Anda di halaman 1dari 17

Nama : K. Achmad Zochri Fathony Nim : 08181101 Kelas : Ps. 6 .

B Penyusunan Sekala Psikologi

HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PENERIMAAN TEMAN SEBAYA PADA REMAJA OBESITAS

Masalah Terjadi kesulitan dalam beradaptasi terhadap lingkungan kelompok sebaya yang diakibatkan oleh kegemukan (Obesitas) pada remaja di SLTP yang ada di palembang. Prilaku remaja obesitas 1. Ingin diakui oleh teman sebaya 2. Merasa mampu beradaptasi dengan teman sebaya. 3. Gigi dalam berusaha dalam memecahkan masalah terhadap teman sebaya. 4. Memiliki keyakinan bahwa ia dapat diterima 5. Tidak ada keraguan dalam berinteraksi.

Penerimaan Kelompok Sebaya (Peer Group) a. teman. Definisi teman sebaya lebih ditekankan pada kesamaan tingkah laku atau psikologis.nilai sosial tersendiri dalam melakukan prinsip kerjasama.nilai dalam suatu kontak sosial. Dari beberapa pengertian dia atas dapat disimpulkan bahwa. masing. tanggungjawab dan kompetisi.(1997) teman sebaya berarti. tanggungjawab bersama. di mana persahabatan dalam periode teman sebaya penting sekali karena merupakan dasar primer mewujudkan nilai. Pengertian kelompok sebaya Anonim (2002). Jadi kelompok teman sebaya merupakan media bagi anak untuk mewujudkan nilai. Mengatakan bahwa teman sebaya (Peers) adalah anak-anak atau remaja dengan tingkat usia atau kedewasaan yang sama.A. Teman sebaya (peer) sebagai sebuah kelompok sosial sering didefinisikan sebagai semua orang yang memiliki kesamaan ciri-ciri seperti kesamaan tingkat usia. 2005: 23) Kelompok adalah kumpulan dua orang individu atau lebih yang berinteraksi tatap muka. yang masingmasing menyadari keanggotaanya dalam kelompok. (Sarwono.orang yang anggotaanggotanya sadar atau tahu akan adanya satu identitas sosial bersama. Menjelaskan bahwa teman sebaya adalah kelompok orang-orang yang seumur dan mempunyai kelompok sosial yang sama. Disamping itu juga mempraktekkan berbagai prinsip kerja sama.teman yang sesuai dan sejenis. Lewis dan Rosenblum (2005). Kelompok teman sebaya adalah kelompok persahabatan yang mempunyai nilai. teman sebaya diartikan sebagai kawan. Santrock (1983). perkumpulan atau kelompok pra puberteit yang mempunyai sifat.2005) kelompok yaitu sebagai kumpulan orang. . Billig.masing menyadari keberadaan orang lain yang juga anggota kelompok dan masingmasing menyadari saling ketergantungan secara positif dalam mencapai tujuan bersama. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia. sahabat atau orang yang sama-sama bekerja atau berbuat Mu’tadin (2002). persaingan yang sehat dan sebagaianya. Sudarsono.nilai dan pola hidup sendiri. seperti teman sekolah atau teman sekerja. Johnson (Sarwono.sifat tertentu dan terdiri dari satu jenis.

