Anda di halaman 1dari 8

SYARIAH MENGHAPUS LGBT DAN MELESTARIKAN KEHIDUPAN MANUSIA Oleh : Ely

TUJUAN 1. Menggambarkan fenomena LGBT yang semakin marak dan konspirasi di dalamnya 2. Menggambarkan kesalahan pemikiran liberal yang mendasari LGBT 3. Menggambarkan pandangan Islam mengenai LGBT beserta solusi tuntas dari Islam PEMBAHASAN Kalangan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tak berhenti mencari dukungan atas penyimpangan perilaku mereka. Berbagai upaya telah dilakukan agar perilaku sakit kelompok ini dapat diterima oleh masyarakat luas di negara ini. Mulai dari membentuk berbagai organisasi gay dan lesbian seperti Lambda Indonesia pada tahun 1982, yang merupakan organisasi gay pertama di Indonesia, KKLGN (Kelompok Kerja Lesbian dan Gay Nusantara), GAYa NUSANTARA (yang menerbitkan majalah dengan nama yang sama),dan lain-lain hingga mengadakan berbagai kontes waria. Selain itu mereka menyelenggarakan Q!Film Festival di lima kota besar di Indonesia. Dan bahkan dengan berani menggugat UU perkawinan di Indonesia karena dianggap tidak mengakui perkawinan sejenis. LGBT selalu menjadikan HAM sebagai tameng dalam seluruh kegiatan mereka. Merekapun berkolaborasi dengan kaum liberal menggunakan argumentasi bahwa homoseks adalah fitrah sehingga harus diakui dan dihormati keberadaannya. Ditambah lagi dengan adanya fatwa sesat Musdah Mulia, seorang Doktor dan Profesor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bahwa homoseksual boleh, menjadi penguat mereka lebih agresif bergerak. Penyimpangan seksual ditentang oleh Islam Prilaku lesbian (wanita yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama wanita), gay (pria yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama pria), biseksual (seseorang yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada pria dan wanita), dan transgender (seseorang yang

berpikir dan berkelakuan berbeda dengan jenis kelamin yang ditetapkan pada saat lahir) merupakan penyimpangan seksual yang pelakunya dilaknat Allah SWT. Istilah homoseksual dan lesbianisme bukanlah perkara baru. Aktivitas seksual antara laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan sesama perempuan tersebut dikenal dengan istilah liwath. Pertama kali, penyimpangan seksual ini terjadi pada kaum Nabi Luth. Beliau diutus kepada kaum Sodom yang biasa melakukan liwath. Nabi Luth diperintahkan untuk mendakwahi dan amar maruf nahi munkar kepada mereka. Allah SWT menjelaskan hal ini: Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan) (TQS. Al-Araf[7]:8083). Juga di dalam salah satu sabda Rasulullah SAW : Terlaknatlah siapa saja yang mempraktikan tindakan kaum Nabi Luth/liwth (homoseksual) (HR Ahmad). Islam juga melaknat perilaku transgender, yakni perempuan yang menerupai laki-laki (mutarajjilah) dan laki-laki yang menyerupai perempuan (mukhannats), sebagaimana hadis Rasulullah SAW :

Dari Ibnu Abbas ra berkata: Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang berlagak wanita, dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. Dalam riwayat yang lain: Rasulullah SAW melaknat lakilaki yang meniru wanita dan wanita yang meniru laki-laki. (HR. Bukhari). Benarkah prilaku LGBT merupakan fitrah? Para pembela dan kaum homoseks mengatakan bahwa penyimpangan perilaku mereka, adalah sesuatu yang alami dan created by God. Sehingga, anggapan masyarakat selama ini yang memandang homoseks adalah sesuatu yang hina, tercela dan berdosa, dikatakan sebagai anggapan yang bertentangan dengan kenyataan yang ada dan melanggar hak asasi manusia (HAM). Psikiater Prof. Dr. Dadang Hawari menyatakan, munculnya penyimpangan seksual ini tidak terjadi secara alamiah begitu saja, tapi ini masalah psikologi (kejiwaan) yang terjadi karena lingkungan yang rusak. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini, kemungkinannya ada dua: pertama, seseorang mengalami kelainan ini karena trauma masa lalu, misalnya ia pernah jadi korban (maaf) sodomi sehingga ia ingin membalas dendam kepada orang lain atas apa yang terjadi padanya. Makanya seringkali kelainan seksual ini dianggap sebagai penyakit menular dimana ketika seseorang menjadi korban biasanya ia berupaya untuk balas dendam dengan melakukan hal yang sama dan seterusnya. Kedua, kelainan seksual terjadi karena kebosanan terhadap lawan jenis atau karena ia hidup secara terus menerus dilingkungan lawan jenisnya. Ada fakta yang harus diketahui dan dilihat secara obyektif oleh kalangan homoseksual. Beberapa waktu yang lalu, seorang waria yang pernah menyabet gelar Miss Waria, tersadar dan kembali pada kodratnya menjadi laki-laki. Sehingga jika ada kemauan yang kuat pada diri sendiri, maka waria ataupun kalangan homoseksual dapat mengubah perilaku sakitnya, ujar mantan waria tersebut. Jadi jika homoseksual adalah sesuatu yang alami dan diciptakan oleh Tuhan, maka mantan Miss Waria tersebut tentu tak akan dapat kembali menjadi laki-laki normal. Masalahnya adalah apakah mereka memiliki keinginan untuk berubah atau tidak.

