Anda di halaman 1dari 10

Kata pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayahnya makalah yang berjudul Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro dapat terselesaikan. Makalah ini disusun dalam rangka untuk membantu teman atau pembaca yang lainnya yang ingin mengetahui lebih banyak tentang cabang-cabang ilmu ekonomi yang ada di Indonesia. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari predikat sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat melengkapi makalah ini. Akhir kata, demikian terselesaikannya makalah ini diharapkan dapat membantu pembaca. Akhirnya, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penulis menyelesaikan makalah ini.

Sidoarjo,23 Desember 2008

Penulis

DAFTAR ISI Kata Pengantar . 1 Daftar isi . 2 Ekonomi Mikro .. 3 Ekonomi Makro . 4 Daftar Pustaka 10

EKONOMI MIKRO DAN MAKRO 1. Ekonomi Mikro


Pengertian ekonomi mikro
Ekonomi mikro merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang menganalisis bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.

Aspek-aspek dalam ekonomi mikro


a. Interaksi di pasar barang Pasar merupakan suatu institusi, yang tidak harus berwujud secara fisik, yang mempertemukan penjual dan pembeli suaru barang. Dalam pasar ini, penjual dan pembeli akan berinteraksi untuk menentukan tingkat harga barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan. b. Interaksi di pasar faktor produksi Dalam interaksi pasar faktor produksi, penjual dan pembeli akan terbentuk harga dan banyaknya faktor produksi yang akan digunakan. c. Tingkah laku produsen dan konsumen Dalam ekonomi mikro ditunjukkan bahwa bagaimana seorang pembeli menggunakan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa. Disisi lain dibahas juga bagaimana penjual menentukan tingkat produksi yang dilakukannya. Dalam tingkah laku produsen dan konsumen tersebut dibahas juga bagaimana pengalokasian sumber daya yang terbatas agar efektif dan efisien.

d. Pelaku-pelaku ekonomi mikro 1) Individu rumah tangga Bagi individu rumah tangga, ekonomi mikro memberikan suatu metode untuk mengelola sumber daya ekonomi yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan secara efisien. 2) Perusahaan Ekonomi mikro menyediakan metode agar perusahaan tersebut dapat memperoleh keuntungan maksimum. Ekonomi mikro memberi solusi bagi perusahaan dalam mengambil kebijaksanaan yang berkaitan dengan harga, jumlah barang dan pasar yang mereka masuki.

Ekonomi Makro
Pengertian ekonomi makro
Ekonomi makro merupakan cabang ilmu ekonomi yang membahas perekonomian secara keseluruhan atau agregat.

Apek-aspek dalam ekonomi makro


a. Inflasi Inflasi adalah gejala kenaikan harga secara umum dan terusmenerus. Gejala inflasi ditunjukkan dengan terjadinya kelebihan permintaan di tingkat makro. b. Pertumbuhan output Pertumbuhan output dapat diamati dari jumlah putput yang dihasilkan dari waktu ke waktu. Banyak factor yang berpengaruh pada pertumbuhan output sehingga kinerja perekonomian bias mengalami pasang surut atau berfluktuasi. c. Pengangguran Pengangguran adalah angkatan kerja yang tidak mendapatkan pekerjaan karena kesempatan kerja yang tersedia terbatas.Angka

pengangguran yang tinggi menyebabkan terjadinya krisis social dan penurunan ekonomi. d. Interaksi dengan perekonomian dunia Setiap Negara pasti membutuhkan Negara lain dalam kegiatan ekonominya. Karena itulah kerja sama ekonomi internasional terutama dalam hal perdagangan harus dilakukan. Dalam analisis makro, dibahas apakah kerja sama tersebut menguntungkan atau merugikan.

e. Peranan pemerintah Dalam ekonomi makro, peranan pemerintah menjadi salah satu aspek pembahasan yang cukup penting. Pembahasan ini difokuskan pada berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintahdalam kegiatan ekonominya.

