Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dalam dunia teknik material logam merupakan bahan dominan yang digunakan dalam perencanaan mesin. Material tersebut memiliki sifat tahan terhadap panas, memiliki kekerasan yang tinggi, dan juga sangat kuat. Logam sangat banyak di perolehi dalam kandungan bumi. Namun material logam memiliki berat jenis yang besar dan mengalami proses korosi. Sehingga merupakan suatu masalah dalam menghasilkan suatu product yang ekonomis. Material teknik dewasa ini mengalami perkembangan yang begitu pesat. Perkembangan tersebut meliputi di dalam struktur, komposisi, sifat-sifat fisik dan mekanik. Sifat-sifat fisik yaitu berkaitan dengan berat jenis material tersebut, manakala sifat mekanik berkaitan dengan kemampuannya untuk digunakan di dalam produk teknik, misalnya keramik. Umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia dibandingkan elemennya. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah felspard, ball clay, kwarsa, kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan geologi dimana bahan diperoleh. Secara umum strukturnya sangat rumit dengan sedikit elektron-elektron bebas. Keramik pada dasarnya terbuat dari tanah liat dan umumnya di gunakan untuk perabot rumah tangga dan bata untuk pembangunan perumahan. Pada masa kini keramik tidak lagi hanya terbatas penggunaanya untuk keperluan tradisional seperti tersebut di atas, malah sekarang keramik

telah mengalami kemajuan dan di kenal dengan bahan keramik termaju. Bahan keramik sudah di gunakan dalam bidang Teknik Elektro, Sipil, Mekanik, Nuklir bahkan bahan keramik ini di gunakan juga dalam bidang Kedokteran. Oleh karena itu pembelajaran tentang material keramik sangat dibutuhkan melalui tes kekerasan keramik dengan uji pantulan 1.2 Permasalahan Adapun masalah yang diangkat pada pembelajaran ini antara lain : 1. Kurangnya pengetahuan dan karakteristik dari bahan keramik itu sendiri? 2. Bagaimana proses pembuatan keramik tradisional? 3. Bagaimana cara menentukan harga kekerasan dari bahan keramik tradisional? 1.3 Tujuan Adapun tujuan dari pembelajaran ini antara lain: 1. Mengenal dan mengetahui karakteristik dari bahan keramik 2. Mengetahui cara pembuatan keramik tradisional 3. Tahu cara menentukan harga kekerasan dari bahan keramik 1.4 Sistematika Laporan Penulisan laporan praktikum ini dibagi menjadi 5 bab. Pada Bab pertama yaitu pendahuluan, dijelaskan latar belakang, permasalahan, dan tujuan dari pelaksanaan praktikum bserta sistematika penulisan laporannya, Selanjutnya pada bab dua diberikan penjelasan mengenai polimer, jenis-jenis polimer ,dan penjelasan lain. Bab tiga berisi tentang peralatan yang

data-data yang didapatkan dianalisa dan dihitung pada bab empat. Dalam bab empat juga terdapat pembahasan selama praktikum. Sedangkan bab terakhir berisi kesimpulan untuk menjawab tujuan praktikum dan saran untuk praktikum selanjutnya.digunakan untuk pelaksanaan praktikum beserta langkah kerja. . Setelah melakukan praktikum.

adalah golongan keramik. silica dari logam dan NMESs adalah tergolong material keramik.1 Keramik Tradisional dan Keramik Modern Kebanyakan orang menganggap bahwa ubin. kombinasi dua unsur atau lebih unsur NMESs atau kombinasi dua buah unsur atau lebih NMESs dengan unsur non logam. Keramik tidak hanya terbatas pada paduan biner seperti diatas saja melainkan juga paduan kompleks seperti Barium Titanat (BaTiO3). karbida. semen.  TiC dan ZrB2 juga tergolong karena tersusun atas logam (Ti dan Zr) dan NMESs (C dan B)  SiC tergolong dalam keramik karena tersusun atas kombinasi dua unsur NMESs. Ti3SiC2 juga tergolong pada material keramik. Demikian halnya batu. 2. yang terdiri atas minimal sebuah unsur logam dan sebuah unsur non logam (gas) atau NMESs (Non Metalic Element Solids/ non logam padat). lempung.  SiO2 (silica) tergolong keramik karena tersususn atas silicon (Si) sebagai suatu unsur NMESs dan Oksigen (O2) sebagai unsur non logam. pasir. borida. peralatan sanitari seperti wastavel. Untuk memudahkan pengertian diatas perhatikanlah contoh-contoh material yang tergolong keramik sebagai berikut:  MgO (magnesia) tergolong keramik karena terdiri atas Magnesium (Mg) sebagai unsur logam yang berkaitan daengan oksigen (O2) yang merupakan unsur non logam. gunung.1 Definisi Keramik Keramik dapat didefiniskan sebagai paduan padat yang dibentuk melalui pemanasan dan kadang-kadang pemanasan bersama-sama penekanan. lumpur. Dengan demikian oksida. Yba2Cu3O7. debu. .BAB II DASAR TEORI 2. nitrida. pottery. batu-bata dan hampir semua yang ada dipermukaan bumi ini berada dalam dunia keramik.

