Anda di halaman 1dari 3

Deni hamdani 1211702012 Biologi 2/a PEMBAHASAN Pada percobaan mengenai keisomeran geometri ini dilakukan pengubahan asam

m maleat menjadi asam fumarat. Sebelum dilakukan pengubahan menjadi asam fumarat, terlebih dahulu dilakuakan pembuatan asam maleat yang menggunakan anhidrida maleat sebagai bahan utama. Anhidrida maleat ditambahkan pada aquadest yang telah dididihkan. Dalam hal ini aquadest berfungsi sebagai pelarut sehingga mempermudah terjadinya pembukaan ikatan pada senyawa siklik dari anhidrida maleat dan terbentuknya karbokation. Mekanisme reaksinya sebagai berikut:

Setelah dilakukan perhitungan, rendemen asam maleat yang diperoleh adalah sekitar 98.59 %. Nilai rendemen tersebut dapat dikatakan baik, dan hal ini menunjukkan bahwa tingkat efisiensi proses yang dilakukan besar. Hal ini dapat dilihat dari kristal asam maleat yang terbentuk yaitu sekitar 3.5 gram. Dengan %rendemen yang diperoleh sebesar 98.59 %, hal ini dapat disebabkan: proses pemanasan yang stabil dan atau proses pengkristalan yang sempurna. Berdasarkan literatur titik leleh asam maleat yaitu 138C. tetapi dalam praktikum, kami tidak melakukan pengukuran titik leleh asam maleat, hal ini dikarenakan waktu praktikum yang kurang untuk melakukan pengukuran. Pada proses sebelumnya sebagian asam maleat mengkristal dalam air, karena kelarutan asam maleat dalam air adalah sekitar 44,1 g/100 g air pada 25C. Sebagian asam maleat lainnya

Deni hamdani 1211702012 Biologi 2/a larut dalam air, yang kemudian digunakan untuk mengubah menjadi asam fumarat. Mekanisme reaksi pengubahan asam maleat menjadi asam fumarat sebagai berikut:

Pada percobaan pengubahan asam maleat menjadi asam fumarat, larutan filtrat asam maleat dari proses sebelumnya ditambahkan HCl pekat dan direfluks perlahan-lahan. Dalam hal ini HCl pekat berfungsi sebagai katalis yang digunakan untuk memprotonasi salah satu gugus karbonil sehingga ikatan rangkap pada atom karbon dapat beresonansi dan terjadi rotasi pada ikatan tunggal, selanjutnya ikatan rangkap beresonansi kembali. Ion H+ dihasilkan lagi dari reaksi pada tahap keempat. Setelah dilakukan refluks mulai terbentuk endapan kristal asam fumarat dari larutan panas. Larutan didinginkan pada suhu kamar dan direkristalisasi dengan air. Pada tahap rekristalisasi digunakan air sebagai pelarut yang sesuai karena asam fumarat termasuk senyawa yang polar sehingga akan larut dalam pelarut yang polar pula (like dissolve like). Setelah dilakukan perhitungan diperoleh rendemen asam fumarat sebesar 15%. Nilai rendemen ini menunjukkan tingkat efisiensi dari percobaan yang dilakukan tidak terlalu besar. Dapat dikatakan bahwa tingkat efisiensi pembentukan asam fumarat lebih rendah daripada

Deni hamdani 1211702012 Biologi 2/a tingkat efisiensi pembentukan asam maleat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kristal asam fumarat yang terbentuk yaitu 1,6 gram. Berdasarkan literatur asam fumarat menyublim pada suhu 287C. Dapat dikatakan bahwa kristal yang meleleh itu kemungkinan adalah pengotor-pengotornya seperti asam maleat sisa. KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilakukan daidapatkan : Massa kristal asam maleat = 3.5 gr Rendemen asam maleat = 98.59 % Massa kristal asam fumarat = 1.6 gr Rendemen asam fumarat = 15 % Bentuk kristal seperti jarum tipis

DAFTAR PUSTAKA Brandy, E. James. 1989. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Binarupa Aksara: Jakarta Day, R.A, dan Underwood. 1987. Analisis Kimia Kualitatif. Erlangga: Jakarta Fessenden and Fessenden. 1986. Kimia Organik jilid I. Erlangga: Jakarta Heart, Harold. 2003. Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat. Erlangga: Jakarta Keenan, Charles. W dkk. 1992. Kimia untuk Universitas jilid 2. Erlangga: Jakarta