Anda di halaman 1dari 17

SHAPING

A. PENGERTIAN SHAPING Shaping adalah pembentukan perilaku baru atau perilaku yang belum pernah dilakukan individu, dan sulit atau tidak mungkin untuk memunculkan perilaku baru yang diinginkan tersebut, dengan cara memberi pengukuh/penguat jika telah muncul perilaku-perilaku yang menyerupai atau mendekati perilaku yang diinginkan, sehingga pada akhirnya memunculkan perilaku yang sama sekali baru yang diinginkan. Jadi shaping itu adalah prosedur yang digunakan untuk membentuk perilaku seorang individu. Karena perilaku memiliki tingkat kejadian, maka tidak mungkin untuk meningkatkan frekuensi perilaku hanya dengan menunggu sampai terjadi dan kemudian baru menguatkannya. Oleh karena itu, untuk memperkuat perilaku harus memperkuat respon mulai dari nol sampai ke frekuensi yang lebih besar. Shaping didefinisikan sebagai perkembangan perilaku baru oleh penguatan berturut-turut dari perilaku yang ingin dikuatkan sebelumnya. Kadang-kadang perilaku baru terjadi ketika seorang individu menampakkan beberapa perilaku awal, dan lingkungan (orang lain) memperkuat variasi-variasi kecil dalam perilaku. Akhirnya bahwa perilaku awal dapat dibentuk sehingga bentuk akhir tidak lagi menyerupai perilaku awal. Kebanyakan orang tua menggunakan prosedur pembentukan dalam mengajar anak-anak mereka untuk berbicara, misalnya saja ketika pertama kali bayi mulai mengoceh, ia mengikuti bahasa asli orangtua walaupun masih mereka-reka. Pada saat mulai mengoceh inilah orangtua memperkuat perilaku misalnya dengan belaian, pelukan atau ciuman pada sang anak. Ada dua cara untuk membentuk sebuah respon, yaitu : 1. Eksternal shaping Jika kita menghendaki seseorang melakukan sebuah respon tertentu, misalnya menekan pengumpil untuk memperoleh makanan, maka lingkungan dapat diatur sedemikian rupa sehingga respon ini kemungkinan besar dilakukan. Dalam bahasa skinner, respon-respon dalam conditional klasik dibentuk secara tidak begitu kaku, sedang respon-respon instrumental dibentuk secara tidak begitu kaku tetapi masih tetap berada dibawah penguasaan kondisi luar.

2. Internal shaping Internal shaping dapat terjadi dalam lingkungan yang sangat bebas dan sangat tidak berstruktur. Diberi nama internal shaping karena tekanan konstan terhadap tingkah laku datangnya dari dalam organisme, bukan dari lingkungan fisik. Skinner (1951) bahwa proses internal shaping dapat dilukiskan dengan cukup obyektif, tetapi pelaksanaannya memerlukan kecerdasan, akal, dan keahlian yang besar dari orang yang melakukan shaping. Proses shaping akan sangat berjalan dengan sangat cepat dan efektif bila reinforcement tepat bersamaan waktu dengan respon. Dalam shaping ada tahapan-tahapan dalam menuju perilaku akhir, meskipun belum sampai pada perilaku akhir yang diharapkan, apabila seseorang itu telah berubah atau membentuk perilaku baru maka diberikan reinforcement.

B. ASPEK PERILAKU YANG DAPAT DIBENTUK Ada tiga aspek perilaku yang bisa dibentuk : 1. Topografi Pembentukan bentuk respon tertentu atau tindakan spesifik. Mencetak kata / mengikuti perkataan dan menulis kata yang sama adalah respon yang sama yang dibuat dengan dua topografi yang berbeda. Contohnya membentuk seorang anak untuk mengatakan mama buka ma-ma 2. Jumlah Pembentukan perilaku yang dilakukan dengan peningkatan jumlah. Contoh; seorang anak yang belajar berjalan, pada mulanya dia hanya bisa berjalan beberapa langkah saja, namun lama kelamaan karena diperkuat akhirnya anak dapat berjalan dengan mulus tanpa tertatih. 3. Intensitas kekuatan suatu respon Pembentukan perilaku yang dilakukan dengan peningkatan intensitas / keseringan. Contohnya, seorang anak yang kurang diperhatikan orangtuanya, lalu ia rajin membersihkan rumah dan sang anak mendapatkan perhatian orangtuanya, akhirnya anak tersebut akan lebih sering mengulangi perbuatannya agar terus mendapatkan perhatian orangtuanya.

