gangguan saraf. kelambatan gerak (bradi-kinesia) dan atau tuna-gerak (akinesia) tertampilkan berupa wajah tanpa mimik. berkaitan dengan tempat kerusakannya (tapis lesi) pada substrat anatomi komponen fungsi matorik akan menimbulkan 13: • gangguan gerak yang bersifat negatif (bipokinetis) yakni me-nurunnya. kemampuan gerak (lumpuh atau kelumpuhan = paresislparalisis hingga plegi). jarang berkedip. Dua keadaan tersebut di atas yakni stroke dan penyakit Parkinson. bahkan sampai menghilangnya. disebut dengan istilah awam lumpuh atau kelumpuhan. penyakit Parkinson Seseorang yang mengalami serangan gangguan peredaran darah otak atau stroke yang dapat berupa perdarahan otak akibat pecahnya pembuluh darah otak (stroke hemoragik) atau kematianjaringan otak (infark) oleh adanya sumbatan pembuluh darah otak (stroke non-hemoragik) dapat menirnbulkan gangguan gerak. Gangguan Gerak Hipokinetis dan Hiperkinetis Secara umum. merupakan contoh gangguan gerak yang dilatar-belakangi oleb gaogguan saraf. biperkinetis 12 . seperti yang disandang oleh sejurnlah tokoh dunia antara lain petinju MubammadAli.

Jaras piramidalis UpperMotoneuron Jaras (sekumpulan akson) yang terbentuk oleh 13 . dan • serebelum (otak kecil). dan menunjukkan bahwa setiap sel saraf motorik itu akan dengan khas "mengirimkan" serabutnya (yang dilewati impuls saraf) untuk bagian tubuh tertentu (dalam hal ini otot skeletal/otot soma) sesuai penataan somatotopisnya. • sistem ekstraplramldal.(biperkinetis) yangjustru menimbulkan gerak abnormal involunter (misal tremor atau istilah awamnya buyuten. gerak jitu dan tangkas Sel-sel motorik ini tertata menggambarkan bagian-bagian tubuh dengan tajam dan rinei dikenal dengan istilah penataan somatotopis. danjenis gerak lainyang akan diuraikan lebih lanjut). <yakni gerakan ritmis ruas tubuh diluar kehendak. 14·18 Oleh karena itulah kerja dari sistem piramidal ini akan menghasilkan gerak yang "jitu" dan "tangkas" sehingga seba-gaimana digambarkan di depan betapa seorang gadis dapat memetik sekuntum bunga mungil denganjari-jarinya yang lentik. Sistem Piramidal Dibentuk oleh sel-sel saraf motorik yang dinamakan upper motoneuron (UMN) berupa jaras (sekumpulan serabut saraflakson) yang bermula dari badan-badan sel saraf yang disebut sel raksasa Betz terdapat pada korteks girus presentralis kedua belahan otak. ad aIah apa yang d·mamak an 14-18 : • sistem piramidal dengan lanjutan serabut saraf'tepi-nya. Substrat Anatomi Komponen Fungsi Motorik Bagian dan susunan saraf yang bertanggung jawab dan bekerja sebagai komponen fungsi motorik. upper motoneuron (UMN). Substrat anatomi fungsi motorik Sistem piramidal.

seluruhnya terdapat di dalam susunan saraf pusat yang . sebagian serabut jaras piramidalis telah menyilang (dinamakan jaras kortikobulbaris) untuk berhubungan (ber-sinaps) dengan sel saraf motorik di batang otak yang nantinya akan keluar dari batang otak dan dikenal sebagai saraf kranial (terdapat 12 pasang saraf kranial. KUnis Gangguan (Kerusakan UMN) KIinis gangguan UMN Jaras Piramidalis Pada tempat peralihan medula oblongata menjadi medula spinalis serabut-serabut UMN yang membentuk jaras piramidalis seba-gian besar akan menyilang ke arab kontralateral. pons. Dengan adanya penyilangan jaras piramidalis. Jaras yang berasal dari hemisferium kanan akan menyilang ke belahan kiri dari medula spinalis. dapatlah dimengerti bahwa bila terjadi gangguan atau kerusakan di belahan otak (hemisferium) kiri yang mengenai jaras tersebut maka gangguan gerak akan timbul pada sisi tubuh kanan1J•19• Sebenamya. dan medula oblongata). 014·]8 menempati : • belahan otak besar ihemispherium cerebrii kemudian melalui bangunan yang disebut pedunkulus serebri masuk ke: • batang otak (truncus cerebri. namun tidak seluruh saraf kranial 14 . melan jut berada di dalam: • sumsum tulang belakang (medulla spinalis).jaras UMN terse but membentuk bangunan yang dinamakan piramidalis atau jaras kortikospinaJis. sebelum dekusasio piramidalis. yang terdiri dari mesensefalon. sebagian kecil yang tidak menyilang di tempat terse but (tempat penyilangan dinamakan dekusasio piramidalis) namun pada akhimya juga menyilang pada segmen tertentu dari medula spinalis (perlu diketahui bahwa setidaknya dapat dikenali ada 31 segmen medula spinalis).

Bukan tidak mungkin tampilan Gareng yang 'mata kero. manifestasi gangguan rnengandung serabut motorik). Pendapat lain menyatakan bahwa Gareng adalah tampilan penderita penyakit patek (frambusia). Gareng adalah individu penderita gangguan gerak bola mata. yang dapat berkaitan dengan gangguan I kerusakan saraf kranialX. tetapi merupakan manifestasi gangguan gerak organ tubuh karena hanya menyangkut kelumpuhan terbatas pada sejumlah kecil otot. 15 . menderita kelemahan otot bola mata tertentu sehingga aksis bola mata kanan dan kiri tidak selaras. menjadilah Gareng penderita juling (strabismus). IV. dan atau VI. • berbicara pelo (disartri) karena kelumpuhan otot-otot lidah. mlaku pincang' merupakan gambaran penderita pascastroke. dapat berkaitan dengan gangguan I kerusakan sarafkranial XII. juling (strabismus). • berbicara sengau atau bindeng (nasolalia). Gangguan gerak atau gangguan fungsi motor berkaitan dengan jaras kortiko-bulbaris dan saraf kranial dapat berupa: .Motorik saraf kranial. • gangguan gerak dan kedudukan bola mata. dapat berkaitan dengan gangguan/ kerusakan sarafkranial X. akibat kelumpuhan otototot bola mata karena kerusakan saraf kranial III. Gangguan-gangguan terse but bukan merupakan gangguan gerak ruas-ruas tubuh karena gangguan otot skeletal. karena gangguan gerak atau kelumpuhan otototot langit-langit (palatum). • gangguan menelan akibat kelumpuhan otot-otot faring. tangan ceko. bekas adanya gangguan peredaran darah otak di salah satu belahan otak yang menimbulkan gangguan/kerusakan jaras kortikospinalis dan jaras kortikobulbaris yang menghubungi saraf kranial III yang mensarafi sebagian besar otot-otot penggerak bola mata.

yakni adanya invasi virus pada kornu anterior medula spinalis sehingga merusak badan sel LMN yang terdapat di tempat terse but. dan posterior) yang terutama akan ditempati oleh badan-badan sel motorik. saraf tepi. 14-18 Lower motoneuron dengan badan selnya yang terdapat di komu anterior itu berarti masih berada di dalam susunan saraf pusat (tetapi sebenarnya telah merupakan bag ian dad saraf tepi). lateralis. Pada umumnya gejala klinis yang timbul adalah monoparesis (kelumpuhan anggota tubuh tunggal). Contoh gangguan saraf tepi yang lain adalah yang disebut Bell's 16 . dengan derivat-derivatnya (berupa pleksus saraf atau cabang-cabang saraf) hingga mencapai otot yang sesuai dengan penataan somatotopis di korteks serebri girus presentralis. akan "mengirimkan" serabut (akson)-nya (menghantarkan impuls saraf) keluar dari medula spinalis menuju otot. akan ber-sinaps dengan badan sel saraf motorik kedua yang disebut lower motoneuron (LMN) di tempat yang disebut komu anterior .medula spinalis. Saraf kranial dan saraf spinal dengan seluruh derivatnya dikelompokkan sebagai susunan saraftepi. Salah satu contoh kerusakan atau penyakit saraf tepi yang menimbulkan gangguan gerak adalah poliomielitis anterior acuta. Bentuk seperti kupu-kupu membedakan adanya tiga tonjolan (kornu anterior. maupun badan sel perantara. dan serabut-serabut akson itu terkandung di dalam bangunan yang disebut sarafspinal (terdapat 31 pasang saraf spinal). Komu anterior merupakan bagian dari apa yang disebut substansia grisea medula spinalis yang pada potongan melintang terlihat lebih gelap dibanding sekitarnya berbentuk seperti kupu-kupu. saraf spinal Lower Motoneuron dan SarafTepi Untuk mencapai otot yang akan disarafinya serabut-serabut saraf UMN yang bennula dati korteks otak iru. badan sel otonom.Lower motoneuron (LMN). dalam kontras dengan susunan saraf pusat dengan bangunan penyusunnya sebagaimana telah disebutkan di atas.

13·19 Kelumpuhan yang bersifat spastik (lesi UMN) dapat dikatakan dalam istilah awam. contohnya didapatkan pada poliomielitis 17 UMN: lumpuh spastik LMN: lumpuh flaksid . contoh kelumpuhan spastik dijumpai misal pada stroke. dan kelumpuhan yang bersifat flaksid apabila kerusakan terjadi pada serabut saraf tepi yang membentuk komponen lower motoneuron (LMN). dan • munculnyarefleks patologis. Kelumpuhan yang terjadi dibedakan menjadi kelumpuhan yang bersifat spastik bila letak (topis) kerusakan (lesi) pada sistem piramidal yang tidak lain adalah komponen upper motoneuron (Ul\1N). adalah kelumpuhan yang menegang (menjadi lebih "kaku"). • peningkatan refleks fisiologis. ditandai dengan: • menurun atau hilangnya tonus otot.palsy. Merujuk penyakit yang telah disebut sebelumnya. Merujuk penyakit yang telah dikemukakan sebelumnya. dapat berlatar belakang pada gangguan/ kerusakan (lesi) yang terjadi pada sistem piramidal hingga serabut saraf tep ikelan j utannya. • menurunnya refleks fisiologis. secara klinis ditandai oleh adanya: • peningkatan tonus otot. (Peranan refleks dalam persoalan gerak akan dibahas kemudian). Sedangkan kelumpuhan yang bersifat flaksid (lesi LMN) adalah kelumpuhan yang melemas. Facialis) perifer dengan latar belakang proses imun. • tidak timbul refleks patologis. Kelumpuhan Spastik dan Kelumpuhan Flaksid Menurunnya bahkan sampai menghilangnya kemampuan gerak yang dengan istilah awam disebut kelumpuhan. yakni kelumpuhan otot-otot wajah sesisi akibat adanya gangguan pada saraf kranial VII (N.

