Anda di halaman 1dari 7

Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Besar. 2007 Jl. T. Bakhtiar Panglima Polem No.

.1 Kota Jantho Phone 0651-92444,92071 Fax. 0651-92663 Kode Pos 23911

Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar

Jl. T. Bakhtiar No.10 Panglima Polim SH-Kota Jantho (0651)92156,92547,92191 (0651)92156


Drs. Surya Rayendra, Jabatan: Koordinator Unit Layanan Pengadaan

http://www.acehbesarkab.go.id
DRS. BAKHTIAR M. YUNUS
Infrastruktur Rabu, 02 Nov 2011 07:06 WIB

Pembangunan Gedung DPRD Medan Dikaji Ulang MedanBisnis Medan. Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan akan mengkaji ulang rencana pembangunan gedung baru DPRD Medan. Rencananya gedung baru tersebut akan dibangun di lokasi gedung DPRD Medan saat ini, di Jalan Kapten Maulana Lubis. Kajian ulang dilakukan terkait paparan konsultan pembangunan Gedung DPRD Kota Medan di hadapan Komisi D, Selasa (1/11),di Hotel Dharma Deli Medan. Rancangan dinilai terlalu mewah. Dalam paparan mengenai Detail Engineering Design (DED) pembangunan Gedung DPRD Kota Medan tersebut, kesan mewah mencuat dan meninggalkan ciri khas Kota Medan. Walau pembangunan direncanakan mulai pada awal 2012 mendatang, Pemerintah Kota (Pemko) telah mengeluarkan anggaran antara Rp 200 juta hingga Rp 400 juta dari APBD Kota Medan. Anggaran tersebut hanya untuk jasa konsultan hingga DED. Anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Ahmad Parlindungan Batubara, kepada wartawan usai pemaparan, mengatakan bahwa pihaknya berharap gedung baru DPRD Medan nantinya dapat dirasakan nyaman oleh semua pihak. Maksud dia, masyarakat yang datang untuk mengadukan dan menyampaikan aspirasinya bisa merasa sangat nyaman termasuk bagi anggota dewan juga bisa merasa nyaman. "Namun, hasil pemaparan yang dilakukan pihak konsultan itu terlalu mewah. Apalagi rencana pembangunan itu terkesan meninggalkan ciri khas Kota Medan dan pembangunan itu akan memakan anggaran sangat besar mencapai Rp 160 miliar hingga Rp 170 miliar. Itu sangat besar dan terlalu dipaksakan," kata politisi PPP. Dia juga menegaskan, pembangunan sudah harus bisa selesai pada 2013 dan bisa ditempati. Sementara untuk rencana pindah gedung selama pembangunan, dia juga menyatakan tidak akan mau dipindahkan. Alasan dia, karena harus menyewa gedung lain dengan pemborosan anggaran. "Kita mau pembangunan Gedung DPRD Kota Medan dibuat sesederhana mungkin, tanpa menghilangkan ciri khas Kota Medan. Untuk itu, kita berharap agar sebelum membuat rencana pembangunan ini, terlebih dahulu meninjau lokasi dan luasan Gedung DPRD Kota Medan. Jangan hanya membuat sesuai pemikiran mereka saja tanpa melihat kondisi di lapangan," ujarnya. Sementara anggota Komisi D lainnya, Budiman Panjaitan, menilai pihak konsultan tidak serius dan tidak profesional karena terkesan meninggalkan ciri khas dan arsitektur Kota Medan. "Ini penting, diharapkan pembangunan Gedung DPRD Kota Medan nantinya tidak menghilangkan lambang dan ciri khas dari Kota Medan. Saya sangat menyayangkan bahwa dari pemaparan itu Gedung DPRD Medan yang baru nantinya seperti hotel dan mall saja, tidak ada ciri khas Kota Medan-nya," tuturnya. Di tempat terpisah, Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Perkim Kota Medan, Tondi Nasha, menyebutkan, kegiatan proyek ini masih dalam tahapan menerima masukan-masukan dan saran dari anggota dewan. Dari konsultasi ini nantinya akan menjadi rujukan untuk disampaikan kepada pihak konsultan dan pihaknya juga meyakini jika di tahun 2012 akan dimulai pengerjaannya.