Contoh untuk ketiga aspek tersebut: orang mengangkat barbell, hari pertama dia angkat berbel 2 kg dengan jumlah 8x angkatan. Secara topografi Secara jumlah Secara intensitas : barbell bisa diangkat ke atas,ke samping dan pindah : hari ke2 dia angkat 16x angkatan : hari ke3 dia angkat barbell 4kg

C. PROSEDUR SHAPING Prosedur untuk melaksanakan shaping yaitu: 1. Menentukan perilaku akhir yang diinginkan Langkah pertama dalam shaping adalah mengidentifikasikan dengan jelas perilaku akhir yang diinginkan, yang sering disebut sebagai perilaku terminal (tujuan akhir). Dalam kasus anak yang mencoba berjalan tadi, perilaku terakhir yang diinginkan adalah berjalan tanpa bantuan, misalnya dari ruang TV sampai ruang makan. Dengan definisi yang spesifik seperti ini, ada sedikit kemungkinan bahwa orang yang berbeda akan mengembangkan harapan yang berbeda mengenai kinerja sang anak. Jika orang yang berbeda bekerja dengan individu yang mengharapkan hal yang berbeda, maka kemajuan cenderung terbelakang. Akhir perilaku yang diinginkan harus dinyatakan sedemikian rupa sehingga semua karakteristik dari perilaku (topografi, jumlah maupun intensitas) diidentifikasi. 2. Pemilihan pemulaian tingkah laku (memilih perilaku) Karena terminal perilaku yang diinginkan tidak terjadi pada awalnya perlu memperkuat beberapa perilaku yang mendekati itu, dan mengidentifikasi titik awal. Tujuan program awal ini adalah untuk membentuk perilaku, dengan memperkuat titik awal ke final yang diinginkan meskipun titik awal mungkin sama sekali berbeda dengan perilaku terminal. 3. Pemilihan langkah-langkah pembentukan (langkah memilih Shaping) Tahap ini membantu kita untuk mendekati akhir perilaku yang diinginkan. Contoh; anggaplah akhir perilaku yang diharapkan dalam program membentuk seorang anak berkata papa, telah ditetapkan bahwa anak berkata Paa dan respon ini diatur sebagai perilaku awal. Kita andaikan bahwa kita memutuskan untuk pergi dari perilaku awal Paa melalui langkah-langkah beriku

Paa-Paa, Pa-Pa, dan Papa. Untuk memulai, penguatan diberikan pada sejumlah kesempatan untuk memancarkan perilaku awal (Paa). Ketika perilaku ini terjadi pelatih bergerak ke langkah berikutnya dan memperkuat langkah demi langkah sampai anak akhirnya berkata papa. Memang tidak ada seperangkat pedoman untuk mengidentifikasi ukuran langkah yang ideal, namun dalam usaha untuk menentukan langkah-langkah perilaku awal ke terminal perilaku, pelatih sudah bisa membayangkan langkah-langkah yang akan dilalui. 4. Bergerak untuk memperbaiki Ada beberapa aturan praktis untuk memperkuat respon akhir yang diinginkan : a) b) Jangan bergerak terlalu cepat ke langkah berikutnya. Masuk ke langkah selanjutnya dapat dilakukan apabila langkah sebelumnya telah mapan. Lanjutkan dalam langkah-langkah cukup kecil. Jika tidak, langkah sebelumnya akan hilang. Namun, jangan membuat langkah-langkah kecil yang tidak perlu. c) Jika kehilangan suatu perilaku karena anda bergeerak terlalu cepat atau terlalu besar mengambil langkah, kembali ke langkah awal dimana anda dapat mengambil perilaku lagi. d) Item a dan b memberutahukan untuk tidak berjalan terlalu cepat, dan butir c menyatakan bagaimana untuk mengoreksi efek buruk berjalan terlalu cepat. Hal ini juga penting, agar perkembangannya tidak terlambat. Jika salah satu langkah diterapkan begitu lama maka akan menjadi sangat kuat, kemugkinan untuk mencapai terminal akan kecil. Pedoman ini mungkin tidak begitu membantu. Di satu sisi, disarankan untuk tidak bergerak terlalu cepat dari satu pendekatan ke pendekatan lain. Di sisi lain, disarankan untuk tidak bergerak terlalu lambat. Jika kita bisa menyertai pedoman ini dengan rumus matematika untuk menghitung ukuran yang tepat langkah-langkah ynang harus diambil dalam setiap situasi dan persis berapa banyak bala bantuan harus diberikan pada setiap langkah, pedoman akan jauh lebih berguna. Shaping memerlukan banyak latihan dan keterampilan jika harus dilakukan dengan efektivitas maksimum.

