Anda di halaman 1dari 6

Perkembangan industri pakan ternak di Indonesia dalam beberapa dekade ini telah berkembang dengan cepat.

Hal ini seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang juga bertambah dan membutuhkan asupan pangan dari produk peternakan, dimana perlu dibarengi juga dengan peningkatan produksi pakan ternak untuk menunjang produksi daging yang bertumbuh permintaannya setiap tahun. Dirjen Peternakan Kementrian Pertanian pada tahun 2009 melaporkan bahwa di Indonesia saat ini terdapat industri pakan ternak berdaya saing tinggi sebanyak 30 perusahaan, yang mana terdiri atas 15 perusahaan pakan berskala besar dan 15 perusahan berskala menengah. Namun, hampir semua industri pakan ternak tersebut belum mengimplementasikan sistem keamanan pakan yang diproduksinya termasuk praktek hygiene pakan secara menyeluruh dan konsisten. Sedangkan keamanan pakan untuk menunjang keamanan pangan saat ini mendapatkan sorotan masyarakat dunia dan dijadikan proiritas utama produksi pangan, Menurut Eryan (2009) Ada 3 buah metode sistem keamanan pangan yang digunakan di Indonesia, diantaranya adalah HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), ISO 22.000 yang merupakan sertifikasi ISO yang berintegrasi dengan HACCP yang diadopsi Codex (CAC), dan GMP+ (Good Manufacturing Process). Sistem keamanan pangan menggunakan HACCP telah banyak digunakan di beberapa pabrik pakan untuk memberikan sertifikasi untuk keamanan pangan dan pakan. Tujuan dari HACCP adalah untuk mengidentifikasi dan menetapkan resiko yang timbul berkaitan dengan produksi, distribusi dan penggunaan makanan oleh konsumen sehingga diperoleh produk yang aman untuk pangan maupun pakan, serta bebas dari cemaran yang sifatnya mikrobiologi, kimia maupun fisika. Studi tentang persepsi, praktek dan sikap terhadap sistem HACCP pada industri pakan dalam mencapai kesesuaian keamanan pakan telah dilakukan oleh Sudibyo dan Yulistia dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) pada tahun 2011. Kajian dilakukan di 6 propinsi, yaitu propinsi Lampung Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden industri pakan. Hasil studi menunjukkan bahwa sistem HACCP telah terimplementasi 95% pada industri pakan skala besar dan terimplementasi 65% pada industri pakan skala menengah (P<0,005); 30% para manajer di industri pakan skala besar dan 15% para manajer di industri pakan skala menengah menyatakan bahwa bisnis mereka termasuk yang mempunyai risiko yang rendah terhadap keamanan pakan. Makin tinggi kualifikasi hygiene industri pakan pada manajernya,

makin tinggi pula persepsi manajer terhadap risiko bisnis keamanan pakan yang dikelolanya, juga berkorelasi nyata terhadap implementas HACCP-nya. selain itu terdapat pula 6 potensi bahaya yang teridentifikasi dalam proses produksi pakan yang perlu dikendalikan sebagai titik kendali kritis yaitu : penerimaam bahan baku pakan, penggilingan, pensterilan, pendinginan, penyimpanan dan pengantaran. Tidak banyak perusahaan pakan ternak di tanah air yang dengan berani memproklamirkan telah menerapkan sistem keamanan pakannya, hal ini dimungkinan karena sistem ini tidak bisa diterapkan dengan baik dan konsisten dilapangan, mengingat dibutuhkan kesadaran yang tinggi dan kepemimpinan yang tegas dari manajemen perusahaan dalam mengimplementasikannya. Berikut ini adalah beberapa perusahaan pakan ternak yang telah menerapkan sistem keamanan pakan untuk mendukung keamanan pangan di Indonesia berdasarkan hasil penelurusan via internet : 1) PT. Cargill PT. Cargill beroperasi di Indonesia sejak tahun 1974 dengan mendirikan pabrik pakan ternak skala kecil di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Pangan dan pakan ternak yang aman untuk dikonsumsi dijadikan sebagai prioritas utama. Dengan program Feed for FoodTM, PT. Cargill bertujuan mendefinisikan lagi standar kualitas dan keselamatan di bidang pakan ternak. Di seluruh Indonesia, pabrik-pabrik pakannya beroperasi dengan kualitas pakan dan standar keselamatan yang tinggi dengan memenuhi semua persyaratan peraturan untuk produknya. PT. Cargill merupakan produsen pakan ternak pertama di Indonesia yang memperoleh setifikasi HACCP yang diakui di seluruh dunia untuk pabrik pakan. Pada awalnya HACCP tidak disyaratkan dalam industri pakan ternak di Indonesia, namun secara sukarela PT. Cargill memperkenalkan HACCP dengan tujuan ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki proses dan sistem untuk menyediakan pakan yang lebih aman untuk keperluan peternak dan petani budidaya ikan di Indonesia. 2) PT. Feedmill Indonesia (FMI)

