Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIK AC

KOMPRESOR THROUGH VANE


Pengampu: Sukaswanto, M.Pd.

Disusun oleh : Fuad Aditya O ktafian 09504244021

C2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

KOMPRESOR THROUGH VANE


I. Kompetensi Setelah melakukan praktik, diharapkan mahasiswa : 1. Mampu membongkar dan memasang unit kompresor Through Vane 2. Mampu menggambarkan kompresor Through Vane dan komponen-komponennya 3. Mampu menjelaskan kondisi komponen kompresor Through Vane 4. Mampu menjelaskan cara kerja kompresor Through Vane

II. Dasar Teori Sistem AC pada kendarran adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengkondisikan udara di dalam kendaraan agar temperatur/suhu, kelembaban, dan kebersihannya tetap terjaga dalam keadaaan yang nyaman. Di dalam sistem AC terdapat komponen yang disebut kompresor yang berfungsi sangat penting dalam sistem AC, diibaratkan sebagai jantungnya sistem. Sebab dengan adanya kompresor refrigerant dapat disirkulasikan. Kompresor sebagai alat untuk menghisap dan menaikkan tekanan refrigerant sebelum masuk ke dalam komponen pendingin yang lain yaitu kondensor. Apabila kerja kompresor tidak maksimal maka dapat mengkibatkan proses pendinginan yang kurang baik, karena sirkulasi refrigerant tidak baik. Saat ini banyak jenis macam dan tipe kompresor yang digunakan dalam system AC mobil. Salah satu diantaranya adalah kompresor Through Vane.

III. Data Praktik 1. Gambar Komponen a. Unit Kompresor Through Vane

b. Rotor dan vane

c. Thermal sensor

d. Sludging valve dan oil return valve

2. Kondisi Komponen a. Rotor dan vane masih baik b. Stator masih baik, dinding-dindingnya belum ada goresan c. Thermal sensor masih baik d. Sludging valve pegas dan katupnya masih komplit dan masih bagus e. Oil return valve masih komplit bagian-bagiannya f. Kopling magnet kabelnya putus

IV. Analisis dan Pembahasan 1. Fungsi Komponen a. Rotor dan vane Berfungsi untuk menciptakan perbedaan ruang di dalam ruang stator sehingga refrigerant akan terhisap ke dalam ruang kompresor maupun akan tertekan keluar kompresor. b. Stator Berfungsi sebagai tempat rotor berputar untuk menghasilkan hisapan ataupun penekanan. c. Thermal sensor Berfungsi untuk memutus kerja kopling magnet agar kompresor tidak terus bekerja saat tercapai suhu yang diinginkan. d. Sludging valve Berfungsi untuk menjaga tekanan kompresor agar tidak terlalu tinggi. e. Oil return valve Berfungsi untuk laluan pelumas kompresor. 2. Analisis Fungsi Komponen Secara keseluruhan kondisi komponen masih bagus dan dapat berfungsi, namun agar lebih baik lagi maka diperlukan kehati-hatian disaat melakukan pembongkaran dan pemasangan kompresor ini. Untuk menjaga kondisi komponen agar tetap dalam keadaan baik ataupun tidak berkarat maka pelumasannya harus diperhatikan.

3. Cara Kerja Kompresor Through Vane

a. Langkah isap Saat rotor berputar diantara vane ( a ), ( b ) dan dinding silinder bagian dalam bertambah. Gerakan ini menarik refrigerant dan masuk kedalam silinder. Hisapan berakhir ketika vane ( b ) melewati suction port. b. Kompresi Setelah menyelesaikan langkah hisap, ruangan sekitar vane ( a ), ( b ). Gerakan ini akan menekan refrigerant ke dalam silinder. c. Pengeluaran Saat vane ( a ) melewati discharge port, refrigerant bertekanan mulai keluar melewati discharge port dan mengalir kedalam ruangan bertekanan tinggi.

V. Kesimpulan Setelah melakukan praktik dapat disimpulkan bahwa kondisi komponen-komponen kompresor Trough vane yang digunakan untuk praktik masih baik dan bisa berfungsi. Untuk menjaga komponen agar tetap baik dan dapat berfungsi adalah dengan memastikan pelumasan kompresor tetap terjaga dan berhati-hati pada saat melakukan pembongkaran maupun pemasangan kompresor.

VI. Daftar Pustaka Training Manual Intermediate 2 Daihatsu