Hubungan teman sebaya sebagai sumber emosi (emotional resources). 2. Hubungan teman sebaya yang berfungsi secara harmonis di kalangan anak-anak prasekolah telah terbukti dapat memperhalus hubungPeranan Hubungan Teman Sebaya dalam Perkembangan Kompetensi Sosial Anak Kelly dan Hansen dalam Samsunuwiyati (2005) menyebutkan 6 fungsi positif dari teman sebaya. 5. yaitu : 1. baik untuk memperoleh rasa senang maupun untuk beradaptasi terhadap stress 2. dan belajar untuk mengekspresikan perasaan-perasaan dengan cara-cara yang lebih matang. yang mencakup : 1. Hubungan teman sebaya sebagai konteks di mana keterampilan sosial dasar (misalnya keterampilan komunikasi sosial. Memperkuat penyesuaian moral dan nilai-nilai. Meningkatkan keterampilan-keterampilan sosial. . Teman- teman dan kelompok teman sebaya memberikan dorongan bagi remaja untuk mengambil peran dan tanggung jawab baru mereka.b. Hubungan teman sebaya sebagai sumber kognitif (cognitive resources) untuk pemecahan masalah dan perolehan pengetahuan 3. Hubungan teman sebaya sebagai landasan untuk terjalinnya bentuk-bentuk hubungan lainnya (misalnya hubungan dengan saudara kandung) yang lebih harmonis. 3. keterampilan kerjasama dan keterampilan masuk kelompok) diperoleh atau ditingkatkan. 4. Memperoleh dorongan emosional dan sosial serta menjadi lebih independen. Mengembangkan sikap terhadap seksualitas dan tingkah laku peran jenis kelamin. Fungsi Kelompok Teman Sebaya Hartup dalam Didi Tarsadi mengidentifikasi empat fungsi teman sebaya. Mengontrol impuls-impuls agresif. dan 4. mengembangkan kemampuan penalaran.

memiliki minaat. Kelompok teman sebaya biasanya beranggotakan perempuan saja. b. Karena besrnya kelompok. d. Kelomppok tersebut adalah sebagai berikut : a. d. lakilaki saja atau campuran. merupakan kenyataan adanya remaja yang diterima dan ditolak. Menjadi orang yanh disukai oleh sejumlah besar teman-teman sebayanya membuat remaja merasa enak atau senang senang tentangdirinya. Jenis kelamin remaja dalam satu Cliques umumnya sama. Hal yang dimiliki dalam kelompok ini adalah rasa takut diabaikan atau tidak diterima oleh temanteman dalam kelompok remja. kalau kelompoknya beranggotakan laki-laki saja biasanya sebagaian besar anggotanya tidak terlampau dekat secara emosional. Penerimaan dan Penolakan Teman Sebaya Dalam kelompok teman sebaya.6. lebih besr dibanding dengan Cliques. minat dan kemauan diantara para anggota. Dengan demikian terdapat jenis kelamin berbeda serta terdapat keragaman kemampuan. atau paling tidakrapi danaktif dalamkegiatan-kegiatan kelompok . kemampuan dan kemauan-kemauan yang relatif sama. Kelompok banyak remaja (Crowds) Crowds biasanya terdiri dari banyak remaja. Komplotan sahabat (Cliques) Cliques biasnya terdiri dari 4-5 remaja yang memiliki minat. Cliques biasanya terjadi dari penyatuan dua pasang sahabat karib atau dua Chums yang terjadi pada tahun-tahun pertama masa remaja awal. . Sahabat Karib (Chums) Chums yaitu kelompok dimana remaja bersahabat karib dengan ikatan persahabatan yang sangat kuat. Penampilan (performance) dan perbuatan meliputi antara lain : tampang yang baik. kemauan-kemauan yang mirip. Menigkatkan harga diri (self-esteem). Dengan kata lain remaja ini sangat membutuhkan penerimaan peer-groupnya. maka jarak emosi antra anggota juga agak renggang. c. Faktor-faktor yang menyebabkan seorang remaja diterima 1. Anggota kelompok biasanya terdiri dari 2-3 orang dengan jenis kelamin sama. sedangkan apabila kelompok beranggotakan perempuan biasanya anggotanya lebih akrab.Jenis Kelompok Teman Sebaya Pra ahli psikologi sepakat bahwa terdapat kelompok-kelompok yang terbentuk dalam masa remaja. c.