semikonduktor. bricks). Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik. komponen turbin. Secara umum keramik tradisional memiliki sifat-sifat diantaranya adalah pada struktur mikronya yang kasar.1 Sifat Listrik Sifat konduktivitas listrik adalah salah satu sifat listrik yang banyak digunakan sebagai aplikasi dasar material. seperti: oksida logam (Al2O3. seperti kuarsa. ZrO2. engineering ceramic. kaolin.3 Sifat-sifat keramik 2. MgO.Anggapan tersebut tidaklah salah. techical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam. Dengan kata lain pembuatan keramik maju ini juga lebih kompleks. Penggunaannya: elemen pemanas.dll).  Konduktivitas Listrik Bila suatu medan listrik diberikan pada material keramik. homogen dan sangat sedikit pori serta cendrung membentuk fasa tunggal 2. maka aplikasi bahan keramik ini banyak digunakan sebagai bahan isolator listrik pada tegangan rendah maupun tegangan tinggi. Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam. karena keramik pada umumnya memiliki sifat konduktivitas yang rendah. dll. dan untuk industri (refractory). tidak uniform. Dalam hal ini. dan pada bidang medis. keperluan rumah tangga (tile. Yang termasuk keramik ini adalah: barang pecah belah (dinnerware). Lebih lengkapnya yakni sebagai berikut:  Keramik tradisional. Memiliki sifat pada mikro struktur yang lebih halus. banyak porinya (porus) dan multi fase  Keramik modern / keramik halus.3. advanced ceramic. maka arus secara cepat atau lambat akan mencapai harga . hanya saja peralatan semacam itu tergolong keramik tradisional atau sering disebut keramik berbasis silikat (silicate-based-ceramics).

sifat konduksi material dibedakan menjadi konduktor (logam).1 Pita energi untuk logam. semikonduktor dan isolator Harga resistivitas untuk beberapa material pada temperature kamar bedasarkan pembagian material menurut sifat konduksinya adalah sebagai berikut: .keseimbangan arus searah. dimana adanya partikel termuati dan mengalir daengan kecepatan aliran tertentu.1) dan konduktivitas listriknya: (2. semikonduktor dan isolator.2) dengan E = kuat medan listrik Berdasarkan teori pita energi. Gambar 1. Jika n adalah jumlah muatan partikel yang termuati tiap satuan volume dan kecepatan alirannya v dan muatan partikel ze (z= muatan valensi dan e = muatan elekton) maka rapat arus listrik ke-I diberikan oleh: Ji = ni zie v (2. Rapat arus listrik J didefinisika sebagai muatan yang berpindah melalui suatu luasan dalam satuan waktu.

5 Boron Carbide 40 Germanium (pure) 10-2 Fe3O4 Insulator: > 1014 SiO2 glass > 1014 Steatite porcelain 108 Fire-clay brick 1012 .5 x 10-6 Tungsten 2 x 10-6 ReO3 3 x 10-5 CrO2 Semiconductors: 10 Dense Silicon Carbide 0.Tabel 1.1014 Low-Voltage porcelain  Konduktivitas ionik dalam Kristal Salah satu pembawa muatan dalam material keramik (kristalin) adalah ion. dimana konduktivitas listriknya dihasilkan dari migrasi ion tersebut . Dalam semua kasus konduktivitas listrik ditentukan oleh konsetrasi pembawa muatan dan mobilitas pembawa muatan.  Konduktivitas elektronik dalam Kristal Bila dalam Kristal terdapat elektron bebas atau hole dalam konsentrasi yang sedikit. seperti oksida dan halide.1 Tabel resistivitas beberapa material pada temperatur kamar Materials Resistivity (ohm-cm) Metals: 1. Hal ini akan memberikan kontribusi terhadap konduktivitas listrik.7 x 10-6 Copper 10 x 10-6 Iron 5. . maka mobilitas elektron atau holenya relative lebih tinggi dibandingkan mobilitas ioniknya.2 x 10-6 Molybdenum 5.

