Anda di halaman 1dari 44
Aisha Kids Media Ensiklopedia Bayi Disusun oleh : Rudi Wahyudi download di www.aiki.tk Buku ini

Aisha Kids Media

Aisha Kids Media Ensiklopedia Bayi Disusun oleh : Rudi Wahyudi download di www.aiki.tk Buku ini merupakan

Ensiklopedia Bayi

Disusun oleh : Rudi Wahyudi

download di www.aiki.tk

Buku ini merupakan kumpulan artikel yang dipilih oleh penyusun dari majalah NAKITA edisi lama berdasarkan kelompok tema dan dipublikasikan secara cuma cuma untuk kepentingan umum. Bila pihak penerbit tabloid berkeberatan dengan publikasi ini silahkan menghubungi kami di www.aiki.tk dan publikasi ini akan segera kami tarik dari peredaran.

Cari mainan yang aman, mendidik dan murah ? cari semuanya di

akan segera kami tarik dari peredaran. Cari mainan yang aman, mendidik dan murah ? cari semuanya

www.aiki.tk

TIDUR NYAMAN DAN AMAN BERSAMA BAYI

Tak hanya perlengkapan tidur bayi yang harus aman, tapi posisi ibu saat mendampinginya bobok juga harus tepat. Yuk, simak beberapa tip yang disodorkan dr. Naomi Esthernita Dewanto, SpA., dari Siloam Hospitals mengenai posisi tidur bersama bayi, sekaligus kiat memilih perlengkapan bayi yang diuraikan Susan, Store Manager Mothercare, Pondok Indah Mal, Jakarta.

BILA TIDUR BERSAMA BAYI

Pondok Indah Mal, Jakarta. BILA TIDUR BERSAMA BAYI Sebaiknya bayi baru lahir tidak tidur bersama orang

Sebaiknya bayi baru lahir tidak tidur bersama orang dewasa. Hal ini demi meminimalkan risiko tertindih yang akan sangat membahayakannya mengingat bayi-bayi kecil belum memiliki kemampuan bergerak untuk melepaskan diri dari kondisi tersebut. Hingga usia 4 bulan, paling aman bayi tidur sendiri dalam boks yang sekamar dengan ibu (rawat gabung/ room in). Sebaiknya boks bersisian dengan tempat tidur utama agar ibu lebih mudah menjangkau bayi dan tidak terlalu lelah kala harus bolak-balik menyusuinya. Kalaupun tidak memungkinkan untuk bayi tidur sendiri, sebaiknya bayi ditempatkan di bagian sisi tempat tidur yang melekat ke dinding, setelah itu ibu tidur di sebelah bayi dan ayah di sebelah ibu. Tentu saja ukuran tempat tidur harus memadai. Jika ranjang utama hanya berukuran 160x200 cm, sebaiknya hanya ibu yang tidur dengan bayi. Berikut posisi yang aman bila ibu harus tidur bersama si kecil:

• Kasur sebaiknya di-pindahkan ke lantai (tidak perlu menggunakan ranjang) untuk menghindari bayi yang sudah dapat berguling terjatuh ketika sedang bermain sendirian di tempat tidur.

• Posisi paling aman adalah ibu berada di sebelah bayi atau bersisian karena akan lebih

memudahkan bila si bayi membutuhkan ASI. Hindari tidur di bagian atas (wilayah kepala bayi).

• Posisi saat menyusui: letakkan bayi di atas lengan ibu atau gunakan bantal kecil agar posisi

kepalanya lebih tinggi sehingga ia tidak tersedak saat menyusu. Bila bayi telah tertidur, tariklah

lengan Anda secara perlahan.

• Ibu dengan berat lebih dari 80 kg terlalu berisiko bila tidur bersama bayi (dikhawatirkan bila menindih bayi akan sangat membahayakan).

• Hindari tidur bersama bayi bila Anda merokok, minum alkohol, mengonsumsi obat tidur atau mengikuti suatu terapi yang menyebabkan Anda sulit bangun.

TIDUR AMAN DI BOKS

yang menyebabkan Anda sulit bangun. TIDUR AMAN DI BOKS • Posisi bayi menempel pada sisi bawah

• Posisi bayi menempel pada sisi bawah boks. Dengan begitu saat bayi bergerak, ia akan mengarah ke atas atau bidang yang lowong dan tidak akan terjebak masuk ke dalam selimut atau sleeping bag.

• Biarkan bayi memilih sendiri posisi tidur yang dirasa pas dan nyaman baginya. Boleh telentang, miring atau tengkurap.

• Tidur tengkurap dianjurkan terutama bagi bayi prematur karena ia akan merasa lebih nyaman

dan bisa tidur lebih lama. Tengkurap juga baik bagi bayi yang mengalami refluks esophageal

(ditandai dengan seringnya bayi muntah). Posisi tengkurap dapat mengurangi frekuensi muntahnya.

• Mengenai risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome/Sindrom Kematian Mendadak pada

Bayi) saat bayi tidur terngkurap, memang pernah terjadi, namun kasusnya sangatlah jarang. Untuk amannya, cermati posisi selimut dan seprai ketika bayi sedang tidur tengkurap. Selimut/seprai yang berantakan berisiko menutupi jalan napas bayi.

• Bila bayi menggunakan selimut, lipat sisa selimut (pada bagian bawah/ di ujung kaki) ke arah

dalam. Lipatan ini berfungsi untuk menahan agar bayi tidak terdorong masuk ke dalam selimut ketika bergerak atau polah. Perhatikan batas selimut pada bagian atas seba-iknya tidak melebihi pundak bayi.

• Bila bayi menggunakan sleeping bag, seperti halnya selimut, lipatlah pada bagian bawahnya.

Perhatikan posisi kepala dan pundak bayi, harus berada pada lubang bagian atas sleeping bag.

• Jangan jadikan rail (pembatas, pinggiran) boks untuk tempat mengantung baju atau benda lainnya karena dapat mengundang perhatian bayi dan digunakan sebagai mainan dan berpeluang membahayakannya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah:

• Hindari meletakkan ranjang/boks langsung di dekat jendela. Dikhawatirkan panas matahari akan langsung menyinari bayi. Demikian pula dengan AC. Atur posisi penyejuk udara ini sedemikian rupa sehingga "semburannya" tidak langsung mengenai bayi.

• Upayakan suhu ruangan terasa nyaman. Untuk bayi baru lahir idealnya berkisar pada 28ºC.

Untuk memastikan ukur suhu tubuh si bayi. Bila berada antara 36,5º C-37,5ºC berarti si bayi merasa nyaman dengan suhu tersebut

• Pilih baju tidur bayi yang nyaman dan mampu menyerap keringat (berbahan katun).

PERLENGKAPAN TIDUR LAIN

Sleeping bag: pilih yang

bayi (biasanya tercantum ketebalan kainnya bayi yang tidur di kamar dengan sleeping bag membuatnya tak kamarnya tidak dilengkapi yang tipis akan kepanasan).

tak kamarnya tidak dilengkapi yang tipis akan kepanasan). sesuai dengan usia dan berat pada label) dan

sesuai dengan usia dan berat pada label) dan cermati (sesuaikan dengan kondisi tidur ber-AC akan nyaman yang tebal yang dapat kedinginan. Sementara bila penyejuk udara, kantong tidur membuatnya tidak

• Selimut: hindari yang berbahan quilt (campuran katun dan wol) karena terlalu panas. Selimut berbahan katun akan lebih nyaman bagi bayi. Selimut yang berongga pun disarankan sebagai antisipasi bila wajah bayi tertutup selimut maka sirkulasi udara tetap terjaga.

bayi tertutup selimut maka sirkulasi udara tetap terjaga. • Bantal: sebenarnya bayi belum perlu bantal, tapi

• Bantal: sebenarnya bayi belum perlu bantal, tapi bila ingin

mengunakan bantal, pilih yang tipis dan terbuat dari bahan yang tidak menjadi pencetus alergi. Hindari penggunaan bantal kapuk bila bayi berbakat alergi.

• Sprai: pilihlah yang menggunakan karet di bagian bawahnya

sehingga tidak mudah terlepas bila bayi banyak bergerak. Sprai berbahan katun amat disarankan karena tidak panas sehingga lebih nyaman bagi bayi.

Bumper (bantalan tipis untuk pelindung yang dipasang di sekeliling rail/pembatas boks) berfungsi untuk melidungi bayi bila sudah mulai beraktivitas agar tak terbentur pinggiran tempat tidur. Bumper yang baik sedikitnya memiliki ketebalan 3-4 cm dengan ketinggian 25 -35 cm.

PILAH-PILIH BOKS

Boks yang aman dan berkualitas memiliki beberapa kriteria, antara lain:

1. Jarak antarteralis maksimal 6 cm untuk mencegah kepala bayi masuk di antaranya dan

terjebak.

2. Teralis harus cukup tinggi agar bayi tidak mudah merangkak keluar dari boks, terutama bila ia

sudah cukup aktif bergerak.

3. Pastikan ada jarak antara kasur dengan pinggiran boks sepanjang 4 cm atau seukuran 2 jari

tangan yang renggang. Gunanya, bila bayi sedang bermain dan tangannya masuk ke pinggiran tempat tidur maka ia dapat dengan mudah mengangkat tangannya (tidak terjepit).

4. Knock down. Beberapa boks dapat digunakan hingga anak berusia 5 tahun dengan

membongkar-pasang bagian-bagian tertentu.

PILAH-PILIH KASUR

1. Pilihlah ukuran matras atau kasur yang sesuai dengan boks.

2. Secara umum terdapat dua jenis kasur untuk bayi, yakni kasur busa dan kasur per. Selain itu,

ada pula kasur dengan lapisan bahan tertentu yang mampu menyerap ompol sehingga tak berbau dan berjamur serta antitungau. Lebih baik gunakan kasur per karena tidak tergolong pencetus alergi. Kelebihan lainnya, kasur per juga memiliki permukaan yang tidak terlalu empuk sehingga baik untuk pembentukan tulang belakang

3. Jangan gunakan kasur air, sofa, matras/kasur yang terlalu empuk sebagai tempat tidur bayi

karena dapat berpengaruh buruk pada pembentukan tulang belakangnya.

4.

Sesekali jemurlah kasur di bawah panas matahari agar tidak lembap.

Utami Sri Rahayu. Foto: Iman&Ferdi/nakita

Siap Menyambut SI ANGGOTA KELUARGA BARU

Wah, senangnya beberapa hari lagi "anggota keluarga baru" yang imut-imut itu akan segera pulang dari rumah sakit. Hmmm apa saja ya yang mesti disiapkan dan dilakukan untuk menyambut kedatangannya?

Satu Hari SEBELUMNYA

1. Kirimkan barang-barang atau bingkisan berukuran besar ke rumah. Berbagai bingkisan

berukuran besar hingga karangan bunga dari para kerabat lebih baik dikirim ke rumah lebih awal. Lumayan, kan, jadi tak terlalu banyak bawaan yang harus dibawa ketika keluar dari rumah sakit.

2. Pastikan perlengkapan bagi bayi dan ibu sudah terbawa. Pakaian “wajib” bagi sang buah hati

yang baru lahir antara lain baju, popok, dan selimut. Boleh ditambahkan sarung tangan dan kaki. Sedangkan untuk ibu, baju berkancing depan untuk memudahkan bila sewaktu-waktu akan menyusui. Sebaiknya semua pakaian sudah dicuci bersih dan disetrika rapi agar terasa nyaman saat digunakan. Jangan abaikan perlengkapan tambahan, seperti keranjang khusus untuk membawa bayi di jok belakang jika ibu harus duduk di depan, atau botol susu dan wadah air hangatnya bagi ibu yang karena satu dan lain hal tidak dapat memberikan ASI.

3. Persiapkan kamar bayi dan perlengkapannya. Boks/tempat tidur yang disiapkan bagi bayi

sudah dalam kondisi bersih. Demi menghindari pencetus alergi (jika ayah atau ibu berbakat alergi), hindari penggunaan kasur dan bantal kapuk atau selimut berbahan bulu. Penyejuk ruangan/AC harus dalam keadaan bersih dan atur suhunya agar tidak terlalu dingin atau terlalu panas.

4. Surat-surat yang diperlukan. Jangan lupa mengurus surat keterangan lahir dari rumah sakit

dengan nama dan keterangan yang jelas dan benar. Surat ini bermanfaat untuk mengurus akta kelahiran si kecil nantinya di kantor kelurahan. Untuk mengurangi kerepotan orangtua, beberapa rumah sakit juga menyediakan jasa pengurusan akta kelahiran.

LANGKAH-LANGKAH di Hari H

jasa pengurusan akta kelahiran. LANGKAH-LANGKAH di Hari H 1. Persiapkan bayi. Setelah bay i dipakaikan baju

1. Persiapkan bayi. Setelah bayi dipakaikan baju beserta sarung

kaki dan sarung tangannya, bungkus ia dengan selimut, tidak perlu

tebal, maksudnya hanya agar tidak “kaget” saat menghadapi suhu luar.

2. Pakaikan pospak pada bayi. Bila perjalanan menuju rumah

cukup jauh, tak ada salahnya memakaikan popok sekali pakai

pada bayi agar tak perlu gonta-ganti popok di perjalanan.

3.

Memesan kursi roda pada perawat jika diperlukan. Untuk ibu yang masih mengalami kesulitan

berjalan (umpama, karena nyeri bekas sayatan operasi sesar) jangan sungkan untuk meminta fasilitas kursi dorong. Komunikasikan hal ini kepada perawat yang mendampingi ibu. Bagi ibu yang memutuskan untuk berjalan (tidak menggunakan kursi dorong), lakukan secara perlahan- lahan. Tak perlu terburu-buru, terutama bagi ibu yang menjalani persalinan sesar.

4. Tentukan siapa yang menggendong bayi. Jika kondisi ibu sudah kembali fit, saat keluar dari

rumah sakit, hendaknya ibulah yang menggendong bayi agar ia merasa nyaman. Pendamping/petugas rumah sakit membawakan barang yang harus dibawa pulang.

5. Bawalah kendaraan mendekat.

BAYI Prematur

Umumnya bayi yang lahir prematur baru diizinkan pulang bila berat badannya telah mencapai 2.000 g. Atau setidaknya sudah terjadi kecenderungan peningkatan berat badan yang stabil dalam 2–3 kali pemantauan. Tubuh bayi juga telah memiliki pengaturan suhu yang baik.

Nah, saat membawa si kecil yang lahir prematur pulang ke rumah, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

1. Menjelang kepulangan, yakinlah bahwa Anda dan pasangan mampu merawat bayi prematur di

rumah. Keyakinan orangtua akan "menular" kepada bayi sehingga ia akan lebih nyaman dan

tenang.

2. Konsultasikan kondisi bayi pada dokter, termasuk tindakan yang harus dilakukan dalam

keadaan darurat. Tanyakan juga tentang perlu tidaknya boks khusus untuk si kecil yang lahir belum cukup bulan ini. Boks yang menyerupai inkubator ini berfungsi sebagai penghangat mengingat bayi prematur umumnya belum memiliki pengaturan suhu tubuh yang baik sehingga mudah kedinginan. Boks ini juga bisa dibuat sendiri. Caranya pada keempat sisi bagian bawah boks dipasangi lampu berkekuatan 60-100 watt. Dapat juga disediakan lampu belajar (100 watt)

yang diletakkan di samping atau bawah boks.

3. Untuk alat kesehatan, yang wajib disediakan adalah termometer. Berguna untuk mengukur

suhu tubuh bayi sewaktu-waktu bila diperlukan. Suhu ideal bayi berkisar antara 36,5-37,5 ˚C.

4. Pakaikan baju lengan panjang dan selimut pada bayi. Setelah bayi dipakaikan baju lengan

panjang, sarung tangan, sarung kaki dan topi, selimuti ia sehingga merasa nyaman serta hangat dan siap dibawa pulang.

5. Jaga suhu ruangan agar tetap stabil. Jika kamar bayi menggunakan penyejuk ruangan, setel

suhunya tidak terlalu dingin sekitar 23°. Bila perlu matikan AC. Selama ruangan memiliki sirkulasi

udara yang baik, bayi akan mendapatkan suhu yang nyaman dan stabil.

6. Jaga suhu tubuhnya. Ingat, pengaturan suhu tubuh bayi prematur belum baik. Jaga suhu

tubuhnya agar stabil. Kenakan padanya tutup kepala terutama pada malam hari, karena bagian kepala paling mudah kehilangan panas tubuh. Tambahkan sarung tangan dan kaki, bila dirasa perlu. Cara lain untuk menghangatkan tubuh bayi prematur adalah dengan metode kangguru. Gendong bayi yang dalam keadaan tanpa busana ke dada ibu. Buka kancing kemeja yang ibu kenakan, dekap bayi di dada ibu lalu selimuti bayi dengan kemeja tersebut. Kulit bayi yang

bersentuhan dengan kulit ibu, selain akan membuatnya merasa nyaman juga sekaligus menghangatkannya.

7. Ibu lebih sering menyusui. Semakin sering bayi diberi ASI semakin baik. Kemampuan minum

dan daya tampung perutnya belumlah terlalu banyak. Untuk itu, berikan minum sedikit demi

sedikit tapi sesering mungkin.

8. Cucilah tangan dan gunakan masker. Bayi prematur rentan terhadap infeksi. Untuk itu, batasi

penjenguk dan mintalah mereka mencuci tangan terlebih dahulu dan menggunakan masker sebelum melihat bayi.

9. Patuhi petunjuk dokter perihal waktu kunjungan. Patuhi kontrol rutin yang sudah dijadwalkan

dan ikuti petunjuk dokter agar kesehatan si kecil lebih terjaga.

10. Boleh dimandikan. Bayi prematur tidak dilarang untuk dimandikan. Namun sebelumnya, cermati dulu suhu tubuhnya, jangan sampai kurang dari 36,5° C. Mandikan ia 2 kali sehari dengan air hangat.

Bayi KUNING

Kuning (karena tingginya kadar bilirubin) pada bayi umumnya timbul pada hari keempat dan berakhir pada usia bayi 2 minggu. Untuk itu ada beberapa hal yang tak boleh luput dari perhatian, seperti:

1. Patuhi jadwal kunjungan ke dokter berikutnya. Bila kadar bilirubin tidak terlalu tinggi (< 10)

umumnya bayi diperkenankan untuk pulang ke rumah. Namun, biasanya 3 hari setelah kepulangannya dari rumah sakit, bayi diminta kembali ke dokter/rumah sakit untuk dikontrol kadar bilirubinnya. Ini dimaksudkan bila terjadi peningkatan bilirubin yang tinggi dapat segera dilakukan tindakan. Patuhi jadwal tersebut.

2. Cermati kondisi bayi. Jika ada tanda-tanda bayi tidak aktif, seperti tidur terus dan malas

menetek segera bawa ia ke rumah sakit. Ini dapat dijadikan tanda bahwa telah terjadi peningkatan kadar bilirubin yang berisiko memicu kejang pada bayi. Cara lain yang paling mudah

untuk mengamati peningkatan bilirubin adalah melalui bola mata dan kulit bayi yang terlihat menguning.

3. Berikan ASI sebanyak mungkin. Banyak minum ASI dapat membantu menurunkan kadar

bilirubin karena bilirubin dapat dikeluarkan melalui air kencing dan kotoran bayi.

4. Jemur bayi di matahari pagi. Menjemur bayi tanpa busana di bawah sinar matahari pagi antara

(pukul 07.30–08.30) dapat membantu memecah bilirubin dalam darah. Lindungi mata bayi dari sorot sinar mentari langsung.

BAYI Berat Badan LAHIR RENDAH (BBLR)

Bayi BBLR umumnya mengalami pertumbuhan yang terhambat selama dalam kandungan. Untuk itulah ia mesti mengejar keterting- galan pertumbuhannya “di luar”. Hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan sebelum membawanya pulang dari rumah sakit.

1.

Tanyakan kondisi bayi kepada dokter. Catatlah hal-hal yang harus dilakukan dan dicermati

selama bayi di rumah. Jangan lupa meminta salinan riwayat kesehatan bayi selama di rumah sakit. Data ini pasti bermanfaat dalam keadaan darurat.

2. Sering menyusui. Sama dengan bayi prematur, kapasitas perut bayi BBLR masih terbatas

lantaran itu berikan ASI sedikit demi sedikit namun sesering mungkin.

3. Perhatikan kebersihan. Jaga kebersihan tubuh bayi setiap hari karena ia masih rentan

terhadap infeksi, terutama kebersihan mata, hidung, telinga, dan kemaluannya.

4. Jagalah bayi agar nyaman. Bila bayi menangis, cari tahu penyebabnya. Apakah karena

kedinginan, kepanasan, atau kelaparan? Agar tetap hangat, tak ada salahnya si kecil

menggunakan topi, sarung tangan dan kaki ketika tidur di malam hari.

5. Bila harus menggunakan sonde. Umumnya bayi BBLR masih harus menggunakan sonde saat

memperoleh asupan. Tanyakan cara-caranya kepada petugas sebelum pulang dari rumah sakit. Perhatikan pula cara membersihkan peralatan yang digunakan. Ingat baik-baik kapan peralatan

tersebut mesti diganti (umumnya 2 minggu sekali).

Bayi Berat Lahir BESAR (BBLB)

Yang dimaksud dengan bayi berat lahir besar (BBLB) adalah bayi yang pada saat lahir memiliki bobot lebih dari 4.000 gram. Apa saja yang mesti diwaspadai sebelum membawanya pulang ke rumah:

1. Pemeriksaan kadar gula darah saat dilahirkan. Pemeriksaan ini khusus dilakukan pada bayi

dengan berat lahir lebih dari 4 kg dan dilahirkan dari ibu penderita diabetes. Tujuan agar kadar gula darah bayi tidak drop begitu lahir akibat terhentinya suplai makanan dari plasenta. Jika kadar gula pada bayi memang rendah, ia akan diberi cairan yang mengandung kadar gula tertentu. Umumnya dalam waktu 24 jam kondisinya akan kembali normal.

2. Cermati ruam pada kulit. Pada badan bayi yang gemuk umumnya ada lipatan pada paha dan

tangannya. Penting mencermati kondisi kulit di sekitar lipatan-lipatan tersebut agar tak terjadi

ruam.

Utami Sri Rahayu. Foto: Ferdi/nakita

Narasumber:

dr. Satyawati, Sp.A., dari RS Azra, Bogor

Berani AMBIL RISIKO SEJAK BAYI

Sekitar 60% bayi memiliki pembawaan berani mengambil risiko (adventours), sedangkan 40% sisanya lebih hati-hati.

risiko (adventours), sedangkan 40% sisanya lebih hati-hati. Siapa bilang bayi tidak berani mengambil risiko? Angka hasil

Siapa bilang bayi tidak berani mengambil risiko? Angka hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa bayi dengan pembawaan berani mengambil risiko lebih banyak (60%) daripada yang tidak (40%). Selain itu, dalam pengamatan sehari-hari pun akan terlihat dengan mudah. Mereka yang tengah belajar merambat, contohnya, akan coba-coba naik ke atas tempat tidur, padahal belum tentu bisa dan risikonya akan terjatuh. Toh semangat untuk mengambil risiko jatuh tak menyurutkan langkah mereka. Begitu juga saat belajar merangkak ke bawah tempat tidur, membalik-balikkan selimut, memanjat-manjat dan sebagainya. Pada prinsipnya, manusia dibekali insting untuk bertahan hidup. Salah satunya ya dengan menjelajah. Dengan menjelajah, manusia lebih mengenal lingkungan sekitarnya sehingga lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan. Keinginan manusia mengenal lingkungan ini tidak terkait dengan usia. Umumnya, manusia sudah menunjukkan keinginan untuk menjelajah sejak bayi. Ulah menjelajah ini meski bersifat konstruktif, sekaligus mengandung risiko, lo. Bukankah saat menjelajah anak sangat berpeluang terantuk saat merangkak ke kolong tempat tidur ataupun terpeleset saat memanjat?

Yang pasti, mengenalkan risiko bertujuan menstimulasi pertumbuhan dan perkembangannya. Disamping membuat anak lebih siap untuk melindungi dirinya sendiri. Sebaliknya, dampak tidak memperkenalkan risiko pada anak bisa mengundang bahaya karena anak jadi tidak belajar melindungi diri sendiri. Melihat teman-teman seumurnya mampu melakukan banyak hal, sementara dia tidak, tentu berpotensi memunculkan rasa rendah diri.

5 LANGKAH TEPAT

Semakin muda usia anak, penjelasan yang diberikan harus makin nyata dan simpel terkait dengan karakteristik bayi yang memahami dunia lewat rangsangan sensoris. Apa yang dapat dilakukan?

1. Beri contoh semestinya.

Orangtua harus memberikan contoh bagaimana melakukannya dengan benar. Misalnya saat anak belajar memanjat-manjat, berikan contoh untuk berpegangan dengan erat di tempat yang kokoh, seperti pinggiran tempat tidur dan sebagainya.

2. Dampingi anak.

Dampingi anak saat mencoba hal-hal "seru". Contohnya, ketika anak mencoba memanjat-manjat, orangtua harus berada dalam jarak yang aman. Dengan demikian begitu anak terlihat limbung, orangtua bisa langsung menangkapnya sebelum anak terjerembab dan membentur lantai.

Beri penjelasan proporsional dan jangan pernah membuatnya kecil hati. Contoh, bayi terlihat senang bermain-main dengan semut, katakan saja, "Sayang, kalau main dengan semut bisa digigit dan gatal lo. Yuk, main yang lain saja."

4. Jangan heboh.

Banyak orangtua yang sedemikian heboh saat melihat anaknya "dalam bahaya". Misalnya,

"Aduh, itu kan kecoaa

ekspresi wajah seperti ini, jelas tidak disarankan. Bayi akan "tertular" ketakutan yang sama hingga di lain waktu akan kehilangan keberanian untuk mengambil risiko.

hiii

jangan disentuh!" Reaksi spontan, baik dalam ucapan maupun

5. Lakukan persiapan.

Kalau orangtua memang merasa anaknya termasuk berani mengambil risiko, tak ada salahnya melakukan persiapan sebelumnya. Misalnya saat si kecil mulai merangkak/memanjat, sebaiknya pastikan di kamar/rumah tidak ada sudut yang membaha- yakan. Simpan benda tajam, yang mengandung listrik/panas di tempat aman. Atau kalau anak sangat "bernyali" pada binatang, sebaiknya sediakan bedak/losion antigatal. Jadi, begitu anak terkena gigitan serangga, bisa segera diatasi.

6. Sabar & bervariasi.

Orangtua dituntut untuk sabar saat menerangkan kepada si bayi mengenai risiko dari aktivitas yang dilakukannya. Variasikan cara menerangkan kepada anak, baik secara verbal, visual ataupun gerakan/ki- nestetis. Jangan bosan untuk mengulang-ulangnya. Jangankan bayi, orang dewasa sering kali harus diberikan penjelasan berulang-ulang.

"MENURUN" DARI ORANGTUA?

Sering kali anak jadi takut mengambil risiko justru karena orangtua kelewat "hati-hati". Takut kotor, takut jatuh, takut pada binatang dan sebagainya.

Sedikit banyak anak akan meniru sikap orangtuanya. Ayah/ibu seharusnya lebih bersikap terbuka terhadap pasangan jika dia termasuk orang yang kurang berani mengambil risiko. Kalau pasangan juga termasuk dalam kelompok “hati-hati”, mau tak mau keduanya harus banyak belajar dari orang lain atau referensi.Selamat berusaha Anda pasti bangga punya anak pemberani.

Marfuah Panji Astuti. Ilustrasi Pugoeh

Narasumber:

Sali Rahadi Asih, M. Psi., Master of Grief and Palliative Care Counseling Candidate The University of Adelaide

Kebutuhan DHA PADA BAYI

Berapa sih kebutuhan DHA bayi per hari, dan bagaimana menakarnya?

sih kebutuhan DHA bayi per hari, dan bagaimana menakarnya? Belum lama beredar artikel mengenai bahaya kelebihan

Belum lama beredar artikel mengenai bahaya kelebihan Docosahexanoic Acid (DHA). Meski sejauh ini baru terlihat dialami masyarakat Eskimo dengan gejala berupa perdarahan, mirip vlek berwarna kebiruan di kulit, tak urung banyak juga orangtua yang mempertanyakan kebenaran kabar tersebut. Seperti diketahui, masyarakat Eskimo adalah pengonsumsi ikan laut dalam jumlah banyak dan ikan laut secara alami potensial mengandung asam lemak tersebut.

Meski begitu, mungkinkah kita dan anak-anak kita yang sehari- hari mengonsumsi susu ber-DHA dan mungkin ditambah lagi dengan suplemen DHA mengalami kelebihan dosis? Marzuki Iskandar, STP, MTP, menjawab, “Tubuh punya mekanisme sendiri untuk memformulasikan kebutuhan DHA. Misalnya saja, berapa pun banyaknya susu yang dikonsumsi ibu hamil, makanan yang dihasilkannya untuk janin atau ASI untuk bayinya akan tertakar dengan pas, tak kurang ataupun lebih.” Namun begitu, Marzuki menganjurkan untuk tidak melakukan “pemborosan” DHA (dan tentu saja pengurangan pemenuhan kebutuhan DHA), sebab untuk itu memang ada angka yang sudah ditetapkan WHO, yaitu sekitar 20 mg/kg berat tubuh per hari. Sebagai ilustrasi, bayi dengan BB 10 kg, angka kebutuhan DHA-nya adalah 0,2 g/hari. Jadi sekiranya ibu-ibu menghitung bahwa bayinya sudah mendapat asupan DHA yang cukup dari ASI atau susu formula, dan sumber makanan lain, ya sebaiknya tidak perlu ditambah lagi.

DR. dr. Damayanti Rusli, Sp.A(K)., dari FKUI/RSCM, Jakarta., seperti yang pernah dimuat dalam rubrik Tanya Jawab Gizi tabloid nakita, menjelaskan, asam linolenat (Omega-3) dan asam linoleat (Omega-6) adalah asam lemak tak jenuh berantai panjang yang menggunakan enzim sama (elongase dan desaturase) untuk menghasilkan DHA (dari linolenat) dan AA (dari linoleat). Keduanya bersifat esensial atau tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, hingga harus ada asupan dari makanan.

Tingginya kadar DHA dalam darah memang akan mengurangi pembentukan AA, yang pada beberapa kasus dilaporkan terjadi perdarahan atau hemolisis (pecahnya sel darah merah). Nah, di sinilah letak bahaya jika kadar DHA dalam darah terlalu tinggi. Oleh sebab itu, dalam mengonsumsi makanan perlu diperhatikan komposisi/perbandingan asam linoleat dengan asam linolenat, yaitu 5:1 sampai dengan 15:1. Sedangkan perbandingan DHA:AA antara 1:1 sampai

1:2.

Sumber asam linoleat antara lain minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak kapas, minyak kacang, minyakwijen, dan lain-lain. Sedangkan, sumber asam linoleat dan linolenat antara lain kacang merah, kacang kedelai, minyak kedelai.

Orangtua sebenarnya tidak perlu kelewat cemas. Kasus kelebihan DHA seperti yang dialami orang Eskimo merupakan contoh ekstrem. Mereka mengonsumsi ikan setiap hari dalam rentang waktu yang sangat panjang karena alamnya memang mengondisikan demikian.

Sebaliknya, di luar kondisi ekstrem tersebut orangtua tak perlu khawatir apakah bayi mendapatkan DHA dalam jumlah yang cukup. Mengapa? Tak lain karena kebutuhan tersebut akan terpenuhi dari komposisi gizi seimbang dalam konsumsi makanan sehari-hari.

SEMUA ADA DALAM ASI

Tumbuh kembang otak sejak kehamilan 6 bulan hingga anak berumur 2 tahun sedang pesat- pesatnya. Sampai umur 1 tahun, 60% energi dari makanan bayi digunakan untuk pertumbuhan otak. Karenanya bayi membutuhkan banyak protein, karbohidrat, dan lemak, juga vitamin B1, B6, asam folat, yodium, zat besi, seng, termasuk di dalamnya DHA.

“Semua kebutuhan tersebut sudah tersedia lengkap dalam ASI,” kata Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi., dari Divisi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI- RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. “Jadi, selama orangtua bisa memberikan ASI yang cukup kepada bayinya, maka tak perlu khawatir akan kekurangan atau kelebihan zat penting ini. Karena takaran yang terkandung dalam ASI sudah benar-benar pas sesuai kebutuhan bayi.”

DHA adalah zat penting yang sangat dibutuhkan sebagai komponen utama pembentuk otak dan retina mata manusia. Selain berperan penting dalam mengoptimalkan fungsi membran sel otak dan fungsi retina mata serta sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel-sel saraf otak. Lebih jauh DR. Moesijanti Yudiarti Endang Soekatri, MCN., dari PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) menjelaskan bahwa DHA adalah sumber energi dan pelarut vitamin selain sebagai pembentuk sel-sel otak. Meski sel-sel otak sudah terbentuk sejak dalam kandungan dan jumlahnya terus bertambah mencapai milyaran di usia 2 tahun, belum ada hubungan antar sel- sel tersebut. Hubungan antarsel inilah yang membentuk rangkaian fungsi. Sementara kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antarsel otak ditentukan oleh stimulasi (rangsangan) dari lingkungan serta nutrisi. “Karenanya orangtua harus benar-benar memberikan yang terbaik untuk bayinya,” Soedjatmiko.

Seperti diketahui, sel otak tersusun atas 50% lemak dan 50% protein. Lemak yang terdapat dalam jaringan sel otak adalah LCPUFA atau asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda yang di dalamnya terkandung DHA sebanyak 40%. Sementara jenis bahan pangan yang secara alami kaya akan asam lemak esensial ini adalah ikanikan yang terdapat di perairan laut dalam seperti tuna, salmon, makarel, hering, dan sebagainya.

Bayi-bayi yang mendapat ASI cukup tentu tidak kesulitan mendapatkan zat yang sarat manfaat ini. Namun, bagaimana dengan mereka yang tidak mendapat ASI? “Kalau memang sangat terpaksa tidak bisa memberikan ASI, maka susu formula yang tersedia sudah diformulasikan untuk mencukupi kebutuhan tersebut,” kata Moesijanti. Setelah 6 bulan, bayi sudah bisa dikenalkan pada makanan-makanan lain yang mengandung asam linoleat dan linolenat. Dengan demikian apa yang dibutuhkannya pun dapat terpenuhi.

Marfuah Panji Astuti. Ilustrasi Pugoeh Dok. Nakita

TEETHER UNTUK BAYIKU

TEETHER UNTUK BAYIKU Daripada hidung atau jari Anda jadi sasaran gigitan si kecil, lebih baik berikan

Daripada hidung atau jari Anda jadi sasaran gigitan si kecil, lebih baik berikan teether. Ada cara memilihnya, lo!

Gigit-gigitan bayi, begitu orang banyak menyebut benda kecil yang umumnya terbuat dari karet ini. Fungsinya yang utama tentu sebagai media perangsang pertumbuhan gigi bayi. Nama resminya, teether. Sementara fungsi lainnya adalah mainan. Bentuknya yang melengkung, dapat digenggam, dan kaya akan warna tergolong aman bagi si kecil. Lantaran itulah teether juga bisa berguna dalam merangsang keterampilan motorik halus karena dapat melatih kemampuan bayi menjumput, mengenggam dan menggoyang-goyang.

Mengapa teether bermanfaat dalam proses pertumbuh gigi bayi? Memasuki usia 4–6 bulan, umumnya bayi mendapatkan gigi susu pertamanya. Nah, saat ini merupakan masa-masa yang tidak mengenakkan karena gigi susu tengah mendesak jaringan gusi. Rasanya bertingkat dari tak nyaman hingga nyeri. Namun, bukan karena gusi terluka oleh gigi, melainkan karena ada sel-sel di gusi yang mati dan memisahkan diri agar gigi dapat muncul keluar.

Nah, akibat proses dalam gusi inilah perilaku bayi kadang berubah. Ada yang menjadi demam, sulit tidur, ngeces berlebihan, dan beberapa bayi menjadi senang menggigitgigit apa saja yang ada di dekatnya. Dengan menggigit-gigit sesuatu, bayi dapat “melupakan”’ rasa tidak nyaman di mulutnya. Untuk itulah, teether dirancang.

RAGAM TEETHER

mulutnya. Untuk itulah, teether dirancang. RAGAM TEETHER Umumnya teether dapat diberikan sejak bayi berusia 4 bulan

Umumnya teether dapat diberikan sejak bayi berusia 4 bulan atau saat ia sudah mampu mengenggam sesuatu. Ada banyak ragam teether yang beredar di pasaran, mulai bentuk, ukuran hingga warna. Umumnya bahan yang digunakan adalah lateks, yang tergolong aman untuk bayi dan terasa lembut bila digigit. Bagian dalamnya ada yang diisi gel atau air. Teether berisi gel lebih disarankan ketimbang yang berisi air karena akan terasa lebih dingin ketika digigit sehingga dapat mengurangi nyeri atau gatal pada gusi.

Berikut cara memilih teether bagi si kecil:

1. Pilihlah yang sesuai dengan bentuk mulut bayi.

si kecil: 1. Pilihlah yang sesuai dengan bentuk mulut bayi. Bagi bayi berusia 4 bulanan yang

Bagi bayi berusia 4 bulanan yang bentuk mulutnya masih mungil, pilihkan teether berukuran kecil (yang menyerupai soother/dot), namun tetap dapat digenggam dengan mudah. Teether berukuran besar dikhawatirkan malah merepotkan bayi.

2. Sesuaikan dengan tahapan pertumbuhan gigi bayi.

Untuk itu cermati petunjuk pada kemasan. Produk-produk teether tertentu dibedakan peruntukkannya; yakni bagi bayi usia 4 bulan (tahap 1) dengan bayi 6 bulan ke atas (tahap 2 sampai tahap 4).

*

Tahap 1

Teether ini khusus untuk bayi berusia 4 bulanan karena berfungsi merangsang pertumbuhan gigi bayi. Umumnya terbuat dari lateks yang bening berisi air atau gel sehingga terasa lebih lembut ketika digigit. Tekstur permukaannya yang berbintik-bintik kecil namun terasa lembut dapat menghilangkan rasa gatal pada gusi di saat gigi bayi akan keluar.

Teether yang tampak lebih padat dengan bentuk yang pipih dengan tekstur berbintik-bintik halus ini tetap mudah dan nyaman untuk digigit. Warna-warnanya yang terang dan bervariasi juga sekaligus dapat digunakan sebagai mainan bayi.

* Tahap 2

Cocok untuk bayi di awalpertumbuhan giginya (yang baru tumbuh 2 gigi bagian bawah depannya). Namun karena sudah memiliki 2 gigi maka kemampuan menggigitnya pun sudah jauh lebih kuat, lantaran itulah teether pada tahap ini sengaja dirancang lebih padat.

* Tahap 3

Tak jauh berbeda dari teether pada stage 2; teether tahap 3 lebih padat namun tetap lembut ketika digigit. Hanya saja teksturnya tampak lebih kasar dan bergelombang. Fungsi teether pada tahapan ini untuk merangsang pertumbuhan 2 gigi pada gusi bagian depan atas.

* Tahap 4

Teether tampak jauh lebih padat dengan tekstur lebih kasar. Sesuai bagi si kecil yang sudah tumbuh beberapa gigi di bagian atas depan dan bawah. Fungsinya, untuk merangsang gigi bagian belakang.

PERAWATAN

Agar tetap higienis, cucilah teether setelah digunakan dan jangan lupa perhatikan aturan mencuci yang tertera pada kemasan. Beberapa jenis teether tidak bisa direbus melainkan cukup dicuci dengan air panas atau air mengalir dan (bila tersedia) dapat digunakan cairan pembersih khusus untuk bayi.

Keringkan dengan kain bersih dan simpanlah di dalam wadah khusus yang aman dan bersih. Teether yang berisi gel atau air dapat disimpan dalam lemari es (jangan di freezer karena justru akan merusaknya). Namun sebelum itu, jangan lupa taruh dulu dalam wadah khusus sehingga tidak terkontaminasi oleh bahanbahan makanan yang ada di dalam kulkas. Dengan menyimpannya di kulkas, teether akan menjadi dingin dan lebih lembut ketika digigit. Rasa dingin sekaligus berfungsi mengurangi rasa gatal dan nyeri pada gusi bayi.

SEKALIGUS MAINAN

Beberapa mainan yang tergolong lembut dan aman bagi bayi dapat juga berfungsi sebagai teether. Biasanya berupa boneka dengan kaki-kaki yang terbuat dari bahan lateks dan bertekstur halus sehingga dapat digigit. Mainan yang mudah digenggam yang sekaligus berfungsi sebagai giring-giring (rattle) biasanya juga terbuat dari lateks yang aman dan lembut.

Utami Sri Rahayu. Foto Iman Dok. nakita

Narasumber:

- Drg. Fauziah SpKGA., Bagian Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia - Santi, Store Manager Mothercare, Pondok Indah Mall, Jakarta Koleksi: Mothercare, Pondok Indah Mall

ASI AMAN Sepanjang Jalan

Minimnya nursing room (apalagi yang nyaman di tempat umum) seharusnya tak mengurangi semangat para ibu untuk memberikan ASI pada bayinya.

SARANA TRANSPORTASI UMUM

untuk memberikan ASI pada bayinya. SARANA TRANSPORTASI UMUM Supaya aktivitas menyusui tetap nyaman selama perjalanan ke

Supaya aktivitas menyusui tetap nyaman selama perjalanan ke luar kota meski menggunakan sarana transportasi umum seperti bus, kereta api, pesawat atau bahkan kapal laut, berikut panduannya:

* APA SAJA YANG HARUS DIBAWA

- Bantal kecil/buntelan tas kain

Selama perjalanan usahakan untuk membawa bantal kecil/bantal bayi. Bantal ini fungsinya banyak, selain membuat si kecil tetap merasa nyaman saat minum ASI, bantal itu pun bisa digunakan sebagai alas tidur. Saat menyusui, ibu juga bisa menggunakan bantal ini untuk mengganjal tangannya supaya tidak terlalu pegal, apalagi kalau si kecil sampai ketiduran saat disusui. Kalau membawa bantal terlalu merepotkan (misalnya perjalanan hanya dilakukan berdua dengan si kecil), sebagai gantinya bawa tas kain yang diisi perlengkapan bayi, seperti pakaian, selimut, popok dan sebagainya. Buntelan tas kain ini bisa difungsikan sebagai batal dalam keadaan darurat karena sama empuknya.

- Pakaian yang longgar dan nyaman

Kenakan pakaian yang nyaman dan longgar. Ada ibu yang merasa baju berkancing depan adalah pilihan pas untuk menyusui, tapi ada juga yang merasa kaos berbahan stretch lebih praktis, karena tinggal diangkat. Juga, ada yang memilih blus longgar sehingga sewaktu menyusui kepala bayi bisa “masuk” ke dalamnya. Yang tak kalah penting adalah pilihan untuk menggunakan nursing bra supaya kapan pun bayi butuh ASI, ibu bisa memberikannya dengan cepat.

pun bayi butuh ASI, ibu bisa memberikannya dengan cepat. - Pasmina/selendang lebar Membawa pasmina atau selendang

- Pasmina/selendang lebar

Membawa pasmina atau selendang lebar juga bermanfaat untuk ibu menyusui. Pasmina/selendang bisa digunakan untuk menutupi bagian dada saat memberikan ASI. Dalam keadaan darurat,

pasmina/selendang bisa difungsikan sebagai alas atau untuk menggendong.

- Kerudung lebar

Ibu-ibu yang mengenakan kerudung sebaiknya pilih kerudung yang agak lebar di bagian dada selama perjalanan. Fungsinya hampir sama dengan pasmina/selendang, kerudung bisa digunakan untuk menutupi bagian dada saat menyusui.

* PILIHAN TEMPAT

- Stasiun KA

Nursing room tersedia di stasiun kereta api khususnya stasiun kereta api di kota besar seperti Stasiun Gambir-Jakarta. Namun untuk stasiun di kota-kota kecil biasanya belum tidak ada. Manfaatkan ruangan menyusui ini selama menunggu kereta. Bila bepergian berdua sebaiknya ibu memilih duduk di sisi dekat jendela supaya lebih leluasa saat menyusui sepanjang perjalanan.

- Bandara

Nursing room di bandara biasanya tersedia di ruang check-in. Memang lokasinya kurang ideal karena agak jauh dari ruang tunggu keberangkatan. Sama dengan perjalanan menggunakan kereta, bila bepergian berdua sebaiknya ibu memilih duduk di sisi dekat jendela supaya lebih leluasa menyusui sepanjang perjalanan. Selama take-off dan landing sebaiknya bayi dalam posisi disusui supaya telinganya tetap nyaman/tidak terkena gangguan akibat perubahan tekanan udara.

- Pelabuhan

Hampir sama dengan stasiun/bandara, di pelabuhan besar biasanya tersedia nursing room. Bila memungkinkan pilih kelas yang menyediakan fasilitas kamar, hingga bayi bisa nyaman minum ASI selama di perjalanan.

- Tempat di pojokan

Kalau nursing room tidak tersedia padahal bayi butuh ASI saat itu juga, segera cari tempat di pojokan yang agak tersembunyi dari pandangan/lalu-lalang orang. Pilih tempat duduk di pojok kemudian susui bayi dengan menghadap ke tembok.

TEMPAT UMUM

Perlengkapan yang harus dibawa saat jalan-jalan ke tempat umum seperti ke mal, restoran, hotel, dan sebagainya kurang lebih sama dengan perlengkapan yang dibawa untuk perjalanan menggunakan sarana transportasi umum. Yang bisa ditambahkan, karena acara ke tempat umum seperti ini biasanya relatif tidak lama, ibu juga bisa membekali diri dengan susu perah yang sudah dimasukkan ke dalam botol/wadah minuman. Kapan pun bayi butuh ASI, ibu bisa memberikannya dengan menyendoki/memakai botol yang ujungnya berupa sendok.

* PILIHAN TEMPAT

- Mal

Memang belum semua mal memiliki fasilitas nursing room. Tapi mal-mal besar seperti Plaza Senayan atau Pondok Indah Mal sudah dilengkapi dengan fasilitas tersebut. Alternatif yang bisa dipilih untuk menyusui selain mencari tempat di pojokan yang jauh dari jangkauan/lalu-lalang orang, adalah toko-toko perlengkapan bayi. Biasanya penjaga toko akan mengizinkan ibu numpang” menyusui di tokonya. Kalau perlu setelah selesai menyusui belilah sehelai popok/baju bayi supaya penjaga tokonya makin ramah dan Anda makin nyaman menyusui.

- Restoran

Memang agak merepotkan bila harus menyusui di restoran. Kalau sangat terpaksa harus menyusui di resto yang ramai sebaiknya temui manajer yang bertugas untuk numpang menyusui di dalam kantornya atau kalau tidak ada ruangan lain, gunakan trik pasmina/selendang saat menyusu menyusui.

- Hotel

Kalau ibu membuka kamar di hotel, tentu tidak masalah karena bisa menyusui dengan nyaman di kamar hotel. Tapi kalau ke hotel untuk tujuan lain, misalnya mengikuti seminar, ibu bisa memanfaatkan toilet hotel yang biasanya superbersih dan dilengkapi dengan sofa nyaman.

Marfuah Panji Astuti/berbagai sumber

FINGER FOOD & MOTORIK HALUS SI KECIL

Finger food membuat si kecil bereksplorasi dengan cita rasa. Tak hanya itu, dengan menjumput makanannya sendiri, keterampilan motorik halus bayi juga jadi terlatih.

APA ITU "MAKANAN JEMARI"?

bayi juga jadi terlatih. APA ITU "MAKANAN JEMARI"? Yang termasuk finger food--- istilah yang sering digunakan

Yang termasuk finger food--- istilah yang sering digunakan untuk makanan yang dapat dipegang oleh tangan atau jari- jemari bayi--- adalah jenis makanan kudapan atau camilan (snack). Contoh paling umum adalah biskuit khusus bayi yang banyak dijual di pasaran. Namun finger food tak terbatas hanya biskuit. Sayuran, buah-buahan, atau makanan olahan lain yang bisa digenggam bayi juga merupakan makanan jenis ini.

Sesuaikan bahan-bahannya yang memang diperkenan per tahapan usia bayi. Untuk bayi usia 6 bulan, misal, bahan yang disarankan hanya golongan serealia (beras putih, beras merah, havermut), sayuran (kacang hijau, kentang, labu, ubi, mentimun) dan buah-buahan (pisang, avokad, apel dan pir).

Memasuki usia 7-8 bulan, bahan makanan bisa semakin beragam. Seperti sayuran (asparagus, wortel, bayam, brokoli, sawi, kembang kol, bit, lobak), buah-buahan (mangga, peach, mentimun suri), sumber protein (daging ayam, sapi, hati, tahu,

tempe). Hindari produk olahan susu (keju, krim, yoghurt) di mas perkenalan awal karena dikhawatirkan dapat menjadi pencetus alergi. Namun, setelah memasuki usia 9 bulan, pemberian bahan makanan produk olahan susu tersebut sudah diperkenankan.

Bahan makanan seperti yang telah disebutkan di atas dapat diolah menjadi aneka ragam finger food. Yang patut diperhatikan adalah teksturnya. Pada tahap awal pemberian (usia bayi 6 bulanan) finger food harus masih bertekstur lembut. Baru ketika usia bayi menginjak 9 bulan, finger food bisa dibuat dengan tekstur lebih kasar. Umpama, dengan membuat makanan olahan dari bahan daging ayam atau sapi cincang (nugert).

Perhatikan juga ukuran. Berikan finger food dalam ukuran yang dapat digenggam oleh tangan mungil bayi. Tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Ukuran camilan yang terlalu kecil dapat membuat bayi tersedak. Sementara potongan yang terlalu besar, malah tidak bisa digenggamnya. Masih berkaitan dengan keamanan, agar tidak membahayakan bayi, beberapa sayuran tertentu, seperti wortel, buncis, labu, asparagus, brokoli, kembang kol, lobak, hendaknya direbus terlebih dahulu agar lebih lunak.

KAPAN DIBERIKAN & NILAI GIZI

Kapan ya waktu yang tepat untuk memberikan finger food? Apakah perlu menunggu hingga gigi geligi bayi tumbuh terlebih dahulu agar ia dapat menggigit camilan itu? Tidak juga kok, Bu. Momen yang tepat untuk memberikan finger food adalah saat si kecil sudah mampu duduk dengan baik (biasanya memasuki usia 6 bulan). Pas di saat si kecil memang sudah membutuhkan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Jadi, tak perlu menunggu hingga gigi bayi tumbuh yang umumnya baru terjadi pada usia bayi 6-8 bulanan.

Sementara untuk jadwal pemberiannya mesti disesuaikan dengan usia si kecil. Untuk bayi 6–8 bulan dapat dilakukan sekali sehari. Memasuki usia 9 bulan-1 tahun, dapat lebih ditingkatkan menjadi 2 kali sehari. Perihal waktu pemberiannya dapat dilakukan di antara 2 waktu makan.

Nilai gizi finger food hendaknya tidak melebihi 30% nilai gizi yang harus dipenuhi dalam satu hari. Untuk bayi 6–8 bulan nilai gizi finger food per harinya kurang lebih 165 Kalori. Nilai gizi ini kurang lebih setara dengan 1 keping biskuit atau 2 batang wortel yang disiram dengan saus susu (lihat resep menu anak). Pilihan lain, nilai gizi 1 buah pisang ambon ukuran sedang seberat kurang lebih 50 gram memiliki nilai gizi 40 kalori. Sepotong pepaya berukuran sedang seberat 100 gram juga memiliki nilai gizi 40 kalori.

Sedangkan memasuki usia 9–12 bulan, nilai gizi yang dianjurkan mencapai kurang lebih 195 kalori per hari. Nilai gizi ini setara dengan 2 buah pan cake buah dan 5 buah jeli sayuran (lihat resep menu anak). Pilihan lain 1 potong keju berukuran sedang dengan berat 30 gram memiliki nilai gizi 110 kalori. Atau, 2 biji bakso berukuran sedang dengan berat kurang lebih 50 gram memiliki nilai gizi 45 Kalori.

Hal lain yang patut mendapat perhatian, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan jangan tinggalkan bayi yang tengah menikmati finger food sendirian saja. Ingat, ia masih dalam tahap belajar makan. Hindari juga finger food berupa kacang, pop corn, atau bahan makanan lain yang berukuran kecil karena dikhawatirkan dapat membuatnya tersedak.

SARAT MANFAAT

Masih penasaran soal manfaat finger food, ini lo beberapa di antaranya:

1. Belajar makan sendiri

Memegang dan memasukkan makanan sendiri ke dalam mulut adalah salah satu cara belajar bagi si kecil untuk makan sendiri. Kelak ini akan menumbuhkan rasa percaya diri bayi bahwa ia mampu melakukan aktivitas makan sendiri, tak perlu disuapi lagi.

2. Memulai makanan padat pertama.

Pemberian finger food juga dapat digolongkan melatih pemberian MPASI. Hanya saja bentuknya lebih khusus yakni yang dapat digenggam oleh tangan si kecil.

3. Merangsang motorik halus si bayi.

Ketika bayi memegang finger food dengan jari jemarinya, dilanjutkan dengan menyorongkannya ke dalam mulut, sebenarnya sudah tergolong memberikan rangsangan untuk perkembangan motorik halus bayi. Khususnya refleks memegang.

4. Merangsang pertumbuhan gigi

Umumnya menjelang tumbuh gigi, bayi akan mengalami rasa gatal di gusi. Pemberian finger food dapat merangsang pertumbuhan gigi, sekaligus mengurangi rasa gatal yang timbul karena umumnya finger food memiliki tekstur.

5. Eksplorasi cita rasa

Pemberian finger food juga dapat dijadikan sebagai media untuk mengenalkan beragam rasa makanan pada bayi. Sehingga kelak anak dapat menyukai beragam makanan dengan beraneka rasa.

SAYUR DULU, BARU BUAH

Beberapa ahli gizi merekomendasikan agar sayuran diperkenalkan pada bayi sebelum buah. Alasannya, buah yang rasanya manis akan membuat sayuran yang kurang manis menjadi tidak menarik untuk bayi. Mulailah dengan sayuran yang rasanya hambar seperti, kentang, kacang hijau, labu dan mentimun. Kemudian, baru perkenalkan buah-buahan seperti pisang, avokad, pir, dan lain-lain.

“Perkenalan” juga mesti bertahap. Dalam arti, satu bahan makanan dulu dalam jangka waktu tertentu, kemudian baru diperkenalkan dengan bahan makanan yang lain. Contoh, sajikan menu kacang hijau selama 4 hari pada si kecil, setelah itu baru memperkenalkannya dengan bahan makanan yang lain.

Utami Sri Rahayu. Foto: Iman Dok. nakita Narasumber: Hindah Muaris, ahli teknologi pangan yang mendalami kuliner.

BONEKA PERTAMAKU

Seperti apa boneka yang tepat untuk bayi? Apa saja yang perlu diperhatikan?

BONEKA PASIR

Bentuk boneka ini bermacam-macam meski sama-sama berisi pasir. Ukurannya pun ada yang besar, ada juga yang kecil. Kain pelapisnya sendiri tergolong halus hingga pasir yang ada di dalamnya masih bisa terasa bila diraba dari luar.

Manfaat:

Boneka ini bermanfaat untuk stimulasi indra peraba. Biarkan anak bermain dengan menyentuh dan merasakan pasir yang ada di dalamnya. Beberapa orangtua juga memanfaatkan boneka jenis ini sebagai bantal bayi dan dipercaya lebih cepat mengembalikan bentuk kepala bayi yang sempat peyang akibat proses kelahiran.

Bisa diperoleh di:

Toko mainan atau toko perlengkapan bayi. Harganya di atas Rp30.000 untuk ukuran sedang. Beberapa di antaranya ada yang dilengkapi dengan bebunyian.

BONEKA JARI

Boneka jari adalah boneka yang bisa dimasukkan ke dalam jari dengan ujung kepala bermacam- macam karakter. Biasanya berupa binatang atau kepala orang dengan ukuran yang relatif kecil, kurang lebih 5 cm.

Manfaat:

Boneka ini dimainkan oleh orangtua sebagai properti pelengkap waktu mendongeng untuk si mungil. Sebaiknya minimal gunakan 2 karakter supaya cerita bisa terjalin. Usahakan masing- masing karakter mengeluarkan intonasi suara yang berbeda-beda sehingga bayi lebih tertarik untuk mengikuti.

Bisa diperoleh di:

Toko-toko mainan, toko perlengkapan bayi dengan kisaran harga Rp5.000-Rp10.000. Bahkan Anda pun bisa membuatnya sendiri.

BONEKA EMPUK

Salah satu boneka empuk dari busa/dakron paling populer adalah teddy bear yang klasik. Hampir semua anak, baik laki-laki maupun perempuan di seluruh belahan dunia mengenal dan menyukai boneka yang dibuat sejak awal tahun 1900-an ini. Tentu saja, teddy bear bukan satu-satunya pilihan. Anda bisa memilih bentuk lainnya yang dianggap menarik dan disukai bayi.

Manfaat:

Boneka yang empuk dan imut pantas diberikan sebagai boneka pertama si kecil. Biasanya boneka pertama memiliki ikatan emosional khusus dengan anak. Bahkan ada yang masih menyimpannya sampai dewasa. Beberapa catatan khusus seputar boneka ini di antaranya:

- Orangtua sebaiknya membelikan boneka ini dengan ukuran yang sesuai dengan tubuh anak. Bila masih bayi ya jangan membelikan boneka beruang yang terlalu besar.

- Pilih boneka dari bahan kain atau yang memiliki bulu tidak terlalu panjang, lembut, dan tidak mudah rontok. Bila orangtua memiliki bakat alergi sebaiknya hati-hati sebelum membelikan boneka jenis ini untuk si kecil.

- Perhatikan jahitan elemen mata dan hidungnya, terutama jika terbuat dari plastik. Pilihlah yang jahitannya kuat, karena bisa saja si bayi tertarik mencungkil-cungkilnya.

Bisa diperoleh di:

Supermarket/hipermarket, toko mainan, pasar tradisional, bahkan di lapak-lapak di pinggir jalan. Harga mulai Rp5.000 sampai jutaan rupiah. Beda kualitas tentu beda harga. Sekadar catatan, boneka yang dijual di toko mainan ternama biasanya lebih mahal namun dari segi kualitas lebih baik, terutama bulunya tidak mudah rontok dan jahitannya lebih kuat.

BONEKA TANGAN

tidak mudah rontok dan jahitannya lebih kuat. BONEKA TANGAN Bentuknya hampir sama dengan boneka jari, namun

Bentuknya hampir sama dengan boneka jari, namun boneka tangan ini ukurannya lebih besar karena bisa dimasukkan ke pergelangan tangan. Biasanya bagian mulut dan matanya bisa digerakkan-gerakkan sehingga lebih menarik.

Manfaat:

Boneka tangan bisa digunakan orangtua sebagai pelengkap properti mendongeng ataupun digunakan sebagai karakter yang mengajaknya melakukan aktivitas, seperti bangun pagi, makan, mandi, dan bermain.

Bisa diperoleh di:

Toko mainan atau toko perlengkapan bayi dengan harga Rp50.000-an atau lebih. Bila boneka ini sulit didapat, orangtua bisa juga memanfaatkan saputangan untuk menggantikannya. Caranya? Katupkan ibu jari dengan keempat jari lainnya kemudian tutup dengan saputangan, gerak- gerakkan ibu jari dan keempat jari lainnya ke atas dan ke bawah seolah-olah seperti mulut yang sedang berbicara.

BONEKA BOLA

Bentuknya persis seperti bola. Hanya saja terbuat dari bahan kain atau kulit yang lembut. Ukurannya dari yang sekecil bola tenis hingga yang sebesar bola basket. Ada juga yang bentuknya seperti bola yang digunakan untuk football.

Manfaat:

Orangtua bisa mengajak bermain dengan cara menggelindingkan bola dan meminta anak untuk menangkapnya secara bergantian. Selain itu boneka bola biasanya dilengkapi dengan bunyi gemerincing. Manfaatkan untuk melatih indra pendengarannya. Bahannya yang terbuat dari kain yang agak keras dan bertekstur juga bermanfaat untuk stimulasi indra peraba.

Bisa diperoleh di:

Toko mainan anak, supermarket, dan pasar tradisional. Harganya mulai Rp5.000 untuk ukuran kecil. Makin berkualitas bahannya, makin mahal harganya.

Marfuah Panji Astuti/dari berbagai sumber. Foto: Iman/nakita & Ist

Memilih Boneka YANG TEPAT

Foto: Iman/nakita & Ist Memilih Boneka YANG TEPAT * Bayi baru lahir memiliki kemampuan visual yang

* Bayi baru lahir memiliki kemampuan visual yang sangat terbatas. Respons

bayi baru lahir lebih jelas terlihat ketika kepadanya diperlihatkan objek berwarna hitam-putih, warna-warna terang, dan gambar atau tulisan yang tegas serta berani. Karenanya, boneka untuk bayi pun sebaiknya dipilih

berdasarkan kemampuan visual ini. Dengan kata lain, detail boneka yang terlalu banyak belum tentu akan merangsang visualnya. Lebih baik, pilih boneka yang simpel dengan warna tegas.

* Kemampuan visual bayi, namun begitu, berkembang dengan cepat

bersamaan dengan kontrol motoriknya. Di bulan kedua, bayi senang bermain dengan tangan dan mulai mengayunkannya untuk menyentuh benda-benda. Karenanya, berikan boneka yang ringan dan dapat digenggam olehnya.

* Hindari boneka dengan elemen yang tidak aman bagi bayi seperti:

- Biji mata dan hidung yang mudah lepas.

- Rambut yang terurai karena bisa membuat hidungnya gatal atau rontok jika ditarik.

- Boneka dengan sekrup dan baterai yang mudah terlepas.

- Boneka yang memiliki tangan dan kaki yang bisa mencolok matanya atau membuatnya tersedak jika dimasukkan ke mulut.

- Boneka dengan busana (baju, sepatu, topi, tas) yang ditempeli kancing, sabuk, bros, dan elemen lain yang tidak aman bagi bayi.

Panduan MEMILIH Alas BERMAIN

Bermain di lantai, wah asyiknya. Tapi bagaimana kalau cuaca sedang dingin? Atau si bayi ingin duduk-duduk di halaman menikmati hijaunya tanaman koleksi ayah dan bunda? Tentu ia butuh alas bermain yang pas dan aman. Saat ini banyak sekali alas bermain yang dijual di pasaran. Masing-masing jenis mempunyai kelebihan dan kekurangan. Yang perlu diperhatikan, jika alas bermain dirasa gerah atau terlalu kecil, kemungkinan besar bayi lebih tertarik bermain di lantai yang sejuk dan luas. Karenanya perhatikan juga kebersihan lantai di rumah. Selanjutnya, inilah panduan memilih alas bermain bayi. Semoga membantu!

ALAS BUSA/DAKRON A las busa/dakron yang tersedia di pasaran sangat beragam, baik dari jenis bahan

ALAS BUSA/DAKRON

Alas busa/dakron yang tersedia di pasaran sangat beragam, baik dari jenis bahan maupun ketebalannya. Alas busa dengan ketebalan 2 cm harganya tentu lebih murah daripada alas busa dengan ketebalan 10 cm. Selain yang dijual per meter, ada juga alas busa yang dijual menyerupai kasur lipat sehingga mudah dibawa ke mana-mana karena bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam kantong besar. Ada yang dilapisi kain, ada juga yang dilapisi plastik.

Kelebihan:

_ Makin tebal busa/dakronnya, kian empuk rasanya.

_ Dapat digunakan sebagai alas bermain sekaligus alas tidur.

Kekurangan:

* Jika pelapis luarnya kain, alas ini tidak tahan air. Ompol bayi akan membuatnya jadi berbau pesing.

* Tidak mudah dibersihkan.

* Alas yang terlalu tebal tidak bisa dilipat sehingga tidak praktis dalam penyimpanannya.

* Bahan busa menimbulkan rasa gerah.

dalam penyimpanannya. * Bahan busa menimbulkan rasa gerah. ALAS KAIN Alas kain jarang digunakan begitu saja.

ALAS KAIN

Alas kain jarang digunakan begitu saja. Biasanya digunakan sebagai lapisan kedua, misalnya setelah menggunakan alas plastik, di atasnya baru digunakan alas kain. Alas kain yang dijual di pasaran sangat beragam, dengan bahan flanel, katun, atau tenun Pekalongan.

Kelebihan:

- Praktis dan mudah dibawa ke mana-mana.

- Mudah dicuci.

- Alas kain berbahan katun sangat nyaman sehingga bisa sekaligus dimanfaatkan sebagai pelapis seprai.

Kekurangan:

- Tidak tahan air.

- Kalau digunakan begitu saja tidak dapat menahan dinginnya lantai.

- Mudah kusut sehingga mudah menyebabkan bayi yang baru belajar berjalan tersandung.

- Warnanya mudah berubah jadi dekil bila sering terkena ompol/ketumpahan cairan berwarna.

KARPET & RUG

Harganya lumayan tinggi karena proses pembuatan dan bahan baku yang digunakan memang tidak murah. Dijual dalam beberapa model dan ukuran.

Kelebihan:

- Hangat dan lembut jika terbuat dari serat alami seperti bahan wol tertentu sehingga anak-anak yang tinggal di daerah dingin tetap bisa bermain dengan nyaman.

- Tersedia dalam ukuran yang besar sehingga lebih leluasa untuk bermain.

Kekurangan:

- Tidak disarankan untuk anak-anak yang berbakat alergi, karena karpet jenis ini mampu "menyimpan" debu hingga potensial menyebabkan bersin-bersin, gatal, dan batuk.

- Membersihkannya relatif sulit, terutama untuk bekas ompol atau tumpahan cairan yang berwarna.

- Tidak mudah dibawa dan penyimpanannya tidak praktis, karena bahannya yang tebal dan harus digulung.

ALAS KARET

Harganya relatif lebih murah. Dijual dalam satuan meter (seperti bahan perlak tapi ukurannya jauh lebih lebar) atau terdiri atas keping-keping berbentuk kotak yang bisa dibongkar-pasang. Masing-masing kotak biasanya bergambar karakter khas anak-anak, seperti abjad, gambar binatang, angka dan sebagainya.

Kelebihan:

Tidak licin.

_

_

Mudah disimpan/dibawa karena bisa dibongkar-pasang.

_

Cukup tebal dan empuk.

_ Corak maupun warnanya sekaligus bermanfaat untuk mengenalkan bentuk, huruf, maupun warna pada anak.

Kekurangan:

- Keping kotak yang tidak terangkai sempurna dapat menyebabkan anak tersandung.

- Beberapa alas karet berbentuk keping yang dijual dengan harga sangat murah kualitasnya kurang baik karena sambungannya mudah lepas dan pewarna yang digunakan belum tentu ramah anak. Pastikan ada keterangan non-toksik pada kemasannya.

ALAS PLASTIK

Alas bermain yang terbuat dari plastik atau ada juga yang menyebutnya perlak ini sangat mudah didapat di pasaran. Biasanya dijual dalam gulungan besar yang bisa dibeli meteran. Harganya bervariasi, dari Rp10.000/m sampai puluhan ribu rupiah.

Kelebihan:

- Mudah didapat.

- Mudah dibersihkan.

- Tahan air.

- Mudah dibawa dan penyimpanannya praktis karena bisa dilipat.

Kekurangan:

- Licin, sehingga mungkin saja bayi yang sudah bisa berdiri terpeleset, terutama jika basah.

- Jika tak disertai bahan yang lebih tebal di pinggirannya, alas plastik mudah kusut dan mengundang risiko bayi tersandung.

- Menimbulkan rasa gerah karena bahannya sintetis.

Marfuah Panji Astuti/dari berbagai sumber. Foto: Iman/nakita

Nikmatnya DIBUAI Ayunan

Sementara si bayi asyik berayun-ayun orangtua bisa mengerjakan hal lain. Maunya, dengan kehadiran si kecil di rumah, ayah dan ibu tetap dapat melakukan rutinitas dengan tenang. Salah satu solusinya, sediakan ayunan bayi yang bisa naik turun agak lama. Ayunan bayi memberi efek nyaman seperti gendongan orangtua. Bayi bisa berayun lembut sambil tetap bermain. Sementara itu, ayunan bayi bisa dipindah-pindahkan ke lokasi yang terlihat, misalnya saat orangtua beraktivitas di ruang makan, ruang keluarga, bahkan di teras belakang. Ayunan bayi dibuat dengan beberapa macam bentuk, sesuai usia dan kebutuhannya. Silakan pilih!

macam bentuk, sesuai usia dan kebutuhannya. Silakan pilih! akan berayun-ayun dengan mengayun. Efek yang seperti

akan berayun-ayun dengan mengayun. Efek yang seperti ditimang-timang. hingga satu juta ke atas, kelengkapannya. Baby boneka tentu harganya lebih bisa mengayun-ayun saja

BABY BOUNCER

tentu harganya lebih bisa mengayun-ayun saja BABY BOUNCER Bentuknya menyerupai kursi malas untuk orang dewasa, namun

Bentuknya menyerupai kursi malas untuk orang dewasa, namun bisa berayun ke atas- bawah. Saat bayi bergerak, baby bouncer sendirinya, orangtua tidak perlu ikut dirasakan bayi saat berada di baby bouncer Pilihan harganya beragam, dari puluhan ribu tergantung kualitas bahan dan bouncer yang dilengkapi mainan, lampu, serta mahal daripada baby bouncer yang sekadar tanpa mainan sama sekali.

Pilihan bahannya pun

yang ringan. Sebaiknya pilih alas baby bouncer yang dilapisi busa lembut serta kain penutup dari

katun karena lebih nyaman. Pastikan ada sabuk pengaman yang terpasang sempurna. Meski saat ini banyak dijual baby bouncer yang relatif murah, tapi sebaiknya pastikan keamanan bahan dan cat/pewarna yang digunakan. Baby bouncer bisa digunakan sampai bayi umur 6 bulan.

beragam, ada plastik, fiber dan bahan lain

SWING GRIP

bulan. beragam, ada plastik, fiber dan bahan lain SWING GRIP Sekilas bentuknya mirip boks bayi biasa,

Sekilas bentuknya mirip boks bayi biasa, tapi ternyata swing grip mempunyai dua fungsi, yakni sebagai boks bayi dan ayunan. Ada kayu pengunci di salah satu tiangnya yang kalau dilepas maka boks bisa diayun pelan-pelan. Harganya berkisar lima ratus ribu hingga jutaan rupiah. Meski harganya relatif mahal tapi dengan dua keuntungan sekaligus banyak manfaat yang didapat. Ayunan model ini bisa sekaligus untuk meninabobokkan bayi. Setelah bayi tidur tak perlu repot-repot lagi memindahkannya, cukup pasang kembali penguncinya maka ayunan otomatis beralih fungsi

menjadi tempat tidur. Swing grip ini bisa digunakan sampai usia 6 bulan.

Secara tradisional masyarakat Indonesia sebenarnya sudah akrab dengan ayunan model ini. Biasanya dengan menggunakan selendang yang agak besar dan dikaitkan pada dua tiang hingga membentuk kantong seperti hammock. Bayi diletak-kan di dalam kantong lalu diayun- ayun hingga tidur.

SWING CHAIRS

Setelah lewat lima bulan, baik baby bouncer maupun swing grip biasanya sudah tidak bisa digunakan karena ukurannya sudah kekecilan. Padahal di usia ini gerak bayi semakin bertambah. Dari yang biasanya hanya tidur di kasur, kini sudah bisa berguling ke sana-kemari. Meninggalkannya sendirian di kamar saat bayi tidak tidur tanpa pengawasan jelas riskan, dengan swing chair masalah ini bisa diatasi. Bentuknya seperti ayunan yang ada di taman bermain tapi ukurannya khusus untuk bayi. Kursinya dilapisi dengan busa empuk berbalut kain katun, dilengkapi dengan pengaman standar sehingga bayi aman saat menggunakannya.

Pilih swing chair yang terbuat dari bahan yang ringan seperti plastik atau fiber sehingga mudah dipindah-pindahkan. Saat orangtua harus beraktivitas di dapur atau teras, alat ini bisa diletakkan di tempat yang terlihat. Swing chair juga efektif digunakan saat menyuapinya makanan, mengganti baju, minum susu dan sebagainya.

BABY BUNGEE

Jenis ayunan yang bisa digunakan di usia 6 bulan ke atas lainnya adalah baby bungee. Ayunan ini bentuknya seperti kursi dengan lubang untuk menjulurkan kaki ke bawah. Ayunan ini mempunyai tiang/tali yang diikatkan ke plafon rumah atau kusen pintu. Dengan kaki

yang menyentuh lantai, bayi bisa mengayun sendiri. Ayunan ini membuat bayi bergerak lebih aktif. Di saat orangtua harus mengerjakan sesuatu, bayi bisa dibuat "sibuk sendiri" dengan ayunan ini.

Secara tradisional ayunan model ini juga sudah dimiliki masyarakat Indonesia. Memang bentuknya tidak sebagus buatan pabrik, namun fungsinya kurang lebih sama. Biasanya secara tradisional ayunan ini dibuat dari ban bekas yang dilubangi digantungkan di pohon. Cara memakainya pun sama, yakni mengayunkannya dengan menggunakan kaki. Marfuah Panji Astuti/dari berbagai sumber. Foto: Iman/nakita. Properti pemotretan: Mothercare, Pondok Indah Mal II, Jakarta Selatan

10 Aktivitas Penting DAN DISUKAI BAYI

Jangan kira bayi anteng identik dengan bayi yang "manis". Di usia ini bayi justru butuh banyak kegiatan karena, "Aktivitas bermanfaat mengisi sensor gerak yang ada dalam otot dan sendi," kata Anelia Sani Sari, Psi., dari Unika Atma Jaya, Jakarta. Tentu saja aktivitasnya harus disesuaikan dengan kemampuan bayi. Inilah 10 aktivitas yang paling bermanfaat dan disukai bayi.

1. Digendong/Diayun

paling bermanfaat dan disukai bayi. 1. Digendong/Diayun Manfaat : Saat digendong dan diayun bayi belajar percaya

Manfaat: Saat digendong dan diayun bayi belajar percaya pada orang yang menggendong dan mengayunnya. Rasa percaya ini bermanfaat mempererat hubungan orangtua dan bayi yang pada akhirnya menjadi fondasi kuat untuk mengembangkan rasa percaya dirinya kelak. Sambil menggendong dan mengayun, orangtua bisa memberi pelukan dan ciuman sayang. Pelukan dan ciuman ini membuat bayi merasa dicintai sehingga secure feelings- nya berkembang dengan baik.

Cara melakukan: Gendong bayi tanpa menggunakan alat bantu gendong. Sesekali ayun-ayun dan peluk serta ciumlah. Saat memeluk dan mencium usahakan posisi bayi berhadap-hadapan dengan orangtua hingga ada kontak mata. Orangtua juga bisa membisikkan kata sayang atau doa dan harapan pada buah hatinya saat melakukan aktivitas ini.

2. Diajak ke Tempat Bermain

Manfaat: Mengajak bayi ke tempat bermain membuatnya berkesempatan bertemu dengan teman-temannya. Ini bermanfaat untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal dan kemampuan sosialisasinya. Bayi belajar "berani" bersalaman, bermain, dan bertatap muka dengan orang banyak. Bila tempat bermain itu di taman atau tempat terbuka, bayi bisa merasakan kesegaran udara, melihat warna-warni bunga, burung, kupu-kupu dan sebagainya. Ini bermanfaat untuk pengenalan benda, menambah kosakata serta mengembangkan kecerdasan naturalis.

Cara melakukan: Sediakan waktu setidaknya seminggu sekali untuk mengajak bayi ke tempat bermain. Di tempat itu biasanya tersedia aneka permainan yang bermanfaat untuk mengasah motorik kasarnya. Jangan biarkan bayi Anda hanya duduk manis sebagai penonton. Libatkan si kecil untuk secara aktif mencoba aneka permainan yang tersedia sesuai kemampuan/usianya. Ajarkan ia untuk berani berinteraksi dengan teman-temannya yang ada di situ.

3. Memanjat-manjat

dengan teman-temannya yang ada di situ. 3. Memanjat-manjat Manfaat : Belajar keseimbangan tubuh, koordinasi tangan dan

Manfaat: Belajar keseimbangan tubuh, koordinasi tangan dan kaki serta kekuatan otot. Mengenal konsep maju-mundur, atas-bawah serta belajar mendengarkan instruksi, disamping ga bermanfaat untuk latihan percaya diri.

Cara melakukan: Paling aman bagi bayi latihan "memanjat" adalah memanjat tubuh orangtuanya sendiri. Lakukan di atas kasur yang empuk sambil berbaring atau duduk. Selain itu bisa juga dengan menumpuk beberapa guling dan bantal sebagai lintasan yang harus dilaluinya.

4. Berenang/Bermain Air

Manfaat: Bayi sangat menikmati aktivitas di air. Bermain air akan memupuk rasa percaya dirinya. Sekaligus secara perlahan membuatnya mengenal konsep tentang mengapung, tenggelam dan melayang.

Cara melakukan: Di kolam renang memang lebih menyenangkan karena orangtua bisa ikut nyemplung sambil memegangi badan bayi. Tapi bila kesempatan mengajak bayi ke kolam renang relatif sulit, gunakan saja ember mandi yang agak besar/kolam renang tiup. Sertakan beberapa benda yang bisa tenggelam, mengapung dan melayang untuk menemaninya bermain. Mendongengkan/membacakan cerita dari buku antiair juga tak kalah mengasyikkan.

5. Menendang-nendang

Manfaat: Mengisi sensor gerak yang ada dalam otot/sendi. Latihan motorik kasar, mengenal tekstur dan bentuk.

Cara melakukan: Pegangi kain, atau gantungkan benda yang bisa terjangkau kakinya. Biarkan bayi menendang-nendang benda di depannya itu. Saat menendang-nendang kain tersebut, bayi akan merasakan sensasi berbeda dibanding ketika ia menendang-nendang boneka mainannya.

6. Merangkak

Manfaat: Latihan motorik kasar. Saat merangkak bayi juga belajar koordinasi antara tangan, kaki dan mata.

Cara melakukan: Sediakan tempat yang agak luas dan rata. Kalau menggunakan alas, pastikan alas bermainnya tidak terlalu licin karena bisa menyebabkannya terpeleset. Gulirkan bola/mainan di depannya untuk dikejar dengan cara merangkak. Berikan tepuk tangan bila bayi berhasil menangkap bola/mainan itu.

7. Membacakan Buku

Manfaat: Mengasah kecerdasan bahasanya dengan cara mengenalkan kosakata baru. Selain itu buku cerita anak yang menarik membuatnya belajar mengenal warna dan bentuk yang bermanfaat untuk mempertajam kemampuan visualnya. Sementara aktivitas "membuka-buka" lembar halaman buku amat baik baginya untuk melatih motorik halus.

Cara melakukan: Pangku bayi menghadap ke depan. Kemudian bersama-sama membuka halaman buku sambil dibacakan ceritanya. Gunakan intonasi suara yang berbeda-beda sehingga terdengar menarik. Pilih buku yang terbuat dari kain atau plastik, untuk usia ini buku dari kertas lebih cepat rusak karena basah atau sobek.

8. Melempar

Manfaat: Melempar yang dimaksud di sini adalah "membuang" benda-benda yang dipegangnya. Manfaatnya sebagai latihan motorik, mengenal tekstur dan warna benda.

Cara melakukan: Sediakan benda/mainan yang tidak terlalu berat dan tidak terlalu kecil. Pastikan benda/mainan ini aman, maksudnya tidak ada sisi tajam yang bisa melukai bayi, mengandung cat yang berbahaya atau terlalu kecil hingga bisa tertelan. Biarkan ia

melempar/menjatuhkannya, lalu ambil sambil mengatakan benda apa yang dibuangnya, misalnya, "Kok bonekanya dibuang?" atau "Bonekanya jatuh ya, Sayang?" Latihan ini sekaligus bermanfaat untuk memperluas kosakatanya.

9. Cilukba

Manfaat: Interaksi dengan orangtua saat melakukan aktivitas ini bermanfaat untuk mengenalkan intonasi suara dan mempelajari kata-kata baru. Selain itu bayi belajar urutan, misalnya orang yang mengajaknya bermain setelah menutup muka lalu membukanya sambil berseru, "Baaa Aktivitas ini akan membuatnya gembira. Bila bayi bisa meraih tangan/benda yang digunakan untuk menutup muka, biarkan ia meraihnya, ini bermanfaat untuk mengajarinya mengenal tekstur maupun aneka bentuk.

".

Cara melakukan: Baringkan bayi di tempat yang nyaman. Bisa juga sesaat setelah mengganti popok atau pakaiannya. Posisikan muka orangtua berhadapan dengan muka bayi. Tutup muka sejenak dengan tangan/benda lain, setelah itu buka dan perlihatkan mimik gembira. Kegembiraan ini akan menular pada bayi, bahkan bisa membuatnya terkekeh-kekeh.

menular pada bayi, bahkan bisa membuatnya terkekeh-kekeh. 10. Menari dan Bernyanyi Manfaat : Melatih motorik kasar,

10. Menari dan Bernyanyi

Manfaat: Melatih motorik kasar, mengenal koordinasi tangan dan kaki serta mengasah kecerdasan musikal. Sambil beraktivitas, bayi bisa belajar mengenal gerak, hitungan, dan irama.

Cara melakukan: Lakukan gerakan menari dan menyanyi dengan iringan lagu/musik anak-anak yang bernada gembira. Kalau ada, berikan mainan alat musik, seperti piano atau drum mainan. Gerakkan tangan atau kakinya dengan gembira dan berirama.

Marfuah Panji Astuti. Foto: Iman& Dok. Nakita

TERCEMAR AIR KETUBAN

Penanganan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan agar bayi selamat. Mungkinkah bayi tercemar air ketubannya sendiri? Jawabannya sangat mungkin. Namun, tentunya ada kondisi khusus yang dapat menyebabkan peristiwa yang dalam bahasa medisnya disebut Meconium Aspiration Syndrome (MAS) ini.

medisnya disebut Meconium Aspiration Syndrome (MAS) ini. Kalau Anda masih bertanya-tanya di mana dan kapan MAS

Kalau Anda masih bertanya-tanya di mana dan kapan MAS terjadi, bayangkanlah bayi yang tengah berjuang menembus jalan keluar dari rahim ibu. Nah di jalan lahir inilah, saat kepala bayi sudah menyembul keluar, mungkin saja pada mulut atau hidungnya terdapat sisa cairan ketuban. Jika cairan ini terhirup atau tertelan, maka bisa muncul masalah. Lebih berbahaya lagi bila cairan ketuban tersebut sudah terhitung kedaluwarsa akibat kehamilan lebih dari 40 minggu sehingga meconium atau kotoran bayi mampu mencemarinya. Cairan ketuban yang tercemar lazimnya berwarna keruh, hijau, cokelat, atau bahkan hitam.

Angka kejadian MAS cukup banyak, yakni sekitar 9-15% dari total kelahiran hidup. Selain usia kehamilan lebih dari 40 minggu, penyebab lainnya adalah janin mengalami hipoksia (kekurangan oksigen) dalam kandungan, dan ibu hamil mengidap hipertensi atau diabetes melitus atau penyakit jantung, dan sebagainya.

Biasanya bayi-bayi dengan gangguan MAS ini menunjukkan ciri-ciri:

* Kulitnya keriput.

* Kukunya sudah panjang.

* Di paru-paru ada gambaran cairan

Tercemar air ketuban dapat dibedakan menjadi dua, demikian dijelaskan dr. Adi Tagor, Sp. A, DPH., dari RS Pondok Indah, Jakarta, yaitu:

* Air ketuban tertelan

Air ketuban masuk ke saluran pencernaan dan ini tidak berbahaya.

* Tersedak air ketuban

Air ketuban masuk ke jalan napas dan ini jelas berbahaya.

LANGKAH PERTOLONGAN

ke jalan napas dan ini jelas berbahaya. LANGKAH PERTOLONGAN Meski angkanya cukup tinggi, orangtua tak perlu

Meski angkanya cukup tinggi, orangtua tak perlu kelewat khawatir selama pihak RS melakukan penanganan dengan cepat dan tepat. Jika demikian besar harapan si bayi bisa tumbuh sehat. Sebagai gambaran, bila anak mengalami MAS, dokter akan melakukan langkah-langkah berikut:

* Segera membersihkan jalan napas dengan menyedot cairan yang ada. Termasuk yang ada di trakea (saluran antara tenggorokan dan jaringan paru-paru) dengan alat khusus (indotrakea). Di negara-negara maju biasanya dokter melakukan deteksi lebih dini, hingga begitu kepala bayi mulai keluar dari jalan lahir, dokter dengan sigap langsung melakukan penyedotan cairan.

* Setelah itu bayi akan dibantu pernapasannya dengan pemberian oksigen. Bila dianggap perlu akan dipasangkan ventilator atau alat bantu pernapasan.

* Dokter akan memberikan antibiotik bila diduga ada infeksi.

* Hasil tes APGAR terus dipantau untuk memastikan kesehatan bayi.

* Selain itu dokter juga akan melakukan blood gas analysis untuk mengetahui apakah suplai oksigen yang dibutuhkan tercukupi.

* Untuk menjaga suhu tubuhnya, setelah dikeringkan, bayi segera dimasukkan ke inkubator.

* Bayi dengan kasus ini biasanya akan ditempatkan di ruang terpisah alias tidak dicampur dengan bayi baru lahir lainnya guna mencegah penularan penyakit akibat infeksi.

DIPANTAU SAMPAI BALITA

Meski bayi bisa lolos dari kondisi kritisnya, tapi dokter akan terus memantau sampai beberapa hari. Bayi diizinkan dipindahkan ke kamar perawatan biasa atau bahkan pulang ke rumah bila kondisinya sebagai berikut:

* Bisa bernapas tanpa sesak.

- Bisa minum ASI.

- Suhu tubuhnya stabil meski tidak memakai inkubator.

Tentu saja bayi-bayi yang tertangani dengan tepat bisa tumbuh normal. Meski demikian orangtua dan dokter anak yang menanganinya tak boleh lengah. Bisa jadi seminggu pertama kondisinya stabil, tapi begitu pemberian antibiotik dihentikan, barulah muncul infeksi atau gangguan lainnya. Itulah mengapa perkembangan bayi-bayi dengan riwayat MAS biasanya harus dipantau secara ketat. Segera bawa ke rumah sakit bila di rumah si kecil menunjukkan gejala-gejala berikut:

* Mendadak biru

* Napas sesak

* Menangis tanpa sebab yang jelas dan tangisannya serupa dengan rintihan menahan sakit.

Bila muncul gejala di atas, jangan buang waktu, segera bawa ke rumah sakit. Sebab kalau sampai terlambat, bisa mengakibatkan gangguan perkembangan seperti berikut:

* Gangguan penglihatan.

* Gangguan pendengaran.

* Kurangnya pasokan oksigen yang juga bisa menyebabkan gagal ginjal.

* Infeksi paru-paru.

* Gangguan saraf pusat (epilepsi).

* CP (Cerebral Palsy)

* Gangguan terburuk, yakni kematian.

Gangguan-gangguan tersebut bisa muncul kapan saja, bahkan sampai usia balita. Jadi, bila orangtua mendapati ada perkembangan anak dengan riwayat MAS yang tidak sesuai dengan anak lain seusianya, sebaiknya segera bawa ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Marfuah Panji Astuti. Ilustrasi Pugoeh

Cukupkah ASI UNtuk Bayiku?

Bagaimana mengetahui kalau ASI kita mencukupi atau tidak? Bagaimana cara menambah produksi ASI? Kapan susu formula diperlukan? Berikut aneka pertanyaan seputar asupan susu untuk si kecil yang dijawab oleh dr. Nanis Sacharina Marzuki, Sp.A, dariKlinik Anakku, Cinere,Depok. 1. Sebelum usia bayi 4 bulan, ada ibu yang merasa ASI-nya keluar sedikit sementara bayinya tak henti-henti minta menyusu. Mengapa bisa demikian dan apa yang harus

dilakukan?

"Ada masa di mana bayi memang lebih sering lapar dan minta menyusu. Di usia 2-3 bulan, misalnya, bayi sedang mengalami percepatan pertumbuhan sehingga sebentar-sebentar menyusu sampai ibu terkadang tidak bisa melakukan kegiatan dan aktivitas apa pun. Di saat itulah ibu sering frustrasi dan merasa ASI-nya kurang.

Sebetulnya, yang terjadi adalah kurangnya rasa percaya diri ibu. Jika ibu merasa ASI-nya kurang maka ASI akan benar-benar berkurang. Sebaliknya, kalau ibu merasa ASI-nya cukup maka ASI akan cukup. Jadi, sebetulnya yang harus dijaga dan dikuatkan adalah tekad ibu dalam memberikan ASI eksklusif.

Produksi ASI yang berkurang bisa disebabkan berbagai faktor, seperti; frekuensi menyusui yang kurang atau tidak rutin sehingga bayi tidak efektif menyusu. Hal ini bisa karena ibu mulai bekerja kembali dan sulit mencari waktu untuk memerah ASI saat di kantor,kecapekan, atau sedang banyak pikiran. Keadaan inilah yang kerap membuat ibu bekerja gagal memberikan ASI eksklusif.

Kondisi ibu yang banyak pikiran juga dapat menghambat hormon oksitosin yang menentukan keluarnya ASI. Tanpa oksitosin, ASI dari 'pabrik susu' tak bisa mengalir ke 'gudang susu'. Meski ASI diproduksi, tetap tak bisa mengalir. Oksitosinlah yang melakukan tekanan untuk menggerakkan otot yang melingkar di dalam 'pabrik susu', sehingga terjadi kontraksi dan gudang susu mampu mengalirkan ASI. Dengan kata lain, faktor psikis sangat menentukan keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif."

2. Jika benar-benar produksi ASI berkurang, harus bagaimana?

"Jika ibu merasa ASI-nya kurang mencukupi, lebih seringlah menyusui secara langsung (setiap ada kesempatan bersama bayi) meski hanya sebentar-sebentar. Bila memungkinkan, bawalah bayi ke kantor di saat-saat menyusui. Dengan begitu, produksi ASI tetap dirangsang. Tapi yang paling penting, ibu harus pede bahwa ASI-nya mencukupi kebutuhan bayi.

Berkaitan dengan itu, persiapkan diri sejak awal sebelum ibu masuk bekerja kembali. Kalau perlu berkonsultasilah dengan pakar ASI mengenai cara menjaga produksi ASI agar tetap lancar meski ibu bekerja."

3. Bagaimana mengetahui bahwa bayi tidak cukup mendapatkan ASI?

"Paling mudah dengan mengetahui kenaikan berat badan (BB) bayi. Bayi 3-6 bulan, umpamanya, setiap bulan beratnya mesti bertambah 500 g atau 125 g setiap minggu. Kalau pertambahan BB bayi dalam satu bulan kurang dari 500 g berarti ia tidak mencapai berat seimbang.

Bayi yang cukup mendapatkan ASI juga umumnya akan pipis 6-8 kali dalam 24 jam. Urine yang dikeluarkannya tidakberwarna kuning tua (kental). Bayi yang jarang pipis, urinenya kental, berbau menyengat sehingga bisa menjadi indikasi bahwa ia kurang mendapatkan ASI. Untuk memastikannya, berkonsultasilah dengan dokter."

4. Kapan waktu tepat untuk memerah ASI bagi ibu bekerja?

"Ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Ibu bisa memerah ASI sebelum berangkat bekerja. Kemudian ketika di kantor, setiap minimal 3 jam sekali perahlah satu payudara sekitar 3-5 menit sampai aliran ASI melambat, setelah itu perah payudara lainnya.

Sebelum memerah, lakukan pijat (massage) payudara agar produksi ASI lebih baik. Siklus pijat- perah, pijat-perah dapat dilakukan berulang selama sekitar 20 menit sampai 1 jam. Patokan waktu ini bermanfaat bila ASI hanya keluar sedikit atau belum keluar sama sekali. Namun, jika pasokan ASI sudah baik/banyak, patokan tersebut bisa diabaikan. Ketika malam hari, setelah bayi kenyang menyusu, ibu juga bisa memerah ASI-nya."

5. Bagaimana dengan ibu yang tidak bekerja?

"ASI perah tidak dianjurkan bagi ibu yang tidak bekerja. Karena mereka seharusnya masih bisa menyusui secara langsung. Ingat, ASI perah tidak bisa menggantikan tindakan menyusui itu sendiri yang akan membangun kelekatan antara ibu dan bayi."

6. Bagaimana cara menyimpan ASI perah?

"ASI perah disimpan dalam botol susu atau plastik higienis/steril yang kemudian ditutup rapat lalu diberi label catatan jam dan tanggal perahnya. Kemudian simpan dalam lemari es. Hanya saja pisahkan tempatnya dari bahan makanan lain. Penyimpanan dalam lemari es bisa bertahan selama 2x24 jam. Jika disimpan dalam termos es bisa bertahan selama 24 jam. Sementara penyimpanan dalam suhu ruangan akan bertahan 2-3 jam.

ASI perah yang disimpan di freezer, sebaiknya ditaruh di bagian dalam, (jangan dekat pintu kulkas) untuk menghindari peluang terjadinya perubahan dan variasi suhu udara. Ketahanan ASI perah yang disimpan dalam freezer bisa sampai 3 bulan. Penyimpanan dalam freezer dianjurkan hanya bila produksi ASI sangat berlimpah. Suhu beku dalam freezer memang dapat menghilangkan beberapa enzim dalam ASI, meski demikian tetap lebih baik ketimbang susu formula."

7. Bagaimana cara memberikan ASI perah pada bayi?

"Ketika akan memberikan ASI perah, hangatkan botol/plastik dalam wadah berisi air hangat. Untuk ASI yang ditaruh di freezer, seharisebelum dikonsumsi, pindahkan botol/plastik berisi ASI tersebut dari freezer ke rak kulkas agar mencair. Pencairan ASI beku dapat pula dilakukan dengan merendamnya dalam wadah air hangat atau air mengalir.

Setelah itu, berikan ASI dengan cara disuapi menggunakan sendok bayi dari cangkir kecil atau sendok yang terpasang pada botol. Jangan menggunakan botol dot karena bayi kemungkinan akan 'bingung puting'. Cara menyusu melalui dot dan puting sangat berbeda. Bila sudah bingung puting, ia biasanya akan menolak untuk menyusu pada payudara ibu kembali."

8. Kapan bayi diberikan susu formula?

"ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi sampai 6 bulan pertama. Untuk itu, sedapat mungkin ASI tetap diberikan meski ibu harus bekerja. ASI tidak dianjurkan diberikan kepada bayi hanya jika ibu (1) terinfeksi berat karena HIV, (2) mengidap kanker (yang mengharuskan ibu mengonsumsi obat-obatan), (3) mengidap kanker payudara atau kelainan anatomi payudara, (4) baru saja menjalani operasi atau mengalami luka yang meninggalkan jaringan parut dan menyebabkan ASI tidak keluar, (5) ibu sakit dan harus dirawat di rumah sakit, (6) ibu bekerja ke luar kota sehingga bayi tidak mempunyai cadangan ASI untuk dikonsumsi, atau (7) bayi terpisah dari ibunya karena ibu meninggal. Pada keadaan itu mau tak mau bayi harus mendapatkan susu formula."

"Ada 3 jenis susu formula; (1) susu formula berbahan dasar susu sapi, (2) susu formula berbahan dasar kedelai (soya), dan (3) susu formula elemental atau susu formula dengan protein yang dihidrolisat. Ketiganya berbeda dalam komposisi lemak, karbohidrat dan proteinnya. Susu dari bahan dasar kedelai (nabati) kandungan karbohidratnya tidak mengandung laktosa. Sedangkan yang membedakan susu hidrolisat dibandingkan susu sapi atau nabati adalah ukuran molekul proteinnya yang dibuat lebih kecil lagi. Tingkat hidrolisat protein dibagi menjadi parsial dan ekstensif. Contoh formula protein terhidrolisat parsial adalah susu hipoalergenik yang biasanya mengandung HA. Sedangkan formula hidrolisat ekstensif mempunyai molekul protein < 10 kDa. Formula jenis ini baik digunakan untuk bayi-bayi yang alergi terhadap protein susu sapi.

Bayi yang normal (tak bermasalah dengan alergi) bisa mengonsumsi susu formula berbahan dasar susu sapi. Sedangkan bayi dengan riwayat alergi dalam keluarga (ayah, ibu atau saudara kandung menderita asma, sering bersin-bersin, atau menderita eksim kulit) bisa dipertimbangkan untuk diberi susu formula hidrolisat parsial. Hanya saja susu ini memang sulit ditemui dan harganya pun mahal.

Sementara untuk bayi yang alergi terhadap protein susu sapi, pertimbangkan untuk menggunakan susu formula kedelai atau susu hidrolisat protein ekstensif. Namun menurut penelitian, sekitar 30% bayi yang alergi susu sapi biasanya alergi susu kedelai pula. Waspadai hal ini.

Pemilihan susu formula untuk bayi juga harus memerhatikan usia dan kebutuhan nutrisinya (dapat dilihat dalam komposisi gizinya). Komposisi nutrisi untuk bayi di bawah 6 bulan belum sebesar kebutuhan usia di atasnya."

10. Seperti apa bentuk ketidakcocokan bayi dengan susu formula yang ia konsumsi?

"Paling sering, timbul ruam-ruam pada pipi dan bagian tubuh yang lain. Ada juga dengan gejala kolik yang berulang, muntah, diare, berat badan susah naik, batuk berulang, dan sebagainya. Menurut penelitian, bayi yang mengonsumsi formula lebih besar kemungkinannya untuk mengalami diare, infeksi saluran napas, obesitas dan penyakit diabetes di kemudian hari daripada bayi yang mendapat ASI.

Karenanya, sedapat mungkin upayakan selalu pemberian ASI eksklusif mengingat ASI mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk perkembangan dan kematangan sel-sel usus bayi. Dengan begitu, pertahanan usus bayi lebih baik dan relatif lebih tahan terhadap penyakit."

11. Apakah sesudah bayi usia ASI eksklusif, perlu mendapat tambahan susu formula?

"ASI masih bisa tetap diberikan sampai anak 2 tahun. Namun jangan lupa, setelah usia 6 bulan, bayi harus diperkenalkan dengan makanan padat pertamanya. Bila bayi sebelumnya memang hanya mengonsumsi susu formula saja, maka konsumsi susu formula tetap dilanjutkan di usia selanjutnya. Hanya, perhatikan apakah bayi bisa mencerna susu formula lanjutannya atau tidak mengingat kandungan nutrisi susu formula lanjutan memiliki kandungan lebih tinggi dibanding susu formula di usia sebelumnya. Jika sistem pencernaan bayi belum siap, bisa saja timbul diare atau gangguan saluran cerna lainnya.

Peralihan ke susu formula lanjutan hendaknya dilakukan secara perlahan untuk melihat reaksinya. Misalnya, satu takar dulu baru nanti ditambahkan sesuai kebutuhannya, boleh juga mencampurkan susu formula sebelumnya dengan susu formula lanjutan, itu boleh-boleh saja. Kalau pemberian susu formula di usia-usia sebelumnya bisa sehari 8 kali, maka setelah usia 6 bulan cukup diberikan 7 kali @ 180-200 ml disamping makanan padat pertamanya. Jika makanan padat sudah dapat dikonsumsi bayi sebanyak 3 kali sehari, maka susu dapat diberikan

2-3 kali sehari di usia 9-12 bulan."

Dedeh Kurniasih. Foto: Iman Dok. Nakita

Seberapa Aman BAHAN PEMBUAT KUE Bagi Bayi?

Pertanyaan ini dilontarkan oleh beberapa pembaca nakita. Kami berusaha menjawabnya. Bagi awam kandungan sebuah produk bakery bisa jadi hanya sebatas tepung terigu, gula, margarin dan telur. Padahal di luar itu (biasanya ibu-ibu yang hobi membuat kue juga tahu), komposisi aneka kue yang nikmat kerap terdiri atas berbagai bahan tambahan, seperti ovalet, TBM, SP, soda kue, dan lainnya.

tambahan, seperti ovalet, TBM, SP, soda kue, dan lainnya. Sayangnya, produk-produk bakery yang di jual di

Sayangnya, produk-produk bakery yang di jual di pasaran, hanya beberapa yang mencantumkan komposisi bahan-bahannya dengan rinci. Yang lain, tidak atau belum menginformasikannya. Padahal dengan mengetahui bahan, sebuah produk bakery setidaknya orangtua bisa mempertimbangkan apakah makanan ini layak diberikan kepada si kecil atau tidak.

Bagaimana sebenarnya "keamanan" bahan-bahan tersebut untuk bayi? Mari kita telisik satu per satu bahan utama yang biasa digunakan dalam pembuatan kue/roti:

TEPUNG TERIGU

Tepung terigu merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan produk bakery. Selain itu ada tepung beras, tepung jagung, tepung rye dan lainnya. Nah, jenis terigu yang umumnya digunakan untuk pembuatan aneka kue adalah yang memiliki kandungan gluten dan protein gandum yang tinggi. Gluten berguna untuk mengembangkan adonan menjadi empuk.

* Perlu diperhatikan:

Tidak ada referensi yang mengatakan dengan tegas, berapa batas toleransi tepung terigu untuk dikonsumsi anak. Akan tetapi, beberapa ahli gizi menyarankan sebaiknya anak diberi tepung terigu setelah berusia 12 bulan. Kenapa? karena tepung terigu mengandung gluten yang dapat menjadi alergen bagi bayi yang secara akumulasi dapat memperparah autisma.

RAGI (YEAST)

Ragi merupakan mikroorganisme (biasanya dari jenis Saccharomyces cerevisiae) yang dibutuhkan agar adonan kue bisa mengembang. Di pasaran ragi dapat diperoleh dalam beberapa jenis, yaitu bentuk cair dengan kandungan ragi yang padat (compressed yeast), ragi bentuk kering dan perlu diaktifkan dulu sebelum digunakan (active dry yeast) serta ragi instan, bentuk kering yang bisa langsung digunakan, tanpa perlu diaktifkan lagi (instant active dry yeast).

* Perlu diperhatikan:

Meski pengaruh ragi terhadap kesehatan belum begitu jelas dan belum ada laporannya, akan tetapi beberapa anak bisa menderita alergi ragi. Solusinya, pemberian makanan beragi,

khususnya roti, dimulai setelah usia anak 12 bulan. Seperti halnya gluten.

BAKING POWDER

Baking powder adalah bahan pengembang yang terdiri atas campuran sodium bikarbonat (baking soda) serta bahan pengembang lainnya seperti sodium alumunium fosfat atau monocalcium fosfat.

* Perlu diperhatikan:

Pada bahan ini juga tidak tercantum batasan minimal yang aman digunakan. Yang jelas penambahan baking powder pada pembuatan kue sangatlah sedikit. Namun demikian, sedikit apa pun baking powder adalah bahan tambahan kimia yang sebaiknya tidak diberikan kepada bayi.

SHORTENING

Di pasaran, shortening dikenal sebagai mentega putih. Shortening sebenarnya adalah lemak/minyak serta berbagai versi olahan minyak dan lemak yang digunakan sebagai bahan dalam pembuatan adonan. Shortening berfungsi untuk memotong benang-benang gluten sehingga tekstur produk yang dihasilkan menjadi lembut dan renyah serta mengembang.

* Perlu diperhatikan:

Kandungan trans fats di dalam shortening akan menaikkan kolesterol jahat dan menurunkan tingkat kolesterol baik. Mengonsumsi 5 gram trans fats sehari akan meningkatkan risiko sakit jantung sampai 25%. Perlu diketahui, ada berbagai jenis lemak yang terkandung dalam makanan. Secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua, yakni lemak aman (lemak tak jenuh) dan lemak berbahaya (lemak jenuh). Nah, trans fats sendiri memiliki risiko sama dengan jenis lemak yang berbahaya. Sayangnya, trans fats tak pernah disebutkan secara jelas dalam label makanan, melainkan dengan nama lain, seperti minyak sayur hidrogenasi parsial.

MARGARIN

Margarin dibuat menggunakan lemak tumbuhan yang ditambahkan dengan bahan lainnya seperti emulsifier, flavor, dan pewarna. Umumnya merupakan substitusi (pengganti) untuk mentega.

* Perlu diperhatikan:

Hasil penelitian terakhir menunjukkan di dalam margarin terkandung asam lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah, dan selanjutnya dapat menyebabkan timbulnya penyakit arterosklerosis dan jantung koroner. Untuk itu penggunan margarin yang berlebihan akan berefek tidak baik jika terakumulasi pada tubuh anak.

BUBUK COKELAT

Bubuk cokelat sering digunakan untuk bahan pemberi warna atau pengganti sebagian tepung terigu.

* Perlu diperhatikan:

Tentang seberapa toleransi penggunaannya belum ada patokan pasti. Pun belum ada laporan

yang spesifik mengenai efek negatifnya pada anak. Tapi sejauh bubuk cokelat yang digunakan asli, kekhawatiran tentang efek samping tersebut bisa ditepis. Masalah akan berbeda kalau cokelat tersebut diganti dengan bahan artifisial. Menurut para ahli gizi, cokelat juga termasuk deretan bahan pangan yang dapat menimbukan alergi. Maka sebaiknya pengenalan cokelat pada anak dilakukan di saat usia sudah di atas 1 tahun.

SP, OVALET dan TBM

Adalah bahan-bahan tambahan yang berfungsi sebagai pengembang kue dan melembutkan tekstur serta bahan pengemulsi yang dapat menstabilkan adonan agar tidak turun.

* Perlu diperhatikan:

Penggunaan bahan-bahan ini memang membantu bisnis bakery. Tetapi sebenarnya dengan mengetahui fungsi bahan lain seperti campuran mentega dan telur, bahan ini bisa saja diabaikan (lihat boks).

BAKING SODA

Baking soda atau soda kue merupakan salah satu unsur pada baking powder yang juga dikenal sebagai sodium bikarbonat. Bahan ini akan mengeluarkan gas karbondioksida yang bersifat sebagai bahan pengembang jika dipanaskan. Gas dan rongga yang dihasilkan oleh soda kue ini lebih besar dan kasar, sehingga roti yang dihasilkan juga lebih besar.

* Perlu diperhatikan:

Karena penggunakan soda kue termasuk sedikit, belum ada juga laporan tentang efek negatif pada anak. Jika jumlah penggunaan soda kue yang berlebihan akan menghasilkan rasa tidak enak. Untuk itu penggunaan soda kue sebaiknya harus dikombinasikan dengan bahan lain, misalnya bahan yang mengandung asam, misalnya susu asam, sari jeruk atau butter milk.

VX

Kandungan atau komposisi VX adalah sodium bikarbonat, sodium acid pirofosfat dan bahan pengisi seperti pati jagung. Bentuknya berbeda dengan TBM, SP dan Ovalet yaitu berbentuk serbuk putih. Jika ditinjau dari komposisi yang dikandungnya maka VX berfungsi sebagai pengembang bukan sebagai pelembut. VX sama fungsi dengan soda kue.

* Perlu diperhatikan:

Penggunaan zat ini pada proses pembuatan kue tergolong sedikit, sehingga belum ada laporan yang spesifik pula mengenai efeknya terhadap anak.

Bisa DIHINDARI

Bahan-bahan tambahan untuk membuat kue sebenarnya bisa dihindari.Karena sebetulnya sifatnya hanya untuk mempertegas rasa, warna, dan penampilan, disamping tentu untuk memudahkan proses pembuatan. Lalu bagaimana cara menghindari bahan-bahan tersebut? Yakni dengan memahami proses dan fungsi masing-masing bahan yang digunakan untuk membuat kue. Umpama, kue akan mengembang dengan baik jika proses pencampuran dilakukan secara benar. Pengocokan telur dan gula hingga kaku sebenarnya sudah cukup untuk membentuk kerangka dan volume kue sehingga tidak perlu ditambahkan pengembang.

Hilman Hilmansyah. Foto: Ferdi/nakita

Konsultan ahli:

Ir. Hindah Muaris, ahli teknologi pangan dan gizi serta pakar kuline

r

Menolak WAJAH ASING

Di usia 9 bulan bayi mulai memiliki memori tentang siapa saja "orang dekatnya" dan siapa yang dianggap "asing" olehnya.

dan siapa yang dianggap "asing" olehnya. Pernahkah bayi Anda menolak digendong kakek atau neneknya

Pernahkah bayi Anda menolak digendong kakek atau neneknya yang baru datang? Atau ia menangis keras kala tante yang jarang ditemuinya memaksa memeluknya? Perilaku itulah yang disebut stranger anxiety atau penolakan terhadap orang-orang yang dianggap "asing".

MULAI 6 BULAN

Stranger anxiety sangat kentara di usia 9 bulan. Namun, sebenarnya rasa cemas melihat wajah asing sudah dimulai sejak bayi berusia 6 bulan. Yakni ketika memorinya mulai terisi oleh orang-orang yang setiap hari berinteraksi dengannya untuk mencurahkan kasih sayang dan memberinya perhatian, sehingga tumbuh rasa aman dan nyaman pada bayi. Orang-orang inilah yang kemudian akan diingatnya sebagai "orang dekat". Sedangkan orang-orang yang jarang hadir dalam kehidupannya, meski orang tersebut sebenarnya mempunyai hubungan kekerabatan yang dekat tetap akan ditandai sebagai "orang asing" dalam memorinya. Bahkan, orangtua sendiri yang karena satu dan lain hal harus terpisah lama dengannya, akan dianggap asing.

Perilaku ini terus berkembang, dan menurut penelitian mengalami puncaknya di usia 8-9 bulan. Tak heran kalau banyak orangtua yang bingung karena merasa sewaktu kecil anaknya "ramah" dan mau diajak siapa saja, lalu setelah agak besar jadi sangat pilih-pilih. Di usia ini kemampuan mengingat bayi sudah semakin berkembang. Ia mulai menyadari bahwa manusia itu tidak sama. Hal ini wajar dan dialami semua bayi, meski tentu saja kadarnya berbeda. Ada yang hanya perlu waktu adaptasi sebentar untuk menerima orang yang dianggapnya asing. Namun tidak sedikit juga yang butuh waktu lama. Semua ini terkait dengan secure feeling yang dibangun orangtua di tahun pertama kehidupan anak.

Bentuk penolakannya pun macam-macam. Ada yang sekadar buang muka saat disapa, enggan memberi salam, menolak digendong, atau sampai mengamuk dan menangis meraung-raung meski hanya disentuh. Bila si kecil menunjukkan perilaku semacam itu, orangtua jangan terpancing emosi. "Eh, sama kakek kok gitu," sambil memaksa menyerahkan si anak ke gendongan kakeknya adalah tindakan yang sangat tidak disarankan karena hanya akan memperparah keadaan. Anak akan semakin menolak karena kehilangan rasa amannya.

5 LANGKAH PENDEKATAN

Selain menghindari rasa kesal, berikut 5 langkah yang disarankan untuk menghadapi keadaan tersebut:

1.

Teknik pendekatan

Orangtualah yang tahu persis pendekatan seperti apa yang paling pas untuk si bayi. Misalnya kalau diajak melihat ikan di akuarium anak mau dengan siapa saja. Atau kalau dibujuk dengan senandung lagu anak akan berhenti menangis dan merasa nyaman. Ajarkan teknik pendekatan tersebut pada orang-orang yang ditolak anak.

2. Temani dulu

Orangtua harus tetap menemani anak di menit-menit pertama bersama sosok yang ditolaknya. Ikut bermain atau bersenandung bersama penting untuk membantu anak beradaptasi dengan orang tersebut. Lebih mudah kalau orangtua hanya bermain di sekitarnya kemudian buat si kecil tertarik dan akhirnya mendekat untuk ikut bermain bersama.

3. Jangan memaksa

Bila anak tetap menunjukkan sikap penolakan, seperti meronta-ronta atau menangis, sebaiknya jangan dipaksa. Tunggulah beberapa saat dengan mengalih-kan perhatian pada hal-hal yang disukainya. Libatkan orang yang ditolak anak itu secara pelahan, sehingga tanpa disadarinya ada kegiatan yang dilakukan bersama.

4. Tunjukkan empati

Orangtua sebaiknya berempati dengan perasaan bayi. Siapa pun akan merasa tidak nyaman bila harus digendong, dipeluk atau dicium orang yang jarang/tidak pernah dilihatnya. Perasaan seperti itu wajar, sehingga butuh pengertian dari orang dewasa untuk memberinya waktu "mengenal" orang tersebut.

5. Rasa aman yang tak hilang

Yang paling penting jangan sampai anak kehilangan rasa aman karena peristiwa ini. Misalnya karena orangtua merasa malu pada kerabat yang ditolak anak, lalu memaksa anak supaya mau digendong atau dipeluk. Meski sudah mencoba memberi tahu orangtua melalui rengekan dan tangisan tapi orangtua pura-pura tidak tahu atau bahkan malah meninggalkannya. Pilihan sikap ini tidak bijak dan hanya akan membuat anak kehilangan rasa amannya.

SELALU BERSAHABAT

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, kadar penolakan bayi pada si asing amat beragam. Bila sekilas ada bayi yang tampaknya tidak melewati masa sulit ini, sebenarnya tidaklah demikian. Bayi tetap melewati periode stranger anxiety, hanya saja kadarnya ringan. Kalaupun menolak, mungkin ia hanya membuang muka, tidak sampai menangis meraung-raung. Atau mungkin juga penanganan yang dilakukan orangtua sudah tepat sehingga sekilas tampak tidak ada masalah. Bayi yang secure bisa dipastikan lebih mudah melewati masa-masa sulit ini bahkan mungkin tidak terlihat sama sekali.

Menariknya, bayi yang tinggal di rumah dengan banyak orang dewasa, misalnya orangtua masih tinggal bersama kakek-nenek sehingga ada om dan tante di rumah, lebih mudah menerima kehadiran orang asing. Begitu juga dengan mereka yang tinggal di tempat dimana banyak orang di sekitarnya, misalnya orangtua mempunyai usaha atau toko di rumah hingga ia sering melihat kehadiran sosok asing yang tidak begitu "berminat" padanya. Kehadiran orang-orang ini bisa menjadi latihan baginya untuk menerima kehadiran orang yang tidak akrab dengannya.

MASA SULIT GANTI PENGASUH

Dengan fakta-fakta seperti tersebut di atas, orangtua hendaknya menyadari bahwa di usia ini adalah masa-masa sulit bagi bayi untuk ganti pengasuh. Meski si pengasuh tidak punya hubungan kekerabatan dengan bayi, tapi pengasuh telah dimasukkan sebagai "orang dekat" di memorinya. Si pengasuh inilah yang setiap hari berinteraksi dengannya, bermain bersamanya, mencurahkan perhatian dan mungkin kasih sayang padanya.

Karenanya bila karena satu dan lain hal orangtua bermaksud mengganti pengasuh anak di usia ini, sebaiknya persiapan yang dilakukan lebih panjang dan perlu ekstra kesabaran. Proses adaptasi yang dibutuhkan anak bisa jadi lebih panjang, pendampingan yang harus diberikan orangtua di awal masa tugas pengasuh baru mungkin lebih lama. Usaha untuk membuat bayi merasa nyaman harus lebih banyak sehingga ia yakin bahwa pengasuh baru ini pun sama menyenangkan dengan pengasuh lamanya.

Bila memungkinkan sebaiknya antara pengasuh lama dan pengasuh baru sempat "tandem" dulu alias bahu-membahu mengasuh si kecil bersama. Dengan demikian anak tidak serta-merta dihadapkan pada sosok yang benar-benar baru. Kalaupun tidak memungkinkan, tak ada salahnya orangtua mengambil cuti 1-2 hari untuk menemani bayi sekaligus mengajarkan segala sesuatunya pada pengasuh baru.

Marfuah Panji Astuti. Foto: Ferdi/nakita

Narasumber:

Annelia Sari Sani, Psi., dari Unika Atma Jaya, Jakarta

11 HAL TENTANG MAKANAN BAYI

11 HAL TENTANG MAKANAN BAYI M asalahnya apakah sudah cocok bagi bayi atau belum dan mana

Masalahnya apakah sudah cocok bagi bayi atau belum dan mana yang terbaik.Setelah si kecil mulai mendapat MPASI, begitu banyak ragam bahan makanan yang bisa diberikan. Berikut 11 makanan yang paling "akrab" dengan bayi disertai penjelasan dr. Purnamawati S. Pujiarto, Sp.A(K).

1.Oatmeal/bubur gandum untuk bayi

Bubur gandum/oatmeal merupakan sumber karbohidrat. Makanan yang mengandung serat, fitokemikal, vitamin, mineral, protein dan juga rendah lemak ini baik untuk kesehatan, termasuk kesehatan bayi. Kandungan seratnya baik untuk pencernaan karena mencegah konstipasi/sembelit dan sifat seratnya yang larut dalam air akan menurunkan kadar kolesterol, serta mampu "mengatur" penyerapan karbohidrat yang baik untuk penderita diabetes. Bahkan oatmeal mengandung substansi untuk mencegah kanker. Oatmeal juga membuat lambung terasa penuh untuk jangka waktu cukup panjang.

lambung terasa penuh untuk jangka waktu cukup panjang. Bayi bisa diberikan oatmeal sejak berusia 7 bulan.

Bayi bisa diberikan oatmeal sejak berusia 7 bulan. Rebus serpihan gandumnya sebentar dengan sedikit air hingga lembut. Bubur gandum untuk bayi bisa disajikan plain (apa adanya) atau dicampur dengan susu atau buah, bisa juga dibuat kue camilan. Namun, gandum yang merupakan bahan oatmeal mengandung gluten yang pada sebagian bayi dapat memicu alergi.

2. Mi, kentang, pasta, umbi-umbian

Makanan bayi tak harus berupa nasi tim saja. Bisa dimulai pemberiannya pada usia 6 atau 7 bulanan (saat dimulainya pemberian MPASI). Sumber karbohidrat lain seperti mi beras dan terigu, kentang, ubi, jagung, roti gandum, atau pasta boleh saja diberikan. Namun dalam pengolahannya hindari bumbu yang berlebihan terutama bumbu yang berasal dari kemasan mi instan (lihat Aturan Pemberian Bumbu).

3. Daging ayam

Manakah yang lebih baik, daging ayam kampung atau ayam negeri? Sebenarnya baik daging ayam kampung maupun ayam negeri sama baiknya, selama ayam itu sehat. Ada anggapan ayam kampung lebih baik daripada ayam negeri karena hidup ayam kampung relatif lebih alamiah ketimbang ayam negeri yang banyak diberi suntikan hormon, vaksin dan lainnya.

Perlu dicermati, sebagian besar sapi, ayam, dan binatang peliharaan lain juga diternakkan dalam kondisi "factory-like" atau dalam jumlah besar dan secara rutin diberi antibiotik dosis rendah melalui makanan atau air minumannya. Di Amerika Serikat diperkirakan 70% antibiotik dipergunakan untuk hewan ternak. Hal ini potensial menyuburkan kuman yang resisten terhadap antibiotik. Sebagian bakterinya ini bisa menyebar melalui daging yang dimasak tidak sampai matang.

Residu bahan-bahan kimia pada daging ternak terkonsentrasi pada lemak dan kulit. Untuk memperkecil risiko dampak buruknya, buang lemak dan kulit dari daging ternak sebelum memasaknya.

4. Ikan air tawar atau ikan laut?

Selain tinggi protein, ikan memiliki kandungan lemak tak jenuh yang sangat bermanfaat bagi pembentukan otak bayi. Ikanbaik ikan air tawar maupun ikan laut seperti tuna, tengiri, makarel, dan kakap besardapat diberikan kepada bayi usia 9 bulan ke atas. Pengolahannya bisa ditim, dipanggang, ditumis, atau dipepes. Cara pengolahan seperti ini relatif paling "aman" karena nilai gizi ikan hanya akan berkurang sedikit. Sementara cara pengolahan ikan dengan direbus atau digoreng berisiko menghilangkan mineral-mineral yang terkandung pada ikan karena larut dalam air atau minyak yang digunakan.

5. Telur ayam

Telur merupakan makanan kaya protein. Namun, pemberian telur kepada bayi terutama bagian putihnya, sering memicu alergi. Jadi kalaupun ingin menyajikan menu telur berikan kuning telurnya saja, itu pun setelah bayi usia 7 bulan. Sementara putih telur umumnya direkomendasi baru setelah usia bayi di atas 9 bulan.

Telur bisa disajikan dalam bentuk sup (telur dikocok lalu dimasukkan ke dalam air rebusan sup ayam atau sup lainnya). Atau rebuslah telur, lalu kuningnya dijadikan campuran tumis sayuran. Puding bayi pun dapat diperkaya kandungan gizinya dengan penambahan susu dan kuning telur.

6. Buah

Buah yang paling sering diberikan kepada bayi di awal pemberian MPASI adalah pisang. Namun, bukan berarti pisang adalah buah terbaik. Kebiasaan ini semata-mata terbentuk karena meniru begitu saja apa yang dilakukan kebanyakan orangtua dulu. Padahal banyak alternatif buah yang dapat diberikan, seperti pepaya, pir, apel, melon, semangka, mangga, avokad, dan jeruk. Sampai usia 7 bulan sebaiknya buah, kecuali avokad, diberikan setelah dikukus sebentar atau direbus dengan sedikit air, lalu dilumatkan menjadi seperti saus dengan atau tanpa susu.

7. Keju

Keju merupakan olahan dari susu dan termasuk dairy product yang dapat diberikan kepada bayi mulai usia 7 atau 8 bulan. Kandungannya tidak berbeda jauh dari susu ternak, yakni protein, lemak, vitamin, dan mineral. Olahan keju bisa dicampurkan ke dalam porsi makanan bayi bisa dengan cara diparut. Baik untuk menambahkan rasa gurih yang bermanfaat pada makanan bayi. Gunakan secukupnya atau kira-kira seukuran dadu dengan panjang, lebar, dan tinggi 1/2 ukuran kartu domino.

8. Madu

Beberapa zat yang terkandung dalam madu adalah fruktosa (gula buah), protein, vitamin, dan mineral. Soal boleh tidaknya pemberian madu pada bayi masih memunculkan kontroversi. Penelitian modern menemukan, madu asli (yang diambil langsung dari sarang lebah tanpa diolah lagi) ternyata mengandung kuman clostridium botulinum yang dibawa oleh kaki-kaki tawon. Spora dari clostridium botulinum ini bisa hidup dalam tubuh bayi dan menyebabkan infantile botulism dengan gejala panas, kembung, dan kejang. Penyakit ini amat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Itulah mengapa, terutama madu asli (yang masih mengandung lilin)

amat tidak disarankan bagi bayi.

Untuk amannya, jangan memberikan madu sampai anak berusia 2 tahun. Tanpa madu pun bayi tak akan merugi. Bayi justru bisa merugi kalau diberi madu karena bisa menimbulkan keracunan botulism.

9. Yoghurt

Selain dari susu segar, yoghurt juga dapat dibuat dari susu skim (susu tanpa lemak) yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan tertentu tergantung pada kekentalan produk yang diinginkan. Yoghurt boleh diberikan sejak bayi berusia 7 atau 8 bulan. Itu pun yoghurt yang memang dibuat khusus agar dapat dikonsumsi bayi, bukan sembarang yoghurt. Banyaknya sekitar 25 ml per hari. Setelah berusia setahun barulah anak dapat mengonsumsi semua jenis yoghurt dan menikmati manfaatnya sebagai sumber protein, kalsium, fosfor, dan lemak.

Yoghurt sebenarnya tidak berbeda jauh dengan susu karena pada dasarnya yoghurt adalah susu yang difermentasi dengan memasukkan bakteri lactobacillus, yaitu bakteri baik yang ada di saluran cerna dan ASI. Penambahan ini membuat asam dan laktosa (gula susu) terurai dan tekstur susu pun berubah jadi menggumpal.

Untuk konsumsi bayi, pilih yoghurt murni (tanpa penambahan rasa apa pun termasuk rasa buah). Kemudian campurkan dengan buah asli seperti mangga, pisang, stroberi, kiwi, melon, avokad atau pepaya yang dihaluskan (dilumat atau diblender).

Konsumsi yoghurt juga baik dilakukan di saat bayi mengalami diare serta membantu bayi yang menderita intoleransi terhadap laktosa. Laktosa susu pada yoghurt yang sudah dipecah oleh bakteri baik melalui proses fermentasi jadi mudah diserap pencernaan. Itulah mengapa yoghurt amat disarankan sebagai pengganti susu bagi anak yang tidak mampu mencerna laktosa dengan baik. Dengan minum yoghurt, anak terhindar dari diare akibat intoleransi laktosa. Selain itu, mengonsumsi yoghurt secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaannya.

10. Es krim

Es krim boleh diberikan untuk bayi di atas 6 bulan sebagai camilan karena kandungan gizinya sama dengan susu. Rasa yang dipilih boleh apa saja; vanila, cokelat, stroberi dan lainnya tergantung pada selera bayi. Orangtua juga bisa membuat es krim sendiri dengan bahan bubur kacang hijau dicampur susu dan diblender kemudian dibekukan dan diblender lagi. Bayi juga menyukai fruit milk shake dari buah dengan es krim vanila dan susu yang diblender.

11. Aneka makanan botol siap saji

Kandungan gizi produk makanan bayi siap saji (umumnya produk impor dan dikemas dalam botol kecil-kecil) sudah diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan gizi bayi. Boleh saja diberikan kepada bayi dalam keadaan "emergensi" (umpamanya saat bepergian). Untuk sehari-hari, buatlah makanan rumah dari bahan lokal. Selain lebih murah, juga lebih mudah, sehat, dan segar.

ATURAN PEMBERIAN BUMBU

Masakan tim untuk bayi usia 9 bulan ke atas sudah boleh diberi bumbu masak alami. Contoh bumbu alami adalah bawang bombai, bawang merah, bawang putih, bawang daun, seledri, salam, serai, daun jeruk, kemangi, lengkuas, kunyit, kencur, dan lainnya. Namun, garam sebaiknya tidak diberikan kepada bayi di bawah 1 tahun karena bisa memperberat kerja

ginjalnya. Lagi pula kebutuhan natrium yang terkandung dalam garam sudah tercukupi lewat makanan. Lada, sebaiknya tidak diberikan dulu karena rasanya yang pedas. Pemberian gula pun harus hati-hati karena bila terlalu banyak bisa mengganggu pencernaan bayi (mencret) atau pada anak yang sudah punya gigi akan mempermudah kemungkinan kerusakan gigi. Jadi, perlu diketahui, sebetulnya pemberian gula dan garam tidak menambah kandungan nutrisi dalam makanan. Malah akan membuat anak jadi terbiasa dengan makanan manis atau asin di kemudian hari yang merupakan kebiasaan kurang sehat.

Hindari pula bumbu masak artifisial seperti vetsin atau penyedap rasa lain yang umumnya mengandung monosodium glutamat (MSG), zat pengawet, maupun pewarna karena tak bermanfaat, bahkan dapat merugikan kesehatan bayi.

Dedeh Kurniasih. Foto: Iman Dok. nakita