Anda di halaman 1dari 11

A. POROSITAS Porositas merupakan ukuran ruang-ruang kosong dalam suatu batuan.

Secara definitive porositas merupakan perbandingan antara volume ruang yang terdapat dalam batuan yang berupa pori-pori terhadap volume batuan secara keseluruhan, biasanya dinyatakan dalam fraksi. Besar-kecilnya porositas suatu batuan akan menetukan kapasitas penyimpanan fluida reservoir. Secara matematis porositas dapat dinyatakan sebagai :

dimana : Vb = volume batuan total (bulk volume) Vs = volume padatan batuan total (volume grain) Vp = volume ruang pori-pori batuan

Porositas batuan reservoir dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu : Porositas absolut, adalah persen volume pori-pori total terhadap volume batuan total (bulk volume)

Porositas efektif, adalah persen volume pori-pori yang saling berhubungan terhadap volume batuan total (bulk volume).

Faktor-faktor yang mempengaruhi porositas antara lain : Ukiran butir atau grain size Semakin kecil ukuran butir maka rongga yang terbentuk akan semakin kecil pula dan sebaliknya jika ukuran butir besar maka rongga yang terbentuk juga semakin besar. Bentuk butir atau sphericity Batuan dengan bentuk butir jelek akan memiliki porositas yang besar, sedangkan kalau bentuk butir baik maka akan memiliki porositas yang kecil. Susunan butir Apabila ukuran butirnya sama maka susunan butir sama dengan bentuk kubus dan mempunyai porositas yang lebih besar dibandingkan dengan bentuk rhombohedral. Pemilahan Apabila butiran baik maka ada keseragaman sehingga porositasnya akan baik pula. Pemilahan yang jelek menyebabkan butiran yang berukuran kecil akan menempati rongga diantara butiran yang lebih besar akibatnya porositasnya rendah. Komposisi mineral Apabila penyusun batuan terdiri dari mineral-mineral yang mudah larut seperti golongan karbonat maka porositasnya akan baik karena rongga-rongga akibat proses pelarutan dari batuan tersebut. Sementasi Material semen pada dasarnya akan mengurangi harga porositas. Material yang dapat berwujud semen adalah silika, oksida besi dan mineral lempung. Kompaksi dan pemampatan Adanya kompaksi dan pemampatan akan mengurangi harga porositas. Apabila batuan terkubur semakin dalam maka porositasnya akan semakin kecil yang diakibatkan karena adanya penambahan beban. Gambar dibawah menunjukkan foto dari batuan yang memiliki porositas.

Gambar, Batuan dengan porositas. (a) Fine intergranular sandstone, (b) Coarse intergranular sanstone. Harga maksimum porositas dari suatu volume batuan dapat ditentukan dengan mengasumsikan susunan (packing) dari butiran batuan tersebut. Tiga gambar dibawah menunjukkan macam-macam packing dan porositas maksimumnya.

Porositas Distribusi Kubus.

Porositas Distribusi Rhombohedral.

Porositas Distribusi Acak. Pengukuran porositas dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu:

1. Pengukuran laboratorium dengan menggunakan sampel batuan (core). 2. Pengukuran dengan menggunakan logging tool, seperti neutron log, density log dan sonic log.

B. PERMEABILITAS
Permeabilitas didefinisikan sebagai suatu bilangan yang menunjukkan kemampuan dari suatu batuan untuk mengalirkan fluida. Permeabilitas merupakan fungsi tingkat hubungan ruang antar pori-pori batuan. Henry Darcy (1856), membuat hubungan empiris dengan bentuk diferensial sebagai berikut

dimana : V = kecepatan aliran, cm/sec = viskositas fluida yang mengalir, cp = gradien tekanan dalam arah aliran , atm/cm k = permeabilitas media berpori, darcy Tanda negatif dalam persamaan menunjukkan bahwa bila tekanan bertambah dalam satu arah, maka arah alirannya bearlawanan dengan arah pertambahan tekanan tersebut. Skema percobaan Darcy didapat diilustrasikan dalam gambar dibawah ini:

Gambar Percobaan Darcy Derajat Kejenuhan (Degree Of Saturation) Merupakan Perbandingan antara volume air (V) terhadap volume rongga (Vv) dan dinyatakan dalam persen. Secara matematik derajat kejenuhan dinyatakan sebagai berikut : Derajat Kejenuhan =

Dimana: Wn = Berat contoh asli Ww= berat contoh jenuh Wo= berat contoh kering Porositas (n) Merupakan perbandingan antara lubang kosong (pori pori ) dalam batuan dengan volume total batuan yang diekspresikan dalam prosentase (%). Secara matematik porositas dinyatakan sebagai berikut : Porositas n =

Dimana : Ww= berat contoh jenuh Wo= berat contoh kering

Ws= berat contoh jenuh dalam air Berat Jenis Nyata ( True) Merupakan perbandingan massa dengan volume bodi padat yang membesar akibat adanya pori-pori turut diperhitungkan. Secara matematik berat jenis nyata dinyatakan sebagai berikut : Berat jenis nyata (true spesifik density) : tr = {Wo /(Wo-Ws)}/ w Dimana: Wo= berat contoh kering Ws= berat contoh jenuh dalam air

Berat jenis semu Merupakan perbandingan massa dengan volume bodi padat tanpa pori dan ruang rongga. Secara matematik berat jenis semu dinyatakan sebagai berikut : Berat jenis semu (apperent density) Dimana :Ww= berat contoh jenuh Wo= berat contoh kering Ws= berat contoh jenuh dalam air Void Ratio (e) Merupakan perbandingan antara volume rongga dalam batuan dengan volume butiran batuan. Secara matematik berat jenis semu dinyatakan sebagai berikut : e = n /(1n) Kadar Air Asli (n) Merupakan perbandingan antara berat air dalam batuan asli dengan berat butiran batuan dan dinyatakan dalam %. Secara matematik KADAR AIR ASLI sebagai berikut : dinyatakan : ap = w

(n) =

Dimana : Wn = Berat contoh asli Ww= berat contoh jenuh Wo= berat contoh kering

Kadar Air Jenuh (sat) Merupakan perbandingan antara berat air dalam batuan jenuh dengan berat butiran batuan dan dinyatakan dalam %. Secara matematik KADAR AIR JENUH dinyatakan sebagai berikut : (sat) = Dimana: Ww= berat contoh jenuh Wo= berat contoh kering Bobot Isi Asli (n) Merupakan perbandingan antara berat batuan asli dengan volume total batuan. Secara matematik BOBOT ISI ASLI dinyatakan sebagai berikut :

(n)

Dimana: Wn = Berat contoh asli Ww= berat contoh jenuh Ws= berat contoh jenuh dalam air

Bobot Isi Kering (o) Merupakan perbandingan antara berat batuan kering dengan volume total batuan.Secara matematik BOBOT ISI KERING dinyatakan sebagai berikut : (o) = Dimana :

Ww= berat contoh jenuh Ws= berat contoh jenuh dalam air Wo= berat contoh kering Bobot Isi Jenuh (w) Merupakan perbandingan antara berat batuan jenuh dengan volume total batuan. Secara matematik Bobot Isi Jenuh dinyatakan sebagai berikut : (w) =

Dimana : Ww= berat contoh jenuh Ws= berat contoh jenuh dalam air

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/lely_sasak/d/59029707-Mid-Semester-Mekanika-Batuan http://www.scribd.com/doc/47710041/iatmi-kuat-tekan http://repository.binus.ac.id/content/S0034/S003453325.pdf http://arsyad-blogerpemula.blogspot.com/2011/10/kerapatan-dan-berat-jenis.html http://www.scribd.com/doc/60071794/KANIKA-BATUAN

MATA KULIAH : MEKANIKA BATUAN

PERHITUNGAN SIFAT FISIK BATUAN

OLEH: ARIS ARIANTO D621 09 291

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

MAKASSAR 2012

Anda mungkin juga menyukai