Anda di halaman 1dari 8

Cluster Headache

Definisi
Nyeri kepala klaster (cluster headache) merupakan nyeri kepala vascular yang juga dikenal sebagai nyeri kepala Horton, nyeri kepala histamine, sindrom Bing, Neuralgia migrenosa, atau migren merah (red migraine) karena pada waktu serangan akan tampak merah pada sisi wajah yang nyeri .

Epidemiologi
Nyeri kepala ini lebih sering diketemukan pada laki laki daripada wanita dengan perbandingan 5 : 1, biasanya timbul pada umur 20 40 tahun dan akan berkurang pada umur 60 65 tahun. Serangan terjadi pada waktu waktu tertentu, biasanya dini hari menjelang pagi dan akan membangunkan penderita dari tidurnya karena nyeri.

Etiologi Etiologi untuk nyeri kepala klaster adalah sebagai berikut : - Penekanan pada nervus V akibat dilatasi pembuluh darah sekitar - Pembengkakan dinding arteri carotis interna - Pelepasan histamine - Letupan paroxysmal parasimpatis - Abnormalitas hipotalamus - Penurunan kadar oksigen - Terdapat pengaruh genetic

Pencetus - Glyceryl trinitrate - Alcohol - Terpapar hydrocarbons - Panas - Terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur - Stress

Patofisiologi
Patofisiologi nyeri kepala klaster yang masih banyak dianut sampai saat ini : Nyeri kepala klaster timbul karena vasodilatasi pada salah satu cabang arteri karotid eksterna yang diperantarai oleh histamine intrinsic (Teori Horton). Serangan klaster merupakan suatu gangguan kondisi fisiologis otak dan struktur yang berkaitan dengannya , yang ditandai oleh disfungsi hipotalamus yang menyebabkan kelainan kronobiologis dan fungsi otonom. Ini menimbulkan defisiensi autoregulasi dari vasomotor dan gangguan respon kemoreseptor pada korpus karotikus terhadap kadar oksigen yang turun. Pada kondisi ini, serangan dapat dipicu oleh kadar oksigen yang terus menurun. Batang otak yang terlibat adalah setinggi pons dan medulla oblongata serta nervus V, VII, IX, dan X. Perubahan pembuluh darah diperantarai oleh beberapa macam neuropeptida (substansi P, dll) terutama pada sinus kavernosus (teori Lee Kudrow).

Manifestasi Klinis

Nyeri kepala yang dirasakan sesisi biasanya hebat seperti ditusuk tusuk pada separuh kepala ; di sekitar, di belakang atau di dalam bola mata, pipi, lubang hidung, langit langit, gusi dan menjalar ke frontal, temporal sampai ke oksiput. Nyeri kepala ini disertai gejala yang khas yaitu mata sesisi menjadi merah dan berair, konjugtiva bengkak dan merah, hidung tersumbat, sisi kepala menjadi merah panas dan nyeri tekan. Serangan biasanya mengenai satu sisi kepala, tapi kadang kadang berganti ganti kanan dan kiri atau bilateral. Nyeri kepala bersifat tajam, menjemukan dan menusuk serta diikuti mual atau muntah. Nyeri kepala sering terjadi pada lanjut malam atau pagi dini hari sehingga membangunkan pasien dari tidurnya. Serangan berlangsung sekitar 15 menit sampai 5 jam (rata rata 2 jam) yang terjadi beberapa kali selama 2 6 minggu. Sedangkan sebagai faktor pencetus adalah makanan atau minuman yang mengandung alcohol. Serangan kemudian menghilang selama beberapa bulan sampai 1-2 tahun untuk kemudian timbul lagi secara berkelompok.

Diagnosis
Diagnosis nyeri kepala klaster menggunakan kriteria oleh IHS adalah sebagai berikut : (IHS,2005)

a. Paling sedikit 5 kali serangan dengan kriteria seperti di bawah b. Berat atau sangat berat unilateral orbital, supraorbital, dan atau nyeri temporal selama

15 180 menit bila tidak di tatalaksana.


c. Sakit kepala disertai satu dari kriteria dibawah ini :

