Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS KETERAMPILAN PEREKAMAN EKG (ELEKTROKARDIOGRAM

)

A. DEFINISI
Elektrogram adalah rekaman yang di hasilkan oleh perubahan listrik (Kamus Dorlan). Elektrocardiogram adalah rekaman grafik yang dihasilkan oleh elektrokardiograf, suatu alat untuk merekam konduksi listrik yang melewati jantung (Kamus Saku Mosby, 2008). Elektrocardiogram adalah penelusuran grafik berbagai muatan listrik yang disebabkan oleh eksitasi otot jantung dan di deteksi pada permukaan tubuh. (Kamus Kedokteran Dorlan, 1996). Jadi pengertian EKG secara lengkap adalah rekaman aktivitas listrik jantung atau bioelektrikal pada jantung yang digambarkan dengan sebuah grafik EKG atau dengan kata lain grafik EKG menggambarkan rekaman aktifitas listrik jantung.

B. INDIKASI
Indikasi dari perekaman Elektrokardiogram antara lain :

 Miocardium infark dan tipe penyakit Arteri coroner lainnya seperti angina  Disritmia Jantung  Pembesaran Jantung (Hypertropi jantung)  Gangguan Elektrolit, terutama kalsium dan kalium  Penyakit inflamasi pada jantung  Efek obat-obatan pada jantung seperti : Digitalis (Lanoxin) dan tricyclic antidepresan. C. KONTRAINDIKASI
Obstruksi nasal, fraktur dasar tengkorak kepala, trauma maksilofasial.

Analisis Keterampilan – KMB II

Page 1

Berbagai posisi elektroda yang di pantau disebut lead. a.yang ditandai dengan angka romawi I. Sandapan (lokasi penempatan EKG) : Untuk memperoleh rekaman EKG di pasang elektroda-elektroda di kulit pada tempattempat tertentu. dan elektroda (-) gabungan tangan kiri dan kaki kiri membentuk elektroda indifiren.lokasi penempatan elektroda sangat penting diperhatikan. Analisis Keterampilan – KMB II Page 2 . Misalnya. Elektroda dapat di hubungkan ke mesin EKG melalui berbagai cara. karena penempatan yang salah akan menghasilkan pencatatan yang berbeda. . biasanya melalui klip yang diletakan pada elektroda yang berperekat.D. Informasi yang berhubungan dengan aktivitas listrik jantung diperoleh dengan menempatkan electrode pada permukaan kulit pada posisi anatomi standar. Agar perlekatan antara kulit dan elekteroda sempurna. jantung diamati dari ke dua belas posisi anatomis yang berbeda.dan III : Sandapan I : merekam beda potensial antara tangan kanan(RA) yang bermuatan negative(-) tangan kiri bermuatan positif(+). maka elekttroda ekstremitas di letakan pada permukaan kulit yang datar tepat di atas pergelangan tangan atau tumit. PRINSIP KERJA EKG standar terdiri dari 12 lead.aVR : merekam potensial listrik pada tangan kanan (RA) yang bermuatan (+).aVL : merekam potensial listrik pada tangan kiri (LA) yang bermuatan (+) dan muatan (-) gabungan tangan kiri dan kaki kiri membentuk elektroda indifiren.Untuk 12 lead EKG lengkap. lead 1 mengukur aktivitas listrik antara lengan kiri dan lengan kanan. . Sandapan unipolar • Sandapan unipolar ekstermitas .aVF : merekam potensial listrik pada kaki kiri (LF) yang bermuatan positif (+) dan elektroda (-) dari gabungan tangan kanan dan kaki kiri membentuk elektroda indiferen. Sandapan II : merekam beda potensial antara tangan kanan (-) dengan kaki kiri(LF) yang bermuatan positif(+) Sandapan III : merekam beda tangan kiri (LA) yang bermuatan negative dan kaki kiri (+) b. Sandapan bipolar: Merekam perbedaan potensial dari 2 elektroda.II.