dan senang menyendiri 2. malu- malu. Sikap. sikap. suka curiga. Ciri lain : faktor rumah yang terlalujauh dari tempat teman sekelompok Arti penting dari penerimaan atau penolakan teman sebaya dalam kelompok bagi seseorang remaja adalah bahwa mempunyai pengaruh yang kuat terhadap pikiran. memperhatikanorang lain. puas bahkan rasa bahagia. genbira. bertanggung jawab dan suka menjalankan pekerjaannya. Kemampuan pikir antara lain : mempunyai inisiatif. mentaati peraturan-peraturan kelompok. Kemampuan pikir meliputi : bodoh sekali atau sering disebut tolol 3. Hal yang demikian ini akan menimbulkan rasa senang. Penampilan (performance) dan perbuatan antaralain meliputi : sering menantang. dan suka melaksanakan kemauan sendiri 4. Faktor-faktor yang menyebabkanseorang remaja ditolak 1. Sikap. Akibat langsung dari penerimaan teman sebaya bagi seseorang remaja adalah adanya rasa berharga dan berarti serta dibutuhkan bagi kelompoknya. perasaan. perasaan antara lain : bersikap sopan.2. sifat. B. penyabar atau dapat menahan marah jika berada dalam keadaan yang tidak menyenangkan dirinya 4. e. perbuatan-perbuatan dan penyesuaian diri remaja. suka menguasai anak lain. sifat meliputi : suka melanggar normadan nilai-nilai kelompok. Pribadi meliputi : jujur dan dapat dipercaya. Hal yang sebaliknya dapat terjadi bagi remaja yang ditolak oleh kelompoknya yakni adanya frustasi yang menimbulkan rasa kecewa akibat penolakan atau pengabaian itu. Definisi Self Efficacy . banyak memikirkan kepentingan kelompok dan mengemukakan buah pikirannya 3. mampu menyesuaikan diri dalam berbagai situasi dan pergaulan sosial. Self Efficacy 1.

Dari beberapa pengertian dia atas dapat disimpulkan bahwa. Yakin terhadap kesuksesan dalam mengatasi rintangan c. Self Efficacy Adalah keyakinan yang dipegang seseorang tentang kemampuanya dan juga hasil yang akan iah peroleh dari kerja kerasnya mempengaruhi cara mereka berprilaku. Baron dan Byrne (2000). berperilaku. individu yang memiliki self efficacy yang tinggi akan cenderung menilih untuk terlibat langsung dalam tugas itu dan jika pada individu yang memiliki self efficacy yang rendah maka individu itu cenderung menghindar dari tugas tersebut. Hanya sedikit menampakkan keragu-raguan e. Dapat menangani secara efektif situasi yang mereka hadapi b. Self Efficacy penilaian individu terhadap kemampuan atau kompetensinya untuk melakukan suatu tugas dan menghasilkan sesuatu.serta kepercayaan seseorang atas kemampuannya untuk berhasil dalam situasi tertentu sehingga menggambarkan keyakinan sebagai penentu bagaimana orang berpikir. Klasifikasi Self Efficacy Bandura (1997). Gigi dalam berusaha d. dan merasa. Self Efficacy sebagai perasaan kita terhadap kecukupan. Suka mencari situasi baru Self efficacy yang rendah memiliki ciri-ciri : . Self efficacy yang tinggi memiliki ciri-ciri : a. Dalam mengerjakan tugas. Secara garis besar Self Efficacy dibagi atas dua bentuk yaitu self efficacy yang tinggi dan self efficacy yang rendah. Feist & feist (2002). Self-efficacy adalah orang yang percaya bahwa ia dapat mencapai tujuan.Bandura (1977). Schultz (1994 ). menyatakan bahwa Self Efficacy keyakinan individu bahwa mereka memiliki kemampuan dalam mengadakan control terhadap pekerjaan mereka terhadap pristiwa lingkungan mereka sendiri. eficiency dan kemampuan kita dalam mengatasi kehidupan. 2.

