Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

MENINGKATKAN KEAMANAN JARINGAN WIFI

Disusun oleh : 1. Pradhana Ryandika (F4110047) 2. Fadhlan Rizal (G64110009) 3. Azis Novian (G64110047) 4. Imam Holid Ahmad (G64110103) 5. Wildhan Ichsan S.M (G74110050)

Responsi Bahasa Indonesia Nama Dosen : Muhammad M. Raswin Tempat : RKU. 101 Hari/Tanggal : Rabu, 7 Desember 2011

DIREKTORAT TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR


2011

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Meningkatkan Keamanan Jaringan Wifi Penyusunan makalah ini penulis banyak menemukan dan mengalami berbagai hambatan. Namun hambatan tersebut dapat penulis atasi berkat bantuan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu memberi materi kuliah, terutama kepada Bapak Muhammad M. Raswin sebagai dosen responsi Bahasa Indonesia. Untuk makalah ini, penulis melakukan pengamatan mengenai jaringan Wifi khususnya cara untuk meningkatkan keamanannya. Selain itu, penulis juga melakukan studi pustaka dengan mencari informasi dari berbagai sumber, baik dari surat kabar maupun internet. Dalam hal ini penulis membatasi permasalahan hanya pada peningkatan keamanan jaringan wifi. Semoga makalah yang kami sajikan ini bisa memberikan kontribusi untuk mengatasi berbagai masalah mengenai kelengahan dalam penggunaan Wifi. Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak berbagai kekurangan baik maupun susunanya, maka dengan rasa kekerabatan disertai rasa hormat dengan tangan terbuka kami menerima kritik maupun saran khususnya bagi para pembaca.

Bogor, Desember 2011

Penulis

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini perkembangan teknologi informasi sudah sangat pesat, bahkan menjadi kebutuhan bagi sebagian besar orang. Perkembangannya sekarang sejalan dengan kebutuhan penggunaan teknologi yang mobile. Artinya, penggunaan teknologi yang bisa dibawa kemana-mana tanpa harus kesulitan mengaksesnya. Hal ini juga berpengaruh terhadap penggunaan jaringan. Jaringan yang marak digunakan saat ini adalah jaringan Wifi atau jaringan tanpa kabel. Sehingga memungkinkan seseorang terkoneksi ke internet tanpa harus menggunakan kabel seperti jaringan LAN. Banyak penyedia jasa wireless seperti hotspot komersil, ISP, Warnet, kampuskampus maupun di perkantoran. Namun, bukan berarti tingkat keamanan teknologi tersebut juga membaik. Ini dikarenakan banyak dari mereka tidak memikirkan keamanan penggunaan jaringan wifi. Hal ini membuat para hacker menjadi tertarik untuk mengexplore keamampuannya untuk melakukan berbagai aktifitas yang biasanya ilegal saat menggunakan wifi (Sinambela Josua M, 2007). Banyaknya permasalahan yang terjadi adalah ketika para hacker ini mulai mencuri password, mengganti password, atau kegiatan ilegal lainnya. Hal inilah yang mendorong kami memakai judul Meningkatkan Keamanan Jaringan Wifi.

1.2. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian Wifi? 2. Apa perbandingan jaringan kabel dan jaringan Wifi? 3. Apa saja macam-macam kelemahan keamanan jaringan Wifi? 4. Apa saja teknik meningkatkan keamanan jaringan Wifi?

1.3. Tujuan 1. 2. Mengetahui pengertian jaringan Wifi. Mengetahui kelebihan dan kekurangan antara jaringan kabel dan jaringan Wifi. 3. 4. Mengetahui kelemahan keamanan jaringan Wifi. Mencari solusi meningkatkan keamanan jaringan Wifi.

BAB II PEMBAHASAN 1.4. Pengertian Wifi Wifi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu komplotan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Network WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE (Institute of Electrical and ElectronicsEngineers) 802.11, juga dapat diartikan sebagai jaringan tanpa kabel. Standar terbaru dari spesifikasi wireless ini adalah 802.11a atau 802.11b, serta 802.11g yang saat ini masih dalam tahap penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya (anonim, 2011). Awalnya Wifi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Local (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinkan seseorang yang memiliki komputer, laptop atau bahkan handphone yang memiliki kartu nirkabel (wireless card) (yaitu sebuah perangkat keras yang digunakan untuk menangkap dan menghubungkan ke wifi) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses atau yang biasa dikenal dengan hotspot. Wifi memiliki beberapa spesifikasi, berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. sekarang ada empat variasi dari 802.11, yaitu: Spesifikasi 802.11a 802.11b 802.11g 802.11n Tahun Kecepatan Kecepatan Frekuensi Aktual 23 Mbps 4 Mbps 19 Mbps 74 Mbps Bandwith 5 GHz 2.4 GHz 2.4 GHz Kapabilitas A B b, g Jarak (Indoor/outdoor) 30 m/ 100 m 35 m/ 110 m 35 m/ 110 m 70 m/ 160 m

dikeluarkan Maksimum 1999 1999 2003 2009 54 Mbps 11 Mbps 54 Mbps 248 Mbps

5 GHz & b, g, n 2.4 Ghz

Tabel 1. Spesifikasi Wifi (Sto 2009).

