Anda di halaman 1dari 12

ACARA I PENGUJIAN KEMURNIAN BENIH PENDAHULUAN Latar Belakang Benih sebagai salah satu bahan dasar dalam budidaya

tanaman memegang peranan yang sangat penting baik dalam memperbanyak tanaman maupun dalam mendapatkan produk hasil tanamannya. Namun banyaknya spesies/varietas tanaman yang beraneka ragam ada kecenderungan benih akan tercampur antara yang satu dengan yang lainnya. Untuk menjamin penggunaan benih yang benar-benar murni, bersih, dan tidak tercampur dengan bahan lainnya, salah satunya adalah dengan melakukan pengujian kemurnian benih. Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut. Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni, benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. Untuk analisis kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen sebagai berikut. Tujuan utama dari analisa kemurnian benih adalah untuk menentukan komposisi berdasarkan berat dari contoh benih yang akan diuji atau dengan kata lain komposisi dari kelompok benih dan untuk mengidentifikasi dari berbagai species benih dan partikel-partikel lain yang terdapat dalam suatu benih. Untuk analisa kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 4 komponen yaitu benih murni, benih species lain, benih gulma dan bahan lain atau kotoran.

Tujuan Tujuan acara pengujian kemurnian benih adalah untuk menentukan komposisi benih dari contoh benih yang diuji.

TINJAUAN PUSTAKA Pengujian benih merupakan metode untuk menentukan nilai pertanaman dilapangan. Oleh karena itu, komponen-komponen mutu benih yang menunjukan korelasi dengan nilai pertanaman benih di lapang harus dievaluasi dalam pengujian. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA, dan beberapa penyesuaian telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran, struktur, pola perkecambahan) jenisjenis yang dibahas di dalam petunjuk ini. Beberapa penyesuaian juga telah dibuat untuk menyederhanakan prosedur pengujian benih. Pengujian benih mencakup pengujian mutu fisik fisiologi benih.( Harjadi,1979 ) Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut. Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni, benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. Untuk analisis kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen sebagai berikut : Benih murni, adalah segala macam biji-bijian yang merupakan jenis/ spesies yang sedang diuji. Yang termasuk benih murni diantaranya adalah: Benih masak utuh Benih yang berukuran kecil, mengkerut, tidak masak Benih yang telah berkecambah sebelum diuji Pecahan/ potongan benih yang berukuran lebih dari separuh benih yang sesungguhnya, asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih tersebut termasuk kedalam spesies yang dimaksud Biji yang terserang penyakit dan bentuknya masih dapat dikenali Benih tanaman lain, adalah jenis/ spesies lain yang ikut tercampur dalam contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji. Kotoran benih, adalah benih dan bagian dari benih yang ikut terbawa dalam contoh. Yang termasuk kedalam kotoran benih adalah: Benih dan bagian benih Benih tanpa kulit benih Benih yang terlihat bukan benih sejati Biji hampa tanpa lembaga pecahan benih 0,5 ukuran normal Cangkang benih Kulit benih Bahan lain Sekam, pasir, partikel tanah, jerami, ranting, daun, tangkai, dll. ( Kamil, J., 1984 ) Dalam pengambilan contoh kerja untuk kemurnian benih ada dua metode yang dapat dilakukan, yaitu: Secara duplo, adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan dua kali. Secara simplo, adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan satu kali.

Dalam pengertian benih murni termasuk semua varietas dari species yang dinyatakan berdasarkan penemuan dengan uji laboratorium. Yang termasuk ke dalam kategori benih murni dari suatu species adalah benih masak dan utuh, benih yang berukuran kecil, mengerut tidak masak, benih yang telah berkecambah sebelum diuji dan pecahan benih yang ukurannya lebih besar dari separuh benih yang sesungguhnya, asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih itu termasuk ke dalam species yang dimaksud. (Kuswanto, H., 1997) Benih species lain, komponen ini mencakup semua benih dari tanaman pertanian yang ikut tercampur dalam contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji. Benih gulma mencakup semua benih ataupun bagian vegetatif tanaman yang termasuk dalam kategori gulma. Juga pecahan gulma yang berukuran setengah atau kurang dari setengah ukuran yang sesungguhnya tetapi masih mempunyai embrio. Bahan lain atau kotoran, termasuk semua pecahan benih yang tidak memenuhi persyaratan baik dari komponen benih murni, benih species lain maupun benih gulma, partikel-partikel tanah, pasir, sekam, jerami dan bagianbagian tanaman seperti ranting dan daun. (Sutopo, 1984) Analisa kemurnian benih biasanya dilakukan secara duplo. Beda antara hasil ulangan pertama dan kedua tidak boleh lebih tinggi atau lebih rendah dari 5%. Setiap komponen ditimbang lalu ditotal, dimana berat total seharusnya dengan berat mula-mula keseluruhan contoh uji untuk kemurnian tetapi bisa kurang. Persentase dari setiap komponen didapatkan dari berat masing-masing komponen dibagi berat total kali 100%. Hasilnya ditulis dalam dua desimal atau dua angka di belakang koma. (Kartasapoetra, 1986)

