Anda di halaman 1dari 25

SATUAN ACARA PENYULUHAN PERAWATAN PAYUDARA

Pokok Bahasan Sasaran Waktu Hari / Tanggal Tempat Penyuluh 1.

: Perawatan pada ibu post partum : Ibu post partum yang akan pulang : 20 menit : : Ruang Widya RST Ciremai : Mahasiswa Kebidanan Poltekes Yapkesbi

Sub Pokok Bahasan : Perawatan payudara, pijat oksitosin, dan teknik menyusui

LATAR BELAKANG Banyak ibu post partum yang kurang mengetahui tentang perawatan payudara, pijat oksitosin untuk memperlancar ASI, dan teknik menyusui yang baik dan benar. Untuk itu perlu diberikan pembelajaran tentang hal tersebut agar pengetahuan ibu bertambah dan dapat hidup lebih sehat dan baik. 2. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Agar ibu dapat memahami tentang cara melakukan perawatan payudara, pijat oksitosin, dan teknik menyusui yang baik dan benar. 3. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS a. Ibu mengerti tentang cara perawatan payudara b. Ibu mengerti tentang cara dan manfaat pijat oksitosin 4. METODE Ceramah dan tanya jawab

5. MEDIA Leaflet

1| SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

6. ISI MATERI a. Menjelaskan cara perawatan payudara b. Menjelaskan cara dan manfaat pijat oksitosin 7. SUSUNAN ACARA No 1. KEGIATAN Pendahuluan a. paikan salam b. kan Tujuan c. 2. i Penyampaian materi a. Menjelas Menjelaskan cara Menjelaskan cara manfaat pijat 10 menit - Menanyakan - Memperhatikan jawaban penyuluh - Menjawab Mengeva dengan cara pertanyaan pertanyaan hal yang belum jelas Menjawa pertanyaan peserta - Mendengarkan dan memperhatikan penyuluhan dengan baik kan dan menguraikan materi merawat payudara dan b. kan c. b d. luasi memberikan penyuluhan. kesempatan kepada peserta Aperseps Menjelas Menyam RESPON PESERTA - Membalas salam - Memperhatikan - Memberikan respon WAKTU 3 menit

oksitosin Memberi bertanya

kepada peserta penyuluhan.

2| SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

Penutup a. pulkan hasil materi Menyim - Mendengarkan dan memperhatikan penjelasan - Menjawab salam b. salam Menutup penyuluhan dengan mengucap 7 menit

8. SETING TEMPAT Di ruang Widya perawatan ibu nifas 9. METODE EVALUASI a. Formatif : 1). 2). b. Sumatif : 1) Peserta mampu menjelaskan dan mempraktekkan cara perawatan payudara 75% 2) Peserta mampu menjelaskan manfaat dan cara melakukan pijat oksitosin 75 % 3) Peserta mampu menjelaskan dan mempraktekkan teknik menyusui 75% Antusiasme peserta dalam mengikuti penyuluhan Keaktifan peserta dalam mengikuti penyuluhan

3| SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

LAMPIRAN MATERI A. PERAWATAN PAYUDARA Tujuan perawatan payudara antara lain : - Membantu mengurangi pembengkakan payudara - Memperlancar pengeluaran ASI - Menjaga kebersihan payudara, terutama kebersihan puting susu agar terhindar dari infeksi - Mengetahui secara dini kelainan puting susu (datar) dan memperbaiki bentuk puting susu sehingga bayi dapat menyusu dengan baik - Mencegah bendungan ASI Segeralah atasi keluhan yang muncul agar tidak semakin parah. Adapun keluhan yang umum terjadi saat menyusui adalah : 1) Payudara bengkak atau keras Hal ini biasanya ditimbulkan akibat produksi ASI yang berlebihan tetapi belum dihisap oleh bayi atau akibat adanya sumbatan. Kompreslah payudara dengan air hangat selama beberapa menit, setelah itu keluarkan ASI sedikit secara manual lalu menyusui bayi. 2) Puting terasa perih Bila hal ini terjadi, batasi setiap waktu menyusu selama 10 menit atau hentikan kegiatan menyusui (minimal 24 jam) agar tidak terjadi infeksi. Jaga payudara dalam kondisi kering, saat masih terluka gunakan pelindung puting yang terbuat dari bahan karet lunak saat menyusui. Pastikan cara dan posisi menyusui bayi sudah tepat , masukkan semua bagian puting sampai areola ke dalam mulut bayi. 3) Air susu merembes

4| SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

Adanya air susu yang merembes selain mengurangi keindahan penampilan juga kurang baik bagi kesehatan ibu dan bayi. Payudara yang lembab bisa menjadi media yang efektif bagi bakteri dan jamur sehingga mudah menimbulkan iritasi dan infeksi. Untuk menghindarinya pilihlah breast pad (bantalan dalam BH) dengan bahan yang halus dan berdaya serap baik. Jangan lupa sering mengganti breast pad minimal 2 kali sehari. Pemakaian BH tidak boleh terlalu ketat karena dapat menekan payudara dan membuat tidak nyaman. 4) Puting tenggelam Bagi ibu yang memiliki puting susu datar dianjurkan untuk melakukan gerakan menarik puting susu secara manual dan dilakukan rutin hingga puting susu menonjol. B. Perawatan Payudara dengan Message ( Pijat Oksitosin ) 1. Anjurkan ibu untuk duduk santai bersandar ke depan dan bertumpu pada bantal 2. Membuka pakaian ibu bagian atas dan memasang handuk di pangkuan ibu 3. Memposisikan ibu dalam posisi membungkuk 4. Gunakan lotion atau baby oil untuk melakukan massage 5. Melakukan pemijatan dengan kedua ibu jari pada daerah punggung sejajar dengan tulang belakang, pijatan pertama ke arah atas sampai leher, pijatan kedua ke bawah sampai tulang koksigis, masing-masing pijatan dilakukan 20-30 kali 6. Menepuk-nepuk scapula selama 5 menit 7. Massage dari belakang sejajar dengan payudara selama 5 menit 8. Melakukan pemijatan ringan pada payudara yang mengalami bendungan 9. Melakukan kompres payudara dengan air hangat dan dingin secara bergantian pada kedua payudara 10. Merangsang pengeluaran puting secara manual pada puting yang tidak menonjol 11. Membersihkan dan mengeringkan payudara 5| SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

SATUAN ACARA PENYULUHAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan

: Teknik Menyusui yang benar : 1. Pengertian Cara menyusui yang benar 2. Teknik menyusui yang benar 3. Posisi menyusui yang benar 4. Cara menyangga payudara 5. Cara menyendawakan bayi 6. Cara memasukkan puting ke mulut bayi

Hari/tgl Tempat Waktu Sasaran Petugas

: : Di Ruang Perinatologi RST Ciremai : 15 menit : Ibu yang memiliki bayi di R. Widya RST Ciremai : Mahasiswa Kebidanan Poltekes Yapkesbi

A. TIU (Tujuan Instruksional Umum) Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit diharapkan Ibu menyusui di ruang Perinatologi mampu mengetahui dan memahami tentang bagaimana cara menyusui yang benar. B. TIK(Tujuan Instruksional Khusus) Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan Ibu menyusui di ruang widya mampu : 6| SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

1. Menyebutkan kembali pengertian cara menyusui yang benar 2. Mendemontrasikan cara menyusui yang benar 3. Menjelaskan kembali Posisi menyusui yang benar 4. Mendemontrasikan cara menyangga payudara yang benar 5. Menjelaskan kembali cara menyendawakan bayi yang benar 6. Menjelaskan kembali cara memasukkan putting ke mulut bayi C. Materi 1. Pengertian cara menyusui yang benar 2. Teknik menyusui yang benar 3. Posisi menyusui yang benar 4. Cara menyangga payudara 5. Cara menyendawakan bayi 6. Cara memasukkan putting ke mulut bayi yang benar D. Metode 1. Ceramah 2. Tanya jawab E. Media 1. Leafleat F. Kegiatan belajar mengajar Waktu/ Tahap Orientasi (3 menit) Kegiatan Pemberi Materi a) Mengucapkan salam b) Memperkenalkan diri c) Menyampaikan tujuan (TIU & TIK) Kegiatan Sasaran a) Menjawab salam b) Mendengarka n c) Mendengarka n Media

7| SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

d) Apersepsi (Mengkaji pengetahuan klien)

d) Menjawab apa diketahui tentang menyusui cara yang Leaf leat Flipchar t yang

Kerja (10 menit)

a) Menjelaskan tentang : Pengertian menyusui benar Teknik menyusui yang benar Posisi Cara benar Cara menyendawakan bayi Cara memasukkan putting ke mulut bayi yang benar b) Memberi kesempatan bertanya c) Menjawab pertanyaan dari sasaran d) Memberikan reinforcement positif Mengevaluasi penyuluhan menyusui menyangga yang yang benar payudara cara yang

benar a) Mendengarkan b) Mengajukan pertanyaan c) Mendengarkan d) Sasaran senang (tersenyum) terlihat

Terminasi (2 menit)

Menjawab pertanyaan yang

8| SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

Menyimpulkan Kontrak berikutnya Menutup dengan salam waktu

diberikan presentator Mendengarkan Memberi kontrak waktu berikutnya Menjawab dengan salam

G. Evaluasi 1. Prosedur a) Coba jelaskan pengertian cara menyusui yang benar b) Ulangi teknik menyusui yang benar c) Ulangi bagaimana posisi menyusui yang benar d) Ulangi cara menyangga payudara e) Coba jelaskan cara menyendawakan bayi f) Coba peragakan cara memasukkan putting ke mulut bayi yang benar 2. Kriteria a) Struktur: Menyiapkan SAP Menyiapkan media Menyiapkan tempat Menyiapkan kontrak waktu dengan sasaran Sasaran memperhatikan saat diberi Pendkes Sasaran mendengar , bertanya, menjawab dengan aktif Sasaran mampu mengulangi materi Penyuluhan dikatakan berhasil bila sasaran mampu menjawab pertanyaan sebesar >80% Penyuluhan dikatakan cukup berhasil bila sasaran mampu menjawab pertanyaan sebesar 50-80%

b) Proses :

c) Hasil:

9| SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

Penyuluhan dikatakan kurang berhasil bila sasaran kurang mampu menjawab pertanyaan

Materi SAP Cara Menyusui yang benar: 1. Pengertian cara menyusui yang benar Merupakan cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi yang benar. Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Perinasia, 2000). 2. Cara Menyusui yang benar a. Mencuci tangan dengan sabun sampai bersih b. Kedua putting susu dibersihkan dengan kapas air hangat c. Ibu dalam posisi yang nyaman d. Bayi disusui secara bergantian dari susu sebelah kiri lalu ke sebelah kanan e. Setelah selesai menyusui, mulut dan kedua pipi bayi dibersihkan dengan kapas air hangat f. Sebelum ditidurkan bayi disendawakan dulu supaya udara yang terhisap bisa keluar 3. Posisi Menyusui yang Benar a. Posisi Mendekap Posisi yang sering digunakan pd minggu pertama b. Posisi mendekap silang Posisi ini digunakan pada masa awal menyusui ,Posisi ini menggunakan penyanggah bantal yang diletakkan pada pangkuan ibu dan berfungsi untuk menaikkan posisi badan bayi agar mencapai putting susu ibu 10 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

c. Posisi mencekeram atau sepak bola Posisi ini sangat baik untutk ibu yang melahirkan seacra sesar, dengan posisi ini bayi berada jauh dari luka operasi d. Posisi tidur Menyamping Posisi ini banyak digunakan ibu karena mereka lebih merasa nyaman dengan berbaring saat menyusui di malam hari.Agar lebih nyaman anda dapat meletakkan bantal penyanggah di bagian punggung, kaki, atau lutut. 4. Cara Menyangga Payudara Sanggalah payudara kiri anda dengan keempat jari tangan kanan dan ibu jari di atasnya. Menyanggah payudara akan memindahkan berat payudara ibu dari dagu bayi sehingga bayi l;ebih dapat menyusui secara baik dan efektif. 5. Cara Menyendawakan bayi Gendong bayi dalam keadaan tyegak, kemudian sandarkan bayi dipundak ibu lalu tepuklah punggung bayi secara pelan- pelan agar udara yang terhisap bayi bisa keluar 6. Cara memasukkan puting ke mulut bayi a. Dekatkan atau tempelkan putting ibu ke bibir bawah bayi b. Sentuh mulut bayi dengan putting sehingga mulut bayi membuka lebar c. Kemudian secara pelan- pelan posisikan putting anda ke dalam mulut bayi kearah langit- langit mulut. d. Masukkan seluruh putting sampai ke areola (lingkat hitam sekitar putting ) kedalam mulut bayi e. Kemudian dekatkan bayi anda dengan posisi dagu menempel f. Jika bayi anda sudah kenyang, lepaskan dengan cara meletakkan jari anda ke mulut bayi secara perlahan.

