Anda di halaman 1dari 19

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang Anak usia sekolah adalah generasi penerus bangsa. Kualitas bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas anak-anak pada saat ini. Oleh karena itu upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia harus dilakukan sejak dini. Masa tumbuh kembangnya anak usia sekolah tergantung pada pemberian nutrisi atau asupan makanan pada anak. ( Judarwanto , 2008 ) Sarapan pagi adalah menu makanan pertama yang dikonsumsi seseorang sebelum melakukan aktivitas sehari-hari. Kebiasaan sarapan pagi memang merupakan hal kecil, namun sebenarnya kebiasaan sarapan pagi mempunyai peranan penting bagi tubuh seseorang. Meskipun demikian, kebiasaan sarapan pagi seringdiabaikan, terutama oleh para siswa. Seperti saat ini, banyak para siswa yang terlihat kurang bersemangat dan kurang berkonsentrasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Karena tanpa adanya sarapan pagi, seseorang akan mengalami hipoglikemia atau kadar glukosa di bawah normal. Hipoglikemia mengakibatkan tubuh gemetaran, pusing, dan sakit berkonsentrasi. Itu semua karena kekurangan glukosa yang merupakan sumber energi bagi otak. Anak yang rentan terkena hipoglikemia adalah anak yang tidak sarapan. Namun, anak yang sarapan juga dapat terkena hipoglikemia. Oleh sebab itu, sarapan pagi diperlukan dengan menu yang lengkap yaitu serasi, selaras,dan seimbang. Serasi artinya sesuai dengan tingkat tumbuh kembang anak. Selaras adalah sesuai dengan kondisi ekonomi, social budaya, serta agama dari keluarga. Sedangkan seimbang 1

artinya nilai giinya harus sesuai kebutuhan berdasarkan usia dan jenis bahan makanan. Oleh sebab itu, pemberian sarapan pagi bagi anak usia sekolah sangatlah penting, karena waktu sekolah adalah penuh aktivitas yag membutuhkan energi dan kalori yang cukup besar. B. Pembatasan Masalah Sasaran dari penelitian yang kami lakukan adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Jepara. C. Rumusan Masalah 1. 2. 3. Apakah pengaruh dari kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Jepara ? Berapa jumlah kalori minimal yang ideal untuk sarapan bagi anak usia sekolah? Bagaimana cara meningkatkan kepedulian siswa terhadap arti pentingnya kebiasaan sarapan pagi? D. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh dari kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Jepara. E. Manfaat Penelitian Untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya kebiasaan sarapan rutin dalam mencapai prestasi belajar dan daya ingat yang maksimal.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A.

Dasar Teori Sarapan atau makan pagi berarti berbuka puasa setelah malam hari kita

tidak makan. Sarapan memutus masa puasa tersebut, bila puasa tersebut tidak disudahi dengan makan pagi, cadangan gula darah (glukosa) dalam tubuh seseorang hanya cukup untuk aktivitas dua-tiga jam di pagi hari. Kadar glukosa normal antara 70 hingga 110 mg/dl. Tanpa sarapan seseorang akan mengalami hipoglikemia atau kadar glukosa dibawah normal. ( Wiharyanti, 2006) Hipoglikemia mengakibatkan tubuh gemetaran, pusing, dan sulit

berkonsentrasi. Itu semua karena kekurangan glukosa yang merupakan sumber tenaga bagi otak. (Wiharyanti , 2006) Sarapan pagi bagi anak usia sekolah sangatlah penting karena waktu sekolah adalah aktivitas yang membutuhkan ener gi dan kalori yang cukup besar. Sarapan pagi harus memenuhi sebanyak 1/4 kalori sehari (Judarwanto, 2008) Sebagai pemasok energi awal, khususnya sebagai sumber energi glukosa bagi otak, sarapan sangat dianjurkan terutama pada anak balita, anak-anak, remaja dan wanita hamil. Glukosa sangat terlibat dalam mekanisme daya ingat kognitif (memori) seseorang, meskipun tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan. ( intisari, 2008)

