Anda di halaman 1dari 14

FISIKA MEDIK

VI-1
BAB VI
BIOLISTRIK
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa akan dapat:
a. Menerapkan hukum-hukum ke listrikan
b. Menjelaskan tentang Arus listrik, Voltase dan hambatan listrik
c. Memahami prinsip-prinsip biolistrik dalam keperawatan
d. Menjelaskan efek fisiologi dari arus listrik

HUKUM COULOMB
Gaya interaksi antara dua benda bermuatan adalah berbanding lurus perkalian antara
kedua muatan dan berbanding terbalik dengan jarak kuadarat kedua muatan tersebut.
Charles Augustin de Coulomb (1736-1806) pada tahun 1784 ternyata dari hasil
percobaannya, yang secara matematis diperoleh:

1 2
12 2
q q
F k
r
=
dengan k adalah tetapan pembanding yang besarnya tergantung pada sistem satuan yang
digunakan. Pada sistem SI, mempunyai harga :

9 2 2
0
1
9.0 10 /
4
k x Nm C
tc
= =
Contoh 1 : Berapa besar gaya interaksi antara dua muatan yang masing-masing
bermuatan 1 coulomb dan berjarak 1 meter.
Jawab: Gunakan hukum Coulomb pers. (5.1)
newton x
m
C Cx
C
Nm
x
r
q q
k F
9
2 2
9
2
2 1
10 9
1
1 1
10 9 = = =

MEDAN LISTRIK DAN POTENSIAL
Medan adalah suatu besaran yang mempunyai harga pada tiap titik dalam ruang
dan bersifat kontinu. Medan ada dua macam yaitu :
- Medan skalar, misalnya temperatur, potensial dan ketinggian
FISIKA MEDIK


VI-2
- Medan vektor, misalnya medan listrik dan medan magnet
Medan listrik menyatakan besarnya gaya Coulomb yang bekerja pada satu satuan muatan
listrik positif, yaitu:
r
r
q
q
F
r E
c

4
1
) (
2
0
tc
=
'
=


dengan q memainkan peranan sebagai muatan penguji yang memenuhi syarat harus diam
dan merupakan muatan titik.
Untuk mencari energi potensial listrik bila muatan q dipindahkan dari Q ke P,
pada jarak r adalah :
0
1 '
( )
4
qq
U r
r tc
=

Dalam membahas medan listrik , kita tidak menggunakan pengertian energi potensial
tetapi menggunakan pengertian potensial listrik yaitu energi potensial listrik persatuan
muatan yang dituliskan sebagai :
( )
( )
U r
V r
q
=
Dan mempunyai satuan volt yang di defenisikan sebagai:
coulomb
joule
1 volt 1 =

ARUS LISTRIK, TEGANGAN, HAMBATAN DAN HUKUM JOULE
Suatu muatan listrik dapat diterbitkan dengan melepaskan elektron dari ikatannya
karena adanya tegangan listrik. Secara fisis suatu bahan akan bersifat sebagai penghantar
listrik yang baik jika elektron-elektron atom-atom dalam bahan mudah terlepas dari
ikatannya. Andaikan banyaknya muatan yang melewati suatu penampang penghantar
adalah q dalam selang waktu 0 At (gbr 1), maka arus listrik yang melalui
penampang tersebut didefinisikan sebagai:


A
Avdt V d =

A
-

-

-

+

+

+
vdt dx =

FISIKA MEDIK


VI-3

dt
dq
t
q
i
t
=
A
A
=
A 0
lim
Jadi arus listrik adalah banyaknya muatan yang mengalir melalui suatu penampang
tiap satuan waktu. Satuannya adalah ampere, (1 ampere = 1 coulomb/detik). Hambatan
listrik satuannya adalah ohm dan biasanya disimbolkan dalam huruf Yunani ..
Hubungan antara arus listrik, tegangan dan hambatan adalah diberikan oleh hukum Ohm,
yakni:
R I V=

dimana I = arus, V = tegangan dan R adalah hambatan. Hambatan listrik untuk sebuah
kawat dapat dinyatakan dalam:

A
L
R

=
dengan adalah hambatan jenis, A adalah luas penampang kawat dan L adalah panjang
kawat.