11 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

DAFTAR PUSTAKA

Bobak, dkk. 2004. Keperawatan Maternitas. Hal 460. Jakarta : EGC Depkes RI. 2001. Manajemen Laktasi Buku Panduan Bagi Bidan Dan Petugas Kesehatan Di Puskesmas. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Gizi Masyarakat. Jakarta Mellyna, H. 2003. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Hal 29. Jakarta : Puspa Swara Hubertin, SP. 2004. Konsep Penerapan ASI Eksklusif. Hal 65. Jakarta : EGC Siregar. 2004. Penelitian Pemberian ASI Eksklusif dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya Varney, Helen et all. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC 12 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

Verrals, S. 2003. Anatomi dan Fisiologi Terapan Dalam Kebidanan. Hal 8. Jakarta : EGC Chayatin, Nurul dkk. 2009. Salema media. FKUI. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 2, Edisi 3. Media Auskulapius : Jakarta.

SATUAN ACARA PENYULUHAN PERAWATAN TALI PUSAT Pokok Bahasan Sasaran Waktu Hari / Tanggal Tempat Penyuluh A. Peralatan Peralatan yang diperlukan adalah : 1. 2 baskom air DTT : - 1 untuk membasahi dan sabuni - 1 untuk membilas 2. Handscoone : : Mahasiswa Kebidanan Poltekes Yapkesbi : Perawatan pada Bayi Baru Lahir : Ibu dan keluarga yang memiliki bayi baru lahir : 20 menit :

Sub Pokok Bahasan : Perawatan tali pusat

13 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

3. Kassa steril secukupnya 4. Kapas cebok dan kom 5. Larutan Alkohol 70 % 6. Lidi kapas B. Prosedur Pelaksanaan 1. Cuci tangan. 2. Dekatkan alat. 3. Siapkan 1set baju bayi yang telah tersusun rapi, Yaitu : celana, baju, bedong yang sudah digelar. 4. Buka bedong bayi. 5. Lepas bungkus tali pusat. 6. Ceboki dengan kapas cebok 2-3 x dari atas ke bawah. 7. Pindahkan bayi kebaju dan bedong yang bersih. 8. Bersihkan tali pusat - Pegang bagian ujung - Basahi dengan waslap dari ujung melingkar ke batang - Disabuni pada bagian batang - Bersihkan sampai sabunnya hilang - Terakhir usap dengan waslap bersih - Tanpa dikeringkan. 9. Tutup tali pusat dengan kassa steril. 10. Pakaian popok. 11. Ujung atas popok dibawah tali pusat. 12. Talikan di pinggir. Keuntungan : Tali pusatnya tidak lembab, jika pipis tidak ke tali pusat dulu, tetapi ke bagian popok dulu. 13. Kalau pakai alcohol / betadin 14. Teori baru ( Tali pusat tidak di bungkus ).

14 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

MATERI PERAWATAN TALI PUSAT A. Pengertian Perawatan tali pusat adalah tindakan perawatan pada tali pusat bayi baru lahir sejak dipotongnya tali pusat sampai tali pusat puput (mengering dan lepas), dengan tujuan untuk mencegah terjadinya infeksi pada tali pusat bayi dan mempercepat penyembuhan luka bekas pemotongan tali pusat. B. Tujuan Tujuan merawat tali pusat adalah mencegah terjadinya infeksi dan tetanus pada bayi baru lahir. C. Alat dan Bahan 1. 2. hangat. 3. 4. kering. E. Waktu Perawatan Tali Pusat 1. Sehabis mandi pagi/.sore hari 2. Sewaktu-waktu bila balutan tali pusat basah oleh air kencing/kotoran bayi. 3. Lakukan sampai tali pusat kering/puput. F. Tanda Tanda Infeksi Tali Pusat 1. Pangkal tali pusat atau sekitarnya berwarna merah/bengkak. 2. Keluar cairan yang berbau dan bernanah. 15 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012 Bersihkan tali pusat dan daerah sekitar tali pusat menggunakan Keringkan tali pusat dan balut kembali menggunakan kasa steril kapas yang dibasahi air hangat, lakukan dengan lembut dan hati-hati. Air hangat Kasa steril Kapas yang streril Cuci tangan dengan sabun sampai bersih, keringkan dengan handuk Buka balutan pada tali pusat yang akan diganti dengan lembut dan