Sedangkan self efficacy pada lanjut usia. Perbedaan derajat dan kekuatan efikasi diri tergantung pada pokok materi yang dibicarakan. menyatakan bahwa self efficacy berkembang secara teratur. dan orang dewasa lainya. Misal. jenis pendengar yang dituju dll. sulit terbentuk sebab masa ini terjadi penurunan mental dan fisik dan penarikan diri dari lingkungan sosial. Kesenjangan diantara pengharapan hasil dari kinerja kemungkinan bias muncul karena ketidakpastian situasional dari tugas. b. 4. Self efficacy pada dewasa meliputi meliputi penyesuaian diri pada perkawinan dan peningkatan karir. Lambat dalam membenahi atau mendapat kembali self efficacy ketika menghadapi kegagalan. Tidak yakin dalam menghadapi rintangan c. menyampaikan presentasi suatu materi didepan banyak orang. maka orang tersebut sangat yakin pada kemampuannya untuk berhasil. Tahap perkembangan self efficacy Bandura (1997). bentuk presentasi. Faktor-faktor Efikasi Diri menurut Bandura 2009. Awal dari pertumbuhan self efficacy dipusatkan pada orang tua kemudian dipengaruhi oleh saudara kandung. Mengurangi usaha dan cepat lelah d. Ragu pada kemampuan diri yang dimiliki e. Penghargaan keberhasilan kinerja bervariasi tergantung pada factor situasional atau sifat tugas tersebut. Sebaliknya jika seseorang dihadapkan pada tugas yang sederhana dan mudah.a. derajat komplektifitas darn kesulitan dari tugas yang dihadapi akan mempengaruhi penilaian individu terhadap kemampuannya. Semakin kompleks dan sulit suatu tugas bagi seseorang. semakin besar keraguan terhadap kemampuannya. Insentif Eksternal . Bayi mulai mengembangkan self efficacy sebagai usaha untuk melatih pengaruh lingkunagan fisik dan sosial. Aspirasi dan komitmen pada tugas lemah 3. teman sebaya. yaitu : Sifat tugas yang dihadapi Situasi-situasi atau jenis tugas tertentu menuntut kinerja yang lebih sulit dan berat daripada situasi tugas yang lain.

hal ini dapat dilihat dari penelitian bandura (1997) yang menyatakan bahwa wanita lebih efikasi tinggi dalam mengelola perannya. budaya mempengaruhi self efficacy melalui nila (values). kepercayaan (beliefs). 5. b. pada seseorang pemimpin yang cenderung memilki derajat efikasi diri yang lebih tinggi daripada bawahannya. menyatakan bahwa faktor. Statys social pula yang merupakan sebab dan akibat dari penerimaan soail. Gender.Yang berupa reward yang diberikan oleh orang lain untuk merefleksikan keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Misal. Budaya. jika seseorang mendapat informasi yang positif atau negative mengenai dirinya. Informasi tentang kemampuan dirinya Efikasi diri seseorang akan meningkat atau menurun. juga sebagai wanita karir akan memiliki self efficacy diri tinggi dibanding pria yang bekerja. Wanita yang memiliki peran sebagi ibu rumah tangga. dan proses pengaturan diri (self regulatory proces) yang berfungsi sebagai sumber penilaian self efficacy dsn juga sebagai konsekuensi dari keyakinan akan self efficacy. Faktor -faktor yang mempengaruhi self efficacy Bandura (1997). c. derajat kompleksitas dari kesulitan tugas yang dihadapi oleh individu akan mempengaruhi penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Sifat dari tugas yang dihadapi.faktor yang dapat mempengaruhi self efficacy pada diri individu antara lain : a. Status yang tinggi ini juga membuat mereka memperoleh penghargaan lebih dari orang yang menghormatinya sehingga memberikan pengaruh terhadap efikasi diri. . Insentif yang tepat akan mempengaruhi factor-faktor lain sehingga merubah efikasi diri seseorang. Status atau peran individu dalam lingkungan Seseorang yang memiliki serajat status social yang tinggi akan memiliki tingkat efikasi diri yang tinggi daripada mereka yang berstatus social lebih rendah.

