Kepariwisataan Sulawesi Tenggara Pulau Sulawesi, saat ini terbagi enam wilayah pemerintah provinsi, yakni Sulawesi Selatan

, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Tenggara. Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan wilayah penelitian dalam pekerjaan ini. Provinsi Sulawesi Tenggara itu sendiri berdiri tanggal 22 September 1964 berdasarkan Undang-Undang Nomor 13/1964. LETAK Secara orientatif Provinsi Sulawesi Tenggara berada pada bagian tenggara/ kaki kanan bawah dari Pulau Sulawesi. Provinsi yang berbatasan langsung adalah Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan. Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi. Secara geogafis Sulawesi Tenggara terletak di bagian Selatan khatulistiwa diantara 3° - 6° Lintang Selatan dan 120° 45’ - 124° 60’ Bujur Timur. 1 Sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Tengah. 2 Sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi NTT di Laut Flores. 3 Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Maluku di Laut Banda. 4 Sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan Di Teluk Bone. Dari sisi letak secara nasional, Kota Bau-Bau merupakan kota yang memiliki letak strategis. Kota Bau-Bau adalah daerah penghubung (connecting area) antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dengan Kawasan Timur Indonesia (KTI). bagi masyarakat daerah hinterlandnya (Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Bombana), Kota Bau-Bau berperan sebagai daerah akumulator hasil produksi dan distributor kebutuhan daerah tersebut. WILAYAH ADMINISTRATIF Secara administratif wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara terbagi menjadi 12 kabupaten-kota, yaitu : Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Konawe, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Bombana, Kabupaten Kolaka Utara, Kota Kendari, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Konawe Utara dan Kota Bau-Bau LUAS WILAYAH Luas wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara : 38.140 Km2 (1,44 % Luas Indonesia).

teras marin. Bentuk Lahan Provinsi Sulawesi Tenggara dapat dibedakan dalam 7(tujuh) bentuk lahan utama yaitu daratan aluvial. bergelombang berbukit-bukit. dan daerah pasang surut (tidal flat). daratan pantai. coral reefs yang terangkat. batu gamping dan sedimen marin tak terperinci. Bentuk lahan teras marin merupakan teras laut yang terbentuk pada jaman kuarter sampai tersier dan tersusun dari bahan sedimen laut yang umumnya tidak kokoh (unconsolidated). Bentuk lahan daratan piedmont merupakan daerah kaki perbukitan yang tersusun dari berbagai jenis batuan seperti batu pasir. Permukaan tanah pegunungan yang relatif rendah digunakan untuk usaha mencapai luas 1. batu ultra basa. Penyebarannya terdapat disepanjang jalur aliran sungai termasuk meander. skis. 2 . batu sabak. lipatan. pesisir pantai (beaches). Bahan yang menyusun bentuk lahan ini berasal dari endapan marin. patahan dan intrusi. Pelembahan sungai (valley) dan teras sungai.868. batu pasir. Pulau Kabaena.860 ha. dan sedimen marin. Perbukitan. daratan piedmont. Batuan penyusun bentuk lahan ini adalah batuan skis dan ultra basa. napal. Bentuk lahan pegunungan danproses pengangkatan.Judul FISIK DASAR Topografi Kondisi tanah daerah Sulawesi Tenggara umumnya bergunung. Pulau Muna. Kepulauan Wakatobi dan pulaupulau lainnya baik yang bernama maupun tidak bernama. laguna. yang umumnya tersusun dari bahan endapan aluvium. pelembahan dan cekungan yang terdapat di antara perbukitan serta di daerah-daerah bagian bawah pada wilayah bergelombang dan daratan piedmont. Batuan yang menyusun bentuk lahan ini terdiri atas batu gamping. Pulau Wawonii. Bentuk lahan coral reefs tersusun dari batu gamping yang terangkat. Bentuk lahan perbukitan dari proses pengangkatan. Daratan pantai terletak di sepanjang pesisir pantai dengan bentuk wilayah datar. Pelembahan berbentuk cekungan (Basin). dan Pegunungan. Tanah ini sebagian besar berada pada ketinggian 100-500 meter di atas permukaan laut dan kemiringan tanahnya mencapai 40 derajat. filit. ultra basa. lipatan dan sebagian patahan serta intrusi. Morfologi Ditinjau dari morfologi wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan gugusan daratan jazirah Sulawesi bagian Tenggara : Pulau Buton. Bentuk lahan daratan aluvial terdiri dari daratan banjir (floodplain).

