Anda di halaman 1dari 14

JUDUL PENELITIAN Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan Perpuruan Tinggi Berbasis WEB. PERMASALAHAN PENELITIAN 2.1.

Latar Belakang Masalah Dengan semakin majunya teknologi informasi dan komputer dewasa ini, tentunya membuat setiap user ingin juga memanfaatkan dan maju beserta teknologi tersebut. Keinginan untuk maju tersebut mendorong setiap orang, perusahaan, organisasi dan lembaga pendidikan dari berbagai macam jenjang untuk memperkenalkan ke luar dengan memanfaatkan teknologi yang canggih dewasa ini seperti internet. Penyajian informasi seputar perusahaan, organisasi dan lembaga pendidikan di internet dilakukan dengan metode penyajian WEB (situs) yang di desain dengan baik dan bahkan dapat diakses dari berbagai pelosok daerah di belahan dunia. Ketika user mengunjungi situs perguruaan tinggi yang telah ada pada internet, akan tertarik dan menggali sedalam mungkin informasi yang ada di situs perguruan tinggi tersebut, sebagian besar yang sangat banyak dikunjungi adalah akses perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi tersebut. Persoalannya adalah bagaimana merancang dan mendesain WEB tersebut dengan baik dan benar, sehingga dapat memberikan daya tarik utama (eyes capture) dan kepuasan tersendiri bagi pengunjung. Untuk menyajikan WEB suatu perguruan tinggi dan perpustakaan sebagai "eyes capture", tidak terlepas dari perancangan WEBnya dan tidak terlepas pula dari desain isi, desain visual dan informasi yang dikadung didalamnya. WEB suatu perguruan tinggi yang mempunyai desain visual yang benarbenar menarik serta penuh dengan kreatifitas dan informasinya yang padat, akan membuat pengunjung atau pengakses semakin tertarik untuk menjelajahinya. Tetapi adapula WEB perguruan tinggi dan perpustakaan yang juga di desain dengan seadanya saja serta bersifat asal-asalan tanpa memperhatikan berbagai unsur, seperti unsur perancangan, keindahan desain visual, unsur desain isi, unsur interaktif serta keterbaruan informasi. Akhir-akhir ini banyak perguruan tinggi dan perpustakaan yang sudah menempatkan WEB di Internet sebagai suatu ajang penyajian sistem informasi yang sangat murah dan bahkan menerima pendaftaran mahasiswa baru, perpustakaan, sistem pelayanan pengajaran, konsultasi kuliah, dan berbagai informasi lain seperti penyajian makalah penelitian dan lain-lain. Tinggal bagaimana kita sekarang untuk memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin, era globalisasi merupakan suatu era dimana jarak tidak merupakan suatu batasan, antar user yang berjauhan walau berjuta - juta kilometer jauhnya, bukan merupakan halangan. Salah satu alternatif untuk penyajian sistem informasi yang ada saat ini adalah perancangan aplikasi perpustakaan perguruan tinggi berbasis WEB. 2.2. Perumusan Masalah Dari permasalahan yang telah diungkapkan diatas, maka dapat dirumuskan sebagai berikut : - WEB perpustakaan perguruan tinggi yang disajikan tidak memperhatikan perancangan, system analyst, desain isi, desain visual, keterbatasan informasi dan unsur interaktif, sehingga membuat pengunjung tidak tertarik dan bahkan tidak betah untuk menikmati WEB perpustakaan perguruan tinggi tersebut.

Belum optimalnya suatu WEB perpustakaan perguruan tinggi dalam memanfaatkan teknologi Jaringan Komputer, dalam hal ini yaitu Internet. WEB perpustakaan perguruan tinggi yang tidak atau lama di-update secara berkesinambungan menyebabkan informasi yang ada di WEB tersebut tidak up to date.

2.3. Pembatasan Masalah Analisis yang akan dilakukan disini yaitu dengan spesifikasi sebagai berikut : 1. Merancang WEB perpustakaan perguruan tinggi. 2. Kategorinya meliputi unsur-unsur : perancangan, system analyst, Entity Relation Design, dan keterbaruan informasi yang ada. 3. Untuk memudahkan dalam tahap perancangan, maka ditentukan aspek-aspek yang akan dirancang dan kebutuhan masa kini dan akan datang. 4. Memberikan penjelasan secara teknis tentang perancangan suatu WEB perpustakaan perguruan tinggi. 5. Dapat menbuat suatu WEB perpustakaan perguruan tinggi. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan dalam pembuatan Penelitian ini, yaitu : - Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program Strata 1 (S1) pada Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta - Untuk memberikan gambaran perancangan WEB perpustakaan perguruan tinggi. - Menjelaskan betapa pentingnya penyajian sistem informasi suatu perpustakaan perguruan tinggi pada jaringan komputer (intranet dan internet), sehingga informasi tersebut dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, baik dari kalangan mahasiswa setempat atau kalangan-kalangan lain yang kiranya memerlukan informasi tentang perpustakaan perguruan tinggi tersebut. MANFAAT PENELITIAN a) Bagi Mahasiswa Dapat menganalisa bagaimana sesungguhnya perancangan sistem informasi perpustakaan perguruan tinggi tertentu melalui halaman WEB pada jaringan komputer, sehingga dapat memaksimalkan informasi - informasi yang kiranya layak untuk disuguhkan bagi mahasiswa. b) Bagi Masyarakat Memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi tentang perpustakaan perguruan tinggi secara terperinci dan up to date. c) Bagi Perguruan Tinggi Perancangan sistem informasi perpustakaan perguruan tinggi melalui WEB dapat meningkatkan kinerja seluruh civitas akademik, karyawan, pimpinan perguruan tinggi dari mulai jurusan hingga universitas, berbagai lembaga, dan perpustakaan sebagai suatu aset perguruan tinggi secara maksimal dan tepat guna.