D. PERILAKU UNTUK PEMBENTUKAN UMUM

1. Memilih perilaku akhir, pilihlah perilaku yang spesifik ( seperti bekerja dengan tenang selama 10 menit di meja ) dan bukan yang umum ( seperti perilaku yang baik di kertas ). Jika memungkinkan pilihlah perilaku yang akan terjadi dengan reinforcer alami. 2. Pilihlah reinforcer yang alami 3. Rencana awal. Membuat daftar perilaku yang dianggap berhasil yang m,endekati perilaku yang diinginkan untukperilaku paling awal, pilihlah perilaku yang mirip dengan yang sudah dilakauakan dengan subjek yang bersangkutan. 4. Penerapan rencana. Katakan pada siswa sebelum menerapkan program mengenai program yang bersangkutan. Mulailah memberikan reinforcer begitu dengan yang dijalankan. Jangan menuju ke langkah berikutnya sebelum siswa berhasil melakukan tugas dengan sempurna. Berikan reinforcer secukupnya jangan berlebihan atau terlalu pelit. Jika anak mogok, dengan kemungkinan tugas yang terlalu berat atau langkah yang terlalu cepat, atau reinforcer tidak efektif.
http://konselingqt.blogspot.com/2011/12/modifikasi-perilaku-shaping.html

SHAPING Memberikan reinforcement pada perilaku yang mendekati. Jika salah satu perilaku yang mendekati telah terbentuk dalam frekuensi yang tinggi, maka terapis menghentikan pemberian reinforcement dan memberikan reinforcement untuk perilaku lain yang mendekati. Shaping biasa disebut the method of successive approximations. Shaping merupakan prosedur behavioral untuk membentuk perilaku target dengan cara memberikan reinforcement pada berbagai perilaku yang mendekati, hingga pada akhirnya terbentuk perilaku yang diinginkan (perilaku terget). Ketika perilaku yang mendekati perilaku target muncul, maka akan diberikan reinforcement pada saat yang sama diberikan extinction untuk memadamkan perilaku sebelumnya. Shaping bisa didefinisikan as development of a new behavior by the successive reinforcement of closer approximations and the extinguishing of preceding approximations of the behavior. Sebagai contoh, ketika anak diajarkan berbicara, ketika ia mengucap ma maka orang tua memberikan reinforcement berupa pelukan atau ciuman, ketika ia berhasil mengucapkan mama maka reinforcement di berikan kembali, sedangkan pemberian reinforcement pada ma dihilangkan. Faktor-faktor yang Memperngaruhi Keefektifan Shaping Specifying the Final Desired Behavior Tahap pertama dalam penerapan shaping adalah mengidentifikasi secara jelas perilaku akhir yang diinginkan, Biasa disebut dengan terminal behavior. Jika terapis dan klien memiliki tujuan perilaku akhir yang berbeda, maka akan menghambat tercapainya kemajuan, karenanya perilaku akhir harus diidentifikasi secara jelas termasuk dalam dimensi yang mana. Choosing a Starting Behavior Karena reinforcement diberikan pada perilaku yang mendekati target, maka kita harus menentukan starting pointnya. Baik yang similar atau bahkan tidak similar. Choosing the Shaping Steps Tahap shaping harus ditentukan secara teliti dan jelas. Tidak ada ukuran yang pasti dalam menyusun tahapan shaping. Setelah tahapan shaping ditentukan namun kemajuannya tidak signifikan, maka dapat secara fleksibel berubah. Moving Along at the Correct Pace

