Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Banyak istilah yang digunakan untuk menunjukkan bahwa bayi KMK ini menderita gangguan pertumbuhan di dalam uterus (IUGR) seperti Pseudopremature, Small for Dates, dysmature, Fetal Malnutrition Syndrome, Chronic Fetal Distress, IUGR dan Small for Gestational Age (SGA). Batasan yang diajukan oleh Lubchenco (1963) adalah bahwa setiap bayi yang berat lahirnya sama dengan atau lebih rendah dari 10th percentile oleh masa kehamilan pada Denver Intra uterine Growth Curves adalah bayi SGA. Gambaran kliniknya tergantung daripada lamanya, intensitas dan timbulnya gangguan pertumbuhan yang mempengaruhi bayi tersebut. Kematian bayi dalam kandungan (Intra Uterine Fetal Death)dapat dikarenakan berbagai hal seperti terkena lilitan tali pusat, pendarahan serta akibat tekanan darah tinggi si ibu yang mengandung. Kematian janin dalam kandungan dapat dicegah dengan cara memeriksakan kandungan secara teratur ke dokter. Kalaupun terjadi kelainan pada masa kehamilan, bisa ditanggulangi sedini mungkin. Bayi yang ada dalam kandungan selalu bergerak dan sebagian besar kasus bayi mati dalam kandungan karena kesalahan aktivitas yang dilakukan seperti berolahraga dengan gerakangerakan yang cukup giat/berlebihan. Karena itu dianjurkan selama masa kehamilan sebaiknya mengurangi aktivitas yang membahayakan janin dalam kandungan. Hal ini untuk mengantisipasi bayi yang dililit lehernya.Ibu hamil hendaknya selalu berhati-hati jika beraktivitas dan berkonsultasi dengan dokter secara teratur. B. Tujuan Melengkapi tugas ASKEB IV patologi Untuk memberikan informasi tentang IUFD dan IUGR Untuk mengetahui tentang definisi IUGR dan IUFD Untuk mengetahui factor penyebab dan tanda gejala IUGR dan IUFD Untuk mengetahui pedoman untuk mendiagnosa IUGR dan IUFD Untuk mengetahui terapi dan pencegahan IUGR dan IUFD

BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi

Definisi menurut WHO (1969), janin yang mengalami pertumbuhan yang terhambat adalah janin yang mengalami kegagalan dalam mencapai berat standard atau ukuran standard yang sesuai dengan usia kehamilannya. Pertumbuhan janin terhambat (PJT) ditegakkan apabila pada pemeriksaan ultrasonografi (USG) perkiraan berat badan janin berada di bawah persentil 10 dibawah usia kehamilan atau lebih kecil dari yang seharusnya (sesuai grafik). Terminologi kecil untuk masa kehamilan adalah berat badan bayi yang tidak sesuai dengan masa kehamilan dan dapat muncul pada bayi cukup bulan atau prematur. Pada umumnya janin tersebut memiliki tubuh yang kecil dan risiko kecacatan atau kematian bayi kecil akan lebih besar baik pada saat dilahirkan ataupun setelah melahirkan. Intrauterine Growth Restriction (IUGR) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu kondisi dimana janin lebih kecil dari yang diharapkan untuk jumlah bulan kehamilan. . Istilah lain untuk IUGR ketuban adalah pembatasan pertumbuhan. Bayi baru lahir dengan IUGR seringkali digambarkan kecil untuk usia gestational (SGA). Janin dengan IUGR ketuban sering diperkirakan memiliki berat kurang dari 10 Perseratus. Ini berarti janin weighs kurang dari 90 persen dari semua fetuses yang sama gestational usia PJT terbagi atas dua, yaitu: 1. Pertumbuhan janin terhambat tipe I : simetris atau proporsional (kronis) Memiliki kejadian lebih awal dari gangguan pertumbuhan janin yang tidak simetris, semua organ mengecil secara proporsional. Faktor yang berkaitan dengan hal ini adalah kelainan kromosom, kelainan organ (terutama jantung), infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Other Agents 1. Pertumbuhan janin terhambat tipe II : Asimetris atau disproportional (akut) Gangguan pertumbuhan janin asimetris memiliki waktu kejadian lebih lama dibandingkan gangguan pertumbuhan janin simetris. Beberapa organ lebih terpengaruh dibandingkan yang lain, lingkar perut adalah bagian tubuh yang terganggu untuk pertama kali, kelainan panjang tulang paha umumnya terpengaruhi belakangan, lingkar kepala dan diameter biparietal juga berkurang. Faktor yang mempengaruhi adalah insufisiensi (tidak efisiennya)

plasenta yang terjadi karena gangguan kondisi ibu termasuk diantaranya tekanan darah tinggi dan diabetes dalam kehamilan dalam kehamilan

Ada dua betuk IUGR menurut Renfield (1975), yaitu : 1. Proportionate IUGR Janin yang menderita distres yang lama dimana gangguan pertumbuhan terjadi berminggu-mingu sampai berbulan-bulan sebelum bayi lahir sehingga berat, panjang dan lingkaran kepala dalam proporsi yang seimbang akan tetapi keseluruhannya masih dibawah masa gestasi yang sebenarnya. Bayi ini tidak menunjukkan adanya wasted oleh karena retardasi pada janin ini terjadi sebelum terbentuknya adipose tissue. 2. Dispropotionate IUGR Terjadi akibat distress. Gangguan yang terjadi beberapa minggu sampai beberapa hari sebelum janin lahir. Pada keadaan ini panjang dan lingkaran kepala normal akan tetapi berat tidak sesuai dengan masa gestasi. Bayi tampak wasted dengan tanda-tanda sedikitnya jaringan lemak di bawah kulit, kulit kering keriput dan mudah diangkat, bayi kelihatan kurus dan lebih panjang. B. Etiologi a. Factor risiko dari Ibu : Alkohol Merokok Obat obatan (Corticosteroid, propanolol, Dilantin, Coumadin, Heroin) Anemia Malnutrisi Berat badan Ibu Kurang dari 50 Kg, penyakit Jantung Cyanotic Diabetus Mellitus b. Factor Risiko dari bayi : Infeksi selama kehamilan Infeksi bakteri, virus, protozoa dapat menyebabkan PJT. Rubela dan cytomegalovirus (CMV) adalah infeksi yang sering menyebabkan PJT. Kelainan bawaan dan kelainan kromosom Kelaianan kromosom seperti trisomi atau triploidi dan kelainan jantung

