Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM PEMELIHARAAN PERANGKAT TELEKOMUNIKASI

PENGUKURAN DAYA DAN SWR HANDY TALKIE


Tgl Praktikum : 21 Desember 2011 No. Praktikum : 5

Nama Praktikan : Ady Nugroho Sae Saputro (091331035) Bilkhis Syitti Kharimah Danuar Trianur Rohman (091331038) (091331039)

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2011

PENGUKURAN DAYA DAN SWR HANDY TALKIE

I.

Tujuan Mengetahui dan mengukur SWR antara Handy Talkie dan Antena yang dimilikinya Mengetahui dan mengukur daya output dari Handy Talkie

II.

Teori Dasar Saat kita membuat pemancar dibutuhkan dummy load yang fungsinya sebagai pengganti antena pada saat kita melakukan tunning pemancar atau "ngetrim", dan biasanya beban ini berimpedansi 50 ohm. Dummy load ini pemakaiannya biasanya bersamaan dengan alat ukur Power atau SWR meter, yang gunanya untuk melihat besarnya daya output pemancar dengan beban. Dalam telekomunikasi, Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) didefinisikan sebagai perbandingan ratio antara tegangan rms maksimum dan minimum yang terjadi pada saluran yang tidak match. Bila saluran transmisi dengan beban tidak sesuai (missmatch), di mana impedansi saluran tidak sama dengan Impedansi beban dan gelombang dibangkitkan dari sumber secara kontinyu, maka dalam saluran transmisi selain ada tegangan datang V+ juga terjadi tegangan pantul V-. Akibatnya, dalam saluran akan terjadi interferensi antara V+ dan V- yang membentuk gelombang berdiri (standing wave). Suatu parameter baru yang menyatakan kualitas saluran terhadap gelombang berdiri disebut dengan Voltage Standing Wave Ratio (VSWR). Gelombang berdiri mempunyai amplitudo yang berbeda di setiap titiknya. Amplitudo maksimum disebut perut, sedangkan amplitudo nol atau tidak ada simpangan disebut dengan simpul. SWR ini biasanya didefinisikan sebagai tegangan rasio disebut VSWR itu, untuk rasio gelombang berdiri tegangan. SWR digunakan sebagai ukuran efisiensi untuk jalur transmisi, kabel listrik yang melakukan frekuensi sinyal radio, digunakan untuk tujuan seperti menghubungkan radio pemancar dan penerima dengan antena , dan mendistribusikan sinyal televisi. Jika ada masalah dengan jalur transmisi terjadi karena ketidaksesuaian impedansi dalam kabel cenderung untuk mencerminkan gelombang radio kembali ke sumber akhir kabel, mencegah semua kekuatan dari mencapai tujuan akhir. Jalur transmisi yang ideal akan memiliki SWR 1:1. Sebuah

SWR tak terbatas merupakan refleksi lengkap, dengan segala kekuatan dipantulkan kembali ke kabel. SWR jalur transmisi diukur dengan suatu alat yang disebut SWR meter , dan memeriksa SWR adalah bagian standar dari instalasi dan pemeliharaan jalur transmisi. Untuk mengetahui besarnya SWR pada suatu antenna terdapat dua faktor yang mempengaruhi besarnya SWR tersebut. Dua faktor tersebut adalah forward RF power dan reflected RF power. SWR dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : SWR = Pf + PrPf- Pr Dimana Pf = forward RF power (Daya yang dipancarkan dari sumber ke beban) Pr = reflected RF power (Daya pantul dari beban ke sumber) Pengukuran seberapa besar power RF output yang digunakan pada peralatan radio ke antenna. Pada forward RF power semakin besar indikator mengidikasikan RF power, semakin besar pula RF power yang digunakan antenna. Dengan kata lain power reflected RF nya minimum. Dalam pengukuran power reflected RF, semakin kecil indikator mengindikasikan power reflected RF nya maka semakin bagus transmisi propagasi power pada antenna. Nilai VSWR ini sangat dipengaruhi oleh dua hal : 1. Perbedaan Impedansi saluran transmisi dengan beban. 2. Diskontinuitas saluran transmisi, disebabkan oleh pemasangan konektor yang kurang bagus, bending feeder terlalu berlebihan.

III.

Alat dan Bahan 1. Power Meter & SWR Tranceiver Daiwa model CN-103 2. Handy Talkie ICOM IC-48 3. Connector BNC to BNC

IV.

Langkah Kerja 1. Buat setup sebagai berikut (dengan menggunakan dummy load)

2. Lepas dummy load dan ganti dengan memasangkan Antena Handy Talkie, seperti setup berikut

3. Ukur dan Catat Preflector dan Pforward yang terbaca pada Power Measurement

V.

Data Hasil Saat dummy load yang dihubungkan pada power measurement, tidak ada daya yang di refleksi kan. Hal itu karena matching impedance dari pemasangan dummy load. Berikut hasil yang ditampilkan dari sebuah power measurement : f (MHz) P P
reflector forward

140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150

0,4 0,6 1,1 1,6 2 2,6 3 3,4 3,8 3,9 3,9

2 3 4 5 5,5 6 6 6,5 7 7 6,5

Dari data tersebut maka akan didapatkan nilai Return Loss (RL) dan Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) : RL VSWR = = -20 log

Maka dari hasil perhitungan didapatkan data sebagai berikut f (MHz) RL VSWR 140 0,2 13,9 1,5 141 0,2 13,9 1,5 142 0,275 11,21 1,758 143 0,32 9,89 1,941 144 0,363 8,8 2,139 145 0,433 7,27 2,527 146 0,5 6,02 3 147 0,523 5,62 3,19 148 0,542 5,38 3,3 149 0,557 5,32 3,5 150 0,6 4,43 4

VI.

Analisa Nilai yang didapat dari hasil praktek berada dalam range nilai secara teoritis, yaitu <1. Tidak ada nilai yang lebih dari 1. Nilai yang paling baik berada pada frekuensi 140 MHz, begitu juga VSWR yang paling baik berada pada frekuensi yang sama karena nilai VSWR bergantung dari nilai .

VII.

Kesimpulan