Anda di halaman 1dari 18

VI.

PEMBAHASAN Berdasarkan praktikum yang dilakukan dengan objek yang diamati adalah beberapa spesies dari divisi liliopsida dengan mendeskripsikan lebih lanjut pada sub kelas commelinidae dan alismatidae. Adapun specimen yang diamati berjumlah 5 macam tanaman yang merupakan anggota dari dua anak kelas tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

Oryza sativa Pandanus amaryllifolius Cyperus rotundus Anthurium cystallinum Limnocharis flava Cocos nucifera
Pengamatan pertama yang dilakukan adalah dengan objek yang diamati merupakan salah satu anggota dari ordo poales, tumbuhan ini amat lah familiar bagi manusia dan dikenal dengan nama daerahnya adalah padi. Padi memiliki nama ilmiah Oryza sativa dan termasuk dalam family graminae. Tanaman padi sangat mudah ditemukan karena keberadaannya yang sangat urgent bagi kelangsungan hidup manusia, Negara Indonesia pun dikenal dengan istilah lumbung padi karena jumlahnya yang sangat banyak terutama didaerah perdesaan. Padi memiliki beberapa varietas dari yang berkualitas tinggi sampai dengan kualitas rendah. Masa panen dari padi pun dari waktu ke waktu semakin singkat hanya butuh waktu 3 bulan saja untuk bisa memanen padi. Berikut klasifikasi dari padi adalah sebagai berikut: Klasifikasi Ilmiah Kingdom Divisio Kelas : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida

Subkelas Ordo Famili Genus Species

: : Poales, : Graminae : Oryza : Oryza sativaL.

Pengamatan pertama yang dilakukan adalah mengamati bagaimana morfologi dari tanaman padi secara fisik untuk menganalisa dan mengidentifikasikan bagaimana karakteristik dari padi baik itu bagian batang, daun, bunga maupun buahnya. Padi secara morfologinya berhabitus herba yakni tumbuhan yang tidak memiliki batang utama serta tidak terdapatnya jaringan kayu pada batangnyad. Bagian lain dari tanaman padi yang diamati adalah bagian batangnya, Batang pada padi memiliki tekstur beruas-ruas dan bagian dalamnya berongga (kosong), batang padi mampu tumbuh dengan tinggi berkisar 1 sampai 1,5 meter. Pada setiap ruas/buku batang terdapat bagian sebagai tempat tumbuh daun, yang memiliki bentuk pita dan berpelepah. Adapun bagian pelepah terletak melapisiseluruh permukaan batang. Daun pada padi secara morfologinya termasuk dalam jenis daun majemuk dalam artian dalam satu tangkai terdapat lebih dari satu helai daun (lamina). Bagian daunnya sendiri terdiri dari lamina daun yang memiliki memanjang menyerupai pita dengan pelepah daun yang menyelubungi batang. Lidah daun terletak pada bagian perbatasan antara helai daun dengan upih merupakan bagian daun yang menyelubungi batang, pelepah daun ini berfungsi memberi dukungan pada bagian ruas yang jaringannya lunak. Fungsi lidah daun adalah mencegah masuknya air hujan diantara batang dan pelepah daun (upih). Disamping itu lidah daun juga mencegah infeksi penyakit, sebab media air memudahkan penyebaran penyakit. Pertulangan daun yang menyusun daunya adalah sejajar dengan letak daun secara filotaksisnya adalah equitant. Adapun panjang dan lebar dari helai daun bergantungpada jenis varietas padi yang ditanam dan letaknya pada batang. Terdapat pula bagian daun bendera merupakan daun yang lebih pendek

