PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia
Definisi dan Tindakan Keperawatan
Edisi |
Cetakan II
Penyusun
Tim Pokja SIKI DPP PPNI
ISBN 978-602-18445-9-5Standar Intervensi Keperawatan Indonesia
Definisi dan Tindakan Keperawatan
Hak cipta dilindungi undang-undang.
Dilarang mereproduksi atau memperbanyak seluruh atau sebagian dari buku ini
dalam bentuk atau cara apapun tanpa izin tertulis dari
Tim Pokja SIKI DPP PPNI.
Penyusun:
Tim Pokja SiKI DPP PPNI
Cetakan |: Maret 2018
Cetakan It: September 2018
Penerbit:
Dewan Pengurus Pusat
Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Ji. Raya Lenteng Agung No. 64 Jagakarsa, Jakarta Selatan 12610
Telp/Fax. 62-21-2271 0272
Email: dppppni@[Link]
Website: htto:/[Link]
Saran Penulisan Sitasi (Format APA):
PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan
Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
zz eles parade tiaPERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA
(INDONESIAN NATIONAL NURSES ASSOCIATION)
Address: HL Re $4 R006 RW.008, Lonteng Agung, Jogekars, lakarts Selatm 12610
2271 4959 E-Mail: dypppa [Link]
srw print,
KEPUTUSAN DEWAN PENGURUS PUSAT
PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA.
NOMOR: 023/[Link]/K.S/111/2018
TENTANG
STANDAR INTERVENSI KEPERAWATAN INDONESIA (SIKI)
DEWAN PENGURUS PUSAT PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA
Menimbang : a babwa untk menjamin tanggung jawab, akuntabilitas dan
professionalisme praktik perawat, PPNi sebagai organisasi profesi
‘memiliki tanggung jawab untuk menyusun Standar Profesi yaitu
Stander Kompetensi, Standar Asuhan Keperawatan, Standar
Kinerja Profesional
b. bakwa Asuhan Keperawatan dilakukan intervensi keperawatan
sebagai pelaksanaan rencana asuhan keperawatan berdaserken
dingnosis keperawatan yang telah ditegakkan
¢. bahwa penentuan Intervensi Keperawatan dibutuhkan Standar
Intervensi Keperawatan yang baku dan sesuai dengan kebutuhan
Kesehatan masyarakat Indonesia
@ bahwa Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)
sebagaimana dimaksud dalam huruf (e) periu ditetapkan dengan
Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat PPNI
Mengingat : 1. Undang - Undang RINo. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang — Undang No. 17 tahun 2013 tentang Organisasi
Kemtasyarakatan
3. Undang-Undang RINo. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan
4 Keputusan Kemenkum dan HAM No, AHU 93,AH.01.07 tahun
2012 tentang Pengesahan Badan Hukum Perkumpulan PPNI
5. Keputusan Kemenkum dan HAM No. [Link].01.08 tahun
2015 Tentang Persefujuan Perubahan Pengurus dan Pengawas
PPNI
6. AD/ART Hasil MUNAS IX PPNI tahun 2015 di Palerabong,
‘Sumatera Selatan
Memperhatikan : 1, Hasil Workshop Tim Penyusun Standar Intervensi Keperawatan
Indonesia
2. Hasil Workshop Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)
tanggal 23-24 November 2017
3, Hasil Rapat Pengurus Harian pada tanggal 12 Januari 2018
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN : STANDAR INTERVENSI KEPERAWATAN INDONESIA (SIKI)
KESATU : Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) sebagaimana dalam
lampiran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat
Keputusan ini
KEDUA : Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) merupakan karya
cipta DPP PPNI melalui Tim Penyusun Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia (SIKI)
Persatuan Perawat Nasional Indonesia EgDEWAN PENGURUS PUS.
ATUAN PERAWS AT NASIGNAL INDONESIA
‘ i3 ASSOCIA TEON)
KETIGA + Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) merupakan acuan
bagi perawat di Indonesia menetapkan intervensi keperawatan yang
sesuai dengan masalah Kesehatan’ keperawatan klien berdasarkan
diagnosis keperawatan yang telah ditegakken dalam pelaksanaan
asuhan keperawatan di semua tatanan pelayanan keschatan.
KEEMPAT : Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) diusulkan kepada
Menteri Kesehatan untuk mendapatkan pengesahan setelah ditetapkan
oleh PPNI melalui Surat Keputusan ini.
KELIMA Sosialisasi Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) oleh
semua tingkat kepengurusan PPNI dan/atau melibatkan: pemerintah,
asosiasi institusi pendidikan, asosiasi institusi pelayanan Kesehatan dan
pihak terkait lainnya,
KEENAM : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
KETUJUH : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini
maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 14 Maret 2018
Dewan Pengurs Pusot
Perstuan Perawat Nasional Indonesia
Ketua Umum, sf Sekretaris Jenderal,
Mustikasari
NIRA: 31730001926
Standar Intervensi Keperawatan IndonesiaME)
REPUBLIK INDONESIA
SAMBUTAN
Kesehatan sebagai hak asasi manusia harus diwujudkan dalam
bentuk pemberian peiayanan Kesehatan kepada seluruh
masyarakat oleh tenaga Kesehatan secara aman, berkualitas,
terpadu, dan berkesinambungan. Tenaga perawat sebagai salah
satu tenaga Kesehatan berperan penting dalam mewuludkan
pelayanan dan asuhan keperawatan profesional yang ditujukan
kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik dalam
kondisi sehat maupun sakit. Dengan adanya Undang-Undang
Nomor 38 Tahun 2044 tentang Keperawatan maka seluruh jajaran
keperawatan Indonesia perlu meningkatkan peran dalam mencapai
tujuan pembangunan kesehatan Indonesia melalui prektik
keperawatan yang didasarkan pada standar profesi, kode etik, standar pelayanan, dan
standar prosedur operasional,
Saya menyambut baik dengan tersusunnya Buku Standar Intervensi Keperawatan
Indonesia (SIKI) sebagai kelanjutan dari Buku Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia
(SKI), SIKt merupakan bentuk kontribusi yang berharga bagi peningkatan kualitas
pelayanan keperawatan di Indonesia dan saya berharap buku standar yang berisi acuan
pemberian intervensi keperawatan ini dapat digunakan sebagai panduan bagi perawat
untuk menetapkan intervensi Keperawatan yang tepat, terstandar, sesuai dengan diagnosa
keperawatan dan kebutuhan klien. Dengan diterapkannya buku standar ini, diharapkan
dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang berujung pata peningkatan mutu
pelayanan kesehatan di seluruh fasiltas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Ucapan teima kasih saya sampaikan kepada Persatuan Perawat Nasional Indonesia
(PPNI) yang hingga saat ini secara aktif bersama-sama pemerintah dan masyarakat
mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
Jl H.R, Rasuna Sald Blok XS, Kav, 4-9 Jakarta 12950 Telapor/Faxsimnile (024) S201591
Persatuan Perawat Nasional indonesia mySambutan Ketua Umum
DPP. Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Praktik Keperawatan adalah pelayanan yang diselenggarakan oleh Perawat dalam
bentuk Asuhan Keperawatan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan
kemandirian klien dalam merawat dirinya. Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan,
perawat melakukan proses keperawatan yang meliputi pengkajian keperawatan,
penegakan diagnosis keperawatan, perencanaan tindakan keperawatan,
implementasi, dan evatuasi hasil tindakan keperawatan.