sedangkanputamen dan globus palidus sering disebut nukleus lentikularis. dan struktur yang berhuhungan erat di dalam batang otak yang terdiri dari nukleus subtalamikus. Bangunan-bangunan tersebutyang berupa kelompok inti-inti (hadan sel saraf) akan mernbentuk jaras-jaras atau lintasan serabut saraf yang terbentuk antara inti-inti tersebut. jaras pada sistem ekstrapiramidal tidaklah semudah pada jaras piramidal. BeU'spa/sy. untuk memahami lebih lanjut tentang peran dukungan sistem ekstrapiramidal terhadap kerja dari sistem piramidal. oleh karena impuls-impuls mengaJami berbagai pengolahan dan pengubahan pada berbagai inti-inti yang turut menyusun sistem tersebut. Nukleus kaudatus dan putamen sering disebut korpus striatum. substansia nigra dan bagian fonnasio retikularis. Hadirin. dan sindroma Guillan Barre. putamen dan globus palidus. 13·I~ Pada penyelidikan elektrofisiologis dan neuroanatomis. Sistem ekstrapiramidal landasan untuk gerak "jitu" dan Kerusakan atau gangguan pada UMN dan atau "tangkas" LMN akan mengakibatkan tidak dapat dilakukannya gerakan yang "jitu" dan "tangkas". sehingga lintasan ekstrapiramidal tidak hanya terdiri dari satu jaras yang 18 . putamen dan globus palidus. akan diuraikan lebih lanjut mengenai sistem "pendukung" tersebut. walaupun perlu diketahui bahwa sistern piramidal tidak akao berfuogsi baik uotuk meoghasilkan gerakan yang "jitu" dan "tangkas" bila tidak didukuog oleh kerja dari sistem ekstra-piramidal.anterior akuta. Sistem Ekstrapiramidal Terbentuk oleh struktur yang terdiri dari ganglia basalis (adalah sekumpulan badan-badan sel yang membentuk inti-inti f nuklei). Sedangkan bagian utama sistem ekstrapiramidal adalah nukleus kaudatus. termasuk di dalamnya adalah nukleus kaudatus.

peran sistem ekstrapiramidal telah diakui. ke bag ian lain dari lobus frontalis. 2. namun juga merupakan konsep fungsional. Korpus striatum (nukleus kaudatus dan putamen). Adapun inti-inti yang ikut menyusun sistem ekstrapiramidal dijumpai pada atau dikenal sebagai: 1. area 6 dan area 8. Istilah tersebut hanya digunakan untuk variasi klinik. penting untuk mengetahui tidak hanya organisasi internal ganglia basalis. Gangguan ekstrapiramidal adalah sekelompoklsekumpulan gangguan motorik yang dihubungkan dengan perubahan patologik di dalam ganglia basalis. pengertian ini diperoleh sebagian besar daridata patologi klinik pada penyakit-penyakit yang bercirikan adanya gangguan tonus. tetapi merupakan bagian suatu sistem yang kompleks yang mengolah penerimaan informasi dari bagian korteks serebri yang luas dan memproses kembali hasilnya melalui talamus. patologi ganglia basalis membujur tetapi terdiri dari berbagai jaras yang menyusun lintasan melingkar dahulu untuk kemudian menyusun lintasan mernbujur yang menuju motoneuron-motoneuron.Gangguan ekstrapiramidal. tetapi tidak untuk kepentingan dalam arti etiologi. ]3. Ganglia basalis diimplikasikan di dalam berbagai gangguan gerak. Untuk memahami peranan ganglia basalis di dalam kontrol motorik secara normal dan berbagai tipe gangguan gerak. namun demikian ganglia basalis tidak dapat dipahami secara terpisah sendirian. Ganglia basalis juga mempunyai beberapa hubungan lintasan desenderen ke struktur batang otak juga ke tingkat spinal. 3. Korteks motorik tambahan (area 4s). tetapi juga hubungannya dengan sistem tingkat kortikal dan subkortikal yang saling berinteraksi. gerak dan ataupun postur . Nukleus lentiform is (putamen dan globus 19 .J' Secara anatomi dan fisiologi.

16-19 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa fungsi sistem ekstrapiramidal adalah mendukung fungsi sistern piramidal. 5. 13. selama. menjaga tonus otot Fungsi Sis tern Ekstrapiramidal ApabiJa sistem piramidal berfungsi untuk menghasilkan gerakan yang ''jitu'' dan "tangkas" dengan menghantarkan impuls motorik spesifik sesuai penataan somatotopis di korteks girus presentralis. Bila tonus otot seeara keseluruhan tidak terjaga sebelum. Substansia nigra. dan sesudah gerak "jitu" dan "tangkas" berlangsung. 7.16-19 Hal ini dicapai dengan disebarkannya impuls dari sistem ekstrapiramidal secara difus dan masal ke seluruh otot-otot tubuh. palidus). Serebelum. 13. 6. Sistern ekstrapirarnidal impuls difus. Oerakan abnormal yang tim bul dapat berupa gerak yang bersifat hiperkinetis berwujud gerakan abnormal involunter. Oerak abnormal involunter sebagai manifestasi gangguan sistem ekstrapiramidal merupakan gejala Gangguan ekstrapirarnidal gejala "kelepasan" 20 .4. dan sesudah aktivitas sistem piramidal berlangsung. Nukleus ruber dan form as io retikularis. Nukleus subtalamikus (korpus Luysi). selama. Kelola inhibisi hiperkinetis hipokinetis Organisasi internal di ganglia basalis sebagai bagian pokok dari sistem ekstrapiramidal menggunakan mekanisme inhibisi sebagai wahana kerjanya. maka sistem ekstrapiramidal akan berfungsi meletakkan landasan gerak "jitu" dan "tangkas" dengan memelihara tonus otot secara rnenyeluruh sebelum. atau bersifat hipokinetis berupa rigiditas dan atau bradikinesia (miskin gerak) yang dapat menimbulkan posisi abnormal tubuhl bagian tubuh. maka sistem piramidal akan gagal melaksanakan fungsinya menimbulkan gerak"jitu" dan "tangkas". Apabila terjadi gangguan kelola inhibisi antar bagian penyusun ganglia basalis sebagai bagian pokok dad sistem ekstrapiramidal maka timbul gerakan abnormal involunter.

atetosis. walaupun amplitudo dan frekuensi dapat bervariasi. ritme konstan. namun fungsinya menjadi abnormal karena terlepas dari pengaruh atau pengawasan (kelola inhibisi) bagian-bagian yang tidak berfungsi lagi. osilasi tetap. kemudian mengalami kekakuan leher hingga posisi kepala meneleng terpaku ke satu sisi (distonia . Lepas dari latar belakang falsafah penggambaran tampilan Batara Narada yang senantiasa menjaga laku nengen berperi laku lurus dan senantiasa mengingat yang di atas Yang Maha Kuasa. gerak involunter Gangguan/kerusakan sistem ekstrapiramidal menimbulkan gerak abnormal involunter hiperkinetis misal: gerakan yang dinamakan khorea. tremor postural. dengan topis kerusakan dan deskripsi gerak masing-masing yang spesifik. ataksia. memperhatikan penampilan lehernya yang selalu mendongak. bukan tidak mungkin Narada menderita tortikolis. Gangguan/ kerusakan Sistem Ekstrapiramidal K. Secara klinik dibedakan: tremor istirahat. Dursasana tokoh kerajaan Astina yang selalu menggerak-gerakan lengannya dan tungkainya. dan tidak pemah dikisahkan meminum obat antimuntah. yakni manifestasi fungsi bagian-bagian yang luput dari kerusakan atau gangguan. tremor intensional. mungkin hasil imajinasi seniman untuk menggambarkan gangguan gerak ataksia atau khorea. akan Jenis-jenis gangguan gerak involunter'" yang sering dijumpai adalah sebagai berikut 13 • Tremor: gerakan ritmis sinusoidal. Seseorang pasca minum obat antimuntah (antiemetik). • Hemibalismus: dapat disebabkan oleh 21 .linis gangguan ekstrapiramidal.tortikolis) disertai geraham yang mengatup adalah contoh gangguan gerak hiperkinetis akibat gangguan fungsi sistem ekstrapiramidal yang menghasilkan posisi bagian tubuh terpaku abnormal.kelepasan (release phenomenon).

tiba-tiba dan di luar kehendak. seperti yang ditemukan pada penderita penyakit Parkinson Yang telah dikemukakan di atas adalah gangguan gerak non-epilepflk. singkat. Khorea: Kelainan patologis tidak terbatas pada satu bagian dari sistem ekstrapiramidal. Atetosis: Kelainan dijumpai pada putamen. nukleus kaudatus dan korteks. Dikenal kborea Sydenham yakni komplikasi demam rematik pada anak. Termasuk khorea adalah yang disebut diskinesia tardif. seolah gerakan tidak dapat berlangsung sampai akhir. 22 . Dapat terjadi akibat anoksia pada waktu lahir. atau gangguan metabolik. akibat obat-obatan. dapat juga menghasilkan gangguan gerak hipokinetis.• • • • • • gangguan pada nukleus subtalamikus akibat berbagai penyakit. Akan tetapi gangguan gerak yang berupa bangkitan kejang itu berbeda dalarn hal proses dan mekanisme dengan halhal yang telah dikemukakan. Diketahui. dan pada berbagai penyakit lain. terputus dan kehilangan komposisi. Ataksia: kecanggungan pada saat melakukan gerakan volunter yang agak kompleks. gangguan/ kerusakan sistem ekstrapiramidal selain menimbulkan gerak abnormal involunter hiper-kinetis. Sebagaimana telah dikemukakan. Tik: kontraksi otot atau sekelompok otot yang berlangsung sebentar. Mioklonia: kontraksi-kontraksi otot yang berlangsung cepat. stereotipik. berapa jenis epilepsi juga akan menampilkan gambaran klinis gangguan gerak berupa bangkitan kejang. Distonia: suatu sikap abnormal sebagian atau seluruh tubuh akibat kontraksi tonik otot-otot antagonis pada waktu mau melakukan gerakan volunter. berulang dan selalu mengenai ototyang sarna.

Serebelum (otak keeil) pusat integrasi sensori-motor 23 . juga tremor. pada saat menutup mata sekalipun. Impuls proprioseptif rnerupakan impuls aferen berasal dari reseptor-reseptor dijaringan dekat sendi dan tendo. yang ternyata memiliki peran khusus di dalam fenomena motorik. sebagai berikut. Pusat Integrasi Sensorl-motor Telah dikemukakan bahwa gangguan gerak secara tidak langsung dapat diakibatkan oleh gangguan komponen fungsional yang lain. misal gangguan komponen fungsi sensoriklsensibel. juga menimbulkan gangguan koordinasi yang berwujud sebagai dismetri dan dekornposisi gerak dis' diadokokinesis. Peran serebelum ini menegaskan bahwa terjadi integrasi antara komponen fungsi motor dan komponen fungsi sensibel/sensorik. 1 e samping menghasilkan gerak abnormal involunter sebagaimana telah disebutkan yakni ataksia. kita mengenal otak kecil atau dalam bahasa latin disebut cerebellum. yakni sebagai tempat integrasi rangsang saraf(irnpuls) rnotorik yang bersifat eferen (irnpuls berasal dari pusat dalarn hal ini susunan saraf pusat rnenuju ke perifer yakni organ target atau efektor) dengan irnpuls sensibellsensorik yang bersifat aferen (impuls berasal dari perifer berupa reseptor . Serebelum (otak keeil) telah disebutkan di atas ikut menyusun sistem ekstrapiramidal.Hadirin yang terhonnat. Namun serebelum dapat dikaji tersendiri mengingat serebelum mempunyai fungsi tertentu. ) menuju pusat.· 1316-19 Gangguan pa da sere bid'urn. Sehingga kajian gangguan gerak tidak dapat dilepaskan sarna sekali dari kajian integratiffungsi sensori-motor. Fungsi sensibellsensorik nyata berperan di dalarn gerak ditunjukkan dengan apa yang disebut fungsi proprioseptif. yakni kemarnpuan seseorang untuk mengenali kedudukan bagian tubuhnya secara tepat dan rinei.