daripada daun-daun di bawahnya, namun lebih lebar dari pada daun sebelumnya. Daun bendera ini terletak di bawah malai padi. mempunyai panjang daun terpendek dan dengan lebar daun yang terbesar. Adapun karakteristik dari tekstur daunnya adalah bersisik dan memilki telinga daun. Hal inilah yang menyebabkan daun padi dapat dibedakan dari jenis rumput yang lain. Bagian selanjutnya adalah diamati bagian perbungaan pada padi. Pada bunga padi terdapat bagian yang disebut malai merupakan sekumpulan bunga padi (spikelet) yang keluar dari buku paling atas. Bulir-bulir padi terletak pada cabang pertama dan cabang kedua, dan sumbu utama malai adalah ruas buku yang terakhir pada batang. Panjang malai tergantung pada varietas padi yang ditanam dancara bercocok tanam. (Aak, 1992). Bunga padi termasuk dalam jenis bunga telanjang artinya mempunyai perhiasan bunga. Dan distribusi seksnya adalah dioceous atau berkelamin dua jenis dengan bakal buah yang diatas. Alat perkembangbiakannya memilki benang sari ada 6 buah, tangkai sarinya pendek dan tipis, kepala sari besar serta mempunyai dua kandung serbuk. Putik mempunyai dua tangkai putik, dengan dua buah kepala putik yang berbentuk malai dengan warna pada umumnya putih atau ungu (DepartemenPertanian, 1983). Buah padi yang sehari-hari kita sebut biji padi atau butir/gabah,sebenarnya bukan biji melainkan buah padi yang tertutup oleh lemma dan palea. Buah ini terjadi setelah selesai penyerbukkan dan pembuahan. Lemma dan palea serta bagian lain yang membentuk sekam atau kulit gabah. Jika bunga padi telah dewasa, kedua belahan kembang mahkota (palea dan lemmanya) yang semula bersatu akan membuka dengan sendirinya sedemikian rupa sehingga antara lemma dan palea terjadi siku/sudut sebesar 30-600 Komponen-komponen (bagian) bunga padi adalah: a) b) c) kepala sari tangkai sari, palea (belahan yang besar),

d) e) f)

lemma (belahan yang kecil), kepala putik, tangkai bunga.

Adapun manfaat dari padi sendiri bagi manusia adalah sebagai berikut: a. Selaput biji (Gu ya) berkhasiat untuk mengatasi lambung , limpa lemah, tidak nafsu makan, gangguan pencernaan, rasa penuh di dada dan perut, beri-beri, tangan dan kaki rasa kesernutan, baal. b. c. Tangkai buah (merang) berkhasiat untuk mengatasi rambut kotor, keguguran. Biji (beras) berkhasiat untuk mengatasi demam, diare, gondongan, rematik, kesleo, radang payudara, radang kulit,bisul. d. Akar (No tao ken) berkhasiat untuk mengatasi keringat berlebiban, berkeringat spontan, filariasis. Pengamatan yang kedua dengan objek pengamatannya adalah salah satu anggota dari ordo pandanales. Tumbuhan ini dikenal dengan nama daerahnya adalah pandan termasuk dalam family pandanaceae. Tanaman pandan wangi memiliki nama latin Pandanus amaryllifolius Roxb. Tanaman ini dipercayai berasal dari Bangka, Indonesia serta telah tersebar luas di kawasan Asia Tenggara. Tanaman pandan wangi tumbuh di daerah tropis dan banyak ditanam di halaman atau di kebun. Tanaman ini memilki ciri khas yakni bagian daunya memiliki bau harum sehingga sering dimanfaatkan sebagai pengharum dalam bahan makanan alami. Adapun klasifikasi dari tanaman pandan sendiri adalah sebagai berikut: Klasifikasi ilmiah Kingdom Divisi Kelas Sub kelas Ordo Family : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Lilidae : Pandanales : Pandanaceae

