Anda di halaman 1dari 14

Laporan Praktikum Disipasi Kalor Hot Wire

Nama NPM Fakultas Departemen/Prodi Kode Praktikum Tanggal percobaan

: Zainina Saphira : 1106069512 : Teknik : Teknik Industri/Teknik Industri : KR01 : 12 April 2012

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar (UPP-IPD) Universitas Indonesia Depok

KR01 - Disipasi Kalor Hot Wire

I. Tujuan

Menggunakan hotwire sebagai sensor kecepatan aliran udara.

II. Peralatan

1. kawat pijar (hotwire) 2. Fan 3. Voltmeter dan Ampmeter 4. Adjustable power supply 5. Camcorder 6. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III. Teori Single normal probe adalah suatu tipe hotwire yng paling banyak digunakan sebagai sensor untk memberikan informasi kecepatan aliran dalam arah axial saja. Probe seperti ini terdiri dari sebuah kawat logam pendek yng halus yng disatukan pada dua kawat baja. Masing masing ujung probe dihubungkan ke sebuah sumber tegangan. Energi listrik yng mengalir pada probe tersebut akan didispasi oleh kawat menjadi energi kalor. Besarnya energi listrik yng

terdisipasi sebanding dengan tegangan , arus listrik yng mengalir di probe tersebut dan lamanya waktu arus listrik mengalir. P = v i t .........( 1 )

Bila probe dihembuskan udara maka akan merubah nilai resistansi kawat sehingga merubah besarnya arus listrik yng mengalir. Semakin cepat udara yng mengalir maka perubahan nilai resistansi juga semakin besar dan arus listrik yng mengalir juga berubah. Jumlah perpindahan panas yng diterima probe dinyatakan oleh overheat ratio yng dirumuskan sebagai :

Overheat ratio =

Rw = resistansi kawat pada temperatur pengoperasian (dihembuskan udara). Ra = resistansi kawat pada temperatur ambient (ruangan).

Hot wire probe harus dikalibrasi untk menentukan persamaan yng menyatakan hubungan antara tegangan kawat (wire voltage , E) dengan kecepatan referensi (reference velocity , U) setelah persamaan diperoleh, kemudian informasi kecepatan dalam setiap percobaan dapat dievaluasi menggunakan persamaan tersebut. Persamaan yng didapat berbentuk persamaan linear atau persamaan polinomial.

Pada percobaan yng akan dilakukan yaitu mengukur tegangan kawat pada temperatur ambient dan mengukur tegangan kawat bila dialiri arus udara dengan kecepatan yng hasilkan oleh fan. Kecepatan aliran udara oleh fan akan divariasikan melalui daya yng diberikan ke fan yaitu 70 , 110 , 150 dan 190 dari daya maksimal 230 m/s. IV. Prosedur Percobaan Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rLab di bagian bawah halaman ini. 1. Aktifkan Web cam ! (klik icon video pada halaman web r-Lab) ! 2. Berikan aliran udara dengan kecepatan 0 m/s , dengan mengklik pilihan drop down pada icon atur kecepatan aliran.

3. Hidupkan motor pengerak kipas dengan mengklik radio button pada icon menghidupkan power supply kipas. 4. Ukurlah Tegangan dan Arus listrik di kawat hot wire dengan cara mengklik icon ukur. 5. Ulangi langkah 2 hingga 4 untk kecepatan 70 , 110 , 150 , 190 dan 230 m/s !

V. Pengolahan Data

Waktu Kec Angin 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

V-HW I-HW

Waktu Kec Angin

V-HW I-HW

2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112

54.5 54.3 54.2 54.1 54.0 54.0 54.0 54.0 54.0 54.0

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

70 70 70 70 70 70 70 70 70 70

2.071 2.069 2.071 2.071 2.068 2.067 2.069 2.067 2.067 2.068

54.8 54.3 54.1 54.0 54.0 54.3 54.9 55.6 56.3 56.2

TABEL LEAST SQUARE

x 0 70

y 2.1123 2.064

xy 0 144.48

x2 0 4900

y2 4.46181129 4.260096

110 2.0466 150 2.0381 190 2.0329 230

225.126 12100 4.18857156 305.715 22500 4.15385161 386.251 36100 4.13268241

2.0294 466.762 52900 4.11846436

VI. Tugas dan Evaluasi 1. Berdasarkan data yng didapat , buatlah grafik yng menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu untk tiap kecepatan aliran udara. 2. Berdasarkan pengolahan data di atas, buatlah grafik yng

menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Kecepatan aliran angin.

3. Buatlah persamaan kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan hotwire. Sesuai dengan grafik hubungan tegangan dengan kecepatan angin, maka didapatkan fungsinya adalah : y= 0.014 x + 2.105

4. Berdasarkan percobaan dan data yng didapat, apakah kita dapat menggunakan kawat Hotwire sebagai pengukur kecepatan angin? Kawat Hotwire dapat digunakan sebagai pengukur kecepatan angin dengan syarat nilai tegangan harus diketahui terlebih dahulu. Semakin besar nilai tegangan, maka semakin kecil tekanan angin

5. Berilah analisis dari hasil percobaan ini.

I.