"2012 mendatang sudah bisa dilaksanakan pengerjaannya. Karena saat ini masih sebatas pelaksanaan konsultasi menerima masukan dan kritik dari anggota dewan sebelum disetujui untuk dilaksanakan," jelasnya. Untuk diketahui, pembangunan gedung baru DPRD Medan dirancang delapan lantai. Luas keseluruhan 17.894 m2. Lantai dasar akan dijadikan Ruang Paripurna dan Kantor Sekretariat DPRD Medan, luasnya 2.265 m2. Di lantai satu akan dijadikan ruang fraksi-fraksi dan kafetaria dengan luas sekitar 971 m2. Selanjutnya, di lantai dua akan dijadikan ruang fraksi-fraksi, mushalla dan perpustakaan dengan luas sekitar 1.056 m2, di lantai tiga akan dijadikan tempat ruang badan-badan dan pusat arsip seluas 1.314 m2. Di lantai empat akan dijadikan ruang komisi-komisi dan rapat-rapat dengan luas sekitar 1.479 m2, lantai lima akan dijadikan ruang pimpinan DPRD dan rapat seluas 1.277 m2, lantai enam akan dijadikan ruang anggota DPRD seluas 1.479 m2, lantai tujuh jadi ruang anggota DPRD Kota Medan seluas 1.277 m2, lantai delapan akan dijadikan ruang pertemuan/ballroom besar, teknisi dan mekanikal. ( sulaiman achmad)

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Pembangunan gedung baru DPRD Medan berlantai delapan serta perangkat pendukungnya akan menghabiskan anggaran Rp 135 miliar. Biaya pembangunan gedung saja akan diperkirakan mencapai Rp 99,5 miliar, bukan Rp 90 miliar seperti yang dilansir sebelumnya. Sementara mebeuler serta perangkat lain akan menelan dana hingga Rp 35 miliar. "Dana pembangunan gedung baru DPRD Medan disepakati sebesar Rp 99,5 miliar.Dicicil sesuai dengan kesanggupan APBD Kota Medan,"kata Kabid Perumahan, Dinas Perkim Medan,Yusdarianto saat dihubungi Tribun melalui ponselnya, Kamis (8/12) malam. Ia mengatakan gedung baru ini tetap delapan lantai sesuai Detail Enginering Design (DED) yang dipaparkan Konsultan PT Arenco Centra.Sedangkan permintaan anggota dewan agar gedung baru punya ciri Medan, akan diakomodir di dalam ruang. (Simak berita selengkapnya di Harian Tribun Medan edisi 9/12/2011)