. integrasi sensorik dan motorik serabut pembawa impuls membentuk fasikulus grasilis dan fasikulus kuneatus di medula spinalis yang pada akhimya akan diterima di pusat yang berada di korteks girus possentralis dengan penataan somatotopisnya. Sebagaimana telah dikemukakan di depan. agar dapat dipertahankan selama berlangsungnya suatu gerak atau pada keadaan diam. sehingga tonus otot terjaga guna mempertahankan kedudukanlposisi bagian tubuh yang bersangkutan. baik untuk menjamin ketangkasan gerakan volunter. akan tetapi setiap otot lurik (seran lintang) dapat melakukan gerakan reflek-toris. akan tetapi semua impuls perseptif dapat merangsang gerakan reflektoris. menggunakan pusat (tempat pengintegrasian) tertentu di dalam susunan sarafpusat. meng-hasilkan impuls yang terkirim masal ke otot.Refleks. . suatu mekanisme yang mengintegrasikan impuls aferen (yakni impuls sensibel/sensorik) yang berasal dari reseptor di peri fer menuju pusat saraf dengan impuls eferen (impuls motorik) yang berasal dari pusat menuju efektor. Impuls proprioseptif tersebut akan diintegrasikan di serebelum dengan impuls yang berkembang di sistem ekstrapiramidal. Lagi pula perangsangnya tidak saja terdapat di permukaan tubuh. maupun untuk membela diri. Semua gerakan reflektorik merupakan gerakan yang bangkit untuk penyesuaian diri. Gerakan reflektoris tidak saja dilaksanakan oleh anggota gerak. Refleks pada Individ u Dewasa Secara terbatas refleks adalah gerak otot skeletal yang bangkit sebagai jawaban atas suatu perangsangan. termasuk impuls 24 . Kesatuan dan keterpaduan fungsi sensori-motor jelas ditunjukkan dalam mekanisme yang disebut refleks. gerak tubuh akan berkembang sebagai hasil perkembangan fungsi sensori-motor sejak masa janin dan selama masa tumbuh kembang menggunakan basis refleks prim it if. pada perkembangan anak.

setelah uraian yang lebih banyak mengemukakan tentang anatomi terapan khususnya di bidang Ilmu Saraf dengan fokus kajian gerak. dengan dan gambaran klinis bermacam jenis etiologi dapat menimbulkan gangguan gerak yang berlatar belakang gangguan saraf dengan berbagai manifestasi klinis sebagaimana telah dikemukakan.Refleks flslologls. 9 Gerak reflektoris dapat ditimbulkan pada setiap orang yang sehat yang dinamakan refleks fisiologis. khususnya anatomi klinik (clinical anatomy). 25 . Manifestasi gambaran klinis (clinical feature) gangguan gerak yang timbul akan merujuk pada topis (temp at) lesi (gangguan/kerusakan) substrat anatomis susunan saraf yang terkena. refleks tersebut dinamakan refleks patologis. Hadirin yang terhonnat. l. memudahkan pemahaman adanya benang merah antara Etiologi Patologi Topis Lesi Gambaran Klinis suatu gangguan gerak berlatar belakang gangguan saraf. Pada kerusakan UMN dapat disaksikan adanya refleksrefleks yang tidak dapat dibangkitkan pada orang-orang' yang sehat. Diagnosis Topis. refleks patologis pancaindera. Penguasaan pengetahuan anatomi baik mikro maupun makro akan memperkuat kemampuan kompetensi klinis. perkenan saya untuk selanjutnya mengemukakan tentang perkembanganAnatomi. yang ketiga diagnosis tersebut dapat secara konsisten diterangkan berkaitan satu dengan lainnya menggunakan basis pengetahuan anatomi. Anatomi Terapan di Bidang Klinik Kesesuaian EtiologiPatologi Topis Gambaran Klinis Lesi Terapan klinis Berbagai proses patologis yang terjadi dan kesesuaian topis lesi berlangsung prenatal hingga individu dewasa. dan Diagnosis Etiologis. Terapan klinis di bidang Ilmu Penyakit Saraf dituntut ditegakkannya Diagnosis Neurologis yang mencakup Diagnosis Klinis.

mundur. tetapi juga mempelajari hubungan setiap bagian tubuh serta fungsinya. Dalam arah vertikal. ilmu 26 . bahkan pada tingkat biomolekuler. ana: naik. tome: pemotongan. akhiran kata yang menunjukkan alat untuk memotong atau segmen). anatomi bergerak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan." Kajian akan menjadi "hidup" dan lebih memberikan nilai tambah apabila dilakukan kajian konstekstual sesuai aksiologi anatomi pada berbagai bidang kaj ian yang bersangkutan. ilmu kedokteran yang semula berfokus pada individu penderita dengan tampilan gambaran klinis-nya (clinical feature) mencakup gejala (symptom) dan tanda (sign). atau lagi) dan tomi (Yunani. dan semakin mendalam kajian diletakkan pada tingkat sel dan sub-sel. Perkembangan IImu Kedokteran Diketahui bahwa perkembangan Ilmu kedokteran (medical science) dan Ilmu-llmu kesehatan (health sciences) telah bergerak ke dua arah. kembali. khususnya bidang Ilmu Kedokteran.KAJlAN KONTEKSTUAL PERKEMBANGAN ANATOMI Perkembangan Kajian anatomi kedokteran akan menjadi Anatomi sejalan "kering" dan tidak menarik apabila yang dikemukakan perkembangan IImu hanya berupa deskripsi temuan bentuk dan struktur Kedokteran tubuh yang didapat dari menguraikan bagian-bagian tubuh dengan jalan melakukan pemotongan atau penyayatan. berkembang ke kajian yang lebih mendalam ke arah kajian berbagai sistem dalam tubuh manusia yang mendasari gambaran klinis yang tampil. lagi. awalan yang menyatakan naik. Perkembangan dalam arah horisontal. Lebih mendalam lagi kajian diletakkan pada tingkat organ yang menyusun sistem tubuh. Memenuhi tuntutan aksiologi keilmuan. berlebihan. Dan memang dalam perkembangannya sejalan dengan kemajuan teknologi. terpaku pada arti harfiah kata ana(yunani. anatomi tidak hanya mempelajari struktur.

juga dan horisontal mengalami perkembangan dalam dua arah. selain Clinical Anatomy. PerkembanganAnatomi Perkembangan Sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran. bermula dad makro anatomi berkembang menjadi anatomi biomolekuler (biomolecular anatomy). Berkaitan dengan perkembangan terse but tidak mengherankan. Pada sisi yang lain. Anatomi anatomi yang acap kali disebutkan sebagai salah satu dalam arab vertikal ilmu dasar (basic science) di bidang kedokteran. dan hal ini sudah temampakkan dalam buku teks anatomi yang mutakhir. perkembangan dalam arah horizontal telah melahirkan 27 .kedokteran yang semula memusatkan perhatian pada individu penderita yang melahirkan ilmu kedokteran klinik (clinical medicine)' dengan berbagai bidang spesialisasi. berkembang menjadi kedokteran komunitas (community medicine) yang lebih berorientasi pada sekelompokIndividu sebagai satu kohort. Dalam arah vertikal. dan pada dewasa ini perkembangan telah menampilkan kedokteran lingkungan (environmental medicine) yang secara nyata memasukkan faktor lingkungan sebagai variabel dalam ontologinya. PerkembanganTlalam arah horisontal. pada akhir-akhir ini banyak sekali buku teks anatomi dengan tajuk Clinical Anatomy yang mengkaji dad sudut anatomi berbagai sistem tubuh mendukung bidang-bidang kedokteran klinik yang berkaitan. pada perkembangannya sejalan dengan perkembangan kedokteran klinik maka kajian anatomi diperluas dan dipertajam dalam konteks klinis. secara sederhana. Lebih Ianjut terjadi perkernbangan kajian anatomi merujuk berkernbangnya kedokteran llngkungan. dapat digambarkan bennula dad makroanatomi (gross anatomy) yang memusatkan kajian pada struktur tubuh baik dalam pendekatan sistem (anatomi sistematika) maupun pendekatan regional (anatomi regional) sebagai suatu objek kajian dan kemudian dirujukkan dengan fungsi struktur tersebut.

(Di samping masih eksisnya kajian antropologi. dan lainlain yang secara "konvensional" sangat menampilkan kajian anatomi menyangkut struktur tubuh manusia). dan aksiologi. tinjauan salah satu gaya mekanik yang terjadi pada start "datar" dan start "menungging" 2\ beberapa ukuran anggota bawah pengemudi Unit Angkutan Bis Kota Semarang hubungan dengan ukuran-ukuran ternpat-duduk dan alat-alat pedal kemudi 1\ tinggi meja praktikum anatomi FK Undip 2\ kajian tentang terapan ilmu urai dan ilmu gerak dalam skripsi mahasiswa-mahasiswa Sekolah Tinggi Olahraga Semarang tinjauan atas judul skripsi dan pembicaran faktor-faktor pe. Dalam bingkai wacana kajian gerak.Social Anatomy. langsung dengan gerak telah dihasi lkan publikasi tentang Penyakit Parkinson. ergonomi. dalam taksonominya yang baru. telah penulis hasilkan sejumlah publikasi yang menggambarkan perspektif terapan anatomi yang beragam di beberap bidang kajian. selama menjalankan tugas-tugas Tridhanna Perguruan Tinggi terutama penulisan ilmiah dan penelitian. • Di dalam anatomisosial (Socia! Anatomy) telah Anatomia est ubicumque dari kIinik hingga lingkungan 28 . dan sebagainya terbangun oleh epistemologi. patofisiologi. • Kajian anatomi klinikyang berkaitan langsung rnaupun tidak. ontoiogi. Environmental Anatomy. diagnosis dan wacana terapi 2\ dan konsep terbaru penatalaksanaan Penyakit Parkinson 22. sebagaimanadiungkapkan berikut. telah dipubl ikasikan hasil penelitian tentang pengamatan sementara hubungan panjang kaki/tinggi badan pada keadaan telah tercapai perturnbuhan sernpuma 13. . 21 nunJangnya . • Berkenaan dengan anatomi Iingkungan (Environmental Anatomy) termasuk di dalamnya kajian antropornetri.

dan metoda epidemiologi retrospeksif untuk pengembangan penelitian di bidang Anatomi 29.dan toksokinetik. toksodinamik plumbum pengaruhnya terhadap susunan saraf pusat dan perkembangan anak 16. Plumbum-darah Anak terhadap perkembangan motorik anak terlahir di pemukiman pesisir 32. perkenankan kini saya .dipublikasikan wacana mengenai telaah terpadu antara variabel sosial dengan variabel anatomi n. Penelitian-penelitian tersebut didukung dengan kajian konseptual tentang developmental assessment scale for l Z-month-old children 33. Demikian pengembaraan di ranah Anatomi menggunakan port d'entry wacana kajian gerak. neurotransmiter dan aspek biomolekuler pada gangguan psikosomatik 39. Kariadi Semarang". dan hubungan pemaparan khronik Plumbum-udara. dan sindrom kelelahan khronik 40. pengetahuan dasar aspek sensorimotor dalam tes tumbuh-kembang anak H. Penelitian yang memuat topik kajian berkaitan dengan gerak dalam pengertian luas. Hadirin yang terhormat. the potential negative impact of air lead pollution on child development 3). Plumbum-darah Ibu. • Muatan biomolekuler kajian yang berkaitan lang sung maupun tidak langsung dengan persoalan gerak dapat ditemukan dalam publikasi tentang pola pengobatan penderita Parkinson di Poliklinik Saraf RS dr. telah mengungkapkan "keberadaan" Anatomi Terapan di berbagai bidangperkembangan ilmuAnatomi.pendekatan anatorni-klinik aspek neurologik gangguan gerak rs . konsep penatalaksanaan penyakit Parkinson 3E. telah dipublikasikan dengan tajuk: Airborne lead and particulate levels in Semarang Indonesia and potential health impact 3D.

