Anda di halaman 1dari 11

PENATALAKSANAAN ORCHITIS PADA LAKI-LAKI UMUR 23 TAHUN Dibuat oleh: Anggana Rafika P,Modifikasi terakhir pada Tue 05 of Oct,

2010 [08:08] Abstrak Orchitis adalah reaksi peradangan pada testis, biasanya diakibatkan oleh virus ataupun bakteri. Seorang laki laki 23 tahun datang dengan keluhan pembesaran buah zakar kiri. Didapatkan riwayat demam seminggu sebelumnya. Tidak terdapat keluhan nyeri pada benjolan, mual, muntah, discharge dari penis dan posisi benjolan tidak berubah dengan perubahan posisi atau mengejan. Riwayat trauma dan penyakit menular seksual disangkal. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya benjolan pada scrotum kiri diameter lima cm, bentuk bulat, teraba lunak, terfiksir, permukaan rata, tidak ada nyeri tekan. Didapatkan leukositosis dan neutrofilia pada pemeriksaan laboratorium. Pasien mendapatkan terapi injeksi antibiotik dan analgetik. keyword : orchitis, pembesaran buah zakar, leukositosis KASUS Seorang laki laki usia 23 tahun datang dengan keluhan pembesaran buah zakar kiri sejak seminggu yang lalu. Didapatkan riwayat demam seminggu sebelumnya. Tidak terdapat keluhan nyeri pada benjolan, mual, muntah, discharge dari penis dan posisi benjolan tidak berubah dengan perubahan posisi atau mengejan. Tidak didapatkan keluhan BAK dan BAB. Riwayat trauma dan penyakit menular seksual disangkal. Dari pemeriksaan tanda vital didapat tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 88 x/menit, frekuensi nafas 24 x/menit dan suhu tubuh 37.40C per aksilla. Dari pemeriksaan fisik didapat adanya benjolan pada scrotum kiri diameter lima cm, bentuk bulat, teraba lunak, terfiksir, permukaan rata, tidak ada nyeri tekan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Angka Leukosit 14.4 ribu/mmk, neutrofil 87%. DIAGNOSIS Orchitis sinistra TERAPI Pada pasien ini dilakukan terapi farmakologis berupa injeksi ceftriaxone 1 gram tiap 12 jam intravena, injeksi ketorolac 1 ampul intravena tiap 8 jam, injeksi ranitidine 1 ampul intravena tiap 8 jam. PEMBAHASAN Orchitis adalah reaksi peradangan pada testis, biasanya diakibatkan oleh virus ataupun bakteri.