Dengan telah diterbitkannya Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) pada
tahun 2016, maka yang dibutuhkan selanjutnya adalah Standar_Intervensi
Keperawatan Indonesia (SIKI) yang merupakan rangkaian standar pelayanan untuk
penyelenggaraan Praktik Keperawatan di Indonesia. Penyusunan Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia tidak lain merupakan upaya Persatuan Perawat Nasional
Indonesia (PPNI) menetapkan standar dalam pemberian intervensi bagi klien dalam
perencanaan Asuhan Keperawatan sebagai implemetasi amanat Undang-Undang
Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan.
Dengan adanya Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) maka perawat
dapat menentukan intervensi yang sesuai dengan diagnosis keperawatan yang telah
terstandar sehingga dapat memberikan Asuhan Keperawatan yang tepat, seragam
secara nasional, peka budaya, dan terukur mutu pelayanannya.
Dengan memanjatkan puji dan Syukur kehadirat Allah Swt, Dewan Pengurus Pusat
PPNI dengan bangga menerbitkan Buku Standar tntervensi Keperawatan Indonesia
(SIKI) ini. Rasa bangga dan penghargaan yang tinggi kami sampaikan kepada Tim
Penyusun Standar Intervensi Keperawatan Indonesia yang telah merampungkan
Buku ini. Ungkapan Terima Kasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang
telah terlibat dalam proses penyusunan buku ini.
| ov J Standar Intervensi Keperawatan IndonesiaDengan diterbitkannya Buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), agar
dapat diterapkan dan menjadi acuan secara Nasional dan menjadi langkah maju
keperawatan Indonesia untuk pencapai Praktik Keperawatan Profesional yang dicita-
citakan dalam Undang-Undang Keperawatan.
Dewan Pengurus Pusat
Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Harif Fadhillah, [Link], SH, [Link], MH.
Ketua Umum
Perstuen erat Nason! IndonesiaSambutan Ketua Umum
Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia
(ADINKES)
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas Ridho dan Rahmatnya sehingga
Buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dapat diterbitkan. Untuk itu,
kami atas nama Pengurus Pusat ADINKES mengucapkan selamat dan apresiasi
yang setinggi-tingginya kepada Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional
Indonesia (DPP PPNI) atas diselesaikan dan diterbitkannya Buku SIKI ini.
Buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia ini diharapkan menjadi acuan bagi
Perawat melaksanakan paktik keperawatan dalam meningkatkan mutu asuhan
keperawatan yang tepat dan terstandar yang diberikan kepada masyarakat (yaitu
pasien atau klien). Buku ini juga sangat bermanfaat karena memuat standar
intervensi keperawatan secara komprehensif yang meliputi intervensi berbagai level;
berbagai kategori; berbagai upaya kesehatan; berbagai jenis klien; serta berbagai
jenis intervensi, baik komplementer maupun alternatif.
Kepada Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia dan Tim
Pokja Penyusunan Buku Standar Intervensi Keperawatan indonesia, saya
mengucapkan terima kasih atas kerja cerdasnya untuk mendukung upaya
Peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia.
Semoga Buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia bermanfaat serta dapat
dipastikan penggunaannya dalam pelayanan kesehatan,
Jakarta, 31 Juli 2018
PP Asosiasi Dinas Kesehatan
Seluruh Indonesia
Dr. Krishnajaya, MS
Ketua Umum
im Standar Intervens! Keperawatan IndonesiaSambutan Ketua Umum
Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia
(ARSADA)
Assaiamu‘alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,
Dengan mengucapkan Alhamdulillah, Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh
Indonesia (ARSADA) menyambut baik terbitnya Standar Intervensi Keperawatan
Indonesia (SIKI). Buku ini melengkapi berbagai standar asuhan keperawatan ysng
sudah ada. Untuk itu, ARSADA memberikan apresiasi kepada Pengurus Persatuan
Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang telah membukukan Standar Intervensi
Keperawatan Indonesia (SIKI). Hal ini menunjukkan bahwa Pengurus PPNI konsisten
dengan mutu asuhan keperawatan di Indonesia melalui standarisasi asuhan
keperawatan, dan kali ini terbit standar intervensi keperawatan.
ARSADA memandang Buku berjudul: “Standar Intervensi Keperawatan indonesia
(SIKI)", merupakan salah satu bentuk partisipasi Pengurus PPNI terhadap program
pemerintah dalam pelayanan kesehatan yang bermutu. Buku ini menyajikan
pedoman/acuan bagi seluruh Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.
Dengan buku ini, kita semua berharap para pernangku kepentingan semakin
meyakini mutu asuhan keperawatan.
Kepada seluruh anggota ARSADA dihimbau untuk selalu memberikan fasilitasi
terbaik kepada Perawat dan seluruh profesional kesehatan dalam memberikan
asuhan pelayanan di lingkungan Rumah Sakit Daerah untuk menciptakan pelayanan
yang bermutu. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dalam pelayanan
kesehatan dan dalam kehidupan dunia akhirat. Aamin Ya Rabbal ‘Alamiin.
Persatuan Perawat Nasional indonesia _— aeSekian, Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.
Jakarta, 29 Januari 2018
Asosiasi Rumah Sakit Daerah
Seluruh Indonesia
Dr. R. Heru Ariyadi, MPH.
Ketua Umum
ae Standar Intervensi Keperawatan IndonesiaKata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas Rahmat
dan Karunia-Nya sehingga standar yang sangat diharapkan oleh seluruh komunitas
profesi keperawatan di Indonesia ini khususnya yang berkecimpung dalam
pelayanan keperawatan dapat diselesaikan dan diterbitkan.