V3. V2. Persiapan Alat        Elektrokardiografi (EKG) Kabel sandapan yang terdiri dari : 4 buah sandapan ekstremitas yaitu: Tangan kiri (LA).• Sandapan Prekordial Merupakan sandapan V1.V2.V4.Sandapan V1 di tempatkan di ruang intercostal IV di kanan sternum .V5. Beri penjelasan pada pasien untuk melepas pakaian bagian atas 3. Tangan kanan (RA). yang dapat mempengaruhi atau mengganggu pada saat perekaman. Persiapan pasien    Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan di lakukan Melepaskan benda-benda yang bersikap logam seperti jam tangan. Langkah-langkah a) Menjelaskan kepada pasien dan meminta persetujuan tentang prosedur yang akan di lakukan serta hal-hal yang harus di perhatikan oleh pasien b) Persiapkan alat-alat yang akan dibutuhkan c) Perawat Cuci tangan Analisis Keterampilan – KMB II Page 3 . cincin. 6 buah sandapan dada yaitu: V1. gigi emas dll. V5 dan V6 yang di tempatkan secara langsung di dada . Kaki kiri (LL).Sandapan V5 ditempatkan secara dengan V4 di linea axillaris anterior .Sandapan V4 di tempatkan di ruang intercostal V di linea midklavikularis.V6 Cream atau Jelly Kertas EKG Tissue 2. . V3.Sandapan V2 di tempatkan di runga interkostal IV di kiri sternum .Sandapan V6 ditempatkan secara mendatar dengan V4 dan V5 di linea midaxilaris. Kaki kanan (RL). V4.Sandapan V3 di tempatkan di antara sandapan V2 dan V4 . 1.

dan sandapan Prekordial V1-V6. III . INTERPRETASI HASIL 1. l) Rapikan pasien dan kembalikan alat-alat ke tempat semula m) Perawat cuci tangan E. sandapan unipolar Ekstremitas aVF.03 detik dan amplitudonya kurang dari 25 % gelombang R. normalnya setinggi 2. f) Oleskan cream pada tempat yang akan di pasang sandapan dan pasang elektroda sesuai tempatnya g) Beri penjelasan kepada pasien selama dilakukan proses EKG pasien tidak boleh bergerak dan harus rileks. Gelombang S adalah defleksi negatif pertama setelah gelombang R. 2. yang normalnya berdurasi kurang dari 0. e) Perawat menentukan tempat elektroda yang akan dipasang sesuai dengan sandapannya : sandapan bipolar sandapan I. Bentuk normal dari EKG : Gelombang P menggambarkan depolarisasi otot atrium. aVL .d) Perawat mengintruksikan agar klien membuka pakaian bagian atas seluruhnya dan melepaskan semua bahan yang bersifat logam. II. Defleksi negatif pertama setelah gelombang P adalah gelombang Q.11 detik atau kurang. aVR. Analisis Keterampilan – KMB II Page 4 . 3. serta orang lain dan perawat menjauh dari tempat tidur pasien h) Menghidupkan mesin EKG sesuai pengaturannya i) Ambil kertas hasil rekaman EKG dan baca hasil rekaman EKG kemudian beritahu tentang hasil rekaman aktivitas listrik jantung klien j) Setelah selesai matikan alat perekam EKG k) Lepaskan semua elektroda di tubuh pasien dan bersihkan bagian tubuh yang dipasang elektroda dengan tissue.5 atau kurang dan durasinya 0.