jika halangan untuk mencapai tuntutan sedikit. Pengalaman yang lemah akan melemahkan keyakinan pula. Tuntutan tugas mempresentasikan bermacam-macam tingkat kesulitan atau kesukaran untuk mencapai performa optimal. intensif yang diberikan oleh orang lain yang merefleksikan keberhasilan seseorang. Aspek – Aspek self efficacy Menurut Bandura (1997) terdapat tiga aspek dari self efficacy pada diri manusia : 1. Keadaan umum bervariasi dalam jumlah dari dimensi yang berbeda-beda. e. Individu yang memiliki .d. diantaranya tingkat kesamaan aktivitas. 6. maka aktivitas lebih mudah untuk dilakukan.masing individu mungkin karena perbedaan tuntutan yang dihadapi. sehingga individu it memiliki sel efficacy yang tinggi. individu yang memiliki sel efficacy tinggi apa bila ia menerima informasi yang positif tentang dirinya. sementara individu yang memiliki self efficay rendah jika ia memperoleh informasi negati. f. 2. 3. Status atau peran individu dalam lingkungan. bandura menyatakan bahwa salah satu faktor yang dapat meningkatkan self efficacy adalah competent contingans incentif yaitu. Insentif eksternal. Informasi tentang kemampuan diri. Sedangkan individu yang memiliki status lebih renda maka self efficacy yang dimilikinya juga rendah. Keadaan umum (generality) Individu mungkin akan menilai dirimerasa yakin melalui bermacam-macam aktivitas atau hanya fungsi tertentu. kognitif. perasaan dimana kemampuan ditunjukkan (tingkah laku. Kekuasaan (strength) Pengalaman memiliki pengaruh terhadap self efficacyyang diyakini seseorang. individu yang memiliki status lebih tinggi akan memperoleh derajat kontrol yang lebih besar sehingga self efficacy yang dimilikinya akan tinggi. ciri kualitatif situasi dan karakteristik individu menuju pada siapa prilaku yang ditinjau.afektif). Tingkatan (level) Adanya perbedaan yang dihayati masing.

Mapiare dalam Sudarsono (1991) mengungkapkan tentang adanya rentang kehidupan remaja yaitu : Masa remaja awal dari 13 tahun sampai 17 tahun danMasa remaja akhir 17 tahun sampai dengan 20 tahun. dan sosial-emosional. Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan masa dewasa. dan Obsitas 1. Remaja. Gunarsa (1987) Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak kemasa dewasa. Penerimaan dan penolakan terhadap perkembangan fisik sangat dipengaruhi oleh bagaimana remaja tersebut memahami dirinya. 1992) masa remaja adalah masa pencarian identitas dimana seorang remaja harus membentuk citra diri yang positif bagi dirinya dan dapat diterima oleh orang lain. Remaja a. Erikson (Hjelle & Ziegler. Santrock (2003) Bahwa remaja (adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis. Pengertian Remaja Hurlock (1992). Bagi sebagian orang. salah satu aspek yang cukup menonjol adalah perkembangan fisik yang akan terus berlanjut hingga mencapai kematangan. kognitif. Wibowo dalam Simanjutak (1984) Mengemukakan bahwa “remaja adalah mereka yang berusia 12 tahun sampai 18 tahun dan merupakan ciri-ciri fisik yang lebih menonjol sesuai dengan ritme perkembangan dalam tahap-tahapannya”. Tugas-tugas perkembangan pada remaja bermacam-macam. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental. masa remaja merupakan masa yang penting .Perkembangan seorang individu dimulai pada masa remaja. C. emosional sosial dan fisik.keyakinan kuat terhadap kemampuan mereka akan teguh dalam berusahauntuk mengenyampingkan kesulitan yang dihadapi.