Prevalensi remaja untuk melewatkan waktu sarapan lebih tinggi daripada anakanak, terutama untuk remaja putri. Mereka akan cenderung menghabiskan waktu untuk menata penampilan dibandingkan dengan sarapan. Selain itu mereka juga percaya bahwa untuk mendapatkan tubuh yang langsing dan cantik, mereka harus diet ketat dan salah satu caranya adalah dengan melewatkan sarapan.Tanpa disadari, nutrisi yang diperoleh saat sarapan sangat penting dan sangat mempengaruhi aktivitas sepanjang hari. Konsumsi sarapan terbukti mampu meningkatkan fungsi kognitif sehingga otak mampu berkonsentrasi, mengingat, serta memecahkan soal-soal dengan lebih akurat. Tidak hanya itu saja, remaja yang mengkonsumsi sarapan merasa lebih berenergi, mampu berpikir jernih, dan memililki mood yang lebih baik. Sarapan akan meningkatkan kadar gula darah yang diketahui memiliki hubungan positif dengan mood dan kemampuan berkonsentrasi sehingga kamu bisa berprestasi lebih baik di sekolah. (http://www.hilo-teen.com/)

B.

Manfaat Sarapan Berikut adalah manfaat sarapan pagi : (Rahmi, 2007,

Bagwel, 2008)

1. Memberi energi untuk otak Selain itu sarapan juga penting untuk memberikan energy kepada otak kita untuk berpikir. Jika perut dibiarkan dalam keadaan lapar, tentu aktivitas yang kita jalani dalam hari itu tidak berjalan baik karena kita kekurangan konsentrasi. Konsentrasi terganggu karena perut yang kelaparan. Jadi selama kita beraktivitas, bisa jadi yang dipikirkan bukanlah aktivitas kita sekarang, melainkan menu makanan untuk makan siang karena sudah terlampau lapar. Rasa lapar akan membuat kita tidak berkonsentrasi menjalani aktivitas.

2. Meningkatkan asupan vitamin

Jus buah segar adalah sarapan yang dianjurkan karena mengandung vitamin dan mineral yang menyehatkan. Sari buah alami dapat meningkatkan kadar gula darah setelah semalaman kita tidak dapat makan. Setelah itu bisa dilanjutkan dengan makan sereal, nasi atau roti. Menu pilihan lain berupa roti dan telur, bubur, susu, mi, pasta dan lain-lain.

3. Memperbaiki memori/daya ingat

Penelitian terakhir membuktikan bahwa tidur semalaman membuat otak kita kelaparan. Jika kita tidak mendapat glukosa yang cukup pada saat sarapan, maka fungsi otak atau memori dapat terganggu. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Suzan E. Bagwel tahun 2008 (Loyola University New Orleans ) pada dua kelompok populasi dengan kebiasaan sarapan yang rutin pada satu kelompok dan kebiasaan sarapan yang tidak rutin pada kelompok lainnya , menggunakan Tes Daya Ingat yaitu dengan cara memberikan 8 (delapan) kata-kata yang sering ditemui oleh kedua kelompok tersebut untuk dihafal selama lima menit, kemudian menuliskannya kembali dalam waktu satu menit. Hasil dari tes tersebut didapatkan nilai rata-rata yang lebih tinggi pada kelompok dengan kebiasaan sarapan rutin dibandingkan dengan kelompok yang kebiasaan sarapannya tidak rutin. (http://blog.umy.ac.id/satu/author/romi/)

4. Meningkatkan daya tahan terhadap stress

Dari sebuah survei, anak-anak dan remaja yang sarapan memiliki performa lebih, mampu mencurahkan perhatian pada pelajaran, berperilaku positif, ceria, kooperatif, gampang berteman dan dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Sedangkan anak yang tidak sarapan, tidak dapat berpikir dengan baik dan selalu kelihatan malas.

5. Memberi energi untuk tubuh Sarapan memberikan energy yang peting bagi tubuh untuk beraktivitas sepanjang hari. Tubuh kita harus diisi bahan bakar dulu di pagi hari sebelum memulai aktivitas, sehingga kita memiliki energy yang cukup untuk beraktivitas. Tubuh pun tidak lemas dan kita pun menjadi bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari penuh. (http://blog.umy.ac.id/satu/author/romi/) 6. Membuat tubuh menjadi lebih sehat Sarapan juga membuat tubuh menjadi lebih sehat. Karena dengan sarapan, tubuh kita bisa terhindar dari penyakit maag. Banyak orang yang menghindari sarapan dengan alasan untuk diet. Namun anggapan itu salah. Sarapan justru akan membantu mengurangi berat badan kita, karena dengan sarapa, tubuh kita mampu membakar kalori selama beraktivitas sehari hari sehingga mencegah kita untuk ngemil berlebihan ataupun makan siang berlebihan. (http://blog.umy.ac.id/satu/author/romi/)

C.