Selain itu semakin jauh dari titik akses, maka akan semakin berkurang kecepatan aksesnya. Ilustrasi seperti gambar berikut.

1.5. Perbandingan Jaringan Kabel dengan Jaringan Wifi Maraknya perangkat komputer yang terintegrasi dan fasilitas jaringan baik itu kabel (Wired LAN) ataupun Wifi (Wireless LAN) selalu manarik untuk di simak meskipun terkadang penggunaan jaringan yang terintegrsi tersebut kurang maksimal dalam pemkaiannya, mungkin karena fasilitas yang kurang memadai ataupun pengenalan terknologi yang kurang merata, sedikit perbandingan tentang jaringan yang bermedia kabel (wired) dangan Jaringan bermedia gelombang radio yang banyak kita kenal dengan WiFi di tinjau dari beberapa segi mulai dari biaya sampai keamanan dari tiap-tiap jaringan. 1. Biaya Dari segi biaya Wired LAN relatif lebih murah dibandingkan dengan wireless LAN, relatifitas harga bergantung pada merk dan fasilitas yang di tawarkan disetiap bagian komponen jaringan wired maupun wireless, selain itu penurunan kualitas komponen-komponen jaringan yang ada dipasaran yang membuat kita harus selektif dalam memilihnya. 2. Instalasi Dari segi instalasi tempat merupakan hal yang paling signifikan dalam menentukan pola instalasi, keruwetan pada kabel akan muncul jika kita memakai jaringan wired LAN di tempat yang banyak ruanggannya ataupun ruang yang bertingkat, memang disisi instalasi wireless relatif lebih mudah dibandingkan dengan instalasi wired

3. Stabilitas Koneksi Dari segi Stabilitas koneksi jaringan Wired LAN relatif lebih stabil karena tidak adanya interferensi atau gangguan penurunan kecepatan koneksi, yang terkadang terjadi di jaringan wireless. 4. Kecepatan Jaringan Dari segi kecepatan keduanya relatif sama, mungkin banyaknya persaingan produksi mulai dari home industri sampai industri besar yang mengembangkan kecepatan kedua jaringan, namun terkadang hal ini berdampak pada kualitas komponen jaringan yang semakin memburuk. 5. Keamanan Jaringan Keamanan Jaringan Wired relatif lebih aman dibandingkan jaringan wireless, hal ini dikarenakan sinyal wireless yang disiarkan secara bebas dan mudah ditangkap oleh siapa saja, namun hal ini dapat teratasi dengan melakukan pencegahan melalui sedikit setting security pada wireless. (anonim, 2010) 1.6. Macam-macam Kelemahan Keamanan Jaringan Wifi
Wifi menggunakan gelombang radio pada frekwensi milik umum yang bersifat bebas digunakan oleh semua kalangan dengan batasan batasan

tertentu. Setiap wifi memiliki area jangkauan tertentu tergantung power dan antenna yang digunakan. Tidak mudah melakukan pembatasan area yang dijangkau pada wifi. Hal ini menyebabkan berbagai dimungkinan terjadi aktifitas-aktifitas antara lain: 1) Interception; 2) Injection; 3) Jamming; 4) Locating Mobile Nodes; 5) Access Control; dan 6) Hijacking (Sinambela Josua M. 2007). Aktifitas-aktifitas tersebut dapat membuat keamanan pengguna wifi menjadi terganggu. Ini disebabkan berbagai faktor yaitu : 1. 2. Menggunakan kunci WEP (Wired Equivalency Privacy). Penggunaan password yang lemah atau yang sudah default dari sananya. 3. 4. Tidak mendaftarkan MAC address (Media Access Control) Tidak secara periodik merubah password. Dengan mengetahui berbagai faktor yang menyebabkan

keamanan Wifi berkurang. Kita mampu menutupi atau mencari solusi untuk permasalahan tersebut.

1.7. Cara Meningkatkan Keamanan Jaringan Wifi Keamanan terdiri atas tiga elemen yang sering disingkat menjadi CIA (confidential, integrity, dan availability). Serangan hacker adalah serangan dan mengancam salah satu elemen CIA ini. Untuk mendapatkan ketiga hal tersebut memerlukan keamanan yang tinggi, kemudahan pakai untuk semua pengguna dan fungsi yang tinggi. Pada kenyataannya, kita tak bisa mendapatkan ketiga hal tersebut. Hubungan antara keamanan, fungsi dan kemudahan penggunaan digambarkan dalam bentuk segitiga (triangle). Menentukan dimana letak sebuah sistem bukanlah perkara mudah dan sangat tergantung pada situasi dan kondisi yang ada (Sto 2009).