Pagu Tender Rp100,5 Miliar


PT PP Bangun Balai Kota Baru
Padang Ekspres Sabtu, 26/11/2011 12:20 WIB Gust Ayu Gayatri 102 klik Aiapacah, PadekPemko Padang mengantongi pemenang tender pembangunan Balai Kota Padang. PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) berhasil memenangkan tender pembangunan tersebut. PT PP berhasil menyingkirkan 8 perusahaan lainnya yang ikut dalam tender elektronik pembangunan gedung balai kota. Pagu anggaran tender yang berhasil didapatkan PT PP Rp 100, 5 miliar. Setelah peletakan batu pertama pemindahan pusat pemerintahan dilakukan, pembangunan kantor Balaikota bakal segera dimulai. Peserta yang ikut mendaftar tender 29 rekanan, namun yang ikut menawar hanya 9 rekanan dan ditetapkan sebagai pemenang lelang, PT Pembangunan Perumahan (Persero), kata Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Afrizal BR, kepada Padang Ekspres, kemarin (25/11). Ia menyebutkan, proses pelaksanaan tender berlangsung 2 tahap. Pertama, pengajuan penawaran dan seleksi pengajuan penawaran, barulah 23 November lalu Pemko mengantongi pemenang tender. Kedua, pemenang tender akan melaksanakan pembangunan balai kota senilai Rp 100, 5 miliar. Pembangunannya bertahap. Untuk tahun 2011 ini alokasi dana yang disiapkan Rp 10 miliar, sisanya akan dibayarkan pada tahun anggaran 2012 dan 2013, ucapnya. Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Padang Hervan Bahar menyebutkan, pembangunan pusat pemerintahan dibagi dalam tiga zona. Zona pertama, untukan kepala pemerintahan daerah (wali kota), DPRD, masjid, ruang terbuka serbaguna dan lapangan upacara serta kolam buatan dilengkapi fasilitas pelengkapnya. Zona kedua, perkantoran dinas, badan dan kantor SKPD Pemko. Zona tiga, cadangan yang disiapkan pemerintah untuk fasilitas olahraga, rekreasi dan bisnis center sosial. Hervan menuturkan, total biaya pembangunan Rp 241, 9 miliar. Rinciannya, bangunan balai kota Rp 106, 1 miliar, gedung DPRD Rp 91,2 miliar dan masjid Rp 44,5 miliar.

Pembangunan diharapkan dapat selesai dalam tiga tahun anggaran APBD. Alokasinya diskenariokan untuk Padang tak memungkinkan untuk membangun pusat pemerintahan secara sekaligus, ujarnya.

tahun. APBD

Pada zona inti membutuhkan lahan 7, 2 hektare. Dari angka itu, 2 persil belum berhasil dituntaskan. Pembebasan di zona inti dan zona lainnya ditargetkan tuntas tahun 2012 mendatang. Dibutuhkan luas areal tanah untuk pemindahan pusat pemerintahan sebanyak 54 hektare. Luas areal tanah untuk pemindahan pusat pemerintahan tidak lagi 60 hektare, namun 54 hektare. Hal itu dipastikan setelah dilakukannya pengukuran ulang oleh bagian pertanahan, tukasnya. (*)

Tekad Pemko Padang merelokasi pusat pemerintahan dari kota lama di Padang Barat ke kawasan pertumbuhan di bagian utara mulai diwujudkan di Aie Pacah. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di depan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Walikota Fauzi Bahar, Jumat, 2 Desember 211 besok akan menanam pancang pertama fondasi bangunan Balaikota Padang pertanda dimulainya pembangunan pusat pemerintahan yang baru di lokasi bekas Terminal Regional Bingkuang (TRB).

Pusat pemerintahan itu dirancang sedemikian rupa di kawasan berbentuk setengah oval menghadap ke barat, persis di depan jalan Padang By Pass. Kawasan itu meliputi 54 hektare di antaranya, 20 hektare untuk perkantoran.

Selain Balaikota di situ akan dibangun gedung DPRD, masjid, gedung pertemuan dan bangunan untuk 37 SKPD. Di belakang bangunan Balaikota dan DPRD yang berpapasan, terdapat dua danau mini yang berhubungan dan di tengah danau terdapat masjid. Di sekitar danau itulah berdiri gedung pertemuan dan perkantoran SKPD.

Dilihat dari perencanaannya pusat pemerintahan Kota Padang ini, tampaknya bisa menjadi objek wisata dengan penghijauan dan danau serta sungai-sungai yang berfungsi sebagai saluran yang satu sama lainnya dihubungan jembatan.

Bangunan Balaikota berupa gedung berlantai dua berbiaya sekitar Rp106 miliar diharapkan akan rampung dalam waktu tiga tahun. Tahun depan akan dimulai pembangunan gedung DPRD berbiaya sekitar Rp90 miliar dan masjid dengan biaya sekitar Rp50 miliar. Lalu, secara bertahap akan dibangun perkantoran SKPD.

