Anda di halaman 1dari 2

http://adelphos-konseling.net/?

p=186
PENGENALAN BAKAT DAN MINAT STUDI Bakat berarti kepandaian atau di bawa dari lahir (Kamus Bahasa Indonesia). Dan dalam bahasa Inggris bakat disebut talent yang berarti bakat alamiah yang di miliki seseorang. Jadi yang di maksud dengan anak berbakat adalah anak yang oleh profesional diidentifikasikan sebagai anakyang mampu mencapai prestasi yag tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul. Kemampuan tersebut meliputi: 1. Kemampuan intelektual umum (kecerdasan atau inteligensi). 2. Kemampuan akademik khusus. 3. Kemampuan berpikir kreatf-produktif. 4. Kemampuan memimpin. 5. kemampuan dalam salah satu bidang seni. 6. Kemampuan psikomotor (seperti dalam olah raga) (Utami Munandar mengutip definisi menurut U.S.O.E) Untuk mengenal bakat anda dapat melalui dua cara yaitu non tes dan tes. Cara non tes melalui penelusuran bakat dengan evaluasi diri, percobaan, penilaian orang tua,atau teman. Sedangkan cara kedua melalui Tes Bakat dan Minat. Berikut ini saya hanya akan membahas 1 dari sekian banyak keterangan alat tes untuk bakat dan minat studi anda yaitu Tes DAT untuk bakat dan kuder untuk minat. Menurut DAT (Differential aptitude tes) , bakat yang di ukur menyangkut: 1. Verbal Reasoning (Penaral verbal). 2. Numerical Ability (Kemampuan angka). 3. Absract Reasoning (Penalaran Abstrak). 4. Space Relation (Tilikan ruang). 5. Mechanical Reasoning (Penalaran mekanis). 6. Clarical Speed and Acurat (Kecepatan dan ketelitian klarikal). 7. Language Usage: Spelling (Pemakaian bahasa). 8. Language Usage: Grammer (Pemakaian bahasa: tata Bahasa) (The psychological Corporation, Your Aptitudes as Meansured by Differential Aptitude Tes, New York,1963). Untuk memahami minat dan studi anda, dapat mengunakan testing minat menurut Kuder (1966). Kuder membagi ke dalam 10 kelompok minat yang dimiliki setiap orang yaitu: 1. Outdoor yang menyangkut: pekerjaanyang biasa dilakukan di luar rumah atau pada alam sekitar. Misalnya: pertanian, nelayan, peternak, kapten kapal, pilot, dsb. 2. Mechanical adalah pekerjaan yang berkaitan dengan mesin-mesin atau alat tehnik seperti semua bidang tehnik termasuk tehnik industri. 3. Computational adalah kelompok minat terhadap suatu pekerjaan atau jabatan hitung menghitung. Misal: pedagang, akutansi, pemegang buku, dll. 4. Science adalah kelompok minatyang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Misalnya: fulkanologi, metereologi, laboratorium, dokter, dll. 5. Persuasive adalah kelompok minat yang menyangkut mempengaruhi orang lain. Misalnya: guru, dosen, menager, propaganda, sales. 6. Artistic adalah kelompok minat yang memerlukan keterampilan seni: pelukis,pemahat, designer, dekorasi. 7. Literary adalah kelompok minat literature atau minat yang berkaitan dengan bahasa, tulis menulis, wartawan, sekretaris. 8. Musical adalah kelompok minat yang berkaitan dengan masalah musik. 9. Sosial Service adalah kelompok minat yang berhubungan dengan layanan atau membantu orang lain. Seperti: pendeta, rohaniwan, konselor. 10. Clerical adalah kelompok minat yang berkaitan dengan pekerjaan administrasi. PENGAYAAN BAKAT DAN MINAT 1. Anda Pribadi yang Special. a. Anda didesign oleh Tuhan secara unik, berbeda satu dengan yang lain, kemidian Tuhan memberikan seperangkat sarana untuk bertumbuh ke arah yang maksimal. b. Setiap anak normal yang dilahirkan memiliki potensi atau bakat bawaan, namun benih potensi tersebut tidak akan bertumbuh dengan baik apabila tidak dirawat dengan baik. Apalagi anak-anak sudah berdosa. Dosa telah mengaburkan bahkan membunuh potensi untuk berbuat baik. Itu sebabnya anank-anak lebih cakap atau terampil melakukan keburukan dari pada kebaikan. c. Keadaan bakat Anda dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti: biologis, psikologis, social, dan spiritual. 2. Pengayaan keberbakatan Anda: a.Tingkat 1, Bakat, kapasitas, kemampuan atau aptitude bawaan. Dari usia anak sudah mulai nampak b. Tingkat 2, Pembawaan perlu di pupuk, dilatih, dan dikembangkan agar dapat terwujud, dan untuk itu diperlukan kerja keras. c. Tingkat 3, Bakat yang sudah nyata: talenta dan kinerja tingkat tinggi dan luar biasa. 3. Orang Tua Perlumendukung Pertumbuhan Anak: a.Menjamin dan menyakinkan bahwa anak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh banyak pengalaman yang beragam. b. Setiap anak walaupun sekadung tetap berbeda bakat dan minat. Oleh karena itu orang tua jangan menyamakan semua anak dengan potensi yang satu.