bawaan yang berat sering berkaitan dengan PJT. Pajanan teratogen (zat yang berbahaya bagi pertumbuhan janin). Berbagai macam zat yang bersifat teratogen seperti obat anti kejang, rokok, narkotik, dan alkohol dapat menyebabkan PJT Hemorisis (gangguan sel darah merah) Kehamilan kembar multiple

c. Faktor Risiko dari Uterus dan Plasenta : Kelainan plasenta sehingga menyebabkan plasenta tidak dapat menyediakan nutrisi yang baik bagi janin seperti ambruptio plasenta, infark plasenta (kematian sel pada plasenta) Berkurangnya kontraksi uterus Kelainan tali pusat Berkurangnya aliran uterus, thrombus dalam pembuluh darah janin dari 1 arteri tali pusat. d. Penyebab umum Social ekonomi yang rendah Menikah dini Jarak kelahiran pendek Diet tidak addekuat karena miskin dan malabsobrsi C. Problematik Bayi IUGR Bayi IUGR harus diwaspadai akan terjadinya beberapa komplikasi yang harus ditanggulangi dengan baik. 1. Aspirasi mekonium yang sering diikuti pneumotoraks 2. Usher (1970) melaporkan bahwa 50% bayi IUGR mempunyai HB yang tinggi mungkin karena hipoksia kronik di dalam uterus. 3. Hipoglikemi terutama bila pemberian minum terlambat. 4. Keadaan ini yang mungkin terjadi : asfiksia, perdarahan paru yang masif, hipotermi, cacat bawaan akibat kelainan kromosom dan infeksi intrauterin. D. Perkembangan PJT Intrauterin : Peningkatan rasio berat plasenta terhadap berat lahir ditimbulkan oleh kondisi diet rendah nutrisi terutama protein

1. Kondisi kekurangan nutrisi pada awal kehamilan Pada kondisi awal kehamilan pertumbuhan embrio dan trofoblas dipengaruhi oleh makanan. Studi pada binatang menunjukkan bahwa kondisi kekurangan nutrisi sebelum implantasi bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan nutrisi pada awal kehamilan dapat mengakibatkan janin berat lahir rendah yang simetris. Hal sebaiknya terjadi kondisi percepatan pertumbuhan pada kondisi hiperglikemia pada kehamilan lanjut 2. Kondisi kekurangan nutrisi pada pertengahan kehamilan Defisiensi makanan mempengaruhi pertumbuhan janin dan plasenta, tapi bisa juga terjadi peningkatan pertumbuhan plasenta sebagai kompensasi. Didapati ukuran plasenta yang luas. 3. Kondisi kekurangan nutrisi pada akhir kehamilan Terjadi pertumbuhan janin yang lambat yang mempengaruhi interaksi antara janin dengan plasenta. Efek kekurangan makan tergantung pada lamanya kekurangan. Pada kondisi akut terjadi perlambatan pertumbuhan dan kembali meningkat jika nutrisi yang diberikan membaik. Pada kondisi kronis mungkin telah terjadi proses perlambatan pertumbuhan yang irreversible. E. Tanda dan Gejala PJT dicurigai apabila terdapat riwayat PJT sebelumnya dan ibu dengan penyakit kronik. Selain itu peningkatan berat badan yang tidak adekuat juga dapat mengarah ke PJT. Dokter dapat menemukan ukuran rahim yang lebih kecil dari yang seharusnya. F. Prognosis Tergantung dari berat ringannya masalah perinatal, misalnya masa gestasi, asfiksia/iskemia otak, sindroma gangguan pencernaan dll. Juga tergantung pada sosial ekonomi, pendidikan orang tua dan perawatan pada saat hamil, persalinan dan postnatal. G. Pengamatan Langsung Bila bayi ini dapat mengatasi problem yang dideritanya, maka perlu diamati selanjutnya oleh karena kemungkinan bayi ini akan mengalami gangguan pendengaran, penglihatan, kognitif, fungsi motor SSP dan penyakit-penyakit seperti hidrosefalus, cerebral palsy dan sebagainya. H. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan ultrasonografi (USG) diperlukan untuk mengukur pertumbuhan

janin. Selain itu USG juga dapat digunakan untuk melihat kelainan organ yang terjadi. Pengukuran lingkar kepala, panjang tulang paha, dan lingkar perut dapat dilakukan untuk menilai pertumbuhan janin melalui USG. Penggunaan ultrasound doppler dapat digunakan untuk melihat aliran dari pembuluh darah arteri umbilikalis. I. Penatalaksanaan Pada umumnya sama dengan perawatan neonatus umumnya, tetapi karena bayi ini mempunyai problem yang agak berbeda maka perlu diperhatikan halhal berikut : 1. Pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterin. 2. Memeriksa kadar gula darah dengan dextrostix jika hipoglikemi harus segera diatasi. 3. Pemeriksaan hematokrit dan mengobati hiperviskositasnya. 4. Bayi membutuhkan lebih banyak kalori dibanding dengan bayi SMK 5. Melakukan tracheal-washing pada bayi yang diduga akan menderita aspirasi mekonium. J. Terapi Kecacatan dan kematian janin meningkat sampai 2-6 kali pada janin dengan PJT. Tatalaksana untuk kehamilan dengan PJT bertujuan, karena tidak ada terapi yang paling efektif sejauh ini, adalah untuk melahirkan bayi yang sudah cukup usia dalam kondisi terbaiknya dan meminimalisasi risiko pada ibu. Tatalaksana yang harus dilakukan adalah : 1. PJT pada saat dekat waktu melahirkan. Yang harus dilakukan adalah segera dilahirkan 2. PJT jauh sebelum waktu melahirkan. Kelainan organ harus dicari pada janin ini, dan bila kelainan kromosom dicurigai maka amniosintesis (pemeriksaan cairan ketuban) atau pengambilan sampel plasenta, dan pemeriksaan darah janin dianjurkan. a. Tatalaksana umum : setelah mencari adanya cacat bawaan dan kelainan kromosom serta infeksi dalam kehamilan maka aktivitas fisik harus dibatasi disertai dengan nutrisi yang baik. Apabila istirahat di rumah tidak dapat dilakukan maka harus segera dirawat di rumah sakit. Pengawasan pada janin termasuk diantaranya adalah melihat pergerakan janin serta pertumbuhan janin menggunakan USG setiap 3-4minggu. b. Tatalaksana khusus : pada PJT yang terjadi jauh sebelum waktunya