3) . Untuk oksida dan karbida. Contoh paling baik penggunaan keramik untuk insulasi panas adalah pada pesawat ruang angkasa.96 cal/gram.atomoC pada temperatur mendekati 1000oC.2 Sifat Termal Hampir semua material keramik dalam aplikasinya selalu memperhatikan sifat termal ini. 2. tidak dominan di keramik karena elektron di keramik sebagian besar terlokalisasi. karena sifat termal terkait daengan sifat yang lain.3 Sifat Dielektrik Sifat dielektrik adalah suatu sifat yang dimiliki oleh material yang dapat terpolarisasi menjadi dipole-dipol listrik bila diberi medal listrik. kapasitas panas sistem keramik meningkat dari temperatur rendah hingga harga 5. atau adalah kemampuan bahan untuk mengabsorbsi panas dari lingkungan.3. Umunya digunakan sebagai isolator termal  Kapasitas Panas dan Konduksi panas Kapasitas panas adalah energi yang dibutuhkan untuk meningkatkan temperatur material 1oC.3. Hampir semua permukaan pesawat tersebut dibungkus keramik yang terbuat dari serat silika amorf. sedangkan Mekanisme hantaran panas oleh elektron. Titik leleh aluminium adalah 660˚C. Ubin menjaga suhu tabung pesawat yang terbuat dari Al pada atau dibawah 175˚C. Sedangkan Konduktivitas panas adalah kemampuan bahan untuk mengalirkan sejumlah panas terhadap luasan A dalam waktu dθ. yang dominan pada logam. walaupun eksterior pesawat mencapau 1400˚C.2. Kapasitansi dielektrik dinyatakan dalam persamaan : (2.

alumunia. Kebanyakan keramik seperti berbasis clay dan talc. Secara instrinsik transparan. filter dan lain-lain. Besarnya kapasitansi untuk dua keeping sejajar berisi bahan dielektrik adalah: (2. 2.2 bahan dielektrik diantara dua keping logam yang diberi tegangan DC Berdasarkan hasil eksperimen bahwa jumlah muatan yang dapat disimpan oleh dua keeping pelat sejajar dengan memberi bahan dielektrik diantara dua pelat sejajar tersebut semakin besar (lebih besar dibandingkan dengan dua keping pelat sejajar tanpa bahan dielektrik atau vakum). bahan dielektrik dapat digolongkan menjadi 3 golongan yaitu:  Gol I : meliputi dilektrik dengan konstanta dielektrik rendah (5-15) dan sedang (15-500) dan factor disipasi <0.4 Sifat Optik Bahasan mengenali sifat optik ini pada material keramik sangat menarik untuk dipelajari. mengingat bahwa banyak aplikasi material keramik yang didasarkan pada sifat optik ini diantaranya misalnya sebagai kaca jendela.  Gol II : meliputi dielektrik dengan konstanta antara 2000 dan 20000. lensa. prisma.  Gol III : dielektrik dengan fasa konduktif. permitivitas tinggi berbasis ferroelektrik keramik. tetapi dengan breakdown-nya rendah. kecuali BaTiO3.3. BeO dan AIN memiliki permitivitas rendah sehingga dapat digolongkan kedalam dielektrik golongan I. Sifat optik material .4) Berdasar konstanta dielektrik ini.Gambar 1. yang memiliki k~3000 yang masuk golongan II. kapasistansi sangat tinggi.003.

.4 pembiasan pada prisma akibat indeks bias merupakan fungsi panjang gelombang 2. Secara umum sifat optik yang khas ini dipengaruhi oleh sifat dielektrik yang dapat mentransmisikan dangan baik sebagian spectrum optis dibandingkan dengan material lain. Contohnya:  lensa Gambar 1. piranti microwave dan lain-lain.3 lensa dan grafik hubungan reflektansi terhadap panjang gelombang  Prisma Gambar 1.3. element memori.keramik terkait dengan responnya terhadap panjang gelombang elektromagentik.5 Sifat Magnetik Material keramik banyak dimanfaatkan untuk keperluan teknik maupun industri berdasarkan sifat megnetis yang dimilikinya misalnya sebagai piranti frekuensi tinggi.

