Anda di halaman 1dari 11

GEOLOGI REGIONAL KARANGSAMBUNG

Daerah Karangsambung memiliki ciri khas geologi yang sangat menarik untuk dipelajari. Pada daerah ini terdapat batuan Pra-tersier dengan jenis batuan yang beragam serta tatanan dan struktur geologi yang sangat kompleks. Kondisi geologi yang kompleks ini terbentuk karena pada daerah karangsambung merupakan zona meratus, yaitu daerah pertemuan antara lempeng (subduksi) yang terangkat. Lempeng yang saling bertabrakan tersebut membentuk boudin-boudin lonjong yang membentuk formasi masing-masing dengan jenis batuan yang beragam. Sebelum palung subduksi tersebut terangkat, banyak jenis batuan yang terendapkan dengan batuan dominannya berupa batu lempung. Pada daerah ini juga ditemukan batuan yang berada di laut dalam, karena proses pengangkatan pada zona palung subduksi tersebut. Geologi Karangsambung mempunyai formasi yang khas jika dibandingkan dengan daerah lain. Hal ini terlihat dari bentuk morfologi yang berbentuk lonjong-lonjong dan berbukit dengan batuan yang berbeda-beda, stratigrafi daerah ini sangat khas dan membentuk formasi yang beragam, struktur geologi pada daerah ini terdiri dari lipatan, sesar dan kekar. 1. Geomorfologi Regional Di daerah ini dapat dibedakan empat satuan morfologi yaitu pegunungan, perbukitan, dataran alluvial, batuan intrusi atau pegunungan muda.

Gambar 1.1 Morfologi Karangsambung

2. Stratigrafi Geologi Regional Stratigrafi daerah pengamatan Luk Ulo menunjukkan bahwa formasi batuan tertua, sedangkan formasi selengkapnya yaitu: Kompleks Melange Luk Ulo yang berumur Pra Tersier. Formasi Karangsambung yang terdiri atas Lempung Hitam. Formasi Totogan dengan batuan utamanya lempung bersisik. Formasi Waturanda yang terdiri atas perlapisan batu pasir dan batuan breksi. Formasi Panosogan yang terdiri atas perselingan lempung dan pasir karbonat.

Gambar 2.1 Stratigrafi

3. Struktur Geologi Regional Struktur geologi yang dijumpai adalah lipatan, sesar, dan kekar. Pada umumnya struktur tersebut dijumpai pada batuan yang berumur Kapur hingga Pleosen. Di beberapa tempat struktur lipatan dan sesar tercermin dan tampak jelas pada benuk bentang alamnya seperti yang terdapat di Karang Sambung. Di tempat lain bentuk

struktur hanya dapat diketahui dari pola bentuk sebaran batuan atau ditafsirkan dari pengukuran lapisan di lapangan. Sukendar Asikin (1974) berdasarkan penelitiannya mendapatkan hasil bahwa secara umum sesar-sesar utama di daerah Luk Ulo ini mempunyai arah timur lauttenggara untuk daerah utara, dan arah utara selatan. 4. Daerah Luk Ulo 4.1. Latar belakang Luk Ulo merupakan formasi tertua berupa melange yang sangat kompleks, berumur Pra Tersier. Batuannya meliputi graywacke, lempung hitam, lava bantal yang beasosiasi dengan rijang dan lempung merah, turbidit klastik, dan ofiolit yang tersisipkan diantara batuan metamorfose berfasies sekis. Batuanbatuan tersebut merupakan hasil dari pencampuran secara tektonik pada jalur penunjaman (subduction zone), yang juga telah melibatkan batuan-batuan asal kerak samudra dan kerak benua. Kompleks ini dibagi menjadi 2 satuan berdasarkan dominasi fragmen pada masa dasarnya, yaitu satuan Jatisamit di sebelah Barat dan satuan Seboro di sebelah Utara. 4.2. Intrusi Batuan Diabase di gunung Parang Gunung Parang merupakan daerah penelitian dengan menggunakan metode gayaberat dan magnetik, guna mengamati bagaimana bentuk intrusi gunung Parang dibawah permukaan. Secara geologi, gunung Parang merupakan intrusi batuan beku diabas. Berwarna abuabu terang, fanerik, masif, terdapat banyak mineral plagioklas dengan tekstur mineral konsentris. Terdapat struktur kekar kolom dengan struktur : 900, N 63 E ; 480, N 74 E; 500, N 65 E; 710, N 68 E, Pengamatan dilakukan di bagian barat gunung parang. Arah kekar tegah lurus dengan bidang pendinginan, sehingga pada gunung Parang dilihat dari arah kekarnya membentuk bidang pendinginan berupa kipas terbalik.