c. Kreatifitas anak akan muncul kalau diberikan kebebasanberkreasi, dan orang tua perlu aspek akan hasil kreasinya yang positif. d. Kedekatan emosi sangat mempe-garuhi bagi terciptanya kreatifitas yang baru. Anak akan mogok bila mengalami permusuhan atau penolakan. e. Dorong anakuntuk berprestasi tetapi buka angka. Lebih baik imajinasi dan kejujuran daripada ilai atau renking tertinggi. f. Menghargai kreatifitas setiap anak, baik secara verbal maupun nonverbal. g. Orang tua perlu jadi model: keaktifan dan kemandirian. h. Orang tua tetap perlu menerapkan disiplin yang konsisten bagi anak-anak. 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi bakat seperti teman sebaya, sekolah, dan masyarakat.

http://www.psikologizone.com/remaja-pekerjaan-dan-pemilihan-karir
Dalam perkembangan sosio emosional remaja, terdapat suatu bahasan menarik mengenai remaja dalam pemahaman pekerjaan dan juga dalam penentuan pemilihan karir pekerjaan. Dalam keadaan yang normal, seseorang dapat memilih suatu pekerjaan yang disenanginya. Dalam hal ini subjektifitas orang akan nampak. Pada anak-anak dan remaja unsur subjektifnya tadi masih sangat menguasai sehingga pilihannya tadi tidak bisa terlalu realistis. Misalnya anak kecil ingin menjadi sopir bis karena atas dasar pengalamannya yang masih terbatas, dirasa begitu menarik untuk duduk di belakang stir kendaraan yang begiptu besar. Pilihan pekerjaan yang sungguh-sungguh bukanlah suatu tindakan sesaat saja, melainkan merupakan hasil suatu proses pemikiran dan pengalaman tertentu, walaupun hasilnya nanti mungkin juga dapat bersifat sementara lagi. Dalam kenyataannya seorang remaja ketika menentukan pilihan karir, seringkali tidak dilakukannya sendiri. Berk (1993) menyatakan bahwa penentuan dan pemilihan karir seorang remaja ditentukan oleh berbagaa faktor diantaranya orang tua, teman-teman, gender, dan karakteristik diri sendiri. Berikut adalah penjelasan mengenai faktor yang mempengaruhi pemilihan karir pekerjaan pada remaja. Orang Tua Orang tua ikut berperan dalam menentukan arah pemilihan karir pada anak remajanya. Walaupun pada akhirnya keberhasilan dalam menjalankan karir selanjutnya sangat tergantung pada kecakapan dan keprofesionalan pada anak yang menjalaninya. Karena hal ini berkaitan dengan masalah pembiayaan pendidikan, masa depan anaknya agar terarah dengan baik, maka sekalipun orang tua turut ikut campur agar anaknya memilih program studi yang mampu menjamin kehidupan karirnya. Biasanya orang tua yang berkecukupan secara ekonomi menghendaki anaknya untuk memilih program studi yang cepat menghasilkan nilai materi, misalnya fakultas ekonomi (akuntasi, manajemen), teknik, farmasi, kedokteran (umum dan gigi) dan lain-lain. Anggapan orang tua, anak yang mampu memasuki program ini tentu akan terjamin masa depannya. Dalam kenyataannya tak selamanya yang menjadi pilihan orang tua akan berhasil dijalankan oleh anaknya, kalau tidak disertai oleh minat bakat, kemampuan, kecerdasan, motivasi internal dari anak yang bersangkutan, hal inilah yang perlu diperhatikan. Teman (Peer Group) Tidak dipungkiri, pada kenyataannya, lingkungan pergaulan dalam kelompok remaja cukup