Ada beberapa aturan yang dapat diterapkan dalam memberikan reinforcement dalam suatu tahap shaping. Berikan reinforcement paling tidak beberapa kali sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Hindari pemberian reinforcement yang terlalu sering pada tiap tahap. Jika pemberian reinforcement pada satu tahap bertahan dalam waktu yang lama, maka perilaku itu akan menetap secara kuat dan sulit untuk beralih ke tahap selanjutnya. Jika kehilangan salah satu perilaku karena bergerak terlalu cepat, maka kembalilah ke perilaku sebelumnya. Pittfalls of Shaping Pada anak-anak dengan kebutuhan khusus, justru perilaku merusak yang diperkuat atau orang tua terkadang tidak responsif dengan kemajuan yang telah dicapai anak karena mungkin pengharapan bahwa jika anak sudah mencapai terminal behavior, barulah ia terlihat hebat. Guidelines For The Effective Application of Shaping Select the terminal behavior Tentukan perilaku secara spesifik Jika memungkinkan pilih perilaku yang dapat tetap terkontrol oleh natural reinforcer setelah dilakukan prgram shaping Select an appropriate reinforce Memilih reinforcer yang sesuai untuk klien The initial plan Buatlah daftar perilaku secara bertahap dimulai dari starting behavior Initial plan biasanya educated guesses (tebakan yang cerdas), namun dapat dimodifikasi tergantung dari performance klien Implementing the plan Sebelum dimulai, beritahukan kepada klien tentang rencana yang akan dilakukan Mulai memberikan reinforcement segera setelah starting behavior dilakukan Jangan berpindah ke tahap selanjutnya sebelum klien menguasai perilaku tersebut Jika anda tidak yakin kapan harus meningkat ke tahap selanjutnya, maka majulah ke tahap berikutnya setelah klien mampu memperlihatkan perilaku sebanyak 6 atau 10 kali Jangan memberikan reinforcement terlalu sering atau terlalu jarang pada tiap tahapnya Jika klien tidak lagi mengikuti program, bisa jadi terapis terlalu cepat meningkat ke

tahapan berikutnya atau reinforcer tidak efektif Cek kembali reinforcer yang efektif Jika klien menunjukkan kejenuhan, maka kemungkinan tahapannya terlalu singkat Kejenuhan juga dapat terjadi karena pencapaian yang terlalu cepat, maka turun ke tahap sebelumnya dan coba beberapa kali lagi lalu kembali ke tahap semula Jika klien mengalami kesulitan pada satu tahap, maka tambahkan lagi tahapannya berkenaan dengan kesulitannya http://annesdecha.blogspot.com/2011/05/shaping-memberikan-reinforcement-pada.html

SHAPING Shaping adalah tingkah laku yang dipelajari secara bertahap dengan pendekatan unit kecil. Penguatan diferensial dari aproksimasi, atau lebih sering, format adalah prosedur pengkondisian digunakan terutama dalam analisis eksperimental perilaku. Ini diperkenalkan oleh BF Skinner dengan merpati dan diperpanjang untuk anjing, lumba-lumba, manusia dan spesies lainnya. Dalam mengembangkan bentuk jawaban yang sudah ada secara bertahap berubah di antara percobaan yang berurutan ke perilaku target yang diinginkan oleh menguntungkan segmen perilaku yang benar. Misalnya, kita memberikan makanan burung ketika sedikit ke arah tempat dari mana saja di kandang. Hal ini meningkatkan frekuensi dari jenis perilaku. Lalu kami menahan penguatan sampai membuat gerakan kecil ke arah tempat itu. Sekali lagi, ini mengubah distribusi keseluruhan perilaku tanpa menghasilkan sebuah unit baru. Kami memperkuat posisi berturut-turut ke tempat dan kemudian diperkuat hanya bila kepala bergerak sedikit ke depan dan akhirnya hanya ketika paruhnya benar-benar membuat kontak dengan tanah. Probabilitas asli respon dalam bentuk akhirnya sangat rendah, dalam beberapa kasus bahkan mungkin nol. Dengan cara ini kita dapat membangun rumit operants tidak pernah muncul dalam khasanah tubuh lain. Memperkuat serangkaian aproksimasi, kami membawa respon biasa pada suatu kemungkinan yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Tindakan total berbalik menuju tempat dari setiap titik di meja, berjalan ke arahnya, mengangkat kepala dan mencolok. suksesif. Untuk mempelajari keterampilan baru, konselor dapat memecah-mecah tingkah laku ke dalam unit-unit, dan mempelajarinya dalam unit-