yakni musim Hujan dan musim Kemarau. Wilayah daerah basah mempunyai curah hujan lebih dari 2.000 mm pertahun. demikian pula curah hujan.3 Suhu Udara Tinggi rendahnya suhu udara pada suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh posisi dan ketinggian tempat tersebut dari permukaan laut. daerah ini meliputi wilayah sebelah Selatan garis Kendari-Kolaka dan wilayah kepulauan di sebelah Selatan dan Tenggara jazirah Sulawesi Tenggara. Khusus pada bulan April. dimana angin Barat yang bertiup dari Asia dan Samudera Pasifik banyak mengandung uap air. Rata-rata kecepatan angin di Kendari selama tahun 2005 mencapai tiga belas m/detik. Karena wilayah daratan Sulawesi Tenggara mempunyai ketinggian umumnya di bawah 1.010. . makin tinggi posisi suatu tempat dari permukaan laut akan semakin rendah suhu udara dan sebaliknya. Musim Hujan terjadi antara Bulan November dan Maret.2 Curah Hujan Curah hujan di wilayah ini umumnya tidak merata.1 Musim Keadaan musim di daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.000 mm pertahun. dan tekanan udara mencapai 1. Hidrologi Propinsi Sulawesi Tenggara memiliki beberapa sungai besar (lihat Gambar 4. Musim Kemarau terjadi antara Bulan Mei dan Oktober.000 meter dari permukaan laut dan berada di sekitar daerah Khatulistiwa.5 millibar. dimana angin Timur yang bertiup dari Australia sifatnya kering dan kurang mengandung uap air.Judul Klimatologi .16 sampai dengan Tabel 1. Kendari dan Kolaka. umumnya memiliki potensi yang dapat dijadikan sebagai sumber 3 .13). hal ini menimbulkan adanya wilayah daerah basah dan wilayah daerah semi kering. umumnya sama seperti daerah-daerah lain di Indonesia yang mempunyai dua musim. . sehingga pada bulan ini dikenal sebagai bulan/musim Pancaroba.19 disajikan data banyaknya hari hujan dan curah hujan dari beberapa stasiun penakar di Kabupaten Buton. di daerah Provinsi Sulawesi Tenggara arah angin tidak menentu. daerah ini meliputi wilayah sebelah Utara garis Kendari-Kolaka dan bagian Utara Pulau Buton dan Pulau Wawonii. Muna. Pada Tabel 1. maka propinsi ini beriklim tropis. Sedangkan wilayah daerah semi kering mempunyai curah hujan kurang dari 2.

di sungai ini berdiri Bendungan Wawotobi yang mampu mengairi sawah seluas 18. Sungai Mowewe (di Kecamatan Mowewe). Sungai Tamboli dan Sungai Konaweeha (di Kecamatan Samaturu). sungai Tokai (di Kecamatan Lambadia). kebutuhan rumah tangga. Sungai Toreo.000 ha. Sungai Lamekongga (di kecamatan Wundulako). Sungai Manggolo (di Kecamatan Latambaga). Sungai Konawe (di Kecamatan Uluiwoi). Sungai dan mata air tersebut memiliki potensi yang dapat dijadikan sumber tenaga. Sungai Lasolo. Sungai Molawe dan beberapa anak sungainya. dan pembangkit tenaga listrik seperti : Sungai Konaweeha. Oceanografi Luas perairan Provinsi Sulawesi Tenggara diperkirakan mencapai 110. Sungai Lapoa. Sungai-sungai besar tersebut seperti : sungai Konawe. Poleang dan Sampolawa). Perairan tersebut sangat berpotensi untuk pengembangan Wisata Bahari dan usaha pengembangan perikanan di samping itu memiliki panorama laut yang sangat indah seperti yang ada di Pulau Wakatobi. serta Sungai Laeya di Kabupaten Kolaka. kebutuhan industri. Sungai-sungai tersebut seperti Sungai Wolulu (di Kecamatan Watubangga).000 Ha. sungai Huku-huku (di Kecamatan Pomalaa). Sungai Ladongi. Sungai besar seperti Sungai Konaweha yang terletak di Kabupaten Kendari memiliki debit air + 200 m3 detik dan berdiri sebauh bendungan di Wawotobi yang mampu mengairi persawahan di daerah Kabupaten Kendari seluas 18. Sungai Andumowu. karena 4 . Selain itu masih banyak sungai-sungai di daerah Provinsi Sulawesi Tenggara yang tekanan airnya berpotensi untuk pembangunan dan pengembangan irigasi seperti: Sungai Lasolo di Kabupaten Kendari. Propinsi Sulawesi Tenggara memiliki wilayah perairan yang potensial untuk pengembangan usaha perikanan dan pengembangan wisata bahari. Sungai Wandasa dan Sungai Kabangka Balano di Kabupaten Muna. Sungai Oko-oko (di kecamatan Tanggetada). irigasi. Sungai Lahumbuti. Sungai Baula (di kecamatan Baula). sungai Wolo (di kecamatan Wolo).000 km2 atau 11. Andowengga (di Kecamatan Ladongi).060 ha. Sungai Balandete. Kabupaten Kolaka memiliki beberapa sungai dan sumber mata air dari gunung.000. kebutuhan irigasi dan pariwisata. Sungai Loea dan Sungai Simbune (di Kecamatan Tirawuta). Di Kabupaten Konawe terdapat beberapa sungai besar yang cukup potensial untuk pengembangan pertanian. Sungai Roraya dan Sungai Sampolawa di Kabupaten Buton (Kecamatan Rumbia.Judul tenaga untuk kebutuhan industri dan rumah tangga dan juga irigasi. Sungai Kokapi. Kolaka (di kecamatan Kolaka).

