Anda di halaman 1dari 13

Sektor pertanian merupakan sektor penopang stabilitas perekonomian makro.

Sektor pertanian merupakan sektor penciptaan nilai yang besar dan apabila diupayakan sebagaimana mestinya akan terwujud terjadinya pertanian nasional yang maju dengan produk-produk berdaya saing tinggi. Visi pembangunan pertanian yang dibangun oleh Departemen Pertanian sampai dengan tahun 2025, bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat pertanian melalui sistem pertanian industrial. Industri perbenihan dan perbibitan swasta nasional merupakan salah satu industri hulu di sektor pertanian praproduksi, yang berperan sangat menentukan keberhasilan sektor pertanian secara keseluruhan, termasuk industri pasca panen, seperti industri pangan dan lain-lain. Membangun industri perbenihan merupakan landasan yang baik bagi proses produksi industri yang berbasis produk pertanian. Produk industri perbenihan yang unggul dan berkualitas tinggi serta murah akan menjamin keuntungan dan memperkecil resiko bagi petani produsen, baik itu dari usaha tani kecil ataupun besar (komoditi pangan dan komoditi lainnya). Bagi petani tanaman pangan penggunaan benih/ bibit unggul yang spesifik wilayah dari produk industri benih, akan memberikan jaminan keuntungan bagi usaha taninya. Dengan demikian upaya tersebut meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para petani di desa-desa, serta membantu mengentaskan kemiskinan di desa-desa. Upaya mengatasi hambatan pembangunan industri perbenihan yakni melalui : 1. Peningkatan menyeluruh, 2. Penyiapan kebijakan yang memberi prioritas tinggi kepada pembangunan industry benih 3. Peningkatan sumber daya manusia di bidang perbenihan, 4. Pembangunan prasarana yang terkait dengan produksi dan peredaran benih, 5. Penyediaan kemudahan akses modal, dan
6. Penyediaan teknologi dan informasi untuk peningkatan mutu dan peredaran

koordinasi

semua

elemen

perbenihan

nasional

secara

benih Langkah-langkah yang dilakukan agar industri perbenihan skala sederhana dapat meningkat menjadi industri perbenihan skala madya atau maju yaitu dengan memperhatikan 5 Value Chain Component yaitu: 1. Variety Development And Registration

2. Seed Production 3. Processing (Pengolahan Benih) 4. Marketing and Sales 5. Farmer (Petani)

1. Variety Development And Registration Benih varietas unggul bermutu merupakan penentu batas atas produktivitas suatu usaha tani, baik usaha tani kecil maupun usaha tani besar, dan berlaku bagi semua komoditi pertanian. Mungkin pula itu sebabnya penyusun Panca Usaha Tani menempatkan benih varietas unggul bermutu pada posisi pertama dari Panca Usaha Tani. Telah disadari pula bahwa 60% - 65% peningkatan produktivitas suatu usaha tani ditentukan oleh faktor penggunaan benih varietas unggul bermutu. Ungkapan kata majemuk dari benih varietas unggul bermutu menunjukkan bahwa ada dua faktor yang menentukan, yaitu faktor genetik (dalam) yang menyusun benih varietas tersebut dan faktor teknologi benih (luar) yang diterapkan kepada benih varietas unggul tersebut sehingga menjadi bermutu. Tidak semua benih varietas unggul merupakan benih yang bermutu, tapi benih varietas bermutu dapat dipastikan merupakan benih unggul secara genetik. Oleh karena itu kedua faktor tersebut harus secara terus menerus ditingkatkan perannya dalam menghasilkan benih varietas unggul bermutu yang sesuai dengan kebutuhan. Rendahnya tingkat penggunaan benih varietas unggul bermutu untuk segala macam komoditi pertanian sesungguhnya membuka peluang bagi industri perbenihan dalam negeri, baik yang masih dalam taraf penangkar, maupun industri benih yang sudah mampu membuat varietas unggul baru sendiri. Selama ini hampir semua varietas unggul baru (setidaknya sampai dengan tahun 2004) dari berbagai komoditi, dihasilkan oleh kelembagaan penelitian Pemerintah dan Perguruan Tinggi. 2. Seed Production Agar industri benih skala sederhana dapat meningkat menjadi industry skala madya maka industri benih skala sederhana harus memproduksi benih sebar (ES) melaui tingkatan sebagai berikut: 1. Benih Penjenis ( Breder Seed, BS )