Masa Remaja Sebagai Perubahan 4. 2. 4.dalam hidupnya. namun tidak pula termasuk dewasa. sosialemosional. b. Masa Remaja Sebagai Masa Mencari Identitas 6. Masa Remaja Sebagai Masa Yang Menimbulkan Ketakutan 7. Keinginan menerima dan mencapai tingkah laku sosial tertentu yang bertanggung jawab di tengah-tengah masyarakat. Masa Remaja Sebagai Masa Yang Tidak Realistik 8. Mencapai peranan sosial sebagai seorang pria (jika ia seorang pria) dan peranan sosial sebagai seorang wanita (jika ia seorang wanita) selaras dengan tuntutan sosial dan kultural masyarakat.Tugas-tugas remaja tersebut adalah sebagai berikut : 1. 3. serta prilaku yang dimunculkan terhadap teman sebaya. Pada masa ini dapat juga disebut sebagai masa transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis. Pada masa ini individu tidak lagi termasuk anak-anak. kognitif. Masa Remaja Sebagai Priode Yang Penting 2. Masa Remaja Sebagai Priode Peralihan 3. Mencapai pola hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya yang berbeda jenis kelamin sesuai dengan keyakinan dan etika moral yang berlaku dalam masyarakat. Menerima kesatuan organ-organ tubuh sebagai seorang pria (jika ia seorang pria) dan kesatuan organ-organ sebagai seorang wanita (jika ia seorang wanita) dan menggunakan secara efektif sesuai dengan kodratnya masing-masing. . Masa Remaja Sebagai Usia Bermasalah 5. Ciri-ciri Masa Remaja Hurlock dalam nurmiyati (1994) menyebutkan beberapa ciri yang ada dimasa remaja yaitu : 1. Tugas Perkembangan Masa remaja Hurlock (1992). Dari beberapa pengertian dia atas dapat disimpulkan bahwa remaja adalah masa pencarian identitas dimana seorang remaja harus membentuk citra diri yang positif bagi dirinya dan dapat diterima oleh orang lain. Masa Remaja Sebagai Masa Ambang Dewasa c.

Pengertian Obesitas . kurang suka bekerja. dalam masyarakat orang dewasa. dan b). Negatif dalam sikap sosial. kebutuhan akan adanya teman yang akan memahami dan menolongnya. masa ini ditandai oleh adanya sifat-sifat negatif dengan gejalanya seperti tidak tenang. 7. Secara garis besar sifat-sifat negatif dapat diringkas yaitu : a). Masa ini dapat diperinci lagi menjadi beberapa masa yaitu sebagai berikut: 1. Pada masa ini mulai tumbuh dalam diri remaja dorongan untuk hidup.5. baik prestasi jasmani maupun prestasi mental. baik dalam bentuk menarik diri dalam masyarakat (negatif pasif) maupun dalam bentuk agresi terhadap masyarakat (negatif aktif) 2. 3. Mempersiapkan diri untuk memasuki dunia perkawinan (rumah tangga) dan kehidupan berkeluarga yakni sebagai suami dan istri. 8. Masa Remaja Akhir. pesimistik. sebagai masa yang mencari sesuatu yang dapat dipandang bernilai. Syamsu Yusuf (2000) menjelaskan bahwa masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan peranannya yang menentukan dalam kehidupan individu. 6. Masa Pra Remaja (remaja awal). Negatif dalam prestasi. Memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman bertingkah laku dan mengembangkan ideologi untuk keperluan kehidupan kewarganegaraan. pantas dijunjung tinggi sebagai gejala remaja. dan sebagainya. Setelah remaja dan dapat menentukan pendirian hidupnya. teman yang dapat turut merasakan suka dan dukanya pada masa ini. pada dasarnya telah tercapailah remaja akhir dan terpenuhilah tugas-tugas masa remaja. Mempersiapkan diri untuk mencapai karir (jabatan dan profesi) tertentu dalam kehidupan ekonomi. Masa pra remaja biasanya berlangsung hanya dalam waktu yang relatif singkat. mencapai kemerdekaan/kebebasan emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya dan mulai menjadi seorang “person” (menjadi dirinya sendiri). yaitu penemuan pendirian hidup. Obesitas a. Masa Remaja Tengah (remaja madya). 2.