3. LANDASAN TEORI Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer saat ini bukan merupakan suatu hal yang baru lagi, bahkan dari berbagai kalangan instansi dan berbagai organisasi menjadikan Jaringan Komputer suatu media yang sangat efektif untuk menyebarkan suatu informasi yang mereka miliki. Sistem Informasi dalam hal sangat memegang peran yang penting, sebagai suatu mediator penyambung keutuhan informasi yang dimiliki oleh setiap user. Tersajinya informasi dengan baik, maka akan tercermin bahwasanya suatu instansi itu juga akan baik pula. Dahulu informasi disampaikan dengan cara yang sangat tradisional, ada yang berupa antar user, dari bahan pembicaraan yang satu hingga ke yang lain, lain halnya dengan dewasa ini, penyampaian informasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dari yang sederhana hingga ke tahap yang lebih canggih, seperti melalui Internet dengan berbagai fasilitasnya. Penyampaian informasi melalui Jaringan Komputer atau lebih dikenal dengan Internet merupakan suatu trend yang sangat maju akhir - akhir ini, bahkan konon khabarnya suatu perusahaan sangat berani menghabiskan berjuta-juta rupiah hanya untuk menampilkan profile suatu perusahaan atau perpustakaan perguruan tinggi yang dimiliki, agar dapat diakses dan sistem informasinya ada pada Internet. Dari pengalaman-pengalaman yang ada menunjukkan bahwa WEB adalah suatu alternatif penyajian sistem informasi yang sangat efektif. Melalui WEB user yang akan ingin melihat suatu informasi tentang perpustakaan perguruan tinggi tertentu, tidak harus mendatanginya, cukup dengan hanya duduk didepan komputer ditambah dengan akses Internet, maka user tersebut dapat menikmati sistem informasi perpustakaan perguruan tinggi tersebut walau letakknya jutaan km di berbagai belahan dunia. Sedangkan untuk menyajikan suatu halaman WEB yang interaktif dengan para user, harus memiliki keahlian yang baik tentang halaman WEB dan Jaringan Komputer tentunya. Seperti yang telah dibahas diatas, jaringan komputer saat ini bisa terdiri dari Jaringan Local atau sering disebut dengan Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN), Internetworking (Internet), untuk jaringan lokal juga sering disebut dengan Intranet, sedangkan jaringan yang bersifat global sering disebut dengan Internet. Dengan berbagai macam arsitektur yang dirancang sedemikian rupa merupakan suatu bukti kinerja dari jaringan komputer, arsitektur jaringan komputer tersebut, yaitu : Topologi Star, Topologi Bus, Topologi Tree dan Topologi Ring. Dari berbagai topologi dan dengan berbagai macam protokol yang digunakan dalam suatu jaringan akan memberikan pelayanan akses yang berbeda - beda pula. Salah satu topik yang dewasa ini banyak diberitakan dan dibicarakan adalah Internet. Kalau anda misalnya berada di Amerika Serikat (AS) dan tidak tahu tentang Internet, anda munkin akan dicap sebagai orang yang ketinggalan zaman, bagaimana kalau di Indonesia, serta di kampus kita yang sudah tergolong siap menuju era globalisasi diberbagai bidang. Toko-toko buku di AS, terutama toko-toko buku teknik, banyak dipenuhi dengan buku-buku tentang Internet dan tentang masalah-masalah yang ada kaitannya dengan Internet, seperti World Wide Web, Internet service providers dan sebagainya. dalam majalah Popular Science (Juni 1995) disebutkan, suatu survei on-line selama 12 bulan sebelumnya mengungkapkan bahwa

dimedia cetak (surat kabar, majalah dan sebagainya) terdapat tidak kurang dari 43475 tulisan per hari. Apa sebenarnya Internet itu, karena Internet demikian luas dan kompleks, maka tidak mudah untuk menjelaskan dalam beberapa kalimat. Namun secara singkat dapat dikatakan : Internet yang sering disebut Net saja adalah jaringan global yang menyatukan jaringan-jaringan komputer seperti Local Area Network (LAN) milik universitas-universitas, perusahaan-perusahaan, instansi-instansi pemerintah, institusiinstitusi swasta dan sebaginya. Internet juga mencakup komputer-komputer pribadi (Personal Computer atau PC) yang dihubungkan dengannya. Jadi Internet dapat dianggap sebagai suatu super jaringan (Super Network), suatu jaringan dari jaringanjaringan komputer, peserta-peserta Internet dapat saling berkomunikasi dan berbagi Informasi, dimana pun mereka berada, juga kalau mereka berada di negeri atau bahkan di benua yang berbeda. Internet tidak memilki suatu bentuk yang pasti, tetapi merupakan suatu organisasi yang dinamis dengan bentuk yang selain tumbuh dengan pesat, juga selalu berubah-ubah, karena selalu ada peserta-peserta yang baru atau peserta-peserta yang mengundurkan diri. Karena sifatnya yang selalu berubah-ubah itu, Internet sering digambarkan sebagai suatu awan komputer. Komputer-komputer yang terhubung dalam Internet, disebut host atau node dan dapat berupa sebuah sistem super komputer, sebuah komputer mainframe, minikomputer disebuah laboratorium, stasiun kerja(workstation), komputer pribadi (PC), bahkan juga sebuah komputer laptop. Host ini saling dihubungkan dalam suatu jaringan raksasa yang mencakup hampir seluruh dunia. Pada pertengahan tahun 1995 diperkirakan ada kira-kira 6,6 juta host yang tersebar di lebih dari 100 negara, terutama di Amerika Serikat, Kanada dan Eropa Barat. Internet tidak ada yang memiliki dan tidak ada yang mengontrol secara sentral. Tetapi akhir-akhir ini dibeberapa negara (antara lain di AS, Jerman dan Singapura) ada usaha-usaha untuk mengontrol informasi yang disebarluaskan lewat Internet, antara lain untuk mencegah penyiaran gambar-gambar pornografi, adagen-adagen kekerasan, kekejaman dan sebagainya terutama untuk melindungi anak-anak. Saluran-saluran yang menghubungkan Internet host dapat berupa saluran telepon konvensional, saluran gelombang mikro (microwave), kabel serat optik dan hubungan satelit. Jadi laju pemindahan data saluran-saluran penghubung itu dapat bervariasi dari ratusan bit per detik (bit per second atau bps) sampai ratusan bit per detik (megabit per second atau Mbps). Internet memilki suatu jaringan tulang punggung (backbone network) yang antara lain menghubungkan pusat-pusat super komputer nasional AS di San Diego (Kalifornia), Universitas Cornell, Ithaca (negara bagian New York), Pittsburgh (Pennsylvania), Chapaign (Lllinois) dan Boulder (Colorado). Jaringan tulang punggung ini mulai dibangun pada tahun 1969 ketika Departemen Pertahanan AS dan sejumlah universitas-universitas di negara itu memulai suatu proyek riset bersama. Proyek yang disebut proyek ARPAnet ini bertujuan untuk merancang suatu jaringan yang menghubungkan komputer-komputer yang letaknya berjauhan dan memunkinkan komputer-komputer itu untuk bertukar informasi (ARPA adalah singkatan dari Advanced Research Project Agency milik Departemen AS). Selain itu, jaringan tersebut harus harus tetap berfungsi, sekalipun terjadi suatu serangan nuklir (ingat bahwa ketika itu Uni Soviet masih belum bubar dan masih ada perang dingin). Tujuan yang terakhir ini hendak dicapai dengan menerapkan suatu konsep yang diberi nama dynamic rerouting, yakni secara otomatis mengalihkan rute

