Anda di halaman 1dari 17

1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Osilator adalah suatu rangkaian yang menghasilkan keluaran dengan amplitudo berubah-ubah secara periodik dengan waktu. Osilator dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu osilator balikan dan osilator relaksasi. Pada osilator balikan sebagian daya keluaran dikembalikan ke masukan. Sedangkan pada osilator relaksasi merespon piranti elektronika yang akan bekerja pada selang waktu tertentu. Kondisi seperti ini akan berulang secara mandiri dan kontinu. Salah satu contoh dari osilator relaksasi adalah gelombang persegi. Gelombang persegi adalah gelombang non-sinusoidal, biasanya ditemui dalam elektronika dan pemrosesan sinyal. Sebuah gelombang persegi yang ideal bergantian secara teratur dan seketika antara dua tingkat. Dalam praktikum ini akan digunakan IC Timer 555 yang berfungsi sebagai penghasil gelombang kotak. IC Timer 555 ini sangat popular, popular disini maksudnya adalah sering digunakan. Hal ini, berhubungan dengan fungsinya yang cukup banyak. Selain itu, IC Timer 555 merupakan mesin pewaktu yang pertama kali dikenalkan dan dikomersilkan oleh signetics corporation. Untuk menghasilkan gelombang kotak ini, IC Timer 555 dirangkai secara Astable. Dengan rangkaian astable akan menghasilkan sinyal kotak yang terus berdetak dengan duty cycle tertentu selama catu daya tegangan tidak dilepaskan. Proses dari praktikum yang akan dilakukan mula-mula alat dan bahan dirangkai sesuai desain. Lalu rangkaian diberi isyarat input dengan menghubungkan rangkaian pada catu daya dan osiloskop. Kemudian skala tegangan dan frekuensi diatur hingga muncul gelombang kotak yang bagus pada osiloskop. Setelah itu, keluaran yang diperoleh diamati dan digambarkan pada kertas grafik.

Rangkaian osilator gelombang persegi banyak diaplikasikan pada alat-alat pemenuh kebutuhan sehari-hari, misalnya saja pada jam digital, hiasan dengan menggunakan lampu LED, metronome dalam industry music, timer counter dll. Mengingat pentingnya pemahaman tentang osilator gelombang kotak, maka diadakanlah praktikum ini sehingga pemahaman terhadap osilator tidak diragukan lagi serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang telah dibuat sebelumnya antara lain :
1. Bagaimana perbandingan nilai frekuensi gelombang output yang dihasilkan

antara teori dan praktikum? 2. Bagaimana pola siklus aktif dari gelombang persegi yang dihasilkan osilator?

1.3 Tujuan Tujuan dari dilakukannya praktikum ini antara lain : 1. Bagaimana perbandingan nilai frekuensi gelombang output yang dihasilkan antara teori dan praktikum? 2. Mengetahui pola siklus aktif dari gelombang persegi yang dihasilkan osilator. 3. Menampilkan gelombang persegi yang dihasilkan oleh osilator dengan frekuensi yang ditentukan oleh komponen tahanan dan kapasitor.

1.4 Manfaat

Manfaat dari osilator gelombang kotak yang dihasilkan oleh IC Timer 555 dalam kehidupan sehari-hari misalnya saja untuk jan digital, hiasan menggunakan lampu LED, metronome dalam industry music, timer counter, atau dengan lebih dalam mengutak-atik lagi akan didapat PWM ( Pulse Width Modulation) yang mengatur frekuensi sinyal logika high untuk mengatur duty cycle yang diinginkan.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Berbagai konfigurasi rangkaian menghasilkan keluaran yang pada dasarnya berupa bentuk gelombang sinusoidal, tanpa mendapat sinyal masukan. Prinsipprinsip dasar yang berlaku untuk osilator ini akan dipelajari. Disamping itu dipelajari juga cara penentuan syarat-syarat agar osilator berlangsung, serta agar frekuensi dan amplitudonya stabil. Penguat memberikan keluaran Xo sebagai akibat sinyal Xi yang diterapkan langsung pada terminal masukan(Malvino, 1985). Suatu osilator yang mula-mula sudah disetel pada suatu frekuensi yang tertentu, selalu tidak akan bertahan pada frekuensi mula-mula, melainkan hanyut ( drift) dan berkelana dalam frekuensinya. Kadang-kadang dalam satu arah, kadangkadang tidak menentu. Stabilitas osilator adalah suatu ukuran dari kemampuannya untuk bertahan sedekat mungkin pada suatu frequensi tertentu dalam waktu yang sepanjang mungkin. Penyimpangan-penyimpangan frequensi ini terjadi oleh karena