Kurang lebih 20% pasien pra pubertas yang menderita campak mengalami orchitis. Orchitis dengan etiologi infeksi bakteri biasanya lebih jarang terjadi dan biasanya berkaitan dengan epididimitis pada laki laki dengan aktivitas seksual yang aktif atau setelah 50 tahun dengan BPH. Pada orchitis gejala yang dijumpai adalah pembengkakan testis dan nyeri pada testis. Gejala ini dapat disertai dengan gejala sistemik seperti lemah, lesu, myalgia, demam, mual, nyeri kepala. Pada anamnesis perlu ditanyakan riwayat penyakit sebelumnya karena orchitis yang disebabkan virus mumps, biasanya didahului parotitis 4 7 hari sebelumnya. Selain itu juga perlu ditanyakan tentang riwayat penyakit seksual yang pernah diderita. Biasanya orchitis disebabkan oleh virus Mumps. 70% kasus orchitis biasanya didahului dengan kejadian parotitis akibat infeksi virus Mumps. Bakteri yang menyebabkan orchitis biasanya merupakan penyebaran dari epididimitis pada pria yang aktif secara seksual atau pada pasien BPH. Beberapa bakteri yang dpat menyebabkan orchitis antara lain Neisseria gonorrhoeae, Clamydia trachomatis, Eschericia coli, Klebsiella pneumoniae, Psedomonas Aeruginosa, Staphylococcus, dan Streptococcus. Orchitis harus dibedakan dari torsi testis dan tumor testis. Torsi testis umumnya menampakkan gejala nyeri buah zakar yang mendadak (terlokalisir pada satu testicle) yang mungkin disertai tanda-tanda dan gejala-gejala kepekaan testicular dan/atau scrotal, pembengkakan dan kemerahan testicular dan/atau scrotal, kenaikan dari buah pelir yang terpengaruh didalam scrotum, kehilangan cremasteric reflex pada sisi yang terpengaruh. Tumor testis kadang-kadang menyebabkan nyeri buah pelir namun biasanya tidak mengakibatkan nyeri pada benjolan itu sendiri. Terdapat perubahan pada ukuran atau tekstur dari buah pelir disertai sakit yang tumpul dari perut bagian bawah, punggung bagian bawah atau area selangkangan. Komplikasi yang dapat terjadi pada orchitis adalah atrofi testis dan gangguan fertilitas. Penanganan pertama untuk orchitis dapat dilakukan Bed rest dan Elevasi skrotum diikuti pemberian Antibiotik, Analgesik. Pada pasien orchitis dengan penyebab utama bakteri terutama pada pasien di bawah usia 35 tahun dan aktif secara seksual dapat diberikan antibiotik Ceftriaxone, Doksisiklin ataupun Azitromycin. Penanganan lanjut apabila ada komplikasi hidrokel/pyocele dilakukan drainase untuk mengurangi tekanan pada tunica. Beberapa kasus orchitis mereda secara spontan dalam waktu 3 10 hari. Dengan pemberian antibiotic yang tepat kebanyakan kasus orchitis bacterial dapat sembuh tanpa komplikasi KESIMPULAN Penanganan pertama untuk orchitis dapat dilakukan Bed rest dan Elevasi skrotum diikuti pemberian Antibiotik, Analgesik. Dengan pemberian antibiotic yang tepat kebanyakan kasus

orchitis bacterial dapat sembuh tanpa komplikasi. Pada pasien ini telah mendapatkan antibiotik Ceftriaxone 1 gram per 12 jam. REFERENSI Jauhari N. Torsio Testis. Diakses dari http://medicom.blogdetik.com/ tangal 1 September 2010 Mycyk. Orchitis. Diakses dari www.emedicine.com tanggal 1 September 2010. PENULIS Anggana Rafika, RSUD saras husada purworejo 2010

Glitterfy.com - love quote Glitter Graphics kasus orkhitis


Diposkan oleh Dita Puspita Soewarna di 22:54

Kasus Tn. B 25 tahun datang ke RS dengan keluhan demam, dari penis keluar nanah, nyeri ketika berkemih (disuria). Dari hasil pengkajian fisik didapatkan pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan, skrotum, dan testis. Testis juga teraba lunak. Klien mengatakan pernah menderita gondongan (mumps) 5 tahun yang lalu. Data Fokus : Data Subjektif Klien mengatakan : Demam Dari penis keluar nanah Nyeri ketika berkemih (disuria) Nyeri skala 7 Data Objektif Dari hasil pengkajian didapatkan : Pembengkakan kelenjar getah bening diselangkangan, skrotum, dan testis Suhu : 38 C Nadi : 20x/menit Nyeri tekan pada area yang bengkak

Belum menikah tetapi aktif melakukan TD : 120/80 mmHg hubungan seksual Pernah menderita gondongan 5 tahun Volume urine 250 ml/hari yang lalu

Pengertian: Orkitis adalah peradangan testis. Orkitis adalah suatu peradangan pada salah satu atau kedua testis (buah zakar). Orkitis adalah peradangan akut testis. Orkitis biasanya terjadi setelah epididimistis atau dari penyakit sistemik misalnya parotitis.