D. Cara Perawatan yang bersih. hati-hati dan buang ke tempat sampah. Bila lengket basahi dengan air

3. Ada darah yang keluar terus menerus. 4. Kejang. 5. Bayi mengalami demam. G. Hal yang perlu diperhatikan 1. Jangan menggunakan plester dalam membalut tali pusat bayi, karena dapat menimbulkan iritasi/luka/gatal-gatal pada daerah sekitar tali pusat (kulit yang menjadi tempat penempelan plester) 2. Daerah tali pusat dan sekitarnya harus selalu dalam keadaan kering dan bersih. 3. Bila pada tali pusat atau daerah sekitar tali pusat terdapat tanda-tanda infeksi seperti warna kemerahan, ada nanah, bayi demam/rewel, segera hubungi petugas kesehatan/bawa ke puskesmas.

16 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

SATUAN ACARA PENYULUHAN PERAWATAN LUKA POST SC

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Hari/tgl Tempat Waktu Sasaran Petugas

: Operasi SC : Perawatan Luka Post SC :

: Di Ruang Widya RST Ciremai : 15 menit : Ibu Post SC di R. Widya RST Ciremai : Mahasiswa Kebidanan Poltekes Yapkesbi

A. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan tentang perawatan luka post SC diharap ibu dapat lebih mengerti dan memahami cara merawat luka post operasi. B. Tujuan Khusus Setelah di berikan penyuluhan tentang perawatan luka post SC diharapkan ibu dapat mengetahui cara merawat luka post SC setelah sampai di rumah: C. Kegiatan No Tahap 1 Pembukaan 2 3 Pelaksanaan Penutup Waktu ........... WIB ......... WIB .......... WIB Kegiatan penyaji Memperkenalkan diri Kegiatan Audience Media Memperhatikan -leaflet penyaji

menjelaskan tujuan Memperhatikan Menjelaskan materi materi dari penyaji melakukan jawab Mengevaluasi kembali materi TanyaAudience bertanya tentang keluhannya Audience mengerti tentang cara

17 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

merawat luka post SC D. Metode 1. Ceramah 2. Diskusi dan Tanya jawab E. Evaluasi 1. Standar Persiapan : media,materi dan tempat telah dipersiapkan 2. Standar Proses : pelaksanaan berlangsung selama 20 menit 3. Standar hasil : ibu dan balita mengerti cara pencegahan diare dan i. bagaimana cara darurat untuk mengatasinya F. Pustaka Beyer, Dudes (1997). The Clinical Practice Of Medical Surgical Nursing 2 nd : Brown Co Biston. G. Lampiran 1. Leaflet 2. Materi MATERI PERAWATAN LUKA POST OPERASI CAESAR (SC) Luka operasi merupakan luka bersih sehingga mudah untuk perawatannya, namun jika salah dalam merawat, maka akan bisa berakibat fatal. Oleh karena itu pastikan Anda tidak salah dalam merawat luka operasi. 1. Setiap satu minggu kasa harus di buka Idealnya kasa yang dipakai diganti kasa baru setiap satu minggu sekali. Tidak terlalu sering agar luka cepat kering, jika sering dibuka luka bisa menempel pada kasa sehingga sulit untuk kering. Maka mintalah kepada keluarga Anda untuk membukanya selama satu minggu sekali. 2. Bersihkan jika keluar darah dan langsung ganti kasa Jika luka operasi keluar darah, maka segeralah untuk mengganti kasanya agar tidak basah atau lembab oleh darah. Kerena darah merupakan kuman yang bisa cepat menyebar ke seluruh bagian luka.