Successive Approximations: Let's use the definition of shaping to explain successive approximations. Our definition of "shaping" is: "a behavioral term that refers to gradually molding or training an organism to perform a specific response by reinforcing any responses that come close to the desired response.
For example, a researcher can use shaping to train a rat to press a lever during an experiment (since rats are not born with the instinct to press a lever in a cage during an experiment). To start, the researcher may reward the rat when it makes any movement at all in the direction of the lever. Then, the rat has to actually take a step toward the lever to get rewarded. Then, it has to go over to the lever to get rewarded (remember, it will not receive any reward for doing the earlier behaviors now...it must make a more advanced move by going over to the lever), and so on until only pressing the lever will produce reward. The rat's behavior was 'shaped' to get it to press the lever." In this example, each time the rat is rewarded, it is being rewarded for a "successive approximation", or for acting in a way that gets closer and closer to the desired behavior.

The practice of shaping (also known as "successive approximation") is not, in and


of itself, a method for managing inappropriate behavior. Instead, it is a method that assists you in setting goals for the behavior of a certain student. Shaping will provide guidance and direction for your behavior change program, and will help you assess its effectiveness. It can assist you in changing an aberrant behavior or creating an appropriate behavior that is not yet in the student's repertoire. Shaping is used when you want the student to engage in a certain desirable behavior that is, at present, infrequently or never displayed by him/her. If you were to wait for the student to show this behavior so that you could reward him/her, you might wait a very long time. Shaping allows you to build this desired behavior in steps and reward those behaviors that come progressively

closer to the one you have selected as the final goal. As the student masters each substep, you require that s/he move to the next increment in order to receive an award or reinforcement. For example, John never does his math homework. You would like to have him complete his homework on a daily basis. You realize that if you wait for him to complete his homework before you reinforce him in some way, you may never (or infrequently) have the opportunity to administer a positive consequence. Therefore, you decide to break down the desired behavior into substeps that are progressively more demanding. These steps might be: 1. John will write his name at the top of the worksheet. 2. John will complete one problem of his choice. 3. John will complete five problems of his choice. 4. John will complete either all the odd numbered problems or all the even numbered problems. 5. John will complete all problems except one. 6. John will complete all problems. As John masters each step, you will tell him that he must now move on to the next objective to receive a reward. If the jump between two steps is too difficult, then you must break down the steps even further into smaller increments.

How to Use Shaping 1. Identify a desired behavior for this student. Determine the final goal. 2. Identify the student's present level of performance in displaying the desired behavior. 3. List the steps that will eventually take the student from his/her present level of performance to the final desired behavior. These levels of skill should be progressively more demanding. 4. Tell the student that s/he must accomplish step 1 to receive the reward. 5. Once the student has mastered a specified behavior, require that s/he demonstrate the next stage of behavior in order to receive a reward. Click Below for examples of shaping Building class participation with a girl with limited English Proficiency Using shaping to reduce a student's aggression due to frustration

Activities and Discussion Questions 1. Avion has difficulty kicking the kickball while playing with the class during recess and physical education class. The steps in her shaping program were on separate index cards, but you dropped them and now they are in the wrong order. Place them in the correct order. a. Avion will run to an approaching ball rolled slowly by the teacher and kick it firmly. b. Avion will stand in place and kick a stationary ball. c. Avion will run to a quickly approaching ball that has "English" (spin) on it and kick it firmly. d. Avion will stand in place and firmly kick a slowly approaching ball rolled by the teacher. e. Avion will run to an approaching ball rolled quickly by another student and kick it firmly. 2. Willy has done well in his shaping program which is helping him lose his fear of dogs. However, he is unable to make the jump from step d to step e. Devise at least two more intermediary steps to gradually help him reach stage e. a. Willy will read a book with no pictures about a friendly, helpful dog. b. Willy will read an illustrated book about a helpful, friendly dog. c. Willy will look at photographs of dogs playing/walking nicely with youngsters. b. Willy will watch dogs in a movie or television program (select this media carefully). c. Willy will watch a pleasant natured dog through a window. d. Will will watch a pleasant natured dog tied to a stake or clothes line from the other side of a fence. e. Willy will play with the neighbor's untrained Saint Bernard. 3. List at least five steps to shape behavior in the following situations. a. Rose never participates in "Show and Tell" ("Bring and Brag?"). You have asked her to become involved, but she appears frightened to do so. You can select any reason for her failure to participate. Desired behavior: Present behavior: Substeps:

(1) (2) (3) (4) (5)


Click here to see a possible answer (after you have developed your plan)

b. Andy has never raised his hand to volunteer an answer to your activity or lecture questions. Decide why and then write a program to build the desired behavior. Desired behavior: Present behavior: Substeps: (1) (2) (3) (4) (5)

SHAPING AND CHAINING


SHAPING DEFINED: If a behavior never occurs, we say that it is not in the persons repertoire. Shaping is a way of adding behaviors to a persons repertoire. Shaping is used when the target behavior does not yet exist. In shaping, what is reinforced is some approximation of the target behavior. Approximation means any behavior that resembles the desired behavior or takes the person closer to the desired behavior. Successive approximations are steps toward the target behavior, the behavior you want to shape. In playing Hot & Cold, you reinforce any movement that takes the player closer to the prize. Each of those successive movements is a closer approximation of the desired behavior. If the prize is under the couch, and the player is moving toward the couch, every time the player takes a step toward the couch, you are yelling hotter, and you are reinforcing the behavior. If the player moves away from the couch, you would yell, colder (non-reinforcing). The general rule is that you are reinforcing any behavior that is a closer approximation of the target behavior than the behavior you reinforced last. If a new approximation does not occur, you reinforce the last approximation again. If an approximation is repeated and reinforced three times, you can withhold reinforcement the next time that behavior appears. If no new approximation appears, you have to drop back to a previously reinforced behavior. Sometimes you will get good progress for a while, only to have the child emit a behavior that was reinforced several steps before. You may then have to reinforce that old behavior and shape through the sequence again. This procedure can be like helping someone up a staircase. Sometimes progress is effortless and goes quickly, other times it is slow and difficult. Sometimes the person may leap over the next step; then he may turn and go down the stairs a few steps and you have to help him up those same steps again. So, while the procedure is simple, it is not always easy to implement. RULES FOR SHAPING: Define the target behavior: The behavior you want hasnt occurred yet; its the goal at the end of the process, so you must decide what behavior is to be shaped up. To get to the target behavior, you must have a clear idea of what it is. Reinforce successive approximations of the target behavior: The target behavior is shaped up by reinforcing the nearest approximations of that behavior. If the child gets stuck at a particular step, you can usually induce variability in behavior by withholding reinforcement. Some of the new behavior will be in the direction you want the behavior to go and can then be reinforced. Reinforce an approximation several times or until a closer approximation appears, whichever comes first. If no new approximation has appeared after several reinforcements, withhold reinforcement until a new approximation occurs. (Note: see handout Prompting and Fading to help encourage new approximations) In general, shaping progresses more rapidly when the increases in the requirements for reinforcement are small. When you hold out for something better, the something better should be only a very slight improvement. If an approximation appears that is a big advance, reinforce it; but dont hold out for big advances. You will have to make judgments about when to raise the bar and by how much; sometimes, you will be wrong. If you err on the side of caution, reinforcing behavior at a given step more often than is