Globalisasi Ekonomi
Pengertian globalisasi ekonomi
Globalisasi ekonomi adalah berbagai kegiatan ekonomi di seluruh dunia yang saling berhubungan satu sama lainnya. Globalisasi ekonomi dapat diibaratkan seperti laba-laba raksasa yang menghubungkan satu kegiatan ekonomi di sebuah negara dengan kegiatan ekonomi di negara lainnya. Dalam globalisasi ekonomi, negara-negara di dunia tidak dapat hanya mengandalkan kekuatannya sendiri apabila hendak memajukan setiap sektor ekonomi yang dijalaninya. Dalam menjalankan proses ekonomi dalam globalisasi ekonomi, tentu akan timbul berbagai macam masalah. Contohnya yaitu : a. Masuknya tenaga kerja k eke Negara maju dari Negara berkembang Globalisasi ekonomi ini diwujudkan melalui pendirian organisasi perdagangan Internasional yang menetapkan aturan main yang harus dijalankan oleh setiap negara yang menjadi anggotanya. Organisasi ini dikenal dengan nama WTO ( World Trade Organization) . Di dalam WTO,

diharapkan agar setiap negara tidak menutup atau membatasi negaranya untuk menerima produk-produk dari negeri lainnya.
b. Perpindahan investasi dari Negara maju ke Negara berkembang

Mengingat tingginya biaya produksi di negara-negara maju yang meliputi biaya tenaga kerja, biaya penyewaan pabrik, biaya pajak, juga biaya-biaya lainnya,maka banyak perusahaan-perusahaan yang memindahkan pabriknya ke negara berkembang dengan pertimbangan rendahnya biaya produksi disana. Perkembangan ini tentu akan membuat perekonomian negara maju semakin buruk c. Krisis ekonomi di Negara berkembang Seperti kita ketahui, globalisasi ekonomi membuatkondisi perekonomian suatu negara terkait dengan perekonomian negara lainnya. Negara negara maju itu banyak yang mengimpor bahan-bahan baku dari negara berkembang untuk keperluan berproduksinya. Dengan adanya krisis ekonomi yang melanda negara berkembang maka produksi bahan-bahan baku di negara tersebut jadi terhambat. Sehingga mengakibatkankegiatan produksi mereka juga terhambat.

MASALAH EKONOMI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH Masalah-masalah ekonomi


Kemiskinan
a. Gambaran kemiskinan Kemisikinan bersifat multidimensional. Hal ini karena kemiskinan sering dihubungkan dengan kesulitan dan kekurangan di berbagai keadaan hidup. Kemiskinan dipahami dalam berbagai bidang. 1) Gambaran kekurangan materi Kondisi ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar, seperti kebutuhan sandang, pangan, dan pelayanan kesehatan. 2) Gambaran tentang kebutuhan social

Hal ini termasuk ketergantungan dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat misalnya dalam hal pendidikan dan informasi. 3) Gambaran kekurangan penghasilan dan kekayaan yang memadai Gambaran ini termasuk ketidakmampuan dalam kepemilikan factor produksi sehingga produktivitasnya kurang. b. Macam-macam kemiskinan 1) Kemiskinan absolute Kemiskinan absolute menunjukkan keadaan seseorang atau sekelompok masyarakat yang taraf hidup atau pendapatannya rendah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar. 2) Kemiskinan relative Orang yang sudah mempunyai tingkat pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan dasar minimum tidak selalu tidak miskin. Walaupun sudah mencapai tingkat kebutuhan dasar minimum, tetapi masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan keadaan masyarakat sekitar maka orang tersebut masih dalam keadaan miskin.