Kriteria Sarapan Pagi Yang Sehat Sarapan pagi yang mengenyangkan dan menyehatkan: Cukup nutrisi, vitamin dan mineral Cukup Protein dan asam amino Cukup karbohidrat kompleks (bukan karbohidrat nasi) Cukup lemak baik Cukup air putih

Sarapan seperti ini akan mencuplai tubuh kita nutrisi yang diperlukan sel tubuh, bukan sekedar lambung kita kenyang. Mendapatkan energi tanpa harus menaikkan hormon insulin dan menaikkan kadar gula darah setelah makan. Sarapan seperti ini menghindarkan kita dari ketergantungan terhadap karbohidrat simple. Dengan cara ini kita lebih bisa mengontrol nafsu makan kita seharian penuh. Keinginan ngemil pun akan berkurang. Sehingga tubuh akan memanfaatkan cadangan lemak dan gula dalam tubuh untuk dibakar menjadi energi dan sumber energi. (http://www.menusarapansehat.blogspot.com/) D. KEBUTUHAN KALORI (ANGKA KECUKUPAN GIZI) (Choirul, 2006) Perhatian khusus perlu diberikan pada anak yang bersekolah, karena umumnya mereka disibukkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di luar rumah sehingga cenderung merupakan waktu makan. Yang penting, kebiasaan makan pagi sebelum anak berangkat ke sekolah jangan sampai ditinggalkan. Makan pagi yang cukup akan memenuhi kebutuhan energi selama belajar di sekolah, sekaligus mencegah penurunan kadar gula darah yang berikat pada terganggunya konsentrasi anak dalam menerima pelajaran di sekolah. Jika anak tidak sempat makan pagi di rumah, jangan lupa mambawakan bekal makanan yang praktis dan higienis. Berikan pengertian pada anak bahwa bekal yang dibawa dari rumah lebih sehat dan bergizi ketimbang jajanan.

Kecukupan Energi Baku Bagi Orang Indonesia per hari (Berdasarkan Komisi ahli FAO/WHO 1973)

BAB III METODE PENELITIAN


A METODE PENELITIAN Metode yang kami gunakan dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini adalah Metode Pengumpulan Data. Teknik pengumpulan data terdiri atas : 1. Angket, 2. Wawancara, 3. Observasi, 4. Dokumentasi. Di dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini kami menggunakan salah satu dari metode di atas, yakni metode wawancara. B POPULASI Populasi yang diambil adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Jepara tahun pelajaran 2011/2012. C SAMPEL Sampel yang diambil adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Jepara tahun pelajarana 2011/2012 yang berjumlah 34 siswa. D WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian dilakukan mulai tanggal 28 Maret 2012 di kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Jepara. E HIPOTESA 1. Pengaruh dari kebiasaan sarapan pagi pada siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Jepara terhadap konsentrasi belajar saat kegiatan belajar mengajar. 9

F PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA 1. Pengumpulan data Data diperoleh dari SMA Negeri 1 Jepara berupa data hasil wawancara terhadap siswa kelas XI IPA 4 SMAN 1 Jepara. 2. Analisis data Analisis data yang di pakai adalah jumlah persentase jawaban siswa dari setiap pertanyaan yang diajukan saat wawancara.

10

BAB IV PEMBAHASAN

A Analisis Data Data kami peroleh dengan teknik wawancara perorangan dengan daftar pertanyaan sebagai berikut : 1. 2. 3. Apakah anda setiap hari sarapan atau tidak? Jika anda tidak sarapan, apakah konsentrasimu saat kegiatan belajar mengajar berkurang? Apakah berpengaruh terhadap prestasimu sekarang ini?

Peserta wawancara terdiri dari 34 orang siswa kelas XI IPA 4 SMAN 1 Jepara tahun pelajaran 2011/2012. Adapun daftar 34 orang siswa tersebut sebagai berikut :

No.