Genus Spesies

: Pandanus : Pandanus amaryllifolius

Pengamatan yang pertama dilakukan adalah mengamati bagaimana morfologi dari pandan secara fisiknya untuk menganalisa dan mengidentifikasikan bagaimana karakteristik dari tanaman pandan tersebut. Pandan secara umum memilki habitus sebagai semak yang tumbuh menahun dengan tinggi berkisar 1-2 m. adapun bagian batang pada pandan ini batangnya berbetuk bulat dengan bekas duduk daun, memiliki percabangan dengan tipe percabangan simpodial yakni bagian kuncup terminalnya berperan dalam membawa perbungaan yang akan mati bila telah berbuah letaknya menjalar, serta terdapat akar tunjang yang keluar di sekitar pangkal batang dan cabang. Bagian selanjutnya yang diamati adalah bagian daunnya, daun pada pandan termasuk dalam jenis daun tunggal yaitu daun yang berjumlah satu dalam satu tangkai dengan daun duduk, dengan pangkal memeluk batang, tersusun berbaris tiga dalam garis spiral. Sedangkan secara filotaksis letak daunya memiliki tipe equitant dalam artian bertumpuk antara lamina daun yang satu dengan lamina daun yang lainnya.,. Helaian daunnya(lamina) berbentuk pita (lancet), tipis, dan memilki tekstur licin pada bagian ujung daunnya berbentuk runcing, sedangkan bagian tepian daunya memilki tekstur rata(entire), pertulangan daun yang menyusunya adalah bertulang sejajar, dengan panjang 40 80 cm, dan lebar 3 5 cm, daunya tebal dan tidak berdaging, urat daun kerap kali hanya berbeda sedikit. Pangkal daun kerap kali jelas
dengan pelepah yang memeluk batang. Bunga kerap kali berbilangan, berduri tempel pada

ibu tulang daun permukaan bawah bagian ujung-ujungnya, warna hijau. Daun tidak
tersusun demikian rapat menjadi rozet

Bagian selanjutnya adalah perbungaan pada tanaman pandan. Bunga majemuk yaitu dalam satu tangkai terdapat lebih dari satu bunga dalam bentuk bongkol, dan memilki warna putih. Termasuk dalam jenis tumbuhan yang tidak memiliki kelengkapan pada bagian bunganya namun dapat dikatakan memilki bunga sejati. Sedangkan alat perkembangbiakan pada pandan ini terdiri dari benang sari sebagai alat perkembangbiakan jantan dan putik sebagai alat perkembangbiakan betina yang

berjumlah sedikit. Buahnya buah batu, menggantung, bentuk bola, diameter 4 7,5 cm, dinding buah berambut, warnanya jingga. Pemanfaatan pandan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai zat aditif makanan yang di gunakan sebagai pengharum makanan guna memancing selera makan. Digunakan pula sebagai pengharum dalam produk minuman. Dalam event pernikahan pun pandan digunakan dalam pendekorasian ruang kamar pengantin atau tempat pelaminan biasanya dirias dengan dekorasi cantik dan seringkali menggunakan bahan-bahan alami seperti bunga segar atau lainnya selain itu digunakan pula sebagai pengharum toilet yang cukup bersih dan nyaman dgunakan, terletak di lokasi yang cukup modern. Pada saat upacara penyemayaman jenasah, upacara penghantaran ke makam dan prosesi pemakaman, bagi orang Jawa selalu disertai dengan taburan bunga sesaji. Bunga ini terdiri dari campuran bunga mawar merah dan mawar putih, melati atau kantil, kenanga, serta ditambah dengan irisan daun pandan wangi, yang kesemuanya dicampur menjadi satu. Pandan wangi juga dikatakan mempunyai khasiat perubatan. Bagi kegunaan perubatan pula antaranya adalah untuk merawat penyakit demam campak dan juga dikatakan berkesan bagi mengubati penyakit gonorea, sifillis, denggi dan anaemia. Pengamatan yang ketiga adalah dengan objek yang diamati salah satu spesies dari ordo alisamatales dan family limnocharitaceae. Tumbuhan ini dikenal dengan nama ilmiahnya adalah limnocharis flava. Tumbuhan ini memilki nama daerahnya adalah genjer dan konon berasal dari Amerika. Genjer merupakan salah satu sumber sayuran orang miskin, yang dimakan orang desa apabila tidak ada sayuran lain yang dapat dipanen. Dalam bahasa internasional dikenal sebagai limnocharis, sawah-flower rush, sawah-lettuce, velvetleaf, yellow bur-head, atau cebolla de chucho. Adapun klasifikasi dari tanaman genjer ialah sebagai berikut: Klasifikasi Ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Ordo: Famili: Genus: Spesies:

Liliopsida Alismatales Limnocharitaceae Limnocharis Limnocharis flava

Pengamatan pertama yang dilakukan adalah mengamati bagaimana morfologi dari tanaman genjer ini secara fisiknya untuk menganalisa dan mengidentifikasikan bagaimana karakteristik dari tanaman tersebut. Dilihat secara morfologinya genjer termasuk dalam tanaman berhabitus herba yakni tumbuhan yang memilki batang dengan struktur lunak karena tidak terdapatnya jaringan kayu pada bagian dalam batangnya. Pertumbuhan batangnya dapat mencapai tinggi setengah meter ini mudah ditemukan di perairan dangkal seperti sawah atau rawa; rimpang tebal dan tegak, terbenam dalam lumpur. Karakteristik bagian batang dari genjer ini secara menyeluruh tumbuhan genjer ini termasuk pada tumbuhan berbatang jelas sifat dari batang pada genjer ini adalah basah (herba) karena memilki kandungan air yang banyak pada bagian dalam batangnya, dan batangnya terlihat dengan jelas serta berwarna hijau. Berbeda dengan acaulis, selain tidak terlihat batangnya biasanya acaulis letak daun-daunnya sangat merapat. Batang tanaman genjer berbentuk bundar (globosus). Berdasarkan arah batang di atas tanah genjer memiiki batang yang tegak (erectus) dengan berarah tegak lurus ke atas. Bagian selanjutnya adalah daun pada tanaman genjer. Berdasarkan jenis daunnya genjer termasuk dalam jenis tanaman yang memilki daun tunggal(folium simplex) dan dapat dikategorikan bagian daunnya memiliki kelengkapan karena daun genjer mempunyai ketiga bagian-bagian daun itu. Jadi berdasarkan kelengkapan daun, tanaman genjer ini termasuk pada daun lengkap. Secara filotaksisnya letak daun pada tanaman genjer memilki tipe equitant yakni bagian helai daun yang satu dengan yang lainya

saling tertumpuk. Pada tanaman ini tidak ditemukan daun tambahan, sedangkan pertulangan daun yang menyusun daun tersebut memiliki tipe melengkung (curved) Bagian daun terlebar pada genjer terletak pada bagian tengah helaian daun. Bagian Ujung helai daun (apex) berbentuk meruncing (acuminatus). Tunggal, roset akar, bertangkai persegi, lunak, panjang 15-25 cm, helai daun lonjong, ujung meruncing pangkal daunya sendiri berbentuk tumpul, tepjan pada daun tanaman genjer memilki tekstur rata, panjang 5-50 cm, lebar 4 25 cm, hijau. Perbungaan pada tanaman genjer memilki karakteristik sebagai berikut berdasarkan pada letaknya, bunga pada tanaman genjer ini terdapat pada bagian ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaries). Termasuk dalam jenis bunga majemuk dengan bentuk menyerupai payung, di bagian ketiak daun, yang terdiri dari 3-15 kuntum, tangkai bunganya memilki panjang berkisar15-25 cm, dengan warna hijau, bagian kelopak (sepal) lepas, berbentuk kuku, berwarna hijau, dengan alat perkembangbiakannya terdiri dari benang sari sebagai alat perkembangbiakan jantan berjumlah 3, dan tangkai putik berwarna kuning, dan bagian kepala putik yang berbentuk bulat, dengan mahkota lepas, dengan ujung melengkung ke dalam berwarna kuning.Jika penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian diikuti pula oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah, dan bakal biji yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji. Buah yang berasal hanya dari bakal buah disebur dengan buah sejati, dan jika terdapat jaringan tambahan lain yang menyusun buah maka disebut buah semu. Pada tumbuhan genjer buah yang dimiliki tidak akan mengalami perkembangan dengan berdaging, makanya buah dari tanaman genjer ini termasuk pada buah semu.Biji berkembang dari bakal biji yang dibuahi. Biji merupakan alat perkembangbiakan yang utama, karena pada biji mengandung calom tumbuhan baru (tembaga). Biji dari genjer berbentuk bulat, kecil, dan berwarna hitam. Pemanfaatan genjer dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikutSelain daunnya, bunga genjer muda juga enak dijadikan masakan. Genjer cocok diolah menjadi tumisan, lalap, pecel, campuran gado-gado atau dibuat sayur bobor. Biasanya ditemukan bersama-sama dengan eceng gondok. Genjer adalah sumber sayuran orang miskin, yang dimakan orang desa apabila tidak ada sayuran lain yang dapat dipanen.