99 km. Udang dll. khususnya di kawasan NATIGI (Kabupaten Muna) dan kawasan BONSALA (Kabupaten Konawe). Mutiara dll. bagi yang berjiwa petualang. Layang. berlumpur dan berbatu. Namun. Panjang pantai kawasan MCMA di Kabupaten Muna sekitar 397.98 km dan 198. Lola. Agar-agar.15 km untuk SABASIKAYA. Jika hendak berkunjung ke Wakatobi bulan Juli-September harus siap menghadapi ombak setinggi gunung. ombak besar tidak menjadi halangan untuk mengunjungi gugusan kepulauan di antara Laut Banda dan Laut Flores itu. Tipe pantai kawasan MCMA Kabupaten Buton lebih didominasi pantai berbatu. di samping itu terdapat pula hasil lain seperti : Teripang. Japingjaping.29 km. bulan Oktober sampai awal Desember merupakan pilihan terbaik menikmati keindahan di Wakatobi. Kembung. profil dasar lautnya relatif lebih landai. Bagi yang tidak sanggup menghadapinya. morfologi dasar lautnya memiliki profil yang cukup curam.61 km untuk WAKASUSUMAPA dan NATIGI sekitar 270. juga memiliki panorama laut yang sangat indah. kemudian LASELSAR sekitar 170. 1997) sehingga morfologi di sekitar kepulauan ini relatif curam.40 km dan 277. Panjang pantai kawasan MCMA di Kabupaten Buton sekitar 271.99 km untuk KAGULAMAS. Perairan Sulawesi Tenggara memiliki morfologi laut yang beragam. sedangkan untuk Kepulauan Tukang Besi (Wakatobi).Judul di samping memiliki bermacam-macam hasil ikan. sedangkan untuk kawasan MCMA Kabupaten Muna dan Konawe lebih didominasi oleh pantai berlumpur. terutama wilayah perairan jazirah Sulawesi Tenggara. Kawasan MCMA Kabupaten Konawe terdiri dari BONSALA dan SONITE masing-masing dengan panjang pantai sekitar 338. Pada wilayah Sulawesi Tenggara bagian Timur. Karakteristik pantai setiap kawasan MCMA Provinsi Sulawesi Tenggara cukup bervariasi. dengan basin Banda Selatan yang menghampar dari Laut Banda ke arah Teluk Bone. dengan topografi pantai landai sampai curam. dkk. Pulau Muna 5 . terdiri dari pantai berpasir. terletak pada Palung Butung (Tamascik. Teri. Tipe pantai yang ditemukan. Beberapa jenis ikan hasil perairan laut Sulawesi Tenggara yang banyak ditangkap nelayan adalah : Cakalang. Untuk wilayah perairan Sulawesi Tenggara bagian Barat. khususnya di kawasan KAGULAMAS. Hasil Penelitian yang telah dilakukan oleh ahli kelautan Indonesia dan luar negeri menunjukkan bahwa Buton Timur (Kepulauan Tukang Besi) memiliki potensi perairan untuk wisata bahari yang sangat indah bila dibandingkan dengan daerah-daerah wisata bahari lainnya di Indonesia.