Nama Siswa

Jenis Kelamin Laki-laki V V V V V V V V V 11 Perempuan V

1 Adelita Ayu 2 Agus Setyo N. 3 Alfa Rizqi F. 4 Alif 5 Arina Luthfiani 6 Ayu Ari Pratiwi 7 Bagas Pamenang 8 Bayu Tegar I. W. 9 Desi Ratnawati 10 Dody Trisna

11 Dwi Prasetya B. 12 Febrina Faradiba 13 Fifi Zuhrufun N. 14 Fima Diah 15 Fira Elsa S. 16 Frida Ayu 17 Gulam Arsyad 18 Ismail Efendi 19 Isrofa Alima 20 Kartika Ratna 21 Lela Fransisca A. L. 22 Luthfi 23 Luthfiyah M. 24 Mutiara Kenza 25 Prayogo 26 Ramadhika P. P. 27 Reny 28 Risa Dwi 29 Rizky Adhitya R. 30 Sarah Rustiadi 31 Sinta Ariesa 32 Suci Intan P. 33 Sukma Wika N. 34 Yunanta Laki-laki Perempuan Jumlah

V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V : 12 siswa : 22 siswa + : 34 siswa

Dari data siswa diatas, wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan langsung terhadap siswa dengan pertanyaan yang sudah disebutkan diatas. 12

Hasil dari penelitian dibentuk menjadi sebuah format tabel yang berisi jawaan dari para siswa yang sudah diwawancarai. Tabelnya adalah sebagai berikut :

No.

Nama Siswa

Sarapan Pagi Ya Tidak V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V

Pengaruh terhadap konsentrasi Ya V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 13 Tidak

1 Adelita Ayu 2 Agus Setyo N. 3 Alfa Rizqi F. 4 Alif 5 Arina Luthfiani 6 Ayu Ari Pratiwi 7 Bagas Pamenang 8 Bayu Tegar I. W. 9 Desi Ratnawati 10 Dody Trisna 11 Dwi Prasetya B. 12 Febrina Faradiba 13 Fifi Zuhrufun N. 14 Fima Diah 15 Fira Elsa S. 16 Frida Ayu 17 Gulam Arsyad 18 Ismail Efendi 19 Isrofa Alima 20 Kartika Ratna 21 Lela Fransisca A. L. 22 Luthfi 23 Luthfiyah M. 24 Mutiara Kenza

25 Prayogo 26 Ramadhika P. P. 27 Reny 28 Risa Dwi 29 Rizky Adhitya R. 30 Sarah Rustiadi 31 Sinta Ariesa 32 Suci Intan P. 33 Sukma Wika N.

V V V V V V V V V

V V V V V V V V V V : 26 siswa : 8 siswa : 21 siswa

34 Yunanta V Jumlah siswa yang sarapan pagi Jumlah siswa yang tidak sarapn pagi Jumlah siswa yang konsentrasinya berkurang maupun tidak. Penghitungan prosentase sebagai berikut : Prosentase siswa yang sarapan pagi Prosentase siswa yang tidak sarapan pagi

Jumlah siswa yang konsentrasinya tidak terpengaruh : 13 siswa Dari data tersebut, dapat dibuat prosentase banyaknya siswa yang sarapan pagi
26 100 : 34 = 76,47 %

8 100 = 23,53 % 34

Grafik prosentase sarapan pagi sebagai berikut :

23.53 Sarapan Tidak Sarapan

76.47

14

Untuk prosentase pengaruh terhadap konsentrasi siswa pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung adalah sebagai berikut :
13 100 = 38,24 % 34 21 100 = 61,76 % 34

Prosentase siswa yang konsentrasinya tetap Prosentase siswa yang konsentrasinya berkurang

: :

Dari prosentase tersebut dapat dibuat grafik sebagai berikut :

38.24 Konsentrasi tetap Konsentrasi berkurang 61.76

B Pembahasan Sarapan merupakan kegiatan makan pada pagi hari sebelum memulai aktivitas kita. Sarapan dapat menunjang energi seseorang untuk memenuhi kebutuhan sebelum memulai aktivitas, terutama anak sekolah yang sangat membutuhkna banyak energi sebelum memulai aktivitas mereka yang sangatlah banyak. Mereka dituntut untuk 15