ANALISIS VI.1. Analisis Percobaan dan Hasil Pada percobaan yang pertama, variabel yang terlibat adalah tegangan dan waktu yang dibutuhkan di tiap-tiap kecepatan angin yng bervariasi, mulai dari 0 m/s, 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s hingga 230

m/s. Perbedaan kecepatan yng ada ditujukan agar praktikan mengetahui perbedaan pada masing-masing percobaan. Untk setiap kecepatan, percobaan dilakukan dengan selang waktu 10 detik dimana setiap 1 detik komputer telah mencatat tegangan dan kuat arus. Jadi, data yng didapat praktikan adalah 60 data. Semua data yng ada telah digambarkan dalam grafik yng merujuk kepada persamaan garis pada masing-masing data kecepatan angin. Persamaan-persamaan garisnya adalah sebagai berikut: a) untk v = 0 m/s, persamaan garis : y = 2.112 b) untk v = 70 m/s, persamaan garis : y = 0,0001x + 2,0654 c) untk v = 110 m/s, persamaan garis : y = 3E-05x + 2,0481 d) untk v = 150 m/s, persamaan garis : y = -8E-05x + 2,0411 e) untk v = 190 m/s, persamaan garis : y = -3E-16x + 2,0348 f) untk v = 230 m/s, persamaan garis : y = 9E-05x + 2,0308 Sedangkan untk hubungan antara tegangan sebagai variabel terikat dan kecepatan angin sebagai variabel bebas, data tentang tegangan yng dihasilkan di tiap-tiap kecepatan dirata-rata terlebih dahulu. Persamaan yng didapat adalah: y = -0,00034x + 2,09799 dimana y adalah tegangan (volt) dan x adalah kecepatan angin divariasikan (m/s). Persamaan tersebut juga dapat diubah untk mencari nilai kecepatan dimana untk mencapai nilai kecepatan tersebut, persamaan bisa diubah menjadi: x = 6170,6 2941,2y

VI.2. Analisis Grafik a) Grafik Hubungan Tegangan dan Waktu Grafik hasil percobaan merupakan grafik hubungan antara tegangan listrik pada kawat pijar/hotwire dan waktu untk tiap aliran udara yng diatur. Pada grafik hubungan tegangan dan waktu, mayoritas gradien garis acuan bernilai negatif (-). Hal tersebut menandakan bahwa adanya aliran udara dari fan akan mengubah nilai resistensi kawat sehingga arus listrik yng mengalir pun akan berubah. Semakin cepat udara yng mengalir maka perubahan nilai resistansi juga semakin besar dan arus listrik yng mengalir juga berubah. Aliran udara tersebut menyebabkan tegangan pada kawat pijar/hotwire berkurang sedikit demi sedikit seiring dengan bertambahnya kecepatan aliran udara. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil percobaan yng diperoleh

b) Grafik Hubungan Tegangan dengan Kecepatan Aliran Udara Grafik percobaan ini merupakan grafik hubungan antara tegangan listrik pada kawat pijar/hotwire dan kecepatan aliran udara pada fan/kipas, gradien garis literature/acuan untk persamaan kecepatan udara tiap detik juga bernilai negatif (-). Hal tersebut membuktikan bahwa tegangan listrik dari kawat pijar/hotwire berkurang ketika kecepatan aliran udara

bertambah. Besarnya penurunan tegangan kawat pijar tidak selalu sama tetapi bervariasi, hal tersebut dapat disebabkan karena kesalahan relatif yng dapat terjadi pada saat praktikum, sehingga grafik yng diperoleh tidak terlalu baik. Sebaran nilai data percobaan tidak seluruhnya sesuai dengan literatur, tetapi sebaran nilai data perolehan tidak terlalu jauh dari garis literatur atau acuan. Kesalahan-kesalahan yng terjadi tidak dapat seluruhnya diidentifikasi, sebab eksperimen ini dilakukan dengan menggunakan jaringan internet yng terhubung pada alat praktikum elektronik, terutama disebabkan karena

webcam/camcorder yng ada di dekat alat praktikum tidak aktif atau tidak berfungsi.

VI.3. Analisis Kesalahan Dalam percobaan disipasi kalor hotwire kali ini data yng diperoleh sedikit berbeda dengan acuan/literatur, hal ini dapat terjadi mungkin karena banyak kesalahan yng terjadi pada saat eksperimen. Sehingga hasil yng diperoleh tidak terlalu baik, tetapi tidak terlalu jauh dari nilai literatur/acuan. Kesalahan-kesalahan yng mungkin dapat terjadi pada saat percobaan ini yakni: o Alat-alat praktikum yng tidak dikalibrasikan sebelumnya, sehingga data yng diperoleh sedikit berbeda dengan literatur. o Webcam / camcorder yng tidak aktif/tidak berfungsi, sehingga kita tidak dapat melihat jalannya praktikum.

o Kesalahan dalam perhitungan, misalnya penggunaan metode atau aturan angka penting yng kurang sesuai dengan kaidah yng seharusnya.

II.

KESIMPULAN 1. Single normal probe adalah suatu tipe hotwire yng paling banyak dan paling umum digunakan sebagai sensor untk memberikan informasi. 2. Perpindahan panas dalam sistem hot wire ke lingkungan

mempengaruhi fluida. 3. Semakin cepat aliran udara yng mengalir maka perubahan nilai resistansi juga semakin besar dan arus listrik yng mengalir juga berubah. 4. Hot-Wire dapat juga digunakan menentukan kecepatan udara. Syaratnya nilai tegangan juga harus diketahui lebih dahulu. Semakin besar tegangan, semakin kecil nilai kecepatan angin. Begitu pula sebaliknya. 5. Hot wire sering digunakan dalam bidang meteorologi dan geofisika.

III.

Referensi Giancoli, D.C. 2000. Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition. New York : Prentice Hall. Halliday, Resnick, Walker. 2005. Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition. New York : John Wiley & Sons, Inc.

Serway, Raymond A. and John W. Jewett. 2004. Physics for Scientists and Engineers 6th Edition. New York: Brooks/Cole