komunikasi ke jalur lain, kalau ada bagian-bagian dari jaringan yang rusak karena suatu serangan musuh. Bahwa konsep ini cukup ampuh, konon telah terbukti dalam Perang Teluk beberapa tahun yang lalu. Sekalipun Irak telah digempur habis-habisan oleh pasukan AS dan sekutu-sekutunya, jaringan komunikasi negeri seribu satu malam itu ternyata masih dapat survice. Pada tahun 1972 electronic mail (e-mail) yang pertama berhasil dikirim. Mulai tahun 1980, lalu lintas di ARPAnet meningkat dengan pesat, karena universitasuniversitas menghubungkan ribuan stasiun kerja dengan jaringan ini, bukan hanya komputer-komputer mainframe. Munkin karena alasan-alasan keamanan. Pada tahun 1983 fungsi-fungsi militer dan sipil di ARPAnet dipisahkan dan dibentuk suatu jaringan militer tersendiri yakni Milnet. Pada tahun 1986, National Science Foundation (NSF) membangun jaringan mereka sendiri, yakni NSFnet yang jauh lebih cepat daripada ARPAnet dan dapat menunjang kerjasama secara real time antar pengguna. Menjelang akhir dasawarsa 1980-an, begitu banyak lalu lintas telah pindah ke NSFnet yang lebih efisien, hingga akhirnya ARPAnet ditutup (1988). NSFnet itulah yang kemudian menjadi jaringan tulang punggung Internet. Sementara itu, harga-harga komputer pribadi dan stasiun-stasiun kerja mulai turun terus dan penggunaan LAN menjadi munkin umum. Karena itu, lalu lintas di Internet menjadi makin padat. Sejak kira-kira pertengahan tahun 1994, Internet mulai diterima secara luas, juga diluar dunia pendidikan dan penilitian. Pada bulan April 1995, jaringan NSF yang menghubungkan lima pusat super komputer NSF tadi dibongkar. Fungsi jaringan tulang punggung untuk Internet diambil alih oleh hubunga-hubungan yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan pemberi jasa jaringan komersial regional, antara lain MCI, Sprint dan Netcom. Tetapi selama lima tahun mendatang, NSF bekerja sama dengan MCI (suatu perusahaan telekomunikasi besar di AS) akan membangun suatu jaringan tulang punggung baru yang ultra cepat untuk Internet. Jaringan tulang punggung ini disebut vBNS dan akan menghubungkan kelima pusat super komputer tadi dengan empat NAPs (Network Access Points). Perusahaan-perusahaan pemberi jasa nanti akan dapat menghubungkan jaringan tulang punggung mereka dengan vBNS hanya melalui NAPs ini. Untuk tahap awal, vBNS akan bekerja dengan laju pemindahan data sekurang-kurangnya 155 Mbps dan akan juga berfungsi sebagai suatu landasan (platform) eksperimental untuk mengembangkan dan menguji layanan dan perlengkapan Internet pita lebar (Broadband Internet services and equipment). Host yang terhubung dengan internet, secara kolektif bertanggung jawab atas pengiriman informasi dari komputer pengirim ke komputer yang dituju. Rute yang ditempuh informasi untuk mencapai komputer tujuan, tidak selalu sama, tetapi dapat setiap kali berubah, tergantung pada hubungan-hubungan yang tersedia pada saat itu. Biasanya komputer anda dihubungkan ke Internet dengan menggunakan sebuah modem (modulator/demodulator). Modem ini menghubungkan komputer anda melalui suatu saluran telepon dengan modem lain yang terhubung langsung dengan suatu jaringan lokal (LAN), yakni host LAN anda. Fungsi modem adalah mengubah sinyal digital keluaran komputer menjadi sinyal analog, sehingga dapat disalurkan melalui saluran telepon. Host LAN kemudian meneruskan permintaan anda ke sebuah router.