Etiologi: Orkitis bisa disebabkan oleh sejumlah bakteri dan virus. Virus yang paling sering menyebabkan orkitis adalah virus gondongan (mumps). Hampir 15-25% pria yang menderita gondongan setelah masa pubertasnya akan menderita orkitis. Virus lain yang menyebabkan orkitis: virus Coxsackie B, varisela, dan mononukleosis Orkitis juga ditemukan pada 2-20% pria yang menderita bruselosis. Orkitis sering dihubungkan dengan infeksi prostat atau epididimis, serta merupakan manifestasi dari penyakit menular seksual (misalnya gonore atau klamidia). Faktor resiko untuk orkitis yang tidak berhubungan dengan penyakit menular seksual adalah: Imunisasi gondongan yang tidak adekuat

Usia lanjut (lebih dari 45 tahun) Infeksi saluran kemih berulang Kelainan saluran kemih Faktor resiko untuk orkitis yang berhubungan dengan penyakit menular seksual adalah: Berganti-ganti pasangan Riwayat penyakit menular seksual pada pasangan Riwayat gonore atau penyakit menular seksual lainnya.

Tanda dan gejala: Pembengkakan skrotum Testis yang terkena terasa berat, membengkak dan teraba lunak Pembengkakan selangkangan pada sisi testis yang terkena Demam Dari penis keluar nanah Nyeri ketika berkemih (disuria) Nyeri ketika melakukan hubungan seksual atau ketika ejakulasi Nyeri selangkangan Nyeri testis, bisa terjadi ketika buang air besar atau mengedan

Semen mengandung darah Komplikasi Sampai dengan 60% dari testis yang terkena menunjukkan beberapa derajat atrofi testis. Gangguan Sterilitas kesuburan jarang dilaporkan pada tingkat orchitis 7-13%. unilateral. dalam kasus-kasus

Sebuah hidrokel berhubungan atau pyocele mungkin memerlukan drainase bedah untuk mengurangi tekanan dari tunika. Pemeriksaan 1. Pemeriksaan testis Pembesaran testis Kelembutan kulit buah zakar eritematosa kulit buah zakar edematous Pembesaran epididimis terkait dengan epididymo-orchitis Diagnosa Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan dan pembengkakan testis yang terkena. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah: Analisa air kemih Pembiakan air kemih Tes penyaringan untuk klamidia dan gonore Pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan kimia darah Fisik

Penatalaksanaan Jika penyebanya adalah bakteri, di berikan antibiotik. Selain itu juga diberikan obat pereda nyeri dan anti peradangan. Jika penyebabnya adalah virus, hanya diberikan obat pereda nyeri. Penderita sebaiknya menjalani tirah baring, skrotumnya di angkat dan di kompres dengan air es. Mendorong dan menyokong skrotum ke atas dan mengompres dengan air es pada daerah lipat paha akan meredakan nyeri. Dapat diberikan kodein atau meperidin untuk mengatasi nyeru. Hanya gejala-gejala orkitis akibat gondongan yang dapt diobati. Pemberian antibiotik diberikan pada orkitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Orkitis yang disebabkan karena penyakit menular seksual ( disebabkan oleh klamidia dan gonore) diobati dengan cefriaxon yang diberikan bersamaan dengan azitromisin atau doksisiklin. Diagnosa keperawatan Analisa Data : Data Fokus Masalah Keperawatan DS: DO: Demam Dari penis keluar nanah Nyeri Nyeri ketika berkemih (disuria) Nyeri skala 7 Inflamasi kel. Getah bening di selangkangan, skrotum & testis Nyeri tekan pada area testis DS: DO: Perubahan pola eliminasi urine Disuria Inflamasi kel. Getah bening di selangkangan, skrotum & testis Volume urine 125 ml/hari DS: DO: Dari penis keluar nanah Resiko tinggi disfungsi seksual