Solusi Islam terhadap penyimpangan seksual Islam adalah agama yang sempurna. Di dalamnya terdapat aturan-aturan tentang bagaimana seharusnya manusia memenuhi kebutuhan jasmani dan naluri-naluri yang ada pada dirinya. Allah SWT telah menganugerahkan potensi-potensi tersebut sekaligus mengatur

pemenuhannya secara benar. Sebagaimana Gharizah Nau sendiri telah dianugrahkan oleh Allah SWT bukan semata-mata untuk memenuhi hasrat seksual, melainkan terkandung di dalamnya tujuan yang mulia yakni melestarikan kehidupan manusia. Dan Islam telah menetapkan cara pemenuhan yang benar yaitu pernikahan. Orang-orang yang memilih gaya hidup lesbian maupun gay adalah orang-orang dengan pemikiran liberal yang berpandangan bahwa semuanya serba boleh, terserah ingin melakukan apa saja. Asal sama-sama enjoy. Selain itu untuk mencegah terjadinya penyimpangan seksual, Islam telah mengatur langkahlangkah preventif sejak masa kanak-kanak : Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan Secara fisik maupun psikis, laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan yang mendasar. Perbedaan tersebut telah diciptakan sedemikian rupa oleh Allah. Adanya perbedaan ini bukan untuk saling merendahkan, namun semata-mata karena fungsi yang kelak akan diperankannya. Mengingat perbedaan tersebut, maka Islam telah memberikan tuntunan agar masing-masing fitrah yang telah ada tetap terjaga. Islam menghendaki agar laki-laki memiliki kepribadian maskulin, dan perempuan memiliki kepribadian feminin. Islam tidak menghendaki wanita menyerupai laki-laki, begitu juga sebaliknya. Dari Ibnu Abbas ra berkata: Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang berlagak wanita, dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. Dalam riwayat yang lain: Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang meniru wanita dan wanita yang meniru laki-laki. (HR. Bukhari). Pola asuh orang tua dan stimulasi yang diberikan, memiliki peran yang besar dalam memperkuat identitas anak sebagai laki-laki atau perempuan. Diantaranya harus

dibiasakan

dari

kecil

anak-anak

berpakaian

sesuai

jenis

kelaminnya.

Serta

memperkenalkan anak-anak dengan jenis permainan yang sesuai pula. Memperkenalkan aurat termasuk aurat pada sesama jenis Disamping telah memberikan aturan bagaimana bergaul dengan lawan jenis, Islam juga memberikan aturan hubungan sejenis. Terkait masalah ini, Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki, jangan pula perempuan melihat aurat perempuan. Janganlah seorang laki-laki tidur dengan laki-laki dalam satu selimut, begitu juga janganlah perempuan tidur dengan perempuan dalam satu selimut (HR. Muslim). Laki-laki yang melihat aurat laki-laki ataupun perempuan yang melihat aurat sesama perempuan akan terangsang. Hal ini dapat menjadi pemicu penyimpangan seksual. Apalagi kalau tidur dalam satu selimut. Termasuk dalam hal ini adalah menanamkan rasa malu kepada anak, walau masih kecil, tanpa busana di depan orang lain; misalnya ketika keluar dari kamar mandi, berganti pakaian dan sebagainya. Demikian juga membiasakan anak perempuan sejak kecil berbusana Muslimah menutup aurat juga penting untuk menanamkan rasa malu sekaligus mengajari anak tentang auratnya. Selain dari upaya preventif tersebut juga dibutuhkan peran Negara secara sistemik diantaranya Menghilangkan berbagai hal di tengah masyarakat yang dapat merangsang orang untuk mencoba-coba Misalnya, hentikan pornografi terkait homo dan lesbi. Kini, di dunia maya berkeliaran promosi tentang itu. VCD liwath pun dijual laksana kacang goreng. Bahkan, promosi homo dan lesbi di media termasuk TV terus gencar dilakukan. Penampilan laki-laki meniru perempuan atau perempuan meniru lak-laki semakin menggila, padahal Islam dengan tegas melaknat pelakunya.Walhasil laki-laki merasa sebagai perempuan yang karenanya ingin melampiaskannya dengan sesama laki-laki. Demikian pula anak-anak dengan mudah dapat mengakses hal ini, baik melalui tontonan, bacaan, bahkan permainan. Sehingga orang tua mesti memonitoring ketat aktivitas anak-anak.