dilahirkan, hanya terapi suportif yang dapat dilakukan. Apabila penyebabnya adalah nutrisi ibu hamil tidak adekuat maka nutrisi harus diperbaiki. Pada wanita hamil perokok berat, penggunaan narkotik dan alkohol, maka semuanya harus dihentikan. c. Proses melahirkan : pematangan paru harus dilakukan pada janin prematur. Pengawasan ketat selama melahirkan harus dilakukan untuk mencegah komplikasi setelah melahirkan. Operasi caesar dilakukan apabila terjadi distress janin serta perawatan intensif neonatal care segera setelah dilahirkan sebaiknya dilakukan. Kemungkinan kejadian distress janin selama melahirkan meningkat pada PJT karena umumnya PJT banyak disebabkan oleh insufisiensi plasenta yang diperparah dengan proses melahirkan. K. Pencegahan Beberapa penyebab dari PJT tidak dapat dicegah. Bagaimanapun juga, faktor seperti diet, istirahat, dan olahraga rutin dapat dikontrol. Untuk mencegah komplikasi yang serius selama kehamilan, sebaiknya seorang ibu hamil mengikuti nasihat dari dokternya; makan makanan yang bergizi tinggi; tidak merokok, minum alkohol dan menggunakan narkotik; mengurangi stress; berolahraga teratur; serta istirahat dan tidur yang cukup. Suplementasi dari protein, vitamin, mineral, serta minyak ikan juga baik dikonsumsi. Selain itu pencegahan dari anemia serta pencegahan dan tatalaksana dari penyakit kronik pada ibu maupun infeksi yang terjadi harus baik.

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY R DENGAN IUGR Pengkajian Tanggal : 4 april 2011 jam : 10.00 WIB I. PENGUMPULAN DATA A. DATA SUBJEKTIF 1. Biodata Nama ibu : Ny. R Nama ayah : Tn. R Umur : 24 tahun Umur : 26 th Agama : Islam Agama : Islam Suku / bangsa : Jawa/Indonesia Suku / bangsa : Jawa/Indonesia Pendidikan : SD Tamat Pendidikan : SD Tamat Pekerjaan : Ibu rumah tangga Pekerjaan : Tani

Penghasilan : - Penghasilan : Alamat : Jl. Dr. Cipto No. 28, RT 1 RW 1, Mojo Bojonegoro 2. Keluhan Utama Ibu mengatakan kehamilannya ini adalah yang pertama, usia kehamilannya 7 bulan. Ibu mengeluh berat badannya turun dan perut ibu terasa tidak besar sesuai usia kehamilannya. 3. Riwayat kesehatan yang lalu Ibu tidak pernah menderita penyakit menular dan penyakit kronis serta tidak pernah ketergantungan pada obat-obatan dan alkohol. 4. Riwayat kesehatan keluarga/keturunan Ibu mengatakan dari pihak ibu maupun suami tidak ada yang menderita penyakit menular dan penyakit kronis dan tidak ada yang mengalami kehamilan kembar. 5. Riwayat Menstruasi Menarche : 12 Tahun Warna : Merah kehitaman Siklus : 28-30 hari Fluor albus : tidak pernah Disfungsi blooding : tidak pernah Lamanya : 5-7 hari Dismenorhoe : Ya 1 hari sebelum haid HPHT : 19 September 2010 TTP : 26 Juni 2011 6. Riwayat Pernikahan Menikah : 1 kali Lama menikah : 1 tahun Usia nikah : 24 tahun 7. Riwayat Kehamilan,Persalinan dan Nifas yang lalu. Hamil ke Tempat partus Peno long Cara partus Keadaan bayi Jenis kelamin BBL (gram) Umur sekarang uri nifas No. Usia kehamilan 1. Hamil ini - - - - - - - - 8. Riwayat kehamilan sekarang Ibu hamil G1P00000 usia kehamilan 28-30 minggu Trimester 1 : Amenorhoe 3 bulan, periksa di BPS, dengan keluhan mual

muntah, mendapatkan tablet Fe, Cap Lod, periksa kali. Trimester II : Pertama kali merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 5 bdi BPS, mendapatkan Fe dan Kalk, imunisasi TT 2 kali (lengkap). Trimester III : Periksa di BPS satu kali, mendapatkan tablet Fe dan Kalk. Ibu mengeluh berat badannya turun dan perut ibu terasa tidak besar sesuai usia kehamilannya. 9. Riwayat KB Ibu mengatakan pernah mengikuti KB suntik selama 6 bulan dengan keluhan tidak pernah haid, rencana ibu setelah persalinan akan kembali mengikuti KB suntik. 10. Data Kebiasaan sehari-hari No Pola Sebelum Hamil Selama Hamil 1 Nutrisi Ibu bisa makan 2 kali sehari,dengan porsi sedang terdiri dari nasi dan lauk. Minum 5-7 gelas sehari. Ibu bisa makan 2 kali sehari,dengan porsi sedang terdiri dari nasi dan lauk. Minum 5-7 gelas sehari. 2 Eliminasi BAK 4-5x perhari warna kuning agak pekat, bau amoniak BAB 2 hari 1x, agak keras, warna kuning. BAK 4-5x perhari warna kuning, bau amoniak BAB 2 hari 1x, lunak, warna kuning. 3 Istirahat Tidur malam : 7 jam/hr Tidur siang tidak pernah Tidur malam : 7 jam/hr Tidur siang tidak pernah 4 Aktivitas pekerjaan rumah tangga pekerjaan rumah tangga 5 Kebersihan Mandi 2x sehari, Gosok gigi 2x sehari, Ganti pakaian dalam 1x dan apabila lembab, keramas 2-3x seminggu. Mandi 2x sehari, Gosok gigi 2x sehari, Ganti pakaian dalam 1x dan apabila lembab, keramas 2-3x seminggu. 6 Kebiasaan Tidak merokok dan minum-minuman keras Tidak merokok dan minum-minuman keras 7 Seksualitas 2-3x seminggu 1-2x seminggu 8 Rekreasi Nonton TV, jalan-jalan, dengarkan musik Nonton TV, jalan-jalan, dengarkan musik 11. Keadaan Psikososial Psikologi : Suami dan keluarga merasa sangat senang dengankehamilannya ini dan berharap agar proses persalinan dapat berjalan dengan lancar dan bayi sehat. Sosial : Hubungan ibu dan keluarga sangat baik, begitu pula dengan tetangga dan masyarakat