Gambar 1 : Gambaran umum koneksi komputer ke Intenet Router adalah suatu perangkat perantara yang menghubungkan sejumlah LAN dan meniliti permintaan yang diterimanya untuk menetukan ke bagian mana dari Internet permintaan itu ditujukan. Kemudian, berdasarkan hubungan-hubungan yang tersedia dan situasi lalu lintas di bagian-bagian lain dari Internet, router akan menentukan rute yang terbaik untuk permintaan anda agar dapat secepatnya dan dengan aman mencapai tujuan. Gambar 2 : Routing pada jaringan LAN Sejumlah LAN di satu daerah dapat dikelompokkan dalam suatu mid-level network. Kalau tujuan permintaan anda berada dalam mid-level network yang sama seperti host LAN anda, router akan mengirimkan permintaan anda lansung ke tujuan, munkin lewat saluran-saluran telepon berkecepatan tinggi, kabel serat optik atau

hubungan-hubungan gelombong mikro. Kalau pengelompokan itu meliputi suatu daerah yang lebih luas sehingga membentuk suatu wide area network (WAN), hubungan-hubungan tadi dapat juga mencakup hubungan lewat satelit. Dalam perjalanannya ke tujuan, sejumlah protokol akan membentuk paketpaket (packets) dari berita yang anda kirim. Selain berisi bagian dari berita itu sendiri, setiap paket juga dilengkapi dengan alamat, error checking dan informasi lain yang

diperlukan untuk memastikan bahwa berita anda itu tiba ditujuan yang benar dan dalam keadaan utuh. Kalau tujuan permintaan anda tidak berada dalam mid-level network atau WAN yang sama seperti host LAN anda, router akan mengirim permintaan anda ke suatu network accsess point (NAP). Dari sini berita yang anda kirim dapat menempuh berbagai rute dalam berita jaringan tulang punggung Internet dan kemudian menuju ke tujuan akhir. Dalam perjalanan ke tujuan akhir ini, permintaan anda dapat melalui peaters, hubs, bridges dan gateways. Internet bersifat terbuka. Setiap orang yang memilki sebuah PC dan sebuah modem, dapat mengakses Internet melalui suatu perusahaan on line sevice atau suatu Internet service provider (pemberi jasa Internet), disingkat ISP, tentu saja dengan membayar. Tiga perusahaan online service yang paling besar dan paling populer di AS (The Big Three - Tiga Besar) adalah America Online (AOL), CompuServe dan Prodigy. Internet service provider adalah perusahaan-perusahaan perantara yang dapat menghubungkan anda dengan Internet dengan membayar. di AS ada bayak sekali ISP, yang bersifat lokal/regional maupun yang bersifat nasional. Beberapa ISP yang bersifat nasional di AS adalah misalnya Netcom, Portal, Hooked, PSI InterRamp dan Pipeline USA dan seperti di Indonesia Radnet, Indonet, Wasantara net, Meganet dan sebagainya. Perusahaan-perusahaan online service dan ISP tersebut bersaing dengan ketat memperebutkan langganan. Mereka misalnya membagi-bagikan disks percobaan, berupa disket 3,5 atau CD (compact disk) yang dapat digunakan untuk mengkases Internet selama beberapa jam secara cuma-cuma. Di Indonesia dapat diakses melalui sejumlah ISP yang ada disini. Menurut Ir. Onno W. Purbo Ph.D. dari ITB (kompas 29 Februari 1996), saat ini di Indonesia ada 16 ISP dan 4 IPP (Internet Presence Provider) yang terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Yogyakarta. Menanyakan apa saja yang dapat dilakukan di Internet, ibarat menanyakan apa saja yang dapat dilakukan dengan listrik. Jawabannya singkat adalah : hampir semuanya. Melalui Internet, anda dapat menjelajahi dunia tanpa perlu beranjak dari depan komputer anda, berkomunikasi dan berbagi informasi dengan seorang rekan atau seorang ahli yang berada ribuan kilometer dari tempat anda atau bahkan berada di negeri lain atau benua lain. Anda bahkan dapat berkomunikasi dengan para astronot yang sedang mengelilingi bumi. Melalui Internet anda dapat melakukan riset untuk suatu proyek atau suatu skripsi dengan mengakses perpustakaan-perpustakaan atau sumber-sumber informasi yang berada di kota lain yang jauh, misalnya Library Of Congress (Perpustakaan Kongres AS) di Washington D.C. AS atau newsletters yang dipublikasikan oleh laboratorium AT&T Bell (AT&T Bell Laboratories) yang terkenal itu. Untuk itu, anda tidak perlu mendatangi tempat dimana perpustakaan atau sumber itu berada. Bayangkan betapa mudahnya ! Melalui Internet anda dapat membentuk suatu tim untuk menangani atau mendiskusikan suatu masalah dengan anggota-anggota yang berada di tempat-tempat yang berjauhan. Melalui Internet/World Wide Web, anda dapat menyebarluaskan informasi atau memasarkan produk-produk anda ke seluruh dunia. Melalui Internet anda dapat misalnya secara langsung menyaksikan pertandingan catur antara Garry Kasparov dan komputer catur Deep Blue buatan IBM yang diselengerakan bulan Februari yang lalu di Philidelphia (AS), mengikuti sidang-sidang pengadilan