Pengamatan berikutnya adalah dengan objek yang diamati salah satu spesies dari sub kelas commelinidae dan termasuk dalam ordo arecales serta family arecaceae. Tumbuhan ini dikenal dengan nama ilmiahnya adalah cocos nucifera. Tumbuhan ini sangat mudah kita temukan disekitar adapun nama daerah dari tumbuhan ini adalah kelapa. Ia adalah satu-satunya spesies dalam genus Cocos, dan pohonnya mencapai ketinggian 30 m. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah pohon ini yang berkulit keras dan berdaging warna putih. Pohon kelapa biasanya tumbuh di pinggir pantai. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serba guna, khususnya bagi masyarakat pesisir. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini. Adapun klasifikasi dari tumbuhan kelapa ini adalah sebagai berikut : Klasifikasi ilmiah Kingdom Divisi Kelas Sub kelas Ordo Family Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : : Areciidae : Arecales : Arecaceae : Cocos : Cocos nucifera

Pengamatan pertama yang dilakukan adalah mengamati morfologi dari tanaman kelapa secara fisiknya untuk menganalisa dan mengidentifikasikan bagaimana karakteristik dari tanaman kelapa. Tanaman kelapa termasuk dalam kategori tanaman berhabitus pohon yakni tumbuhan yang memilki satu batang utama sebagai penumpu

dilengkapi jaringan kayu pada seluruh batangnya. Kelapa mempunyai bentuk batang bulat ,dan permukaanya beralur alur ,dengan arah tumbuh batang tegak lurus ,yaitu arahnya lurus ke atas. Sistem percabangan kelapa merupakan jenis sistem percabangan monopodial ,yaitu jika batang pokok selalu tampak jelas ,karena lebih besar dan lebih panjang daripada batang lainnya. Struktur batangnya beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik), berkayu. Batang pohon kelapa merupakan batang tunggal, tetapi terkadang dapat bercabang. Tinggi pohon kelapa dapat mencapai lebih dari 30 cm. Bagian selanjutanya yang diamati adalah bagian daun pada tumbuhan kelapa yang memiliki karakteristik sebagai berikut daun kelapa termasuk jenis daun majemuk yakni dalam satu tangkai terdapat lebih dari satu daun dengan struktur menyirip genap, daun kelapa merupakan daun dengan bangun garis (linieraris) ,yaitu pada penampang melintang pipih dan daun amat panjang ,dengan bagian ujung daunnya runcing (acutus) , pertulangan daun yang menyusun daunya memilki tipepertulangan daun sejajar atau bertulang lurus (rectinervis) ,daging daun seperti perkamen (perkamenteus) tipis tetapi cukup kaku dan permukaan daun licin (leavis), bagian pelepah pada ibu tangkai daun pendek, duduk pada batang, warna daun hijau kekuningan,daunnya berwarna kekuningan jika masih muda dan berwarna hijau tua jika sudah tua. secara filotaksisnya letak daun pada kelapa ini terletak saling berhadapan antara daun yang satu dengan daun yang lainya. Perbungaan pada kelapa memiliki karakteristik sebagai berikut bunga kelapa

termasuk dalam jenis bunga majemuk (anthostaxis) yakni dalam satu nodus terdapat lebih dari satu bunga. Bagian tandan bunganya, dikenal dengan istilah mayang (sebetulnya nama ini umum bagi semua bunga palma), dipakai orang untuk hiasan dalam upacara perkawinan dengan simbol tertentu. Bunga betinanyadapat dimakan. Karena terdapat cairan manis yang keluar dari tangkai bunga, disebut (air) nira atau legn (bhs. Jawa), dapat diminum sebagai penyegar atau difermentasi menjadi tuak. Bunga dengan tenda bunga berbilangan 3, berkumpul merupakan bunga tongkol, yang