Seperti halnya material yang lain.5 Hubungan antara gaya dan pertambahan panjang Disamping sifat-sifat diatas ada beberapa sifat pengecualian untuk keramik. membuat keramik merupakan material struktural yang menarik. Sifat-sifat ini bersama dengan kerapatan yang rendah dan juga titik lelehnya yang tinggi. Pada umunya material keramik memiliki harga E 5-9 x 106 psi. dan keras dan juga tahan korosi.6 Sifat Mekanik Keramik biasanya material yang kuat. Jika posisi atom logam tidak bisa kembali sepenuhnya pada posisi semula saat gaya dihilangkan maka keadaan ini disebut plastic deformation. kekuatan luluh (Y). misalnya beberapa keramik ada . material keramik juga dapat mengalami deformasi plastis. keduanya dapat dibentuk ketika basah namun ketika kering akan menghasilkan objek yang lebih keras dan lebih kuat. Pengukuran (karakteristik) deformasi plastis pada material keramik sama dengan material pada umunya yakni menggunakan kurva tegangan-regangan (stress-stran Curve). Tiga besaran yang umum digunakan dalam mengkarakterisasi deformasilastis ini adalah modulus elastic (E).2. Gambar 1. dan tegangan fraktur (S). Modulus elastic menyatakan perbandngan tegangan yang diberikan pada sampel dengan regangan yang terjadi pada sampel tersebut.3. Semen dan tanah liat misalnya.

CsCl. 2. dapat juga merupakan beberapa kation yang membentuk komposisi  Struktur AX Contoh: NaCl. 2. biasanya terjadi pada logam. X = anion dan m.4.yang sangat konduktif baik termal maupun llistrik seperti keramik superkonduktor YBa2Cu3O7 serta adapula keramik yang dapat bersifat magnetic misalnya keramik berbasis ferrite dengan strukturr spinel. ZnS .n = tetapan.4 Struktur Bahan Keramik Secara garis besar Kristal dapat digolongkan menjadi dua kelompok. Kedua adalah kelompok Kristal yang tersusun dari dua atau lebih jenis atom (ion) yang disebut poliatomik dan biasa terjadi pada kristal ionic seperti terjadi pada strukutr kristal keramik.1 Struktur Kristal Keramik Paduan Biner Ikatan ionic yang terjadi antara kation dan anion dapatlah dinyatakan dalam bentuk AmXn dengan A = kation. Dalam pembahasan struktur keramik yang dibahas Kristal kelompok kedua. dapat berupa kation tunggal. Kation menempati posisi interstitial dari close packing anion. Pertama adalah Kristal yang tersusun dari atom-atom yang sama disebut Kristal monoatomik.

 Struktur AmXp Contoh: CaF2 2.2 Struktur Kristal Keramik Paduan Kompleks Strukutr Kristal untuk keramik dengan jumlah unsur paduan lebih dari dua akan membentuk struktur kompleks sebagaimana diterangkan berikut ini.4.  Struktur AmBnXp Contoh: Struktur Perovskite BaTiO3 .

silikat merupakan paduan yang tersusun berbasis Silicon dan Oksigen. akan tetapi struktur dasarnya mempunyai bentuk relatif sederhana. Sesuai namanya . sedangkan kation pembentuk koordinasi dikenal dengan pmbntuk jaringan . polyhedral oksigen adalah segitiga atau tetrahedral. 2.3 Struktur Silikat dan Gelas Silikat mempunyai susunan struktur yang besar.Secara umum baik struktur kristal paduan biner maupun kompleks dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Pembentukan gelas.4.

kadang-kadang digolongkan ke keramik dan struktur  Intan Intan adalah polimorpik karbon meta stabil pada temperatur ruang dan tekanan atmosfir. bantalan. ataupun polimer. Intan mempunyai konduktivitas termal yang tinggi diantara material non-logam. Lapisan intan juga digunakan pada speaker tweeter dan mikrometer presisi tinggi. sifat ini dikarenakan oleh struktur kristalnya dan ikatan kovalen atomnya yang kuat.4. . Kelompok material ini sebenarnya tidak termasuk ke salah satu kelompok logam. die (cetakan). intan digunakan untuk menggerinda atau memotong benda yang lebih lunak. keramik. Struktur ini disebut struktur kristal kubus intan.2. dan keadaan amorfus. secara optik transparan pada daerah cahaya tampak dan infra merah. Struktur kristalnya adalah sejenis dengan zinc blende dimana karbon menempati semua posisi (kedua posisi Zn dan S). Intan mempunyai sifat sangat keras dan konduktivitas listrik yang rendah. Ikatannya adalah kovalen.4 Karbon Karbon adalah unsur yang berada dalam bentuk berbagai polimorpik. Namun kita membicarakannya disini karena grafit. pisau dan tool-tool lainnya. salah satu bentuk polimorpik. seperti yang ditunjukkan gambar 15. Di industri. Intan berbentuk lapisan tipis banyak dikembangkan dan diantaranya digunakan sebagai pelapis pada permukaan gurdi/bor.