nilai-nilai dari ciri-ciri Kristal yang menentukan frequensi osilator, tidak tetap harganya terhadap waktu(Millman, 1984). Fenomena osilasi tercipta karena karena ada ketidakstabilan pada system penguat dengan umpan balik. Biasanya system umpan balik dibuat untuk mencapai suatu keadaan stabil pada keluaran dengan mengatur porsi penguatan umpan balik dengan nilai tertentu. Namun ada suatu keadaan dimana system menjadi tidak stabil. Secara matematis Vout/Vin=A/(1+AB) inilah syarat terjadinya osilasi, jika dan hanya jika penguatan system keseluruhan = 1 dan fase sinyal tergeser sebesar 180 derajad. seperti diketahui pada rangkaian filter pasif, satu tingkat rangkaian RL atau RC dapat menggeser fase sinyal sebesar 90 derajat(Sedra, 1986). IC timer 555 atau sering disebut dengan IC 555 adalah salah satu IC yang sangat populer. Populer disini karena banyak sekali kegunaan dari IC ini, dan banyak orang tertarik menggunakannya dengan berbagai fungsi yang ada didalamnya. IC ini pertama kali diperkenalkan oleh signetics corporation sebagai SE555/NE555 dan disebut The IC Time Machine yang merupakan mesin timer pertama dan dikomersialkan. Fungsi dari IC555 bisa bermacam-macam, karena dapat menghasilkan sinyal pendetak/sinyal kotak. Tergantung kreativitas saja untuk merangkainya, beberapa diantaranya adalah sebagai clock untuk jam digital, hiasan menggunakan lampu LED, menyalakan 7-segment dengan rangkaian astable, metronome dalam industry music, timer counter, atau dengan lebih dalam mengutak-atik lagi dapat memberikan PWM (pulse width modulation) yang mengatur frekuensi sinyal logika high untuk mengatur duty cycle yang diinginkan. (http://elektindo.com/link/artikel-astable) Rangkaian astable akan menghasilkan sinyal kotak yang terus berdetak dengan duty cycle tertentu selama catu tegangan tidak dilepaskan. Prinsip kerjanya, jika pada rangkaian monostable dipicu dengan tegangan berlogika high ke low (kurang dari 1/3 Vcc) pada pin-2, rangkaian astable ini dibuat untuk memicu dirinya sendiri. Rangkaian ini memanfaatkan osilasi tegangan pada kapasitor disekitar 1/3 Vcc sampai 2/3 Vcc. Komponen eksternal yang diperlukan adalah sebuah kapasitor

(C1) dan dua buah resistor (RA dan RB). Adapun untuk kestabilan tegangan referensi komparator-A, digunakan sebuah kapasitor lagi (C2) pada pin-5 sebesar 10nF ke ground. Sedikit terkait dengan deskripsi pin yang telah dibahasi diatas, saat transistor Q1 ON maka resistansi menuju ground pada emitternya sangat kecil, sehingga ground seakan-akan tersambung diantara kedua resistor. Namun ketika transistor Q1 off, resistansi antara collector dan emitternya sangat besar dan sulit dilewati arus, seakan terjadi open circuit. Pada akhirnya output yang terjadi berupa sinyal kotak akan mendetak secara kontinu dengan frekuensi tertentu seiring dengan berosilasinya tegangan pada kapasitor di 1/3 Vcc sampai 2/3 Vcc. Osilasi yang dimaksud disini dapat dijelaskan yaitu, sesaat tegangan kapasitor melebihi 2/3 Vcc komparator-A mengeluarkan output high yang akan me-reset RS flip-flop dan tegangan pada kapasitor akan turun(discharging) secara transient. Sesaat tegangan pada kapasitor C1 berkurang dari 1/3 Vcc, output komparator-B akan berlogika high dan men-set RS flip-flop, selanjutnya tegangan kapasitor akan naik secara transient (charging) dan begitu seterusnya berosilasi menghasilkan pulsa. Jadi, saat berosilasi tegangan kapasitor tidak akan kurang dari 1/3 Vcc dan melebihi 2/3 Vcc. Duty cycle yang merupakan persentase waktu sinyal output berlogika high dalam satu periode (http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/397/jbptunikompp-gdlfajarsetia-19811-5-babii.pdf)