Inflamasi kel. Getah bening di selangkangan, skrotum & testis

Diagnosa Keperawatan Orkhitis 1. Nyeri berhubungan dengan infeksi urinaria 2. Perubahan pola eliminasi urine: volume & karakteristik berhubungan dengan gangguan pada sistem urinaria 3. Resiko tinggi disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan status kesehatan Intervensi Keperawatan 1. Nyeri berhubungan dengan infeksi urinaria Tujuan: Nyeri berkurang dan terkontrol KH: Pasien tampak rileks & dapat beristirahat dengan tepat Intervensi Rasional Mandiri Membantu mengevaluasi tempat dan Catat lokasi , lamanya intensitas (skala kemajuan gerakan kalkulus. Nyeri 0-10) dan penyebaran. Perhatikan panggul sering menyebar ke punggung tanda non verbal, contoh peninggian , lipat paha, genitelia, sehubungan TD dan nadi, gelisah, merintih, dengan proksimitas saraf pleksus dan menggelepar. pembuluh darah yang mencetuskan ketakutan, gelisah, ansietas barat. Jelaskan penyebab nyeri dan Memberikan kesempatan untuk pentingnya melaporkan ke perawat pemberian analgesic sesuai waktu terhadap perubahan kejadian/ (membantu dalam peningkatan karakteristik nyeri. kemampuan koping pasien dan dapat menurunkan ansietas) dan mewaspadakan perawat akan kemungkinan terjadi komplikasi. Berikan tindakan nyaman Meningkatkan relaksasi, menurunkan tegangan otot, dan meningkatkan koping. Bantu atau dorong penggunaan Mengarahkan kembali perhatian dan distraksi dan aktivitas terapeutik. membantu dalam relaksasi otot. Perhatikan keluhan Obstruksi lengkap ureter dapat peningkatan/menetapnya nyeri menyebabkan perforasi dan abdomen. ekstravasasi urine ke dalam area perineal. Ini membutuhkan kedaruratan bedah akut. Kolaborasi Biasanya diberikan selama episode

Berikan obat sesuai indikasi

Pertahankan digunakan.

patensi

kateter

akut untuk menrunkan kolik uretral dan meningkatkan relaksasi otot/mental. bila Mencegah stasis/retensi urine, menurunkan risiko peningkatan tekanan ginjal dan infeksi.

2. Perubahan pola eliminasi urine: volume dan karakteristik berhubungan dengan gangguan pada sistem urinaria. Tujuan: Pasien dapat melakukan eliminasi normal kembali KH: Berkemih dengan jumlah normal dan pola biasanya Intervensi Rasional Mandiri Memberikan informasi tentang fungsi Awasi pemasukan, pengeluaran dan ginjal dan adanya komplikasi, contoh karakteristik urine. infeksi dan perdarahan. Perdarahan dapat mengindikasikan peningkatan obstruksi / iritasi ureter. Dorong meningkatkan pemasukan Peningkatan hidrasi membilas bakteri, cairan. darah, dan debris. Selidiki keluhan kandung kemih Retensi urine dapat terjadi , penuh, palpasi untuk distensi menyebabkan distensi jaringan suprapubik. Perhatikan penurunan (kandung kemih/ginjal) dan potensi keluaran urineadanya edema risiko infeksi gagal ginjal. periorbital/tergantung. Kolaborasi Menentukan adanya ISK, dari gejala Ambil urine untuk kultur urine dan komplikasi. sensitivitas. 3. Risiko tinggi disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan status kesehatan Tujuan: Kemampuan seksual pasien teratasi KH : Menceritakan masalah mengenai fungsi seksual, mengekspresikan peningkatan kepuasan dengan pola seksual. Intervensi Kaji riwayat seksual mengenai pola seksual, kepuasan, pengetahuan seksual, masalah seksual. Rasional Untuk mengetahui seberapa sering pasien melakukan hubungan seksual, sejauh mana pengetahuan pasien seputar masalah kesehatan seksual.

Identifikasi masalah penghambat untuk Menetukan apakah pasien mengetahui memuaskan seksual. adanya penghambat untuk memuaskan seksual. Berikan dorongan bertanya tentang Untuk mengkaji lebih dalam seksual atau fungsi seksual. pengetahuan pasien tentang seksual, contoh PMS.

DAFTAR PUSTAKA 1. http://www.tanyadokter.com/disease.asp?id=1001320


2. http://emedicine.medscape.com/article/777456-clinical

3. Buku KMB volume 2 4. Buku patofisiologi 5.