Standar intervensi keperawatan ini mencakup intervensi keperawatan secara
komprehensif yang meliputi intervensi pada berbagai level praktik (generalis dan
spesialis}), berbagai kategori (fisiologis dan psikososial), berbagai upaya kesehatan
(kuratif, preventif dan promotif), berbagai jenis klien (individu, keluarga, komunitas),
jenis intervensi (mandiri dan kolaborasi) serta intervensi komplementer dan alternatif.
Standar ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perawat dalam merencanakan
intervensi keperawatan, meningkatkan otonomi perawat dalam memberikan
pelayanan kesehatan, memudahkan komunikasi intraprofesional dan interprofesional
dengan penggunaan istilah yang seragam dan terstandarisasi, sehingga dapat
meningkatkan mutu asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien.
Selama proses penyusunan standar ini, banyak pihak yang telah berksntribusi.
Semoga segala bentuk kontribusi yang telah diberikan mendapatkan balasan yang
berlipat ganda dan Tuhan Yang Maha Pemurah.
Tim Pokja SIKI sangat terbuka dalam menerima masukan-masukan untuk semakin
menyempurnakan SIK| pada penerbitan edisi selanjutnya. Masukan dapat diajukan
melalui alamat email dppppni@[Link].
Ns. Aprisunadi, [Link], [Link].
Ketua Tim Pokja SDKI, SIKI, SLKI DPP PPNI
Persatuan Perawat Nasional Indonesia .—i—Daftar Isi
Surat Keputusan DPP PPNI
Sambutan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Sambutan Ketua Umum DPP PPNI
Sambutan Ketua ADINKES
Sambuatan Ketua Umum ARSADA
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Intervensi Keperawatan
Daftar Tautan SDKI - SIKI
Bab! —Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Landasan Hukum
Babli Ketentuan Umum
Bab Ill Ketentuan Khusus
A. Definisi intervensi dan Tindakan Keperawatan
B. Klasifikasi Intervensi Keperawatan
C. Komponen Intervensi Keperawatan
D. Penentuan Intervensi Keperawatan
Bab IV Standar Intervensi Keperawatan Indonesia
BabV_ Tautan SDKI - SIKI
Bab VI Klasifikasi SIKI
Tim Penyusun
Tim Kontributor
Daftar Pustaka
vi
viii
a x
DHDMHMWWNNE RX
Standar Intervensi Keperawatan IndonesiaDaftar Intervensi Keperawatan
Aromaterapi 16
Balut Tekan 16
Biblioterapi 17
Bimbingan Antisipatif 18
Bimbingan Sistem Kesehatan 19
Code Management 19
Delegasi 20
Diskusi Kelompok Terarah 21
Dukungan Ambulasi 22
Dukungan Berhenti Merokok 22
Dukungan Emosional 23
Dukungan Hipnosis Diri 24
Dukungan Kelompok 24
Dukungan Keluarga Merencanakan
Perawatan 26
Dukungan Kepatuhan Program
Pengobatan 26
Dukungan Keyakinan 27
Dukungan Koping Keluarga 28
Dukungan Meditasi 28
Dukungan Memaafkan 29
Dukungan Mobilisasi 30
Dukungan Pelaksanaan Ibadah 31
Dukungan Pemeliharaan Rumah 31
Dukungan Pemulihan Penyalahgunaan
Alkohol 32
Dukungan Pemulihan Penyalahgunaan
Zat 32
Dukungan Penampilan Peran 33
Dukungan Pengambilan Keputusan 34
Dukungan Pengungkapan Kebutuhan 34
Dukungan Pengungkapan Perasaan 35
Dukungan Perasaan Bersalah 36
Dukungan Perawatan Diri 36
Dukungan Perawatan Diri: BAB/BAK 37
Dukungan Perawatan Diri: Berpakaian 37
Dukungan Perawatan Diri: Makan/Minum
38
Dukungan Perawatan Diri: Mandi 39
Dukungan Perkembangan Spiritual 39
Dukungan Perlindungan Penganiayaan
40
Dukungan Perlindungan Penganiayaan
Agama 41
Dukungan Perlindungan Penganiayaan
Lansia 41
Dukungan Perlindungan Penganiayaan
Pasangan 42
Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Dukungan Proses Berduka 44
Dukungan Proses Berduka: Kematian
Perinatal 45
Dukungan Sibling 45
Dukungan Spiritual 46
Dukungan Sumber Finansial 47
Dukungan Tanggung Jawab pada Diri
Sendiri 47
Dukungan Tidur 48
Dukungan Ventilasi 49
Dukungan Visitasi 49
Edukasi Aktivitas/Istirahat 50
Edukasi Alat Bantu Dengar 51
Edukasi Analgesia Terkontrol 51
Edukasi Berat Badan Efektif 52
Edukasi Berhenti Merokok 52
Edukasi Dehidrasi 53
Edukasi Dialisis Peritoneal 54
Edukasi Diet 54
Edukas! Edema 57
Edukasi Efek Samping Obat 56
Edukasi Fisioterapi Dada 57
Edukasi Hemodialisis 57
Edukasi Infertilitas 58
Edukasi Irigasi Kandung Kemih 59
Edukasi lrigasi Kolostomi 60
Edukasi Irigasi Urostomi 60
Edukasi Keamanan Anak 61
Edukasi Keamanan Bayi 62
Edukasi Kelompok 62
Edukasi Keluarga Berencana 63
Edukasi Kemoterapi 64
Edukasi Kesehatan 65
Edukasi Keselamatan Lingkungan 65
Edukasi Keselamatan Rumah 66
Edukasi Keterampilan Psikomotor 66
Edukasi Komunikasi Efektif 67
Edukasi Latinan Berkemih 68
Edukasi Latihan Fisik 68
Edukasi Nanajemen Demam 69
Edukasi Manajemen Nyeri 70
Edukasi Manajemen Stres 70
Edukasi Menyusui 74
Edukasi Mobilisasi 72
Edukasi Nutrisi 72
Edukasi Nutrisi Anak 73
Edukasi Nutrisi Bayi 74
Edukasi Nutrisi Parenteral 75
.— EraEdukasi Orangtua: Fase Anak 75
Edukasi Orangtua: Fase Bayi 76
Edukasi Orangtua: Fase Remaja 77
Edukas! pada Pengasuh 77
Edukasi Penberian Makanan pada Anak
78
Edukasi Pemberian Makanan Parenteral
79
Edukasi Pemeriksaan Ultrasonografi
Obstetrik 73
Edukasi Pencegahan Infeksi 80
Edukasi Pencegahan Jatuh 81
Edukasi Pencegahan Luka Tekan 82
Edukasi Pencegahan Osteoporosis82
Edukasi Penggunaan Alat Bantu 83
Edukasi Penggunaan Alat Kontrasepsi 64