Gaya Gerak Listrik (GGL)
Bila sebatang logam panjang berada di dalam medan listrik, maka akan menyebabkan
electron bebas akan bergerak ke kiri yang akhirnya akan menimbulkan medan listrik
induksi
i
E

yang sama kuat dengan medan listrik


0
E

. (lihat Gambar ) dan logam kuat


medan medan total menjadi nol. Dalam hal ini potensial kedua ujung logam menjadi
sama besar dan aliran electron akan berhenti, dan pada kedua ujung ujung logam terdapat
muatan induksi. Agar aliran electron bebas berjalan terus, harus muatan induksi ini terus
diambil, sehingga pada logam tidak timbul medan listrik induksi.


-----+++++
-----+++++
E

1

-q
i

+q
i

E
o

FISIKA MEDIK


VI-4
Sumber gaya gerak listrik, misalnya baterai, adalah alat yang dapat terus
mempertahankan aliran electron atau arus listrik. Gaya gerak listrik (ggl atau emf), ialah
kemampuan untuk membuat agar beda potensial kedua ujung logam tetap harganya. Agar
ini terjadi, electron yang mengalir harus terus diputar dalam rangkaian sehingga tidak
sempat muatan induksi pada kedua ujung logam.

Agar ini dapat terjadi, dalam baterai misalnya (lihat gambar berikut), haruslah terjadi
mekanisme yang hasilnya seolah-olah menyeberangkan muatan negatif dari kutub positif
ke kutub negative. Karena ini melawan gaya medan listrik, untuk melaksanakannya
diperlukan energi. Dalam sumber ggl terjadi perubahan atau konversi energi dari suatu
bentuk energi menjadi listrik.



Gambar Batang logam AB dihubungkan dengan kutub-kutub baterai agar terjadi
aliran listrik.


E

+ -
B
+
-
A
FISIKA MEDIK


VI-5
Selanjutnya ggl atau lebih tepat disebut potensial penggerak listrik (ppl), ialah beda
potensial antara kedua kutub sumber ggl bila tidak arus mengalir, dan dinyatakan sebagai
c. Sumber ggl juga sering disebut sumber tegangan
Bila tidak ada ggl, kerja untuk memindahkan muatan q dalam suatu lintasan atau
rangkaian tertutup oleh medan listrik haruslah sama dengan nol. Secra matematika dapat
ditulis :

0 = -
}
l d E q
C

tanpa ggl.

Bila dalam rangkain tertutup ada sumber tegangan dengan ggl sebesar c, muatan q
mendapat tambahan energi qc, sehingga kerja yang dilakukan oleh medan listrik untuk
menggerakkan muatan q dalam lintasan tertutup haruslah :

l d E q q W
C

}
- = = c
atau

l d E
C

}
- = c

Contoh 3 : Seutas kawat yang panjangnya 100 m, diameternya 2 mm, mempunyai
hambatan jenis 4,8 x 10
-8
Om. hitunglah hambatan kawat tersebut.
Jawab:
O =
O
=
t

527 , 1
) m 10 x 2 )( 14 , 3 (
4
1
) m 100 )( m 10 x 8 , 4 (
d
4
1
L
A
L
R
2 3
8
2


Perhatikan rangkaian sederhana yang terdiri atas sebuah baterai yang
dihubungkan dengan sebuah resistor seperti pada gambar 2(a). Rangkaian 2 (a) dapat
FISIKA MEDIK


VI-6
dinyatakan dengan rangkaian seperti pada gambar 2 (b). Baterai dinyatakan dengan
sumber ggl (c) yang dihubungkan seri dengan hambatan dalam (r).


Gambar. 2 (a) Rangkaian sederhana baterai dan resistor
(b) Rangkaian ekivalen sumber ggl dengan hambatan dalam r
dan beban R