bercabang atau tidak, kerap kali tertancap di ketiak. Di waktu muda tongkol diliputi oleh satu seludang bunga atau lebih. Bunga betina dengan tenda bunga yang lengkap, yang jantan dengan 6 benang sari atau lebih, Tongkol bunga bercabang sekali atau sampai banyak kali tersebar. Bakal buah dan buah tidak dilindungi oleh sisik. Pemanfaatan dari pohon kelapa dalam kehidupan sehari-hari adalah Kelapa adalah pohon serba guna bagi masyarakat tropika. Hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan orang. Akar kelapa menginspirasi penemuan teknologi penyangga bangunan Cakar Ayam (dipakai misalnya pada Bandar Udara Soekarno Hatta) oleh Sedyatmo. Batangnya, yang disebut glugu dipakai orang sebagai kayu dengan mutu menengah, dan dapat dipakai sebagai papan untuk rumah. Daunnya dipakai sebagai atap rumah setelah dikeringkan. Daun muda kelapa, disebut janur, dipakai sebagai bahan anyaman dalam pembuatan ketupat atau berbagai bentuk hiasan yang sangat menarik, terutama oleh masyarakat Jawa dan Bali dalam berbagai upacara, dan menjadi bentuk kerajinan tangan yang berdiri sendiri (seni merangkai janur). Tangkai anak daun yang sudah dikeringkan, disebut lidi, dihimpun menjadi satu menjadi sapu. Tandan bunganya, yang disebut mayang (sebetulnya nama ini umum bagi semua bunga palma), dipakai orang untuk hiasan dalam upacara perkawinan dengan simbol tertentu. Bunga betinanya, disebut bluluk (bahasa Jawa), dapat dimakan. Cairan manis yang keluar dari tangkai bunga, disebut (air) nira atau legn (bhs. Jawa), dapat diminum sebagai penyegar atau difermentasi menjadi tuak. Buah kelapa adalah bagian paling bernilai ekonomi. Sabut, bagian mesokarp yang berupa serat-serat kasar, diperdagangkan sebagai bahan bakar, pengisi jok kursi, anyaman tali, keset, serta media tanam bagi anggrek. Tempurung atau batok, yang sebetulnya adalah bagian endokarp, dipakai sebagai bahan bakar, pengganti gayung, wadah minuman, dan bahan baku berbagai bentuk kerajinan tangan. Endosperma buah kelapa yang berupa cairan serta endapannya yang melekat di dinding dalam batok ("daging buah kelapa") adalah sumber penyegar populer. Daging buah muda berwarna putih dan lunak serta biasa disajikan sebagai es kelapa muda atau es degan. Cairan ini mengandung beraneka enzim dan memilki khasiat penetral racun dan efek penyegar/penenang. Beberapa kelapa

bermutasi sehingga endapannya tidak melekat pada dinding batok melainkan tercampur dengan cairan endosperma. Mutasi ini disebut (kelapa) kopyor. Daging buah tua kelapa berwarna putih dan mengeras. Sarinya diperas dan cairannya dinamakan santan. Daging buah tua ini juga dapat diambil dan dikeringkan serta menjadi komoditi perdagangan bernilai, disebut kopra. Kopra adalah bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya. Cairan buah tua kelapa biasanya tidak menjadi bahan minuman penyegar dan merupakan limbah industri kopra. Namun demikian dapat dimanfaatkan lagi untuk dibuat menjadi bahan semacam jelly yang disebut nata de coco dan merupakan bahan campuran minuman penyegar. Pengamatan yang kelima adalah dengan objek yang diamati merupakan salah satu contoh spesies dari ordo cyperales dan family cyperaceae. Tumbuhan ini memilki nama ilmiah Cyperus rotundus. Dan nama daerah dari tanaman ini adalah rumput teki Termasuk tanaman terna, menahun, dengan tinggi antara 10 80 cm. Tanaman ini dipulau Jawa tumbuh liar ditempat terbuka atau juga bisa tumbuh ditempat yang sedikit terlindung dari sinar matahari. Dilahan pertanian jenis tanaman rumput teki ini merupakan gulma yang sukar diberantas. Adapun klasifikasi dari tanaman rumput teki ialah sebagai berikut: Klasifikasi ilmiah Kingdom : Plantae