Benih penjenis diproduksi dan diawasi oleh pemulia tanaman dan atau oleh instansi yang menanganinya (Lembaga penelitian atau perguruan tinggi), benih ini sebagai sumber untuk perbanyakan benih dasar, khusus untuk penjenis tidak dilakukan sertifikasi tetapi diberikan label warna Putih. 2. Benih Dasar ( Foundation Seed, FS ) Benih dasar merupakan turunan pertama ( F1 ) dari benih penjenis. Benih ini diproduksi dan diawasi secara ketat oleh pemulia tanaman sehingga kemurniaan varietasnya dapat dipertahankan. Benih dasar diproduksi oleh Balai Benih (terutama BBI) dan proses produksi diawasi dan disertifikasi oleh BPSB. Benih ini diberi label sertifikasi berwarna Kuning. 3. Benih Pokok ( Stock Seed, SS) Benih pokok merupakan F1 dari benih dasar atau F2 dari benih penjenis, produksi benih pokok tetap mempertahankan identitas dan kemurnian varietas serta memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. Benih pokok diproduksi oleh Balai benih atau pihak swasta yang terdaftar dan diberi label berwana Ungu. 4. Benih Sebar ( Extension Seed, ES ) Benih sebar merupakan F1 dari benih pokok. Produksinya tetap mempertahankan identitas maupun kemurnian varietas dan memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. Benih pokok dan benih sebar umumnya diperbanyak oleh Balai Benih dengan mendapatkan bimbingan, pengawasan dan sertifikasi BPSB. Benih sebar diberi label sertifikasi berwarna biru. 3. Processing (Pengolahan Benih) Pada bagian pengolahan benih harus diperhatikan untuk meningkatkan industry sederhana menjadi skala madya dengan memperhatikan produksinya terbagi atas beberapa bagian-bagian dimana masing-masing bagian tersebut memiliki peranan yang sama penting dalam menentukan kualitas suatu benih. 4. Marketing and Sales Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh industri benih maju dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidup industrinya,

untuk berkembang serta mendapat laba (keuntungan). Berhasil tidaknya dalam pencapaian tujuan tersebut tergantung kepada keahlian industri itu sendiri di bidang pemasaran, produksi, keuangan maupun bidang untuk lain. Selain itu, tergantung fungsi-fungsi pula pada kemampuan agar usaha

perusahaan/industri

mengkombinasikan

tersebut

perusahaan/industri dapat berjalan. Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997). Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands). Sebelum mengadakan pengembangan dalam memproduksi benih, divisi marketing and sales perlu mengadakan riset pemasaran dan juga dana dalam operasinya. Beberapa strategi pemasaran yang dapat dihasilkan oleh industri benih melalui pendekatan bauran pemasaran yang terdiri dari : 1. Strategi produk Strategi produk yaitu mempertahankan dan meningkatkan mutu dan pelayanan agar tercapai kepuasan konsumen (petani). Untuk menjamin mutu akan benih yang dihasilkan, maka industri benih perlu melakukan sertifikasi. Penampilan produk dapat dilakukan dengan diversifikasi ukuran kemasan dengan tujuan untuk menambah pilihan bagi konsumen (petani). Pengembangan produk melalui penelitian dan pengembanngan mengenai varietasvarietas unggul harus terus dilakukan agar petani konsumen semakin tertarik menggunakan benih bersertifikat. 2. Strategi Harga Strategi harga perlu dipertimbangkan mengingat pesaing di industri benih cukup ketat sehingga benih tidak kalah saing. Sebelum menentukan harga, industri benih perlu mengetahui segmentasi pasar yang akan dituju, apakah untuk petani kecil, pengusaha swasta. Intinya menempatkan produk benih ke pasar yang tepat. 3. Strategi distribusi Strategi distribusi sebaiknya industri benih mengembangkan jaringan distribusi dengan memperluas jaringan distribusi ke daerah-daerah yang belum dijangkau oleh

