Anda di halaman 1dari 19

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT ( PHBS )

UNTUK TK PURWANIDA DI PANDEAN, NGEMPLAK, BOYOLALI

TUGAS PROMOSI KESEHATAN


Pengampu : Endang Z.

Disusun oleh : 1. FITRA ANGGUN P. 2. WAHYU ADI S. 3. MUHLIS SETYA BUDI 4. WINDA AYU W.M ( J200100013 ) ( J200100014 ) ( J200100015 ) ( J200100017 )

DIII KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2011

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP ) PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT ( PHBS ) DIPANDEAN, NGEMPLAK, BOYOLALI
Pokok bahasan Sub pokok bahasan : : Perilaku Hidup Bersih Sehat ( PHBS ) Pemberian dan demonstrasi tentang perilaku hidup bersih sehat ( PHBS ) Waktu & Pelaksana Pukul Tempat Pelaksana Sasaran Pembimbing : : : : : : Pandean, Ngemplak, Boyolali Mahasiswa Prodi DIII Keperawatan FIK UMS Murid TK Purwanida Endang Z. Desember

I.

LATAR BELAKANG
Hidup bersih, sehat, bahagia dan sejahtera lahir batin adalah dambaan setiap orang.

Hidup berkecukupan materi bukan jaminan bagi seseorang bisa hidup sehat dan bahagia. Mereka yang kurang dari sisi materi juga bisa menikmati hidup sehat dan bahagia. Sebab, kesehatan terkait erat dengan perilaku atau budaya. Perubahan perilaku atau budaya membutuhkan edukasi yang terus-menerus. Selama ini anggapan hidup bersih dan sehat adalah tanggung jawab petugas kesehatan. Padahal anggapan seperti itu tidak dibenarkan, karena hidup bersih dan sehat adalah hak dan kewajiban semua orang. Indikator yang digunakan dalam pendataan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) aspek kesehatan, meliputi sebelas indikator perilaku, antara lain tidak merokok, persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, balita ditimbang, sarapan pagi, makan buah dan sayur, cuci tangan, gosok gigi, dan olahraga. Dari aspek lingkungan, harus memenuhi tujuh indikator yaitu tersedianya jamban, air bersih, bebas jentik, pemilahan sampah, sistem pembuangan air limbah (SPAL), ventilasi, lantai, dan kepadatan rumah. Budaya atau perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi bagian integral dari kehidupan kita. PHBS harus tertanam pada anak sejak kecil sehingga mereka sudah terbiasa dengan pola hidup bersih dan sehat hingga mereka dewasa.

Sekolah merupakan komunitas masyarakat yang terdiri dari siswa, guru, staff kepala sekolah, kepala sekolah, dan staff tata usaha dan karyawan , yang di dalamnya merupakan salah satu medium efektif bagi pembelajaran dan penyadaran warga sekolah. Agar individuindividu, mulai dari guru, murid, dan pekerja yang terlibat dalam upaya menghentikan laju kerusakan lingkungan yang disebabkan tangan manusia. Penyuluhan PHBS yang kelompok kami ambil adalah usia sekolah Taman Kanakkanak. Tepatnya di TK Purwanida Pandean, Ngemplak, Boyolali. Alasan kelompok kami menyambil usia sekolah Taman Kanak-kanak dalam penyuluhan PHBS ini, adalah karena diusia taman kanak-kanak masih rawan dan kurang mengetahui apa itu kesehatan. Mereka selalu tertarik dengan hal-hal yang baru yang mereka dapat langsung dari pengalaman mereka. Oleh karena itu, kami memilih sasaran anak usia Taman Kanak-kanak dikarenakan karakter mereka yang sangat ingin tahu dengan berbagai hal baru.

II.

TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dapat menumbuhkan dan mewujudkan

kemandirian anak terutama dalam usia sekolah untuk berperilaku hidup sehat sejak usia dini.

III.

TUJUAN KHUSUS
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan murid-murid TK Purwanida dapat memahami tentang : 1. Pengertian PHBS 2. 3. 4. 5. Manfaat PHBS PHBS disekolah dan dirumah Masalah yang ditimbulkan bila tidak ber-PHBS Demonstari a) Cuci tangan b) Gosok gigi :

IV.

MATERI 2. Pengertian PHBS 2. 3. 4. 5. Manfaat PHBS PHBS disekolah dan dirumah Masalah yang ditimbulkan bila tidak ber-PHBS Demonstari c) Cuci tangan d) Gosok gigi :

V. No

PELAKSANAAN
Kegiatan Pendahuluan Penyuluhan a. Memberi salam b. Memperkenalkan diri c. Menyampaikan tujuan d. Appersepsi e. Menyampaikan topic f. Kontrak waktu Peserta a. Menjawab salam b. Mendengarkan c. Mendengarkan d. Menjawab pertanyaan e. Mendengarkan f. mendengarkan

Waktu 10 menit 1

1.

