Anda di halaman 1dari 8

27/11/2011

1
JARINGAN ALIRAN
(Flow Net)
Kuliah Ke 7
Persamaan Kontinuitas (Kesenantiasaan)
Pada bab sebelumnya telah dibahas, untuk menghitung
banyaknya air yang mengalir melalui tanah diperlukan hukum
Darcy.
Dalam keadaan yang sebenarnya, air mengalir di dalam tanah
tidak hanya dalam satu arah dan juga tidak seragam untuk
seluruh luasan yang tegak lurus arah aliran.
Untuk permasalahan-permasalahan seperti ini, perhitungan
aliran air tanah pada umumnya dibuat dengan menggunakan
grafik-grafik yang dinamakan jaringan aliran (flow nets).
Konsep jaringan aliran ini didasarkan pada persamaan
kontinuitas Laplace yang menjelaskan mengenai keadaan
aliran yang terus-menerus (steady state) untuk suatu titik di
dalam massa tanah.
Untuk menurunkan persamaan kontinuitas Laplace, kita tinjau
sebaris turap kedap air yang dipancang sampai pada
kedalaman lapisan tanah tembus air, sbb :
27/11/2011
2
Persamaan Kontinuitas (Kesenantiasaan)
Aliran air yang terjadi secara terus-
menerus dari bagian hulu (upstream) ke
bagian hilir (downstream) melalui lapisan
tanah tembus air (permeable layer) adalah
aliran dalam dua dimensi.
Untuk aliran air pada titik A, kita perhatikan
suatu elemen tanah berbentuk kubus yang
mempunyai ukuran dx, dy, dan dz (dy tegak
lurus terhadap bidang gambar).
Dianggap v
x
dan v
z
adalah komponen
kecepatan arah horizontal dan vertikal.
Jumlah air yang mengalir masuk kedalam
kubus tanah persatuan waktu dalam arah
horizontal adalah (v
x
dy dz) dan dalam arah
vertikal adalah (v
z
dx dy).
Jika perubahan kecepatan aliran arah x =
v
x
/x dan arah z = v
z
/z , maka :
Persamaan Kontinuitas (Kesenantiasaan)
Dengan menganggap bahwa air tidak termampatkan (incompressible),
dan tidak terjadi perubahan volume dalam massa tanah, maka jumlah
air yang mengalir masuk seharusnya = jumlah air yang mengalir keluar
dari elemen tanah yang berbentuk kubus tersebut. Jadi :
dy dz dx
x
v
v
x
x
|

\
|
c
c
+
Jumlah air keluar arah horizontal
:
dy dx dz
z
v
v
z
z
|

\
|
c
c
+
Jumlah air keluar arah vertikal :
[ dy dx v dy dz v dy dx dz
z
v
v dy dz dx
x
v
v
z x
z
z
x
x
+ =
|

\
|
c
c
+ + |

\
|
c
c
+
Jumlah air yang mengalir keluar dari kubus tanah persatuan waktu
dalam arah horizontal dan vertikal adalah sbb :
0 =
c
c
+
c
c
dy dx dz
z
v
dy dz dx
x
v
z x
) (
z
v
x
v
z x
1 0 =
c
c
+
c
c
27/11/2011
3
Persamaan Kontinuitas (Kesenantiasaan)
Dimana k
x
dan k
z
adalah koefisien rembesan dalam arah horizontal dan
arah vertikal.
Substitusi persamaan (2) dan (3) ke persamaan (1) diperoleh :
) (
x
h
k i k v
x x x x
2
c
c
= =
Kecepatan aliran arah horizontal : Kecepatan aliran arah vertikal :
Dengan menggunakan hukum Darcy, kecepatan aliran dapat ditulis sbb :
0 =
c
|