belajar selama kurang lebih enam jam dan mengikuti ekstrakurikuler yang diadakan sekolah. Tetapi banyak anak jaman sekarang, terutama remaja yang masa-masa pertumbuhan yang melewatkan sarapan pagi mereka. Tak terkecuali para siswa murid SMAN 1 Jepara. Sekolah yang menuntut muridnya untuk masuk sekolah jam tujuh tepat itu memaksa kebanyakan siswa tidak sempat sarapan pagi. Banyak alasan yang diungkapkan para siswa SMAN 1 Jepara khususnya kelas XI. Alasan-alasan tersebut meliputi : 1. Jarak tempat tinggal yang jauh membuat mereka melewatkan sarapan. 2. Tidak adanya makanan yang tersedia untuk sarapan pagi. 3. Beberapa anak yang nge-kost membuat mereka tiak sempat membuat sarapan. 4. Selera makan yang rendah atau malas menyantap sarapan pagi. Dari hasil wawancara beberapa waktu yang lalu terhadap sampel yaitu kelas XI IPA 4, sejumlah 76,47 % siswa kelas XI IPA 4 menyantap sarapan pagi dan sebesar 23,53 % siswa tidak sarapan pagi. Jumlah siswa yang tidak sarapan pagi sangatlah banyak, padahal sarapan mempunyai banyak manfaat untuk menunjang kegiatan mereka selama di sekolah. Dengan jumlah yang cukup banyak, ada konsekuensi yang didapat para siswa yang tidak sarapan pagi. Hal itu diantaranya : 1. Tidak konsentrasi selama kegiatan belajar mengajar. 2. Tubuh akan terasa lemas. 3. Bisa menyebabkan siswa jatuh sakit saat proses kegiatan belajar mengajar. 4. Merasa mengantuk saat mengikuti KBM. Berdasarkan wawancara yang dilakukan, sebanyak 61,76 % siswa merasa konsentrasinya berkurang akibat tidak sarapan pagi. Sisanya sebesar 28,24 % tidak merasakan dampak dari tidak sarapan pagi. Ini dapat menunjukkan bahwa sarapan pagi 16

dapat membuat konsentrasi berkurang. Kurangnya konsentrasi siswa dapat menimbulkan berkurangnya prestasi siswa, ini membuat sejumlah siswa yang tidak sarapan merasa sulit untuk mengikuti pelajaran dan menyaingi teman sekelas yang mempunyai prestasi bagus. Konsentrasi yang menurun juga dapat membuat siswa tidak dapat mencerna informasi yang diberikan oleh guru yang sedang mengajar di kelas. Tak terlepas juga siswa SMAN 1 Jepara kelas XI IPA yang melewatkan sarapan pagi mereka hanya untuk masuk tepat waktu. Untuk itu, dianjurkan untuk menyantap sarapan pagi agar kebutuhan gizi untuk melakukan aktivitas terpenuhi.

17

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah kami lakukan pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Jepara dengan kebiasaan sarapan pagi, kami dapat membuktikan adanya pengaruh kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi siswa di bidang IPA, Matematika, dan Olahraga serta konsentrasi siswa. Saran Saran yang diberikan melalui karya tulis ini untuk meningkatkan konsentrasi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Jepara : Membiasakan bangun lebih pagi dari sekarang, supaya dapat bersarapan dan tidak terlambat ke sekolah. Bagi siswa yang berada di kos, dianjurkan untuk berlatih memasak agar di waktu pagi dapat memasak makanan untuk sarapan. Jika tidak ada sarapan dianjurkan untuk menyiapkan sereal, roti, atau membeli makanan siap saji. Jika tidak memungkinkan sarapan di rumah, bisa membawa bekal dan dimakan saat tiba disekolah. Dianjurkan makan makanan yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga menyehatkan.

18

DAFTAR PUSTAKA

1. Bagwel E Susan. The Relationship Between Breakfast and School Performance,


2008 http://clearinghouse.missouriwestern.edu/manuscripts/202.asp. 2. Choirul. Cermati Gizi Anak-Anak Kita. 2006

3. http://blog.umy.ac.id/satu/author/romi/ 4. http://www.hilo-teen.com/ 5. http://www.menusarapansehat.blogspot.com/ 6. Intisari. Sarapan Menjaga Intelektualitas. 2008. www.intisari.com 7. Judarwanto Widodo . Perilaku Makan Anak Sekolah. www.bravehost.com 8. Wiharyanti Rooslain. Anak Yang Sarapan Daya Ingatnya Lebih Baik. 2006. www.bernas.co.id 9. www.scribd.com

19