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan dalam eksperimen ini antara lain : 1. IC Timer 555 berfungsi sebagai pembentuk gelombang kotak 2. Power Supply 5 V berfungsi sebagai sumber tegangan
3. Resistor 20 k berfungsi sebagai hambatan pada rangkaian

4. Resistor 4,7 k berfungsi sebagai hambatan pada rangkaian 5. Kapasitor 10 nF (0,01F) berfungsi sebai penyimpan muatan 6. Osiloskop berfungsi sebagai penampil gelombang output

3.2 Desain Percobaan

Gambar 3.2.1 Rangkaian Osilator dengan IC 555

Gambar 3.2.2 Rangkaian pengeras suara

3.3 Langkah Kerja Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam eksperimen ini adalah : 1. 2. 3. Alat dan bahan disusun sesuai desain percobaan Terminal catu daya dari rangkaian dihubungkan dengan catu daya 5 volt. Setelah benar catu daya yang bersangkutan dihidupkan Kabel daya osiloskop dihubungkan dengan jaringan litrik dan keluaran rangkaian dihubungkan ke salah satu masukan osiloskop. Skala tegangan dan frekuensi diatur sehingga tampilan tampak bagus.
4.

Buat perhitungan frekuensi Data yang diperoleh dimasukkan pada table pengamatan. 3.4 Metode Analisis 3.4.1 Tabel Pengamatan

5.

NO

Resistor Kapasitor f f D D (k) (teori) (praktik) (teori) (praktik)

R1 1 2 3 4 5

R2

(F)

(kHz)

(kHz)

(%)

(%)

3.4.2

Metode Analisis Dengan Perhitungan


1 1,44 = (Hz) T ( R1 + 2 R2 ) C

f =

dengan T = periode (detik) dan siklus aktif (D) dengan persamaan


D= R1 + R2 (dalam %) R1 + 2R2

10

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil 4.1.1 Hasil untuk rangkaian osilator Tabel hasil perhitungan
n o 1 2 3 4 5 R1( ) 2000 0 1000 0 2000 0 2000 0 1000 0 R2( ) 4700 4700 1000 0 1000 0 4700 C (F) 1E08 1E08 1E08 2E08 2E08 f(teori) (kHz) 4,9 7,4 3,6 1,8 3,7 f(prak) (kHz) 5 7,4 9,09 8,7 10 D(teori) (%) 84 75,77 75 75 75,77 D(prak) (%) 97,96 100 39,6 20,7 24,49

Gambar 1. Gelombang yang nampak pada osiloskop untuk data keempat

11

4.1.2 hasil untuk rangkaian pengembangan Dengan = 1,8 div; time/ div = 20 mikrosekon; f = 27777,78 Hz

Gambar 2. Gelombang yang nampak untuk rangkaian pengembangan

4.2 Pembahasan Osilator merupakan suatu rangkaian yang menghasilkan gelombang keluaran dengan nilai amplitudo yang berubah-ubah. Osilator dikelompokkan menjadi dua, yaitu osilator balikan dan osilator relaksasi. Pada praktikum ini, dipelajari tentang osilator relaksasi karena gelombang output yang dihasilkan merupakan gelombang persegi. Osilator relaksasi merespon piranti elektronika yang akan bekerja pada selang waktu tertentu. Aktivitas ini berulang secara mandiri dan kontinu. Dalam praktikum ini, dihasilkan outpu berupa gelobang kotak sebab pada rangkaian digunakan IC Timer 555. IC Timer 555 ini dirangkai secara astable sehingga menghasilkan sinyal kotak yang terus berdetak dengan duty cycle tertentu selama catu daya tidak dilepaskan.

12

Praktikum ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan nilai frekuensi yang dihasilkan pada output dan membandingkan antara nilai frekuensi teori terhadap nilai frekuensi hasil praktikum. Serta, juga untuk mengetahui pola siklus aktif dari gelombang persegi yang dihasilkan oleh osilator. Dimana, nilai-nilai ini tergantung pada nilai-nilai hambatan dan kapasitor yang digunakan pada rangkaian. Dari hasil praktikum menunjukkan semakin kecil nilai hambatan pada R2 terhadap R1 maka nilai frekuensi yang didapat semakin besar dan semakin besar nilai kapasitornya maka nilai frekuensi yang didapat semakin kecil juga. Hal itu dapat dilihat dari tabel hasil perhitungan. Dimana pada data 1 dan 2, ketika R1 = 20 k dan R2 = 4,7 k memiliki nilai frekuensi sebesar 4,9kHz pada f(teori) dan 5kHz padaf(praktek). Sedangkan ketika R1=10k dan R2= 4,7k memiliki nilai frekuensi sebesar 7,4kHz. Serta untuk data 3 dan 4, ketika nilai kapasitor 0,02
mikroF dan 0,01 mikroF dengan nilai hambatan yang sama diperoleh frekuensi