12. Latar Belakang Sosial Budaya Ibu melakukan pantangan terhadap makanan tertentu seperti telur, air es, ikan lele 13. Data Spiritual Ibu sholat 5 waktu setiap hari hari dan kadang-kadang mengaji. B. DATA OBYEKTIF Keadaan Umum : baik tanda-tanda vital : Kesadaran : Composmentis TD :120 /80 mmHg BB : 48 kg N : 82 x /menit TB : 152 cm S : 36C LILA : 22,5 cm RR : 24 x /menit 1. Inspeksi Kepala : Simetris, tidak ada benjolan, bersih, tidak ada ketombe, rambut hitam, pendek, tidak mudah rontok Mata : Konjungtiva merah jambu, sklera putih Muka : Tidak ada cloasma gravidarum, tidak ada oedem Telinga : Kanan-kiri simetris, bersih Hidung : Bersih, tidak ada benjolan Mulut : Mukosa mulut merah jambu, gigi tidak berlubang Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid Dada : Pernafasan teratur, payudara kanan kiri simetris, terdapat hiperpigmentasi pada aerola payudara, putting meonjol, kelenjar montgomery menonjol Perut : Membesar tidak sesuai usia kehamilan, terdapat hiperpigmentasi pada perut Genetalia Ext : Tidak ada pembengkakan, tidak ada pelebaran pembuluh darah Ekstremitas : Tidak ada pembengkakan, tidak ada pelebaran pembuluh darah bawah 2. Palpasi Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid Dada : Tidak teraba benjolan, colostrum belum keluar Perut : Leopold I : TFU setinggi pusat (23 cm) di fundus teraba besar lunak, kurang melenting Leopold II : Pada perut ibu sebelah kanan teraba datar, keras, pada perut ibu sebelah kiri teraba bagian bagian kecil janin

Leopold III : Bagian bawah teraba kecil, keras, melenting Leopold IV : Kepala belum masuk PAP U 3. Auskultasi Letak satu jari di bawah pusat (12-11-11) : 120 kali/ menit

DJJ 4. Perkusi Perut :Tidak matearismus Lutut : Refleks patella ka/ki / 5. Pemeriksaan Panggul Luar Distansia Spinarum : 25 cm Distansia Kristarum : 27 cm Konjugata Eksterna : 20 cm Lingkar Panggul : 82 cm 6. Pemeriksaan Panggul Dalam Tidak dikaji 7. Pemeriksaan Laboratorium HB : 11 gr% Reduksi : tidak dikaji Albumin : tidak dikaji 8. Kesimpulan 1) ibu hamil G1P0000 2) usia kehamilan 28-30 minggu 3) kehamilan intra uteri 4) kehamilan tunggal 5) letak kepala U 6) punggung kanan 7) keadaan janin hidup DJJ 8) kesan panggul normal 9) keadaan umum ibu baik II. IDENTIFIKASI MASALAH

Diagnosa I : ibu hamil G1P0000 usia kehamilan 28-30 minggu dengan IUGR DS : ibu mengatakan hamil usia kehamilan 7 bulan DO : Leopold I : TFU setinggi pusat (23 cm), di fundus teraba bokong Leopold I : Punggung kanan Leopold III : Bagian bawah teraba kecil, keras, melenting Leopold IV : Kepala belum masuk PAP U III. ANTISIPASSI MASALAH POTENSIAL 1. Potensial terjadinya BBLR 2. Potensial terjadinya partus premature IV. INTERVENSI Diagnosa : Ibu hamil GI Poooo usia kehamilan 28-30 minggu dengan IUGR Tujuan : Setelah dilakukan asuhan selama 60 menit diharapkan ibu dapat mengerti tentang perawatan ibu hamil Trimester III dan IUGR dapat diatasi 1. Lakukan pendekatan pada klien dengan komunikasi terapeutik Rasional : Ibu lebih percaya pada petugas dan dapat mempersiapkan masalah yang akan dihadapi 2. Anjurkan pada ibu agar makan makanan yang bergizi seimbang Rasional : Memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil 3. Anjurkrn pada ibu agar menambah porsi makan setip hari Rasional : Memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil 4. Jelaskan pada ibu agar tidak melakukan pantangan makanan tertentu Rasional : Gizi ibu hamil tercukupi dengan baik 5. Anjurkan pada ibu untuk menambah waktu istirahat tiap hari Rasional : Menjaga kesejahteraan ibu dan janin 6. Anjurkan pada ibu untuk mengurangi pekerjaan berat Rasional : Agar ibu tidak merasa lelah 7. Jelaskan pada ibumengenai keadaan dirinya dan janinnya saat ini Rasional : Ibu dapat menerima keadaannya dan dapat melaksanakan intervensi yang diberikan dengan baik. V. IMPLEMENTASI Diagnosa : Ibu hamil GI P0000 usia kehamilan 28-30 minggu dengan IUGR 1. Melakukan pendekatan pada klien dan komunikasi terapeutik dengan cara memperkenalkan diri,menjelaskan maksud dan tujuan tindakan,meminta ijin jika akan melakukakn tindakan 2. Menganjurkan pada ibu agar makan makanan yang bergizi seimbang dengan cara makan makanan dari berbagai sumber zat gizi seperti karbohidrat,protein,lemak dan vitamin dengan kadar yang seimbang setiap

hari 3. Menganjurkan pada ibu agar menambah porsi makan tiap harinya dengan cara menambah jumlah/porsi makanan yang tadinya sedang menjadi banyak dan makan bebagai jenis makanan 4. Menjelaskan pada ibu agar tidak melakukan pantangan terhadap makanan tertentu dengan cara makan berbagai jenis makanan karena untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil 5. Menganjurkan pada ibu untuk menambah waktu istirahat tiap hari dengan cara menambah waktu tidur malam kurang lebih 8jam dan tidur siang minimal 1jam tiap hari 6. Menganjurkan pada ibu untuk mengurangi pekerjaan berat, dengan cara hanya melakukan pekerjaan pekerjaan ringan dan tidak membuat lelah ibu 7. Menganjurkan pada ibu agar lebih menjaga kebrsihan diri dengan cara mandi 2kali sehari (pagi dan sore),sikat gigi 2kali sehari ,ganti baju dan celana dalam 2kali sehari dan keramas 2-3 kali seminggu 8. Menjelaskan pada ibu mengenai keadaan dirinya dan janinnya saat ini agar ibu dapat menerima keadaanya dan melakssanakan intervensi yang telah di berikan dengan baik.