Divisio

: Magnoliophyta

Classis

: Liliopsida

Sub classis

: Commelinidae

Ordo

: Cyperales

Familia

: Cyperaceae

Genus

: Cyperus

Species

: Cyperus rotundus

Pengamatan yang pertama dilakukan adalah mengamati morfologi dari tanaman rumput teki untuk menganalisa dan mengidentifikasi bagaimana karakteristik dari tanaman rumput teki baik pada bagian batangnya, daunnya dan perbungaan yang ada pada tanaman rumput teki. Tanaman rumput teki termasuk dalam jenis tanaman berhabitusrumput dengan periodesitas annual, dan sistem perakaran dari rumput teki adalah serabut. Percabangan yang dimilki tanaman rumput tekitermasuk dalam jenis percabangan monopodial dengan arah pertumbuhan cabanganya yaitu tegak lurus, dengan bentuk batangnya sendiri adalah bersegi menyerupai segitiga dengan permukaan yang licin.Batang kerap kali bersegi 3, kadang-kadang bersegi 2 atau lebih, kadangkadang bulat, kerpa kali mempunyai banyak saluran udara. Ibu tangkai bunga tidak berbuku. Tidak terdapat lidah, sekam tak pernah berjarum. Bagian daun pada rumput teki dilihat secara filotaksisnya adalah berhadapan (opposite), daun rumput teki memiliki bagian yang lengkap. Bentuk dari daunnya sendiri adalah menyerupai pita dengan bagian pangkal daun dan ujung daun daunnya yang memilki teksur rata(entire) dan runcing(acuminate), sedangkan bagian tepian dari daunnya adalah rata (entire) dan pertulangan daun yang menyusunnya adalah sejajar. Daun tidak berbentuk jarum ataupun tidak terdapat dalam berkas tersebut di atas tak berduri, dengan pangkal berpelepah. Bunga-bunga merupakan bulir, terdapat di ketiak sekam (sisik tipis). Daun 4-10 berjejal pada pangkal batang, dengan pelepah daun yang tertutup di bawah tanah, berwarna coklat kemerahan, helaian daun berbentuk garis dengan permukaan atas berwarna hijau tua mengkilat, ujung daun meruncing, lebar helaian 2-6 mm, panjang 10-60 kali lebar. Bunganya merupakan bunga yang tidak lengkap. Bunga berbentuk bulir majemuk, anak bulir terkumpul menjadi bulir yang pendek dan tipis, berkelamin dua.

Daun pembalut 3-4, tepi kasar, tidak merata. Sekam dengan punggung hijau dan sisi coklat, panjang kurang lebih 3 mm. Benang sari 3, kepala sari kuning cerah. Tangkai putik bercabang 3. Buah memanjang sampai bulat telur terbalik, bersegi tiga coklat, panjang 1,5 mm. Walaupun tanaman ini seakan tidak berguna, ternyata dalam rumput teki ini juga mengandung bahan berkhasiat yang dapat digunakan sebagai bahan obat herbal. Adapun zat berkhasiat dalam rumput teki tersebut adalah : Minyak Atsiri, Alkaloida, Glikosida, Flavonoida dalam penggunaan sebagai obat herbal, kebanyakan yang dipergunakan adalah bagian umbinya.Dalam keadaan masih segar, umbi rumput teki dimemarkan atau ditumbuk kemudian di bubuhkan pada minuman. Dapat untuk mengobati sakit busung lapar dan kencing batu, Pengatur haid dan untuk keputihan : Rebus rimpang rumput teki, dan saring kemudian minum air rebusannya.Juga bisa sebagai obat penenang karena kandungan zat dalam rumput teki ini bersifat penenang. Juga bisa digunakan untuk mempercepat pembekuan darah pada luka baru. Pengamatan yang terakhir adalah dengan objek yang diamati merupakan salah satu spesies dari ordo Pengamatan pertama yaitu pada Kuping Gajah (Anthurium crystallinum). Klasifikasi Kuping Gajah (Anthurium crystallinum) : Kingdom Divisi Kelas Subclass Ordo Famili Genus Spesies :Plantae :Magnoliophyta : Liliopsida : Arecidae : Arecales : Areceae : Anthurium : Anthurium crystallinum

