Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM HF (High Frequency) dan Antena

Pengukuran Panjang Antena Dipole Berdasarkan RL(Return Loss)


Tanggal : 3 Oktober 2011

Disusun Oleh Danuar Trianur Rohman 091331039 3B-1

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2011

PENGUKURAN RL PADA ANTENA DIPOLE

I.

TUJUAN
.Dapat mengoperasikan alat yang digunakan dalam pengukuran RL.

Menentukan besarnya RL, dan mengukur panjang antena. II. LANDASAN TEORI
Rugi-rugi balik (Return Loss), merupakan parameter yang mengindikasikan power yang hilang ke beban dan tidak kembali sebagai pantulan. Gelombang pantul mendahului format gelombang berdiri ketika di transmisi maupun di antena.
1. Dibawah ini gambar return loss yang memiliki bandwidth antenna yang sempit:

2. Dibawah ini gambar return loss yang memiliki bandwidth antenna yang lebar:

Sumber : http://learn-antenna.blogspot.com/2010/07/rugi-rugi-balik-return-loss.html

Panjang fisik dipole Berapa panjang dipole setengah gelombang yang beroperasi pada frekuensi: (a) 3 MHz (pada siaran AM); (b) 300 MHz (pada siaran FM); (c) 10 GHz (pada band microwave). Penyelesaian: Panjang fisik setengah gelombang l = /2, dimana tergantung dari frekuensi, yang dinyatakan dengan: = c/f (c = 3 x 108 m/s dan f = frekuensi operasi). (a) Untuk f =3 MHz, maka:

(b) Untuk f =300 MHz,

(c) Untuk f =10 GHz,

Sumber : student.eepis-its.edu/~cahyadi/antena/Bab3-A&P-REV.pdf

III.

ALAT DAN KOMPONEN


1. 1 buah Antena dipole 2. 1 buah Multifunction Counter 3. 1 buah Sweep Oscillator 4. 1 buah Scalar Network Analyzer 5. 1 buah Directional Coupler 6. 1 buah Beban Terminasi 50 7. Kabel penghubung secukupnya

IV.

LANGKAH DAN HASILPERCOBAAN


1. Menentukan frekuensi yang akan kita ukur, pada praktikum kali ini kami mengsetnya pada frekuensi 150 MHz. 2. Hubungkan sweep oscillator dengan frekuensi counter, sebelumnya kita lepaskan dahulu konektor yang ada di belakang sweep oscillator yakni (konektor sweep oscillator dengan network analyzer) terlebih dahulu. Setelah diatur 150 Mhz hubungkan lagi konektor tersebut.

3. Setelah terhubung , tekan tombol CW Marker 4. Hubungkan konektor tadi sesuai dengan gambar di bawah ini :
SWEEP OSCILLATOR

ANTENA DIPOLE DIRECTIONAL COUPLER


NETWORK ANALYZER A/R

OUT IN

Sinyal CPL OUT pantul 20 0 dBm, 0 dBm dBm CPL IN diterminasi 50 Ohm DETEKTOR

B/R A/B

Gambar : Rangkaian Pengukuran RL dengan Directional Coupler 5. Lihat CRSR (Return Loss) pada layar, yakni pantulan antena sebesar 20 dB dan terkihat tampilan seperti di bawah ini :

Marker

Ket : Karena posisi marker belum ada di posisi narrow band maka kita harus memperpendek panjang antena dengan cara memukul ujung kedua antena sampai pada marker ada di posisi sebagai berikut :

Marker

6. Setelah didapatkan hasil yang sesuai ukur panjang antena Diukur panjangnya

Gambar : Antena Dipole Maka hasil yang didapatkan : RL = - 20 dB Panjang antena = 58 cm 7. Lakukan sesuai langkah 1 6, tetapi frekuensinya diganti menjadi 200 Mhz

V.

KESIMPULAN
Dari hasil praktikum dapat disimpulkan : 1. Semakin tinggi frekuensi, maka panjang antena dipole makin pendek. (Frekuensi berbanding terbalik dengan panjang antena). 2. RL pada Network Anayzer harus diukur dengan tepat, agar didapat hasil yang optimal pada antena. 3. Panjang antena dipole dari hasil praktikum tidak sama dengan perhitungan, hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor dari luar.