Perusahaan yang beropersi di Kawasan Industri Medan II Mabar, Medan ini telah beroperasi sejak tahun 2006, dan telah menerapkan ISO 20000 dan 22000 : 2005. Perolehan ISO ini disebabkan karena perusahaan telah menerapkan pengawasan mutu yang ketat

ditunjang human resources yang telah terbiasa dan handal dalam melaksanakan prosedur GMP. FMI merupakan perusahaan pakan ternak yang tercepat mendapatkan ISO 22000:2005 di Indonesia. Sedangkan manfaat yang didapat setelah memperoleh ISO ini yakni konsumen akan mendapatkan pakan yang berkualits dan aman karena diproduksi dengan pengawasan yang sangat ketat dan terus menerus diaudit serta bahan baku lulus uji mutu ISO. 3) PT. Bintang Terang Gemilang Perseroan Terbatas PT. Bintang Terang Gemilang (Persero) didirikan di Jakarta pada tanggal 30 Juli 1998, dengan kegiatan usaha utama Perseroan adalah dibidang Produsen.Pakan.Ternak. Dalam proses perkembangannya, satu tahun kemudian yaitu pada tahun 1999 Perseroan berpindah tempat kedudukan ke Serang, yang kemudian menjadi kantor pusat Perseroan dan sekaligus pabrik, dengan alamat di Jl. Raya Rangkas Bitung Km 3,2 Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Propinsi Banten dengan menempati areal seluas 154.429 M2. Perusahaan ini memiliki majamenen mutu bersertifikasi ISO 9001 : 2000 yang menjamin kualitas produk-produknya.

4) PT. Cheil Jedang Superfeed (CJ) PT Cheil Jedang Superfeed dibangun pada tahun 1996 dan diresmikan pada tanggal 13 Oktober 1997, merupakan industri pakan ternak yang memproduksi pakan ternak broiler, layer, dan breeder yang melayani permintaan peternak di wilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Modernisasi peralatan produksi dan perluasan produksi yang dilakukan secara berkelanjutan sejak tahun 1997, juga didampingi oleh intensifikasi Riset dan Pengembangan Teknologi dan penerapan Pengendalian Mutu / Keamanan Pakan Ternak. Komitmen Penerapan standar keamanan pakan ternak tersebut dibuktikan dengan diterimanya Sertifikat ISO 9001 : 2000 dan HACCP pada tanggal 29 Maret 2006. Dengan perkembangan yang berkelanjutan tersebut, maka PT Cheil Jedang Superfeed menetapkan bahwa kepuasan pelanggan merupakan tujuan perusahaan. 5) PT. Japfa Comfeed Indonesia

JAPFA adalah salah satu perusahaan agribisnis terkemuka di Indonesia. Memulai usahanya sejak tahun 1971. Saat ini memiliki 6 divisi yaitu (1) Divisi Perunggasan (Poultry Division), (2) Beef Division, (3) Divisi Budidaya Perairan (Aquaculture), (4) Divisi Produk Konsumsi (Consumer Business), (5) Divisi International dan (6) Divisi Bisnis Strategis. Pada divisi perunggasan, operasi sangat terintregasi secara vertical yang terdiri dari tiga tahap yaitu produksi pakan, DOC, dan pengolahan ayam. Pakan ternak Comfeed dibuat berdasarkan sistem teknologi pakan mutakhir, formulasi pakan yang canggih, kemampuan mengolah bahan baku yang mantap, tingkat utilitasnya yang optimal dan jaringan yang sulit tertandingi. Hingga saat ini JAPFA telah memperoleh serifikasi ISO 9001 : 2000 untuk tujuh pabrik pakan ternaknya.

6) PT. New Hope Indonesia Perusahaan ini didirikan pada November 2006, terletak di Jl. Raya Serang Km 32, Desa Sumur Bandung, Jayanti Balaraja, Indonesia. Memiliki are sebesar 50.000 m2, dengan produksi tahunan mencapai 400.000 ton. Mengembangkan produksi makanan ternak, berbagai jenis makanan ikan, dan unggas dengan merk New Hope, dan juga telah menerapkan ISO 9001 : 2001.

Daftar Pustaka Anonimus. Pakan Untuk Pangan. http://www.cargill.co.id/id/products/animal-nutrition/feedfor-food/index.jsp Ega. 2011. Profil Anggota GPMT. http://egaberita.blogspot.com/2011/12/profil-anggotagpmt.html Eryan. 2009. HACPP (Sistem Keamanan Pangan dan Pakan). http://mreryan.blogspot.com/2009/05/haccp-sistem-keamanan-pangan-danpakan.html Y. 2010. PT Feedmill Dapatkan Sertifikasi ISO 20000:2005. http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2010/12/01/9428/pt_feedmill_dapatk an_sertifikasi_iso_200002005/#.T3xJCDHxqq8

Naibaho,

Sudibyo, A. dan A. Yulistia. 2011. Studi Tentang Persepsi, Praktek dan Sikap terhadap Sistem HACCP pada Industri Pakan Dalam Mencapai Kesesuaian Keamanan Pakan. Badan Standarisasi Nasional (BSN). J. Standarisasi Vol. 13 No. 3. http://www.bsn.go.id/bsn/success_story.php?id=3702

PENERAPAN STANDARISASI KEAMANAN PAKAN PADA INDUSTRI PAKAN TERNAK DI INDONESIA

TUGAS PAPER

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Sumberdaya Pakan Dosen Pengampu : Dr. Ir. Bambang Waluyo HEP, MS. MAgrSc.

Oleh ANDIK FATAHILAH NIM. 23010111400003

MAGISTER ILMU TERNAK PROGRAM PASCA SARJANA FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2012