\
|
c
c
c
+
c
|

\
|
c
c
c
z
z
h
k
x
x
h
k
z x
) (
z
h
k i k v
z z z z
3
c
c
= =
0
2
2
2
2
=
c
c
+
c
c
z
h
k
x
h
k
z x
Apabila tanah adalah isotropik, maka koefisien aliran ke segala arah
adalah sama, k
x
= k
z
, sehingga persamaan kontinuitas untuk aliran
dalam dua dimensi dapat ditulis menjadi :
0
2
2
2
2
=
c
c
+
c
c
z
h
x
h
Jaringan Aliran (Flow Net)
Persamaan kontinuitas dalam media isotropik mewakili
dua kelompok grafik yang saling tegak lurus satu sama lain, yaitu :
- Garis-garis aliran (flow lines)
- Garis-garis equipotential
Garis aliran (flow lines) adalah suatu garis sepanjang mana butir-butir
air akan bergerak dari bagian hulu ke bagian hilir sungai melalui media
tanah yang tembus air (permeable).
Garis ekipotensial (equipotential lines) adalah suatu garis sepanjang
mana tinggi potensial di semua titik pada garis tersebut adalah sama.
0
2
2
2
2
=
c
c
+
c
c
z
h
x
h
Jadi, apabila alat-alat pizometer
ditempatkan di beberapa titik yang
berbeda-beda di sepanjang satu garis
ekipotensial, air di dalam tiap-tiap
pizometer tersebut akan naik pada
ketinggian yang sama, sebagaimana
terlihat pada gambar (untuk k
x
= k
z
= k).
27/11/2011
4
Jaringan Aliran (Flow Net)
Kombinasi dari beberapa garis aliran dan garis ekipotensial
dinamakan jaringan aliran (flow net).
Jaringan aliran (flow net) dibuat untuk menghitung aliran air tanah.
Dalam pembuatan jaringan aliran, garis-garis aliran dan ekipotensial
digambar sedemikian rupa sehingga :
1. Garis ekipotensial memotong tegak lurus garis aliran
2. Elemen-elemen aliran dibuat kira-kira mendekai bentuk bujur
sangkar.
Gambar berikut adalah contoh dari jaringan aliran yang lengkap
dalam lapisan tanah tembus air yang isotropik.
Penggambaran suatu jaringan aliran
biasanya harus dicoba berkali-kali.
Selama menggambar jaringan aliran,
harus selalu diingat kondisi-kondisi
batasnya.
Untuk jaringan aliran yang ditunjukkan
dalam gambar, keadaan batas yang
dipakai adalah sbb :
Jaringan Aliran (Flow Net)
Permukaan lapisan tembus air pada
bagian hulu dan hilir sungai (garis a-
b dan d-e) adalah garis-garis
ekipotensial (equipotentiql lines).
Karena a-b dan d-e adalah garis-
garis ekipotensial, semua garis-
garis aliran (flow lines) memotong-
nya tegak lurus.
Batasan lapisan kedap air, yaitu f-g;
begitu juga permukaan turap kedap
air, yaitu garis a-c-d, adalah garis-
garis aliran (flow lines).
Garis-garis ekipotensial memotong
a-c-d dan f-g tegak lurus.
27/11/2011
5
Perhitungan Rembesan dari suatu Flow Net
Di dalam flow net, daerah-daerah diantara dua flow line (garis aliran)
yang saling berdekatan dinamakan saluran aliran (flow channel).
Gambar berikut menunjukkan suatu flow channel dengan equipotential line
yang membentuk elemen-elemen berbentuk persegi.
Apabilia h
1
, h
2
, h
3
, h
4
, , h
n
adalah muka pizometrik yang bersesuaian
dengan equipotential line.
Apabila ini tidak ada aliran yang memotong flow line, maka kecepatan
rembesan yang melalui flow channel persatuan lebar (tegak lurus
terhadap bidang gambar) dapat dihitung dengan cara sbb :
q
1
= q
2
= q
3
= = q
Perhitungan Rembesan dari suatu Flow Net
Dari hukum Darcy, jumlah air yang mengalir persatuan waktu adalah :
k i A.
Jadi persamaan q
1
= q
2
= q
3
= = q dapat ditulis lagi sbb :
Persamaan tersebut di atas menunjukkan bahwa, apabila elemen-
elemen aliran dibuat dengan bentuk mendekati bujur sangkar,
penurunan muka pizometrik antara dua equipotential line yang
berdekatan adalah sama.
Hal ini dinamakan penurunan energi potensial (potential drop).
Jadi :
h
1
h
2
= h
2
h
3
= h
3
h
4
= = H/N
d
sehingga :
pers (5)
) ( pers l
l
h h
k l
l
h h
k l
l
h h
k q 4
3
3
4 3
2
2
3 2
1
1
2 1
=
|
|

\
|
=
|
|

\
|
=
|
|

\
|
= A
|
|

\
|
= A
d
N
H
k q
Dimana :
H = perbedaan tinggi muka air pada bagian hulu dan bagian hilir
N
d
= banyaknya bidang bagi kehilangan energi potensial.
27/11/2011
6
Perhitungan Rembesan dari suatu Flow Net
Dari gambar terlihat, untuk satu flow channel terlihat :
Perbedaan tinggi muka air H = H
1
- H
2
Jumlah bidang kehilangan energi potensial dlm satu flow chanel N
d
= 6.
Jumlah flow channel dalam satu flow net N
f
= 4
Apabila banyaknya flow channel di dalam flow net = N
f
, maka banyaknya air
yang mengalir melalui semua saluran (channel) per satuan lebar dapat
ditulis sbb :
pers (6)
d
f
N
N H
k q =
Perhitungan Rembesan dari suatu Flow Net
Di dalam menggambar flow net, semua elemennya tidak harus dibuat
bujur sangkar.
Bentuk empat persegi panjang seperti gambar berikut juga dapat
dilakukan.
=
|
|