VII. EVALUASI Tanggal : 4 april 2011 jam : 10.30 WIB Ibu mengatakan telah mengerti dengan penjelasan yang diberikan dengan baik. Ibu dapat menjawab pertanyaan yang diberikan seputar penjelasan yang diberikan. Ibu GIP0000 dengan IUGR. Ibu diharapkan makan dengan teratur dan dengan komposisi gizi yang seimbang dan cukup sehingga pertumbuhan janin tidak terhambat. PEMBAHASAN (IUFD) A. PENGERTIAN Adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan baik pada kehamilan yang besar dari 20 minggu atau kurang dari 20 minggu (Rustam Muchtar, 1998). IUFD adalah kematian hasil konsepsi sebelum dikeluarkan dengan sempurna dari rahim ibunya tanpa memandang tuanya kehamilan (Sarwono, 2005). IUFD atau stilbirth adalah kelahiran hasil konsepsi dalam keadaan mati yang telah mencapai umur kehamilan 28 minggu (atau berat badan lahir lebih atau sama dengan 1000gr). IUFD Adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam

kandungan. Kematian janin dalam kandungan (KJDK) atau intra uterine fetal deadth (IUFD), sering dijumpai baik pada kehamilan dibawah 20 minggu maupun sesudah kehamilan 20 minggu. Sebelum 20 minggu : Kematian janin dapat terjadi dan biasanya berakhir dengan abortus. Bila hasil konsepsi yang sudah mati tidak dikeluarkan dan tetap tinggal dalam rahim disebut missed abortion. Sesudah 20 minggu : Biasanya ibu telah merasakan gerakan janin sejak kehamilan 20 minggu dan seterusnya. Apabila wanita tidak merasakan gerakan janin dapat disangka terjadi kematian dalam rahim. B. ETIOLOGI Penyebab IUFD antara lain: 1. Faktor plasenta. a. Insufisiensi plasenta b. Infark plasenta c. Solusio plasenta d. Plasenta previa 2. Faktor ibu a. Diabetes mellitus b. Preeklampsi dan eklampsi c. Nefritis kronis d. Polihidramnion dan oligohidramnion e. Sifilis f. Penyakit jantung g. Hipertensi h. Penyakit paru atau TBC i. Inkompatability rhesus j. AIDS h. perbedaan rhesus ibu dengan janin 3. Faktor intrapartum a. Perdarahan antepartum b. Partus lama c. Anastesi d. Partus macet e. Persalinan presipitatus f. Persalinan sungsang g. Obat-obatan

4. Faktor janin a. Prematuritas b. Postmaturitas c. Kelainan bawaan d. Perdarahan otak 5. Faktor tali pusat a. Prolapsus tali pusat b. Lilitan tali pusat c. Vassa praevia d. Tali pusat pendek C. PATOFISIOLOGI Janin bisa juga mati di dalam kandungan (IUD) karena beberapa factor antara lain gangguan gizi dan anemia dalam kehamilan,hal tersebut menjadi berbahaya karena suplai makanan yang di konsumsi ibu tidak mencukupi kebutuhan janin. Sehingga pertumbuhan janin terhambat dan dapat mengakibatkan kematian. Begitu pula dengan anemia, karena anemia adalah kejadian kekurangan FE maka jika ibu kekurangan Fe dampak pada janin adalah irefersibel. Kerja organ organ maupu aliran darah janin tidak seimbang dengan pertumbuh janin ( IUGR). D. FAKTOR PREDISPOISISI 1. factor ibu (High Risk Mothers) a. status social ekonomi yang rendah b. tingkat pendidikan ibu yang rendah c. umur ibu yang melebihi 30 tahun atau kurang dari 20 tahun d. paritas pertama atau paritas kelima atau lebih e. tinggi dan BB ibu tidak proporsional f. kehamilan di luar perkawinan g. kehamilan tanpa pengawasan antenatal h. ganggguan gizi dan anemia dalam kehamilan i. ibu dengan riwayat kehamilan / persalinan sebelumnya tidak baik seperti bayi lahir mati. j. riwayat inkompatibilitas darah janin dan ibu 2. factor Bayi (High Risk Infants) a. bayi dengan infeksi antepartum dan kelainan congenital b. bayi dengan diagnosa IUGR (Intra Uterine Growth Retardation) c. bayi dalam keluarga yang mempunyai problema social 3. factor yang berhubungan dengan kehamilan a. abrupsio plasenta

b. plasenta previa c. pre eklamsi / eklamsi d. polihidramnion e. inkompatibilitas golongan darah f. kehamilan lama g. kehamilan ganda h. infeksi i. diabetes j. genitourinaria E. TANDA DAN GEJALA 1. Ibu tidak merasakan gerakan janin Diagnosis : a. Nilai DJJ Bila ibu mendaptkan sedatif, tunggu hilangnya pengaruh obat, kemudian nilai ulang. Bila DJJ tidak terdengar, pastikan adanya kematian janin dengan stetoskop ( Doppler). Bila DJJ baik,berarti bayi tidur. Rangsang janin dengan rangsangan suara (bel) attau dengan menggoyangkan perut ibu sehingga ibu merasakan gerakan janin. Bila DJJ meningkat frekuensinya sesuai dengan gerakan janin, maka janin dapat dikatakan normal. Bila DJJ cenderung turun saat janin bergerak, maka dapat disimpulkan adanya gawat janin. 2. Gerakan janin tidak dirasakan lagi. Diagnosis : Gejala dan tannda selau ada. Gejala dan tanda kadang kadang ada Diagnosis kemungkinan : Gerakan janinberkurang atau hilang. Nyeri perut hilang timbul atau menetap Perdarahan pervaginam sesudah hamil 22 minggu. Syok Uterus tegang / kaku. Gawat janin atau DJJ tidak terdengar. Solusio plasenta, gerakan janin dan DJJ tidak ada Perdarahan Nyeri perut hebat Syok Perut kembung / cairan bebas intra abdominal Kontur uterus abnormal Abdomen nyeri. Bagian bagian janin teraba. Denyut nadi bu cepat Rupture uteri. Gerakan janin berkurang atau hilang DJJ abnormal(<100/menit atau >140/ menit) Cairan ketuban bercampur mekonium Gawat janin. Gerakan janin / DJJ hilang Tanda tanda kehamilan berhenti. Tinggi fundus uteri berkurang. Pembesaran uterus berkurang