Sehingga sebagaimana telah diuraikan di atas. menyimak perkembangan anatomi dalam arah vertikal maupun horisontal. sistem tubuh. menggunakan wahana topik kajian tentang gerak. maka dengan tetap berperan sebagai ilmu dasar. lagi terbatas pada dataran gross anatomy atau makro-anatomi. Bertolak. dapat dipastikan ditemukannya kajian anatomi sesuai tingkatan dan kedalamannya. masuk ke dalam berbagai bidang (spesialisasi) klinik sebagai perkembangannya dalam arah horisontal. kajian anatomi tidak. jaringan dan sel yang membentuk organ tubuh. dan di bidang ilmu kesehatan pada umumnya dalam terapan yang lugas dan luas. dari wacana gerak. Di luar kedokteran klinik. anatomi ada dimana-mana' 30 . sub-sel dan substrat biomolekuler. melainkan dapat "menukik" mendalam hingga tingkat biomolekuler. bertolak dari pokok bahasan gerak. anatomi dapat "bergerak' merambah merasuk dan menyumbangkan peran keilmuannya di bidang kedokteran komunitas dan kedokteran lingkungan. kembali dikatakan bahwa: dapat 'anatomi tidak kemana-mana.menyarnpaikan kata penutup PENUTUP Pada dasarnya persoalan kedokteran khususnya di bidang klinik (dengan berbagai spesialisasi klinik) dapat didekati dan diletakkan pada tingkat kaj ian: individu yakni persoalan yang berkaitan dengan gambaran klinis (gejala dan tanda yang dicermati pada diri penderita). Di setiap tingkat kajian. yang berkaitan dan melatarbelakangi gambaran klinis yang timbul. organ penyusun sistem tubuh yang bersangkutan.

dapat saya sebutkan satu per satu. yang menyebutkan 41: sine anatomia. nihil medici Menjelang akhir pidato ini perkenankan saya menyampaikan pesan kepada para mahasiswa. sebagai jabaran dari pemahaman: 'barang siapa mengenal dirinya. Terima kasih disampaikan kepada: • Dekan dan seluruh Pembantu Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro • Rektor Universitas Diponegoro atas pengusulan saya sebagai Guru Besar Tetap pada Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro • Segenap anggota Senat Guru Besar Universitas Diponegoro atas kesediaan untuk menerima saya 31 . anatomla non est nequaquan Sebagai salah satu ilmu dasar di bidang kedokteran.'anaiomi« est ubicumque. khususnya para mahasiswa yang menuntut Ilmu Anatomi. Namun sesungguhnya. dan sejawat yang berkhidmat di Bagian Anatomi. seharusnya dapat dibangun pandangan dan sikap hidup (way of life) yang benar dan bermartabat untuk membingkai dan mendukung kehidupan profesional masing-masing. bahwa sesungguhnya di dalam Anatomi. kedudukan anatomi dapat dinyatakan dengan mengutip ungkapan "hiperbola" Rio Sofwanhadi dalam pidato pengukuhannya. akan didapatkan banyak sekali fakta tentang kehidupan (fact of life) tersusun kemudian menjadi ilmu pengetahuan (science) yang senantiasa berkembang.u~aikan kepada banyak pihak yang tidak. baik pada tingkatan makro maupun mikro. di balik pelajaran anatomi manusia. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih semestinya disag. dad kajian terhadap tubuh manusia ini. dia akan mengenal Tuhan-nya'.

mengarahkan dan membimbing hingga saya menjadi guru di bidang Anatomi. SpACK). sekolah rakyat. Soemantri. beserta Staf Direksi. Kariadi Semarang 32 . Ag. dr. Van Luhulima. Soebowo. Moeljono S. Kariadi.di Iingkungan beliau-beliau. dan perguruan tinggi. yang mendorong dan merekomendasi saya studi Strata 2 Epidemiologi Klinik di McMaster University. Satoto (alm). yang telah berkenan menerima saya sebagai asisten di Bagian Anatomi. Soedomo Hadinoto. Profesor dr. Profesor dr. sekolah menengah pertama. ucapan terima kasih disampaikan khusus kepada yang terhormat: Profesor dr. yang selalu mendorong saya agar selalu menirnba ilrnu. Profesor Dr. Direktur RS Dr. yang tak dapat saya sebutkan satu persatu • berkaitan dengan karier akademik di perguruan tinggi. Rio Sofwanhadi. mendapatkan brevet spesialis dan selanjutnya menjadi staf edukatif di Bagian Neurologi. Profesor dr. dan atas rekomendasinya. Sigit Muryono. PAK. Profesor dr. SpS(K). dr. SpACK). • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia atas kepercayaan yang diberikan Perkenankan secara tersurat saya menyampaikan terima kasih kepada: • beliau segenap guru-guru sejak taman kanakkanak. PAK. sekolah menengah atas. Trastotenojo. Segenap sejawat di Bagian Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro RS Dr. segenap paramedis danseluruh karyawan.PAK(K) yang selalu mendukung dan bekerja sama mengabdi di Anatomi. (almarhum) yang telah berkenan menerima saya sebagai residen. Profesor Dr. dr. SpPA(K).

Akt. Wassalamu' alaikum warakhmatullah wabarakatuh. Profesor Dr.. Joetata Hadihardaja. Lachmudin Sya'rani.E. Terima kasih kepada ananda Ahmad Rizal Shidiq S. SpPD. ucapan terima kasih yang tulus disampaikan disertai doa semogaAllah menerima amal Bapak dan Ibu. atas pengorbanan dan ketabahan mendampingi mengarungi dinamika kehidupan dengan ikhlas.Sc. Profesor dr. Soedarsono. dengan ketua Profesor dr. Akhirul kata: lakhaulawalaquwwata ila-billah.E. · Segenap anggota Peer Group: Profesor dr. Sigit Muryono PAK.Sos. MS. · Segenap sejawat di Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas . Suharyo Hadisaputro. atas kehangatan dan dukungan yang selalu diberikan Terima kasih kepada istri tercinta Fadillah. Soedjarwo..E. MI Widiastuti. M. Profesor Drs. walkhamdulillahi robil 'alamin. sabar dan tawakal. SpS(K).Diponegoro.Sc. SpPA(K). Fitria Asiati S. M. atas kerjasama dan dukungan yang luarbiasa. 33 . KariadiSemarang..Sc. Kepada almarhum Bapak dan Ibu. Profesor Dr.E.. Soebowo. Yanuar Luqman M. · Profesor Ir.. yang telah memberikan masukan serta saran untukpenulisan pidato ini. dr.• Segenap sejawat di Clinical Epidemiology Unit Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro RS Dr. Profesor Dr. Fadhil Husein S. Ira Rahmawati S.Si. M. beserta Sisilia Wahyuningastuti S. yang telah sangat membantu di dalam proses pengusulan guru besar.

Mujamma' at Malik Fahd Ii Thiba'at ai Mush-haf Asy-syarif Medinah. Reflex testing methods for evaluating CNS development. New York: Churchill Livingstone. 1993: 30-40.KEPUSTAKAAN 1. 1965: 3-53. Tumbuh kembang anak prematur. 1981. Williams PL. Disertasi. Motor function: Assosiated primitive reflex profile. Semarang: Universitas Diponegoro. SofyanIsmael. New Jersey: Prentice Hall. 10. 24: 662-9. Garrison CW. Dyson M. 1990. Fiorentino MR. Satoto. 38'hed. Dalam: MarkumAH. Welch K. Pediatrics Annals.1-36. Buku Ajar Neurologi Anak. 14. Dussek JE. Berry MM. Development Medicine & Child Neurology. Jakarta: Balai Penerbit VI. Fiorentino MR. Fundamentals of Anatomy and Physiology. Jakarta: EGC. Saphiro BK. Early motor reflexes in infancy. 9. Capute AJ.Ismael. Pertumbuhan dan perkembangan anak. Illinois: Charles C Thomas Publisher. Collins P. 34 . 3N• Illinois: Charles C Thomas Publisher. Mardjono M. Sidharta P. Gray's Anatomy. Anatomi Fungsional Sistem Lokornosi (Pengantar Kinesiologi). 1995. Al Qur'an dan Terjemahnya 1971 2. Ismael S. Dalam: Anak dengan mental terbelakang. Jakarta: PT Dian Rakyat. 6. 2001: 36-47 7. 15. Sigit-Muryono. In: Normal and Abnormal Development. Tumbuh kembang anak Dalam: Ranuh G. Kelainan perkembangan. Capute AJ. Jakarta: Balai Penerbit FKVI.63-78. Ober WC. 3. Ferguson MWJ. Sofyan. 1999. Dalam: Perinatologi 2000. penyunting. Martini FH. Lumbantobing SM. Inc. Cetakan kedua. Dalam: Soetomenggolo TS. Baltimore: The John Hopkins University School of Medicine. 5. Jakarta: BP IDAI. Jakarta: BalaiPenerbitFKUI. Accardo PJ et al. 1986: 217-26. Hutchings RT. 4. Penilaian dini kelainan sarafneonatus. Tumbuh KembangAnak. penyunting. Passat J. 1995. 8. Soetjiningsih. 13. 2000. MarkumAH. Neurologi Klinis Dasar. 11.104-35. 1972: 43-60 12. Eds. Bannister LH. Influence of primitive reflexes to motor development. Semarang: Badan Penerbit Undip. 1982. 1990. 1998. Neurologi perkembangan anak. 2nded. Ed. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1.

Terapan IImu Urai dan Ilmu Gerak dalam skripsi mahasiswa-mahasiswa Sekolah Tinggi Olahraga Semarang. Majalah Kedokteran Diponegoro Vol. hubungan dengan ukuran-ukuran tempat-duduk dan alat-alat pedal kemudi (Makalah penelitian dibacakan pada Pertemuan Nasional Perhimpunan Ahti Anatomi Indonesia (PAAI) V. Konsep Terbaru Penatalaksanaan Penyakit Parkinson. Telaah terpadu antara variabel sosial dengan variabel anatomi. 1976). Pediatric Neurology for The Clinician. 19 No. Dalley AF. Tinggi meja praktikum anatomi FK Undip. Lippinott Williams & Wilkins. Clinically Oriented Anatomy. Beberapa ukuran-ukuran anggota bawah pengemudi Unit Angkutan Bis Kota Semarang. diagnosis. 2000. Sill ed. Amin-Husni. New York: The Mcfiraw-Hill Co. Stephens TD. Semarang 1980). 26. 1984 35 .16. 17. Seeley RR. Neuroanatomy Through Clinical Cases. New York: John Wiley & Sons. Amin-Husni. Penyakit Parkinson. Inc. Tate P. Principles of Anatomy and Physiology.2. 2002. 21. 9111 ed. Tinjauan salah satu gaya mekanik yang terjadi pada start "datar" dan start "menungging" (Makalah penelitian dibacakan pada Pertemuan Nasional EksperimentaI PAAI. 1992: 19. Massachussetts: Sinauer Associates. Semarang 1980). Grabowsky SR. 24. Amin-Husni. Inc. Anatomy & Physiology. Amin-Husni. Bandung 1978) 25. Amin-Husni. Ellison P. 18. 1999. Amin-Husni. Inc. Temu Ilmiah Nasional I Konferensi Kerja III Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI). 28. Blumenfeld H. 20. tinjauan atas judul skripsi dan pembicaraan faktor-faktor penunjangnya (Makalah penelitian dibacakan pada Pertemuan Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) V.60. 4111 Baltimore: ed. Moore KL. KONAS V PERDOSSI Lunch Symposium-S : New Concept in The Management of Parkinson's.. dan wacana terapi. The Neurologic Examination of the newborn and infants. Tortora GJ. patofisiologi. (Makalah penelitian dibacakan pada Pertemuan Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) V. Pengamatan sementara hubungan panjang kaki dengan panjang/tinggi badan pada keadaan telah tercapai pertumbuhan sempurna (Makalah penelitian dibacakan pada Pertemuan NasionaI PerhimpunanAhliAnatomi Indonesia (PAAI) IV. Denpasar Juli 2003 23. . Semarang 1980). Semarang Juni2002 22. 27. 2000. Amin-Husni. 19. Amin-Husni.