O.J.Simpson di Los Angeles (AS) tahun lalu yang sangat menghebohkan itu(sampai dijuluki sidang pengadilan pada abad ini), menyaksikan peluncuran pesawat-pesawat antariksa dan masih banyak sekali peristiwa menarik lain. Internet berkembang dengan amat pesat, melebihi prediksi semula, yang paling optimistis sekalipun. Karena sifatnya yang kurang teratur tidak dapat diketahui dengan tepat berapa sebenarnya jumlah pengguna Internet saat ini. Perkiraannya bervariasi antara 20 juta hingga 50 juta pengguna dan setiap bulan konon ada tambahan kira-kira 150000 pengguna baru ! Pada bulan Juni 1994 misalnya, AOL baru memiliki 800000 pelanggan. Namun dipacu oleh sidang-sidang pengadilan O.J. Simpson yang banyak sekali menarik perhatian masyarakat AS dan dapat diikuti lewat Internet, Pada awal kuartak keempat 1995, AOL sudah mempunyai kira-kira 3,5 juta pelanggan, berarti dalam kurun waktu kira-kira 16 bulan mereka telah mendapat tambahan 2,7 juta pelanggan baru !. Wakil Presiden Al Gore dari AS menaruh perhatian yang besar atas perkembangan Internet dan Presiden Bil Clinton pernah mengutarakan harapannya agar semua sekolah di AS dapat secepatnya dihubungkan dengan Internet, bagaimana dengan di negara kita ?. Seperti diberitakan KOMPAS, dewasa ini sudah separuh sekolah-sekolah yang berada di AS telah dihubungkan dengan Internet (KOMPAS 12 Maret 1996). Selain dibiayai oleh pemerintah, proyek menghubungkan sekolah-sekolah dengan Internet ini, nampaknya juga dibiayai dengan dana yang dihimpun oleh masyarakat AS. Memang, karena banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh Internet, manfaat jaringan ini untuk pendidikan tidak perlu diragukan lagi. Sayangnya Internet juga memilki segi-segi negatif. Seperti sudah disebut, di Internet atau Web terdapat gambar-gambar pornografi atau bentuk informasi lain yang dapat berpengaruh buruk, misalnya adegan-adegan kekerasan, kekejaman, seks, bahasa kotor dan sebagainya. Di Internet juga ada kasino yang bermarkas besar di AS. Karena itu, ada banyak warga, terutama dari kalangan keluarga atau orang tua, yang menghendaki agar Internet diawasi oleh yang berwajib. Sebaliknya, ada juga banyak yang menentang pengawasan. Mereka yang tidak setuju ini berpendapat bahwa pengawasan akan mencekik Internet itu sendiri. Walaupun mendapat tantangan, belum lama ini pemerintah AS akhirnya memberlakukan suatu UU yang diberi nama Telecomunications Act, yang antara lain menetukan bahwa service provider bertanggung jawab atas gambar-gambar pornografi dan sebagainya yang di edarkan di Internet. Pada awal bulan September 1995, sejumlah perusahaan yang mempunyai kepentingan dengan Internet (antara lain Microsoft Corp, IBM Corp, AT&T Corp, Apple Corp dan America Online Corp), membentuk suatu konsorsium yang diberi nama World Wide Web Corsortium (WWWC), dengan tujuan mengembangkan suatu perangkat lunak yang disebut Platform For Internet Contect Selection (PICS). PICS ini akan memunkinkan para orangtua, para guru dan para pemuka agama untuk menilai sendiri materi yang ada di Internet dan memblok apa saja yang dianggap tidak layak bagi anak-anak didik atau anak asuh mereka. Menurut rencana, PICS itu sudah selesai awal tahun 1996 dan telah diedarkan secara cuma-cuma. Kehadiran Internet juga mempunyai akibat yang lain, yakni timbulnya suatu jurang pemisah (gap) antara mereka yang dapat menikmati kemudahan-kemudahan karena informasi yang mereka peroleh lewat Internet (golongan ini disebut Internet Haves) dan golongan Internet Have-Nots yang tidak bisa menikmati Internet. Jurang pemisah ini juga ada antarwarga AS. Menurut suatu survei yang dilakukan dalam bulan

Juni 1995 oleh Times Mirror Center (suatu bagian dari Times Mirror Co. di Los Angeles yang menerbitkan Los Angeles Gale Times), gambaran tentang kepemilikan komputer di AS adalah sebagai berikut : * 55 % tidak pernah memilki komputer * 9 % pernah memiliki komputer tetapi kemudian menyerah * 21 % telah memiliki komputer lebih dari 2 tahun * 11 % Telah memiliki komputer 2 tahun atau kurang * 4 % memiliki komputer tetapi tidak pernah digunakan. Jadi menurut hasil survei diatas, 64 % dari penduduk yang disurvei, tidak memilki komputer (tidak diketahui kelompok usianya). Kesenjangan antara Internet Haves dan Internet Have-Nots jelas juga ada antara negara-negara maju atau kaya dan negara-negara pas-pasan atau miskin. Mengingat besarnya biaya yang diperlukan untui membangun infrastruktur yang diperlukan untuk dapat memanfaatkan Internet dan banyaknya kemudahan yang dapat diperoleh dari penggunaan Internet, dikhawatirkan bahwa kesenjangan antara negara-negara maju atau kaya dan negara-negara berkembang atau miskin akan terus melebar, kecuali dilakukan tindakan-tindakan khusus yang dapat mengurangi jurang pemisah antara Internet Haves dan Internet Have-Nots antara negara itu. Internet memang tidak seluruhnya Sinar bulan purnama dan bau harum bunga mawar. Ada segi-segi negatifnya. Tetapi segi-segi negatif ini tidak perlu membuat kita bersikap apriori, lebih-lebih bila diingat besarnya manfaat dan banyaknya kemudahan yang dapat diperoleh dari penggunaan Internet. Bukankah juga dimasyarakat nyata ada banyak tempat yang perlu kita hindari supaya tidak terjerumus dalam keadaan yang bisa merugikan atau bahkan membawa malapetaka bagi kita ? Begitu juga Internet. Kalau kita gunakan Internet secara arif dan kita hindari segi-segi negatifnya, niscaya kita akan memperoleh banyak manfaat dan kemudahan. Internet telah merambah ke hampir semua bagian dari dunia dan akan terus berkembang dengan pesat. Selanjutnya dalam Internet juga dikenal World Wide Web yang dikembangkan oleh ahli-ahli fisika di CERN, suatu pusat riset untuk partikel-partikel berenergi tinggi di Genava, Swis, milik masyarakat Eropa dan mulai disediakan untuk umum pada tahun 1991. Jadi World Wide Web memang masih relatif baru, tetapi sudah disebut, WWW sekarang merupakan bagian yang paling populer dari Internet, karena sangat cocok untuk konsumsi umum. WWW dibentuk oleh puluhan ribu Web Server yang ada di Internet, tetapi tidak ada suatu administrasi sentral dan server itu juga tidak dikordinasikan secara sentral. Setiap Web Server mempunyai suatu nama DNS (Domain Name Service) yang unik, dan setiap dokumen atau sumber informasi lain di suatu Web Server memiliki URL (Uniform Resource Locator). Informasi di World Wide Web disajikan dalam bentuk grafik, video, teks dan suara. Di kemudian hari gambar-gambar yang disajikan bahkan mungkin berdimensi tiga dimensi (3D). World Wide Web terdiri atas suatu koleksi yang amat besar dari dokumendokumen berwarna on screen (disebut pages, halaman-halaman). Untuk pindah ke halaman berikutnya atau kembali ke halaman sebelumnya, anda cukup menclick pada tombol Forward atau tombol Back. Halaman-halaman Web juga saling dihubungkan melalui hypertext links, atau hyperlinks, yakni kata-kata yang diberi warna lain atau digarisbawahi atau kedua-duanya. Kalau pada suatu halaman Web misalnya terdapat kata Jurusan yang diberi warna lain, dan kaya ini di-click dengan mouse akan muncul