perusahaan pesaing. Pendistribusian benih, perlu didukung pula dengan sarana transportasi dan prasarananya yang menunjang agar kualitas benih tetap terjaga selama diperjalanan. 4. Strategi promosi Strategi promosi dapat berupa pemberian hadiah bagi kios dan petani yang membeli dalam jumlah banyak sudah cukup banyak dilakukan oleh industri benih yang ada sekarang. Namun, strategi promisi yang lebih menjanjikan adalah promosi sejak proses perakitan varietas benih baru sampai dengan pra launching benih baru dijual ke pasaran. Promosi ini dapat dilakukan dari mulai masa pra perakitan proses produksi proses perijinan sampai dengan demplot benih tersebut ditingkat petani. Strategi ini bisa menjadi cara pemasaran yang efektif dilakukan, karena benih tanaman merupakan produk hidup, sehingga promosi marketingnya harus dibedakan dengan benda mati (Suratmaja, 2011). 5. Petani Sampai saat ini masih cukup banyak luas lahan usaha petani yang belum mencapai produktifitas yang optimal, yang antara lain disebabkan belum diterapkannya paket anjuran teknologi secara tepat. Di antara faktor-faktor produksi, penggunaan benih bermutu varietas unggul memegang peranan yang cukup penting, karena selain dapat meningkatkan produktifitas juga dapat meningkatkan mutu hasil serta sebagai sarana dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman. Realisasi penggunaan benih bermutu varietas unggul meskipun menunjukkan peningkatan setiap tahunnya, namun masih belum mencukupi potensi kebutuhannya. Di lain pihak dari jumlah benih bermutu yang diproduksi ternyata tidak seluruhnya dapat diserap pasar, karena masih banyak petani yang belum menggunakan benih bersertifikat/berlabel. Hal ini antara lain karena benih yang tersedia sebagian belum sesuai harapan petani baik dari jumlah, varietas maupun kualitasnya. Agar benih-benih yang diproduksi tersedia secara memadai, maka dalam proses produksi dan peredarannya harus benar-benar diawasi sesuai prosedur/ketentuan yang berlaku serta direncanakan secara baik disesuaikan dengan kebutuhan petani.

Industri Benih PT Dupont


PT DuPont Indonesia mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 1988. PT DuPont Indonesia adalah anak perusahaan dari Pioneer Hi-Bred International, Inc., di Des Moines, Iowa, yang didirikan tahun 1926 dan sekarang telah menjadi perusahaan yang paling unggul dalam bidang genetik pertanian diseluruh dunia, dan telah beroperasi di 70 negara. Kantor pusat PT Dupont Indonesia beralamatkan di JL. Ampera Raya No. 9 10 Jakarta 12550. Perusahaan ini sudah sangat maju di Indonesia dan memiliki beberapa anak cabang, namun penulis tidak dapat menemukan jumlah total tenaga kerja di Perusahaan ini. Perusahaan ini telah memasarkan benih jagung hibrida di Indonesia sejak tahun 1988 dengan merek Pioneer. Total jumlah varietas jagung hibrida yang sudah dilepas oleh Dupont di Indonesia sebanyak 23 jenis meskipun yang kini masih diproduksi dan dipasarkan tinggal 6 jenis saja yakni varietas P7, P11, P12, P13, P21, dan P23. Sejak tahun 2007, DuPont melepas benih padi hibrida yakni Padi Pioner 1 (PP1) dan PP2. pengembangan benih padi hibrida ini dilakukan oleh DUPont. PT. DuPont Indonesia telah melakukan kerjasama yang bersifat sinergi dengan BB Padi (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi) dengan mendapatkan lisensi, yaitu hak untuk memproduksi dan menjual benih padi hibrida MARO. Benih padi hibrida MARO adalah benih padi hibrida yang dikembangkan oleh para peneliti Indonesia di BB Padi Produk dan Distribusi Pemasaran PT DuPont Indonesia Radar Tegal (3 Juni 2011) peluncuran produk terbarunya yaitu Pioneer P21 Dahsyat, oleh PT. DuPont Indonesia, sebagai bentuk jawaban moral dimana banyak tanaman jagung yang terkena serangan hama bulai belum lama ini. Dari kondisi itu, petani jagung kurang maksimal dalam hasil panennya dan ini menjadi beban moral yang harus disikapi PT. DuPont Indonesia. Menurut Sales Representative PT. Dupont Indonesia, Ir. Sony Indriyanto, Peluncuran Pioneer P21 dahsyat dilakukan sebagai tanggung jawab moral terhadap para petani. Karena sebelumnya produk Pioneer, terserang penyakit bulai. Penyakit ini muncul karena perubahan cuaca yang ekstrim selama setahun terakhir. Dikatakan Sony Indriyanto, produk terbaru ini sudah diuji tanamkan dan terbukti tahan terhadap serangan penyakit bulai yang melanda petani beberapa waktu lalu. dengan