Majalah Kedokteran Indonesia Vol. Toksodinamik Plumbum. 1989). Airborne lead and particulate levels in Semarang. terhadap perkembangan motorik anak terlahir di pemukiman pesisir. Arnin-Husni. Amin-Husni. Pengaruhnya Terhadap SSP dan Perkembangan Anak. The potential negative impact of air lead pollution on child development. Indonesia and potential health impacts. The Science of The Total Environment 227 (1999). A preliminary study in Tambaklorok Semarang. Amin-Husni. Amin-Husni. Juli2002 40. Oktober2000 33. Toksokinetik. Pengetahuan dasar aspek sensorimotor dalam Tes Tumbuh Kembang Anak (Makalah dibacakan pada Diskusi LablUPF lImu KesehatanAnak FK UndipIRSDK. Konsep penatalaksanaan Penyakit Parkinson: Perhatian pada penggunaan agonis dopamin. 2000 32. Sindrom Kelelahan Kronik. NEURONA Vol.2. 3-4 Juli 2003 37. Amin-Husni.35 No. 20 No. Hubungan pemaparan khronik Plumbum-udara. Amin-Husni.4 No. Plumbum-darah Anak. 145-154 31. MEDIA MEDIKA INDONESIANA Vol. 36. Journal of The Indonesian Public Health Association. October 1994 34.PadangNovember 2001 36 . Pendekatan Anatomi-klinik aspek neurologik gangguan gerak (Makalah dalam buku Simposium Gangguan Gerak. Plumbum-darah Ibu.. Amin-Husni. Journal of COASTAL DEVELOPMENTVol. MEDIA MEDIKA INDONESIANA Vol. Amin-Husni. Metoda studi epidemiologi retrospektif untuk pengembangan penelitian di bidang Anatomi (Makalah pada diskusi bulanan PAAI Komisariat Semarang 1985) Majalah Kedokteran Diponegoro VoL 20 No. Bandungan.4. Amin-Husni (co-author). 38 No. 1985 30. Developmental assessment scale for 12-month-old children.1. Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Musyawarah Kerja Perhimpunan Dokter Spesialis SarafIndonesia (PERDOSSI). Semarang: Badan Penerbit Undip 1990). 2003 38. 54 No. Neurotransmiter dan aspek biomolekuler pada gangguan psikosomatik . Amin-Husni.29. XXII. Kariadi Semarang. 35. 4 April 2004 39.3. Amin-Husni. Pola pengobatan penderita Penyakit Parkinson di Poliklinik Saraf RS Dr. Temu Regional Neurologi Jateng & DIY XIX Symposium on Neurology and Psychosomatic Disorders. Amin-Husni. Vol 9.

Refleks lain yang dianggap balk sekali untuk menetapkan perkembangan neuromotor secara klinis adalah reaksi melangkah. Jika beberapa refleks-refleks ini tetap ada pada waktu yang tidak biasanya maka ini merupakan indikator yang baik untuk menunjukkan adanya gangguan atau kerusakan serebral. Pidato pengukuhan Guru Besar Tetap dalam Ilmu Anatomi pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 37 . Untuk mengetahui refleks ini dapat diperiksa dengan menggunakan pemeriksaan ultrasonografi. Tanpa pengetahuan anatoml yang balk. Respon refleks ini mudah untuk ditimbulkan dan dinilai. crossed adduction. 2004. (. LAMPIRAN Pejelasan tentang. tidak ada ilmu kedokteran. nihil medici. Refleks ini muneul pada awal minggu ke 5 kehamilan dan menghilang pada 10-12 minggu kehamilan. Sine Anatomia.)Refleks primitif: Refleks primitifl Merupakan refleks yang ada selama kehidupan intra uterin. refleks menyangga (support positive reflexes) dan refleks galant. refleks tonik leher asimetris (ATNR). Refleks ini muneul dan hilang selama perkembangan intra uterin dan tidak didapatkan sesudah bayi lahir. Tanpa ilmu anatomi. Rio-Sofwanhadi. downward parachute.41. refleks tonik iabirin. Yang termasuk refleks ini adalah refleks moro. Refleks primitif II merupakan refleks primitif yang penting karena reaksi refleks tersebut muneul dan menghilang selama 6 bulan pertama kehidupan. refleks menggenggam (plantar grasp). Jakarta: FKUI. tidak ada dokteryang baik. refleks mengguling (neck righting) dan refleks penempatan. Refleks primitifII Refleks ini muneul pada akhir masa pertumbuhan intra uterin dan tetap ada pada waktu lahir.

• Hemibalismus: gerakan balistik ialah gerakan ekstremitas dengan amplitudo besar seolah melempar bola atau menendang. Secara klinik dibedakan: Tremor istirahat: timbul pada saat individu istirahat tetapi waspada. osilasi tetap. ada ketegangan emosional. Pada dasarnya refleks primitif III merupakan reaksi postural yang terdiri dari respon equilibrium dan righting. Disebabkan oleh gangguan pada nukleus subtalamikus akibat berbagai penyakit. • Khorea: gerak involunter yang menyerupai gerakan tanganlengan penari. (bl Jenis-jenlsgangguan gerak involunter • Tremor: gerakan ritmis sinusoidal. Tremor fisiologis dapat juga menjadi lebih nyata bila ada gangguan metabolik (hipoglikemi. dapat muneul dengan tanda-tanda yang lain seperti dismetri atau ataksia. Gerakan tidak berirama. Ditemukan pada gangguan sere-belum. cepat dan menyentak. feokhromositoma). akibat gerakanmenyentak otot-otot proksimal ekstremitas. Menghilang bila tidur atau menggerakkan anggota badan. Oijumpai contohnya pada parkinsonisme. Timbul pada waktu suatu gerakan volunter berlangsung. atau setelah minum kopi. Fungsi motor kasar muneul segera setelah reaksi postural berkembang. walaupun amplitudo dan frekuensi dapat bervariasi. arah gerakan mudah berubah. hipotenni atau karena obat-obatan Tremor intensional: disebutjuga tremor kinetik. Sering disertai gerakan meringis-ringis atau menggeram. BUa berlangsung bilateral disebut balismus. ritme konstan.Refleks primitif III Refleks primitif III muneul ketika refleks primitif II menghilang. Mayoritas responrespon ini lebih sulit dan memerlukan waktu yang lama untuk menilainya. Tremor postural: tremor halus timbul apabila jari-jari tangan direntangkan. sifatnya kuat. Reaksi postural ini seeara klinis adalah merupakan nilai yang terpenting. Kelainan patologis tidak terbatas pada satu bagian dari sistim ekstrapiramidal. Tremor ini adalah tremor fisiologis yang dapat ditemukan pada semua orang dan menjadi lebihjelasjika kecapaian. 38 . tirotoksiko-sis.

dan blefarospasmus. distonia oro. dan pada berbagai penyakit lain. tremor dan 39 . Mioldonia: kontraksi-kontraksi ototyang berlangsung cepat. nukleus kaudatus dan korteks. Sering mengenai otot-otot wajah. Tik: kontraksi otot atau sekelompok otot yang berlangsung sebentar. stereotipik. lidah dan rahang Atetosis: gerakan jari-jari tangan dan kaki. Dapat mengenai sekelompok otot atau satu serabut otot saja. Gejala tik yang meluas ditemukan pad a penyakit Gilles de la Tourette. Termasuk distonia adalah keadaan-keadaan Writer's cramp. akibat obat-obatan. Dapat terjadi akibat anoksia pada waktu lahir. mengucapkan kata-kata kotor (koprolali). berulang dan selalu mengenai otot yang sarna. Termasuk khorea adalah yang disebut diskinesia tardif. Pad a dasamya distonia sarna dengan atetosis. lidah atau bagian tubuh lain tak dapat diam sejenak. sering disertai seperti batuk-batuk.• • • • • Dikenal kborea Sydenbam yakni komplikasi demam rematik pada anak. perbedaannya ialah dalam berlangsungnya posisi abnormal serta kemantapannya dan keterlibatan otot sekitar tulang belakang secara mencolok. Biasanya mulai pad a usia anak-anak dan menghilang bila anak menjadi dewasa. atau gangguan metabolik. tiba-tiba dan diluar kehendak. Gerakan terutama mengenai kepala tetapi juga dapat bagian lain tubuh. yang dapat berupa dismetri. Gerakan larnbat lebih lamban dari khorea. berdehem. spasmus fasial. Kelainan patologis pada distonia akibat berbagai keadaan dapat ditemukan di ganglia basalis terutama putamen. Distonia: suatu sikap abnormal sebagian atau seluruh tubuh akibat kontraksi tonik otot-otot antagonis pada waktu mau melakukan gerakan volunter. Dapat merupakan gejala serangan epilepsi. Kelainan dijumpai pada putamen. gerakan tidak teratur terutamamengenai mulut. Dapat berlangsung secara ritmis atau tak teratur. singkat. sering mengenai otot yang sarna. melilit-Iilit tidak bertujuan. Mioklonia tidak selalu disebabkan oleh kelainan organik. Gerakan dapat ditiru dan kadang-kadang dapat ditekan dengan konsentrasi dan kemauan keras. sering dianggap sebagai manifestasi nervositas Ataksia: mencakup segala jenis gerakan diskoordinatif serebeler.fasial-servikal.

Berbagai jenis ataksia tersebut menyangkut perbedaan topis lesi di bagianbagian serebelum. terputus dan kehilangan komposisi. lokasi penyilangan jaras piramidalis (terletak di peralihan medula oblongata menjadi medula spinalis) penyakit otot soma yang disebabkan faktor patologik khromosomal Jawa:pelo (dalam hal ini dimaksud) bagaimana ilmu dibangun. sendi. atau pada sikap gerak tertentu tubuh dan disebut truncal ataxia. + nomos. dikenal sebagai limb ataxia. atau ataksia nampakjelas hanya pada waktu berjalan. Penjelasan Beberapa Istilah Kedokteran (Medik) aksiologi akson antropologi (dalam hal ini dimaksud) penggunaan (dan pemanfaatan) pengetahuan ilmiah tonjolan dari (sitoplasma) badan sel saraf. pada awalnya digunakan dalam arti "ilmu tentang ciri-ciri tubuh manusia".dekomposisi gerakan tangkas (disdiadokokinesis). kerja. hukum) ilmu yang arthrology Bell's palsy dekusasio piramidalis distrophia musculorum progress iva disartri epistemologi ergonomi 40 . Terdapat kecanggungan pada saat melakukan gerakan volunter yang agak kompleks. seolah gerakan tidak dapat berlangsung sampai akhir. + logy) ilmu yang mempelajari tentang sendi (hubungan antar tulang) asimetri wajah karena adanya kelumpuhan otototot wajah sesisi akibat gangguan saraf kranial VII perifer dengan latar belakang proses imun. dan pada perkembangannya dipakai dalam arti yang sangat luas. sebagai wahana penjalaran rangsang saraf "ilmu tentang manusia". disebut sebagai gait ataxia. karena meliputi baik bagianbagian fisik maupun sosial dari "ilmu tentang manusia" (Yunani: arthron. metoda ilmiah (Yunani: ergon. Ataksia dapat mengenai gerakan tangan dan lengan saja.