suatu halaman lain yang berisi informasi lebih lanjut tentang Jurusan. Halaman yang baru ini dapat berasal dari Web Server yang sama, atau bisa juga dari sebuah Web Server yang berada dibagian lain dari dunia. Bagi pengguna, halaman-halaman Web itu seakan-akan semuanya berasal dari hard disk komputer miliknya. Salah satu dokumen Web misalnya bernama Syiah Kuala University Homepage. Dokumen ini menyajikan sebuah informasi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (Daerah Istimewa Aceh ) dengan berbagai macam informasi yang terkandung didalamnya. Kalau anda men-click pada pada tombol Media Center (CET) misalnya, anda akan dihubungkan dengan sistem komputer di Universitas Syiah Kuala. Dari sini anda mempunyai banyak pilihan. Anda dapat mencari keterangan komputer dan jaringan yang digunakan dan bahkan berbagai macam program yang didisain secara gratis untuk para pengunjung yang berkeinginan untuk memilikinya. Seluruh halaman-halaman tersebut di buat dengan menggunakan sistem hypertext links, selain melalui hypertext link, untuk mengakses suatu dokumen Web tertentu, dapat juga mengetik alamat elektroniknya, yakni URL-nya. URL ini biasanya cukup panjang dan harus diketik dengan cermat. Misalnya URL Syiah Kuala University Homepage tadi adalah : http://aceh.org/unsyiah. Homepage adalah halaman (page) pertama atau halaman utama dari suatu dokumen WWW, dan sering membawa anda ke halaman-halaman lain. HTTP adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol, yakni protokol yang digunakan untuk mentransfer dokumen-dokumen WWW. Setiap alamat Web harus didahului dengan "http:" . Domain ".org" menyatakan bahwa alamat yang bersangkutan adalah milik suatu instansi organisasi. HTML adalah singkatan dari Hypertext Markup Language, yakni bahasa yang digunakan untuk menyusun dokumen-dokumen Web. Menurut Center for Machine Translation (Pusat untuk penterjemahan dengan mesin) di Universitas Carnegie Mellon, AS, pada pertengahan tahun 1995 di seluruh dunia ada kira-kira 3,5 juta dokumen Web dan setiap hari ada tambahan tidak kurang dari kira-kira 6000 dokumen baru. World Wide Web sangat luas. Browser saat ini sudah banyak menyediakan alamat-alamat yang bisa dikunjungi dengan mudah. Netscape Navigator yang menyediakan alamat-alamat yang sangat dekat dengan kegiatan sehari-hari, seperti untuk menjelajadi perpustakaan diberbagai belahan universitas di dunia, tempat perbelanjaan buku, alat elektronik, kebutuhan sehari-hari dan berbagai macam bahan yang dapat diperoleh secara online melalui halaman World Wide Web. Bahkan pada saat ini Microsoft dengan Internet Explorer 4.0 nya mampu membuat pengguna baik yang sebelumnya menggunakan Windows maupun pengguna yang melakukan migrasi ke Windows ingin beralih ke browser Internet Explorer 4.0 yang menyediakan alamatalamat yang sangat mudah dituju dan selalu disesuikan dengan keadaan setempat, bukan hanya alamat-alamat, akses kerja yang lumayan cepat dibandingkan dengan browser lainnya. Browser Internet Explorer yang didisain untuk memenuhi hasrat para pengguna internet sehingga jika anda memperkenalkan Sistem Operasi Windows '98 secara otomatis Internet Explorer akan tersedia didalamnya. Membahas tentang Web tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Web mulai mengubah cara para pengusaha memasarkan dan mempromosikan usaha dan produkproduk mereka, karena menampilkan informasi melalui WEB lebih murah dan mempunyai jangkauan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan cara melalui media lain. Sebuah halaman Web juga dapat dibuat dan diubah dengan relatif mudah, sehingga perubahan-perubahan informasi dan tampilan visual jika ada dapat diubah