yaitu : 1. Gejala klinis lain yang mungkin muncul adalah kadar lemak atau kolesterol darah yang tinggi. akan lebih mudah memiliki masalah dengan berat badan yang yang berlebih. ejakulasi dini pada pria. impotensi. dan ukuran bentuk tubuh. Obesitas itu sendiri memiliki efek terhadap diri seoorang remaja dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Sesak nafas bila sedikit bekerja secara fisik. Remaja yang mengalami obesitas memiliki pandangan berbeda-beda terhadap dirinya. 2. Obesitas merupakan suatu kelainan yang terjadi yang di akibatkan oleh beberapa faktor metabolisme bawaan. atau sesak napas. pusing. Griffith and payne (1988).WHO. penyempitan pembuluh darah di jantung dan otak. dan problem menstruasi pada wanita b. . Faktor-faktor Yang Menyebabkan Obesitas Menurut Coleman (1984) obesitas dapat disebabkan beberapa faktor. stres lingkungan dan perbedaan umur. Adapun gejala lain yang ditimbulkan oleh obesitas adalah gejala klinis. Banyaknya asupan makanan yang memiliki kadar karbohidrat dan lemak yang memilki kadar yang dibutuhkan oleh tubuh maka dapat menyebabkan kondisi obesitas. sakit dada. Faktor Biologis Sebagian orang memiliki kegemaran mengkonsumsi makanan tinggi kalori tanpa pelepasan yang signifikan. Gejala klinis ini jika tidak diobati bisa mengganggu organ tubuh lainnya. obesitas atau kegemukan adalah kondisi dimana seseorang memiliki lemak tubuh dalam jumlah yang berlebih. Yulia dan Liwandaw(1999). Obesitas adalah kelebihan beratbadan dari ukuran ideal yang diakibatkan penimbunan lemak dan dapat membahayakan individu. sex. diabetes mellitus (kencing manis). Berat badan yang kelebihan 20 % atau lebih dari dari berat badan yang ideal dengan seperti proses belajar. seperti lelah. tinggi badan. gejala-gejala yang timbul pada remaja yang mengalami obesitas adalah : 1. jadi Kaplan dkk (1993). Kehidupan sosial dan interaksi dengan orang lain akan mempengaruhi bagaimana seorang remaja mengalami obesitas memahami dan mempersepsikan dirinya.

c. Dalam Mendapatkan Teman Kencan Orang yang obesitas biasanya sulit mendapatkan teman kencan. 6.2. 1997) ciri-cirinya yaitu : 1. sehingga diasumsikan bahwa orang yang obesitas cenderung kurang terampil dan tidak cekatan dalam melakukan sesuatu. Faktor Sosio kultural Perbedaan budaya memiliki perbedaan konsep mengenai kecantikan. kekayaan dan kekuasaan. 3. Hubungan Self Efficacy dengan Penerimaan Teman Sebaya Pada Remaja Obesitas . Tingkat Kepercayaan Diri Orang yang obesitas cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah dari pada orang-orang yang memiliki tubuh ideal. Beberapa keluarga beranggapan bayi yang gemuk adalah bayi yang sehat. Tingkat Keterampilan Orang-orang yang obesitas biasanya lamban dalam melakukan suatu kegiatan yang berhubungan dengan gerak tubuh. Penampilan Fisik dan Wajah Kebanyakan orang beranggapan bahwa seseorang yang obesitas biasanya juga memiliki wajah serta penampilan fisik yang tidak menarik. Kebanyakan orang lebih tertarik memilih teman kencan yang memiliki bentuk tubuh ideal daripada yang memiliki bentuk tubuh gemuk. Ciri-ciri Remaja Obesitas Sarwono (dalam Marlina. Keterampilan SosialOrang yang obesitas dipandang sebagai orang orang-orang yang memiliki keterampilan sosial yang rendah. sehingga orang tua mengusahakan agar anak tersebut makan lebih banyak 3. Ada yangmenganggap kurus adalah simbol cantik atau indah. Faktor Psikososial Dalam banyak kasus kunci utama dari kebiasaan makan dalam porsi yang banyak dalam keluarga. Sedangkan bagi beberapa budaya ubuh yang gemuk adalah symbol kecantikan. 2. 4. 5. Kontrol Diri Menyatakan bahwa orang-orang yang obesitas dinilai sebagai orang yang memiliki kontrol diri yang rendah.