Kematian janin F. PENILAIAN KLINIK Janin : Pertumbuhan janin (-),bahkan janin mengecil sehingga TFU menurun. Bunyi DJJ tidak terdengar dengan stetoskop dan pastikan dengan Doppler. Keluhan ibu : Berat badan ibu menurun. Tulang kepala kolaps. USG : untuk memastikan kematian janin dimana gambarannya menunjukan janin tanpa tanda kehidupan. Pemeriksaan HCG urin menjadi negatif. Komplikasi : Trauma emosional yang berat menjadi bila watuu antara kematian janin dan persalinan cukup lama. Dapat terjadi infeksi bila ketuban pecah. Dapat terjadi koagulopati bila kematian janin berlangsung lebih dari 2 minggu. G. JENIS JENIS PERSALINAN UNTUK JANIN MATI Kematian janin dapat di bagi menjadi 4 golongan: Golongan l : Kematian sebelum masa hamil mencapai 20 minggu penuh. Golongan ll : Kematian sesudah ibu hamil 20 minggu hingga 28 minggu. Golongan lll :Kematian sesudah kehamilan lebih dari 28 minggu (Late Fetal Death). Golongan lV : Kematian yang tidak dapat di golongkan pada kertiga golongan diatas. Jenis jenis pertolongan persalinan untuk janin mati : 1. Pertolongan persalinan dengan perforasi kronioklasi Perforasi kronioklasi merupakan tindakan beruntun yang dilakukan pada bayi yang meninggal di dalam kandungan untuk memperkecil kepala janin dengan perforation dan selanjutnya menarik kepala janin ( dengan kranioklasi) tindakan ini dapat dilakukan pada letak kepala oleh letak sungsang dengan kesulitan persalinan kepala.Dngan kemajuan pengawasan antenatal yang baik dan system rujukan ke tempat yang lebih baik , maka tindakan proferasi dan kraioklasi sudah jarang dilakukan. Bahaya tindakan proferasi dan kraniioklasi adalah perdarahan infeki, trauma jalan lahir dan yang paling berat ruptira uteri( pecah robeknya jalan lahir). 2. Pertolongan persalinan dengn dekapitasi Letak lintang mempunyai dan merupakan kedudukan yang sulit untuk dapat lahir normal pervaginam. Gegagalan pertolongan pada letak lintang menyebabkan kematian janin, oleh karena itu kematian janin tidak layak dilkukan dengan seksio sesaria kecuali pada keadaan khusus seperti plasenta previa totalis, kesempitan panggul absolute. Perslinan di lakukan dengan jalan dekapitasi yaitu dengan memotong leher janin sehingga badan dan kepala janin dapat di lahirkan,

3. Pertolongan persalinan dengan eviserasi Eviserasi adalah tindakan operasi dengan mengeluarkan lebih dahulu isi perut dan paru (dada) sehingga volume janin kecil untuk selanjutnya di lahirkan. Eviserasi adalah operasi berat yang berbahaya karena bekerja di ruang sempit untuk memperkecil volume janin bahaya yang selalu mengancam adalah perdarahan,infeksi dan trauma jalan lahir dengan pengawasan antalnatal yang baik, situasi kehamilan dengan letek lintang selalu dapat di atasi dengan versi luar atau seksio sesaria. 4. Pertolongan persalinan dengan kleidotomi Kleidotomi adalah memotong tulang klavikula (tulang selangka) sehingga volume bahu mengecil untuk dapat melahirkan bahu. Kleidotomi masih dapat dilakukan pada anak hidup, bila diperlukan pada keadaan gangguan persalinan bahu pada anak yan besar. H. DIAGNOSIS 1. Anamnesis Ibu tidak merasakan gerakan janin dalam beberapa hari, atau gerakan janin sangat berkurang. Ibu merasakan perutnya tidak bertambah besar, bahkan bertambah kecil atau kehamilan tidak seperti biasanya. Atau wanita belakangan ini merasakan perutnya sering menjadi keras dan merasakan sakit seperti mau melahirkan. 2. Inspeksi Tidak terlihat gerakan-gerakan janin, yang biasanya dapat terlihat terutama pada ibu yang kurus. 3. Palpasi Tinggi fundus > rendah dari seharusnya tua kehamilan, tidak teraba gerakanan janin. Dengan palpasi yang teliti, dapat dirasakan adanya krepitasi pada tulang kepala janin. 4. Auskultasi Baik memamakai setetoskop monoral maupun dengan Deptone akan terdengar DJJ. 5. Reaksi kehamilan Reaksi kehamilan baru negatif setelah beberapa minggu janin mati dalam kandungan. 6. Rontgen Foto Abdomen Adanya akumulasi gas dalam jantung dan pembuluh darah besar janin Tanda Nojosk : adanya angulasi yang tajam tulang belakang janin. Tanda Gerhard : adanya hiperekstensi kepala tulang leher janin