terjadi pembalikan arah arus. arah arus kembali berubah arah ke arah timur dan timur laut . Pulau Muna dikelilingi oleh laut dalam.866 m dan 3. dibagian tengah menyerupai suatu cekungan dengan kedalaman maksimum 378 m bertepian cukup terjal. Bagian selatan dan tengah selat Buton memperlihatkan keadaan morfologi yang turun naik. Pada umumnya. sedangkan salinitas tertinggi ditemukan agak jauh dari pantai dan bertepatan dengan musim kemarau.031 m. sedangkan pada bulan Juni dan Agustus. Salinitas perairan Kabupaten Buton berkisar 18– 36 ppt. secara geologis termasuk Mandala Sulawesi Timur kecuali Pulau Buton yang diduga merupakan bagian busur Kepulauan Banda. sebelah timur oleh Cekungan Banda dan sebelah selatan dan barat oleh Cekungan Bone. selat Buton dan Wowonii morfologi dasar lautnya berbeda-beda menurut lokasinya. Kadatua dan 6 . pH perairan kawasan Provinsi Sulawesi Tenggara berkisar 7. dengan pH tertinggi ditemukan di Kecamatan Sampolawa. Batauga.8. arus di sekitar perairan Sulawesi Tenggara bergerak relatif dari arah barat ke arah timur dan timur laut. Ketinggian pasang surut berkisar 1 – 2 m. Tipe pasang surut yang terjadi di perairan ini merupakan tipe campuran dominan ganda (semi diurnal). dan di ujung Pulau Buton berputar ke arah barat. arah arus semakin dominan bergerak ke arah barat. sedangkan untuk Kabupaten Muna berkisar 29 – 36 ppt dan Kabupaten Konawe berkisar 10 -37 ppt.0 . Perairan sekitar Pulau Muna relatif dangkal. sedangkan di bagian timur jazirah Sulawesi Tenggara (di sekitar Pulau Buton) arus permukaan bergerak relatif ke arah selatan dikarenakan adanya pembatas (boundary) oleh pulaupulau kecil di sekitar daerah tersebut.880 m laut . Pada musim timur (mulai bulan April). dimana arus bergerak relatif dari arah utara.Judul dan Pulau Buton bagian Dalam.5. Di bagian selatan Selat Muna. Pada bulan Desember. salinitas terendah setiap kawasan ditemukan pada daerah muara sungai dan bertepatan dengan musim hujan. Pada musim barat. tenggara dan sampai bagian utara Buton topografinya relatif curam dengan kedalaman mencapai 3. Kondisi yang sama juga dijumpai di Pulau Muna bagian selatan dan Pulau Wawonii bagian Timur dengan kedalaman mencapai 1. Kedalaman perairan sekitar Selat Tiworo. Selat Muna (Spelman) dan Selat Poleang dengan morfologi relatif datar dengan kedalaman maksimum 70 m. Morfologi relatif datar dibagian utara Selat Buton dan bagian barat Selat Wawonii dengan kedalaman laut maksimum 100 m. Pada bagian selatan. dengan kedalaman berkisar antara 0 sampai 50 meter.

Konsentrasi silikat yang diperoleh pada Kabupaten Buton berkisar 0. 5. 3.5 ppm.040 – 0.620 ppm. Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik.217 ppm untuk Kabupaten Konawe.130 ind/lt untuk zooplankton.300 ind/lt untuk fitoplankton dan 35 – 2.790 ha (75. tanah organosol seluas 116.067 – 0.011 – 0. kemudian untuk Kabupaten Muna berkisar 0.270 ppm dan 0.631 ind/lt untuk fitoplankton dan 119 – 1. seluas 2.006 ind/lt untuk fitoplankton dan 19 – 6.569 Ha dn tanah grumosol seluas 20.665 ind/lt untuk zooplankton.002 – 0. di mana nilai tertinggi terdapat di Kecamatan Siompu dan terendah di Kecamatan Lakudo.47 persen). batuan metamorfosis. Secara geologik pulau Sulawesi sangat labil karena dilintasi patahan kerak bumi lempeng Pasifik dan merupakan titik tumbukan antara Lempeng Asia.119 – 0. sedangkan terendah ditemukan di Kecamatan Lasalimu (Kabupaten Buton) dan Kecamatan Wawonii Barat (Kabupaten Konawe). Kabupaten Muna berkisar 266 – 25.299. konsentrasi nitrat berkisar 0. Propinsi Sulawesi Tenggara memiliki 6 (enam) jenis tanah yaitu : 1.5 – 8.802 Ha.654 km2. 2. terutama terdiri dari empat semenanjung panjang. 4. dengan nilai DO tertinggi ditemukan di Kecamatan Bondoala (Kabupaten Konawe) dan Kecamatan Kulisusu (Kabupaten Muna). dimana Kecamatan Wawonii Barat merupakan yang tertinggi dan terendah di Kecamatan Sawa.950 ppm.099 Ha. Dari jenis tanah. Kondisi batuan wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara ditinjau dari sudut geologis terdiri atas batuan sedimen.719 ppm. Di Kabupaten Konawe. tanah latosol seluas 349. Geologi Pulau Sulawesi berdiri di atas lahan seluas 227. di mana tertinggi ditemukan di Kecamatan Parigi/Kabangka dan terendah di Kecamatan Napabalano.878.017 Ha. Dari ketiga jenis batuan tersebut yang terluas adalah batuan sedimen.729 Ha. Kelimpahan plankton cukup bervariasi. dan di Kabupaten Konawe berkisar 35 – 3.030 – 0. tanah alluvial seluas 129.598 ppm.011 – 0.022 ppm. Di Kabupaten Buton berkisar 140 – 7. Konsentrasi nitrat Kabupaten Buton berkisar 0. 7 . dan batuan beku. Konsentrasi nitrat di Kabupaten Muna berkisar 0.784 Ha. tanah mediteran seluas 899. Konsentrasi fosfat di Kabupaten Buton berkisar 0. Konsentrasi Oksigen terlarut (DO) berkisar 3. tanah podzolik seluas 2.Judul Siompu (Kabupaten Buton) dan di Kecamaatan Kulisusu dan Pasir Putih (Kabupaten Muna).665 ind/lt untuk zooplankton.