METODE PRAKTIKUM Bahan Benih padi Benih varietas lain Kotoran benih Alat Timbangan analitik Kalkulator Meja pemurnian Prosedur Kerja

Benih yang ada di dalam plastik dikeluarkan kemudian ditimbang,didapatkan berat awal. Komponen komponen yang ada di dalamnya dipisahkan,lalu ditimbang perkomponennya. Setelah di dapat berat awal,berat benih murni,berat varietas lain dan beratkotoran benih lalu dihitung prosentasenya.

HASIL PENGAMATAN Nomer contoh kerja Berat Komponen Presentase BA BM VL KB BM VL KB A4 A5 A6 15.5 19,2 17,6 13,2 16,3 14,6 2,1 2,5 2,8 0,2 0,3 0,1 85,21% 85,42% 83,52% 13,5% 13,2% 15,91% 1,29% 1,56% 0,57% JUMLAH 84,71% 14,14% 1,14% Prosentase: VL = VL/( BA) x 100% = 2,5/19,2 x 100%=13,02 % KB = KB/( BA) x 100% = 0,3/19,2 x 100%=1,56 % BM = 100% - (VL + KB) = 100% - (13,02 % + 1,56 %) = 85,42 %

PEMBAHASAN Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut. Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni, benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. Untuk analisis kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen sebagai berikut : Benih murni, adalah segala macam biji-bijian yang merupakan jenis/ spesies yang sedang diuji. Yang termasuk benih murni diantaranya adalah: Benih masak utuh Benih yang berukuran kecil, mengkerut, tidak masak Benih yang telah berkecambah sebelum diuji Pecahan/ potongan benih yang berukuran lebih dari separuh benih yang sesungguhnya, asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih tersebut termasuk kedalam spesies yang dimaksud Biji yang terserang penyakit dan bentuknya masih dapat dikenali Benih tanaman lain, adalah jenis/ spesies lain yang ikut tercampur dalam contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji. Kotoran benih, adalah benih dan bagian dari benih yang ikut terbawa dalam contoh. Yang termasuk kedalam kotoran benih adalah: Benih dan bagian benih Benih tanpa kulit benih Benih yang terlihat bukan benih sejati Biji hampa tanpa lembaga pecahan benih 0,5 ukuran normal Cangkang benih Kulit benih Bahan lain Sekam, pasir, partikel tanah, jerami, ranting, daun, tangkai, dll. Dalam pengambilan contoh kerja untuk kemurnian benih ada dua metode yang dapat dilakukan, yaitu: 1. Secara duplo, adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan dua kali. 2. Secara simplo, adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan satu kali Dari praktikum yang kami lakukan,diperoleh hasil yang ditunjukan dalam prosentase yakni untuk prosentase varietas lain yakni 13,2% yang diperoleh dari VL = VL/( BA) x 100% dimana BA adalah berat awal.Untuk prosentase kotoran benih yakni 1,56 yang diperoleh dari KB = KB/( BA) x 100% dan untuk prosentase benih murni adalah 85,42% yang diperoleh dari rumus BM = 100% - (VL + KB).Dari data tersebut menunjukan bahwa komposisi dari suatu benih terdiri dari benih murni,varietas lain dan kotoran benih.Benih yang digunakan sebagai benih murni adalah benih padi sedangkan yang digunakan sebagai varietas lain adalah benih kedelai.Dapat disimpulkan bahwa benih murni dalam praktikum yang telah kami lakukan memiliki prosentase paling tinggi dibandingkan varietas lain maupun kotoran benih yang terdapat.

KESIMPULAN Kemurnian benih adalah merupakan persentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat dalam suatu contoh benih. Komponen suatu benih terdiri dari benih murni,kotoran benih dan varietas lain.

DAFTAR PUSTAKA Harjadi, S.S., 1979. Pengantar Agronomi. Garmedia, Jakarta. Kamil, J., 1984. Teknologi Benih. Angkasa Raya, Bandung. Kartasapoetra, dkk., 1992. Teknologi Benih, Pengolahan Benih dan Tuntunan Praktikum. Rineka Cipta, Jakarta. Kuswanto, H., 1997. Analisis Benih. ANDI, Yogyakarta.