18 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

3. Jaga luka agar tak lembab Usahan semaksimal mungkin agar luka tetap kering karena tempat lembab akan menjadikan kuman cepat berkembang. Misalkan suhu kamar terlalu dingin dengan AC yang membuat ruangan lembab. Bisa jadi luka anda pun ikut lembab. Hindari ruangan lembab, dan atur suhu AC Anda. 4. Menjaga kebersihan Agar luka operasi tidak terkena kotoran yang mengakibatkan cepat berkembangnya kuman, maka kebersihan diri dan lingkungan sekitar Anda semaksimal mungkin harus dijaga. Jauhkan luka dari kotoran, untuk itu seprei dan bantal harus selalu bersih dari debu. 5. Gunakan bahan plastik atau pembalut yang kedap air (Opset) Jika Anda mau mandi atau aktifitas yang mengharuskan Anda bersentuhan dengan air, gunakan bahan plastik atau pembalut yang kedap air (opset) untuk melindungi luka bekas operasi agar tidak terkena air. Upayakan agar luka tidak sampai basah, karena bisa mempercepat pertumbuhan kuman. 6. Makan dan minum sesuai dengan kebutuhan Hidup sehat dengan minum air putih. Atur minum Anda dengan 8-9 gelas standar per hari. Anggapan salah jika anda minum air putih bikin luka sulit mengering. Tidak demikian halnya, karena jika tubuh sehat luka akan cepat mengering dan sembuh. Hindari makan makanan yang mengandung bahan kimia dan pedas. 7. Makan makanan bergizi Makanan bergizi terdapat pada sayuran hijau, lauk-pauk dan buah. Konsumsi sayur hijau seperti bayam, sawi, kol dan sayur hijauh lainnya menjadi sumber makanan bergizi. Untuk lauk pauk Anda bisa memilih daging, ayam, ikan, telur dan sejenisnya.

Perawatan Luka Perineum pada Post Partum Pengertian Perawatan Luka Perinium Perawatan adalah proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia (biologis,

19 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

psikologis, sosial dan spiritual) dalam rentang sakit sampai dengan sehat (Aziz, 2004). Perineum adalah daerah antara kedua belah paha yang dibatasi oleh vulva dan anus (Danis, 2000). Post Partum adalah selang waktu antara kelahiran placenta sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil (Mochtar, 2002). Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran placenta sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil. Tujuan Perawatan Perineum Tujuan perawatan perineum menurut Hamilton (2002), adalah mencegah terjadinya infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan. Sedangkan menurut Moorhouse et. al. (2001), adalah pencegahan terjadinya infeksi pada saluran reproduksi yang terjadi dalam 28 hari setelah kelahiran anak atau aborsi. Bentuk Luka Perineum Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2 macam yaitu : 1. Rupture Rupture adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses persalinan. Bentuk rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek sulit dilakukan penjahitan. (Hamilton, 2002). 2. Episotomi Episiotomi adalah sebuah irisan bedah pada perineum untuk memperbesar muara vagina yang dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi (Eisenberg, A., 1996).

20 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

Episiotomi, suatu tindakan yang disengaja pada perineum dan vagina yang sedang dalam keadaan meregang. Tindakan ini dilakukan jika perineum diperkirakan akan robek teregang oleh kepala janin, harus dilakukan infiltrasi perineum dengan anestasi lokal, kecuali bila pasien sudah diberi anestasi epiderual. Insisi episiotomi dapat dilakukan di garis tengah atau mediolateral. Insisi garis tengah mempunyai keuntungan karena tidak banyak pembuluh darah besar dijumpai disini dan daerah ini lebih mudah diperbaiki (Jones Derek, 2002). Pada gambar berikut ini dijelaskan tipe episotomi dan rupture yang sering dijumpai dalam proses persalinan yaitu : 1. Episiotomi medial 2. Episiotomi mediolateral Sedangkan rupture meliputi 1. Tuberositas ischii 2. Arteri pudenda interna 3. Arteri rektalis inferior Gambar 1. Tipe-Tipe Episiotomi Lingkup Perawatan Lingkup perawatan perineum ditujukan untuk pencegahan infeksi organorgan reproduksi yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme yang masuk melalui vulva yang terbuka atau akibat dari perkembangbiakan bakteri pada peralatan penampung lochea (pembalut) (Feerer, 2001). Sedangkan menurut Hamilton (2002), lingkup perawatan perineum adalah 1. Mencegah kontaminasi dari rektum 2. Menangani dengan lembut pada jaringan yang terkena trauma