terluas banyak ditemukan di Kabupaten Konawe. daratan aluvial. terdiri dari daratan banjir. yaitu lempeng Benua Eurasia. ditemukan di Kabupaten Konawe dan Buton. terdiri dari konglomerat. 3. pelembahan sungai dan teras sungai. bentuk lahan dataran pantai. gundukan sungai. 4. Bentuk lahan dengan morfologi daratan pantai merupakan bentuk lahan dengan morfologi daratan yang dijumpai di daerah Sulawesi Tenggara. Bentuk wilayahnya datar sampai agak berombak. berdasarkan pelamparan dan material penyusunnya. dan daerah pasang surut. terletak di sepanjang pantai dengan ketinggian antara 0–15 m dari permukaan laut. dimana bahan penyusunnya berasal dari endapan laut. dapat dibedakan menjadi 2. 2000). satuan endapan alluvium. terdiri dari batuan beku ultra basa dan batuan beku mafit. letaknya tidak selaras diatas satuan batuan metamorph. sedangkan 8 . satuan batuan beku. atau daratan antar bukit. batuan penyusun daerah Sulawesi Tenggara dapat dibedakan menjadi 5 satuan batuan yang secara stratigrafis terdiri atas : 1. batu asbak. 2. terletak tidak selaras diatas satuan batuan gunung api. dan 5. batu gamping non plastik. dijumpai di Kabupaten Buton dan Konawe. dan Lempeng Samudera Pasifik. satuan beku sedimen. dan tanah belum terjadi di semua kawasan. yaitu: 1. satuan beku metamorph. sedangkan potensi pencemaran perairan. pelembahan/cekungan.Judul Secara umum. batu pasir kuarsit. dan batu pasir gamping. karena Sulawesi Tenggara merupakan daerah yang terletak pada zona subduksi yang merupakan pertemuan dari tiga lempeng. Daerah Rawan Bencana Potensi bencana gempa dan tsunami cukup signifikan di Provinsi Sulawesi Tenggara. banyak dijumpai di Konawe. terdiri dari tuff dan breksi volkanik hanya dijumpai di Kabupaten Buton (Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara. batuan gamping kalkarenit. 2. Indo-Australia. terdiri dari sekis. banjir. laguna. batuan gamping kristalin dan batu asbak. meliputi dataran pantai datar. Potensi bencana banjir di kawasan MCMA Kabupaten Muna hanya terjadi di Kecamatan Wakorumba Utara dan Maligano (kawasan WAKASUSUMAPA) serta Kecamatan Parigi dan Kabangka (kawasan NATIGI). udara. merupakan satuan termuda yang berupa alluvium yang membentuk daratan pantai. merupakan bantuan intrusi yang menerobos satuan batuan yang terbentuk lebih tua. merupakan batuan tertua di Sulawesi Tenggara. satuan batuan gunung api.

75% dan tanah tegal/kebun seluas 192.953 Ha. Sedangkan sedimentasi dan erosi terjadi pada semua Kecamatan MCMA kecuali Kecamatan Lasolo (kawasan BONSALA).991. yaitu Kecamatan Wawonii Selatan.759 Ha.460 Ha.7).786513 ha (78.04% (lihat Tabel 4.000 ha. Luas lahan sawah di Sulawesi Tenggara tercatat bahwa dari lahan seluas 90. Wawonii Barat.17% dari luas daratan. Penggunaan Lahan Secara umum total penggunaan tanah di Provinsi Sulawesi Tenggara seluas 3.291 ha/5.20%).270 ha/6. Adapun luas lahan yang terkecil adalah tambak/kolam/tebat dan empang seluas 19. Tanah lainnya seluas 284. Kabupaten Kolaka 764.111 ha atau sekitar 6. Abrasi terjadi pada hampir semua kecamatan di kawasan WAKASUSUMAPA.464 ha/0.600. Rincian per Kabupaten dan Kota tentang luas kawasan hutannya adalah : Kota Kendari 5. Berdasarkan hasil paduserasi Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) dan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Sulawesi Tenggara. tidak dibarengi dengan peningkatan lapangan kerja yang memadai.730 ha lebih dari separuh adalah lahan sawah berpengairan yaitu seluas 70. semua kawasan tidak mempunyai potensi banjir. abrasi hanya terjadi di Kecamatan Napabalano. sehingga potensil menciptakan pengangguran.733 ha/6. di kawasan NATIGI.02%). Intrusi air laut terjadi pada hampir semua kecamatan. Penggunaan tanah yang terluas adalah hutan negara seluas 1. 9 . Kabupaten Muna 235.173.814.103 ha (52. Tanah yang sementara tidak diusahakan seluas 256. Pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup besar. lahan tanaman kayu-kayuan sebesar 257. dan Kabupaten Buton 420.137 Ha atau 68.51%. KEPENDUDUKAN Pulau Sulawesi mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi setiap tahunnya. Menteri Kehutanan Nomor 454/Kpts-II/1999 tanggal 27 Juni 1999 menetapkan luas kawasan hutan Provinsi Sulawesi Tenggara adalah 2. sedangkan di kawasan NATIGI.Judul potensi sedimentasi dan erosi dapat terjadi pada semua kecamatan di kawasan MCMA Kabupaten Muna. serta sesuai SK.51%. kecuali di Kecamatan Pasir Putih.73%.765 Ha. kawasan WAKASUSUMAPA. Intrusi air laut hanya terjadi di kawasan SONITE. Di kawasan MCMA di Kabupaten Konawe selain Kecamatan Bondoala kawasan BONSALA. Pada saat yang sama angka kemiskinan terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan jumlah penduduk tersebut berpariasi setiap provinsi. Kabupaten Kendari 1.200 Ha. dan Wawonii Timur.