5. Daerah Seling 5.1. Latar belakang Pada daerah Seling khususnya di dusun Sambeng merupakan suatu wilayah yang pernah mengalami longsoran tanah. Daerah ini didominasi satuan batuan napal lempungan dan breksi yang mengandung air, dimana bagian bawah permukaan daerah ini adalah batuan kompak yang tidak dapat menyerap air, sehingga kemungkinan terbentuk bidang lincir pada batas batuan tersebut yang mempengaruhi arah longsoran tanah pada daerah tersebut. 5.2. Geologi Daerah Seling Satuan batuan utama pada daerah ini adalah satuan batuan breksi dan Satuan batuan Napal Lempungan. Kedua satuan batuan ini dilewati oleh zona longsoran, dapat dikatakan zona longsoran memotong kedua satuan batuan ini. Longsoran pada daerah ini merupakan longsoran rayapan dimana pergerakan tanah yang terjadi secara perlahan dalam jangka waktu cukup lama.

Gambar 5.1 Seling : tiang listrik yang miring akibat longsoran

6. Situs-situs di Karangsambung Beberapa situs yang bisa dipelajari untuk mengetahui sejarah bumi, khususnya proses evolusi lempeng Asia bagian tenggara. 6.1. Situs Batuan Metamorf Serpentinit di Pucangan

Batuan berwarna kehijauan ini berasal dari perut bumi di bawah lantai samudra. Batu ini malihan dari batu ultra basa hasil pembekuan magma pada kerak samudra. Batu ini berubah ketika bersentuhan dengan air laut dan berubah lagi ketika masuk zona tunjaman dan terangkat ke permukaan bumi.

Gambar 6.1 Batuan Metamorf Serpentinit di Pucangan

6.2. Situs Batuan Metamorf Sekis Mika di Kali Brengkok Batuan dengan mineral mika yang berkilauan ketika tertimpa sinar matahari ini adalah batu tertua yang tersingkap di Pulau Jawa. Pengukuran dengan radioaktif menunjukkan batuan ini berumur 121 juta tahun, dari Zaman Kapur. Batuan alas Pulau Jawa ini memiliki nilai ilmiah tinggi karena membuktikan bahwa sejak zaman itu telah terjadi tumbukan lempeng samudra dengan lempeng benua di kawasan Karangsambung. Batuan ini berasal dari batuan pasir yang mengandung mineral asam dari lempeng benua yang masuk ke zona subduksi dan berubah menjadi sekis mika.

Gambar 6.2. Batuan Metamorf Sekis Mika di Kali Brengkok

6.3. Situs Batu Rijang dan Lava Basal Berbentuk Bantal di Kali Muncar Batuan sedimen ini terbentuk di dasar samudra purba 80 juta tahun lampau. Batu ini memberi fakta kuat bahwa dahulu Karangsambung adalah dasar samudra yang terangkat oleh proses geologi. Batuan sedimen berwarna merah memanjang sekitar 100 meter pada dinding Kali Muncar itu ibarat layar pertunjukan wayang kulit, atau kelir dalam bahasa Jawa. Hal ini membuat masyarakat setempat menamainya Watu Kelir, apalagi di atasnya terdapat batuan beku yang bentuknya mirip kenong dan gong. Batuan sedimen merah ini terdiri atas lapisan rijang dan lapisan lempung merah gampingan. Rijang berwarna merah karena mengandung unsur besi dan berisi fosil Radiolaria berusia 80 juta tahun atau Zaman Kapur Atas. Batuan dasar samudra pada kedalaman minimal 4.000 meter ini seharusnya horizontal, tapi menjadi tegak karena pengaruh tektonik yang mengangkatnya. Batuan beku di bagian atasnya adalah lava basal dari gunung berapi di dasar laut. Lava bantal ini terbentuk pada zona pemekaran dasar samudra, yang langsung membeku ketika terkena air laut. Batu ini adalah bukti adanya kegiatan vulkanis bawah laut yang mengakibatkan pemekaran tengah laut.

Gambar 6.3 Lava Basal Berbentuk Bantal di Kali Muncar

6.4. Situs Batuan Breksi di Bukit Waturanda Batuan kehitaman ini mengandung fragmen andesit dan lava. Singkapan batuan di tepi jalan dengan lereng tebing vertikal ini perselingan batu pasir dengan breksi. Formasi Waturanda ini ditafsirkan sebagai fluxoturbidite yang diendapkan pada cekungan muka busur. Sumber material diperkirakan berasal dari aktivitas magmatik Eosen-Miosen. Desa Karangsambung yang dikenal sebagai Luk Ulo merupakan salah satu daerah penting dalam bidang geologi. Singkapan di daerah ini merupakan yang terlengkap di Pulau jawa, berupa singkapan batuan beku, sedimen dan metamorfosa berumur Pra Tersier, serta pola struktur khas yang merupakan komponen hasil tumbukan. di daerah ini kemudian dibangun Kampus Lapangan yang dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geoteknologi LIPI. Batuan tertua berumur Pra-Tersier, terkelompok dalam Kompleks bancuh Luk Ulo yang terdiri dari fragmen-fragmen batuan-batuan metamorf, beku basaultrabasa dan sedimen laut dalam, dengan massa-dasar batu lempung terekristalisasi. Kontak batuan berupa struktur gerusan merupakan salah satu ciri kompleksini. Kompleks ini ditutupi oleh batuan sedimen Formasi karangsambung terdiri dari batulempung gampingan hingga napal, berwarna abu-abu gelap mempelihatkan struktur lengseran (slump), blok batulempung