1992) masa remaja adalah masa pencarian identitas dimana seorang remaja harus membentuk citra diri yang positif bagi dirinya dan dapat diterima oleh orang lain. Kehidupan sosial dan interaksi dengan orang lain akan mempengaruhi bagaimana seorang remaja dalam memahami dan mempersepsikan dirinya. Respon tersebut akan menjadi dasar bagi seorang remaja dalam memberikan gambaran tentang dirinya. masa remaja merupakan masa yang penting dalam hidupnya. Obesitas itu sendiri memiliki efek terhadap diri seorang remaja dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. salah satu aspek yang cukup menonjol adalah perkembangan fisik yang akan terus berlanjut hingga mencapai kematangan. Griffith and payne (1988) Self eficacy pada remaja yang mengalami obesitas akan mempengaruhi bagaimana ia memandang dan menerima kondisi fisiknya utuk masuk kedalam kelompok remaja. Obesitas merupakan suatu hal yang banyak terjadi pada remaja . perubahan fisik akan lebih terlihat sehingga diperlukan pemahaman yang sehat terhadap dirinya sendiri. serta ia akan lebih mudah untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosialnya. Banyaknya asupan makanan yang memiliki kadar karbohidrat dan lemak yang memiliki kadar yang dibutuhkan oleh tubuh maka dapat menyebabkan kondisi obesitas. karena sangat mudahnya mereka mendapatkan menu makanan yang memiliki kadar karbohidrat dan lemak yang tinggi.Perkembangan seorang individu dimulai pada masa remaja. Bagi sebagian orang. Pada masa ini individu tidak lagi termasuk anak-anak. Pada remaja khususnya. fisiknya. namun tidak pula termasuk dewasa. Bagi remaja penilaian kelompok merupakan faktor penting dalam kehidupannya. Blue Print Self efficacy N Faktor Efficacy diri Aitem Jumlah . jika remaja tersebut memiliki self efficacy yang tinggi maka penerimaan terhadap dirinya pun dapat secara apa adanya tanpa harus merasa cemas dan bersalah terhadap keadaan. Pada remaja yang memiliki self eficacy rendah akan mengalami kecemasan dan perasaan tidak nyaman akan penampilan fisiknya agar remaja dapat diterima dalam lingkungan sosialnya. Tugas-tugas perkembangan pada remaja bermacam-macam. Erikson (dalam Hjelle & Ziegler. Penerimaan dan penolakan terhadap perkembangan fisik sangat dipengaruhi oleh bagaimana remaja tersebut memahami dirinya. Kaplan dkk (1993) obesitas atau kegemukan adalah kondisi dimana seseorang memiliki lemak tubuh dalam jumlah yang berlebih. Remaja yang mengalami obesitas memiliki pandangan berbeda-beda terhadap dirinya.

19.50.25.17.37.14.50 11. 58 16 3 Status prilaku pada lingkungan sosial 3.56.54.33.28.12. 61 16 2 Insentif Eksternal 6. perasaan Pribadi individu 1.46.27.28.60 9.57 2.51.27.43.17.10.58 3. 59 7. 63 16 4 Informasi tentang dirinya 8.47.30.32. 62 2.34.35.39.18.43.44.9.36.25.52 8 8 8 8 unfavorable Jumlah .59 4.19.24.35.34.11.31.5 7 5.44.23. 64 4.o Favoriabel Unfavoriabel 1 Sifat Tugas Yang di hadapi 1.51 12.33.29. sifat.41.20.36.20.16.18.45.48.52.41.49.42.49 10.26.53.15.55.40.42.38. 60 16 Table blue print penerimaan teman sebaya No Faktor Nomor Item Favorable Faktor-faktor yang menyebabkan seorang remaja diterima 1 2 3 4 Penampilan (performance) Kemampuan pikir Sikap.26.21.22.13.

63 8.22.30.55 16.56 8 8 8 8 64 .37.39.29.31.32.Faktor-faktor menyebabkanseorang ditolak 5 6 7 8 Penampilan (performance) Kemampuan pikir Sikap.54 15.46.38.21.23. sifat Ciri lain Jumlah yang remaja 5.47.48.24.62 7.61 6.40.45.53 14.64 13.