memberi pengaruh pada diri seseorang dalam memilih jurusan program studi di SMA maupun Perguruan Tinggi. Mereka mungkin merasa tidak enak kalau tidak sama dalam pemilihan jurusan atau program studi. Pengaruh teman kelompok sebaya ini bersifat eksternal. Bila remaja tidak mempunyai dorongan internal, minat bakata atau kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas atau tuntutan, maka kemungkinan akan mengalami kegagalan. Peran Jenis Gender Stereotype masyarakat seringkali telah menilai terhadap jenis kelamin seseorang. Masyarakat menghendaki agar jenis tugas atau pekerjaan tertentu dilakukan oleh jenis kelamin tertentu pula. Memang baik diakui atau tidak, jenis kelamin kadang-kadang menentukan seseorang dalam memilih karir pekerjaan. Seorang perempuan mungkin akan mengambil karir yang kiranya dapat dijalaninya, tanpa banyak hambatan dengan peran jenis gendernya nanti di kemudian hari, misalnya sekretaris, dokter anak, psikolog anak, guru atau dosen, penunggu atau penjaga toko dan sebagainya. Demikian pula sebaliknya seorang laki-laki akan memilih sesuai dengan dirinya misalnya tentara, polisi, hakim, jaksa dan lain sebagainya. Karakteristik Kepribadian Individu Hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik pribadi yang mempengaruhi pemilihan program studi maupun karir individu, diantaranya bakat minat, kepribadian, dan intelektual. Sudah banyak lembaga pendidikan SMA yang mengadakan tes psikologi dengan membantu siswa-siswinya dalam menentukan jurusan agar sesuai dengan minat dan bakatnya. Hal ini untuk menghindari penyesalan dalam pengambilan studinya atau merasa tidak cocok dengan minat bakatnya. Keberhasilan dalam memilih dan menjalankan program studi serta karir pekerjaan sangat ditentukan karakteristik kepribadian individu yang bersangkutan. Individu yang memiliki minat, kemampuan, kecerdasan, motivasi internal, tanpa ada paksaan dari orang lain, biasanya akan mencapai keberhasilan dengan baik. Keberhasilan tidak dapat diukur secara materi finansial yang melimpah, tetapi seberapa besar nilai kepuasan hidup yang diperoleh melalui pilihan-pilhan tersebut.

istilah aptitude tes (tes bakat/tes kemampuan) dan interest testing (tes minat). Tes bakat ditujukan untuk mengevaluasi rentang kemampuan mental yang ditunjukkan seseorang untuk melakukan kegiatan kerja maupun aktivitas sehari-hari. Indikatornya biasanya meliputi kemampuan verbal, numerik, mengingat, pemecahan masalah praktis, dsb. Hasil tes bakat akan menunjukkan area relatif dari kekuatan dan kelemahan seseorang, sehingga bisa digunakan untuk mengarahkan pemilihan pekerjaan, misalnya menghindari pekerjaan yang terkait dengan kelemahan individu serta mencari pekerjaan yang memanfaatkan kekuatan individu. Sementara, tes minat, indikatornya terkait dengan ketertarikan/minat atau individu terhadap area atau aktivitas bidang kerja, misalnya apakah suka bekerja dengan angka, kegiatan menganalisis, bertemu dengan orang, menjual, dsb. Untuk seleksi karyawan, penggunaannya harus berhati-hati, karena pelamar seringkali mengarahkan jawabannya sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan dan bukan karena minat pribadinya.