ACARA I PENGUJIAN KEMURNIAN BENIH PENDAHULUAN Latar Belakang Benih sebagai salah satu bahan dasar dalam budidaya tanaman memegang peranan yang sangat penting baik dalam memperbanyak tanaman maupun dalam mendapatkan produk hasil tanamannya. Namun banyaknya spesies/varietas tanaman yang beraneka ragam ada kecenderungan benih akan tercampur antara yang satu dengan yang lainnya. Untuk menjamin penggunaan benih yang benar-benar murni, bersih, dan tidak tercampur dengan bahan lainnya, salah satunya adalah dengan melakukan pengujian kemurnian benih. Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut. Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni, benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. Untuk analisis kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen sebagai berikut. Tujuan utama dari analisa kemurnian benih adalah untuk menentukan komposisi berdasarkan berat dari contoh benih yang akan diuji atau dengan kata lain komposisi dari kelompok benih dan untuk mengidentifikasi dari berbagai species benih dan partikel-partikel lain yang terdapat dalam suatu benih. Untuk analisa kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 4 komponen yaitu benih murni, benih species lain, benih gulma dan bahan lain atau kotoran.

Tujuan Tujuan acara pengujian kemurnian benih adalah untuk menentukan komposisi benih dari contoh benih yang diuji.

TINJAUAN PUSTAKA Pengujian benih merupakan metode untuk menentukan nilai pertanaman dilapangan. Oleh karena itu, komponen-komponen mutu benih yang menunjukan korelasi dengan nilai pertanaman benih di lapang harus dievaluasi dalam pengujian. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA, dan beberapa penyesuaian telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran, struktur, pola perkecambahan) jenisjenis yang dibahas di dalam petunjuk ini. Beberapa penyesuaian juga telah dibuat untuk menyederhanakan prosedur pengujian benih. Pengujian benih mencakup pengujian mutu fisik fisiologi benih.( Harjadi,1979 ) Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut. Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni, benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. Untuk analisis kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen sebagai berikut : Benih murni, adalah segala macam biji-bijian yang merupakan jenis/ spesies yang sedang diuji. Yang termasuk benih murni diantaranya adalah: Benih masak utuh Benih yang berukuran kecil, mengkerut, tidak masak Benih yang telah berkecambah sebelum diuji Pecahan/ potongan benih yang berukuran lebih dari separuh benih yang sesungguhnya, asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih tersebut termasuk kedalam spesies yang dimaksud Biji yang terserang penyakit dan bentuknya masih dapat dikenali Benih tanaman lain, adalah jenis/ spesies lain yang ikut tercampur dalam contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji. Kotoran benih, adalah benih dan bagian dari benih yang ikut terbawa dalam contoh. Yang termasuk kedalam kotoran benih adalah: Benih dan bagian benih Benih tanpa kulit benih Benih yang terlihat bukan benih sejati Biji hampa tanpa lembaga pecahan benih 0,5 ukuran normal Cangkang benih Kulit benih Bahan lain Sekam, pasir, partikel tanah, jerami, ranting, daun, tangkai, dll. ( Kamil, J., 1984 ) Dalam pengambilan contoh kerja untuk kemurnian benih ada dua metode yang dapat dilakukan, yaitu: Secara duplo, adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan dua kali. Secara simplo, adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan satu kali.

Dalam pengertian benih murni termasuk semua varietas dari species yang dinyatakan berdasarkan penemuan dengan uji laboratorium. Yang termasuk ke dalam kategori benih murni dari suatu species adalah benih masak dan utuh, benih yang berukuran kecil, mengerut tidak masak, benih yang telah berkecambah sebelum diuji dan pecahan benih yang ukurannya lebih besar dari separuh benih yang sesungguhnya, asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih itu termasuk ke dalam species yang dimaksud. (Kuswanto, H., 1997) Benih species lain, komponen ini mencakup semua benih dari tanaman pertanian yang ikut tercampur dalam contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji. Benih gulma mencakup semua benih ataupun bagian vegetatif tanaman yang termasuk dalam kategori gulma. Juga pecahan gulma yang berukuran setengah atau kurang dari setengah ukuran yang sesungguhnya tetapi masih mempunyai embrio. Bahan lain atau kotoran, termasuk semua pecahan benih yang tidak memenuhi persyaratan baik dari komponen benih murni, benih species lain maupun benih gulma, partikel-partikel tanah, pasir, sekam, jerami dan bagianbagian tanaman seperti ranting dan daun. (Sutopo, 1984) Analisa kemurnian benih biasanya dilakukan secara duplo. Beda antara hasil ulangan pertama dan kedua tidak boleh lebih tinggi atau lebih rendah dari 5%. Setiap komponen ditimbang lalu ditotal, dimana berat total seharusnya dengan berat mula-mula keseluruhan contoh uji untuk kemurnian tetapi bisa kurang. Persentase dari setiap komponen didapatkan dari berat masing-masing komponen dibagi berat total kali 100%. Hasilnya ditulis dalam dua desimal atau dua angka di belakang koma. (Kartasapoetra, 1986)