Banyak hal yang bisa ditangkap dari tekad relokasi pusat Pemerintahan Kota Padang ini. Pertama, dengan dibangunnya pusat pemerintahan di lokasi TRB tersebut otomatis terminal yang dibangun Walikota Zuiyen Rais tahun 2000 lalu akan hapus dari aset Pemko Padang dan akan lenyap dari muka bumi. Dengan demikian, Pemko Padang tentu akan kembali ke rencana sebelumnya, yaitu membangun dua terminal di sekitar Lubuk Buaya untuk kendaraan dari utara dan di sekitar Lubuk Begalung untuk kendaraan dari arah timur dan selatan.

Kedua, relokasi pusat pemerintahan tersebut jelas sebuah kebutuhan mengingat pusat pemerintahan lama dibangun Belanda sejak 1930-an dengan kondisi dan kebutuhan 20 tahun kemudian. Artinya, terlepas dari akibat musibah gempa, pembangunan pusat pemerintahan yang baru memang sudah seharusnya dibangun sejalan dengan perkembangan penduduk dan kebutuhan ruang. Bahkan mestinya dipindahkan sejak sepuluh tahun lalu.

Ketiga, relokasi pusat pemerintahan tersebut mau tak mau akan diikuti perpindahan penduduk dari pusat kota lama ke kawasan ini. Perpindahan itu jelas akan berimplikasi pada kebutuhan jalan raya dan angkutan umum. Artinya, selain memikirkan biaya pembangunan pusat pemerintahan, Pemko Padang juga harus merencanakan pembukan dan pelebaran jalan raya dan menyediakan angkutan umum massal dari dan ke pusat pemerintahan itu sehingga relokasi tersebut tak membuat berpindahnya kemacetan dari pusat kota lama ke kawasan baru.

Keempat, relokasi pusat pemerintahan itu juga akan berimplikasi pada kebutuhan pasar, pusat perbelanjaan dan sebagainya. Soalnya, Pasar Raya sebagai pasar induk Kota Padang dibangun sejak 1970-an oleh Walikota Hasan Basri Durin dan dilanjutkan Walikota Sjahrul Ujud 1980-an, sekali lagi terlepas dari akibat musibah gempa, juga sudah semestinya dimekarkan atau dikembangkan pada lokasi baru mengingat bangunan lama yang sudah tua, sempit dan tak relevan lagi dengan perkembangan penduduik dan tuntutan zaman. Hal ini tentu juga menuntut persiapan lahan dan lokasi yang terencana dan tepat sehingga kawasan kota yang baru akan lebih nyaman, indah dan terarah.

Persoalannya sekarang dan ke depan adalah bagaimana Pemko Padang menata ruang sekitar Air Pacah dari sekarang sehingga kawasan yang semula merupakan kawasan pertanian dan daerah resapan air hujan tak menimbulkan berbagai persoalan sosial dan lingkungan di kemudian hari. Hal itu selayaknya dimulai dengan perencanaan dan sosialisasi kepada masyarakat sehingga penduduk setempat bisa mempersiapkan diri menghadapi perkembangan.

Sebagaimana diketahui pengadaan lahan dan penataan ruang di Kota Padang bukanlah sesuatu yang mudah. Sebab di sini, berbeda dengan kota lain, seperti di Pekanbaru, atau di kota-kota di Kalimantan yang sebagian besar kawasan milik negara atau perorangan. Sedangkan di sini berlaku petuah rencana di awak (pemerintah) tanah di urang. Nah, bagaimana merealisasikan rencana di atas tanah orang, tentu diperlukan pendekatan dan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

Selain itu Pemko Padang, termasuk DPRD, selayaknya merencanakan sumber pendanaan sehingga biaya pembangunan pusat pemerintahan tak berebutan dengan anggaran perjalanan dan fasilitas DPRD misalnya. Artinya, semua pihak di Pemko Padang mestilah mengencangkan ikat pinggang dan bertekad tak kayu jenjang dikeping.