diakhiri oleh gelombang S) menggambarkan depolarisasi otot ventrikel. Gerakan atau kedutan otot oleh pasien dapat merubah rekaman. 5. 1. Standarisasi yang salah akan menimbulkan kompleks voltase yang tidak akurat. Kontak yang baik harus terjadi antara kulit dan elektroda.10 detik.4. Kompleks QRS (dimulai oleh gelombang Q. 7. Gelombang U diperkirakan menggambarkan repolarisasi serat purkinje tetapi kadangkadang ditemukan pada pasien dengan hipokalemia (kadar kalium rendah). diukur dari awal gelombang Q atau R jika tidak ada gelombang Q diakhiri dengan gelombang T. 6. berlangsung dari akhir gelombang S sampai permulaan gelombang T. atau gelombang R bila tidak ada gelombang Q. Pasien harus istirahat total untuk memastikan memperoleh gambar yang memuaskan. 10. Gelombang ini mengikuti kompleks QRS dan biasanya mempunyai defleksi yang sama dengan kompleks QRS. Gelombang U terjadi setelah gelombang T dan kurang lebih ukurannya sama dengan gelombang P. 2.40 detik apabila frekuensi jantungnya 65 sampai 95 denyut per menit.04 sampai 0. Kontak yang jelek dapat mengakibatkan rekaman suboptimal. Alat elektrokardiografi harus distandarisasi dengan cermat sehingga 1 milivolt (mV) akan menimbulkan defleksi 1 cm. Segmen ST yang menggambarkan repolarisasi ventrikel awal. HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN (TROUBLESHOOTING) EKG sebaiknya direkam pada pasien yang berbaring di tempat tidur yang nyaman atau pada meja yang cukup lebar untuk menyokong seluruh tubuh. Kompleks QRS normalnya berdurasi 0. Hal ini paling baik dengan menjelaskan tindakan terlebih dahulu kepada pasien yang takut untuk menghilangkan ansietas. Interval QT yang menggambarkan waktu total repolarisasi dan depolarisasi ventrikel. biasanya kurang dari setengah interval RR (diukur dari permulaan satu gelombang R sampai awal gelombang R berikutnya). Gelombang ini sering disalahtafsirkan sebagai gelombang P ekstra. F. Interval PR diukur mulai dari permulaan gelombang P sampai permulaan gelombang Q atau R dan menggambarkan waktu yang diperlukan untuk depolarisasi atrium dan perlambatan impuls di noduls AV sebelum depolarisasi ventrikel.32 sampai 0. Analisis Keterampilan – KMB II Page 5 . dan biasanya durasinya 0. Gelombang T menggambarkan repolarisasi otot ventrikel. 9. 8. Interval QT bervariasi sesuai dengan frekuensi jantung. yang dapat menimbulkan kesalahan penilaian.

tidak bergerak.gunakan self-adhesive elektroda atau gel yang larut air atau bahan-bahan pengkonduksi lainnya 7. Lepaskan semua benda yang bersikap logam dari tubuh klien dan jauhkan barang tersebut dari tempat tidur klien seperti gigi emas. Intruksikan klien untuk tetap berbaring. 10. Setiap peralatan elektronik yang kontak dengan pasien. sabuk dan barang logam lainnya Analisis Keterampilan – KMB II Page 6 . Tempatkan lead pada dada dan ekstremitas sesuia label. 5. misalnya pompa infus intravena yang diatur secara elektrik dapat menimbulkan artefak pada EKG. terutama di bagian dada. pergelangan tangan dan mata kaki 6. jam tangan. batuk atau berbicara saat dilakukan pencatatan EKG untuk mencegah artifact 8. Jika dilakukan monitoring jantung terus menerus. Berikan privasi dan minta klien untuk melepaskan pakaiannya. Pasien dan alat harus di arde dengan baik untuk menghindari gangguan arus bolakbalik.3. ajarkan klien parameter gerakan dan tidak panic ketika terdengar suara alat. Yakinkan mesin EKG telah terpasang pada saklar dan grounded 9. 4.

org/wiki/Elektrokardiogram.wordpress. diunduh pada 29 Januari 2012 pukul 22:20 Analisis Keterampilan – KMB II Page 7 .REFERENSI http://harnawatiaj.html.com/2008/03/16/ekg/.html. Januari 2012 pukul 22:20 diunduh pada 29 http://www.ecglibrary.blogspot.wikipedia.com/ecghome.com/2009/07/elektrokardiografi-ekg.diunduh pada 29 Januari 2012 pukul 22:20 http://id. diunduh pada 29 Januari 2012 pukul 22:20 http://dokter-medis.