90 menit Pelaksanaan 2 2
2.

a. menjelaskan materi 1. pengertian PHBS 2. Tujuan PHBS 3. Manfaat PHBS 4. Dampak b. Memberikan kesempatan untuk bertanya c. Demonstrasi cuci tangan

a. Mendengarkan

b. Peserta bertanya

c. Memperhatikan melakukan

dan

d. Demonstrasi sikat gigi

d. Memperhatikan melakukan

dan

15 menit
3.

Evaluasi

a. Mengevaluasi penyuluhan b. Mengevaluasi demonstrasi

a. Peserta pertanyaan

menjawab

b. Peserta menjawab hasil pertanyaan hasil a. Mendengarkan b. Menjawab salam

4.

5 menit

Kesimpulan

a. Menyampaikan penyuluhan b. Menutup salam

VI.

METODE 1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Demonstrasi - Redemontrasi

VII.

MEDIA 1. Gambar / poster 2. Power poin 3. LCD

VIII.

EVALUASI 1. Evaluasi struktur a. Peralatan terpenuhi b. Koordinasi kelompok baik c. Tempat kegiatan memadai d. Tepat waktu 2. Evaluasi proses a. 80% peserta datang tepat waktu b. 40% peserta aktif c. 80% peserta dapat mengikuti acara sampai selesai 3. Evaluasi hasil a. 40% peserta bisa mengetahui tentang PHBS b. 70% peserta dapat mengikuti demontrasi yang diberikan dengan baik

PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS)

1. PENGERTIAN
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalan komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (advokasi), bina suasana (social support) dan pemberdayaan masyarakat (empowerman) sebagai suatu upaya untuk membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, dalam tatanan masingmasing, agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat, dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan. PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil dari pembelajaran yang menjadikan seseorang dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.

2. MANFAAT PHBS
Manfaat dari PHBS antara lain :

1) Terhindar dari semua penyakit dan tidak mudah sakit. 2) Terciptanya lingkungan dan suasana yang nyaman. 3) Terciptanya masyarakat yang sadar dan mengerti akan pentingnya penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. 4) Meningkatkan status kesehatan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. 5) Tercapainya kualitas hidup yang tinggi.

3. PHBS DISEKOLAH DAN DIRUMAH a) PHBS disekolah PHBS di sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Penerapan PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak seiring munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (6 10 tahun), yang ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. PHBS di sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Penerapan PHBS ini dapat dilakukan melalui pendekatan Usaha Kesehatan Sekolah . Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS sekolah yaitu ; 1) Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun. 2) Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah. 3) Menggunakan jamban yang bersih dan sehat. 4) Olahraga yang teratur dan terukur. 5) Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan. 6) Membuang sampah pada tempatnya.

b) PHBS dirumah PHBS di rumah adalah upaya untuk memberdayakan anggota keluarga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat. Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS rumah tangga yaitu ; 1) Menggunakan air yang bersih 2) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, sebelum dan sesudah makan 3) Menggunakan jamban yang sehat 4) Memberantas jentik-jentiek nyamuk dirumah sekali seminggu

5) Menguras bak mandi sekali seminggu 6) Membuang barang-barang bekas 7) Makan buah dan sayur setiap hari. 8) Melakukan aktivitas fisik setiap hari. 9) Tidak boleh merokok dilingkungan rumah tangga

4. MASALAH-MASALAH YANG TIMBUL AKIBAT TIDAK ber-PHBS Berbagai masalah atau penyakit dapat timbul bila tidak ber-PHBS, diantaran ; 1) Seperti diare, yang merupakan salah satu penyakit akibat tidak mencuci tangan dengan benar. Misalnya, seseorang setelah buang air besar atau kecil, tangannya membawa bakteri, bisa berupa cacing atau bakteri lainnya. 2) Seperti flu atau batuk ISPA. Bersin, membersihkan ingus di hidung, atau melakukan kontak tangan dengan orang yang tercemar virus 3) Cacingan 4) TBC 5) Hepatitis 6) Penyakit mematikan seperti SARS 7) Penyakit kulit, dsb.