Jika tidak demikian, pembangunan pusat pemerintahan itu hanya akan jadi mimpi dan pancang fondasi bangunan Balaikota yang ditancapkan Mendagri Gamawan Fauzi itu menjadi kenangan abadi. Padahal Kota Padang kini tak boleh lagi bermimpi. Supaya tak bermimpi lagi jangan pernah tidur, teruslah bangkit dan bangun.

SRIPOKU.COM, LAHAT - Kabupaten Lahat menjadi kabupaten pertama di Sumsel, yang memiliki hotel bintang tiga. Hal ini setelah pembangunan hotel Grand Zuri yang berlokasi di Desa Manggul Kecamatan Kota Lahat, mulai dibangun. Pemasangan tiang pancang dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lahat H Saifudin Aswari, yang didampingi Direktur Grand Zuri Ir Niko Timur. Menurut Saifudin Aswari, kehadiran Hotel Grand Zuri di Kabupaten Lahat sangat berpengaruh besar pada Kota Lahat. Selama ini tingkat hunian hotel cukup tinggi, bahkan selalu penuh jika sedang digelar berbagai acara berskala besar seperti Festival Serelo. Sehingga dengan dibangunnnya hotel berbintang tiga tersebut, diharapkan dapat menjadi salah satu solusinya. "Saya ucapkan terima kasih kepada Manajemen Grand Zuri, yang berani berinvestasi di Kabupaten Lahat," ujar Aswari.

PEKANBARU, HALUAN Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, dalam waktu dekat akan menender lagi tujuh paket proyek multiyears untuk pembangunan beberapa venue PON XVIII yang sudah masuk dalam Perda tahap ketiga tahun 2012. Dalam waktu dekat ini tujuh proyek untuk pembangunan venue dan peralatan PON akan di tenderkan, tetapi kita tidak tahu kapan akan ditenderkan yang jelas segera dilakukan mengingat harus disegerakan pembangunan beberapa venue PON ini, kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Riau Zulkifli Rahman.

Ketujuh proyek yang akan ditenderkan tersebut diantaranya kelanjutan venus panjat tebing di PKM Unri, venue panahan di UIR, venue baseball/soft ball, venue gulat di PKM UIR, venue sepak takraw, asrama atlet di kawasan Universitas Lancang Kuning dan peralatan pertandingan PON XVIII. Kita menargetkan seluruh pembangunan venue PON ini akan selesai pada bulan Juni 2012 karena venue yang dibangun tidak begitu berat, terangnya.

Sementara itu terkait dengan besaran dana untuk pembangunan beberapa venue, asrama atlet dan peralatan, Zulkifli mengaku belum bisa memberikan keterangan rinci karena dirinya tidak membawa berkas-berkasnya. Saya tidak berani menyebutkna besaran dananya karena berkasnya saat ini tidak terbawa, nantilah kalau sudah ada sama saya, akan saya kasih tahu, tambahnya.

Ditambahkan Zulkifli pada awalnya usulan pembangunan venue tersebut ada 12 venue dan dua di antaranya pembangunan stadion sepakbola Kampar dan pembangunan lapangan futsal di Tembilahan, Indragiri Hilir. Namun kedua venue ini dikeluarkan karena menjadi tanggungjawab dua kabupaten tersebut untuk membangun.

Sebelumnya, Dispora Riau telah menggunakan Perda multiyears sebanyak tiga kali untuk pembangunan venue PON. Pertama pada tahun 2009 untuk pembangunan main stadium (stadion utama) dan infrastruktur di kawasan Universitas Riau (UR) dan pengerjaanya sudah mencapai 90 persen.