21 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

3. Bersihkan semua keluaran yang menjadi sumber bakteri dan bau. Waktu Perawatan Menurut Feerer (2001), waktu perawatan perineum adalah 1. Saat mandi Pada saat mandi, ibu post partum pasti melepas pembalut, setelah terbuka maka ada kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada cairan yang tertampung pada pembalut, untuk itu maka perlu dilakukan penggantian pembalut, demikian pula pada perineum ibu, untuk itu diperlukan pembersihan perineum. 2. Setelah buang air kecil Pada saat buang air kecil, pada saat buang air kecil kemungkinan besar terjadi kontaminasi air seni padarektum akibatnya dapat memicu pertumbuhan bakteri pada perineum untuk itu diperlukan pembersihan perineum. 3. Setelah buang air besar. Pada saat buang air besar, diperlukan pembersihan sisa-sisa kotoran disekitar anus, untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri dari anus ke perineum yang letaknya bersebelahan maka diperlukan proses pembersihan anus dan perineum secara keseluruhan. Penatalaksanaan

1. Persiapan a. Ibu Pos Partum Perawatan perineum sebaiknya dilakukan di kamar mandi dengan posisi ibu jongkok jika ibu telah mampu atau berdiri dengan posisi kaki terbuka. b. Alat dan bahan Alat yang digunakan adalah botol, baskom dan gayung atau shower air

22 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

hangat dan handuk bersih. Sedangkan bahan yang digunakan adalah air hangat, pembalut nifas baru dan antiseptik (Fereer, 2001). 2. Penatalaksanaan Perawatan khusus perineal bagi wanita setelah melahirkan anak mengurangi rasa ketidaknyamanan, kebersihan, mencegah infeksi, dan meningkatkan penyembuhan dengan prosedur pelaksanaan menurut Hamilton (2002) adalah sebagai berikut: a. Mencuci tangannya b. Mengisi botol plastik yang dimiliki dengan air hangat c. Buang pembalut yang telah penuh dengan gerakan ke bawah mengarah ke rectum dan letakkan pembalut tersebut ke dalam kantung plastik. d. Berkemih dan BAB ke toilet e. Semprotkan ke seluruh perineum dengan air f. Keringkan perineum dengan menggunakan tissue dari depan ke belakang. g. Pasang pembalut dari depan ke belakang. h. Cuci kembali tangan 3. Evaluasi Parameter yang digunakan dalam evaluasi hasil perawatan adalah: a. Perineum tidak lembab b. Posisi pembalut tepat c. Ibu merasa nyaman Faktor yang Mempengaruhi Perawatan Perineum 1. Gizi Faktor gizi terutama protein akan sangat mempengaruhi terhadap proses penyembuhan luka pada perineum karena penggantian jaringan sangat membutuhkan protein.

23 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

2. Obat-obatan a. Steroid : Dapat menyamarkan adanya infeksi dengan menggangu respon inflamasi normal. b. Antikoagulan : Dapat menyebabkan hemoragi. c. Antibiotik spektrum luas / spesifik : Efektif bila diberikan segera sebelum pembedahan untuk patolagi spesifik atau kontaminasi bakteri. Jika diberikan setelah luka ditutup, tidak efektif karena koagulasi intrvaskular. 3. Keturunan Sifat genetik seseorang akan mempengaruhi kemampuan dirinya dalam penyembuhan luka. Salah satu sifat genetik yang mempengaruhi adalah kemampuan dalam sekresi insulin dapat dihambat, sehingga menyebabkan glukosa darah meningkat. Dapat terjadi penipisan protein-kalori. 4. Sarana prasarana Kemampuan ibu dalam menyediakan sarana dan prasarana dalam perawatan perineum akan sangat mempengaruhi penyembuhan perineum, misalnya kemampuan ibu dalam menyediakan antiseptik. 5. Budaya dan Keyakinan Budaya dan keyakinan akan mempengaruhi penyembuhan perineum, misalnya kebiasaan tarak telur, ikan dan daging ayam, akan mempengaruhi asupan gizi ibu yang akan sangat mempengaruhi penyembuhan luka. Dampak Dari Perawatan Luka Perinium Perawatan perineum yang dilakukan dengan baik dapat menghindarkan hal berikut ini : 1. Infeksi Kondisi perineum yang terkena lokia dan lembab akan sangat menunjang perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum.

24 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012

2. Komplikasi Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir. 3. Kematian ibu post partum Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu post partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah (Suwiyoga, 2004).

25 | SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MAHASISWA PRAKTEKAN PKK 3 POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2012