(pasien) (Yunani: gyros) satu dari banyak penonjolan berkelok-kelok (lipatan) pada permukaan otak yang disebabkan melipatnya korteks ke dalam (hemi + Yunani: sphaira. menyatunya sperm a pada sebuah seI telur (bentukjamak darijimbria) rumbai-rumbai layuh. bola atau bumi) separuh dari setiap sferis atau struktur atau organ yang kurang lebih bulat. kinetikos. belahan otak (kanan atau kiri) (Yunani: hypo-. menghilang atau berkurangnya tonus otot patah atau retak (untuk tulang) fungsi yang berkaitan dengan gerak ruas-ruas tubuh. awalan yang menunjukkan di bawah atau kurang. 41 . atau (serabut) otot. di bawah. fasikulus yang dilewati rangsang/impuls proprioseptif dari tubuh bagian bawah ke saraf pusat fasikulus yang dilewati rangsang/impuls proprioseptif dari tubuh bagian atas ke saraf pusat (proses) pembuahan.etiologi fasikulus fasikulus grasilis fasikulus kunetaus fertilisasi fimbriae flaksid fraktur fungsi motorik fungsi sensibel / sensoris fungsi otonom fungsi luhur gambaran klinis ganglia basalis gejala (symptom) girus hemisferium hemisferium serebri hipokinetis berhu bungan dengan manusia dan pekerjaaannya. penyebab. gerak tubuh fungsi yang berkaitan dengan rasa tennasuk indera fungsi tubuh yang dalam kinerjanya tidak dibawah kehendak fungsi yang berkaitan dengan proses belajar dan mengingat tampilan akibat adanya penyakit atau kelainan pada seorang pender ita berupa gejala (symptom) dan tanda (sign) kumpulan berbagai badan-badan sel saraf yang terdapatdi "daerah basal/dasar" otak keluhan subyektif yang disampaikan oleh penderita . (Yunani: aitia. + logy) penyebab (penyebab) atau asal-mula penyakit istilah umum untuk suatu ikatan (himpunan) keei (serabut/akson) saraf.

sebagai yang dibedakan dari substansi internal pada . kin e t iko s . di atas.atau berkenaan dengan pergerakan.hiperkinetis Impuls impuls aferen impuls eferen infark inhibisi intra uterin jaras piramidalis kinesiologi kontralateral kornu anterior korteks lokomosi. kinesia + logy) ilmu gerak tubuh manusia kedudukan (berada) pada pihak atau sisi yang berseberangan tonjolan ke arah depan yang terbentuk olah substansiagrisea di medulla spinalis lapisan luar dari suatu organ atau dari struktur tubuh lainnya. lokomotor lower motoneuron berhubungan dengan atau menghasilkan aksi) gerak menjadi berkurang (Yunani: hyper-. berkenaan dengan atau mengenai alat pergerakan tubuh neuron dengan badan sel di dalam sumsum tulang belakang dan akson melanjut daJam saraf tepi menuju otot. awalan yang menunjukkan di atas. dapat dimaksud kehidupan ketika dalam kandungan (bentangan) kumpulan akson yang mengampu jalannya impuls untuk fungsi motorik yang berasal dari korteks otak tertentu hingga ke sumsum tulang belakang (dikenal juga sebagai upper motoneuron) untuk ber-sinaps dengan akson selanjutnya (yakni lower motoneuron) (Yunani: kinesis. melampaui atau berlebihan. mengampu aktifitas motorik 42 . berhubungan dengan atau menghasilkan aksi) gerak menjadi berlebihan transmisi rangsang melalui serabut saraf secara proses elektrokimiawi perjalan impuJs yang berasal dari perifer ke pusatpusat di susunan saraf pusat perjalan impuls yang berasal dari pusat di dalam susunan saraf pusat ke perifer (antara lain ke bangunan tubuh yang di sarafi) kematian jaringan akibat kekurangan pasoka darah ke jaringan terse but (proses) penghambatan di dalam (rongga) rahim. gerakan.

dan yang berjalan menyeberang celah sinaps untuk merangsang atau menghambat sel sasaran (Latin: dnidus.+ Yun. istilah yang umum dipakai untuk menyatakan kumpulan serabutserabut saraf yang berjalan di antara daerah- nidasi ontologi organon genitalia masculina organon genitaliafemina osteoporosis ovarium ovum ovulasi pedunkulus 43 . yang bertambah berat bila digunakan secara berulang/terus-menerus.rangka sengau (Jawa: bindeng) sel saraf (dengan seluruh bangunan kelengkapannya) suatu zatyang dilepaskan dari ujung akson neuron presinaps pada perangsangan. serta memberi respon baik atas obatanti-kolinesterase kesatuan otot .medulla oblongata medulla spinalis mesensefalon miastenia gravis muskuloskeletal nasolalia neuron neurotransmiter kerucut jaringan saraf yang bercabang yang berlanjut di atas dengan pons dan di bawah dengan sumsum tulang belakang sumsum tulang belakang (meso. saran g) implantasi hasil pembuahan pada dinding rahirn lapis terdalam (endometrium) asas dalam menetapkan batas/ruang lingkup ujud yang menjadi obyek penelaahan (obyek ontologis atauobyek formal dari pengetahuan) serta penafsiran tentang hakekat realitas (metafisika) dari obyek ontologis atau obyek formal tersebut organ/alat kelamin jantan : organ/alat kelamin betina keropos tulang indungtelur sel telur peristiwa penglepasan sel telur yang masak dari indungtelur (L) bagian mirip tungkai. dan membaik setelah istirahat atau didinginkan. enkephalos otak) bagian dari otak berkembang dari bagian tengah kelelahan atau kelemahan otot-otot seran lintang.

yang memberikan informasi berkenaan dengan gerakan dan posisi tubuh aktifitas saraf dengan menggunakan wahana perubahan potensiallistrik reaksi spontan bagian tubuh tertentu akibat adanya rangsang tertentu refleks yang dapat ditimbulkan pada keadaan normal refleks yang hanya dapat ditimbulkan pada keadaan abnormal atau adanya gangguan pada susunan saraf pusat. dan gangguan postural infeksi virus yang menyerang sel motorik di dalam sumsum tulang belakang.penataan somatotopis penyakit Parkinson daerah yang berbeda dalam sistem saraf pusat gambaran sesuai bagian-bagian tubuh yang menata bad an sel-sel saraf di lapis terluar otak penyakit degeneratif yang mengenai bagian tertentu otak. seperti otot dan tendon. menimbulkan Iumpuh Iayuh anggota tubuh. bagian sistem saraf pusat yang terletak di antara medulla oblongata dan mesensefalon menerima rangsangan dalam jaringan tubuh. dengan gambaran klinis adanya gemetaran. refleks berkaitan dengan kedudukan tubuh refleks yang timbul pada saat kehidupanjanin sarafyang keluar dari daerah batang otak sarafkranial yang mensarafi kebanyakan otot-otot bolamata saraf kranial yang mensarafi salah satu otot bola mata saraf kranial yang mensarafi salah satu otot bola mata sarafkranial yang antara lain mensarafi otot-otot wajah. dan rasa lidah saraf kranial yang antara lain mensarafi batang tenggorok dan esofagus. kekakuan. sebagian alat-alat dalam poliomielitis anterior acuta pons proprioseptif proses elektrofisiologis Refleks refleks fisiologis refleks patologis refleks postural refleks primitif sarafkranial sarafkranial III sarafkranial IV sarafkranial VI sarafkranial VII sarafkranial X 44 . miskinlkelambatan gerak.

sarafkranial XII saraf perifer sarafpusat sinaps sindrom Guillan Barre sistem piramidal sistem ekstrapiramidal sistema museulare sistema neuromusculare sistema skeletale sitoskeleton soma spastik strabismus stroke stroke hemoragik stroke non hemoragik substansia grisea rongga dada dan rongga perut sarafkranial yang mensarafi otot-otot lidah jaringan saraf yang keluar dan berada di luar susunan saraf pusat bangunan sarafyang terdiri dari otak besar. hubungan) tempat aposisi fungsional antara neuron-neuron. sambungan. tempat dihantarkannya impuls dari satu neuron ke neuron lainnya. 45 . bahan penyusun jaringan. yang menimbulkan lumpuh layuh bangunan yang dibentuk oleh jaras piramidalis (lihat jaras piramidalis) bangunan yang terbentuk oleh sejumlah inti (kumpulan badan-badan sel) sel saraf dan sirkuit yang menghubungkan inti-inti tersebut. sehingga otot-otot menjadi kaku dan gerakan kaku juling (Jawa: kero) gangguan peredaran darah otak. hipertonik. batang otak. baik dengan eara elektrik atau kimiawi penyakit dengan latar belakang proses imun. antara lain berfungsi untuk transpor aksonal neurotransmiter (Yunani: soma. otak keeil. grisea. terjadi secara mendadak dan menimbulkan defisit/gangguan neurologik stroke yang berupa terjadinya perdarahan di otak stroke yang berupa berkurangnya aliran darah atau tersumbatnya pasokan darah ke bagian otak tertentu sehingga menimbulkan infark. terletak di daerah dasar otak yang berfungsi menjaga tonus otot seeara umum sistem otot soma kesatuan sistem saraf-otot sistem rangka tubuh bangunan yang terdapat di dalam axon. badan) tubuh yang dibedakan dari jiwa (Yunani: spastikos) mempunyai sifat atau ciri spasme. (L: substantia. dan sum sum tulang belakang (Yunani: synapsis.

juga pada umumnya merupakan tempat pembuahan terjadi (bentangan) kumpulan akson yang mengampu jalannya impuls untuk fungsi motorik yang berasal dati korteks otak tertentu hingga ke sumsum tulang belakang 46 . tempat) (Latin: laesio. pons. batang otak yakni bag ian dari susunan saraf pusat yang dibentuk oleh esensefalon. dan medula oblongata. menyakiti. batang. Latin: cerebrum.tanda(sign) topis topis lesi truncus cerebri tuba uterina upper motoneuron abu-abujkumpulan badan-badan sel saraf khususnya yang terdapat di dalarn sumsum tulang belakang. otak besar). tempat menempelnya otak besar dan otak kecil (serebelum) saluran dari rahim yang akan dilalui oleh sel telur setelah ovulasi. diskontunuitas jaringan patologik atau traumatik atau hilangnya fungsi suatu bagian) tempat terjadinya/ didapatinya kerusakan (Latin: truncus.laedere. bagian utama dari otak. keseluruhan membentuk bagian yang berwarna lebih gelap (abu-abu) di banding daerah seke lilingnya gambaran klinis yang secara obyektif didapatkan dad pemeriksaan (fisik) (Yunani: topos.