nosel roket. Hardness dari sebuah logam diukur dengan cara memberikan sebuah lekukan ke dalam permukaannya. konduktivitas termal tinggi. kemampuan pemesinan baik. Tungsten carbide. dan terbuat dari material yang jauh lebih keras dari material yang di tes. Grafit umumnya digunakan untuk elemen pemanas pada dapur listrik. Material penekannya biasanaya sebuah bola. absorpsi gas tinggi. elektroda pada baterai.5 PENGUJIAN KEKERASAN Hardness adalah pengukuran ketahanan dari logam untuk mencapai deformasi permanen. Grafit Struktur kristal grafit ditunjukkan oleh gambar dibawah ini. pyramid. cetakan untuk pengecoran paduan logam dan keramik. atau berlian yang biasanya digunakan sebagai penekan. Seperti contohnya Hardened Steel. sikat dan tahanan. 2. kontak listrik. atau cone. Sifat-sifat grafit yang disukai adalah : kekuatan tinggi. dan piranti pemurnian udara. beban yang . elektroda las. kestabilan kimia pada temperatur tinggi.Untuk hampir semua standard hardness test. koefisien ekspansi termal rendah dan mempunyai tahanan kejut tinggi.

sebagaimana dimiliki oleh intan.Sebuah empirical hardness number dihitung atau dilihat pada digital display. Dalam skala Mohs urutan nilai kekerasan material di dunia ini diwakili oleh: 1. hingga skala 10 sebagai nilai kekerasan tertinggi. Hardness test jauh lebih simple daripada tensile test dan bersifat tidak merusak. maka kekerasan mineral tersebut berada antara 5 dan 6. 6) tetapi tidak mampu digores oleh Apatite (no. tetapi masih sering dipakai dalam dunia mineralogi. Calcite 8. Talc 6. sebagaimana dimiliki oleh material talk.diketahui besarnya digunakan perlahan dengan cara menekannya pada 900 kedalam permukaan logam yang dites. yang didasarkan pada cross-sectional area atau kedalamannya. Berdasarkan hal ini. 5). jelas terlihat bahwa metode ini memiliki kekurangan utama berupa . dikenal 3 metode uji kekerasan: 2. Orthoclase 2. Gipsum 7. Fluorite 9. Metode gores Metode ini tidak banyak lagi digunakan dalam dunia metalurgi dan material lanjut. Skala ini bervariasi dari nilai 1 untuk kekerasan yang paling rendah.Karena alasan ini hardness test digunakan di industry untuk quality kontrol Kekerasan suatu material dapat didefinisikan sebagai ketahanan material tersebut terhadap gaya penekanan dari material lain yang lebih keras. Penekanan tersebut dapat berupa mekanisme penggoresan (scratching). material pembuat lekukan di tarik dari permukaan. Quartz 3.5. Topaz 4. Corundum 5. Berdasarkan mekanisme penekanan tersebut.1. pantulan ataupun indentasi dari material keras terhadap suatu permukaan benda uji. Setelah daerah lekukan dibuat. Metode ini dikenalkan oleh Friedrich Mohs yang membagi kekerasan material di dunia ini berdasarkan skala (yang kemudian dikenal sebagai skala Mohs). Apatite 10. Diamond (intan) Prinsip pengujian: bila suatu mineral mampu digores oleh Orthoclase (no.