Tahap kedua pada tahun 2010 pembangunan 7 venue dan penataan kawasan kampus di antaranya renovasi stadion Rumbai, pembangunan venue atletik, penataan kawasan sport centre Rumbai, pembangunan PKM Universitas Lancang Kuning, hall volly indoor dan outdoor, serta pembangunan venue dayung di Kebun Nopi Kuansing.

KOTA BEKASI (koransidak.com) - Pembangunan gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akhirnya dimulai. Kehadiran alat berat di sekitar areal eks gedung lama yang sudah dibongkar, terlihat memulai aktifitas pelaksanaan proyek bernilai 11 milyar rupiah tersebut. Saat ditemui di kantor Walikota Bekasi, Ir. Syafri meminta wartawan mengkonfirmasi perkembangan pembangunan proyek pada Hikmatullah atau Riyadi. Karena sampai saat ini kepala Dinas Pembangunan dan Kebakaran (Bangker) belum menerima laporan pelaksanaan kegiatan proyek. Sementara itu saat dikonfirmasi, Riyadi pengawas Dinas BangKer mengatakan pembangunan gedung Pemkot Bekasi agak terlambat pelaksanaannya. Hal ini disebabkan masih berdirinya gedung Pemkot eks. Kantor Pemerintahan Kabupaten Bekasi di areal pelaksanaan proyek. Sehingga penggunaan alat berat untuk pelaksanaan proyek pembangunan perkantoran Pemkot Bekasi tidak leluasa melakukan pekerjaannya. PT. Wijaya Karya (Wika) sebagai pelaksana sendiri baru saja mengoperasionalkan alat berat untuk penancapan paku bumi. Sampai tanggal 1 Desember 2011 lalu, sudah 9 titik paku bumi ditancapkan dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan pondasi gedung Pemkot 10 lantai itu. "Sedangkan progres pembangunan secara tekhnis sudah terlaksana 6,64 persen sampai tanggal 30 November 2011 lalu," Kata Riyadi. Sebenarnya waktu pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut lamanya 75 hari kalender. Hanya pelaksanaan pembongkaran gedung lama sampai hari ini belum selesai semuanya. "Pemborong aset gedung lama masih melakukan pekerjaan pembongkaran gedung lama.," jelas Riyadi. Namun dirinya meyakini proyek pembangunan tahap pertama ini akan dapat diselesaikan diakhir tahun. Banyak kegiatan pembangunan dipercepat mengingat batas waktu kontrak pembangunan dan akhir tahun anggaran kurang 25 hari lagi. Riyadi mengingatkan, agar pihak pemborong gedung lama bisa segera menyelesaikan pekerjaan pembongkaran gedung lama yang sangat mengganggu pelaksanaan proyek utama. Sementara itu ritasi angkutan material proyek terus bertambah sampai tanggal 1 Desember malam. "Jadi kalau di total sebenarnya progress sudah lebih dari 6,64 persen," Katanya. (don)
mbang dan pengelola Pasar Sentral berlindung di balik alasan dana asuransi Rp31 miliar yang belum cair. Pelaksana Dirut Perusahaan Daerah Pasar Makassar Raya, Azis Hafid, mengaku berkali-kali sudah mendesak PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) segera memulai pembangunan. "Paling tidak mulai membongkar gedung lama supaya ada kejelasan bagi pedagang," kata Azis, Jumat, 9 Desember. Azis mengaku khawatir, pedagang berunjuk rasa setelah merasa bosan terus dijanji tanpa kejelasan pelaksanaan pembangunan tempat berdagang permanen. Pemkot Makassar meminta MTIR memulai pembangunan paling lambat Januari 2012 mendatang. Namun, dari jadwal rencana pembangunan yang telah diserahkan ke pemkot, MTIR merencanakan pada Maret 2012. Rencananya, pembangunan kembali pusat perbelanjaan Makassar Mall rampung Agustus 2014. "Pengembang beralasan, bila pembongkaran gedung sudah dikerjakan tanpa persetujuan asuransi, klaim bisa saja tidak dibayarkan. Makanya, mereka terus mengulur waktu pekerjaan," katanya. Pihak MTIR telah menyerahkan desain bangunan baru Makassar berkonstruksi enam lantai dengan areal parkir tujuh lantai yang saling terhubung. Namun, MTIR belum menetapkan anggarannya. PD Pasar meminta pimpinan utama PT MTIR bertemu langsung dengan wali kota sebelum menentukan konstruksi dan nilai bangunan. Azis mengaku masih melakukan pendalaman rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung baru Makassar Mall. Estimasi anggaran sementara, pembangunan Makassar Mall yang baru menelan anggaran minimal Rp200 miliar. "Belum ada pembicaraan pemkot juga harus menyertakan dana atau tidak. Tapi, Makassar Mall masih di bawah tanggung jawab pengembang sesuai kontrak selama tujuh tahun," kata Azis. Pengelola berkewajiban mengembalikan pusat perbelanjaan tersebut dalam keadaan terawat baik setelah kontrak selama 25 tahun berakhir. Perpanjangan kontrak kerja sama setelah pembangunan baru Makassar Mall juga belum dibahas antara Pemkot Makassar dan MTIR. (*)