Gaya gerak listrik yang dilambangkan dengan c dari suatu sumber ggl menyatakan
banyaknya kerja yang dilakukan sumber ggl pada setiap satuan muatan yang
melewatinya(volt). Sumber ggl c dapat pula diartikan sebagai beda potensial (tegangan)
antara kutub positif dan kutub negative (V = V
b
V
a
) bila tidak dialiri arus. Karena
tegangan V harus sama dengan beda potensial di antara kedua ujung resistor R (V=iR),
sehingga arus yang melalui rangkaian dapat ditulis:

r R
i
+
=
c

Atau secara umum

=
R
i
c

Contoh 4: Sebuah baterai 1,5 volt memiliki hambatan dalam 1 ohm dihubungkan dengan
suatu beban sebesar 4 ohm, tentukan besar arus yang mengalir dalam
rangkaian.
Jawab: Dengan menggunakan persamaan (5.8), yakni:
ampere
r R
i 3 , 0
1 4
5 , 1
=
+
=
+
=
c


c
r
R
resistor
baterai
+
FISIKA MEDIK


VI-7
Selanjutnya bila sebatang logam dialiri arus listrik, maka tumbukan oleh
pembawa muatan dalam logam mendapat energi sehingga menjadi panas dan atom-atom
akan bergerak semakin kuat. Daya hilang yang diubah menjadi getaran atom dalam
logam, dengan kata lain hilang sebagai kalor. Ini dapat dipahami bahwa muatan dq yang
bergerak akan mendapat tambahan energi sebesar dU = (dq) V. Karena arus dan
kecepatan tetap, maka energi yang hilang persatuan waktu (daya), adalah :


R
V
R i iV
dt
dq
V
dt
dU
P
2
2
= = = = =

Persamaan ini dikenal sebagai Hukum Joule yang menyatakan daya yang hilang (daya
disipasi) pada konduktor dengan hambatan R dan di aliri arus i. Sedangkan besar kalor
disipasi (kalor Joule) dalam waktu dt adalah :

dt
R
V
iVdt Rdt i dQ
2
2
= = =
Kalor ini disebut kalor Joule dimana 1 kalori = 4,2 Joule
A
V
R
V
i 625 , 0
96
60
=
O
= =
W
R
V
P 5 , 37
96
) 60 (
2 2
=
O
= =


EFEK FISIOLOGI DARI ARUS LISTRIK
Biolistrik adalah suatu fenomena listrik dalam tubuh manusia. Dengan
mengetahui isyarat listrik tubuh secara selektif, maka akan dapat diperoleh informasi
tentang fungsi tubuh. Akibat adanya fenomena listrik ini, dapat menimbulkan syok lisrik
yaitu suatu nyeri pada syaraf sensoris yang diakibatkan oleh aliran listik yang mengalir
secara tiba-tiba melalui tubuh.
Syok listrik dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu: syok dengan tujuan tertentu
(terapi pada penderita psikosis dan gangguan jiwa) dan syok listrik secara tidak sengaja
FISIKA MEDIK


VI-8
(karena kecelakaan). Pada terapi, arus sebesar 0,5A hingga 1,5A dengan tegangan 90
volt diberikan pada kepala pasien selama 1/10 hingga 1/5 detik, akan membuat pasien
tidak sadarkan diri.
Syok listrik akibat kecelakaan umumnya dapat dibedakan menjadi 2 (dua) bagian,
yakni mikro syok dan makro syok. Mikro syok timbul karena adanya aliran listrik
langsung mengikuti arteri ke jantung. Keadaan ini dapat terjadi karena adanya kebocoran
pada peralatan (misalnya EKG, radiografi, pemasangan elektroda pada alat pemacu
jantung, pengatur tekanan darah jantung) yang menggunakan keteter (merupakan cairan
atau kawat yang bersifat konduktor). Makro syok timbul karena kecerobohan petugas
yaitu adanya satu elektroda menyentuh tangan dan elektroda lain menentuh kulit yang
lain, sehingga terjadi aliran listrik melalui permukaan kulit.
Beberapa hal yang dapat mempengaruhi syok listrik, yakni:
1. Tegangan listrik
2. Basah tidaknya kulit penderita. Kulit penderita yang basah akan mempunyai
hambatan yang lebih kecil (1000 Ohm) dibanding kulit penderita yang kering
(10.000 Ohm)
3. Basah tidaknya lantai
4. Jenis kelamin. Laki-laki mempunyai nilai ambang (1,1 mA) yang lebih tinggi dari
wanita (0,7 mA)
5. Frekuensi arus listrik rendah dibawah 50-60 Hz akan menaikkanlet go current
dan diatas 50-60 Hz, selain menaikkanlet go current juga akan menyebabkan
terbakar.
6. Durasi atau lamanya paparan
7. Semakin tinggi kenaikan berat badan akan meninggikan nilai ambang.
8. Jalan yang ditempuh atau organ yang dilalui