Tanda Spalding : overlaping tulang-tulang kepala (sutura) janin Disintegrasi tulang janin bila ibu berdiri tegak Kepala janin kelihatan seperti kantong berisi benda padat. 7. Ultrasonografi 8. Tidak terlihat DJJ dan gerakan-gerakan janin. I. PENANGANAN PERTOLONGAN PERTOLONGAN PERSALINAN IUFD a. Penangan umum berikan dukungan emosional pada ibu b. Nilai DJJ c. Pilihlah cra persalinan dapat secara aktif dengan induksi maupun ekspektatif, perlu dibicarakan dengan pasien dan keluarganya sebelum keputsan diambil. Bila pilihan penangasalinan adalah akspetif: o Tunggu persalinan spontan hingg dua minggu o Yakinkan bahwa 90% persalinan spontan akan terjadi tanpa komplikasi. o Jika trombosit dalam 2 minggu menurun tanpa persalinan spontan,lakukan penaganan aktif o Jika penanganan aktif akan dilakukan, nilai serviks: o Jika serviks matang, lakukann induksi persalinan dengan oksitosin atau prostaglandin. o Jika serviks belum mtang, lakukan pematangan serviks dengan prostaglandin atau kateter foley. Catatan: janagan lakukan amniotomi Karena beresiko infeksi. Persalinan dengan seksio sesarea merupakan alternative terakhir Jika persalinan spontan tidak terjadi dalam 2 minggu, trombosit menurun dan serviks belum matang, matangkan serviks dengan misoprostol: Tempatkan misoprostol 25mcg di puncak vagina, dapat di ulani sesudah 6 jam. Jika tidak ada respon sesudah 2x25mcg misoprotol, naikan dosis menjadi 50mcgmenjadi setiap 6 jam. Catatan: jangan biarkan lebih dari 50mcg setiap kali dan jangan melebihi 4 dosis Jika ada tanda infeksi, berikan antibiotic untuk metritis. Jika tes pembekuan sederhana lebih dari 7 menit atau bekuan mudah pecah, waspadai koagulopati. Berikan kesempatan kepada ibu dan keluarganya untuk melihat dan melakukan berbagai kegiatan ritual bagi janin yang meninggal tersebut. Pemerikasaan patologi plasenta adalah untuk mengungkapkan adanya patologi plasenta dan infeksi.

ASUHAN KEBIDANAN Pada IBU HAMIL dengan IUFD PENGUMPULAN DATA DASAR Tanggal : 4 April 2011 jam : 08.00 WIB A. Subjektif 1. Anamnesa : Nama istri : Ny.Y nama suami : Tn. X Umur : 25 tahun umur : 26 tahun Agama : islam agama : islam Suku bangsa : jawa/indonesia suku bangsa : jawa/indonesia Pendidikan : SMA pendidikan : SMA Pekerjaan : swasta pekerjaan : swasta Penghasilan : - penghasilan : Alamat : Ds. Dander 2. Keluhan utama : Ibu mengatakan hamil 8 bulan, ibu mengeluhkan tidak merasakan gerakan pada janinnya sejak 3 hari yang lalu. 3. Riwayat kesehatan yang lalu : Ibu mengatakan bahwa sebelumnya tidak pernah menderita penyakit menular, keturunan maupun penyakit kronis. 4. Riwayat kesehatan keluarga : Ibu mengatakan bahwa dalam keluarga ibu dan suami tidak ada yang menderita penyakit menular, keturunan maupun penyakit kronis. 5. Riwayat haid : Menarche : 14 tahun Siklus : teratur, 28-30 hari Lama : 6-7 hari

Karakteristik : cair, bau anyir, warna merah segar Dismenorhea : Tidak pernah Dysfungsiblooding : Tidak pernah Fluoralbus : 2 hari sebelum dan sesudah haid HPHT : 24 agustus 2010 TTP : 31 mei 2011

6. Riwayat perkawinan : Nikah : 1 kali Lama : 1 tahun Usia nikah : 24 tahun 7. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu : Hamil ke Tempat partus penolong Cara / partus Keadaan bayi Jenis kelamin BBL (gram) uri Umur sekarang nifas No. Usia kehamilan 1. Hamil ini - - - - - - - - -

8. Riwayat kehamilan sekarang : Trimester I : Pada usia kehamilan 1-3 bulan periksa ke polindes rutin 3 kali, mengatakan mual dan muntah, mendapat tablet Fe 60 tablet dan TT1 Trimester II : ANC 2 X di BPS, merasakan gerakan janin pada umur 5 bulan kehamilan, mendapat tablet Fe 30 tablet, kalk dan TT2 Trimester III : ibu merasakan gerakan janin berkurang mulai 3 hari yang lalu. 9. Riwayat KB : Ibu mengatakan belum pernah mengikuti progam KB sebelumnya. 10. Pola kebiasaan sehari-hari : No . Pola Sebelum hamil Selama hamil 1. Nutrisi Makan 3 X sehari, porsi sedang, minum 6-8 gelas/hari, air putih + susu Makan 3 X sehari, porsi banyak minum 8 gelas/hari, air putih 2. Eliminasi BAB : 2 x sehari BAK : 6 x sehari BAB : 1 x sehari

BAK : 7 x sehari 3. Istirahat Siang : 1 jam Malam : 7 jam Siang : 1 jam Malam : 6 jam 4. Kebersihan Mandi 3 x sehari, ganti baju 2 x sehari, gosok gigi 3 x sehari, keramas 3 x/ minggu Mandi 2 x sehari, ganti baju 2 x sehari, gosok gigi 3 x sehari, keramas 3 x/ minggu. 5. Aktifitas Memasak, mencuci, membersihkan rumah, mengurus kebutuhan keluarga. Memasak, mencuci, membersihkan rumah, mengurus kebutuhan keluarga. 6. Seksual 4 x seminggu 1 x seminggu 7. Kebiasaan yang mengganggu Ibu tidak merokok, minum minuman beralkohol. Ibu tidak merokok, minum minuman beralkohol. 8. Rekreasi Menonton TV Menonton TV 11. Data psikososial : Psiko : Ibu merasa takut atas keadaan yang terjadi pada dirinya, karena ibu tidak merasakan gerakan janin semenjak 3 hari yang lalu. Social : hubungan antara ibu, keluarga dan tetangga sangat baik, sehingga selalu memberi dukungan pada ibu. Keluarga sangat mengharapkan kelahiran bayi yang sedang dikandung ibu. 12. Latar belakang sosial budaya : Ibu berasal dari suku jawa asli, dan ibu masih mengenal acara selamatan atau 4 bulanan dan selamatan 7 bulanan selama kehamilan. Ibu tidak pantang terhadap makanan tertentu. 13. Data spiritual : Ibu dan keluarga menganut agama islam dan taat beribadah. B. Obyektif 1. Pemeriksaan umum Keadaan umum : baik TTV : kesadaran : compos mentis TD : 140/90 mmHg BB : 67 kg Nadi : 82 x / menit TB :160 cm Suhu : 374 0C LILA : 28 cm Respirasi : 24 x /menit