DEPOK Universitas Indonesia (UI) akan membangun pusat riset dan teknologi berupa Nanotechnology Center. Pusat riset ini direncanakan menempati lokasi di Fakultas Teknik.

Gedung berlantai lima yang dibangun di atas lahan seluas 1.900 m2 itu akan berfungsi sebagai Pusat Riset Nanotechnology yang berfokus pada kajian single electron devices. Dengan luas bangunan 3.000 meter persegi. Kami targetkan bangunan seluas 3.000 m2 ini akan rampung pada April 2012 dan dapat mewujudkan harapan menjadi perkebunan teknologi, yang menyediakan basic research, atau bahan mentah teknologi, yang kemudian akan diolah oleh industri sesuai kebutuhan industri masing-masing, ujar Kepala Deputi Sekretariat Pimpinan UI Devie Rahmawati dalam rilis kepada Okezone, Senin (5/12/2011). Devie mengklaim, pola ini sudah lama dikembangkan oleh banyak negara maju. Sebut saja Universitas Shizuoka di Jepang yang menyediakan teknologi dasar, yang kemudian dikembangkan oleh industri seperti Sanyo. Teknologi dari universitas tersebut menjadi modal untuk diimplementasikan menjadi berbagai alat kebutuhan rumah tangga masyarakat Jepang. Menurutnya, pusat riset yang dirancang oleh arsitek lulusan UI, Yori Antar ini, kelak akan menjadi salah satu rujukan dari riset kolaboratif yang dilakukan oleh berbagai disiplin ilmu di Indonesia. "Dengan kekuatan sumber daya manusia berupa para peneliti berkelas dunia, UI dapat bekerja sama dengan banyak industri Tanah air, sehingga akan melahirkan perusahaan-perusahaan lokal yang menjadi penyuplai utama kebutuhan masyarakat dalam negeri, dengan bermodalkan teknologi dari universitas di dalam negeri, jelasnya. Devie menambahkan, industri dan universitas dalam negeri harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dengan independensi teknologi yang dimiliki. Dengan begitu, lanjutnya, masyarakat umum juga akan diuntungkan secara ekonomi, dengan jaminan kualitas teknologi berstandar tinggi. Pendirian Pusat Riset ini merupakan implementasi dari Kebijakan Umum tentang Arah Pengembangan Universitas Indonesia nomor 006 tahun 2002 yang menyebutkan bahwa d upaya mencapai kemampuan bertaraf internasional, UI diharapkan dapat mengembangkan keilmuwan dalam disiplin lCT, Nanotechnology dan Genome, tuturnya. Nanotechnology Center akan terdiri dari laboratorium riset dan ruang-ruang pertemuan. Kegiatan Laboratorium riset yang melibatkan peralatan berbobot besar ditempatkan di lantai dasar dan Ruang Pertemuan (Seminar) akan bertempat di lantai paling atas. Ruang publik berupa plaza terletak di lantai dasar dengan skala ruang dua lantai. Lantai atap gedung juga akan didesain menjadi garden roof sebagai ruang hijau.(rfa)