yang lebih besar pada rangkaian dengan nilai kapasitor lebih kecil. Hal itu disebabkan pada besarnya arus yang masuk pada rangkaian, semakin besar hambatan yang digunakan maka semakin kecil arus yang masuk sehingga output gelombang yang dihasilkan juga semakin kecil. Sedangkan untuk perbedaan nilai frekuensi antara frekuensi teori dan frekuensi praktek dapat disebabkan pada kesalahan dalam perhitungan yang dilakukan atau juga dapat disebabkan adanya haambatan dalam yang tidak masuk dalam perhitungan sehingga nilai frekuensi praktek berbeda dengan nilai frekuensi teori. Untuk pola siklus aktif dari gelombang persegi dapat diamati dari gambar yang didapat. Serta dari hasil perhitungan yang diperoleh. Untuk gambar-gambar yang didapat menunjukkan gelombang hanya menampakkan garis pada lembah dan puncak, itu disebabkan dari pemilihan nilai resistor yang dipilih oleh praktikan.

13

BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa : 1. Nilai frekuensi teori dan praktek mengalami perbedaan, hal itu dimungkinkan karena kesalahan dalam perhitungan yang dilakukan atau juga dapat disebabkan adanya haambatan dalam yang tidak masuk dalam perhitungan sehingga nilai frekuensi praktek berbeda dengan nilai frekuensi teori. 2. Pola siklus aktif dari osilator gelombang persegi menunjukkan garis yang nampak jelas hanya pada lembah dan bukit. Hal itu dapat disebabkan karena pemilihan nilai hambatan yang digunakan pada rangkaian 3. Semakin kecil nilai hambatan pada R2 terhadap R1 maka nilai frekuensi yang didapat semakin besar dan semakin besar nilai kapasitornya maka nilai frekuensi yang didapat semakin kecil juga.

5.2 Saran Dalam melakukan praktikum sebaiknya menggunakan waktu secara efisien, serta perlu berhati-hati dalam memasang catu daya karena IC yang digunakan sangat sensitif dan gampang meledak.

14

DAFTAR PUSTAKA

Mallvino. 1985. Prinsip-Prinsip Elektronika. Jakarta : Erlangga Millman. 1984. Mikroelektronika. Jakarta : Erlangga Sedra, Adel S. 1989. Rangkaian Mikroelektronika. Jakarta : Erlangga Fatonialaudin. 2012. Mengenal IC Timer 555.
http://elektindo.com/link/artikel-astable

Anonim. 2011. Mengenal Komponen IC Timer 555.


http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/397/jbptunikompp-gdlfajarsetia-19811-5-babii.pdf

15

LAMPIRAN
n o. 1 2 3 4 5 C (F) 0,000000 01 2 0,000000 01 2,7 0,000000 01 2,2 0,000000 02 2,3 0,000000 02 2 time/di v (s) 0,0001 0,00005 0,00005 0,00005 0,00005

R1() 20000 10000 20000 20000 10000

R2() 4700 4700 10000 10000 4700

T 0,0002 0,00013 5 0,00011 0,00011 5 0,0001

T 0,00001 0,00000 5 0,00000 5 0,00000 5 0,00000 5

I (%) 5 3,703703 7 4,545454 55 4,347826 09 5

K(%) 95 96,29629 63 95,45454 55 95,65217 39 95

f(teori) (Hz) 4897,9591 84 7422,6804 12 3600 1800 3711,3402 06

f(teori) (kHz) 4,8979591 84 7,4226804 12 3,6 1,8

f(praktek) (Hz)

f(prak) (kHz)

5000 5 7407,4074 7,4074074 07 07 9090,9090 9,0909090 91 91 8695,6521 8,6956521 74 74

D(teor i) 84,013 61 75,773 2 75 75

D(prakt ek) 97,96 100 39,6 20,7

16

3,7113402 06

10000

10

75,773 2

24,49

Untuk perhitungan pengembangan


time/di v T T I (%) K (%) f 0,0000 0,0000 0,0000 0,0555 99,944 27777, 1,8 2 36 02 56 44 78

17