Kemudian tahun 2000 meningkat 1.619 jiwa. namun sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya.01 persen.776. Sektor Pertanian tumbuh sebesar 7. sektor Listrik dan Air Bersih tumbuh sebesar 24.018. sektor Perdagangan.955. Struktur ekonomi Sulawesi Tenggara tahun 2004. sektor Industri tumbuh 1.57 persen pada tahun 2003.51 persen. Pertumbuhan PDRB Sulawesi Tenggara berdasarkan dalam kurun waktu 2001-2004.69 persen.01 persen. Hotel dan Restoran sebesar 14.65 persen. Gas dan Air Bersih sebesar 1.51 persen.41 persen.Judul Tahun 1990 jumlah penduduk Sulawesi Tenggara sekitar 1. Hotel dan Restoran tumbuh sebesar 9.95 persen. sektor Konstruksi tumbuh sebesar 6.25 persen dan sektor Jasa-jasa tumbuh sebesar 4. Kontribusi beberapa sektor ekonomi 10 . seperti tercantum pada Tabel 11. mencapai 29. Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 6.53 persen atau rata-rata 6.50 milyar rupiah. Apabila dibandingkan dengan angka PDB Nasional yang dicapai pada tahun yang sama yaitu sebesar 2.349. kemudian meningkat menjadi 6.84 persen.20 persen. sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya (2005).03 persen.23 persen.37 juta rupiah. Pada Tahun 2004 pertumbuhan PDRB masih cukup tinggi sebesar 7. maka peranan PDRB Sulawesi Tenggara tahun 2004 sebesar 0.57 persen sektor Industri Pengolahan sebesar 6.22 juta rupiah.536. PEREKONOMIAN PDRB Sulawesi Tenggara berdasarkan harga berlaku pada tahun 2004 sebesar 10.959.00 persen.1.57 persen. sektor Keuangan tumbuh sebesar 18.267.92 persen. sektor Angkutan dan Komunikasi tumbuh sebesar 13. dan sektor yang peranannya terkecil adalah sektor Listrik. sektor Pertambangan tumbuh 0.3 menunjukkan bahwa sektor Pertanian masih mempunyai peranan tertinggi terhadap PDRB atas dasar harga berlaku yaitu sebesar 41. sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 5. sektor Konstruksi sebesar 7. Pada tahun 2001 mengalami pertumbuhan sebesar 5. sektor sektor Keuangan dan Sewa Rumah sebesar 4.66 persen tahun 2002 dan terus meningkat menjadi 7. yaitu sebesar 89084781. sektor Jasa-jasa sebesar 13.12 persen.13 persen.292 jiwa dan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS tahun 2005 sejumlah 1. sektor. Tingginya pertumbuhan PDRB tahun 2004 ditunjang oleh seluruh sektor perekonomian yang menunjukan angka pertumbuhan positif. 414 jiwa.61 persen. diikuti oleh sektor Perdagangan.53 persen. Pada tahun 2001 sampai dengan tahun 2004 struktur PDRB menunjukan adanya pergeseran-pergeseran.68 persen per tahun.