foraminifera (Nummulites dan Discocyclina) yang terimbbrikasi, juga konglomerat polimik di sekitar batugamping. formasi Totogan sering kali disebut sebagai satuan Breksi-Lempung, Fragmen dalam lempung bersisik berukuran samapi bongkah, terdiri dari batulempung, batupasir, batugamping, konglomerat dan batuan beku basaltik. Kedua formasi ini mewakili endapan bancuh sedimemter atau endapan olistostrom. Selaras di atas formasi Totogan dijumpai formasi Waturanda yang terdiri dari breksi volkanik berselingan dengan batupasir tufan, berumur Miosen bawah. secra berangsur litologi yang ada berubah menjadi batupasir gampingan dan napal taufan yang dikenal sebagai Formasi Penosongan. Batuan beku di daerah ini terbentuk dalam tiga periode magmatik, diwakili oleh biabas, andesit basaltis dan riolit. Periode magmatik pertama pada zaman Pra-Tersier berafinitas toliet punggung tengah samudra, produk magmatiknya merupakan bagian dari bancuh Luk-Ulo. Periode kedua (Eosen akhir) dan ketiga (Oligosen) merupakan batuan terobosan berafinitas kalk-alkalin berasosiasi dengan proses subduksi. penelitian ini dimaksudkan untuk membuat dokumentasi visual terhadap data geologi yang belum pernah dilakukan sebelumnya. 7. Beberapa Batuan di Karang Sambung Beberapa singkapan batuan yang menarik untuk diamati ialah Bukit Jatibungkus, Gunung Parang, Bukit Wagir Sambeng, Gunung Sipako, Krakal, dan Kali Brengkok. 7.1. Bukit Jatibungkus Bukit berukuran 350 x 150 meter ini tampak terisolir di antara dataran di sisi utara dan selatannya. Di lokasi ini terdapat batugamping dengan fosil berupa Foraminifera besar, ganggang merah, ganggang hijau, serta Milliodidae. Selain itu, ditemukan juga pecahan-pecahan kuarsa, rijang, dan batuan metamorf, yang mengindikasikan bahwa batuan ini diendapkan dekat dengan sumbernya.

Gambar 7.1 Bukit Jatibungkus.

7.2. Gunung Parang Di gunung ini, dapat diamati bentuk kekar kolom seperti yang terdapat pada Devils Tower di Wyoming, Amerika Serikat. Gunung yang tersusun dari batuan beku Diabas ini merupakan intrusi konkordan berupa sill yang menerobos Fm. Karangsambung dan Fm. Totogan.

.Gambar 7.2 Gunung Parang

7.3. Bukit Wagir Sambeng Gunung ini seluruhnya tersusun oleh asosiasi rijang dan batulempung gampingan berwarna merah. Singkapan yang merupakan endapan laut dalam ini berlapis hampir vertikal membentuk puncak-puncak punggungan yang sempit, memberikan kenampakan yang mempesona sebagai suatu monumen. Morfologi amphiteater dan kondisi geologi Karangsambung dapat dilihat dari puncak gunung ini.

7.4. Gunung Sipako Di sini terdapat singkapan filit berwarna hitam pada dinding sungai yang terjal. Batuan ini terbentuk selama proses penunjaman serta merupakan batuan metamorf berderajat rendah. Proses tektonik dan deformasi lebih lanjut berupa patahan geser searah aliran sungai, membentuk lipatan-lipatan kecil serta struktur gores garis pada batuan filit.

Gambar 7.3 Bukit Sipako

7.5. Krakal Daerah yang terletak di Kecamatan Alian ini berupa pemandian air panas. Terbentuknya mataair panas yang bersifat basa ini bukan karena aktivitas gunungapi, tetapi hasil induksi panas dari dalam bumi akibat adanya patahan yang mengenai daerah ini. Untuk menuju tempat ini, dapat menggunakan angkot jurusan Kebumen-Alian langsung dari Kebumen. 7.6. Kali Brengkok Di tempat ini terdapat sekis mika berwarna abu-abu cerah dan tampak mengkilap terkena sinar matahari dan merupakan batuan tertua di Pulau Jawa, yang menjadi alas pulau ini. Batuan yang terdiri dari mineral mika ini terbentuk karena pengaruh tekanan yang sangat kuat hingga menjadi sekis mika di dalam kulit bumi.

.
Gambar 7.4 Kali Brengkok

DAFTAR PUSTAKA
http://retnoristia.wordpress.com/2010/09/25/karangsambung-black-box-nya-prosesalam/ (diakses pada Sabtu, 7 Januari 2012 ad pukul 19.30 WIB) http://geoful.wordpress.com/geologi-karang-sambung/(diakses pada Sabtu, 7 Januari 2012 ad pukul 19.45 WIB)