Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya. Sehingga tim penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tetap tercurahkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Di antara tujuan tim penyusun adalah untuk memberikan informasi mengenain Hak Asasi Manusia. Dasar penulisan dilakukan untuk memenuhi tugas makalah tentang Kewarganegaraan. Akhirnya, tim penyusun menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu tim penyusun mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Tanjungpinang,20 April 2012 Penyusun

Selly Salindy

Daftar isi

Kata pengantar ................................................................................................. i Daftar isi ........................................................................................................... ii

Bab I Pendahuluan ..................................................................................................... 3 Bab II Pembahasan A. Pengertian Hak Azasi Manusia ( HAM) ..................................................... 4 B.Kasus-Kasus Pelanggaran dalam Hak Azasi Manusia (HAM) .................... 5 C.Analisis Dalam Kasus Hak Azasi Manusia (HAM) ..................................... 9

Bab III Penutup A.Kesimpulan .................................................................................................. 10 B.Saran-Saran................................................................................................... 11

Daftar Pustaka

Bab I Pendahuluan

Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak juga juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi. Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak-hak yang dimiliki manusia sejak ia lahir yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapapun. Hak-hal ini berisi tentang kesamaan atau keselarasan tanpa membedabedakan suku, golongan, keturunanan, jabatan dan lain sebagainya antara setiap manusia yang hakikatnya adalah sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Jika kita melihat perkembangan HAM di Negara ini ternyata masih banyak pelanggaran HAM yang sering kita temui. Mulai dari pelanggaran kecil yang berkaitan dengan norma hingga pelanggaran HAM besar yang bersifat kriminal dan menyangkut soal keselamatan jiwa. Untuk menyelesaikan masalah

ini perlu adanya keseriusan dari pemerintah menangani pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dan menghukum individu atau oknum terbukti melakukan pelanggaran HAM. Selain itu masyarakat juga perlu mengerti tentang HAM dan turut menegakkan HAM mulai dari lingkungan sosial tempat mereka tinggal hingga nantinya akan terbetuk penegakan HAM tingkat nasional.

Bab II Pembahasan

A.Pengertian Hak Azasi Manusia ( HAM ) Hak azasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahnya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum dan pemerintah, dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Menurut pasal 1 angka 6 No. 39 Tahun 1999 yang di maksudkan dengan pelanggaran hak azasi manusia setia perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara,baik sengaja maupun tidak sengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi.menghalangi,membatasi dan mencabut hak azasi manusia seseorang kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak

mendapatkan atau khawatirkan tidak akan memperoleh penyesalan hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. Kasus pelanggaran HAM ini dibagi dalam dua jenis,yaitu : a.Kasus pelanggaran HAM yang bersifat berat,meliputi : 1.Pembunuhan masal (genisida) 2.Pembunuhan sewenang-wenang atau di luar putusan pengadilan 3.Penyiksaan 4.Peghilangan orang secara paksa 5.Perbudakan atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis b.Kasus pelanggaran HAM yang biasa,meliputi : 1.Pemukulan 2.Penganiayan 3.Pencemaran nama baik 4.Menghalangi orang untuk mengekspresikan pendapatnya 5.Menghilangkan nyawa orang lain

B. Pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di indonesia tragedi kasus Pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di tanjung priuk
LATAR BELAKANG dan PERISTIWA

Kejadian berawal dari ditahannya empat orang, masing-masing bernama Achmad Sahi, Syafwan Sulaeman, Syarifuddin Rambe dan M. Nur, yang diduga terlibat pembakaran sepeda motor Babinsa. Mereka ditangkap oleh Polres Jakarta Utara, dan kemudian di bon dan ditahan di Kodim Jakarta Utara.

Pada tanggal 12 September 1984, diadakan tabligh akbar di Jalan Sindang oleh, Amir Biki, salah seorang tokoh masyarakat setempat, di dalam ceramahnya
5

menuntut pada aparat keamanan untuk membebaskan empat orang jemaah Mushola As Saadah yang ditahan.

Setelah mengetahui keempat orang tersebut belum dibebaskan pada pukul 23.00, 12 september 1984, Amir Biki mengerahkan massa ke kantor Kodim Jakarta Utara dan Polsek Koja.

Massa yang bergerak ke arah Kodim, di depan Polres Metro Jakarta Utara, dihadang oleh satu regu Arhanud yang dipimpin Sersan Dua Sutrisno Mascung di bawah komando Kapten Sriyanto, Pasi II Ops. Kodim Jakarta Utara. Situasi berkembang sampai terjadi penembakan yang menimbulkan korban sebanyak 79 orang yang terdiri dari korban luka sebanyak 55 orang dan meninggal 24 orang.

Bab III Penutup

A.Kesimpulan HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan kiprahnya. Setiap individu mempunyai keinginan agar HAM-nya terpenuhi, tapi satu hal yang perlu kita ingat bahwa Jangan pernah melanggar atau menindas HAM orang lain. Dalam kehidupan bernegara, HAM diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan, dimana setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh seseorang, kelompok atau suatu instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan HAM, pengadilan HAM menempuh proses pengadilan melalui hukum acara peradilan HAM sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang pengadilan HAM. Hak Asasi Manusia(HAM) merupakan anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada seluruh manusia dan tak ada satupun orang pun yang dapat mengganggu gugat, tidak terkecuali pemerintah. Jadi sudah sepatutnya pemerintah memberikan apa yang seharusnya rakyat miliki yang diantaranya adalah hak untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran. Hak Asasi Manusia(HAM) sendiri juga telah diatur didalam UU No. 39 Tahun 1999 yang isinya mengenai hak-hak yang dimiliki rakyat di Indonesia yaitu Hak hidup, Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan, Hak mengembangkan diri, Hak memperoleh keadilan, Hak atas kebebasan pribadi, Hak atas rasa aman, Hak atas kesejahteraan, Hak turut serta dalam pemerintah, Hak wanita dan Hak anak. HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan kiprahnya. Setiap individu mempunyai keinginan agar HAM-nya terpenuhi, tapi satu hal yang perlu kita ingat bahwa Jangan pernah melanggar atau menindas HAM orang lain. Dalam kehidupan bernegara, HAM diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan, dimana setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh seseorang, kelompok atau suatu instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan HAM, pengadilan HAM menempuh

proses pengadilan melalui hukum acara peradilan HAM sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang pengadilan HAM. B.Saran-Saran Upaya agar sadar akan pentingnya Hak Asasi Manusia sebagai berikut: Sebagai makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan dan memperjuangkan HAM kita sendiri. Kerjasama antara Pemerintah daerah dan warga masyarakat Daerah perlu ditingkatkan. Kita harus bisa menghormati dan menjaga HAM orang lain jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM dan Jangan sampai pula HAM kita dilanggar dan dinjak-injak oleh orang lain Pemerintah khususnya pihak kepolisian harus bisa menjadi sarana dalam menyelesaikan masalah pelanggaran HAM. Pemerintah harus bisa bekerjasama dengan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Pelanggaran hak asasi manusia di negara Indonesia khususnya di Daerah Jawa Barat, seharusnya ditanggapi dengan cepat dan tanggap oleh pemerintah dan disertai peran serta masyarakat. Dalam menjaga HAM kita harus mampu menyelaraskan dan mengimbangi antara HAM kita dengan HAM orang lain.

Daftar pustaka

Kaelan. 2004. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta : Paradigma. http://www.wikepedia.org http://www.google.com

10