1. Injeksi konjungtiva ipsilateral dan atau lakriimasi 2. Kongesti nasal ipsilateral dan atau rhinorrhea 3. Edema ipsilateral kelopak mata 4. berkeringat pada bagian depan dan wajah ipsilateral 5. Ipsilateral miosis dan atau ptosis 6. Sensasi agitasi
d. Serangan mempunyai frekuensi dari 1 kali setiap hari berbeda hingga 8 kali pada hari

yang sama
e. Tidak berhubungan dengan kelainan yang lain

Gambaran Lokasi pada Nyeri Kepala Klaster

Penatalaksanaan

a) Istirahat total dan mengurangi atau menghindari faktor pencetus

b) Abortif : Oksigen : diberikan 7 liter per menit selama 10 15 menit

Ergotamin : Lebih dianjurkan dalam bentuk sublingual atau supositoris (sesuai dengan terapi migren)

c) Preventif Yang dianjurkan adalah sbb : Di bawah 30 tahun : Metilsergid 2 mg tablet dengan dosis 4 8 mg sehari dalam dosis

terbagi selama 3 6 bulan. 30 -45 tahun : Prednison 5 mg tablet dengan dosis 4 mg sehari dalam dosis terbagi selama 5 hari dan selanjutnya tapering off untuk 3 minggu. Di atas 45 tahun : Litium karbonat dengan dosis permulaan 300 mg dan perlahan lahan dinaikkan sampai 600 1200 mg sehari dalam dosis terbagi. Zat ini sangat toksik bila kadarnya dalam darah melebihi 1,2 mg/dL . (Harsono.2005)

Tabel Perbedaan Migren dan Nyeri Kepala Klaster

NK. KLASTER

MIGREN

SEKS

LAKI

WANITA

ONSET

20 40 TH.

15 20 TH.

LOKASI

UNILATERAL.

UNI/BILATERAL

FREK SERANGAN

BEBERAPA KALI/HARI

1 4 KALI/BULAN

NAUSEA/VOMITING

JARANG.

SERING.

Migrain Komplikata
Gejala-gejala neurologik yang mendahului timbulnya seranan migrain atau yang muncul seiring dengan migrain biasanya bersifat sementara. Kadang-kadang gejala itu berlangsung agak lama, tetapi akhirnya selalu sembuh tanpa sisa. Gejala-gejala itu dapat berupa hemiparesis, afasia, ataksia, disartria dan oftalmoplegia. Dokter yang menghadapi kasus demikian sering menduganya sebagai suatu manifestasi cerebrovaskulardisease. Hemiparesis atau oftalmoplegia dapat menyusul serangan migrain dalam waktu 6-10 jam, tetapi kadang-kadang setelah 1-10 hari. Dokter yang mengenal gambaran penyakit migrain komplikata tidak begitu khawatir apabila telah diketahui bahwa orang sakit sudah dikenal sebagai penderita migrain. Jika bukan demikian halnya, maka ia akan membuat diagnosa banding CVD atau migrain komplikata. Adanya nyeri yang jelas mendahului timbulnya gejala neurologik mempermudah analisa. Tetapi bilamana gejala neurologik timbul beberapa hari setelah terasanya nyeri kepala seisi, maka tidaklah mudah untuk menghubungkan gejala neurologik dengan migrain komplikata. Baik bagi dokter yang sudah mengenal maupun yang belum mengenal gambaran penyakit migrain komplikata, seyogyanya penderita dengan gejala defisit neurologik dan sakit kepala harus dikirim ke rumah sakit untuk arteriografi karotis. Bila hemiparesis atau oftalmoplegia sembuh tanpa sisa dalam beberapa hari sampai seminggu dan arteriografi karotis tidak mengungkapkan kelainan vaskular regional, maka diagnosa yang harus dibuat ialah migrain komplikata

atau migrain oftalmoplegik (bila kelumpuhan okuler yang terjadi) atau migrain hemiplegique (bila hemiparesis).

Tata laksana Tanpa pengobatan khusus hemiplegi atau oftalmoplegi dapat sembuh. Pd hemiplegi dapat diberi infus glycerol 10% atau obat anti edem cerebri co: mannitol.

Referensi : Mansjoer,A. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Ed. 3 jilid 2. Media Aeusclapius : Jakarta Harsono.2005. Kapita Selekta Neurologi. Gajah Mada University Press : Yogyakarta ICSI.2011. Health Care Guideline : Diagnosis and Treatment of Headache Neurologi klinis dalam praktek umum,Dian rakyat -kegawat daruratan neurologi. unpad