Contoh 6: Seseorang memegang instrument listrik yang dapat mengalirkan arus 20
mA ke tubuhnya, akibatnya orang tersebut tidak dapat melepaskan diri.
Bila hambatan orang tersebut adalah 20.000 ohm, maka berapa tegangan
instrument tersebut.
Jawab:
FISIKA MEDIK


VI-9
volt ohm x ampere x iR V 400 000 . 20 10 20
3
= = =



Tabel 5.1 Beberapa efek yang dapat ditimbulkan akibat adanya makro syok dan
mikro syok
Arus Efek Tegangan (Volt)
(kontak 1dtk) 10.000 O 1000 O
Arus aman
< 1mA
1-8 mA

Nilai ambang
Sensasi syok, tidak terasa
sakit

10
10-80


1
1-8
Arus berbahaya
8-15 mA

15-20 mA

100-300 mA




Syok yang menyakitkan
(arus can not let go)
Menyakitkan, kontraksi otot
yang tidak terkontrol
Fibrillasi ventricular, fatal
bila berlanjut, pernapasan
masih berlanjut.


80-150

200-500

1.000-3000




8-15

20-50

100-300



.
Salah satu penyebab syok listrik adalah adanya hubungan dengan tanah. Keadaan ini
diperkuat dengan pola tingkah laku arus yang selalu mencari dengan tanah. Untuk hal
tersebut perlu diperhatikan:

FISIKA MEDIK


VI-10
1. Jangan membuat pasien merupakan bagian dari rangkaian listrik, yang
memungkinkan arus listrik melalui tubuhnya bila pasien menyentuh arus
(seperti pada gambar 5.3).

Gambar 5.3 Contoh kecelakaan shok listrik

2. Semua peralatan listrik sekitar pasien harus dihubungkan dengan luaran listrik
yang mempunyai 3(tiga) kabel, dimana salah satu kabel dihubungkan
langsung dengan tanah sehingga tidak memungkinkan adanya tegangan yang
timbul pada diperalatan logam.
3. Selalu melakukan pemeriksaan rutin terhadap peralatan.
4. Selalu membungkus peralatan yang mempunyai potensi menimbulkan syok
listrik dengan bahan isolator seperti plastik
Medan magnet adalah medan vektor, artinya besaran yang dilukiskan medan tersebut
adalah besaran vektor. Besaran vektor medan magnet ini biasanya disebut induksi
magnet dan dinyatakan dengan vektor B . Seperti halnya medan listrik, medan magnet
dapat dilukiskan dengan garis-garis yang dinamakan garis induksi magnet, yaitu garis
yang arah garis singgung pada setiap titiknya menyatakan arah induksi magnet B di titik
tersebut. Besar vektor induksi magnet B menyatakan rapat garis induksi, yaitu
FISIKA MEDIK


VI-11
banyaknya garis induksi magnet yang melalui satu satuan luas bidang dan tegak lurus
arah medan di titik itu.
Bila A d adalah vektor elemen luas pada S, dan B adalah vektor induksi pada elemen
luas tersebut, maka jumlah garis gaya atau fluks u yang keluar dari permukaan S adalah
:
}
= = u
s
BA dA B u u cos cos . .
u adalah sudut antara ktor B dan A d , sedang u cos B B
n
= tidak lain adalah komponen
B pada arah normal. Dalam SI satuan jumlah garis gaya adalah weber. Satu weber (1
W) menyatakan satu buah garis gaya. Jadi, satuan untuk rapat fluks atau induksi magnet
B adalah weber/m
2
. Untuk 1 Wm
-3
= 1 T = 10
4
Gauss.