Pengumuman Pemenang Pekerjaan Pembangunan Sarana Olahraga Kab. Beltim (Multiyears)

PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR DINAS PEKERJAAN UMUM


PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA
Alamat : Komplek Perkantoran Terpadu Dsn. Manggarawan, Manggar - Belitung Timur /Fax. (0719)-91655

PENGUMUMAN PEMENANG PELELANGAN UMUM


NOMOR : 12/ CK-APBD-STD/PAN//DPU/2011 TANGGAL : 05 Desember 2011 Panitia Pengadaan Barang/Jasa Kegiatan Dana APBD Kabupaten Belitung Timur Tahun Anggaran 2011 pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Belitung Timur untuk Pekerjaan Pembangunan Sarana Olahraga Kab. Beltim (Multiyears) di Kecamatan Damar, mengumumkan penetapan calon pemenang pelelangan umum, adalah sebagai berikut : 1. Sebagai Pemenang : Nama Perusahaan Nama Direktur NPWP Alamat Perusahaan Nilai Penawaran Terkoreksi : : : : : PT. GRHA KREASINDO UTAMA JOHAN JAUHARI, ST 02.572.032.7-305.000 Jalan Jendral Sudimran No. 280 Desa Baru-Manggar Rp. 28.078.238.000,- (Dua Puluh Delapan Milyar Tujuh Puluh Delapan Juta Dua ratus Tiga Puluh Delapan Ribu Rupiah)

2.

Sebagai Cadangan 1 : Nama Perusahaan : PT. WASKITA KARYA

Nama Direktur NPWP Alamat Perusahaan Nilai Penawaran Terkoreksi

: : : :

Ir. SUDIRMAN 01.001.614.5-051.000 Jl. Kikim I No. 1, Pakjo-Palembang Rp. 28.273.742.000,- (Dua Puluh Delapan Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Dua Ribu Rupiah)

3.

Sebagai Cadangan 2 : Nama Perusahaan Nama Direktur NPWP Alamat Perusahaan Nilai Penawaran Terkoreksi : : : : : PT. JAYA WIBAWA GUNA Ir.FERLIAN ABDULAH 01.609.706.5.028.000 Ruko ITC Roxy Mas Blok E-2 No. 46 Jakarta Pusat Rp. 29.143.129.000,- (Dua Puluh Sembilan Milyar Seratus Empat Puluh Tiga Juta Seratus Dua Puluh Sembilan Ribu Rupiah)

Demikianlah Pengumuman Penetapan Calon Pemenang Pelelangan ini dibuat, sekiranya ada sanggahan dari masyarakat maupun rekanan penyedia barang/jasa lainnya dapat ditujukan kepada Panitia Pengadaan melalui : Sekretariat Panitia Pengadaan Alamat Masa Sanggah : Dinas Pekerjaan Umum Kab.Belitung Timur : Komplek Perkantoran Terpadu, Manggarawan-Manggar Telp./Fax.(0719) 91655 : 5 (Lima ) hari kerja, terhitung mulai tanggal 5-9 Desember 2011 pukul : 08.00 WIB s/d. 13.00 WIB.

Manggar, 05 Desember 2011 Ttd. PANITIA TERSEBUT DIATAS

Ketua Panitia Lelang, Idwan Fikri Kepala Dinas, Ir Talapuddin Assaland, PT (Dian Istana Group) Jl. Johar No. 6-12 Surabaya 60174

Jl Upajiwa 2 surabaya 031-5010199

Beri Nilai