Kuping gajah merupakan nama deaerah yang bersifat umum untuk menunjukkan anthurium jenis ini. corak daun tersusun dari tulang-tulang daun yang umumnya berwarna lebih muda. perkembangbiakan sangat mudah karena biji sering

berbuah dan matang. Selain itu stek batang dapat dilakukan dan tidak membutuhkan perawatan khusus, bahkan bisa dilakukan penanaman dalam media tanah biasa. Berdasarkan pengamatan batangnya, tanaman ini merupakan jenis tanaman berhabitus herba dengan ciri batang yang lunak tidak berkayu atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan berkayu. Batangnya berukuran pendek, sehingga semua daun berjejal-jejal di atas tanah dinamakan roset akar jadi roset itu amat dekat dengan akar (Tjitrosoepomo,2007,hal 70). memiliki bentuk segi penampang bulat/silindris. Berdasarkan pengamatan daunnya, daunnya merupakan jenis daun tunggal karena terdiri atas satu helai daun tanpa adanya persendian (artikulasi) pada dasar, letak daun ekuitan dengan penampangnya. Tanaman ini memiliki bentuk daun seperti jantung (cordate) bangun seperti bulat telur, tetapi pangkal daun memperlihatkan suatu lekukan dengan pertulangan daun (Nervatio atau Venatio) dari ujung tangkai daun keluar beberapa tulang yang memancar, memperlihatkan susunan seperti jari-jari pada tangan sehingga disebut menjari (Palminervis). Daunnya memiliki tepi daun (Margo folii) bertipe undulatus dengan ujung daun acutus dan pangkal daun bertipe jantung (Cordate). Berdasarkan pengamatan bunganya, tanaman ini memiliki macam bunga tunggal karena hanya menghasilkan satu bunga saja, distribu seks monoceous atau berumah satu, yakni bunga jantan dan bunga betina terletak pada satu individu, pada perbungaan yang sama atau tidak. Spesies kuping gajah jenis ini umum dan paling banyak dijumpai di indonesia sebagai tanaman penghias rumah. rumah dengan tanaman ini memberikan kesan klasik dan homey. pembiakan yang umum dilakukan adalah stek batang.

VII. KESIMPULAN

Sub kelas commelinidae


Sebagian besar adalah herba. Habitatnya berkisar antara aquatik sampai terrestrial bahkan epifit. Bunga biasanya mempunyai sepal atau petal, perhiasan bunga berbentuk sekam atau bulu kasar, atau tanpa perhiasan bunga.

Sub kelas alismatidae


Tumbuhan yang termsuk sub classis Alismatidae pada umumnya berupa herba aquatik atau menempati tempat yang lembab. Kebanyakan mempunyai ginaesium yang apokarpus dan polennya trinukleat.

Sub kelas areciidae


Bentuk hidupnya bervariasi dari lemna ,Bunga-bunga umumnya kecil, sering tersusun dalam pembungaan spadiks yang dilindungi oleh seludang spatha. Sel tetangga pada stomata umumnya empat, tetapi bisa dua atau tiga

Genjer

memiliki morfologi sebagai tanaman yang annual, perawakan

yang herba aquatik, akar serabut, percabangan monopodial, daunnya bulat telur dengan pertulangan daun melengkung

Kelapa memiliki

morfologi sebagai pohon yang perenial, akar serabut,

percabangan monopodial, bentuk daun pita dengan pertulangan daun sejajar, bunga tidak lengkap dan buah tunggal.

Morfologi

dari pandan adalah herba yang perenial, perakaran serabut,

percabangan monopodial, daun pita dengan pertulangan daun sejajar, bunganya merupakan bunga tidak lengkap.

Morfologi

dari tanaman rumput teki berupa rumput yang annual,

perakaran serabut, percabangan monopodial, daun berbentuk pita dengan pertulangan daun sejajar.

Morfologi dari tanaman padi adalah berhabitus herba, batang pada padi
memiliki tekstur beruas-ruas jenis daun majemuk. Pertulangan daun yang

menyusun daunya sejajar dengan letak daun secara filotaksisnya adalah equitant.

Morfologi

dari tanaman kuping gajah adalah tanaman ini merupakan

jenis tanaman berhabitus herba,daunnya merupakan jenis daun tunggal Tanaman ini memiliki bentuk daun seperti jantung (cordate).