Anda di halaman 1dari 4

KARAKTERISTIK AKUIFER

Akuifer merupakan bagian penting dalam sistem air tanah. Akuifer yang menjadi lapisan batuan pembawa air ini memiliki karakteristik tertentu yang menjadikan setiap akuifer memiliki ciri khas kaitannya dengan kemampuan akuifer itu sendiri dalam membawa dan mengalirkan air. Karakterisitik akuifer tersebut ditentukan oleh 4 jenis parameter, yaitu : koefisien kelulusan air (K), Specific Capasity (Sc), koefisien keterusan air (T), dan koefisien daya simpan air (S). 1. Koefisien kelulusan air / Hydraulic Conductivity (K) Sifat akuifer yang ditentukan dengan parameter ini berkaitan dengan kemampuan akuifer untuk meluluskan air di dalam rongga-rongga batuan dengan tanpa mengubah sifat air yang diluluskan tersebut. Nilai K memiliki satuan standar yaitu m/hari. Nilai dari K sangat dipengaruhi oleh derajat kesarangan (porositas) dari batuan dan sifat cairan yang melewati rongga batuan tersebut. Nilai koefisien kelulusan air sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu Kf (koefisien kelulusan air di lapangan) dan Ks (koefisien kelulusan air yang menjadi standar). Berdasarkan Hukum Darcy nilai K dirumuskan sebagai fungsi dari debit (Q), luas penampang (A), dan landaian hidraulika (i).

K = Koefisien kelulusan air Q = debit A = luas penampang


dh

/dl = i = landaian hidraulika

Rumus lain menyatakan bahwa nilai K merupakan fungsi dari kekentalan ( ), specific gravity / berat jenis ( ), dan diameter antar butir (d) dengan rumus sebagai berikut.

c = konstanta d = diameter antar butir = specific gravity (berat jenis) = kekentalan zat cair

2. Specific Capasity / Kapasitas jenis (Sc) Kapasitas jenis merupakan karakteristik yang berkaitan dengan debit air yang dapat diperoleh untuk setiap penurunan muka air tanah bebas maupun tertekan untuk satuan panjang tertentu pada sumur pompa yang didapat pada akhir periode pemompaan.Dimensi satuan dari Sc adalah L2/T Karakteristik ini dirumuskan sebagai berikut.

Q = debit air pemompaan s = drawdown (penurunan muka air tanah akibat pemompaan)

3. Koefisien keterusan air / coefficient of transmissivity (T) Karakteristik akuifer ini berkaitan dengan banyaknya air yang dapat mengalir melalui bidang vertikal yang dibentuk oleh ketebalan suatu akuifer dan selebar satu satuan panjang dalam kondisi landaian hidraulika datar (100%). Dimensi satuan dari T adalah L3/T/L atau dapat disederhanakan menjadi L2/T. Nilai T dirumuskan dengan rumus sebagai berikut. T = K.b T = koefisien keterusan air K = koefisien kelulusan air b = tebal akuifer

4. Koefisien daya simpan air (S)

Karakteristik akuifer ini berkaitan dengan volume air yang dapat disimpan atau dialirkan suatu akuifer pada setiap satuan luas yang dibentuk oleh geometri akuifer pada satu satuan perubahan kedudukan muka air tanah. Nilai S (Storage) tergantung pada koefisien kelulusan air (K) dan ketebalan akuifer dari Well loss (susut sumur = air dari akuifer yang tidak tersedot). Tidak seperti karakteristik akuifer yang lain, S tidak memiliki satuan. Nilai S baik untuk menentukan jenis akuifer dan kandungan air tanah pada akuifer tertentu. Hal tersebut disebabkan karena setiap akuifer dengan jenis litologi berbeda akan memiliki nilai S yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Suharyadi. 1984. Diktat Kuliah : Hidrogeologi. Tidak dipublikasikan.