Anda di halaman 1dari 8

TUGAS RESUME MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN MENGENAI ALAT-ALAT TANAM BENIH DAN MEKANISME KERJANYA

Oleh : 1. ABDUL AZIS 2. IFAN FACHRUR ROZI 3. ZENNITA SINTYA R. 101710201019 101710201057 101710201062

JURUSAN TEKHNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS TEKHNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER 2012

Alat Tanam Alat tanam merupakan alat yang digunakan untuk menanam biji-bijian sesuai dengan kedalaman dan jumlah biji yang dikehendaki. Alat tanam ini akan disesuaikan dengan kondisi tanah dan juga jenis dari biji-bijian yang ditanam. Setiap alat tanam akan memiliki spesifikasinya sendiri (Alihamsyah, 1997 ). Alat dan mesin penanam adalah suatu peralatan yang digunakan untuk menempatkan benih, tanaman, atau bagian tanaman pada areal yang telah disiapkan baik di dalam ataupun di atas permukaan tanah. Tujuan penanaman adalah menempatkan biji di dalam tanah untuk memperoleh perkecambahan dan tegakan yang baik, tanpa harus melakukan penyulaman Alat mesin penanam dibedakan menjadi dua, yaitu seeder dan rice transplanter (Purwadi, 1990). Macam-macam Alat Tanam Menurut Irwanto (1980, hal. 42) Macam dan jenis alat dan mesin penanam dapat digolongkan berdasarkan sumber tenaga atau tenaga penarik yang digunakan, yaitu: 1. alat penanam dengan sumber tenaga manusia, 2. alat penanam dengan sumber tenaga hewan, dan 3. alat penanam dengan sumber tenaga traktor.

Banyak sekali mesin tanam biji-bijian yang telah dibuat untuk mempercepta proses penanaman untuk membantu petani diantaranya adalah sebagai berikut (Purwadi, 1990 ) Prinsip Kerja Alat Tanam Prinsip kerja mesin tanam bibit adalah perputaran mesin (motor) baik motor baker amupun motor bensin yang akan memutarkan SMD sehingga terjadi sirkulasi perputaran benih yang menyebabkan benih masuk kedalam SMD dengan jumlah tertentu sesuai dengan setingan (pengaturan) yang kemudian disalurkan pada feed tube yang selanjutnya ditanam pada alur yang telah dibuat oleh furriw opener dan kemudian ditutup oleh converind device sehingga tertutup dan terhindar dari koservasi legas (Ciptohadijoyo, 2008). Pada umumnya bahwa prinsip dasar kerja dari alat tanam adalah sama, baik jenis yang didorong/ditarik tenaga manusia, ditarik hewan atau traktor. Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut: 1. Pembukaan alur atau lubang (khusus tugal) 2. Mekanisme penjatuhan benih 3. Penutupan alur atau lubang ( khusus tugal) ( Purwadi, 1990 ). Alat Tanam Jagung, Kedelai atau Kacang Tanah Alat Tanam ini berfungsi untuk Menanam biji-bijian pada lahan kering seperti misalkan Jagung, Kedelai ataupu Kacang Tanah. Alur tanam dapat diatur seperti 4 alur utk Jagung, 6 alur untuk Kedele, selain itu Implemen ini didesain untuk mampu dipakai pada tanah yang bergelombang atau tidak rata,

dengan menggunakan Alat Tanam ini akan didapatkan biaya tanam 40% lebih murah dibanding cara manual. Keunggulan lainnya Alat Tanam Jagung atau Kedelai ini cukup ringan dan kompak;,Alat Tanam ini dapat digandengkan dengan traktor roda 2 maupun traktor roda 4. Selain itu Alat Tanam ini menggunakan kontruksi pembuka alur tipe piringan ganda, sehingga dapat bekerja pada lahan yang kurang bersih, Pengeluaran benih lebih seragam dalam jumlah maupun jarak tanamnya (missing hill kurangt 5%). Mudah dilakukan pengaturan jarak tanam antara alur maupun jumlah alurnya,; Kapasitas kerja penanaman lebih cepat dibanding dengan penanaman yang menggunakan tugal (berkisar 20 hari per orang per ha). Kapasitas kerja ditarik traktor roda 4 dengan 6 baris tanaman berkisar 2,5 - 3 jam/ha,Kapasitas kerja ditarik traktor roda 2 dengan 3 baris tanaman berkisar 4 - 5 jam/ha,Mampu mengoptimalkan penggunaan traktor roda 2 maupun traktor roda 4 yaitu mengurangi waktu nganggur (idle time)