8.. Akt. 3. SSos. PENDIDIKAN TH. Sriwibowo Utara 13 Semarang 50184 Fadillah 1. Pengurus Besar Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) Sarjana Kedokteran Ahli Anatomi Spesialis Saraf Clinical Epidemiology Bidang gangguan Paroksismal Anatomi Saraf Klinik 47 . SE.LULUS TEMPAT KETERANGAN 2. PENDlDlKAN NO. 4. 7 Mei 1949 Pembina Utama Muda (Gol. 5. Fadhil Husein. Nama Lengkap dengan sebutan gelar NIP Tempat dan Tanggal Lahir Pangkat I Jabatan Agama Alamat Nama Suami/Isteri NamaAnak Amin Husni. MSi 3. 4. SD 8MP SMA 81 DokterUmum 82 PPDS I 82 (Msc) Spesialis Saraf Konsultan 1958 1964 1967 1972 1975 1983 1989 1994 1996 10. PAK (K).S(K). 6. Sp. Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Jakarta. 8. IVc) / Lektor Kepala Islam J1. 7. 6.CURRICULUM VITAE I. DATA PRIBADI 1. 7. Akt 2. Pakar Anatomi Kedokteran Konsultan 2006 Purwokerto-SRL SGB II Semarang-SMP Negeri I Semarang-SMA Negeri I 8emarang-FK UNDIP Semarang-FK UNDIP Semarang-FK UNDIP Semarang-FK UNDIP Hamilton CanadaMcMaster University Jakarta. Akhmad Rizal Shidiq. 9. Yanuar Luqman. 3. 5. MSc 130529447 Purwokerto. II. dr. SE. MSc 2. 1.

T 1 Maret 1976 1 Juli 1977 1 Oktober 1978 1 April 1981 1 Oktober 1983 1 April 1991 1 Oktober 1996 1 April 2002 KETERANGAN NO 3. 7. 4. 4. PENDIDIKAN 1.T 1976 1978 1981 1983 1991 1996 2002 KETERANGAN T.III. Universitas Diponegoro 1980 Penataran 1980 AKTA5.E. Universitas Diponegoro tv 1.M. V. 6. Fakultas Kedokteran UNDIP 1980 Penataran P4. TAMBAHAN Penataran Bahasa Inggris. 7. 8. 2. DATA KEPANGKATAN PANGKAT CPNS Penata Muda Penata Muda tk. 4.M. 8. Universitas Diponegoro 1979 W.M. JABATAN FUNGSIONAL NO 1. lIla lIla IIIb IIIe I1Id IVa IVb IVe DOSEN T. JABATAN FUNGSIONAL DOSEN Asisten Ahli Madya Asisten Ahli Lektor Muda Lektor Madya Lektor Lektor Kepala Madya Lektor Kepala 2. I Pembina Pembina tk I Pembina Utama Muda GOL.. Universitas Diponegoro 1984 Penataran Pengelolaan Rumah Sakit. 3. 3. 6. I Penata Penata tk. Universitas Diponegoro 1990 Penataran Metode Penelitian "Penulisan Artikel Ilmiah" Ditjen Dikti Depdikbud 1991 Pengembangan Sistem Pengajaran. 5. 48 . 6. Kariad 1989 Penataran Rekonstruksi Kuliah. 5. 2. FK UNDIP / RS Dr. 5. 7.

Juni 1999. 353/SKlJ. 2. 1. 5. Majalah: EPILEPSI Vol.4 No.an tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil selama 20 tahun atau lebih secara terus menerus. Beberapa Karakteristik Kejang Demam Sebagai Faktor Resiko Terjadinya Epilepsi. 2. 3. 4. PENGHARGAAN 1. Hubungan Pemaparan Khronik Plumbum-udara. Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia sebagai penghargaan atas pengabdian. 1. kecakapan. IDr (Ikatan Dokter Indonesia) PAAI (PerhimpunanAhliAnatomi Indonesia) PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraflndonesia) PERPEI (Perhimpunan Penanggulangan Epilepsi Indonesia) World Federation of Neurology (WFN) . Majalab: MEDIKA No. 49 .07/2001.l. Oktober 1999. 2.VI. Piagam Penghargaan atas pengabdian danjasa-jasanya yang telah diberikan kepada Universitas Diponegoro selarna 25 tahun secant terus menerus Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro No. 5. 2. Journal: The Science of The Total Environment 227 (1999). Plumbum-darah Ibu. Diterbitkan di Jakarta tanggaJ 10 Agustus 2002. DAFTAR KARYA ILMIAH I PUBLIKASI LIMA TAHUN TERAKHIR (per tahun2004) Publikasi Kualitas Hidup Penyandang Epilepsi Tipe Grand Mal Usia Dewasa di Poliklinik Saraf RSVP Dr. Kariadi Sernarang. Majalah: JIWA Majalah Psikiatri. bertanggal10 Oktober 200 1.Juni 1999. 4.2. kejujuran. (Terakreditasi) Hubungan Stressor Psikososial dengan Penderita Stroke yang Dirawat di Bagian Saraf RS Dr. VIII. 3. Kepres RI No 046 I TK I Tahun 2002. Tahun XXXII No. JABATAN STRUKTURAL Kepala Bagian Anatomi FK UNDlP 2000-2003 Kepala Bagian Anatomi FK UNDlP 2004-2008 KEANGGOTAAN VII. IX. dan kedisiplinan dalam melaksanak. kesetiaan. Kariadi Semarang. Airborne lead and particulate levels in Semarang. Indonesia and potential health impacts. 10 Tahun Ke XXXIV. 1. 145-154.

Majalah: MEDIA MEDIKA INDONESIANA Vol. ISSN: 0126~1762 (Terakreditas i) Pendekatan Rasional Terapi Epilepsi.2. Majalah: EPILEPS[ Vol. Majalah: NEURONA Vol. ed. 20 No. 20031SSN: 1411·2809 Elementary Knowledge About Epilepsy Among The Patients. Journal: Journal of COASTAL DEVELOPMENTVoJ.I I No. (Terakreditasi) Kecepatan rerata aliran darah sistem vertebrobasilar pada vertigo sentral. Majalah: Jurnal Kedokteran YARSI Vol. Januari 200 I. 3 2003 (Terakreditasi) 50 . Pengaruhnya Terhadap SSP dan Perkembangan Anak. 19. Peningkatan Kualitas Hidup Penyandang Epilepsi. I Jan~Mar2003 (Terakreditasi) Memori Penderita Usia lanjut di Poliklinik Saraf RS Dr.. (Terakreditasi) FaktorYang Mempengaruhi Stroke Non Hemoragik Ulang.18 No. 7. A preliminary study in Tarnbaklorok Semarang. Kariadi Semarang. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Dalam: Endang K. 18. 16.9 No. Majalah: Jurnal Kedokteran YARSI Vol. Majalah: NEURONA Vol. Kariadi Semarang. Majalah: Jurnal Kedokteran YARSI VoL9 No. Majalah: MEDIA MEDIKA lNDONESIANA VoL35 No. Majalah: NEURONA Vol. 7 No. I.6. 12 No. Juli 2001. 15. Their family.1 Juli 2002 ISSN: 1411·2809 Perbeciaan Pengaruh Pengobatan Monoterapi Fenitoin dan Karbamazepin Terhadap Memori Penderita Epilepsi Grand Mal.3. Kariadi Semarang. 37 No. (Terakreditasi) The potential negative impact of air lead pollution on child development. September-Desember ZtnlI. Etiologi dan Derajat Kekerabatan dalam Silsilah Keluarga Penderita Epilepsi Grand Mal di Poliklinik Saraf RS Dr. 2001 Perubahan Pola Dasar EEG dan Memori pada Usia Lanjut.1. 3. 13. Majalah: MEDIA MEDIKA INDONESIANA Vol. 200 I. Semarang. 1 2002. (Terakreditasi) Epilepsi Primer. Kariadi Semarang. Majalah: MEDIA MEDIKAINDONESIANA Vol. 3·4 Juli 2003 (Terakreditasi) Pola Pengobatan Penderita Penyakit Parkinson di Poliklinik Saraf RS Dr. dkk. (Terakreditasi) Kecepatan Aliran Darah Arteri Serebri Media pada Penderita Stroke Non Hemoragik. 2000. 17. 14. 8 No. 11. !Jan. (Terakreditasi) Pola Pewarisan Penyandang EpiJepsi Umum di Poliklinik Saraf RSUP Dr.IS No. Plumbum-darah Anak.6 No. Toksodinamik Plumbum. Oktober2000. 9. 20. I Jan~April2003 ISSN: 0854~ 119(Terakreditasi) Toksokinetik.36 No. 8. Mei-Agustus 2001.3. 38 No.4.4 No. 12. 10. terhadap Perkembangan Motorik Anak Terlahir di Pemukiman Pesisir.April200J. (Terakreditasi) Stroke risk factors and the mean velocity of middle cerebral artery. Majalah: EPILEPSIVol. Majalah: EPILEPSI Vol. and Common People Majalah: Medical Journal of Indonesia Vol.2.

Simposium Nasional: Comprehensive Approach in The Mana gement ofEpilepsi. b. Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Musyawarah Kerja Perhimpunan Dokter Spesialis Saraflndonesia (PERDOSSI). Patofisiologi.1 Oktober 2004 Presentasi Nasional. . Semarang April2003 Pengelolaan Status Epileptikus. f. c. Denpasar Juli2003 Pengaruh Pb Dalam Tubuh Manusia Terhadap Kesehatan Ibu dan Anak. Padang November 2001 Sindrom Kelelahan Kronik. BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah. 2004) panjang kaki dengan panjang/tinggi badan pada keadaan telah tercapai pertumbuhan sempurna (Makalah penelitian dibacakan pada Pertemuan Nasional PerhimpunanAhli Anatomi Indonesia (PAAI) IV. a. 1976). Makalah dipresentasikan Penyelenggara) pada pertemuan i1miah (atas permintaan Panitia . d. 54 No. Konsep Penatalaksanaan Penyakit Parkinson: Perhatian pada Penggunaan Agonis Dopamin. Metode Penelitian Kontrol Kasus (Case Control Study). Juli 2002 Konsep Terbaru Penatalaksanaan Penyakit Parkinson. g. Semarang:Badan Penerbit Unversitas Diponegoro. Majalah Kedokteran Indonesia Vol. iii. Denpasar. Pertemuan Nasional I Epilepsi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Semarang 16·18 Desember 2004. Temu Ilmiah Nasional I Konferensi Kerja III Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI). 51 . Diagnosis. Tinjauan salah satu gaya mekanik yang terjadi pada start "datar" dan start "menungging" (Makalah penelitian dibacakan pada Pertemuan Karya-karya I1miab sebelum tahun 1999 1. Loka Karya Pengendalian Pencemaran Udara di Jawa Tengah. Agenesis musculus pectoralis (Laporan kasus dibacakan pada Pertemuan Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) IV. Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Musyawarah Kerja Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). Editor. KONAS V PERDOSSI Lunch Symposium-S : New Concept in The Management of Parkinson's. (dimuat dalam proceeding: Endang Kustiowati.1976). Februari 2002 Penyakit Parkinson. e. Pengamatan sementara hubungan ii.4 April 2004 22. Bandungan. Semarang Juni 2002 Neurotransmiter dan Aspek Biomolekuler Pada Gangguan Psikosomatik.21. Padang November 2001 Genetik Dari Epilepsi. 22 No. NEURONA Vol. h. Pemeriksaan CT Scan pada Diagnosis Jenis Neoplasma Intrakranial. dan Wacana Terapi. Temu Regional Neurologi Jateng & DIY XIX Symposium on Neurology and Psychosomatic Disorders.