Gaya Magnet pada Muatan Bergerak
Muatan yang bergerak dalam medan magnet mengalami gaya yang disebut gaya magnet
atau gaya Lorentz. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa gaya magnet mempunyai
sifat-sifat :
a. Besar gaya magnet sebanding dengan muatan (q), kecepatan(v), induksi magnet yang
dilewati muatan (B), dan sinus sudut antara ) (sin . . u B dan v .
b. Arah gaya magnet ditentukan oleh jenis muatan, arah v dan arah B.
Secara matematik, gaya magnet tersebut dapat dinyatakan dengan :
B v q F =
Jika sudut antara v dan B dinyatakan dengan u , maka besar gaya magnet adalah :
u sin qvB F =
Dari bentuk gaya ini, nyata akan adanya sifat berikut :
a. Gaya magnet hanya bekerja bila muatan q bergerak terhadap medan magnet, untuk
muatan yang diam tidak merasana gaya magnet.
b. Bila v mempunyai arah yang sama dengan B , maka gaya sama dengan nol.
c. Bila B v

, maka besar gaya adalah : F = q v B.
Contoh :
FISIKA MEDIK


VI-12
Sebuah elektron bergerak dengan kecepatan
1 2
10 2

= ms i v

, melintasi medan magnet
serba sama dengan Tesla j B . 5 , 0

= , hitunglah gaya magnet yang bekerja pada proton jika
bergerak melalui medan magnet tersebut dengan kecepatan
1 5
10 ) 4 3 (

+ ms j i

.
Penyelesaian :
Gaya magnet pada proton :
B v q F =
= (1,6 x 10
-19
C)( ) 5 , 0 ) 10 ) 4 3
1 5
T j ms j i

+


= 2,4 10
-14
N

Hukum Biot-Savart
Hukum Biot-Savart menyatakan bahwa induksi magnet B d yang dihasilkan disuatu titik
oleh elemen kawat l d yang berarus listrik adalah :

2
0
2
0
sin . .
4
.
4 r
l d i
r
r l d i
B d
u
t

=


0
adalah tetapan permeabilitas ruang hampa dan r

adalah vektor satuan pada arah r .



b -
l d i. u
r
- P

i
a -

Medan Magnet oleh Kawat Lurus Berarus
Andaikan suatu kawat lurus panjang , dialiri arus listrik i di dalamnya. Maka dapat
ditentukan rapat fluks B pada suatu titik P yang berjarak a dari kawat adalah:

a
i
a
i
B
t

2
) 180 cos 0 (cos
4
0 0 0 0
= =

FISIKA MEDIK


VI-13
Medan Magnet oleh Kawat Lingkaran Berarus
Tinjau sebuah kawat lingkaran (loop) dengan jejari a dialiri arus i maka rapat fluks dB
yang disebabkan oleh elemen arus i dl adalah :
2
0
. . .
.
4 r
r x l d i
B d
.
=
t


dimana : r r r .
.
= berpangkal pada titik P.


i.dl
r

B d d B
i a

b
.
k .dB
Z
i P

Gambar . Loop kawat dialiri arus i
Vektor B d dapat kita uraikan dalam dua arah, yaitu arah sumbu z, dan arah bidang loop,
yaitu tegak lurus sumbu. Jadi dapat dituliskan B d =

B d +
.
k .dB
Z
Rapat fluks B pada titik P menjadi


( )
2 3
2 2
2
0
) 2 (
.
4
b a
a I
B
+
=
t
t


Dengan hukum Biot-Savart kita dapat menghitung induksi magnet B yang dihasilkan
oleh arus listrik. Perhitungan dengan hokum ini seringkali sulit dilakukan. Untuk bentuk-
bentuk tertentu induksi magnet B dapat lebih mudah dihitung dengan menggunakan
hukum lain, yaitu hukum Ampere. Misalkan suatu lengkungan tertutup C yang
mengelilingi suatu kawat berarus i. Hukum Ampere menyatakan bahwa dalam vakum,
integral garis
FISIKA MEDIK


VI-14


}
= -
C
i l d B
0



SOAL LATIHAN
1. Sebuah muatan sebesar 120 coulomb mengalir sepanjang kawat selama 1
menit. Berapa arus listrik dalam ampere?
2. Berapa besar gaya antara 2 muatan sebesar 10 C (mikrocoulomb) yang
terpisah sejauh 5 cm?
3. Jika seseorang memegang sebuah benda bertegangan tinggi dan menyebabkan
arus 20 milliampere atau lebih mengalir ke dalam tubuh.. Jika seseorang
mempunyai hambatan yang berhubungan ke tanah sebesar 200.000 ohm,
berapa besar tegangan yang diperlukan untuk menghasilkan arus cant let
go.