Semakin tinggi pantulan tersebut.ketidak akuratan nilai kekerasan suatu material.3.A. Metode Brinell Metode ini diperkenalkan pertama kali oleh J.5. sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar 2.2. Pengukuran nilai kekerasan suatu material diberikan oleh rumus: . 2. Berdasarkan prinsip bekerjanya metode uji kekerasan dengan cara indentasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. Brinell pada tahun 1900. maka kekerasan benda uji dinilai semakin tinggi.2 Metode elastik/pantul (rebound) Dengan metode ini.1. Tinggi pantulan (rebound) yang dihasilkan mewakili kekerasan benda uji.5. Kekerasan suatu material ditentukan oleh dalam ataupun luas area indentasi yang dihasilkan (tergantung jenis indentor dan jenis pengujian). Bila kekerasan mineral-mineral diuji dengan metode lain. Contoh pengukuran hasil penjejakan diberikan oleh Gambar 2. Hasil penekanan adalah jejak berbentuk lingkaran bulat. 2. yang harus dihitung diameternya di bawah mikroskop khusus pengukur jejak. Metode indentasi Pengujian dengan metode ini dilakukan dengan penekanan benda uji dengan indentor dengan gaya tekan dan waktu indentasi yang ditentukan. yang ditunjukkan oleh dial pada alat pengukur. ditemukan bahwa nilainilainya berkisar antara 1-9 saja. Pengujian kekerasan dilakukan dengan memakai bola baja yang diperkeras (hardened steel ball) dengan beban dan waktu indentasi tertentu. sedangkan nilai 9-10 memiliki rentang yang besar. kekerasan suatu material ditentukan oleh alat Scleroscope yang mengukur tinggi pantulan suatu pemukul (hammer) dengan berat tertentu yang dijatuhkan dari suatu ketinggian terhadap permukaan benda uji.

Nilai kekerasan suatu material yang dinotasikan dengan ‘HB’ tanpa tambahan angka di belakangnya menyatakan kondisi pengujian standar dengan indentor bola baja 10 mm. nilai kekerasan HB diikuti angka-angka yang menyatakan kondisi pengujian. . Untuk logam-logam ferrous. Gambar 2. Contoh: 75 HB 10/500/30 menyatakan nilai kekerasan Brinell sebesar 75 dihasilkan oleh suatu pengujian dengan indentor 10 mm.1.5) dimana P adalah beban (kg). waktu indentasi biasanya sekitar 10 detik sementara untuk logamlogam non-ferrous sekitar 30 detik. Walaupun demikian pengaturan beban dan waktu indentasi untuk setiap material dapat pula ditentukan oleh karakteristik alat penguji. Untuk kondisi yang lain. Hasil penekanan Prosedur standar pengujian mensyaratkan bola baja dengan diameter 10 mm dan beban 3000 kg untuk pengujian logamlogam ferrous.(2. atau 500 kg untuk logam-logam non-ferrous. D diameter indentor (mm) dan d diameter jejak (mm). beban 3000 kg selama waktu 1—15 detik. pembebanan 500 kg selama 30 detik.

walaupun jejak yang dihasilkan berbentuk bujur sangkar berdiagonal. Prinsip pengujian adalah sama dengan metode Brinell. .6) d2 dimana d adalah panjang diagonal rata-rata dari jejak berbentuk bujur sangkar.3. seperti diperlihatkan oleh Gambar 2. Panjang diagonal diukur dengan skala pada mikroskop pengujur jejak. Metode Vickers Pada metode ini digunakan indentor intan berbentuk piramida dengan sudut 136o.b. Nilai kekerasan suatu material diberikan oleh: VHN = 1.854 P (2.

Variasi dalam beban dan indetor yang digunakan membuat metode ini memiliki banyak macamnya. Metode ini banyak dipakai dalam industry karena pertimbangan praktis. Oleh karenanya skala kekerasan Rockwell suatu material harus dispesifikasikan dengan jelas. Metode yang paling umum dipakai adalah Rockwell B (dengan indentor bola baja berdiameter 1/6 inci dan beban 100 kg) dan Rockwell C (dengan indentor intan dengan beban 150 kg). Walaupun demikian metode Rockwell lainnya juga biasa dipakai. yang menyatakan material diukur dengan skala B: indentor 1/6 inci dan beban 100 kg.3. Metode Rockwell Berbeda dengan metode Brinell dan Vickers dimana kekerasan suatu bahan dinilai dari diameter/diagonal jejak yang dihasilkan maka metode Rockwell merupakan uji kekerasan dengan pembacaan langsung (direct-reading).1 yang memperlihatkan perbedaan skala dan range uji dalam skala Rockwell : . Skematis prinsip indentasi dengan metode Vickers c. Berikut ini diberikan Tabel 2.Gambar 2. Contohnya 82 HRB.

Skala pada Metode Uji Kekerasan Rockwell .1.Tabel 2.