Produk baru Pioneer P21 Dahsyat itu, diharapkan, petani jagung khususnya di Kabupaten Tegal, tidak lagi dikeluhkan dan bermasalah lagi dengan hama bulai. Di sisi lain, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Pemkab Tegal Ir. Toto Subandrio yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya mendapatkan keluhan tentang penyebaran penyakit bulai. Keluhan petani itu disampaikan PT. DuPont yang selama ini sebagai penyedia benih jagung. Keluhan itu direalisasikan dengan keluarnya produk terbaru, yakni P21 Dahsyat Perlindungan Total. Ini terlaksana berkat kerja sama antara pemkab dan pihak ketiga untuk mendukung pertanian di Kabupaten Tegal. Upaya peluncuruan bibit jagung ini sebagai upaya untuk mengembalikan kepercayaan petani. Petani juga dihimbau untuk mewaspadai munculnya hama wereng di musim yang ekstrim ini. Petani diminta untuk tidak menanam padi pada musim tanam mendatang. Hal itu dilakukan agar memutus mata rantai penyebaran wereng. Hama itu telah menyerang lahan pertanina di Kecamatan Balapulang, Pangkah, Adiwerna, Lebaksui, dan Margasari. Hama wereng mudah dikendalikan dengan menanam padi yang tahan wereng. Selain itu, penanganan dini petani sangat diperlukan. Sementara itu, Pasar Tani P21 Dahsyat menyediakan berbagai informasi dan hal-hal yang berhubungan dengan budidaya jagung dan pengendalian terhadap penyakit bulai. Petani diajak melihat petak demonstrasi tanaman P31 Dahsyat benih berwarna biru yang memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai. PP1 memiliki banyak keunggulan dibandingkan padi inbrida, di antaranya memiliki hasil panen lebih tinggi yang mencapai 10,4 ton GKG/ha, tanaman kokoh dan keseragamannya baik. Padi PP1 juga memiliki kualitas beras dan nasi yang sangat baik, pulen dan aromatik, sehingga pasti akan disukai oleh konsumen. Dengan dipasarkannya Padi Pioneer PP1, fasilitas produksi yang berlokasi di Malang Jawa Timur tersebut juga telah disiapkan untuk memproduksi benih padi hibrida di dalam negeri. PT. DuPont Indonesia juga telah memiliki varietas padi hibrida lainnya yang siap dipasarkan yaitu PP2. Kelebihan dari PP2 adalah disamping memiliki potensi hasil yang tinggi, juga mempunyai sifat tahan kering, sehingga cocok ditanam saat musim kemarau atau pada sawah tadah hujan. Teknologi PT Dupont, yang pertama adalah llmu dan teknologi DuPont menyediakan opsi-opsi teknologi dan transformasi bagi pembangunan usaha yang baru dan telah ada pada

warisan jangka waktuyang panjang dan kaya ilmu dan inovasi (long, rich legacy of leading science and innovation).

Kemudian yang kedua yaitu Ilmu Hayat Terapan DuPont berfokus pada pengembangan dan komersialisasi solusi-solusi bioteknologi untuk serangkaian industri termasukenergi, materi, produk-produk khusus dan penerapan-penerapan biomedis. Bisnis ini menggunakan biologi,kimia, ilmu dan rekayasa materi dalam suatu carayang terintegrasi untuk mengembangkan produk-produk dengan sumber terbarukan dengan kinerjayang setara atau lebih baik dibandingkan produk-produk berbahan pertrokimia.

