Anda di halaman 1dari 8

PRAKTIKUM KIMIA MATERIAL SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012

PEMBUATAN MATERIAL ANORGANIK DENGAN METODA SOLGEL


I. TUJUAN Mempelajari pembuatan material dengan proses sol-gel.

II. TEORI Sol adalah suspensi koloid yang fasa terdispersinya berbentuk solid (padat) dan fasa pendispersinya berbentuk liquid (cairan). Suspensi dari partikel padat atau molekul-molekul koloid dalam larutan, dibuat dengan metal alkoksi dan dihidrolisis dengan air, menghasilkan partikel padatan metal hidroksida dalam larutan. Reaksinya adalah reaksi hidrolisis. Gel (gelation) adalah jaringan partikel atau molekul, baik padatan dan cairan, dimana polimer yang terjadi di dalam larutan digunakan sebagai tempat pertumbuhan zat anorganik. Pertumbuhan anorganik terjadi di gel point, dimana energi ikat lebih rendah. Reaksinya adalah reaksi kondensasi, baik alkohol atau air, yang menghasilkan oxygen bridge untuk mendapatkan metal oksida. Prekursor atau bahan awal dalam pembuatannya adalah alkoksida logam dan klorida logam, yang kemudian mengalami reaksi hidrolisis dan reaksi polikondensasi untuk membentuk koloid, yaitu suatu sistem yang terdiri dari partikel-partikel padat (ukuran partikel antara 1 nm sampai 1 m) yang terdispersi dalam suatu pelarut. Dari larutan prekursor tersebut akan terbentuk sol. Perubahan bentuk sol menjadi bentuk gel terjadi melalui reaksi hidrolisis dan reaksi kondensasi. Pada reaksi hidrolisis terjadi penempelan ion hidroksil pada atom logam dengan pemutusan pada salah satu ikatan logam alkoksida atau garam anorganik. Kemudian molekul yang telah terhidrolisis dapat bergabung membentuk hasil reaksi kondensasi, dimana dua logam digabungkan melalui rantai oksigen. Polimer-polimer besar terbentuk saat reaksi hidrolisis dan kondensasi berlanjut, yang akhirnya menghubungkan polimer-polimer tersebut ke dalam bentuk gel.

OBJEK V - PEMBUATAN MATERIAL ANORGANIK DENGAN PROSES SOL-GEL

PRAKTIKUM KIMIA MATERIAL SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012

Untuk mendapatkan produk oksida, ada satu tahap lanjutan pada proses sol-gel yaitu perubahan bentuk gel menjadi produk oksida melalui drying dan firing. Gel biasanya tersusun atas material amorf yang terdapat pori-pori berisi cairan. Cairan ini harus dihilangkan sehingga gel menjadi xerogel atau dry gel melalui proses drying. Selama firing, xerogel atau dry gel mengalami densifikasi dan perubahan bentuk struktur kristal (menjadi glass atau kristalin). Proses sol - gel adalah didasarkan pada hidrolisis dan kondensasi dari precursor. Umumnya pada sol gel ditunjukkan penggunaan alkoksida sebagai precursor. Alkoksida memberikan suatu monomer yang dalam beberapa kasus yang terlarut dalam bermacam-macam pelarut khususnya alkohol. Alkohol membolehkan penambahan air untuk mulai reaksi, keuntungan lain alkoksida adalah untuk mengontrol hidrolisis dan kondensasi. Dengan disederhanakan dengan

alkoksida sebagai precursor, kimia sol gel dapat persamaan reaksi berikut. Reaksi Sol Gel Ada dua tahapan reaksi dalam Sol Gel (1) Hidrolisis metal alkoksida

(2) Kondensasi

Menurut Iler, polimerisasi sol-gel terjadi dalam tiga tahap: 1. Polimersasi monomer-monomer membentuk partikel 2. Penumbuhan partikel

OBJEK V - PEMBUATAN MATERIAL ANORGANIK DENGAN PROSES SOL-GEL

PRAKTIKUM KIMIA MATERIAL SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012

3. Pengikatan partikel membentuk rantai, kemudian jaringan yang terbentuk diperpanjang dalam medium cairan, mengental menjadi suatu gel, seperti ditunjukkan pada Gambar-2 berikut.