Spesifikasi 1. Tipe : tanam alur 2. Penarik : Traktor roda 2 / Traktor roda 4 3. Jarak tanam antara alur : Dapat diatur ( 30 80) cm 4. Kedalaman penanaman : 5 7 cm 5. Kapasitas : 0,5-0,6 ha/jam (6 baris tanam); 0,1 ha/jam (3 baris tanam) 6. Bobot (1 unit penanam) : 20 kg.

Alat Penanam Sederhana untuk Padi Sawah

Alat penanam ini sederhana dan unik. Operator hanya menarik handle (stang) untuk bergerak maju dan mendorong stang untuk gerakan menanam bibit. Alsin dapat dibuat oleh perajin lokal. Prototipe ini pernah diperbanyak untuk diperkenalkan ke beberapa daerah. Kapasitas tanam mencapai 25 jam/ha, sehingga dapat menghemat waktu tanam dibanding cara tanam biasa dengan menggunakan tangan yang membutuhkan 25-30 HOK/ha. Bibit yang akan ditanam adalah bibit hasil persemaian di dapok dan berumur 15-17 hari. Bibit siap tanam diambil dari persemaian dengan ukuran 24 cm x 50 cm dan ditempatkan di meja bibit alat penanam. Lahan sawah yang akan ditanami hendaknya telah diolah dan diratakan permukaannya serta dibiarkan minimal 24 jam. Lahan dalam kondisi macak-macak guna memudahkan pelampung meluncur dan melepaskan bibit saat dibenamkan. Alat penanam hasil modifikasi ini lebih unggul dibanding alat tanam sebelumnya, yaitu bobotnya ringan (20,8 kg dibanding sebelumnya 26 kg), pengoperasiannya lebih mudah, lintasan pertama menjadi pengarah bagi lintasan tanam berikutnya, alat dapat langsung dibelokkan di ujung lintasan

tanpa harus diangkat, dan tidak meninggalkan lubang-lubang jejak kaki operator pada permukaan lahan. Kapasitas kerja lapang adalah 22 jam/ha, sedangkan cara biasa tanpa alat membutuhkan tenaga 25-30 HOK/ha. Jumlah lubang tidak tertanami dan jumlah tanaman rebah masing-masing 4,3% dan 5,1%. Biaya operasional penggunaan alat tanam juga lebih rendah, yakni Rp273.760/ha, dibanding ongkos tanam dengan cara biasa/tanpa alat yang mencapai Rp460.000/ha (Marsudi).

Prototipe alat penanam bibit padi penanam bibit padi di lapangan. empat baris hasil modifikasi.

Penggunaan alat

Spesifikasi alat penanam manual untuk padi sawah.

Jumlah larikan : Kapasitas kerja : Jarak antarlarikan tanam : Lebar kerja : Sumber tenaga : Dimensi (P x L x T) :

4 baris tanam 22 jam/ha 25 cm 100 cm Operator (manusia) 900 mm x 1.250 mm x 640 mm

Dimensi meja bibit : Jumlah pelampung (skid) : Ukuran pelampung : Bobot kosong/penuh : Kebutuhan tenaga : Mekanisme penanaman :

1.010 mm x 510 mm 2 buah 905 mm x 140 mm x 45 mm 220,8/24,0 kg 2 orang (operator dan penyedia bibit) Jari penanam tetap, digerakkan oleh operator dengan mekanisme tuas

DAFTAR PUSTAKA Alihamsyah. 1997. Penelitian dan Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian Menunjang Pertanian Tanaman Pangan di Lahan Pasang Surut. Jakarta: Gramedia. Ciptohadijoyo. 1991. Alat dan Mesin Pertanian II. Yogyakarta: Jurusan Mekanisasi Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Purwadi. 1990. Mesin dan Peralatan Usaha Tani Edisi keenam. Yogyakarta: Gadjah Mada University Prees. Irwanto. 1980. Alat dan Mesin Budidaya Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor. http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/wr322103.pdf