METODE PRAKTIKUM Bahan Benih padi Benih varietas lain Kotoran benih Alat Timbangan analitik Kalkulator Meja pemurnian Prosedur Kerja

Benih yang ada di dalam plastik dikeluarkan kemudian ditimbang,didapatkan berat awal. Komponen komponen yang ada di dalamnya dipisahkan,lalu ditimbang perkomponennya. Setelah di dapat berat awal,berat benih murni,berat varietas lain dan beratkotoran benih lalu dihitung prosentasenya.

HASIL PENGAMATAN Nomer contoh kerja Berat Komponen Presentase BA BM VL KB BM VL KB A4 A5 A6 15.5 19,2 17,6 13,2 16,3 14,6 2,1 2,5 2,8 0,2 0,3 0,1 85,21% 85,42% 83,52% 13,5% 13,2% 15,91% 1,29% 1,56% 0,57% JUMLAH 84,71% 14,14% 1,14% Prosentase: VL = VL/( BA) x 100% = 2,5/19,2 x 100%=13,02 % KB = KB/( BA) x 100% = 0,3/19,2 x 100%=1,56 % BM = 100% - (VL + KB) = 100% - (13,02 % + 1,56 %) = 85,42 %

PEMBAHASAN Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut. Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni, benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. Untuk analisis kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen sebagai berikut : Benih murni, adalah segala macam biji-bijian yang merupakan jenis/ spesies yang sedang diuji. Yang termasuk benih murni diantaranya adalah: Benih masak utuh Benih yang berukuran kecil, mengkerut, tidak masak Benih yang telah berkecambah sebelum diuji Pecahan/ potongan benih yang berukuran lebih dari separuh benih yang sesungguhnya, asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih tersebut termasuk kedalam spesies yang dimaksud Biji yang terserang penyakit dan bentuknya masih dapat dikenali Benih tanaman lain, adalah jenis/ spesies lain yang ikut tercampur dalam contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji. Kotoran benih, adalah benih dan bagian dari benih yang ikut terbawa dalam contoh. Yang termasuk kedalam kotoran benih adalah: Benih dan bagian benih Benih tanpa kulit benih Benih yang terlihat bukan benih sejati Biji hampa tanpa lembaga pecahan benih 0,5 ukuran normal Cangkang benih Kulit benih Bahan lain Sekam, pasir, partikel tanah, jerami, ranting, daun, tangkai, dll. Dalam pengambilan contoh kerja untuk kemurnian benih ada dua metode yang dapat dilakukan, yaitu: 1. Secara duplo, adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan dua kali. 2. Secara simplo, adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan satu kali Dari praktikum yang kami lakukan,diperoleh hasil yang ditunjukan dalam prosentase yakni untuk prosentase varietas lain yakni 13,2% yang diperoleh dari VL = VL/( BA) x 100% dimana BA adalah berat awal.Untuk prosentase kotoran benih yakni 1,56 yang diperoleh dari KB = KB/( BA) x 100% dan untuk prosentase benih murni adalah 85,42% yang diperoleh dari rumus BM = 100% - (VL + KB).Dari data tersebut menunjukan bahwa komposisi dari suatu benih terdiri dari benih murni,varietas lain dan kotoran benih.Benih yang digunakan sebagai benih murni adalah benih padi sedangkan yang digunakan sebagai varietas lain adalah benih kedelai.Dapat disimpulkan bahwa benih murni dalam praktikum yang telah kami lakukan memiliki prosentase paling tinggi dibandingkan varietas lain maupun kotoran benih yang terdapat.

KESIMPULAN Kemurnian benih adalah merupakan persentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat dalam suatu contoh benih. Komponen suatu benih terdiri dari benih murni,kotoran benih dan varietas lain.

DAFTAR PUSTAKA Harjadi, S.S., 1979. Pengantar Agronomi. Garmedia, Jakarta. Kamil, J., 1984. Teknologi Benih. Angkasa Raya, Bandung. Kartasapoetra, dkk., 1992. Teknologi Benih, Pengolahan Benih dan Tuntunan Praktikum. Rineka Cipta, Jakarta. Kuswanto, H., 1997. Analisis Benih. ANDI, Yogyakarta.