Gambar-2: a) Tahapan pembentukan Sol dan b) Tahapan pembentukan Gel

Keuntungan menggunakan metoda Sol Gel Homogenitasnya lebih baik Temperatur rendah, Kemurnian lebih baik, Hemat energi Pencemaran rendah Menghindari reaksi dengan container dan kemurnian tinggi. Fase pemisahan cepat, Kristalisasi cepat, Padatan non kristalin keluar membentuk gelas Pembentukan fase kristal baru dari padatan non kristal baru Produk glass lebih baik ditentukan dengan sifat-sifat gel, Produk film spesial.

Kerugian menggunakan metoda Sol Gel Material proses cukup mahal, Residu butir-butir halus, Residu hidroksil, Residu carbon Waktu proses cukup lama Penyusutan besar selama pengeringan Menggunakan pelarut organik yang berbahaya bagi kesehatan Terbentuk pori pori

OBJEK V - PEMBUATAN MATERIAL ANORGANIK DENGAN PROSES SOL-GEL

PRAKTIKUM KIMIA MATERIAL SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012

III.

PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 ALAT DAN BAHAN No Alat 1 2 3 4 Magnetic Stirrer Peralatan Gelas Hot plate Neraca analitik Fungsi Mengaduk larutan agar lebih sempurna Media campuran / tempat larutan Memanaskan larutan Menimbang zat

No Bahan 1 2 3 TEOS Etanol HCl

Fungsi Bahan dasar / penghasil Si Sebagai pelarut Sebagai katalis

3.2 CARA KERJA 1. Campurkan 20 mL etanol dan 4 tetes HCl ( larutan A). 2. Sebanyak 2 mL TEOS dimasukkan ke dalam 10 mL larutan A. 3. Panaskan pada temperatur 600 C selama 2 jam sambil dilakukan pengadukan. 4. Campuran tersebut dipindahkan ke dalam beaker gelas. 5. Tutup dengan aluminium foil yang telah dilubangi. 6. Biarkan pada temperatur kamar sampai terbentuk gel basah. 7. Lanjutkan pengeringan sampai terbentuk gel kering.

OBJEK V - PEMBUATAN MATERIAL ANORGANIK DENGAN PROSES SOL-GEL

PRAKTIKUM KIMIA MATERIAL SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012

3.3 SKEMA KERJA


Larutan A

(20 mL etanol + 4 tetes HCl)


10 mL larutan A

ditambah 2 mL TEOS dipanaskan pada suhu 600 C diaduk selama 2 jam


Campuran

dipindahkan dalam beaker gelas tutup dengan aluminium foil yang dilubangi biarkan pada suhu kamar
Gel basah

lanjutkan pengeringan

Gel kering

OBJEK V - PEMBUATAN MATERIAL ANORGANIK DENGAN PROSES SOL-GEL

PRAKTIKUM KIMIA MATERIAL SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012

3.4 SKEMA ALAT

Keterangan : 1. Sumber listrik 2. Magnetic bar 3. Campuran 4. Magnetic stirrer 5. Gelas piala

OBJEK V - PEMBUATAN MATERIAL ANORGANIK DENGAN PROSES SOL-GEL

PRAKTIKUM KIMIA MATERIAL SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 HASIL

OBJEK V - PEMBUATAN MATERIAL ANORGANIK DENGAN PROSES SOL-GEL

PRAKTIKUM KIMIA MATERIAL SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012

DAFTAR PUSTAKA

http://hardiananto.wordpress.com/2011/01/17/teknologi-sol-gel/

OBJEK V - PEMBUATAN MATERIAL ANORGANIK DENGAN PROSES SOL-GEL