10

dengan cepat dan mudah. Karena itu tidaklah mengherankan jika banyak dari instansi, sekolah akademi, perguruan tinggi, pendidikan-pendidikan formal dan non formal lainnya berupaya agar dapat menyajikan sistem informasi yang mereka miliki dapat tersaji dengan mudah, ekonomis dan cepat di internet. Jumlah pemakai Web meningkat dengan pesat, diperkirakan bahwa akhir tahun 1995 ada 4,5 juta konsumen di AS yang terhubung dengan Web. Menurut majalah Interactive Home, nilai penjualan melalui WWW pada tahun 2000 nanti diperkirakan akan mencapai US$ 4,5 milyar atau 40,3 % dari nilai seluruh penjualan melalui media elektronik (electronic sales) pada tahun ini. Tetapi World Wide Web mempunyai beberapa kelemahan. Salah satu diantaranya adalah: WWW itu lamban. Hal ini disebabkan oleh karena informasi yang dikirim melalui Web tidak hanya terdiri dari teks, tetapi mengandung gambargambar, sehingga satu halaman biasanya mengadung lebih banyak bit informasi dibandingkan dengan misalnya satu halaman email. Jadi untuk dapat mengirim dokumen-dokumen Web (yang mengandung gambar) dengan cepat, diperlukan saluran-saluran transmisi yang cepat pula. Internet memang memiliki jaringan tulang punggung (back bone network) yang cepat. Tetapi saluran transmisi ke komputerkomputer di rumah penduduk umumnya masih terdiri atas saluran telepon konvensional dari kawat tembaga yang jauh lebih lamban. Juga laju tranmisi modem (modulatordemodulator) yang digunakan biasanya tidak lebih dari 14400 bps atau paling tinggi 28800 bps. Karena itu, untuk menampilkan satu halaman dokumen Web dilayar komputer, diperlukan sampai 20 detik, kadang-kadang bahkan satu menit atau lebih, tergantung pada banyaknya dan besarnya gambar yang ada pada halaman itu. Makin banyak dan makin beasar gambarnya, makin panjang waktu yang akan dperlukan. 4. TINJAUAN PUSTAKA Perpaduan antara berbagai jenis jaringan Intranet (Khoe Yao Tung, Teknologi Jaringan Intranet) memungkinkan terbentuknya suatu jaringan yang berskala besar yang sering disebut dengan jaringan internet atau jaringan global. Jaringan Komputer kian mewabah pemakaiannya dewasa ini, dari berbagai sistem yang telah dan akan diterapkan memberikan gambaran bahwa peralihan zaman dari komputer pribadi menjadi komputer yang telah siap terhubung ke dunia jaringan komputer atau internet kian besar kemungkinannya, seperti yang telah dituturkan oleh Bournellis Cynthia kepada Personal Computer Magazine, Amerika, yang terbit pada bulan November 1995, dengan judul Internet World. Kebutuhan akan jaringan semakin besar, maka semakin besar pula aspek error connecting yang ada, peralihan data yang lebih besar membutuhkan kecepatan dan pelayanan dari hardware yang baik (DC. Green, dalam bukunya Komunikasi Data). Data yang menjadi sasaran utama dalam hubungan antar komputer pada jaringan internet memerlukan pemeliharaan (maintanance) yang sangat efektif, kadangkala data yang kita dapatkan dari hasil download di jaringan internet sering timbul pesan Not Valid Archive atau pesan-pesan lain yang menandakan bahwa data yang telah kita dapatkan tersebut di tertampung secara utuh, kejadian-kejadian seperti ini merupakan suatu bencana yang sangat besar bagi perorangan dan bahkan perusahaan-perusahaan yang sangat besar dimana data tersebut yang karena besar dan koneksi yang lambat serta sangat dibutuhkan ternyata tidak memenuhi sasaran. Hal-hal diatas perlu suatu kejelian dan keterampilan-keterampilan yang sangat memadai dalam dunia jaringan komputer, khususnya internet, dimana saat ini sangat

11

banyak pengguna internet, kadangkala mengabaikan aspek-aspek yang kiranya sangat mudah untuk dilakukan tetapi karena keterampilannya yang sangat minim, hingga berakibat fatal (Buku : Pedoman Belajar Internet oleh Douglas W. Allen). Teknologi internet, seperti yang telah diterangkan diatas memerlukan suatu protokol yang dinamakan dengan protokol TCP/IP (Transfer Control Protocol / Internet Protocol) yang diterapkan seiring dengan melajunya pemakaian jaringan internet, seperti yang dikemukakan oleh Drew Heywood dalam bukunya yang berjudul Konsep dan Penerapan Microsoft TCP/IP, jaringan internet memerlukan TCP/IP sebagai suatu protokol atau interface yang sangat baik, selain IPX yang sudah kita kenal dalam sistem operasi Novell. Tentu kita bertanya-tanya, apa saja yang akan ditampilkan dalam peralihan data-data yang ada pada jaringan internet menggunakan protokol TCP/IP tersebut, datadata yang kita miliki dengan sedemikian rupa karakteristiknya dapat secara mudah ditampilkan dalam jaringan internet, E. Setiawan dalam tulisannya yang berjudul Internet dan World Wide Web Selayang Pandang, telah memberikan gambaran kepada kita apa saja yang dapat disajikan dalam jaringan komputer selain Electronic Mail yang telah digunakan sejak awal penerapan jaringan komputer oleh ARPnet. Lebih jauhnya halaman Web yang ditampilkan memiliki karakteristik dan tampilan yang berbeda-beda pula, saat ini perkembangan perancangan dan disain halaman Web sangat mudah dilakukan dengan menggunakan HTML seperti yang dikemukan oleh John Mccoy pada bukunya yang berjudul Menguasai Desain WEB. Desain WEB merupakan suatu keterampilan yang juga kiranya memerlukan ketekunan yang teliti dan baik bagi seorang WEB Master (System Administrator WEB pada suatu Server), karena WEB yang menarik akan sering dikunjungi oleh pemakai internet, dengan menggunakan HTML kita akan lebih diarahkan dengan pengenalan baris-baris komentar yang hampir mirip dengan bahasa-bahasa pemrograman yang telah kita kenal seperti Pascal, C / C++, Basic dan lain sebagainya. Bagaimanapun HTML merupakan bahasa yang pertama sekali diterapkan untuk mempublikasi halaman WEB pada jaringan komputer (Dios Kurniawan, pada bukunya yang berjudul HTML 3 untuk publikasi di Internet). Saat ini penyajian-penyajian halaman WEB sudah dijadikan suatu tempat yang sangat efektif dan merupakan media yang ekonomis dibandingkan dengan media-media lain yang mempunyai akses dunia, perpustakaan perguruan tinggi dan berbagai lembaga akademis lainnya juga memanfaatkan WEB suatu media yang sangat efektif untuk penyajian informasi seperti yang telah dikemukakan oleh Irvan Nasium dalam analisisnya tentang Situs Perguruan Tinggi Indonesia pada majalah Info Komputer Internet yang terbit pada bulan 15 Desember 1997. Penyajian sistem informasi perpustakaan perguruan tinggi saat ini merupakan suatu hal yang sangat dinanti-nantikan oleh para pengguna internet, karena mereka dapat dengan mudah melihat dan bisa mengakses data pada perpustakaan perguruan tinggi yang telah memiliki halaman WEB pada internet, hingga kadangkala kita juga memerlukan suatu alamat-alamat yang tersusun secara rapi dan up to date seperti yang dikemukan oleh Lani Sidarta dalam bukunya yang berjudul Direktori World Wide Web Indonesia dan Dunia. 5. METODOLOGI PENELITIAN