\
|
=
|
|

\
|
=
|
|

\
|
= A
3
3
4 3
2
2
3 2
1
1
2 1
b
l
h h
k b
l
h h
k b
l
h h
k q
Perlu diingat agar perhitungan dapat mudah dilakukan, akan lebih baik
kalau perbandingan antara lebar dan panjang dari elemen-elemen
empat persegi panjang dalam flow net tersebut dibuat sama.
Sehingga persamaan (4) dapat dimodifikasi menjadi :
27/11/2011
7
Perhitungan Rembesan dari suatu Flow Net
Apabila b
1
/l
1
= b
2
/l
2
= b
3
/l
3
= = n, persamaan (5) dan (6) dapat
dimodifikasi menjadi :
dan
|
|

\
|
= A
d
N
n
H k q n
N
N
H k q
d
f
|
|

\
|
=
Gambar berikut menunjukkan suatu flow net untuk rembesan air sekitar satu
jajaran turap.
Flow channel No. 1 dan No. 2 mempunyai
elemen-elemen bujur sangkar.
Sehingga jumlah air yang mengalir melalui dua
flow channel tersebut persatuan waktu dapat
dihitung dengan menggunakan persaman (5) :
d d d
N
H
k
N
H
k
N
H
k q q 2
2 1
= + = A + A
Flow channel No.3 mempunyai elemen-elemen
dengan bentuk empat persegi panjang dengan
perbandingan lebar dan panjang sebesar 0,38.
d d
N
H
k ,
N
,
H k q 38 0
38 0
3
= = A
Sehingga jumlah air yang mengalir melalui flow chanel No. 3 :
Jadi jumlah rembesan total persatuan waktu adalah :
d d d
N
H
k ,
N
H
k ,
N
H
k q q q q 38 2 38 0 2
3 2 1
= + = A + A + A =
Contoh Perhitungan
Suatu flow net dari aliran air di sekitar sebuah jajaran turap di dalam
lapisan tembus air diketahui koefisien rembesan k
x
= k
z
= k = 5 x 10
-3
cm/dt, seperti ditunjukkan dalam gambar berikut . Tentukan :
a. Berapa tinggi air (di atas permukaan
tanah ) akan naik apabila pizometer
diletakkan pada titik a, b, c, dan d.
b. Jumlah rembesan air yang melalui
saluran air II per satuan lebar (tegak
lurus bidang gambar) per satuan
waktu.
c. Jumlah rembesan total yang melalui
lapisan tembus air per satuan lebar.
Penyelesain :
o Dari gambar dapat jumlah flow channel N
f
= 3 dan banyaknya bidang
kehilangan energi potensial per satu flow channel N
d
= 6.
o Perbedaan tinggi energi antara bagian hulu dan hilir sungai = (15 5) ft = 10 ft.
o Jadi kehilangan tinggi energi antara dua garis ekipotensial = H/Nd = 10/6 =
1,667 ft.
27/11/2011
8
Penyelesaian Contoh Perhitungan :
o Titik a terletak pada garis ekipotensial I,
yang berarti bahwa penurunan energi
potensial (potential drop) dari titik a adalah
1 x 1,667 ft.
o Jadi, tinggi air di dalam pizometer yang
diletakkan di titik a akan naik setinggi (15
1,667) = 13,333 ft dari permukaan tanah.
o Tinggi air di dalam pizometer yang terletak pada titik b, c, dan d adalah : b =
(15 2 x 1,667) = 11,67 ft dari atas muka tanah
c = (15 5 x 1,667) = 6,67 ft dari atas muka tanah
d = (15 5 x 1,667) = 6,67 ft dari atas muka tanah
b. Jumlah rembesan air yang melalui saluran air II per satuan lebar (tegak lurus
bidang gambar) per satuan waktu adalah :
|
|

\
|
= A
d
N
H
k q
k = 5 x 10
-3
cm/dt = 5 x 10
-3
x 0,03281 ft/dt =1,64 x 10
-4
ft/dt
q = (1,64 x 10
-4
) (1,667) = 2,73 x 10
-4
ft
3
/dt/ft
c. Jumlah rembesan total yang melalui lapisan tembus air per satuan lebar :
q = (1,64 x 10
-4
) (1,667) x 3 = 8,2 x 10
-4
ft
3
/dt/ft
d
f
N
N H
k q =