Pengangguran
Macam-macam pengangguran : a. Pengangguran terbuka Pengangguran terbuka atau penuh yaitu mereka yang termasuk angkatan kerja tetapi tidak bekerja dan tidak mencari pekerjaan. b. Pengangguran setengah terpaksa Yaitu orang yang bekerja kurang dari 35 jam sepekan karena suatu sebab diluar kemampuannya. c. Pengangguran setengah sukarela

Orang yang termasuk pengangguran ini yaitu mereka yang memilih lebih baik menganggur daripada menerima pakerjaan yang dirasa tidak sesuai dengan kemampuan atau karena upah yang diterima tidak sesuai harapan. d. Pengangguran terdidik Yaitu mereka yang bekerja kurang dari yang sebenarnya dapat dikerjakan denagn keterampilan atau pendidikan yang dimiliki.

Kesenjangan distribusi pendapatan


Secara umum ada beberapa hal yang menyebabkan masalah kesenjangan distribusi pendapatan ini muncul, yaitu : a. Pertambahan penduduk yang tinggi sehingga mengakibatkan menurunnya pendapatan per kapita. b. Ketidak merataan pembangunan antar daerah c. Investasi yang lebih banyak pada proyek padat modal. Hal ini menyebabkan presentase pendapatan pemilik modal lebih banyak dari presentase pendapatan yang diterima tenaga kerja. d. Rendahnya mobilitas social e. Hancurnya industry rakyat atau usaha mikro karena kalah bersaing dengan industry besar Tinggi rendahnya tingkat kesenjangan distribusi pendapatan dapat diukur dengan criteria berikut: a. Kriteria bank dunia 1)Tingkat ketimpangan tinggi apabila kelompok 40% penduduk termiskin hanya memperoleh kurang dari 12% dari seluruh pendapatan nasional 2) Tingkat ketimpangan sedang apabila kelompok 40% penduduk termiskin memperoleh antara 12%-17% dari seluruh pendapatan nasional 3) Tingkat ketimpangan rendah apabila kelompok 40% dari penduduk termiskin memperoleh pendapatan lebih dari 17% dari total pendapatan nasional b. Koefisien gini

Koefisien gini merupakan ukuran ketidakmerataan agregat yang nilainya terletak antara 0 (kemerataan sempurna) sampai 1 (ketidakmerataan sempurna) 1) Ketidakmerataan tinggi, berkisar antara 0,50-0,70 2) Ketidakmerataan sedang, berkisar antara 0,36-0,49 3) Ketidakmerataan rendah, berkisar antara 0,20-0,35

Kebijakan ekonomi pemerintah


Sasaran kebijakan ekonomi
a. Meningkatkan persediaan dan memperluas pebagian bahan pokok yang dibutuhkan untuk bisa hidup. b. Meningkatkan taraf hidup termasuk menambah dan mempertinggi pendapatan, penyedia lapangan kerja, dan pendidikan yang lebih baik. c. Memperluas jangkauan pilihan ekonomi dan sosial bagi semua masyarakat.

Strategi kebijakan ekonomi


Untuk mencapai sasarannya, kebijakan ekonomi diarahkan pada : a. Peningkatan output yang tinggi dan terus menerus. b. Peningkatan penggunaan tenaga kerja tinggi dan penuruan pengangguran c. Pengurangan dan pemberantasan kemisikinan serta ketimpangan distribusi pendapatan d. perubahan sosial, sikap mental dan tingkah laku masyarakat, serta lembaga pemerintah.

Bentuk kebijakan ekonomi


a. Kebijakan untuk mengatasi kemiskinan 1) 2) 3) 4) Kebijakan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat Pembangunan pertanian dan usaha kecil Pembangunan sumber daya manusia Meningkatkan Peranan lembaga swadaya masyarakat

b. Kebijakan untuk mengatasi pengangguran 1) 2) 3) 4) Meningkatkan program padat karya Mendirikan balai latihan keterampilan Meningkatkan industrialisasi Menggiatkan program keluarga berencana

c. Kebijakan untuk mengatasi kesenjangan distribusi pendapatan Program kebijakan pemerataan distribusi pendapatan ditujukan untuk menaikkan produktivitas tenaga kerja. Contohnya seperti transmigrasi, pekerjaan umum, dsb.

DAFTAR PUSTAKA

10