Edukasi Pengukuran Nadi Radialis 84
Edukasi Pengukuran Respirasi 86
Edukasi Pengukuran Suhu Tubuh 86
Edukasi Pengukuran Tekanan Darah 87
Edukasi Pengurangan Risiko 87
Edukasi Penyalahgunaan Alkohol 87
Edukasi Penyalahgunaan Zat 88
Edukasi Perawatan Bayi 89
Edukasi Perawatan Diri 90
Edukasi Perawatan Gigi Palsu 90
Edukasi Perawatan Gips 91
Edukasi Perawatan Kaki $2
Edukasi Perawatan Kateter Urine 93
Edukasi Perawatan Kehamitan 93
Edukasi Perawatan Kult 94
Edukasi Perawatan Mata 95
Edukasi Perawatan Mulut 95
Edukasi Perawatan Nefrostomi 96
Edukasi Perawatan Perineum 96
Edukasi Perawatan Selang Drain 97
Edukasi Perawatan Stoma 98
Edukasi Perawatan Trakheostomi 98
Edukasi Perawatan Urostomi 99
Edukasi Perilaku Upaya Kesehatan 100
Edukasi Perkembangan Bayi 101
Edukasi Persalinan 101
Edukasi Pijat Bayi 102
Edukasi Pola Perilaku Kebersihan 103
Edukasi Preoperatif 103
Edukasi Program Pengobatan 104
Edukasi Prosedur Tindakan 105,
Edukasi Proses Keluarga 106
Edukasi Proses Penyakit 106
Edukasi Reaksi Alergi 107
Edukasi Rehabilitasi Jantung 107
Edukasi Seksualitas 108
Edukasi Stimulasi Bayi/Anak 109
Edukasi Teknik Adaptasi 109
PaMe
Edukasi Teknik Ambulasi 110
Edukasi Teknik Mengingat 111
Edukasi Teknik Napas 117
Edukasl Teknik Transfer 112
Edukasi Terapi Antikoagulan 113
Edukasi Terapi Cairan 113
Edukasi Terapi Darah 114
Edukasi Termoregulasi 115
Edukasi Toilet Training 115
Edukasi Vaksin 116
Edukasi Vitamin 117
Ekstubasi Selang Endotrakheal 117
Fisioterapi Dada 118
Fototerapi Gangguan Mood/Tidur 119
Fototerapi Neonatus 119
Identifikasi Risiko 120
Induksi Hipotermia 120
Induksi Persalinan 121
Inisiasi Menyusu Dini 122
Insersi Intravena 123
Insersi Jalan Napas Buatan 123
Insersi Selang Nasogastrik 124
Intervensi Krisis 125
Irigasi Kandung Kemih 126
lrigasi Kateter Urine 127
irigasi Kolostomi 128
Jurnal 128
Kateterisasi Urine 129
Kelompok Pendukung 130
Kesiapan Bioterorisme 131
Kompres Dingin 131
Kompres Panas 132
Konferensi Muttidisiplin 133
Konseling 133
Konseling Genetika 134
Konseling Laktasi 135
Konseling Nutrisi 135
Konseling Prakonsepsi 136
Konseling Seksualitas 137
Konsultasi 137
Konsultasi Via Telepon 138
Kontrak Perilaku Positi 139
Koordinasi Diskusi Keluarga 140
Koordinasi Praoperasi 140
Latihan Asertif 141
Latihan Batuk Efektif 142
Latihan Berkemih 143
Latihan Eliminasi Fekal 143
Latihan Memori 143
Latihan Otogenik 144
Latinan Otot Panggu! 145
Latihan Pengendalian Impuls 146
Latinan Pernapasan 146
Latihan Rehabilitasi 147
Standar Intervensi Keperawatan IndonesiaLatihan Rentang Gerak 148
Limit Setting 148
Manajemen Akses Vena Sentral 149
Manajemen Alat Pacu Jantung Permanen
Manajemen Alat Pacu Jantung
Sementara 150
Manajemen Anafilaksis 151
Manajemen Aritmia 152
Manajemen Asam-Basa 153
Manajemen Asam-Basa: Alkalosis
Metabolik 153
Manajemen Asam-Basa: Alkalosis
Respiratorik 154
Manajemen Asam-Basa: Asidosis
Metabolik 155
Manajemen Asam-Basa: Asidosis
Respiratorik 156
Manajemen Asma 157
Manajemen Autotransfusi 157
Manajemen Berat Badan 158
Manajemen Cairan 159
Manajemen Defibrilasi 159
Manajemen Delirium 160
Manajemen Demam 161
Manajemen Demensia 162
Manajemen Depresi Pascapersalinan 163
Manajemen Dialisis Peritoneal 164
Manajemen Diare 165
Manajemen Disrefleksia 165
Manajemen Efek Samping Obat 166
Manajemen Elektroensefalografi 166
Manajemen Elektrokonvulsif 167
Manajemen Elektrolit 168
Manajemen Elektrolit: Hiperkalemia 168
Manajemen Elektrolit: Hiperkalsemia 169
Manajemen Elektrolit: Hipermagnesemia
170
Manajemen EleKtrolit: Hipernatremia 170
Manajemen EleKtrolit: Hipokalemia 171
Manajemen Elektrolit: Hipokalsemia 172
Manajemen Elektrolit: Hipomagnesemia
173
Manajemen Elektrolit: Hiponatremia 173
Manajemen Eliminasi Fekal 174
Manajemen Elminasi Urine 175
Manajemen Energi 176
Manajemen Enuresis 176
Manajemen Gangguan Makan 177
Manajemen Halusinasi 178
Manajemen Hemodialisis 178
Manajemen Hemofiltrasi 179
Manajemen Hiperglikemia 180
Manajemen Hipertermia 181
Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Manajemen Hipervolemia 181
Manajemen Hipoglikemia 182
Manajemen Hipotermia 183
Manajemen Hipovolemia 184
Manajemen Imunisasi/Vaksinasi 184
Manajemen Inkontinensia Urine 185
Manajemen Isolasi 186
Manajemen Jalan Napas 187
Manajemen Jalan Napas Buatan 187
Manajemen Kasus 188
Manajemen Kehamilan Tidak
Dikehendaki 189
Manajemen Kejang 189
Manajemen Kemoterapi 190
Manajemen Kenyamanan Lingkungan
191
Manajemen Kesehatan Kerja 192
Manajemen Keselamatan Lingkungan
192
Manajemen Konstipasi 193
Manajemen Lingkungan 194
Manajemen Lingkungan Komunitas 194
Manajemen Lingkungan: Persiapan
Pulang 195
Manajemen Medikasi 196
Manajemen Mood 196
Manajemen Mual 197
Manajemen Muntah 198
Manajemen Nefrostomi 199
Manajemen Nutrisi 200
Manajemen Nutrisi Parenteral 200
Manajemen Nyeri 201
Manajemen Overdosis 202
Manajemen Pengendalian Marah 203
Manajemen Penggantian Hormon 204
Manajemen Peningkatan Tekanan
Intrakranial 205
Manajemen Penyalahgunaan Zat 205
Manajemen Perdarahan 206
Manajemen Perdarahan Akhir Masa
Kehamitan 207
Manajemen Perdarahan Antepartum