338. sektor Konstruksi/Bangunan turun dari 7. PRASARANA LINGKUNGAN Pembangunan infrastruktur yang cenderung tidak merata di wilayah Sulawesi menyebabkan terjadinya ketertinggalan. dan sektor Pertambangan dan Penggalian naik dari 3.95 menjadi 6.Judul mengalami penurunan.638.27 persen dan pada tahun 2004 meningkat lagi menjadi 4.95 pada tahun 2004.161. . ditandai dengan masih banyaknya wilayah di Sulawesi yang belum dijangkau fasilitas public yang layak.34 rupiah dan tahun 2002 meningkat menjadi 4. terbatasnya fasilitas untuk mengakses informasi. Sarana komunikasi melalui jaringan telepon dan seluler terbatas di tingkat ibu kota kecamatan. Sektor Perdagangan. Sedangkan kontribusi sector-sektor lain mengalami peningkatan.23 persen pada tahun 2001 menjadi 14. sektor Konstruksi/Bangunan turun dari 7.87 persen tahun 2001 menjadi 4.00 persen. Listrik Masyarakat Sulawesi Tenggara menggunakan tenaga listrik atau penerangan listrik pada umumnya diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara 11 . Gas dan Air Bersihsebesar 1.94 persen menjadi 7.778.27 rupiah atau naik 11.07 persen.12 persen tahun 2004 sektor Pengangkutan dan Komunikasi naik dari 5. Kontribusi beberapa sector ekonomi mengalami penurunan.89 persen tahun 2001 menjadi 6. Berdasarkan harga yang berlaku.95 persen.00 persen sektor Industri Pengolahan turun dari 14. bahkan di beberapa tempat belum tersentuh. Sektor Jasa-jas turun dari 15.12 rupiah atau naik 15.61 persen dan sektor yang peranannya terkecil adalah sector Listrik.134.58 persen tahun 2001 menjadi 1. Sektor Industri Pengolahan turun dari 8. sektor Pertanian naik dari 39.197. tahun 2003 meningkat lagi menjadi 4. Pada tahun 2001 sampai dengan tahun 2004 struktur PDRB menunjukan adanya pegeseran-pergeseran.95 persen tahun 2001 menjadi 41.01 rupiah atau naik 11.19 persen tahun 2001 menjadi 5.23 persen menjadi 14.23 pada tahun 2001 menjadi sebesar 14.20 persen.01 persen pada tahun 2004.94 persen menjadi 7. seperti sarana dan prasarana transportasi yang memadai.61 pada tahun 2004.12 persen. Sewa Rumah naik dari 3. Sektor Listrik dan Air Bersih naik dari 0. Keuangan dan Sewa Rumah sebesar 4. sektor Jasa-jasa sebesar 15.09 persen menjadi 6. PDRB perkapita Sulawesi Tenggara pada tahun 2001 adalah sebesar 3.882. sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 6.57 persen.95 persen pada tahun 2004.643.20 persen.57 persen tahun 2004.13 persen tahun 2004 dan sector Keuangan.02 persen. Hotel dan Restoran turun dari 15.

maupun kemampuan jalan. Perjalanan yang ditempuh memasuki Sulawesi Tenggara melalui transportasi darat. di samping empat provinsi lainnya masing-masing terdapat Bandar udara. Buton. Hal ini disebabkan karena terbatasnya prasarana jalan. 12 . Jalur transportasi darat juga sudah cukup memadai yang menghubungkan antara provinsi di Sulawesi. Dan sarana laut juga cukup memadai. Untuk itu. Wakatobi dan Kab. baik mengenai kondisi.Judul (PLN). Selain itu bagi masyarakat daerah hinterlandnya (Kab. Bombana). Kota Bau-Bau adalah daerah penghubung (connecting area) antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dengan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Kab. maka kegiatan pembangunan air bersih dewasa ini diarahkan pada peningkatan kapasitas dan perluasan jaringan air minum. Kabupaten Muna. dengan maksud agar dapat menjangkau masyarakat pedesaan. yakni hanya masyarakat yang berdomisili di ibukota propinsi dan ibukota kabupaten. Di setiap kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara sudah terdapat Perusahaan Listrik Negara. sedangkan masyarakat pedesaan yang tidak terjangkau dengan jaringan listrik dari PLN menggunakan tenaga listrik non PLN dan lampu minyak tanah. Sistem Transportasi Darat Prasarana jalan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan. yaitu dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah melalui Kabupaten Kolaka Utara. utamanya untuk membuka dan meningkatkan akses dari pusat-pusat produksi ke daerah pemasaran termasuk daerah yang masih terisolasi. Peranan jalan tersebut relatif belum optimal karena prasarana jalan yang ada masih kurang mendukung kelancaran transportasi barang dan jasa. Khusus untuk Kabupaten Kendari dan Kota Kendari kebutuhan tenaga listrik. Sedangkan bagi masyarakat yang berdomisili di pedesaan pada umumnya menggunakan air dari sumur atau mata air. yaitu : Hasanuddin di Sulawesi Selatan dan Sam Ratulangi di Sulawesi Utara. Kota Bau-Bau berperan sebagai daerah akumulator hasil produksi dan distributor kebutuhan daerah tersebut. Air Minum Pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih di Sulawesi Tenggara baru sebagian kecil yang dapat dilayani oleh Perusahaan Air Minum. sebagian besar dilayani oleh PLN yang pembangkitnya berpusat di Kota Kendari. SISTEM TRANSPORTASI Dari aspek transportasi antar provinsi di wilayah Sulawesi cukup memadai dengan adanya dua bandara bertaraf internasional.