necessary and making very small increases in the requirements for reinforcement, the worse that is likely to happen is that progress will be slow. If you make the mistake of moving too quickly, then progress will stop and you may see some strong emotional reactions. If progress breaks down, you can move back to a previous level. Monitor results: The only way you can gauge how successful you are being at shaping behavior is by noting what changes in behavior are occurring. Are you seeing progress toward the target behavior? Is the behavior that occurs now closer to the target behavior than the behavior you got earlier? Is it time to hold out for a closer approximation of the target behavior? Has the behavior begun to break down? Should you move back to a previous level? These are questions you must ask while shaping behavior and you can answer them only by paying close attention to changes in behavior. Taking data on each step, keeping track of approximations and levels of prompts help you determine answers. Graphing the data youve taken on a skill can help you determine the answers to many of these questions at a glance. CHAINING DEFINED: The new behavior you want to build may be a series or chain of behaviors. A behavior chain is a series of related behaviors, each of which provides the cue for the next and the last that produces a reinforcer. Almost everything we do can be considered part of a behavior chain. For example, when you are reciting the alphabet, you start with A, then B, then C and so on until the task is completed at Z. Each step serves as a cue for the next step; a chain is really a series of signals and behaviors. The completion of one behavior in a chain produces the signal for the next action. Saying G is the signal to say H next. Practically any complex behavior we do in the way of operant behavior is part of a chain or a multitude of chains: eating, getting dressed, using the computer, counting, brushing your teeth, riding a bike, walking to school and so on. Behavior chains are very important to all of us; as is the procedure for building chains, which is called chaining . Chaining is the reinforcement of successive elements of a behavior chain. If you are teaching your child the alphabet, you are attempting to build a chain, if you are teaching the tying of shoelaces, you are also attempting to build a chain. There are two chaining procedures, forward and backward chaining. FORWARD CHAINING: Forward chaining is a chaining procedure that begins with the first element in the chain and progresses to the last element (A to Z). In forward chaining, you start with the first task in the chain (A). Once the child can perform that element satisfactorily, you have him perform the first and second elements (A & B) and reinforce this effort. Do not teach A, then teach B separately; A and B are taught together. When these are mastered, you can move to A, B and C. Notice they are not taught in isolation; hence the term chain. BACKWARD CHAINING: This is often a very effective way of developing complex sequences of behavior. In forward chaining, you are teaching A to Z; in backward teaching, you are teaching Z to A. Backward chaining is a chaining procedure that begins with the last element in the chain and proceeds to the first element. To illustrate backward chaining, consider the following example: I want to teach my son complete a sixpiece puzzle. The steps are:

put in first piece put in second piece put in third piece put in fourth piece put in fifth piece put in sixth piece To backward chain this task, I would follow steps one through 5 myself, presenting the task as completed except for the last piece. Then, I would (using whatever prompt level necessary) teach my son to put in the sixth piece (step 6). When he can successfully do this a number of times, I will teach step 5 & 6 (completing steps 1 through 4 myself beforehand). Backward chaining this puzzle gave my son the idea of what he was doing ahead of time (there werent just a bunch of puzzle pieces laying there) and teaching in this way gives an even more clear clue of the next step. I would be reinforcing each step as I am teaching it, but once my son learns step 6, I will only reinforce steps 5 & 6 together (next link in the chain). RULES FOR CHAINING: Define the target behavior: To teach someone to perform the links of a chain, you need to know exactly what those links are. Sometimes the links are very obvious as in the examples of teaching the alphabet, or the six-piece puzzle, other times links are not so obvious. It may be helpful to perform the target behavior yourself and take notice of all the steps involved, even have someone else watch you and compare notes. When teaching my son a bathroom routine, I was so proud of the links I thought up to produce the chain. I presented it to one of my workers who took one look at it and said where does it say where he flushes the toilet?. Breaking the chain into small manageable steps is called performing a task analysis and a simple way of describing it is teaching A to Z and every single letter in between. Children with autism/pdd have shown that they can learn very effectively using this method. Reinforce successive elements of the chain : The elements in the chain must be reinforced in sequence. Reinforce them as they happen. Once your child has mastered step 6 and you begin to teach step 5, you will be reinforcing steps 5 and 6. You will either be reinforcing at the end of the chain or at the end of as much of the chain as the child has learned. What you learn in a chain is not just a number of tasks; you learn to perform those tasks in the right order. You can start at the beginning of the chain and work your way to the end or vice versa. Monitor Results : As with any intervention, you must keep track of the effects of your efforts. Has a particular element been mastered? Should it be taught and reinforced a few more times? Is it time to move on to the next element? These are judgments that must be made during the chaining process, and they can be made accurately only if you carefully monitor the results you are getting. The similarity between shaping and chaining is that the goal in each case is to establish a target behavior that doesnt yet occur. The difference is that shaping always moves forward. If progress breaks down, you may have to take a step back before moving forward again, but there is no such thing as backward shaping.