Dipertahankan 208
Manajemen Perdarahan Antepartum tidak
Dipertahankan 209
Manajemen Perdarahan Pervaginam 210
Manajemen Perdarahan Pervaginam
Pascapersalinan 210
Manajemen Perilaku 211
Manajemen Perilaku Seksual 212
Manajemen Program Latihan 213
Manajemen Prolapsus Rektum 213
Manajemen Prolapsus Uteri 214
Manajemen Pruritus 215Manajemen Putus Zat 216
Mariajemen Reaksi Alergi 216
Manajemen Sedasi 217
Manajemen Sensasi Perifer 218
Manajemen Sindrom Premenstruasi 218
Manajemen Spesimen 219
Manajemen Spesimen Darah 219
Manajemen Stres 220
Manajemen Syok 221
Manajemen Syok Anafilaktik 222
Manajemen Syok Hipovolemik 222
Manajemen Syok Kardiogenik 223
Manajemen Syok Neurogenik 224
Manajemen Syok Obstruktif 225
Manajemen Syok Septik 225
Manajemen Teknologi Kesehatan 226
Manajemen Teknologi Sistem Reproduksi
227
Manajemen Terapi Radiasi 228
Manajemen Trauma Perkosaan 228
Manajemen Trombolitik 229
Manajemen Unilateral Neglect 230
Manajemen Ventilasi Mekanik 231
Manajemen Waham 232
Mediasi Konflik 233
Minimalisasi Rangsangan 233
Mobilisasi Keluarga 234
Modifikasi Perilaku Keterampilan Sosial
234
Orientasi Realita 235
Pelaporan Insiden 236
Pelaporan Status Kesehatan 236
Pelayanan Admisi 237
Pelibatan Keluarga 237
Pemantauan Cairan 238
Pemantauan Denyut Jantung Janin 239
Pemantauan Efek Samping Obat 240
Pemantauan Elektrolit 240
Pemantauan Elektronik Fetal 241
Pemantauan Hasil Laboratorium 242
Pemantauan Hemodinamik invasif 242
Pemantauan Kardiotokografi (CTG) 243
Pemantauan Neonatus 244
Pemantauan Neurologis 245
Pemantauan Nutrisi 246
Pemantauan Nyeri 246
Pemantauan Respirasi 247
Pemantauan Risiko Jatuh 248
Pemantauan Tanda Vital 248
Pemantauan Tekanan Intrakranial 249
Pemasangan Alat Pengaman 250
Pemasangan Stocking Elastis 251
Pemberian Analgesik 251
Pemberian Anastesi 252
Pemberian Enema 253
Pemberian Kesaksian 254
Pemberian Kesempatan Menghisap pada
Bayi 254
Pemberian Makanan 255
Pemberian Makanan Enteral 256
Pemberian Makanan Parenteral 257
Pemberian Obat 257
Pemberian Obat Inhalasi 258
Pemberian Obat Interpleura 259
Pemberian Obat Intradermal 260
Pemberian Obat Intramuskuler 266
Pemberian Obat Intraoseous 261
Pemberian Obat intraspinal 262
Pemberian Obat Intravena 263
Pemberian Obat Kulit 263
Pemberian Obat Nasal 264
Pemberian Obat Oral 265
Pemberian Obat Rektal 265
Pemberian Obat Subkutan 266
Pemberian Obat Topikal 267
Pemberian Obat Vaginal 267
Pemberian Obat Ventrikuler 268
Pembidaian 269
Pemeliharaan Kesuburan 270
Pemeriksaan Kelengkapan Set
Emergensi 270
Pemeriksaan Payudara 271
Pemetaan Otak (Brainmapping) 272
Pencegahan Alergi 273
Pencegahan Aspirasi 273
Pencegahan Bunuh Dini 274
Pencegahan Cedera 275
Pencegahan Emboli 276
Pencegahan Hipertermia Matigna 277
Pencegahan Infeksi 278
Pencegahan Jatuh 279
Pancegahan Kebakaran 279
Pencegahan Kejang 280
Pencegahan Konstipasi 281
Pencegahan Luka Tekan 281
Pencegahan Penyalahgunaan Zat 282
Pencegahan Perdarahan 283
Pencegahan Perilaku Kekerasan 284
Pencegahan Risiko Lingkungan 285
Pencegahan Syok 285
Pencegahan Waham 286
Pendampingan Keluarga 287
Pendampingan Orang Tua dengan Anak
Berkebutuhan Khusus 288
Pendampingan Pembedahan 288
Pendampingan Proses Menyusui 289
Penentuan Tujuan Bersama 290
Pengambilan Sampel Darah Arter 291
) | xvi | Standar Intervensi Keperawatan IndonesiaPengambilan Sampel Darah Vena 292
Pengambilan Spesimen 292
Pengaturan Posisi 293
Pengekangan Fisik 294
Pengekangan Kimiawi 295
Pengembangan Jalur Kritis 296
Pengembangan Kesehatan Masyarakat
236
Pengenalan Fasiiitas 297
Penggunaan Terapi Tradisional 298
Penghisapan Jalan Napas 299
Pengontrolan infeksi 299
Pengontrolan infeksi Intraoperatif 300
Pengontrolan Kesehatan Via Telepon 301
Pengontrolan Penyalahgunaan
Tembakau 302
Pengontrolan Penyalahgunaan Zat 303
Pengukuran Gerakan Janin 303
Pengumpulan Data Forensik 304
Penjahitan Luka 305
Penurunan Flatus 306
Penyapihan Ventilasi Mekanik 307
Perantaraan Budaya 307
Perawatan Alat Topangan Jantung
Mekanik 308
Perawatan Amputasi 309
Perawatan Area Insisi 310
Perawatan Bayi 311
Perawatan Dialisis 314
Perawatan Emboli Paru 312
Perawatan Emboli Perifer 313
Perawatan Gips 314
Perawatan Inkontinensia Fekal 315
Perawatan inkontinensia Urine 315
Perawatan Integritas Kulit 316
Perawatan Jantung 317
Perawatan Jantung Akut 318
Perawatan Jenazah 319
Perawatan Kaki 320
Perawatan Kanguru 321
Perawatan Kateter Sentral Perifer 322
Perawatan Kateter Urine 322
Perawatan Kehamilan Risiko Tinggi 323
Perawatan Kehamilan Trimester Kedua
dan Ketiga 324
Perawatan Kehamilan Trimester Pertama
325
Perawatan Kenyamanan 326
Perawatan Kuku 327
Perawatan Kulit Praoperasi 327
Perawatan Lensa Kontak 328
Perawatan Luka 328
Perawatan Luka Bakar 329
Perawatan Luka Tekan 330
Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Perawatan Mata 331
Perawatan Mulut 332
Perawatan Neonatus 332
Perawatan Neurovaskuler 333
Perawatan Pasca Seksio Sesaria 334
Perawatan Pascaanestesi 335
Perawatan Pascapersalinan 335
Perawatan Pasien Terminal 336
Perawatan Perineum 337
Perawatan Perkembangan 338
Perawatan Persalinan 339
Perawatan Persalinan Risiko Tinggi 339
Perawatan Pra Seksio Sesaria 340
Perawatan Rambut 341
Perawatan Retensi Urine 342
Perawatan Selang 342
Perawatan Selang Dada 343
Perawatan Selang Gastrointestinal 344
Perawatan Selang Umbilikal 345
Perawatan Sirkulasi 345,
Perawatan Sirkumsisi 346
Perawatan Skin Graft 347
Perawatan Stoma 348
Perawatan Telinga 348
Perawatan Terminasi Kehamilan 349
Perawatan Tirah Baring 350
Perawatan Trakheostomi 351
Perawatan Traksi 352
Perawatan Urostomi 362
Perencanaan Pulang 353
Persiapan Pembedahan 354
Persiapan Pemeriksaan Ultrasonografi
(USG) 355
Pertolongan Pertama 356
Pijat Laktasi 356
Promosi Antisipasi Keluarga 357
Promosi AS! Eksklusif 357
Promosi Berat Badan 358
Promosi Citra Tubuh 359
Promosi Dukungan Keluarga 360
Promosi Dukungan Sosial 360
Promosi Dukungan Spiritual 361
Promosi Edukasi Laktasi di Komunitas
362
Promosi Eliminasi Fekal 363
Promosi Eliminasi Urine 363
Promosi Harapan 364
Promosi Harga Diri 364
Promosi Hubungan Positif 365,
Promosi Keamanan Berkendara 366
Promosi Kehersinan 367
Promosi Kepatuhan Pengobatan 368
Promosi Kepatuhan Program Latihan 368
Promosi Kepercayaan Diri 369
ail)Promasi Kesadaran Diri 370
Promasi Kesehatan Mulut 371
Promosi Kesiapan Penerimaan informasi
371
Promosi Keutuhan Keluarga 372
Promosi Komunikasi Efektif 373
Promosi Komunikasi: Defisit Bicara 373
Promosi Komunikasi: Defisit
Pendengaran 374
Promosi Komunikasi: Defisit Visual 375,
Promosi Koping 375
Promosi Laktasi 376
Promosi Latihan Fisik 377
Promosi Literasi Kesehatan 378
Promosi Mekanika Tubuh 379
Promosi Pengasuhan 389
Promosi Perilaku Upaya Kesehatan 380
Promosi Perkembangan Anak 381
Promosi Perkembangan Remaja 382
Promosi Perlekatan 383
Promosi Proses Efektif Keluarga 383
Promosi Resilien 384
Promosi Sistem Pendukung 385
Promosi Sosialisasi 385
Promosi Teknik Kulit ke Kulit 286
Reduksi Ansietas 387
Regulasi Temperatur 388
Rehabilitasi Jantung 389
Rekonsiliasi Obat 389
Restrukturisasi Kognitif 390
Resusitasi Cairan 391
Resusitasi Janin 391
Resusitasi Jantung Paru 392
Resusitasi Neonatus 393
Rujukan 394
Rujukan ke Kelas Laktasi Maza
Kehamilan 395
Rujukan ke Kelas Laktasi
Pascapersalinan 395
Rujukan ke Kelompok Dukungan
Menyusui 398
Rujukan ke Layanan Masyarakat 397
Rujukan ke Pelayanan Keluarga
Berencana 297
Rujukan ke Perawat Enterostoma 398
Rujukan ke Terapi Dukungan Kelompok
398
Rujukan ke Terapi Keluarga 399
Seklusi 400
Skrining Bayi Sebeium Pemulangan 400
Skrining Gizi 40%
Skrining Kanker 402
Skrining Kesehatan 402
Skrining Penganiayaan/Persekusi 493
Skrining Penyalahgunaan Zat 404
Skrining Perkembangan Bayi dan Balita
405
Skrining Tuberkulosis 405,
Stabilisasi Jalan Napas 405
Stimulasi Kognitif 407
Surveilens 407
Surveilens Keamanan dan Keseiamatan
409
Surveilens Kehamilan Lanjut 470
Surveilens Komunitas 414
Teknik Distraksi 447
Teknik Imajinasi Terbimbing 442
Teknik Latihan Penguatan Otot 443
Teknik Latinan Penguatan Sendi 413
Teknik Menenangkan 414
Terapi Aktivitas 415
Terapi Akupresur 415
Terapi Akupuntur 417
Terapi Bantuan Hewan 417
Terapi Bekam 478
Terapi Bercerita 419
Terapi Bermain 420
Terapi Biofeedback 420
Terapi Diversional 421
Terapi Hipnosis 422
Terapi Humor 422
Terapi Intravena 423
Terapi Kelompok 424
Terapi Keluarga 425
Terapi Kognitif Perilaku 426
Terapi Lintah 427
Terapi Vienelan 428
Terapi Mileu 428
Terapi Murattal 429
Terapi Musik 430
Terapi Oksigen 430
‘Terapi Paparan Panas 431
Terapi Pemberhentian Merokok 432
Terapi Pemijatan 433
Terapi Penyalahgunaan Zat (Detoksikasi
Zat) 434
Terapi Rekreasi 435
Terapi Relaksasi 436
Terapi Relaksasi Otot Progresif 437
Terapi Remedial 437
Terapi Reminisens 438
Terapi Rumatan Metadon 439
Terapi Seni 440
Terapi Sentuhan 441
Terapi Trauma Anak 442
Terapi Validasi 442
Tomiket Pneumatik 443
Standar Intervensi Keperawatan IndonesiaTranscutaneous Electrical Neve Triase Bencana 446
Stimulation (TENS) 444 Triase Telepon 447
Transfer Pasien 444 Uji Laboratorium di Tempat Tidur 448
Transfusi Darah 445 Yoga 448
Triase 446r
Daftar Tautan SDKI - SIKi
Ansietas 452
Berat Badan Lebih 452
Berduka 452
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif 453
Defisit Kesehatan Komunitas 453
Defisit Nutrisi 453
Defisit Pengetahuan 454
Defisit Perawatan Diri 455
Diare 455
Disfungsi Motilitas Gastrointestinal 456
Disfungsi Seksual 456
Disorganisasi Perilaku Bayi 457
Disrefleksia Otonom 457
Distres Spiritual 457
Gangguan Citra Tubuh 458
Gangguan Eliminasi Urine 458
Gangguan Identitas Diri 459
Gangguan integritas KulitJJaringan 59
Gangguan interaksi Sosial 459
Gangguan Komunikasi Verbal 460
Gangguan Memori 460
Gangguan Menelan 461
Gangguan Mobilitas Fisik 464
Gangguan Penyapihan Ventilator 461
Gangguan Persepsi Sensori 462
Gangguan Pertukaran Gas 462
Gangguan Pola Tidur 463
Gangguan Proses Keluarga 463
Gangguan Rasa Nyaman 464
Gangguan Sirkulasi Spontan 464
Gangguan Tumbuh Kembang 465
Gangguan Ventilasi Spontan 466
Harga Diri Rendah Kronis 466
Harga Diri Rendah Situasional 467
Hipertermia 467
Hipervolemia 467
Hipotermia 468
Hipovolemia 468
Ikterik Neonatus 469
inkontinensia Fekal 469
Inkontinensia Urin Berlanjut 469
Inkontinensia Urin Berlebih 470
Inkontinensia Urin Fungsional 470
Inkontinensia Urin Refleks 470
Inkontinensia Urin Stres 471
Inkontinensia Urin Urgensi 471
Intoleransi Aktivitas 471
Isolasi Sosial 472
Keletihan 472
Keputusasaan 473
Kesiapan Peningkatan Eliminasi Urine
473
Kesiapan Peningkatan Keseimbangan
Cairan 473
Kesiapan Peningkatan Konsep Diri 473
Kesiapan Peningkatan Koping Keluarga
Kesiapan Peningkatan Koping Komunitas
474
Kesiapan Peningkatan Manajemen
Kesehatan 475
Kesiapan Peningkatan Menjadi Orang
Tua 475
Kesiapan Peningkatan Nutrisi 475,
Kesiapan Peningkatan Pengetahuan 476
Kesiapan Peningkatan Proses Keluarga
476
Kesiapan Peningkatan Tidur 477
Kesiapan Persalinan 477
Ketegangan Peran Pemberi Asuhan 477
Ketidakberdayaan 478
Ketidakmampuan Koping Keluarga 478
Ketidaknyamanan Pasca Partum 478
Ketidakpatuhan 479
Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah 479
Konfusi Akut 480
Konfusi Kronis 480
Konstipasi 481
Koping Defensif 481
Koping Komunitas Tidak Efektif 481
Koping Tidak Efektif 482
Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak
Efektif 482
Manajemen Kesehatan Tidak Efektif 483
Menyusui Efektif 483
Menyusui Tidak Efektif 484
Nausea 484
Ayeri Akut 484
Nyeri Kronis 485
Nyeri Melahirkan 486
Obesitas 486
Pemeliharaan Kesehatan Tidak Efektif
487
Penampilan Peran Tidak Efektif 487
Pencapaian Peran Menjadi Orang Tua
487
Penurunan Curah Jantung 488
Standar Intervensi Keperawatan IndonesiaPenurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial
439
Penurunan Koping Keluarga 489
Penyangkalan Tidak Efektif 489
Perfusi Perifer Tidak Efektif 490
Perilaku Kekerasan 490
Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko
491
Perlambatan Pemulihan Pascabedah 492
Pola Napas Tidak Efektif 492
Pola Seksual Tidak Efektif 493
Retensi Urine 493
Risiko Alergi 493
Risiko Aspirasi 494
Risiko Berat Badan Lebih 494
Risiko Bunuh Diri 494
Risiko Cedera 495
Risiko Cedera pada Ibu 495
Risiko Cedera pada Janin 496
Risiko Defisit Nutrisi 496
Risiko Disfungsi Motilitas Gastrointestinal
496
Risiko Disfungsi Neurovaskuler Perifer
497
Risiko Disfungsi Seksual 498
Risiko Disorganisasi Perilaku Bayi 498
Risiko Distres Spiritual 498
Risiko Gangguan integritas Kulit(Jaringan
499
Risiko Gangguan Perkembangan 499
Risiko Gangguen Perlekatan 500
Risiko Gangguan Pertumbuhan 500
Risiko Gangguan Sirkulasi Spontan 501
Risiko Harga Diri Rendah Kronis 501
Risiko Harga Diri Rendah Situasional 502
Risiko Hipotermia 502
Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Risiko Hipotermia Perioperatif 503
Risiko Hipovolemia 503
Risiko Ikterik Neonatus 504
Risiko infeksi 504
Risiko inkontinensia Urine Urgensi 505,
Risiko Intoleransi Aktivitas 505
Risiko Jatuh 505
Risiko Kehamilan Tidak Dikehendaki 506
Risiko Ketidakberdayaan 506
Risiko Ketidakseimbangan Cairan 506
Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit 507
Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa
Darah 507
Risiko Konfusi Akut 508
Risiko Konstipasi 508
Risiko Luka Tekan 509
Risiko Mutilasi Diri 509
iko Penurunan Curah Jantung 509
Risiko Perdarahan 510
Risiko Perfusi Gastrointestinal Tidak
Efektif 510
Risiko Perfusi Miokard Tidak Efektif 517
Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif 511
Risiko Perfusi Renal Tidak Efektif 511
Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif 512
Risiko Perilaku Kekerasan 512
Risiko Perlambatan Pemulihan
Pascabedah 513
Risiko Poses Pengasuhan Tidak Efektif
Risiko Syok 514
Risiko Termoregulasi Tidak Efektif 514
Sindrom Pasca Trauma 515
Termoregulasi Tidak Efektif 515
Waham 515BAB |
PENDAHULUANBab |
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Praktik keperawatan merupakan bagian terintegrasi dari pelayanan kesehatan,
dimana mutu praktik praktik keperawatan menjadi salah satu faktor penentu baik
dan buruknya mutu dan citra pelayanan kesehatan, oleh karena itu mutu praktik
keperawatan perlu dipertahankan dan ditingkatkan secara optimal. Untuk
mencapai tujuan tersebut, praktik keperawatan harus didasarkan pada kode etik,
standar pelayanan, standar profesi, dan standar prosedur operasional,
sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28 Undang-Undang No. 38 Tahun 2014
tentang Keperawatan
Standar Intervensi Keperawatan merupakan salah satu standar profesi yang
dibutuhkan dalam menjalankan praktik keperawatan di Indonesia. Persatuan
Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai organisasi profesi yang berfungsi
sebagai pemersatu, pembina, pengembang dan pengawas keperawatan di
Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 42 Undang-Undang No. 38
Tahun 2014 tentang Keperawatan berkewajiban menjawab kebutuhan tersebut
dengan menyusun Standar Intervensi Keperawatan Indonesia, sebagaimana
tertuang dalam Pasal 36 Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga
Kesehatan, bahwa standar profesi dan standar pelayanan profesi untuk masing-
masing jenis tenaga kesehatan ditetapkan oleh Organisasi profesi bidang
kesehatan.
Intervensi keperawatan merupakan segala bentuk terapi yang dikerjakan oleh
perawat yang didasarkan pada pengetahuan dan penilaian Klinis untuk mencapai
peningkatan, pencegahan dan pemulihan kesehatan klien individu, keluarga, dan
komunitas. Beberapa diantaranya diuraikan dalam Pasal 30 Undang-Undang No.
38 Tahun 2014 tentang Keperawatan bahwa dalam menjalankan tugas sebagai
pemberi asuhan keperawatan, perawat berwenang merencanakan dan
melaksanakan tindakan keperawatan, melakukan rujukan, memberikan tindakan
gawat darurat, memberikan konsultasi, berkolaborasi, melakukan penyuluhan
dan konseling, pemberian obat sesuai resep dokter atau obat bebas dan bebas
terbatas, mengelola kasus dan melakukan penatalaksanaan_intervensi
komplementer dan alternatif.
Intervensi keperawatan yang diterapkan di beberapa instansi-instansi pelayanan
kesehatan di Indonesia telah mengacu kepada standar-standar dan referensi-
aes Stanorinerenl Keperavaton Indonesiareferensi Internasional, namun karena belum distandarisasi dan dibakukan, maka
diterapkan secara beragam. Padahal penggunaan terminologi_ intervensi
keperawatan yang terstandar dapat secara signifikan meningkatkan akurasi,
efisiensi dan efektifitas asunan keperawatan. Keberhasilan penerapan intervensi
terstandar juga akan meningkatkan visibilitas kontribusi keperawatan dalam
pelayanan kesehatan (Bowker et a/, 2001; Kripps, 2008). Mengingat pentingnya
intervensi keperawatan, maka dibutuhkan standar intervensi keperawatan yang
dapat diterapkan secara nasional di Indonesia dengan mengacu pada standar-
standar dan referensi-referensi intervensi internasional yang telah ada
sebelumnya.
Oleh karena itu, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai
organisasi profesi perawat yang bertanggung jawab secara nasional atas
peningkatan profesionalisme perawat dan kualitas penyelenggaraan asuhan
keperawatan, maka dianggap perlu untuk menerbitkan panduan berupa Standar
Intervensi Keperawatan Indonesia (SII) agar tercipta keseragaman terminologi
untuk menggambarkan ruang lingkup intervensi yang dikerjakan oleh perawat
dan semakin memperlihatkan kontribusi keperawatan dalam pelayanan
kesehatan.
Standar intervensi keperawatan ini mencakup intervensi keperawatan secara
komprehensif yang meliputi intervensi pada berbagai level praktik (generalis dan
spesialis), berbagai kategori (fisiologis dan psikososial), berbagai upaya
kesehatan (kuratif, preventif dan promotif), berbagai jenis klien (individu,
keluarga, komunitas), jenis intervensi (mandiri dan kolaborasi) serta intervensi
komplementer dan alternatif.
B. Tujuan
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia bertujuan untuk:
1. Menjadi panduan atau acuan bagi perawat dalam menyusun intervensi
keperawatan
2. Meningkatkan otonomi perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan
3. Memudahkan komunikasi intraprofesional dan interprofesional dengan
penggunaan istilah intervensi keperawatan yang seragam dan terstandarisasi
4. Meningkatkan mutu asuhan keperawatan
C. Landasan Hukum
Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
Undang-Undang No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan
Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan
9 kONa6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
HK.02.02/MENKES/148/1/2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik
Perawat, yang direvisi dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia No. 17 Tahun 2013.BAB Il
KETENTUAN UMUM=
Bab Il
Ketentuan Umum
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKi) merupakan tolok ukur yang
dipergunakan sebagai panduan dalam penyusunan intervensi keperawatan dalam
rangka memberikan asuhan keperawatan yang aman, efektif dan etis. Standar ini
merupakan salah satu komitmen keperawatan dalam memberikan perlindungan
kepada masyarakat sebagai klien asuhan keperawatan yang dilakukan oleh anggota
profesi perawat. Standar Intervensi Keperawatan ini dalam penyusunannya telah
disesuaikan dan dikembangkan dari Standar Praktik Keperawatan Indonesia yang
dikeluarkan olen PPNI tahun 2009. Adapun standar praktik keperawatan terkait
intervensi keperawatan termuat dalam Standar III dan Standar IV sebagai berikut:
Standar Ill: Perencanaan
Perawat membuat rencana tindakan keperawatan untuk
mengalasi masalah Kesehatan dan meringkatkan
kesehatan klien,
Rasional
Perencanaan dikembangkan berdasarkan diagnosis.
keperawatan,
Kriteria Struktur
Tatanan praktek menyediakan’
1. Sarana yang dbulunkan untuk mengembangkan
‘perencanaan,
2, Adanya_mekanisme pencatatan, sehingga dapat
Anda mungkin juga menyukai