Pemerintah dalam aturan Islam harus mengeluarkan kebijakan tentang tegas terkait hal ini. Mempermudah pernikahan Terkadang ada rasa takut menikah. Orang tua tidak setuju nikah usia muda dengan alasan belum mapan. Biaya pernikahan pun tinggi. Sementara itu, gejolak seksual besar akibat berbagai rangsangan yang ada. Pada sisi lain, ada kekhawatiran hamil di luar nikah. Jalan keluarnya, ada yang mengambil jalan menjadi homo dan lesbi. Untuk itu orang tua dan pemerintah perlu mempermudah pernikahan. Dorong untuk nikah dini. Negara harus memfasilitasi. Bukan malah menghalang-halangi nikah usia muda.Apalagi memperkarakan dan memenjarakan orang yang menikahi gadis umur belasan tahun. Namun pada saat yang sama memberi keleluasaan bagi orang-orang yang berzina dan liwath atas dasar hak asasi manusia.

Menerapkan hukuman Bila berbagai pencegahan telah dilakukan tetapi tetap juga terjadi aktivitas homo dan lesbi, maka pengadilan dalam pemerintahan Islam menerapkan hukuman sesuai syara terhadap mereka. Perbuatan tersebut terkategori perbuatan kriminal. Bila pengadilan menemukan bukti dan diputuskan di pengadilan, hukuman bagi para pelakunya adalah hukuman mati. Hal ini didasarkan kepada sunnah Rasulullah SAW. Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya"(HR Tirmidzi : 1456, Abu Dawud : 4462, Ibnu Majah : 2561 dan Ahmad : 2727). Selain itu, para sahabat telah berijma bahwa hukuman bagi mereka adalah hukuman mati. Imam Baihaki meriwayatkan bahwa Abu Bakar mengumpulkan orang terkait seorang laki-laki yang menggauli sesama lelaki sebagaimana menggauli perempuan. Beliau bertanya kepada para sahabat Rasulullah SAW. Semuanya sepakat pelakunya dijatuhi hukuman mati.

Adapun mengenai prilaku transgender, yaitu para waria dan termasuk didalamnya wanita yang berpenampilan seperti pria, Rasulullah SAW dengan tegas melaknat pelakunya memerintahkan untuk mengusir pelaku transgender, sebagaimana hadist Rasulullah : Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita (mukhannats) dan wanita yang menyerupai laki-laki (mutarajjilah). Dan beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Keluarkan mereka (usir) dari rumah-rumah kalian. Ibnu Abbas berkata: Maka Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pun mengeluarkan Fulan (seorang mukhannats) dan Umar mengeluarkan Fulanah (seorang mutarajjilah). (HR. Al-Bukhari no. 5886) Jelas, syariat Islam memiliki cara untuk mencegah menyebarnya penyimpangan seksual ini. Begitu juga, Islam memiliki cara jitu untuk menghentikan pelakunya. Karenanya, siapapun yang menghendaki masyarakat bersih, akan menuntut penerapan syariat. SARAN 1. Agar dapat menambah tsaqofah Islam terkait LGBT sehingga dapat menjelaskan kepada masyarakat keharaman LGBT dan kerusakan yang ditimbulkan oleh penyimpangan seksual tersebut. Mulai dari fakta, analisa serta solusi tuntasnya berdasarkan Islam 2. Agar lebih menggencarkan penyebaran opini public mengenai LGBT untuk mengimbangi opini yang dibentuk oleh musuh-musuh Islam

Maroji : www.hizbut-tahrir.co.id www.media-umat.com Al-islam