Letak Suatu Jaringan

Gambar 2. Hubungan antara Fungsi, Keamanan dan Mudah dipakai

Meningkatkan keamanan berarti kita akan mengorbankan kemudahan dalam pemakaian serta beberapa fungsi. Tapi itu bukanlah hal yang terlalu sulit. Hal yang musti diperhatikan yaitu : 1. Menggunakan metode Challenge and Response Cara ini menggantikan pengiriman password dengan pertanyaan yang harus dijawab berdasarkan password yang diketahui. Prosesnya yaitu: 1) client meminta ijin kepada server untuk melakukan koneksi; 2) server akan mengirimkan sebuah string yang dibuat secara acak dan mengirimkannya kepada client; 3) client akan melakukan enkripsi antara string/nilai yang diberikan oleh server dengan password yang diketahuinya. Hasil enkripsi akan dikirim ke server; 4) server akan melakukan proses dekripsi dan membandingkan hasilnya (Sto 2009).

2. Menggunakan kunci WPA-PSK (Wifi Protected Access Pre Shared Key) atau WPA2-PSK (Wifi Protected Access version 2 Pre Shared Key). Kunci WPA-PSK atau WPA2-PSK adalah proses enkripsi terhadap password yang ada. Sebenarnya password ini di enkripsi oleh enkripsi AES (Advanced Encryption Standard) yang merupakan enkripsi dengan keamanan paling tinggi yang digunakan oleh pemerintah Amerika Serikat. 3. Mengganti password secara berkala Walau menggunakan kunci WEP, dengan mengganti password secara berkala maka kunci WEP masih aman digunakan. Meski begitu hacker masih mampu mengambil password yang telah diganti ini dengan mudah hanya dalam waktu hitungan jam. 4. Menggunakan kata yang tidak ada didalam kamus atau

menggunakan simbol-simbol. Walau kunci WPA-PSK atau WPA2-PSK sangat sulit ditembus, namun bukan berarti tidak mungkin. Hacker masih bisa menggunakan sebuah cara untuk mengambil password, yaitu dengan menggunakan dictionary attack. Cara ini adalah cara mencoba semua kata dalam kamus secara satu-persatu untuk mencari kata yang cocok dengan password. Namun cara ini memiliki kelemahan, selain membutuhkan waktu yang lama, juga apabila password-nya tidak ada di kamus milik kita, maka usaha dictionary attack akan percuma. Contoh kata yang tidak ada dikamus Ha41L004PaK48Ar atau dengan simbol )*&^%$##.

BAB III PENUTUP 1.8. Kesimpulan dan Saran 1.8.1. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang penulis jabarkan, maka dapat disimpulkan : 1. Wifi merupakan Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Network WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE (Institute of Electrical and ElectronicsEngineers) 802.11. 2. Perbandingan jaringan bermedia kabel (wired) dangan Jaringan bermedia gelombang radio (Wifi) ditinjau dari segi biaya, instalasi, stabilitas koneksi, kecepatan jaringan, dan keamanan. 3. Keamanan Wifi sangat rentan dan potensial menjadi salah satu kelemahan jaringan ini yang disebabkan oleh aktivitas penggunaan kunci WEP (Wired Equivalency Privacy), penggunaan password lemah, tidak mendaftarkan MAC address (Media Access Control), tidak secara periodik merubah password. 4. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan Wifi adalah dengan metode Challenge and Response, menggunakan kunci WPA-PSK, mengganti password secara berkala, dan penggunaan kata yang tidak ada didalam kamus atau menggunakan simbol-simbol

1.8.2. Saran Sudah saatnya kita sebagai pengguna jaringan Wifi khususnya mahasiswa IPB menyadari secara aplikatif bahwa disamping banyaknya keunggulan dan kecanggihan Wifi ternyata ada aspek yang sering kita lupakan dan bersifat berbahaya terhadap keamanan data yang senantiasa kita olah di jaringan internet. Untuk itu kewaspadaan sejak dini untuk mempertimbangkan penggunaan Wifi perlu dilakukan setiap orang.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Cara Jebol Password Wifi untuk Internet gratis. Just for fun. aurelialiling.blogspot.com/2011/11/cara-jebol-password-wifi-untukinternet.html (8 Desember 2011). anonim. 2010. Jaringan Kabel vs Jaringan Wifi. all about the world. http://christinarwen.blogspot.com/2010/08/jaringan-kabel-vs-jaringanwifi.html (8 Desember 2011). Sinambela Josua M. 2007. Keamanan Wireless LAN (wifi). makalah. seminar Wireless dan Keamanan Wireless di UNY, 7 April 2007. S'to. 2007. Wireless Kungfu Networking & Hacking. jakarta: Jasakom. S'to. 2009. CEH (Certified Ethical Hacker) 100% illegal. Jakarta: Jasakom.