KM Tatamailau. KM Mutiara. Sistem Transportasi Udara Bandara di Provinsi Sulawesi Tenggara. maka dengan kapal cepat hanya 4 jam. Ibu Kota Kabupaten Buton ini merupakan pelabuhan transit bagi semua kapal Pelni yang beroperasi di belahan timur Indonesia. Garuda. Wings Air. KM Rinjani. Lion Air.Makassar mlalui dilakukan oleh beberapa Maskapai Penerbangan antara lain : Merpati Nusantara Air. Wolter Monginsidi. Batavia Air. Kapal-kapal lokal ini menghubungkan ibu kota propinsi. Pulau Wanci (pulau pertama dari Kepulauan Wakatobi) dapat dicapai dengan KM Tatamailau dari Makassar. Adam Air. Armada penumpang Pelni itu datang dari Ujungpandang. ibu kota propinsi. Betoembari dan Maranggu. Bila dengan kapal kayu Baubau-Raha-Kendari ditempuh sekitar 13 jam. Tilongkabila. Dengan demikian. Sementara kapal-kapal penumpang lokal tiba dan berangkat setiap hari. Bandar 13 . kendati hanya dengan transportasi laut baik dengan ibu kota propinsi maupun dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Bersama dengan kota-kota kabupaten lainnya di Sultra. Sejak empat tahun terakhir ini. dan Bitung lewat Kendari. Keberangkatan kapal cepat dari Kendari menuju Baubau disesuaikan dengan kedatangan pesawat Merpati. Ambon. Kendari. para penumpang pesawat yang hendak ke Baubau dapat melanjutkan perjalanan dan tiba di tujuan pada hari itu juga. secara keseluruhan adalah : Bandar Udara Pomalaa. Penerbangan reguler rute Kendari . Penerbangan memasuki Sulawesi Tenggara dapat dicapai melalui beberapa bandara udara. Melalui hubungan darat ini Baubau bisa dicapai sekitar 12 jam perjalanan dari Kendari. KM Ciremai. Lion Air. Baubau telah sejak lama berada dalam sistem transportasi darat melalui lintas penyeberangan Torobulu-Tampo dan Tolandona-Baubau. Sugimanuru. Kunjungan kapal tersebut mencapai 2-3 kali dalam seminggu. Mandala Air. Dirgantara Air Service (DAS Air) dan Maskapai Penerbangan Cargo Udara Cardig Air.Judul Sistem Transportasi Laut Sulawesi Tenggara dapat dicapai baik dari Kawasan barat Indonesia maupun Kawasan Timur Indonesia melalui laut dengan jasa (PELNI). Kapal-kapal yang transit di Bau-Bau antara lain: KM. Bau-Bau sebagai kota pariwisata di Sultra relatif mudah dijangkau. Sriwijaya Air. KM Bukit Siguntang. yaitu : Bandar Udara Wolter Monginsidi Kendari. melalui kota Raha. KM Lambelu. trayek Baubau-Raha-Kendari dilayani kapalkapal cepat.

atau hanya 40 menit untuk jarak Kendari-Baubau. Sayang. Kebanyakan wisatawan asing yang berduit yang menggunakannya. dan Lion Air dari Jakarta ke Kendari selama 3 jam. 14 .5 jam. tidak semua bisa memanfaatkannya karena ongkos perjalanan sangat mahal. Bali. Kota Bau-Bau dapat dicapai secara langsung melalui pintu udara dengan menggunakan Pesawat Merpati. Untuk memudahkan akses wisatawan mancanegara. Pulau Tomia pintu gerbang transportasi udara Wakatobi. Tomia. dengan alamat Jl. dan Bandar Udara Maranggu Wakatobi (penerbangan khusus wisatawan langsung dari Bali). transportasi udara bisa menjangkau wilayah kepulauan di timur Pulau Buton ini. Kep. maka PT. Penerbangan pesawat-pesawat perintis ke Baubau terhenti sejak tahun 1983 menyusul ramainya kedatangan kapal-kapal Pelni ke pelabuhan Baubau. WDR membangun bandara udara swasta dengan nama Bandara Maranggo sejak tahun 2002 di pulau Onemobaa. selanjutnya menuju ke Bau-Bau dengan menggunakan Jet Foil selama ± 5 jam. Dengan pesawat perintis jenis Twin Otter penerbangan Ujungpandang-Baubau di masa lalu tersebut memakan waktu sekitar 1. Aneka Tambang Pomalaa. Lorens Mader. harus dilakukan dalam paket perjalanan yang dikelola oleh Mr. Bumi Ayu II No. Sejak tahun 2001. Selain itu transportasi udara hanya melayani jalur Denpasar-Wakatobi dengan jadwal tiap 11 hari.Judul Udara PT. Untuk penerbangan langsung ke Pulau Tomia dari Denpasar. 2 80-228.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful