Anda di halaman 1dari 23

PEMANFAATAN LIMBAH PISANG RAJA SEBAGAI PROTEIN SEL TUNGGAL

OLEH : ANGGIKA PUTRA I. NIKOLAUS HERJUNO S. D. (XI IA 2 / 04) (XI IA 7 / 23)

SMAN 1 SIDOARJO TAHUN AJARAN 2010/2011 LEMBAR PERSETUJUAN


i

KARYA ILMIAH REMAJA (KIR) DENGAN JUDUL

PEMANFAATAN PISANG RAJA SEBAGAI PROTEIN SEL TUNGGAL

Oleh : Anggika Putra I. Nikolaus Herjuno S.D. (XI IA 2 / 04) (XI IA 7 / 23)

Telah diperiksa dan disetujui oleh guru pembimbing pada : Hari Tanggal : _________________________ : _________________________

Sidoarjo, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Pembimbing

Drs. Ponadi Abdullah, M. Pd. NIP. 19520315 198201 1 003

Ari Tulus, S. Kom NIP. 1952018 197803 2 003

LEMBAR PENGESAHAN
ii

KARYA ILMIAH REMAJA (KIR) DENGAN JUDUL

PEMANFAATAN LIMBAH PISANG RAJA SEBAGAI PROTEIN SEL TUNGGAL

Oleh : Anggika Putra I. Nikolaus Herjuno S.D. (XI IA 2 / 04) (XI IA 7 / 23)

Telah disetujui oleh guru pembimbing dan disahkan pada : Hari Tanggal : _________________________ : _________________________

Sidoarjo, Kepala Sekolah

Drs. Ponadi Abdullah, M. Pd. NIP. 19520315 198201 1 003

KATA PENGANTAR

iii

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Tuhan YME, yang atas rahmat-Nya maka kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul PEMANFAATAN LIMBAH PISANG RAJA SEBAGAI PROTEIN SEL TUNGGAL. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas untuk membuat KIR sebagai tugas akhir sekolah Dalam Penulisan makalah ini, kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, seperti orang tua kamii yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada kami. Serta guru pembimbing yang telah membantu kami menyelesaikan segala kesulitan dalam proses pembuatan makalah ini. Dan semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini. Akhirnya kami berharap semoga Tuhan memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah. Kami berharap semoga makalah ini dapat membawa manfaat bagi kita. Amin.

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

iv

Halaman Judul.............................................................................................................................i Lembar Persetujuan....................................................................................................................ii Lembar Pengesahan..................................................................................................................iii Kata Pengantar..........................................................................................................................iv Daftar Isi..................................................................................................................................v
1. BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang..............................................................................................................1 B. Rumusan Masalah........................................................................................................2 C. Tujuan Penelitian...........................................................................................................2 D. Manfaat Penelitian..........................................................................................................2

2. BAB II : KAJIAN PUSTAKA A. Protein....................................................................................................................3 B. Protein Sel Tunggal..............................................................................................10 C. Pisang.................................................................................................................12 D. Pisang Raja..........................................................................................................13

E. Khamir F. Fermentasi

3. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian B. Alat dan Bahan C. Metode
v

D. Penelitian Tahap I
E. Penelitian Tahap II........................................................................................... F. Penelitian Tahap III............................................................................................

vi

BAB I

A.

LATAR BELAKANG :

Di Indonesia banyak ditanami tanaman kacang kedelai (Glycine Soja). Tanaman ini dapat menghasilkan kacang kedelai yang bisa langsung dikonsumsi orang. Kacang kedelai biasanya dikonsumsi orang adalah pada bagian kacangnya saja, sedangkan kulitnya hanya dibuang begitu saja, sehingga hal ini jika dibiarkan akan menumpuk dan menjadi limbah yang dapat mengganggu kebersihan lingkungan. Untuk itu, limbah kacang kedelai ini perlu dimanfaatkan lebih lanjut. Limbah Pisang Raja banyak mengandung sukrosa, glukosa, fruktosa dan nutrisinutrisi lainnya. Limbah Pisang Raja dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon pada proses fermentasi byang dapat meengahsilkan Protein Sel Tunggal. Pada saat ini dan mendatang kebutuhan akan protein akan terus meningkat, untuk itu dalam penelitian ini akan dicoba pembuatan Protein Sel Tunggal dari limbah Pisang Raja.

B. RUMUSAN MASALAH :
a. Apakah Limbah Pisang Raja memiliki potensi untuk dijadikan Protein Sel

Tunggal ?
b. Pada pH, penambahan nutrisi dan waktu fermentasi berapa lama didapat Protein Sel

Tunggal dengan kandungan yang baik?

C. TUJUAN PENELITIAN:
a. Ingin menggali potensi limbah kulit pisang raja sebagai sumber Protein Sel Tunggal b. Ingin mendapatkan kondisi yang baik bagi Protein Sel Tunggal hingga didpat

kandungan Protein yang baik.

D.

RUMUSAN HIPOTESIS :
a. Limbah Kulit Pisang memiliki potensi yang baik dalam pembuatan Protein Sel Tunggal.

BAB II 2.1 PROTEIN

Protein adalah suatu zat dalam susunan kimianya mengandung unsur-unsur oksigen, karbon, hidrogen, nitrogen dan kadang-kadang mengandung unsur-unsur lain seperti sulfur dan fosfor.

1. Komposisi kimia dari protein

Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Asam amino terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen. Disamping itu mengandung unsure-unsur fosfor, besi, iodium, dan kobalt. Ada dua puluh jenis asam amino yang diketahui sampai sekarang yang terdiri atas sembilan asam amino esensial (asam amino yang tidak dapat dibuat tubuh dan harus didatangkan dari makanan) dan sebelas asam amoni non-esensial.

2. Klasifikasi protein

a.

Berdasarkan bentuknya protein dikelompokkan sebagai berikut :


3

Protein bentuk serabut (fibrous) Protein ini terdiri atas beberapa rantai peptida berbentu spiral

yang terjalin. Satu sama lain sehingga menyerupai batang yang kaku. Karakteristik protein bentuk serabut adalah rendahnya daya larut, mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi untuk tahan terhadap enzim pencernaan. Kolagen merupakan protein utama jaringan ikat. Elasti terdapat dalam urat, otot, arteri (pembuluh darah) dan jaringan elastis lain. Keratini adalah protein rambut dan kuku. Miosin merupakan protein utama serat otot.

Protein globuler

Berbentuk bola terdapat dalam cairan jaringan tubuh. Protein ini larut dalam larutan garam dan encer, mudah berubah dibawah pengaruh suhu, konsentrasi garam dan mudah denaturasi. Albumin terdapat dalam telur, susu, plasma, dan hemoglobin. Globulin terdapat dalam otot, serum, kuning telur, dan gizi tumbuh-tumbuhan. Histon terdapat dalam jaringan-jaringan seperti timus dan pancreas. Protamin dihubungkan dengan asam nukleat.

Protein konjugasi

Merupakan protein sederhana yang terikat dengan baha-bahan non-asam amino. Nukleoprotein terdaoat dalam inti sel dan merupakan bagian penting DNA dan RNA. Nukleoprotein adalah kombinasi
4

protein dengan karbohidrat dalam jumlah besar. Lipoprotein terdapat dalam plasma-plasma yang terikat melalui ikatan ester dengan asam fosfat sepertu kasein dalam susu. Metaloprotein adalah protein yang terikat dengan mineral seperti feritin dan hemosiderin adalah protein dimana mineralnya adalah zat besi, tembaga dan seng.

b. Menurut kelarutannya, protein globuler dibagi menjadi :

Albumin : larut dalam air terkoagulasi oleh panas. Ex : albumin telur, albumin serum.

Globulin : tak larut air, terkoagulasi oleh panas, larut dalam larutan garam, mengendap dalam larutan garam, konsentrasi meningkat. Ex : Ixiosinogen dalam otot.

Glutelin : tak larut dalam pelarut netral tapi tapi larut dalam asam atau basa encer. Ex : Histo dalam Hb.

Plolamin/Gliadin : larut dalam alcohol 70-80% dasn tak larut dalam air maupun alcohol absolut. Ex : prolaamin dalam gandum.

Histon : Larut dalam air dasn tak larut dalam ammonia encer. Ex : Hisron dalam Hb.

Protamin : protein paling sederhana dibanding protein-protein lain, larut dalam air dan tak terkoagulasi oleh panas. Ex : salmin dalam ikatan salmon.

c. Berdasarkan senyawa pembentuk Protein sederhana (protein saja ) ex : Hb Protein kojugasi dan senyawa non protein

Protein yang mengandung senyawa lain yang non protein disebut protein konjugasi, sedang protein yang mengandung senyawa non protein disebut protein sederhana. Ex : 9 Glikoprotein terdapat pada hati. Merupakan protein sederhana yang terikat dengan bahabahan non-asam amino. Nukleoprotein terdaoat dalam inti sel dan merupakan bagian penting DNA dan RNA. Nukleoprotein adalah kombinasi protein dengan karbohidrat dalam jumlah besar. Lipoprotein terdapat dalam plasma-plasma yang terikat melalui ikatan ester dengan asam fosfat sepertu kasein dalam susu. Metaloprotein adalah protein yang terikat dengan mineral seperti feritin dan hemosiderin adalah protein dimana mineralnya adalah zat besi, tembaga dan seng.

d. Berdasarkan keberadaan asam amino esensial. Dikelompokkan kedelapan asam amino esensial yang harus disediakan dalam bentuk jadi dalam menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Isoleusin Leussin Lisin Methionin (asam amino esensial), fungsinya dapat digantikan sistin (semi esensial) secara tidak sempurna.

Penilalanin, yang fungsinya dapat digantikan tirosin (semi esensial) tidak secara sempurna, akan tetapi paling tidak dapat menghematnya.

Threonin
6

Triptopan Valin

3. Manfaat PROTEIN

1. Untuk membangun dan mengganti sel-sel jaringan tubuh manusia

Tubuh sangat efisien dalam memelihara protein yang ada dan menggunakan kembali asam amino yang diperoleh dari pemecahan jaringan untuk membangun kembali jaringan yang sama atau jaringan yang lain.Untuk membentuk jaringan baru seperti tulang, masa otot, darah. Untuk tumbuh diperlikan protein dalam jumlah yang cukup. Bila protein dalam makanan tidak cukup dengan sendirinya pertumbuhan tubuh akan terganggu.

2. Pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh

Hormon-hormon seperti tyroid, insulin dan epinefrin adalah protein. Demikian berbagai enzim yang bertindak sebagai katalisator. Hb, pigmen darah yang berwarna merah, berfungsi sebagai pengangkut oksigen dan karbondioksida adalah ikatan protein. Asam amino triptofan berfungsi sebagai prekusor nitami niasin dan penganta saraf serotin yang berfungsi membawa pesan dari sel saraf yang satu ke yang lain.

3. Mengatur keseimbangan air

Cairan tubuh terdapat dalam tiga kompartemen : intraseluler, ekstraseluler dan intravaskuler. Distribusu cairan tubuh dalam kompartemen harus dijaga keseimbangannya. Keseimbangan diperoleh melalui sistem komplek yang melibatkan protein dan elektrolit.

4. Memelihara netralitas tubuh

Protein tubuh bertindak sebagai bufferuntuk menjaga PH pada taraf konstan.

5. Pembentukan anti body

Kemampuan tubuh untuk melakukan detoksifikasi terhadap bahan racun dikontrol oleh enzim di dalam hati. Kekurangan protein kemampuan tubuh untuk menghalangi pengaruh toksik berkurang.

6. Mengangkut zat-zat gizi Protein memegang peranan potensial dalam mengangkut zat-zat gizi dalam saluran cerna melalui dinding saluran cerna kedalam darah, dari darah ke jaringan melalui membran sel ke dalam sel. 7. Sumber energi

Sebagai sumber energi, protein eqiuvalen dengan karbohidrat, karena menhasilkan 4 kkal/g protein.

Bahan-bahan
8

Bahan makanan hewani merupakan sumber protein yang baik dalam jumlah maupun mutu, seperti telur, susu, daging, unggas ikan dan kerang. Sumber protein nabati adalah kacang kedelai dan hasilnya seperti : tempe dan tahu.

Kebutuhannya

Kebutuhan protein bagi manusia dapat ditentukan dengan cara menghitung jumlah protein yang diganti dalam tubuh. Kebutuhan protein bagi seorang dewasaadalah 1 gram untuk setiap kg BB setiap hari. Untuk anak-anak yang sedang tunbuh, diperlukan protein dalam jumlah yang lebih banyak, yaitu 3 gram untuk setiap kg BB-nya. Sebaiknya untuk orang dewasa 1/5 dari porsi protein yang diperlukan haruslah protein yang berasal dari hawan. Sedangkan untuk anak-anak 1/3 dari jumlah protein yang mereka perlukan.

Kelebihan dan kekurangan

A. Kelebihan

Makan yang tinggi protei biasanyatinggi lemak sehingga dapat menyebabkan obesitas. Kelebihan protei dapat menimbulkan asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan amoniak darah, kenaukan ureum darah dan demam. Kelebihan asam amino memberatkan ginjal dan hati yang hjarus memetabolisme mengeluarkan nitrogen.

B. Kekurangan

Kwasiokor

Kwasiokor dapat terjadi pada konsumsi energi yang cukup atau lebih. Gejalanya adalah pertumbuhan terhambat, otot-otot berkurang dan melemah, edema, moon face, gangguan psikomotor, anak apatis, tidak nafsu makan, tidak gembira, suka merengek, kulit mengalami dipegmintasi, kering, bersisik, pecahpecah, dermatosis, rambut mengalami depigmentasi menjadi lurus, kusam, halus, mudah rontok, hati membesar.

Marasmus

Penyakit yang terjadi bukannya akibat kurangnyaprotein dalam makanan tetapi juga disertai rendahnya kadar kalori dalam makanan. Marasmus pada umumnya merupakan penyakit pada bayi karena terlambat diberi makanan tambahan. Pemyakit ini dapat terjadi karena penyapihan mandadak, formula pengganti ASI terlalu encerdan tidak hygienis atau sering kena infeksi gastroenteritis. Marasmus berpengaru jangka terhadap mental dan fisik yang sukar diperbaiki. Marasmus adalah penyakitkelaparan dan terdapat banyak diantara kelompok sosial-ekonomi rendah dan lebih banyak daripadak kwasiokor. Gejalanya : pertumbuhan terhambat, lemak dibawah kulit berkurang, otot-otot berkurang dan melemah, anak terlihat apatis dan seperti sudah tua. Perubahan pada kulit, rambut dan pembesaran hati, sering terjadi gastroenteritis yang diikuti oleh dehidrasi, infeksi saluran pernaoasan, tuberculosis, cacingan berat dan penyakit kronis lainnya. Sering dijumpai defisiensi vitamin D dan A.

10

2.2 Protein Sel Tunggal

Protein sel tunggal adalah bahan makanan berkadar protein tinggi yang berasal dari mikroba. Istilah protein sel tunggal (PST) digunakan untuk membedakan bahwa PST berasal dari organisme bersel tunggal atau banyak. Pemanfaatan mikroorganisme sehingga mengahasilkan makanan berprotein tinggi secara komersial dimulai sejak Perang Dunia I di Jerman dengan memproduksi khamir torula. Operasi utama dalam produksi protein sel tunggal adalah fermentasi yang bertujuan mengoptimalkan konversi substrat menjadi massa microbial. Kecemasan akan kekurangan pangan dan malnutrisi di dunia pada tahun 1970an telah meningkatkan perhatian pada sel tunggal. Sebagian besar dari bobot kering sel dari hampir semua spesies memiliki kandungan protein yang tinggi. Oleh karena itu, bobot kering sel tunggal memiliki nilai gizi yang tinggi. Mikroorganisme yang dibiakkan untuk protein sel tunggal dan digunakan sebagai sumber protein untuk hewan atau pangan harus mendapat perhatian secara khusus. Mikroorganisme yang cocok antara lain memiliki sifat tidak menyebabkan penyakit terhadap tanaman, hewan, dan manusia. Selain itu, nilai gizinya baik, dapat digunakan sebagai bahan pangan atau pakan, tidak mengandung bahan beracun serta biaya produk yang dibutuhkan rendah. Mikroorganisme yang umum digunakan sebagai protein sel tunggal, antara lain alga Chlorella, Spirulina, dan Scenedesmus; dari khamir Candida utylis; dari kapang berfilamen Fusarium gramineaum; maupun dari bakteri. Protein sel tunggal yang berasal dari kapang berfilamen disebut mikroprotein. Di Amerika Serikat, mikroprotein telah diproduksi secara komersial bernama quorn. Quorn dibuat dengan cara menanam kapang ditempat peragian yang berukuran besar. Setelah membuang air dari tempat peragian, makanan berharga yang tertinggal dicetak menjadi balok-balok yang mudah dibawa. Produk protein sel tunggal sangat bergantung pada perkembangbiakan skala besar dari mikroorganisme tertentu yang diikuti dengan proses pendewasaan dan
11

pengolahan menjadi bahan pangan. Ada dua factor pendukug pengembangbiakan mikroorganisme untuk protein sel tunggal, yaitu: a. laju pertumbuhan sangat cepat jika dibandingkan dengan sel tanaman atau sel hewan dan waktu yang diperlukan untuk penggandaan relatif singkat; b. berbagai macam substrat yang digunakan bergantung pada jenis

mikroorganisme yang digunakan. Langkah-langkah produk protein sel tunggal sebagai berikut. a. Pemilihan dan penyiapan sumber karbon, beberapa perlakuan fisik dan kimiawi terhadap bahan dasar yang diperlukan b. Penyiapan media yang cocok dan mengandung sumber karbon, sumber nitrogen, fosfor, dan unsur-unsur lain yang penting c. Pencegahan kontaminasi media d. Pembiakan mikroorganisme yang diperlukan e. Pemisahan biomassa microbial dari cairan fermentasi f. Penanganan lanjut biomassa Kelebihan PST adalah sebagai berikut: a. laju pertumbuhan sangat cepat yaitu dalam ukuran jam dan masih bisa ditingkatkan lagi b. dapat menggunakan bermacam-macam media atau substrat c. produksi PST tidak bergantung iklim dan musim d. memiliki kandungan protein lebih tinggi daripada hewan dan tumbuhan

2.3 Pisang
12

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium. Perlu disadari, istilah "pisang" juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas.

Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan Divisi Kelas Ordo Family Genus Plantae Magnoliophyta Liliopsida Zingiberales Musaceae Musa

13

2.4 Pisang Raja


Pisang raja merupakan salah satu jenis buah pisang yang banyak mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Dari buah pisang raja per 100 gram mengandung protein 1,2 g, karbohidrat 31,8g, kalsium 10mg, fosfor 22mg, besi 0,8mg, vitamin A 950 SI, vitamin B 0,06 mg, vitamin C 10, dan air 65,8g. Pisang raja merupakan pisang yang banyak mengndung gizi yang baik untuk tubuh sehingga banyak sekali manfaat yang diperoleh dengan mengkonsumsi buah tersebut. Pisang raja banyak mengandung betakaroten yang merupakan provitamin A. Karena itu pisang raja dapat digunakan untuk mencegah penyakit katarak atau rabun senja, serta mampu mencegah timbulnya kanker.

Jus pisang juga bermanfaat bagi tubuh, yaitu sebagai peneyembuh penyakit :

Diverticulitis Penyakit ini terjadi karena adanya radang pada kantong kecil dalam dinding usus.

Kantong-kantong tersebut berisi material fecal yang menyebabkan rasa sakit pada dinding usus. Nah, karena pisang mengandung serat, lemak,dan minyak sehingga pisang dapat melindungi dinding usus, terjadilah penyembuhan.

Radang lambung
14

Ketika jaringan mucosal pada perut terasa perih dan sakit, kita akan mengalami kesulitan pada waktu mencerna makanan, bahkan merasakan sakit yang luar biasa. Juice pisang akan melapisi, menyejukkan, dan menyembuhkan peradangan serius seperti halnya bahan-bahan antacid.

Untuk mengatasi kanker perut, gunakan Tunas/anak batang pohon pisang dan 1 potong benalu teh, anak pisang diaprut dan diambil airnya sebanayk 4 gelas, kemudian direbus bersama dengan benalu tehtersebut sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, dan dimum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan soredan dilakukan secara teratur. Kandungan Gizi Pisang Raja per 100 gram No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7 8. 9. 10. 11. Kandungan Kalori Protein Lemak Karbohidrat Kalsium Fosfor Besi Vitamin A Vitamin B1 Vitamin C Air Jumlah 120 kal 1.2 gr 0.2 gr 31.8 gr 0.01 gr 0.022 gr 0.0008 gr 950 SI 0.00006 gr 0.01 gr 65.8 gr

BAB III 3.1 Alat dan Bahan


Bahan utama : 1. Limbah kulit pisang raja
15

2. Saccharomyces cerevisiae

Bahan pembantu : 1. Aquades 2. NaOH


3. CH3COOH 4. (NH4)2SO4 5. KH2PO4

6. Gula Alat percobaan : 1. Shaking incubator 2. Autoclaf 3. Mesin Sentrifugal 4. Erlenmeyer 500ml 5. Blender
6. Panci stainless steel

7. Conway 8. Water bath 9. Alumunium foil 10. Spektrofotometer

3.2 Metode
Metode dalam pembuatan protein sel tunggal dengan menggunakan limbah kulit pisang raja ini melalui proses fermentasi yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan bahan, pembuatan starter, dan fermentasi.
16

3.3 Persiapan Bahan


Limbah kulit pisang dicuci kemudian diblender sampai halus, setelah itu disaring. Cairan diambil dan dipanaskan sampai mendidih lalu didinginkan. Larutan ini disebut media fermentasi.

3.4 Pembuatan starter


Sukrosa 22,4 gr dilarutkan dalam 100 ml aquades, pH diatur sampai 5 ditambah nutrisi berupa (NH4)2SO4 dan KH2PO4. Lalu disterilisasi dengan dipanaskan selama 1 jam, kemudian didinginkan. Setelah dingin, dimasukkan saccharomyces cerepviceae kemudaian difermentasikan dengan cara dishaking selama 3 hari.

3.5 Fermentasi
Media fermentasi dimasukkan kedalam erlenmeyer lalu ditambahkan nutrisi (NH4)2SO4 dan KH2PO4 lalu pH larutannya divariasi kemudian disterilisasi dengan dipanaskan selama 1 jam setelah itu didinginkan dan ditambahkan starter. Lalu difermentasi selama 3 hari. Setelah 3 hari, larutan dianalisis kadar proteinnya.

17