5. DEMONSTRASI a. Cuci tangan Cuci tangan merupakan salah satu perilaku sehat yang pasti sudah dikenal. Perilaku ini pada umumnya sudah diperkenalkan kepada anak-anak sejak kecil tidak hanya oleh orang tua di rumah, bahkan ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang diajarkan para guru di Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah Dasar. Tetapi kenyataannya perilaku sehat ini belum menjadi budaya masyarakat kita dan biasanya hanya dilakukan sekedarnya, sebagai contoh ketika kita masuk ke sebuah rumah makan Indonesia, biasanya fasilitas cuci tangan disediakan dalam bentuk kobokan berisi air bersih dengan sepotong kecil jeruk nipis yang maksudnya untuk menghilangkan bau amis di tangan. Pemandangan berbeda ketika kita masuk ke restaurant fast food terkemuka asal negara adi daya, fasilitas cuci tangan sudah sangat memenuhi syarat, yaitu air bersih mengalir dilengkapi dengan sabun cuci tangan cair berkualitas dan pengering tangan merk terkenal, sayangnya fasilitas itu belum digunakan dengan baik, karena biasanya orang hanya mencuci tangan sekedar menghilangkan bau amis bekas makanan dan lupa atau malas mencuci tangan dulu sebelum makan. Jika kita sedikit melirik ke masyarakat pedesaan, pada umumnya masyarakat desa hanya menggunakan air seadanya dan belum banyak yang menggunkan sabun untuk mencuci tangan sebelum atau sesudah dari jamban. Beberapa hal di atas menunjukan kenyataan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun sebagai salah satu upaya personal hygiene belum dipahami masyarakat secara luas dan prakteknya pun belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit, oleh karena itu sangat penting untuk diketahui dan diingat bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun

merupakan perilaku sehat yang sangat efektif untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit menular seperti diare, ISPA dan Flu Burung. Diare merupakan penyakit "langganan" yang banyak berjangkit pada masyarakat terutama usia balita. Survei Kesehatan Nasional tahun 2001 menempatkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) penyakit pada posisi tertinggi sebagai penyakit paling berbahaya pada balita. Diare dan ISPA dilaporkan telah membunuh 4 juta anak setiap tahun di negara-negara berkembang. Sementara Flu Burung atau yang dikenal juga H5N1 merupakan penyakit mematikan dan telah memakan cukup banyak korban. Penyakit-penyakit

tersebut juga merupakan masalah global dan banyak berjangkit di negara-negara berkembang, suatu wilayah yang didominasi dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, tidak cukup pasokan air bersih, kemiskinan dan pendidikan yang rendah tetapi rantai penularan penyakit-penyakit tersebut di atas dapat diputus "hanya" dengan perilaku cuci tangan pakai sabun yang merupakan perilaku yang sederhana, mudah dilakukan, tidak perlu menggunakan banyak waktu dan banyak biaya. Perilaku Sehat Cuci Tangan Pakai Sabun yang merupakan salah satu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), saat ini juga telah menjadi perhatian dunia, hal ini karena masalah kurangnya praktek perilaku cuci tangan tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang saja, tetapi ternyata di negara-negara maju pun kebanyakan masyarakatnya masih lupa untuk melakukan perilaku cuci tangan. Penggunaan sabun pada saat mencuci tangan menjadi penting karena sabun sangat membantu menghilangkan kuman yang tidak tampak minyak/lemak/kotoran di permukaan kulit serta meninggalkan bau wangi. Sehingga kita dapat memperoleh kebersihan yang berpadu dengan bau wangi dan perasaan segar setelah mencuci tangan pakai sabun, ini tidak akan kita dapatkan jika kita hanya menggunakan air saja. Yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah waktu-waktu kita harus melakukan perilaku cuci tangan. Kapan saja harus mencuci tangan? 1. Setiap kali tangan kita kotor (setelah; memegang uang, memegang binatang, berkebun, dll). 2. Sebelum dan sesudah makan 3. Sebelum dan setelah menyentuh orang sakit 4. Setelah membersihkan dan membuang sampah 5. Sebelum dan setelah buang air kecil dan besar 6. Setelah menceboki bayi atau anak 7. Sebelum makan dan menyuapi anak 8. Sebelum memegang makanan 9. Sebelum menyusui bayi Praktek CTPS yang benar hanya membutuhkan sabun dan air mengalir. Air mengalir tidak harus dari keran, bisa juga mengalir dari sebuah wadah berupa gayung,

botol, kaleng, ember tinggi, gentong atau jerigen. Untuk penggunaan jenis sabun dapat menggunakan semua jenis sabun karena semua sebenarnya cukup efektif dalam membunuh kuman penyebab penyakit. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, maka CTPS perlu dilakukan dengan cara yang baik dan benar, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut, yaitu :

1. Bilas tangan dengan air bersih yang mengalir 2. Tangan yang basah disabuni, digosok-gosok bagian telapak tangan dan
punggung tangan,jari-jari, bawah kuku, minimal selama 20 detik.