Metoda studi epidemiologi retrospektif untuk pengembangan penelitian di bidang Anatomi (Makalah pada diskusi bulanan PAA! Komisariat Semarang 1985 dimuat di MajaJah Kedokteran Diponegoro Vol. Semarang 1980). xi. Sumbang saran pendekatan dasar praktek lapangan PPD Subprogram II FK Undip. Tinggi meja praktikum anatomi FK Undip. 1985 ). Semarang 1980). x. viii. xii. Tinjauan Anatomik suatu kasus dengan kemungkinan "complete cervical fistulae" (Laporan kasus dimuat di Majaiah Diponegoro 1983). Nasional Eksperimental PAAI. Nyeri kepala karena peradangan (Makalah dibacakan pada Temu Regional 1II Neurologi FK UGM FK UNDIP FK UNS. Pemeriksaan darah rutin dan hitung eritrosit pada karyawan Bagian Teknik Unit Angkutan Bis Kota Semarang dengan kontak menahun senyawa Pb-organik (TEL) yang terkandung dalam bensin (rnakalah penelitian dibacakan pada Seminar Antropologi FK UGM. Anatomi paru selintas (Materi penataran Fisioterapi Tingkat Nasional II.2. 52 . Jogyakarta 1981). suatu studi pada mahasiswa Subprogram III FK Undip 1983-1984 (Makalah penelitian dimuat di Majalah Kedokteran Diponegoro 1985).2. Semarang 1982). Bandung 1978) Beberapa ukuran-ukuran anggota bawah pengemudi Unit Angkutan Bis Kota Semarang. 1983). (Makalah penelitian dimuat di Majalah Kedokteran Diponegoro 1983). Terapan Ilmu Urai dan lImu Gerak dalam skripsi mahasiswamahasiswa Sekolah Tinggi Olahraga Semarang. Telaah terpadu antara variabel sosial dengan variabel anatomi (Makalah penelitian dimuat di Majalah Kedokteran Diponegoro Vol. xv. (Makalah penelitian dibacakan pada Pertemuan Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) V. xiv. Hubungan nilai akhir mata pelajaran anatomi dengan pandangan dan tanggapan mahasiswa.iv. (Makalah penunjang pada diskusi panel Praktek Lapangan PPO Subprogram IIFK Undip. 19No. VI. 20 No. tinjauan atas judul skripsi dan pembicaraan faktor-faktor penunjangnya (Makalah penelitian dibacakan pada Pertemuan Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) Y. xiii. hubungan dengan ukuran-ukuran tempat-duduk dan alat-alat pedal kemudi (Makalah penelitian dibacakan pada Pertemuan Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) V.1984). vii. ix. Pola pandangan dan tanggapan mahasiswa PPD Subprogram II FK Undip. v. Semarang 1980).

xxvi. Nyeri kepala dengan latar belakang kelainan pada daerah leher (Makalah dibacakan pada Simposium Nyeri Kepala dan Sindrom Nyeri Lain yang Berhubungan. 1989). Suatu kasus nasolalia aperta dan regurgitasi nasal yang menyertai miastenia gravis (Laporan kasus dibacakan pada Pertemuan Ilrniah Konggres Nasional I Ikatan Dokter Ahli Saraf Indonesia . Denpasar 1988).IDASI. xx. 53 . perhatian pada aspek neuroendokrin (Makalah dibacakan pada diskusi LablUPF Ilmu Penyakit Dalam FK UndiplRSDK 1989). xxvii. Common perception on neurologic disease (Makalah penelitian dibacakan pada 7th Asian and Oceanian Conggress of Neurology. Distribusi penderita penyakit saraf di bangsal perawatan UPF Neuro!ogi RSDK Semarang (Makalah penelitian dibacakan pada Pertemuan Nasional Dwi Warsa I Ikatan Dokter Ahli Saraf'IndonesiaIDASI. Tawangmangu 1988). Pengetahuan dasar aspek sensorimotor dalam Tes Tumbuh Kembang Anak (Makalah dibacakan pada Diskusi LablUPF IImu Kesehatan Anak FK UndipIRSDK. Ujungpandang1988) xxn. Semarang 1986). Xxiii. Suatu kajian prospektif dalam neurologi sosial (Makalah dibacakan pada Temu Regional IV Neurologi FK UGM FK UNDlP FK UNS. Tinjauan neuroanatomik nyeri dan "tegang otot" pada nyeri xvi. Bandungan 1987).IDASI. Xviii. Manfaat piracetam pada trauma kepala (Makaiah penelitian dibacakan pada Simposium Peranan Nootropic Agent dalam Bidang Neurologi Konggres Nasional I Ikatan Dokter Ahli Saraf IndonesiaIDASI. Semarang 1986). XIX. Diabetes insipidus. xxi. Uji klinik antara piracetam dan pJasebo pada pengobatan penderita stroke non-hemoragik di Bangsal Perawatan Ilmu Penyakit Saraf RSDKJFK Undip (kepaJa (Makalah penelitian dibacakan pada Simposium Peranan Nootropic Agent dalam Bidang Neurologi Konggres Nasional I Ikatan Dokter AhU Saraf Indonesia .Tawangmangu 1986). Telaah dari sudut pandang Peserta Didikan terhadap beberapa masalah konseptual dan terapan PPDS I Neurologi FK Undip (Makalah dibacakan pada Temu Regional VI Neurologi FK UGM FK UNDIP FK UNS. xvii. Epidemiologi nyeri pinggang dan otot. Ujungpandang 1988) xxiv. Ujungpandang 1988). Patofisiologi nyeri pinggang (Makalah dibacakan pada Pertemuan Nasional Dwi Warsa I Ikatan Dokter Ahli Saraf Indonesia ~ IDASI. Ikatan Dokter Ahli Saraf Indonesia ~ IDASI Cabang Semarang 1987). xxv.

Kegiatan beiajar mengajar Program Studi S-l Ilmu Penyakit Saraf (Program Pendidikan Sarjana dan Program Pendidikan Profesi): 3. Surakarta 1998). ISBN No. xxx. xxxvi. xxxi. xxxiv.xxviii. xxix. Kegiatan belajarmengajar Program Studi Spesialis-I IImu Penyakit Saraf: 54 . In: 5th Biennial Convention of The ASEAN NEUROLOGICAL AS SOCIATION Cebu City Philippines May 2003. Badan Penerbit Undip 1990). Badan Penerbit U ndip 1991). xxxiii. 28 No. pengantar untuk gangguan peredaran darah otak (stroke) «Makalah dalam buku Simposium Stroke dan Pencegahannya. xxxv. Developmental assessment scale for 12-month-old children (Makalh dimuat dalam Journal of The Indonesian Public Helath Association. 1993). punggung bawah spondilogenik (MakaJah dibacakan di LablUPF Penyakit SarafFK UndiplRSDK 1989). dansebagai editor) Konsep-konsep dasar status penderita stroke dan pengukuran fungsi neurologis (Makalah bahan Kursus Epidemiologi Klinik dalam Pertemuan Regional Neurologi XIV FK FK UGM FK UNDIP FK UNS.xXII. Vol 9 . Dosen FK UNDIP 1. PengenaJan dan Penatalaksaaan. Presentasi Intemasional EEG in Temporal Lobe Epilepsy: How decisive in focus determination. X•. Anatomi peredaran darah otak. Mekanisme nyeri dan tegang otot (Makalah daJam buku Simposium Nyeri. KEGIATANLAINYANGPERNAHDANSEDANGDILAKSANAKAN. PERPEI Cabang Semarang BaglSMF Ilmu Penyakit SarafFK UndiplRSDK 1999). xxxii. October 1994). Magelang 1997). Pengelolaan epilepsi (Makalah dibacakan dalam Simposium Penatalaksaan Epilepsi. Badan Penerbit Undip 1992). Among insulin-dependent diabetic adult age 40 or more does the presence of hypertension increase the risk of stroke? ( Makalah dimuat dalam Majalah Kedokteran Diponegoro Vol. Research question Causation (penulis kontributor bab di dalam buku Epidemiologi Klinik dan CriticalAppraisai Badan Penerbit Undip 1996.4. Epidemiologi demensia (Makalah dibacakan pada Simposium Demensia dalam Pertemuan Regional Neurologi XV FK FK UGM FK UNDIP FK UNS. Pendekatan Anatomi-klinik aspek neurologik gangguan gerak (Makalah dalam buku Simposium Gangguan Gerak. 979 8949137. Kegiatan belajar mengajar Program Studi S-1 Anatomi (Program Pendidikan Dasar FK Undip): 2.

1981-1985 Proyek eHN III Propinsi Nusa Tenggara Barat. .QlogiAkademi Keperawatan Negeri Semarang Lain-lain 1. Anggota pleno pengurus Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah (mantan) 4. Mata kuliah Anaterni Neurologi S+'Kepei'awatan FIKES Universitas Muhamm. Direktur Pelaksana Akademi Keperawatan Muhammadiyah Semarang (mantan).f. 4. Studi pendahuluan penyusunan Monitoring System Nutritional Improvement Pilot Project (NIPP) di' wilayah Bojonegoro Yayasan Indonesia Sejahtera 1979 Uji Pendahuluan Buku Pedoman UPGK Lewat Jalur Kegiatan Agama Islam . Pengembangan model kegiatan pemasaran so sial peningkatan kelangsungan hidup anak dan ibu di Propinsi NTS 1990 1991 Penyusunan Modul Intervensi Kesehatan dalam Upaya Penurunan Kematian Bayi di NTB. Anggota pengurus Badan Pelaksana Harlan Universitas Muhammadiyah Semarang . Mata kuliah Anatomi Neurologi Akademi Keperawatan Muhammadiyah Semarang 3. Penelitian penggunaan lembar balik dan komik UPGK bagi penyuluh DepartemenAgamaRlUnicef 1981 Pengumpulan data dan informasi kependudukan dalam Proyek Pendidikan Insentif Masyarakat BKKBN Pusat Yayasan Studi dan Informasi Kependudukan (Yasika) 1981 5. Matakuliah Anatomi Nell.4. pendapatan Litbang Departemen Tenaga Kerja Dan Transmigrasi RI Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI) 1981 . Kanwil Depkes NTB 1991 Peserta International Visitor Programme United States Irfromation Agency American Ambessy 1988 Peneliti pada berbagai penelitian di dalam bidang community health and development. USAI BAPPEDA Jawa Tengah. 6. 55 . 2.Departeman Agama RI Unicef 1980 PeneIitian dan pengembangan kebijaksanaan khusus perluasan dan pemerataan kesempatan kerja dan. Konsuitan (mantan): Proyek Pengembangan Wilayah Propinsi Jawa Tengah. "Kegiatanbelajar mengajar Program Studi MS-PPDS-l : Dosen non FK UNDIP L Mata ktiliah Epidemiologi Klinik Fakultas Kesehatan MasyarakatUNDIP 2. 3. Mata kuliah Anatomi S 1 Keperawatan STIKES Kendal 5.adiyah Semarang ..

7. Anggota Pokja Persiapan Pendirian Program Magister Spesialis Pada FK Undip Pokja Penjabaran Keputusan Menko Wasbangpan No. 9. 8. Bintan 1999. 15. 16. 13. 11. WASPAN/811999 Anggota Tim Unit Epidemiologi Klinik dan Biostatistik FK Undip. 14. 12. RSDK Pembina Mata Pelajaran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas lenderal Soedirman (Mata Kuliah Anatomi) Anggota Satuan Tugas Angka Kredit Pada FK UNDIP Anggota Badan Pelaksana Harlan Senat Fakultas Kedokteran UNDIP 56 . Pemasaran sosial Vitamin A dan rehidrasi oral di Demak dan lepara ROVITA Yayasan DwiAji 1987 Pengasuh Rubrik Konsultasi Seksologi dan Perkawinan Harian Suara Merdeka Semarang Pengasuh (mantan) Acara Dewasa Dengan Aman (rubrik kesehatan) Radio Suara Sakti Semarang Redaktur majalah Epilepsi. Peserta EXPRESS 2 Workshop on Sexual dysfunction. 038/KEPI MK. 10.