2. Pemeriksaan khusus a. Inspeksi Kepala : kulit kepala bersih Rambut : hitam bersih, tidak ada ketombe, tidak rontok Muka : tidak ada kloasma gravidarum, bibir sedikit pucat Mata : konjungtiva tidak anemis, sclera putih Telinga : bersih, tidak ada serumen Hidung : bersih, tidak ada polip Mulut : bersih, tidak ada lubang dan tidak ada karies gigi Leher : tidak ada pembesaan kelenjar tyroid Dada : mammae membesar, terdapat hiperpigmentasi pada areola mammae, putting susu menonjol. Perut : pembesaran perutmemanjang, tidak ada bekas luka. Genetalia : vulva : oedem, mengeluarkan sedikit darah Anus : tidak ada hemoroid Ekstremitas : tidak ada oedem, tidak ada varises b. Palpasi Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid Dada : payudara tidak ada benjolan. Perut : Leopold I : TFU 2 jari diatas pusat, teraba lunak dan kurang bulat (bokong) Leopold II : perut bagian kiri teraba keras seperti papan (punggung), perut kanan teraba bagian kecil-kecil janin (ekstremitas). Leopold III : teraba keras dan bulat (kepala). Leopold IV : kepala belum masuk panggul. Mc. Donald : TFU 23 cm Ekstremitas : tidak ada varises, tidak ada oedem c. Perkusi Patella : ka/ki (+)/(+) d. Auskultasi Tidak ditemukan DJJ e. Pemeriksaan panggul luar : Distansia Spinarum : 25 cm Distansia Kristarum : 27 cm Konjugata Eksterna : 20 cm Lingkar Panggul : 82 cm f. Pemeriksaan panggul dalam :

fundus uteri tenang, dinding vagina licin, serviks tebal, pembukaan belum ada, selaput ketuban belum dapat dinilai g. Pemeriksaan penunjang : Darah Hb : 11,9 g% Protein urin : Negative USG : Tidak ada gerakan janin Dopler : Tidak terdengar DJJ h. Kesimpulan i. Ibu hamil G1P0000 j. Usia kehamilan 32 minggu k. Kehamilan intra uteri l. Janin mati m. Kehamilan tunggal n. Letak kepala U o. Punggung kiri p. Keadaan janin mati, DJJ negative q. Kesan panggul normal r. Keadaan umum ibu baik III. Analisa Data Diagnosa : G1P0000 umur 22 tahun, hamil 32 minggu, dengan IUFD. Masalah : Ibu dan keluarga belum mengetahui kalu janinnya telah meninggal. Kebutuhan : Memberikan penjelasan secara hati-hati pada ibu dan keluarga agar tidak shock atas keadaan ibu Merujuk ibu agar segera melahirkan janin yang telah meninggal IV. kebutuhan Segera V. INTERVENSI 1. Lakukan pendekatan pada klien R : agar pasien lebih kooperatif, dan memudahkan dalam menjalankan tindakan 2. Jelaskan pada ibu mengenai hasil pemeriksaan R : agar ibu dapat mengetahui mengenai keadaannya saat ini 3. Beritahu keluarga bahwa janin harus segera dilahirkan. R : agar tidak menjadi toksin ditubuh ibu 4. Anjurkan keluarga untuk mengambil keputusan tentang cara bayi akan dilahirkan.

R : agar bayi dapat segera dilahirkan dengan cara yang tepat. 5. Beri dukungan mental pada ibu dan keluarga. R : agar ibu dan keluarga dapat bersabar dan dapat menerima kenyataan. 6. Anjurkan pada ibu untuk menjaga kesehatan pasca tindakan melahirkan bayi dengan induksi. R : agar kehamilan selanjutnya dapat berjalan normal. VI. IMPLEMENTASI 1. Melakukan pendekatan pada klien,agar pasien lebih kooperatif, dan memudahkan dalam menjalankan tindakan dengan memperkenalkan diri,member tahu maksud dan tujuan tindakan yang akan dilakukan pada ibu. 2. Menjelaskan pada ibu mengenai hasil pemeriksaan, supaya ibu mengetahui akan keadaannya, yaitu bahwa janin dalam kandungan ibu telah meninggal yang ditandai dengan tidak adanya gerakan janin yang dirasakan oleh ibu dan tidak tedengarnya DJJ saat pemeriksaan berlangsung. 3. Memberitahu pada ibu dan keluarga agar segera mengambil keputusan untuk segera melahirkan janin agar nantinya tidak mengganggu kondisi kesehatan ibu dan tidak menjadikan racun / toksin ditubuh ibu. 4. Memberitahu ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan agar janin sesegera mungkin dilahirkan yaitu bidan berkolaborasi dengan Dr. obgin yang nantinya ibu akan dilakukan pemberian misoprostol 200 mg per oral / 12 jam (tindakan induksi persalinan) 5. Memberi dukungan mental kepada ibu dan keluarga agar ibu dan keluarga sabar dan dapat menerima keadaan yang terjadi. Memberi dukungan dan pendampingan pada ibu untuk tetap tabah dan menyerahkan segalanya pada yang lebih berkuasa, yaitu Tuhan. Ibu mengatakan sudah dapat menerima kematian bayinya dan mengatakan ikhlas atas hal tersebut. 6. Menganjurkan pada ibu dan suami untuk memikirkan tentang pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan guna mempersiapkan kehamilan yang berikutnya agar penyebab kematian bayinya dapat diketahui dan kejadian yang sama tidak akan terulang kembali VII. EVALUASI Tanggal : 4 april 2011 jam : 09.00 WIB Ibu sudah mengerti penjelasan yang diberikan oleh bidan dan ibu dapat menjawab peryanyaan yang diajukan bidan pada ibu serta dapat mempraktekkannya. Ibu dapat mengulang semua penjelasan yang dijelaskan bidan sebelumnya. Ibu G1P0A0 dengan IUFD, UK 32 minggu. Ibu dirujuk oleh bidan yang berkolaborasi dengan dr. Obgyn untuk segera dilakukan persalinan dengan diberi induksi misoprostol 200 mg per oral / 12 jam.