3. Bilas kembali dengan air mengalir bersih sampai bersih 4. Keringkan dengan kain bersih atau kibas-kibaskan di udara
Menurut kajian yang disusun oleh Curtis and Cairncross (2003) didapatkan hasil bahwa perilaku CTPS khususnya setelah kontak dengan feses ketika ke jamban dan membantu anak ke jamban, dapat menurunkan insiden diare hingga 42-47%. Perilaku CTPS juga dikatakan dapat menurunkan transmisi ISPA hingga lebih dari 30% ini diperoleh dari kajian yang dilakukan oleh Rabie and Curtis (2005). Di lain pihak, Unicef menyatakan bahwa CTPS dapat menurunkan 50% insidens flu burung. Praktek CTPS juga dapat mencegah infeksi kulit, mata dan memudahkan kehidupan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Beberapa kajian ini menunjukan bahwa intervensi CTPS dianggap sebagai pilihan perilaku yang efektif untuk pencegahan berbagai penyakit menular. ( Dewi Sibuea, SKM)

Alat-alat Yang Dibutuhkan : 1. Air bersih ( mengalir ) 2. Sabun / antiseptik 3. Lap kering / tissue

Basahi tangan kanan dan kiri dengan air yang mengalir.

Gunakan sabun:

Lakukan tehnik ini:

Bilas dengan air bersih

Keringkan tangan

b. Gosok gigi
Kesehatan gigi dan gusi sering Kita lupakan. Gigi merupakan salah satu bagian tubuh kita yang apabila sakit maka seluruh bagian tubuh yang lain akan merasakan sakit juga. Banyak sekali penyakit yang menyerang gigi dan gusi, beberapa diantaranya yang kerap Kita alami adalah sakit gigi, pembekakan pada gusi, gigi berlubang hingga gusi atau gigi yang sensitif. 1. Hal-hal yang perlu diketahui sebelum menyikat gigi 1. Pastikan membeli sikat gigi yang bulunya halus dan sesuai dengan mulut. 2. 3. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Menggosok gigi tidak boleh bolak balik harus searah.

4. Menggosok gigi juga sama dengan teknik memijat gusi kita 5. Menggosok gigi 2 kali sehari dan jangan lupa gosok gigi sebelum tidur 2. Teknik menyikat gigi yang benar 1. Pertama-tama jangan kumur sebelum menggosok gigi, jika melakukan kumur sebelum menggosok gigi maka fluoride dan kandungan-kandungan yang ada dalam pasta gigi akan berkurang dan tidak menempel pada gigi. Gunakan pasta gigi secukupnya.

2. Gosok gigi depan kita dari gusi sampe gigi, kenapa harus di gosok? asalkan fungsinya kita menggosoknya pelan-pelan jangan buru-buru, karena untuk melancarkan aliran darah di gusi.

3. Kemudian menggosok dalam gigi kita (dekat lidah kita) dengan cara mencungkil, dengan cara pelan-pelan baik yang bagian atas dan maupun yang bawah.

4. Menggosok permukaan gigi baik yang bagian atas juga yang bagian bawah dan harus searah. c.

5. Menggosok lidah, kenapa harus d gosok lidahnya? karena sisa makanan banyak yang menempel di lidah dan penyebab bau mulut (halitosis) yaitu lidah.

6. Kemudian berkumur dengan air bersih cukup 2 kali saja, karena kalau kita kumurnya banyak sekali bisa membuat kandungan pada pasta gigi hilang semua karena kita kumur kebanyakan. 7. Berkumur setelah menyikat dengan obat kumur yang di anjurkan oleh dokter, bila perlu. Akan tetapi jika terlalu sering menggunakan obat kumur akan membuat mulut cepat kering dan bibir menjadi pecah-pecah, untuk itu berkumurlah dengan obat kumur minimal seminggu 2 kali.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.tabloidnova.com/Nova/Tips/10-Cara-Menggosok-Gigi-YangBaik http://www.dechacare.com/Tips-Menggosok-Gigi-dengan-BenarI817.html http://www.promosikesehatan.com/?act=article&id=614 http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/tinjauan-usaha-kesehatansekolah.htm http://www.diskes.jabarprov.go.id/ www.dinkes-sulsel.go.id, 2011 www.promosikesehatan.com http://www.mediaindonesia.com/