Data Bisnis PT DuPont

Benih merupakan salah satu komoditi perdagangan dan merupakan unsur baku yang mempunyai peranan penting dalam produksi pertanian. Benih bermutu dengan kualitas yang tinggi selalu diharapkan oleh petani. Oleh karenanya benih harus selalu dijaga kualitasnya sejak diproduksi oleh produsen benih, dipasarkan sampai diterima oleh petani untuk ditanam. Oleh karena itu usaha perbenihan tidak akan pernah terhenti karena merupakan awal mula dalam melakukan usaha dalam bidang pertanian.

KESIMPULAN Untuk menjadikan industri benih skala sederhana dapat meningkat menjadi industry skala madya bahkan modern, maka aspek yang perlu dilakukan dengan memperhatikan value chain component antara lain;
1. 2. 3. 4. 5. Variety Development And Registration Seed Production Processing (Pengolahan Benih) Marketing and Sales Farmer (Petani)

Membangun industri perbenihan merupakan landasan yang baik bagi proses produksi industri yang berbasis produk pertanian. Produk industri perbenihan yang unggul dan berkualitas tinggi serta murah akan menjamin keuntungan dan memperkecil resiko bagi petani produsen, baik itu dari usaha tani kecil ataupun besar.
Salah satu perusahaan swasta di Indonesia yang bergerak di usaha perbenihan adalah PT

Dupont Indonesia. Perusahaan ini mulai beroperasi pada tahun 1988. PT Dupont Indonesia adalah anak perusahaan dari Pioneer Hi-Bred International, Inc., di Des Moines, Iowa. Perusahaan ini telah memasarkan benih jagung hibrida di Indonesia sejak tahun 1988 dengan merek Pioneer sebanyak 23 jenis meskipun yang kini masih diproduksi dan dipasarkan tinggal 6 jenis saja yakni varietas P7, P11, P12, P13, P21, dan P23. Sejak tahun 2007, DuPont melepas benih padi hibrida yakni Padi Pioner 1 (PP1) dan PP2. Dengan besarnya permintaan akan benih unggul bersertifikat maka peluang bisnis di sektor pembenihan semakin terbuka. Apalagi kini Pemerintah juga sudah mulai memperkenalkan penggunaan benih hibrida kepada petani. Sementara itu, pengembangan benih hibrida ini memerlukan teknologi dan investasi yang besar sehingga diperkirakan hanya perusahaan besar dibidang pembenihan yang akan mampu mengembangkan benih sendiri dan tidak hanya sekedar Importir.

Daftar Pustaka :

Endang, P. 2010. 2009_Data Book. Hadi S. dan Baran, W. , 1995. Keterkaitan dunia pendidikan tinggi dengan industri perbenihan dalam penyediaan pangan nasional. Prosiding Seminar Sehari Perbenihan menghadapi Tantangan Pertanian Abad XXI. Keluarga benih vol.VI(1):25-34. Kuswanto, H., 1994. Produksi dan distribusi benih. Forum komunikasi dan antar peminat dan ahli benih. Balittas. Malang Ratnasari, Winda. 2002. Skripsi Sarjana Analisis Strategi Pemasaran Benih Padi Bersertifikat Pada PT.PERTANI (PERSERO) Wilayah Jawa Barat. Instititut Pertanian Bogor. Bogor Rusmadyaningsih. 2010. Leaders Bios_Biodata Pimpinan Suratmaja, Agus Candra. 2011. Masa Depan Perbenihan Indonesia dan Strategi Marketing Benih. Kompasiana. Jakarta diambil dari web http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2011/07/26/masa-depan-perbenihanindonesia-dan-strategi-marketing-benih/ (diakses tanggal 5 Oktober 2011) Sumber elektronik lainnya ICN (Indonesian Commercial Newsletter) bulan April 2009 http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/ wiki/DuPont

Industri Perbenihan PT Dupont Indonesia dalam Pengembangan Benih Padi dan Jagung Hibrida
Mata Kuliah Kewirausahaan Semester Genap Tahun Ajaran 2011/2012

Disusun oleh:

Fajar Darussalam 150110080132

Prodi. Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran 2012