12

Dalam Perancangan Sistem Informasi perpustakaan Perguruan Tinggi melalui media Jaringan Komputer, maka metodologi yang digunakan untuk pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1. Wawancara Wawancara dilakukan dengan pegawai atau instansi yang berwenang yaitu pada bagian sistem informasi yang secara tidak langsung berkepentingan dalam perancangan sistem.

2. Literatur Pustaka Literatur pustaka dapat diambil dari sumber-sumber ataupun buku-buku yang ada relevansinya dengan penelitian yang dilakukan serta untuk mendapatkan informasi ataupun data yang lebih akurat dan obyektif. 3. Survey Lapangan Merancang secara langsung proses penyajian sistem informasi perpustakaan perguruan tinggi dari berbagai media atau kalangan. 4. Observasi Melalui jaringan internet untuk mendapatkan gambaran WEB perpustakaan perguruan tinggi dan informasi lainnya yang mendukung tugas akhir. 7. JADUAL DAN TEMPAT PENELITIAN 7.1. Jadwal Penelitian NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN
1 2

BULAN MARET APRIL 1999


3 4 5 6 7 8

Oriantasi Umum Pembuatan Proposal Penelitian Pengujian dan Analisa Penulisan Skripsi

X X X X X X X X

7.2. Tempat Penelitian Perpustakaan dan Lab Jaringan Komputer Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km. 14, Telp : +62-274-895287 Fax : +62-274-895007 Email : labjar-uii@mailcity.com 7.3. Sistematika Penulisan Skripsi Dalam penyusunan tugas akhir ini, diberikan uraian bab demi bab yang berurutan untuk mempermudah pembahasannya. Dari pokok-pokok permasalahan, dapat dibagi menjadi lima bab yaitu : Bab 1 : pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, pembatasn masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, landasan teori, metodelogi penelitian, jadual dan tempat penelitian dan sistematika penulisan skripsi.

13

Bab 2 : pembahasan mengenai WEB yang meliputi:pengertian tentang WEB, unsur penyajian WEB yang meliputi desain visual, desain isi, unsur interaktif dan keterbaruan informasi ; perancangan WEB perpustakaan perguruan tinggi. Bab 3 : pada bagian ini, akan membahas mengenai metodelogi penelitian atau Perancangan yang meliputi : analisa terhadap sistem yang lama, pengumpulan data dalam bentuk tabel, perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan, dan urutan proses pengerjaan. Bab 4 : tentang Perancangan Aplikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi yang meliputi perancangan awal dan berbagai macam teknik yang digunakan. Bab 5 : Merupakan penutup yang berisikan kesimpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA
Bournellis Cynthia, Internet World, November 1995, Personal Computer Magazine, Amerika. 2. DC. Green, Komunikasi Data, 1995, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta. 3. Dios Kurniawan, HTML 3 untuk publikasi di Internet, 1997, BPFE Yogyakarta. 4. Douglas W. Allen, Steve Johnson. Pedoman Belajar Internet., 1998, PT. Elexmedia Komputindo, Jakarta. 5. Drew Heywood, Konsep & Penerapan Microsoft TCP/IP, 1997, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta. 6. E. Setiawan, Internet dan World Wide Web Selayang Pandang, 1996, Elexmedia Komputindo, Jakarta. 7. Irvan Nasium, Situs Perguruan Tinggi Indonesia, Edisi 15 November - 15 Desember 1997, Info Komputer Internet, Jakarta. 8. John Mccoy, Menguasai Desain WEB, 1997, PT. Elexmedia Komputindo, Jakarta. 9. Khoe Yao Tung, Teknologi Jaringan Intranet, 1997, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta. 10. Lani Sidarta, Direktori Word Wide Web Indonesia dan Dunia, 1996, PT. Elexmedia Komputindo, Jakarta. 11. Sampurna, Belajar Sendiri Membuat Homepage dengan HTML, 1997, PT. Elexmedia Komputindo, Jakarta.
1.

14